THE RAINBOW ROSE

Author : HanDik

Main Cast : Byun Baek Hyun (Exo), Xi Lu Han (EXO)

Support Cast : Do Kyung Soo (EXO), Oh Se Hoon (EXO)

-,

-,

-88888888-

-,

Kediaman Keluarga Byun (Baekhyun)

Baekhyun baru saja sampai dikediamannya sehabis dari Lotte World bersama Sehun, Kyungsoo dan juga Luhan, hyung Sehun. Seisi rumah yang melihat raut wajah Baekhyun yang terlihat sangat senang pun ikut menjadi senang, terlebih lagi para maid yang saat itu terlihat bahagia karena Tuan Muda kesayangan mereka telah menunjukka raut wajah senangnya kembali dan terlihat dengan jelas mukanya terlihat lebih bercahaya dibanding sebelumnya.

"Sore appa eomma" Ucap Baekhyun yang menuju ruang keluarga dimana kedua orang tuanya tengah

"Ah sore Baekhie. Gimana di Lotte World tadi ?" Tanya Nyonya Byun.

"Menyenangkan eomma, sudah lama sekali Baekhie tidak kesana"

"Syukurlah kalau kau merasa senang. Sebaiknya kau segera bersihkan dirimu nanti biarkan Lay yang akan membawakanmu makanan" Ucap Tuan Byun yang dijawab anggukan oleh putra semata wayangnya.

Baekhyun kini berjalan menuju kekamarnya namun saat akan menuju tangga ia melihat sebuah foto dirinya bersama seseorang, seseorang yang sangat ia cintai yang harus pergi karena kecelakaan pesawat yang menimpa tunangannya itu, Kris. Setelah melihat foto tersebut ntah kenapa bayangan akan Kris muncul kembali dan ia mulai berjalan dengan tertunduk seperti biasa.

"Apa kita harus memindahkan foto itu ? Kau lihat yeobo, saat ia melihat fotonya dengan Kris ia kembali murung" Ucap Tuan Byun.

"Aku sepemikiran denganmu yeobo tapi bila kita memindahkannya tanpa seizinnya seperti saat itu ia akan mengamuk kembali" Ujar Nyonya Byun.

Tuan dan Nyonya Byun sangat menyayangi calon menantunya itu dan bersama dengan keluarga Kris mereka telah membicarakan pernikahan Baekhyun dan Kris setelah Baekhyun lulus sekolah. Namun, satu hari setelah acara ulang tahun Baekhyun tepatnya satu bulan lalu, Kris yang dalam perjalanan kembali ke China karena masih ada jadwal ujian di kampusnya harus mengalami kecelakaan pesawat saat penerbangan. Baekhyun saat itu menyalahkan dirinya, bila ia tidak meminta Kris untuk datang maka hal tersebut tidak akan menimpa tunangannya. Baekhyun yang depresi mau tidak mau harus dirawat dirumah sakit selama satu minggu dan saat itu juga ia tidak melihat proses pencarian Kris dan juga pemakamannya untuk yang terakhir kali.

Kini dikamar, Baekhyun tengah terduduk dengan kaki yang ia lipat sampai kedada dan kepalanya yang ia tundukan. Ia kembali mengingat kejadian satu bulan lalu yang kembali menghantui pikirannya.

"Hiks.. Hiks.. hyung, seandainya Baekhie tidak meminta hyung kemari saat itu mungkin hyung tidak akan pergi dari Baekhie.. Hiks.. Hiks.." Ucap Baekhyun ditengah tangisnya.

"Ini semua salah Baekhie, salah Baekhie"

Lay yang hendak mengantarkan makanan untuk Baekhyun pun harus berhenti karena kini hatinya kembali tersayat lagi, mendengar Baekhyun kembali menangis padahal ia sudah senang karena Baekhyun sudah kembali tersenyum tapi kenapa sekarang ia harus mendengar kembali isakan tangis Baekhyun, Tuan Mudanya.

-,

-,

-8888-

-,

Songhan University

Sejak pagi hingga sampai dikampus, Luhan terus menampilkan raut wajah bahagianya dan tentunya senyumannya yang kini terpencar dengan indahnya dan membuat para yeoja maupun uke tengah luluh melihatnya. Ia merupakan mahasiswa yang mimiliki fans terbanyak dikampusnya walau dulu saat masih bersama mantan kekasihnya, Minsoeok ia tetap memiliki banyak fans.

Sebenarnya Luhan senang bukan karena ia bisa bangun lebih pagi dari biasanya tapi karena ia ntah mengapa saat pagi-pagi buta menuju kamar Sehun dan mulai membajak smartphone dongsaeng-nya itu dan yang dirinya lakukan ialah mencari foto seseorang dan tentunya orang itu ialah Baekhyun. Semua foto Baekhyun yang ada di smartphone Sehun sudah ia Bluetooth semua dan tidak ia lupakan meyimpan nomor Baekhyun yang ia colong diam-diam. Tidak hanya itu tapi semua nama akun media social Baekhyun sudah ia catat walau setelah ia check terakhir kali Baekhyun menggunakan media sosialnya satu bulan lalu.

"Ah ntah mengapa pagi ini aku melakukan hal-hal seperti pencuri hanya demi mendapatkan foto dan nomor nya Baekhyun. Sebenarnya ada apa dengan ku ?" Tanya Luhan dalam pikirannya.

"Apa aku mulai menyukainya ? Tapi aku hanya merasa nyaman dekat dengannya berbeda saat aku bersama namja pengkhianat itu. Ntah mengapa aku ingin lebih mengenal sosok Baekhyun itu" Lanjut Luhan dalam pikirannya.

"Ckckck.. Dasar pasangan tidak tahu malu, yang satu perebut pasangan orang dan yang satu tukang selingkuh masih saja bisa bemesraan di depan umum" Umpat Luhan kesal yang melihat Minseok bersama Jongdae yang tengah bemesraan ditaman kampus.

/Drrrrt Drrrrt/

From : Xi Se Hoon

Hyung, bisa kah kau menjemputku nanti dirumah Baekhyun ?

Aku dan Kyungsoo hari ini izin sekolah karena Baekhyun tidak masuk dan sekarang kondisinya kembali melemah.

Sesaat Luhan membaca pesan dari Sehun ntah hatinya merasa sakit mendengar kondisi Baekhyun yang melemah timbul perasaan khawatir yang kini tengah menjalar diseluruh tubuhnya. Dengan panik segera ia menuju mobilnya dan pergi mengunjungi Baekhyun untuk mengetahui kenapa dia bisa seperti itu.

"Argh! Bagaimana bisa kondisinya melemah ? Padahal kemarin dia sudah tersenyum dan tertawa ? Apa yang terjadi dengannya ?" Umpat Luhan yang dalam kondisi panik didalam mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya.

-,

-,

-8888-

-,

Kediaman Keluarga Byun (Baekhyun)

Luhan kini tengah duduk tepat diruang keluarga Byun bersama Tuan dan Nyonya Byun beserta Sehun dan Kyungsoo, karena saat ini Baekhyun tengah diperiksa kembali oleh dokter. Suara isakan Nyonya Byun dapat terdengar dengan jelas dan Tuan Byun yang tengah panik juga tetap menenangkan istrinya itu. Sedangkan Sehun dan Kyungsoo yang juga ikut panik terus berdoa demi Baekhyun, sementara Luhan pandangannya tiba-tiba kosong walau matanya terus melihat sekeliling ruang keluarga itu namun ntah mengapa matanya menatap sosok namja yang tengah bersama Baekhyun dalam bingkai foto yang besar itu. Luhan berjalan mendekati bingkai foto itu dan kembali memperhatikan dengan jelas wajah namja yang tidak asing dengannya.

Deg

"Yi Fan ? Kenapa bisa foto bersama dengan Baekhyun ? Apa mungkin ?" Batin Luhan

"Ia adalah tunangan Baekhyun yang meninggal karena kecelakaan pesawat satu bulan lalu, Wi Yi fan" Ucap Tuan Byun yang melihat Luhan memperhatikan foto tersebut.

"Jadi Yi Fan tunangan Baekhyun ? Apa maksudnya ini ? Kenapa aku harus dipertemukan dengan Baekhyun yang merupakan tunangan sahabatku sendiri" Batin Luhan.

"Ia adalah sahabat terbaikku ahjushi, aku sama sekali tidak tahu kalau Yi Fan adalah tunangan Baekhyun dan mungkin bukan hanya kalian yang terpukul namun saya sebagai sahabatnya juga terpukul mendengar berita yang menimpanya" Jelas Luhan.

"Tenyata sosok namja manis yang selalu kau ceritakan itu ialah Baekhyun. Aku sama sekali tidak tahu. Pantas saja kau bersyukur memilikinya Yi Fan" Batin Luhan kembali.

"Saat acara pertunangan ia dengan Baekhyun aku tidak hadir karena saat itu aku tengah berada di China menggantikan appa ku yang hadir diacara pertunangan mereka" Jelas Luhan kembali.

"Kami mengerti akan posisimu Luhan, sebagai anak sulung dari keluarga Xi, saat acara itu juga Yi Fan bercerita kepada kami dengan sedikit kecewa karena kau sebagai sahabatnya tidak datang padahal ia ingin memperkenalkannya kepadamu" Ucap Tuan Byun.

"Saat itu ia juga berucap kepadaku akan menghajarku bila aku tidak datang, karena ia ingin memperkenalkan tunangannya yang ternyata adalah Baekhyun" Ucap Luhan yang kemudian berjalan mengahampiri Tuan Byun.

"Sebagai sahabat Yi Fan, aku akan turut menjaga Baekhyun dan membuatnya kembali tersenyum. Semua ini kulakukan demi Yi Fan, karena aku sangat yakin ahjushi, sangat yakin bila Yi Fan sangat sedih disana bila melihat kondisi Baekhyun yang seperti ini" Jelas Luhan.

"Kupercayakan Baekhyun padamu Luhan" Ucap Tuan Byun yang dijawab anggukan oleh Luhan.

Selang beberapa menit keluarga Wu datang dengan raut wajah yang tidak kalah khawatir karena mendengar Baekhyun yang kondisinya kembali melemah. Bagi keluarga Wu, Baekhyun merupakan peninggalan terakhir Kris yang sangat berharga sehingga mereka turut khawatir atas apa yang menimpa Baekhyun.

Sesaat kemudian dokter pun keluar dengan raut wajah yang sulit digambarkan mengenai kondisi Baekhyun. Semua yang mendengar penjelasan dokter hanya bisa diam karena yang dibutuhkan Baekhyun adalah semangat hidup akan keterpurukan yang menimpanya dan itu sukses membuat Luhan merasa sakit dihatinya yang ternyata lebih sakit dari dari pada mengetahui Minseok selingkuh.

"Begitu cintakah kau kepada Yi Fan ?" Batin Luhan.

-,

-,

-8888-

-,

Kediaman Keluarga Xi (Luhan & Sehun)

DREAM ON

Luhan ini tengah terbangun dari tidurnya sebuah bukit yang teramat indah dan saat itu sosoknya menangkap seorang namja yang tengah duduk. Luhan sangat mengenali ciri namja tersebut, cirinya sama persis dengan Wu Yi Fan, sahabatnya.

"Apa kah itu Yi Fan" Ucap Luhan pelan.

"Luhan ? Kau kah itu ? Ini aku Yi Fan" Ucap namja tersebut yang ternyata adalah Yi Fan sahabatnya.

"Yi Fan ? Bagaimana bisa kau ada disini ?" Tanya Luhan yang berjalan menuju bangku yang sedang diduduki oleh Yi Fan.

"Aku kemari ingin bertemu denganmu, ada yang ingin sekali kubicarakan denganmu"

"Apa yang ingin kau bicarakan ? Apa ini mengenai Baekhyun ?"

"Iya ini mengenai Baekhyun, aku selama ini selalu memperhatikannya dan jujur aku sangat sedih melihatnya murung seperti itu. Aku ingin sekali menjemputnya untuk tidak ingin melihatnya bersedih, namun sosok malaikat kecil mengatakan kepadaku bahwa aku tidak boleh egois dan ia mengatakan akan ada sosok namja yang akan membuatnya ceria kembali"

"Nugu ? Bisa kau beri tahu siapa dia ? Biar aku membantu mencarinya, semua kulakukan demi mu Yi Fan"

"Aku tidak tahu siapa, namun saat aku melihat Baekhyun bertemu denganmu pertama kali dan saat kalian ke Lotte World aku sudah memutuskan Luhan"

"Memustuskan apa ? Jangan bilang kau akan mengambil Baekhyun ?"

"Tidak aku tidak berniat mengambilnya, jujur aku tidak sanggup bila harus meninggalkannya seorang diri tanpa ada yang menjaganya selain keluarganya, keluargaku dan kedua sahabatnya. Dan saat itu aku melihat Baekhyun dapat tertawa denganmu, aku sudah memutuskannya mau kah kau menjaga Baekhyun ? Menggantikan posisiku ? Karena hanya kau yang dapat kupercayai Luhan"

"Tapi kenapa aku ? Bukankah malaikat kecil yang kau bilang bahwa akan ada namja yang akan hadir untuk Baekhyun ?"

"Ya aku percaya itu juga, tapi kumohon sampai namja itu datang bantulah aku menjaganya dan menggantikan posisiku"

"Tapi aku.."

"Kumohon Luhan, hanya kau yang bisa kumintai tolong. Aku sudah tidak banyak waktu lagi. Aku harus pergi sekarang" Ucap Yi Fan yang kemudian berjalan menjauh.

"Yi Fan tunggu, Yi Fan!"

DREAM OFF

Luhan yang terbangun tengah malam kini tengah termenung mendengar perkataan Yi Fan yang datang dimimpinya. Ia benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Yi Fan berkata seperti itu, tapi mau bagaimana lagi Luhan akan melakukannya demi sahabatnya dan demi kebahagian Baekhyun, itu adalah harapan dan janji nya kepada Yi Fan.

Dan saat itu, Luhan memandang bunga mawarnya yang sedikit bersinar dan menghampirinya.

"Jadi seperti ini kau berganti warna ? Aku sudah mengetahui arti warna merah muda itu. Tapi apakah benar kau menyukai Baekhyun ? Dan sekarang lihat tiga kelopakmu berwarna kuning yang menggambarkan harapan dan janjiku kepada Yi Fan" Ucap Luhan kepada bunganya itu.

"Tapi sebelum itu, aku akan mencari ahjushi yang memberikanmu kepada ku secara Cuma-Cuma dan menanyakan perihal ini apakah benar atau tidak" Ucap Luhan yang kembali kepada ketempat tidurnya.

-,

-,

-8888-

-,

Luhan yang telah rapih dan tentunya terlihat sangat tampan kini siap pergi menuju kediaman Byun. Kebetulan hari ini ia tidak ada jadwal kuliah dan ia akan menjaga Baekhyun seharian. Karena ia tahu pasti Tuan dan Nyonya Byun butuh istirahat yang cukup.

"Sekarang waktunya berangkat, aku akan menjaga Baekhyun sesuai janjiku Yi Fan" Ucap Luhan yang kemudian melangkah menuju mobilnya dan melesat menuju kediaman keluarga Byun.

-,

-,

-8888-

-,

Kediaman Keluarga Byun (Baekhyun)

Tuan dan Nyonya Byun bersama Lay tengah menunggu Baekhyun yang masih tidak sadarkan diri sejak kemarin pagi. Kini raut wajah Nyonya Byun tidak hanya khawatir namun juga sedikit penasaran akan mimpi yang ia alami, karena dalam mimpinya Kris datang dan memberi tahu sesuatu yang sangat penting mengenai Baekhyun.

"Kau kenapa yeobo ? Sebaiknya kau istirahat, wajahmu sudah sangat pucat. Aku tidak mau kau juga ikut sakit sama seperti Baekhyun" Ucap Tuan Byun dengan nada tak kalah khawatir.

"Aku tidak apa-apa yeobo hanya saja aku memikirkan perkataan Kris yang datang pada mimpiku malam ini" Jelas Nyonya Byun.

"Kris datang ke mimpi mu ? Dia bilang apa ?"

"Dia bilang aka nada sosok namja yang akan menggantikan posisi nya dan membuat Baekhyun lebih bahagia dan ia bilang ia menitipkan Baekhyun pada sahabatnya yang bernama Luhan"

"Luhan ? Xi Lu Han ?"

"Ne. Xi Lu Han yang kemarin datang untuk menengok Baekhyun dan ikut pergi ke Lotte World bersama Sehun dan Kyungsoo"

"Dia kemarin juga bilang akan ikut menjaga Baekhyun dan membuatnya tersenyum. Bila Kris berkata seperti itu mungkin ini yang terbaik dan aku sangat berharap bila namja yang dikatakan Kris itu ialah Luhan"

"Kalau kau berfikir demikian aku juga akan berharap sama denganmu yang terpenting kebahagian Baekhyun yang ku prioritaskan"

"Kau benar yeobo dan sebaiknya kau beristira…"

"Tidak aku akan disini bersamamu yeobo" Ucap Nyonya Byun yang memotong perkataan Tuan Byun dan Tuan Byun sendiri sudah tahu bila istirnya sudah memaksa maka tidak ada yang bisa menghalanginya.

/Ting Tong Ting Tong/

"Lay coba kau itu siapa" Perintah Tuan Byun.

"Baik Tuan"

Lay yang tengah diperintah oleh Tuan Byun untuk melihat siap yang bertamu pada jam segini karena ia tahu Sehun maupun Kyungsoo akan datang pada saat mereka pulang dan tidak mungkin mereka izin untuk pulang cepat lagi. Sesaat kemudian Lay datang bersama Luhan yang datang menjenguk Baekhyun.

"Ah ternyata kau Luhan, mau menjenguk Baekhyun kah"

"Ne ahjushi, sepertinya ahjushi dan ahjumma terlihat kelelahan kalau begitu biarkan saya yang menggantikan kalian menjaga Baekhyun dan saya tidak terima akan penolakan ahjushi. Baekhyun pasti ikut sedih bila melihat kalian terlihat pucat seperti ini" Jelas Luhan yang mengerti akan penolakan dari Tuan Byun.

"Baiklah kau ada benarnya juga Luhan. Mari yeobo sebaiknya kita beristirahat" Ajak Tuan Byun yang diikuti oleh Nyonya Byun yang ternyata ada yang bisa menolak keinginan istrinya itu bila sudah memaksa dan Lay pun ikut meninggalkan kamar Baekhyun karena masih banyak perkerjaan yang harus ia kerjakan.

Luhan kini sendiri menjaga Baekhyun yang masih belum sadarkan diri, hatinya terasa miris saat berjalan mendekat melihat wajah Baekhyun yang terlihat pucat dan bisa dilihat ada sisa air mata yang mengering. Sesaat kemudian Luhan memilih duduk disebuah sofa yang ada disamping ranjang Baekhyun.

Pandangan Luhan terus tertuju pada Baekhyun dan sesaat ia mulai melihat ruang kamar Baekhyun yang terlihat sedikit jauh dari kata kamar namja karena banyak sekali hiasan strawberry yang tertera disana dan sesaat matanya menangkap sebuah balkon yang diubah menjadi taman kecil untuk bunga-bunga. Luhan yang penasaran dengan taman itu dan ia melihat sebuah papan yang terukir 'Garden's KrisBaek'

"Ah kenapa hatiku terasa nyeri melihat tulisan ini. Ada apa sebenarnya ? Apa ini tanda aku cemburu melihat tulisan ini ? Tidak mungkin ia adalah tunangan Yi Fan, sahabatku" Batin Luhan.

"Eh, kok ini mawar sama kayak mawar milikku ya tapi warnanya biru muda tapi ini biru muda nya agak sedikit pucat apa ini sama seperti mawarku ? Apa mawar ini juga menggambarkan perasaan Baekhyun yang tengah bersedih ?" Ucap Luhan menatap sendu Baekhyun yang terbaring ditempat tidurnya.

"Baiklah aku akan membuatmu merasa bahagia sama seperti saat kau bersama Yi Fan tapi kali ini kau akan lebih bahagia karena ada aku Luhan" Ucap Luhan yang sudah kembali mendekat ke tempat tidur Baekhyun dan duduk dilantai sambil memegang tangan Baekhyun.

"Mungkin memang benar aku menyukaimu Baek, maafkan aku Yi Fan" Ucap Luhan yang mengusap surai Baekhyun dengan lembut dan kemudian mencium punggung tangan Baekhyun.

Sudah dua jam lamanya Luhan tertidur karena menunggu Baekhyun dengan posisi yang sama dimana kepala Luhan sudah berada disamping tangan Baekhyun yang ia genggam. Mungkin baginya ia salah karena menyukai tunangan sahabatnya namun siapa sangka bahwa Luhan telah menyadari perasaannya sesaat melihat bunga mawar biru muda milik Baekhyun.

Sesaat kemudian Luhan yang masih tertidur dan tanpa sadar Baekhyun tengah membuka matanya dan melihat sosok namja yang memegang tangannya sededutktif mungkin saat namja tersebut tertidur.

"Lu.. Luhan hyung…."

-,

NOTE : Rainbow rose itu berpasangan satu sama lain dan ia dapat menyadarkan perasaan pemilik pasangannya sesaat bila melihat rainbow rose tersebut.

Bersambung….

-,

Akhirnya bisa melanutkan cerita ini juga,

walau maaf ya untuk chap ini tidak ada LuBaek moment jadi mungkin hambar jadinya :(

tapi terima kasih untuk yang sudah menyempatkan untuk mereview kembali : utsukushii02, rachel suliss, ViviPExotic46, ByunViBaek dan nurhasanah . putri . 146

dan untuk Guest terimana kasih banyak kepada YOONA dan LuBaekShipper

dan sudah lama tidak bilang "Mohon Review :)"

semoga menikmati chapter ini dan walau masih ada kekurangan dalam chapter ini saya meresakannya secara pribadi :)

terima kasih :))))