title : one reason
cast : chansoo/kaisoo
rating : T
length : multichapter
chapter 2
.
.
.
.
"kyungsoo..
do kyungsoo.."
kyungsoo terpaku pada seorang namja yang kini berjalan kearahnya. luhan tersenyum, ia tau pasti seorang kyungsoo yang polos juga tidak akan bisa menolak pesona teman kekasihnya itu. tao menyenggol pelan lengan luhan, seolah mengerti arti dari pandangan si mata rusa.
"drama cinta akan dimulai.." bisik luhan tanpa mengalihkan pandangannya pada namja yang kini berdiri dengan jarak 1 meter dari kyungsoo.
"maaf, kemarin tidak bisa datang." namja itu tersenyum tulus.
"..." kyungsoo tak bergeming. tiba tiba kejadian kemarin terlintas dipikirannya. kyungsoo dengan cepat meraih apapun didekatnya.
BUGH ! buku setebal 6 cm mendarat manis dikepala namja.
"ahh !" namja itu memekik.
BUGH !
BUGH !
"jadi kau orangnya?" BUGH !
"kau telah mempermalukanku !" teriak kyungsoo, tak peduli semua mata mengarah padanya dengan geram. "BUGH !"
"bagaimana kalau chanyeol tak mau lagi bertemu denganku !"
kyungsoo berhenti memukul. tunggu, apa baru saja ia berharap bertemu dengan chanyeol lagi?
" aish ! " kyungsoo mengacak rambutnya dan berlalu menuju kursinya.
"masih ingin mengenal jauh tentangnya Jong?" luhan hanya bisa mengelus dada dengan tingkah aneh kyungsoo.
namja yang dipanggil jongin itu tersenyum, membenarkan tatanan rambutnya. memperhatikan kyungsoo yang kini membenamkan kepala diantara tangannya.
"tentu"
chanyeol mengutak atik ponsel putih ditangannya. sesekali ia tersenyum geli melihat foto pemilik ponsel tersebut.
"kyeopta.."
"permisi tuan muda" seseorang berbadan tegap membungkuk sopan pada chanyeol.
"hmm"
"ini berkas yang anda minta" orang itu menyodorkan map coklat. apa mungkin isinya penting, chanyeol dengan semangat membuka map itu. ia terlihat serius membaca tulisan ditiap lembaran. setelah membolak balik beberapa lembar, ia tersenyum.
"menarik" simpulnya sebelum meletakkan berkas itu dimeja.
Morning~
Pagi ini kyungsoo terlihat tidak semangat, semalaman ia mencari ponselnya yang hilang. Ia berjalan disepanjang koridor dengan tidak bertenaga.
"wuaaa, jongin oppa !"
"kyaaaa oppa take picture with me"
"oppa kereeen"
Kyungsoo menoleh ke sumber suara, mata bulatnya menangkap jongin yang juga baru datang dengan fansgirl yang mengekor dibelakangnya.
"cih.. tebar pesona" kyungsoo memandangnya jengkel. Lalu melanjutkan perjalanannya.
"kau tau? Aku sudah beli tas gucci terbaru !" suara tao menggema ditelinga kyungsoo saat ia baru memasuki kelas.
"pasti dari kris lagi?" baekhyun memutar bola mata malas, menanggapi tao yang selalu merepotkan kekasihnya itu.
"tunggu, kali ini apa yang kau lakukan ?" baekhyun semakin menyipitkan matanya.
"ani.." elak tao.
"ih dasar pemalak !
eh luhan tidak masuk?" kyungsoo menyela dan duduk dikursinya.
"dia ikut appanya ke china"
"oh, sepertinya hidupku lebih tenang hari ini." Kyungsoo bernafas lega. Memasang senyum selebar mungkin. Setidaknya tanpa luhan sehari akan menyenangkan.
"pinjam ponselmu" kyungsoo mengulurkan tangan mungilnya ke tao.
"ih dasar pemalak !" tao membalas mengatai kyungsoo. Namun ia tetap meminjamkan ponselnya. Kyungsoo semakin tersenyum lebar, cepat-cepat ia memasang earphone ditelinganya. Memilih untuk hanyut dalam lagu sedih (?) milik tao (dasar, mukanya saja yang penuh pertempuran). Tak menyadari choi sonsaengnim sudah memasuki kelas.
DUK ! DUK ! tao mencoba menendang kursi kyungsoo didepannya, namun sialnya tak berefek apapun. Dengan terpaksa baekhyun langsung saja menarik earphone dikepala kyungsoo.
"yak ! apaan sih?" kyungsoo membuka matanya. Menggesek telinganya yang memerah.
"Mr. Choi" tao menuding-nuding kedepan kelas. Kyungsoo malah menaikkan alisnya, mengira tao mengerjainya. kelasnya juga masih gaduh, semakin membuktikan bahwa tidak mungkin guru killer itu sudah tiba.
"ya, silakan duduk ditempat yang masih kosong." tuing ! Suara Mr. Choi berhasil memasuki indra pendengarannya.
"terimakasih"
DEG ! suara itu, kyungsoo merasa familiar dengan suara itu.
TAP ! TAP ! TAP !
Ia menghadap kedepan, memastikan pendengarannya salah. TAP ! TAP !
Bagaikan slowmotion, kyungsoo terkejut melihat siswa baru. Orang yang tak ingin dia temui saat ini mendekat ke bangkunya.
TAP ! TAP ! TAP !
dengan senyum lebarnya, dia menyapa kyungsoo.
"Kita bertemu lagi" chanyeol menyeringai. Ya, namja itu adalah chanyeol yang sekarang duduk disebelahnya. tepatnya dibangku Luhan.
"kenapa kau disini hah?" beberapa orang memandang aneh kyungsoo yang dengan tak sopannya membentak siswa baru.
"dan kau kyungsoo.." kalimat choi sonsaengnim menghentikan acara chansoo.
"jangan kira aku tak tau kau memakai benda ditelingamu tadi" kyungsoo semakin melongo,
"cepat keluar dan berdiri di lapangan !" titah Mr. Choi.
jdar ! pertama kali bagi ahli matematika seperti kyungsoo yang selalu disanjung, kini harus menerima hukuman. kyungsoo mungkin harus berhati-hati dengan makhluk seperti chanyeol, yang selalu berhasil membuatnya malu. Kyungsoo mendesah, berdiri menunduk dan perlahan berjalan keluar kelas.
"ck..ck.. bodoh" cibir chanyeol.
Chanyeol mengikuti pelajaran pertamanya dengan bosan, ini hari pertamanya sekolah disini, namun ia hanya memandang malas tiap coretan tangan Mr. Choi di papan tulis. yang ia lakukan hanyalah mengecek jam tangannya. Kurang 2 menit. Uh chanyeol menanti detik demi detik itu seperti beberapa jam.
"baiklah. Kalian boleh istirahat" Mr Choi mengakhiri pelajarannya.
Seisi kelas bersorak ria, cepat-cepat mereka menuju kantin. tapi tidak untuk chanyeol. Ia lebih memilih untuk ke lapangan. Ia berlari untuk cepat sampai disana, menemui seseorang yang seminggu lalu hadir dikehidupannya. Alasan utamanya untuk pindah kesekolah ini. ia berharap kyungsoo masih disana. setidaknya sampai ia datang.
Chanyeol tersenyum mendapati kyungsoo masih berdiri dipinggir lapangan. larinya tidak sia-sia. segera ia mendekat diam diam.
TUK !
Chanyeol menjitak pelan kepala kyungsoo,
"ah, apa yang kau lakukan ! " kyungsoo mengelus puncak kepalanya. ia mencoba membalas menjitak chanyeol. namun berkali kali chanyeol berhasil menepisnya.
"kenapa kau masih disini? Kau menungguku?" chanyeol menangkap tangan kyungsoo yang mencoba menjitaknya lagi.
"hah?"
"ini sudah istirahat, kau akan bertambah mengkerut jika lama-lama terkena sinar matahari" chanyeol menuding dahi kyungsoo.
"apa?" kyungsoo mendelik. baru beberapa menit bertemu, makhluk disampingnya ini sudah berani mengejeknya.
"lihat badanmu, kau akan bertambah jelek jika kulitmu menghitam" chanyeol memandang kyungsoo dari atas kebawah. lalu keatas lagi.
DUAGH ! "argh" kyungsoo menendang kaki chanyeol.
" sialan kau dobi !" pekik kyungsoo tak terima, langsung meninggalkan chanyeol yang masih mengerang kesakitan.
Kyungsoo terus mengumpat sepanjang jalan, mengapa hari ini dia sial sekali. Kenapa juga ia harus bertemu dengan namja itu lagi. Ia kan masih malu atas pertemuan pertamanya dengan chanyeol.
Ia mendesah. sungguh ia akan memakan apapun dikantin setelah ini.
PLUK !
Kyungsoo merasa ada sesuatu jatuh dibahunya, ia waspada, takut takut kalau ternyata itu serangga.
"kyaaa sialan !" kyungsoo mempercepat langkahnya, tujuan utamanya bukan kantin lagi, tapi toilet.
Dengan cepat ia membuka pintu toilet, sebelumnya ia memastikan tidak ada yang mengikutinya.
kyungsoo merefleksi penampilannya, memandang jijik pada kotoran burung ada dibahunya. Tangannya terulur hendak membasuh kotoran itu dengan tisu.
"burung sialan!" pekiknya frustasi. menyumpahi burung sialan yang tidak tau adat telah membuangnya di seragamnya.
"burung siapa?" kyungsoo mendongak, ia melihat pantulan jongin dari kaca.
"bukan ss-siapa-siapa" kyungsoo terlalu gugup.
"kau yakin?"
Kyungsoo hanya mengerjap dan mengangguk imut menanggapi. Tingkah kyungsoo terlihat lucu dan mengemaskan dimata jongin. Ia tak bisa menahan untuk segera menerkamnya. Perlahan jongin mendekatkan wajahnya. Matanya fokus pada belahan bibir menggoda milik kyungsoo.
Kyungsoo semakin gugup, baru kali ini ada namja yang berada dalam jarak sedekat ini. apalagi saat ia merasakan deru nafas jongin membelai pipinya.
Ia ingin mendorong jongin sekuat tenaga, ia merutuki tubuhnya yang tiba tiba sulit digerakkan dikeadaan sedarurat ini. 'bagaimana kalau dia yang mendapatkan first kiss berharga ku' batinnya.
Saking gugupnya, kyungsoo menutup matanya. Jongin menyeringai, mengira kyungsoo memberi lampu hijau padanya.
3 detik, 6 detik, 10 detik, kyungsoo tidak merasakan apapun. perlahan Ia memberanikan diri membuka matanya.
Ia heran, kenapa jongin hanya diam.
"a-apa ini?" tanya jongin ragu. Kyungsoo beralih mengecek apa yang ditunjuk jongin.
PLUK !
Kyungsoo menepuk jidatnya, dengan segera ia menjauhkan diri dari jongin, sungguh pipinya memerah sampai ketelinga menahan malu sekarang. Bagaimana tidak, jongin tak jadi menciumnya karena terpaku pada kotoran burung yang belum sampat ia bersihkan.
(#uh hahaha mengenaskan #ditabok D.O ^_^)
Diruang kerja tuan park-
"apa ini?" tuan park menunjuk salah satu foto chanyeol dan kyungsoo saat direstoran.
"ini foto yang saya ambil tadi pagi. Tuan muda pindah sekolah untuk anak ini" pesuruh itu menunjuk salah satu foto.
Tuan park terlihat berpikir, "berapa lama?"
"seminggu yang lalu"
"baru seminggu ?" tuan park mengerutkan keningnya. Menatap pesuruh itu, mencari kebenaran dari kalimat tadi.
"iya. Apa perlu saya menjauhkan mereka tuan?"
.
.
.
.
.
.TBC
#kyaa.. apa ini mengecewakan ?
harap maklum ya.. ini ff saya yang pertama...
untuk semua review saya terima ^^ makasih banyak ^_^
uffiejung :oke makasi ^^
Baby Crong : iya, itu jongin. makasi sarannya ^^
Kim Leera :iya, yang sebenernya dijodohin ke kyungsoo itu jongin, tapi karena jongin gabisa dateng, kyungsoo salah nemuin orang, karena kebetulan chanyeol juga pake baju item ^^
ViraaHee : oke. ^^
SehunGotik : nah ini udah dilanjut. udah cepet kan? semoga ngga ngecewain kamu yah :)
Chansoo Ship : iyaa~ ini chansoo ^^ tetep review dichapter depan yak :)
diah : oke :)
Baozi min : aku juga suka sama pair ini ^^ makasi reviewnyaaa
sekali lagi, maaf ya jika mengecewakan :( bunuh saja saya. haha saya akan berusaha. tetep bantu saya ! fighting
