.
.
ONE STEP CLOSER TO YOU
:: Chapter 3 ::
"Apakah anda keluarga Sungmin-ssi?" seorang pria paruh baya berjas putih keluar dari ruang perawatan, bisa dilihat bahwa pria tersebut adalah dokter yang menangani Sungmin.
Kyuhyun yang tadinya terduduk di ruang tunggu pasien kini berdiri menghadap sang dokter. Ia kebingungan menjawab pertanyaan dokter itu. Memangnya harus ia mengaku sebagai anggota keluarga Sungmin?
"Aku.. aku temannya" entah keinginan siapa, Kyuhyun mengaku sebagai teman Sungmin.
Dokter itupun melepas kacamatanya, "Kalau begitu, mari ikut ke ruangan saya"
Kyuhyun berjalan takut ketika melewati koridor rumah sakit. 8 tahun lalu adalah terakhir kalinya ia menginjakan kaki di tempat laknat ini. Tempat ini juga yang membimbingnya untuk menghadapi kenyataan bahwa ia harus kehilangan dua orang yang sangat ia sayangi di dunia ini. Dan kali ini Lee Sungmin adalah satu-satunya orang yang membangunkan memori Kyuhyun yang telah lama tertidur selama 8 tahun lamanya.
Setelah sampai di ruangan dokter tersebut, Kyuhyun segera mendudukan dirinya. Mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan yang serba putih dan lengkap dengan aroma obat yang menyengat hidung.
"Dia pasti selamat kan?"
"Ini sangat terlambat" tutur dokter itu misterius, raut wajahnya seperti memendam kekecewaan.
"Aku tidak mengerti" balas Kyuhyun gusar.
"Sungmin-ssi, ginjal kanannya terancam tidak berfungsi. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa ginjal kirinya juga akan seperti itu mengingat ginjal kirinya juga menunjukkan tanda-tanda yang sama"
'Nyonya Cho tidak akan bisa diselamatkan lagi, kedua ginjalnya tidak berfungsi dan ditambah dengan tekanan di dalam kehidupannya. Saya minta maaf, karena tidak berhasil menyelamatkan nyawanya'
Seperti ditarik pada kejadian itu, tubuh Kyuhyun bergetar. Bola matanya bergerak gelisah, semua terasa sama seperti pada kejadian itu. Kyuhyun seperti dipaksa tertarik pada peristiwa mengerikan itu.
"Anda baik-baik saja" suara dokter itu menyadarkan Kyuhyun dari semua pikirannya yang telah melayang kemana-mana.
"Apa dia akan mati seperti eomma ku?"
"Apa eomma mu juga mengidap penyakit kerusakan ginjal?"
Kyuhyun mengangguk, "Sama seperti dia.. aku.. aku tidak tahu tapi rasanya sangat menyakitkan ketika harus seperti ini lagi."
Dokter itu mengira bahwa Kyuhyun adalah sahabat lama Sungmin. Jadi wajar jika ekspresi ketakutan yang ditunjukan Kyuhyun adalah ekspresi seorang sahabat yang tidak rela sahabatnya meninggalkannya. Sekali lagi, itu hanyalah perkiraan sang dokter yang tidak tahu bahwa Kyuhyun tidak mengenal Sungmin sama sekali.
"Dokter.."
Sang dokter yang bermarga Park itu menoleh, "Iya?"
"Selamatkan dia, tolong selamatkan dia"
.
.
.
~000oo000~
.
.
.
"Mana Sungmin hyung?"
Donghae mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kedai kecil yang kemarin ia kunjungi dengan Sungmin. Ia kesana bukan untuk beristirahat, tetapi mencari Sungmin yang sosok nya tidak terlihat semenjak jam isitirahat berakhir. Bahkan sebentar lagi jam kantor akan habis, tapi Sungmin tak kunjung menampakan dirinya di kantor.
Perasaan khawatir mulai menyelimuti namja Lee itu, sekelebat ketakutan menyergapnya, bayang-bayang wajah Sungmin yang mengerang kesakitan seperti kemarin tiba-tiba menghantui dirinya.
'Bagaimana kalau Sungmin hyung pingsan di jalan, lalu para preman jalanan mengambilnya dan_'
Pikiran negative pun tak ia hindari. Bukan tidak mungkin di kota sibuk seperti Seoul, segala macam kejahatan bisa terjadi. Ditambah wajah Sungmin yang manis dapat menambah kemungkinan hal buruk terjadi pada hyungnya.
"Apa anda yang kemarin datang kemari bersama teman mu yang manis itu?" pria paruh baya itu menhampiri Donghae.
Masih dalam raut khawatirnya Donghae mengangguk pelan, "Apa ahjussi melihat teman saya?"
"Dia pingsan beberapa jam yang lalu dan Kyuhyun membawanya ke klinik yang tak jauh darisini."
"Kyuhyun?" tanpa pikir panjang, Donghae langsung melesat mencari klinik yang diberitahu oleh Shin ahjussi padanya.
.
.
.
~000oo000~
.
.
.
"Saya memiliki keoptimisan akan kondisi Kyuhyun yang bisa seperti semula"
Siwon menatap terkejut psikiater di hadapannya. "Anda yakin itu?"
"Trauma memang tidak segampang menyembuhkan penyakit pada umumnya. Tekanan batin akan peristiwa masa lalu yang tidak siap diterimanya membuat jiwa Kyuhyun sangat sulit untuk mendapatkan penyembuhan. Ditambah ia melihat sendiri peristiwa di mana kau bercumbu dengan seorang pria dan menyaksikan detik-detik kecelakaan yang merenggut nyawa ayah mu. Lalu tak lama berselang ibu mu juga meninggal akibat beban pikiran dan penyakit kerusakan ginjalnya. Saya juga sangat sedih mendengar penuturan mu waktu itu."
Siwon menunduk sedih. Sampai sekarang, ia tidak pernah memaafkan dirinya yang telah tega merusak kehidupan keluarga nya yang bahagia. Tapi Siwon juga tidak pernah berfikiran untuk menyesali bahwa dirinya mempunyai kekasih yang sama sepertinya yaitu seorang laki-laki. Kim Kibum adalah pria manis dan baik hati yang berhasil membuat pusat perhatian Siwon tertuju padanya. Cinta tidak mungkin bisa disalahkan dalam hal ini.
Walaupun pernah terbesit dalam benaknya untuk mengakhiri hubungan terlarangnya dengan Kibum, tapi perasaan itu ditepis nya jauh-jauh. Karena Cinta nyatanya lebih besar ketimbang ego, walaupun itu berakibat fatal bagi keluarganya.
"Tunggu sampai Kyuhyun merasakan hal yang sama seperti mu"
Siwon mengernyit tak paham akan maksud psikiater tersebut. "Maksud anda?"
"Tunggu sampai Kyuhyun merasakan sama seperti apa yang kau rasakan 8 tahun lalu. Maka perlahan jiwa Kyuhyun akan bereaksi terhadap hal-hal yang pernah terjadi dalam kehidupan masa lalunya. Maka darisitulah saya akan mulai mengambil tindakan terapi pemulihan mental"
Siwon bukan penyuka sesama jenis. Hanya saja ia menyimpang karena Kibum hadir dalam kehidupannya. Ditanya bahwa ia menyukai pria selain Kibum, maka akan ditolak dengan keras oleh direktur perusahaan Cho group itu.
.
.
.
~0000ooo000~
.
.
.
"Park Ahjussi?" Kibum menghampiri salah seorang yang telah menunggunya di pintu kedatangan internasional bandara incheon.
Pria paruh baya itu menurunkan papan nama yang berisi nama tamunya yaitu Kim Kibum lalu membungkuk hormat pada anak atasannya itu. "Mari saya antarkan ke apartemen anda, tuan"
Kibum mengikuti langkah pria itu sambil melihat lihat keadaan sekitar, melepas rindu pada tempat kelahirannya.
Ketika asyik berjalan, ia hampir saja terlupa akan sesuatu. Dengan cepat ia merogoh saku mantelnya dan meraih benda persegi panjang dari dalamnya.
'Aku telah sampai di Seoul, temui aku di apartemen ku jika kau sempat'
Setelah menekan tombol send' ia kembali memasukannya ke dalam sakunya dan memasuki mobilyang telah disiapkan Park ahjussi untuknya.
.
.
.
"Dimana Sungmin" sosok itu berlari tergesa-gesa menghampiri Kyuhyun yang masih setia terduduk di kursi pengunjung rumah sakit. Tatapan mata pria itu kosong, teriakan Donghae tak digubrisnya sama sekali. Sesekali ia meremas tangannya sendiri, merasakan getaran di sana ketika mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Ia merasakan ketika nafas Sungmin tersendat sendat sambil merintih lalu kemudian tak sadarkan diri tepat dihadapannya, dan itu membuat batinnya kembali terguncang.
"Kyuhyun-ah tolong jawab aku" Donghae mengguncang tubuh Kyuhyun agar merespon perkataannya.
Kyuhyun menoleh dan menatap Donghae dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ia tidak berbicara sama sekali, membuat Donghae semakin bingung dan panik. Tanpa menunggu penjelasan Kyuhyun, Donghae pun bergegas untuk membuka pintu kamar dimana Sungmin dirawat.
"Jangan buka pintu itu!" suara Kyuhyun pun akhirnya terdengar juga. Donghae kembali duduk di samping Kyuhyun dengan beribu pertanyaan di dalam kepalanya.
"Tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi dengan Sungmin? kenapa dia bisa pingsan?"
"Jangan tanyakan apapun…. Jangan tanyakan apapun.. apapun itu, tolong jangan. Aku tidak ingin tau" Kyuhyun terus meracau dengan tatapan kosongnya. Ia memang tidak memberontak tetapi Donghae sangat jelas menatap bulir bening itu menetes dari pelupuk matanya.
"Kyuhyun, kau baik baik saja?" Donghae jelas sangat panik. Kepanikannya berlipat-lipat ketika ia harus menghadapi kenyataan seperti ini. Sungmin yang dirawat tanpa sebab yang belum ia ketahui dan ditambah Kyuhyun yang mendadak seperti orang yang lepas dari ruhnya.
"Eomma. Dia seperti eomma ku, tapi aku tidak ingin dia seperti eomma ku" Kyuhyun meremas tangan Donghae dengan kuat membuat Donghae sedikit meringis karenanya.
"Kita masuk bersama, aku ingin melihat keadaan sahabat ku" Donghae mengajak Kyuhyun untuk masuk bersama dan melihat kondisi Sungmin.
Donghae yang masih diliputi rasa penasaran itu meringis ketika melihat selang infuse yang terpasang di tangan sahabat yang telah ia anggap hyungnya.
"Kau baik-baik saja kan?"
Donghae seperti orang gila yang berbicara tanpa ada yang merespon perkataannya. Sementara Kyuhyun hanya terduduk diam sembari menatap makhluk cantik di depannya yang masih setia memejamkan matanya.
Donghae merasakan getaran di saku celananya. Ia menggeram kesal ketika melihat id call yang terpampang jelas di layar ponsel pintarnya.
"Maaf sajangnim saya tidak ada di ruangan saat jam kantor" tampaknya pria itu tau kesalahannya.
"…"
"Tapi Sungmin_
"…"
"Baiklah saya akan ke sana sekarang"
Pria penyuka ikan itu menjambak rambutnya frustasi. Lagi-lagi karena pekerjaan.
"Kyuhyun-ah tolong jaga Sungmin di sini sampai dia siuman, aku mendapat panggilan mendadak dari atasan ku. sampai jumpa, aku tidak akan lama"
Setelah Donghae pergi, Kyuhyun menggeser kursinya agar lebih mendekat pada ranjang Sungmin.
Dengan reflek Kyuhyun mengelus pelan pergelengan tangan Sungmin yang terasa dingin di kulit telapak tangannya.
Namja yang lahir pada bulan februari itu menyusuri setiap inci tubuh lemah di hadapannya.
"Dia namja kan?" Kyuhyun bergumam sendiri.
"Kau tau? Eomma ku pernah bercerita tentang seorang namja yang sangat cantik, aku masih ingat sekali, semua yang diceritakan sangat mirip dengan apa yang kulihat sekarang"
'Kurang ajar kau Cho Siwon, inikah balasan mu atas seluruh perjuangan ku dan ibu mu memebesarkan mu sampai sekarang? Berhubungan dengan orang yang jelas-jelas sama dengan mu, seorang lak-laki'
'Kau putusi dia atau kau lihat mayat ku di hadapan mu nanti!'
Semua terasa seperti kembali ke masa lalunya. Ketika ayah nya membentak seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Tanpa ada yang mengetahui bahwa Kyuhyun sebenarnya masih ingat dengan jelas ketika Siwon menceritakan banyak hal tentang orang special yang datang di kehidupannya.
'Kau tau? Dia adalah seorang pria yang sama seperti ku, dia mencintai ku dan aku juga mencintai nya. Tidak kah kau jijik dengan itu?'
Kata-kata itu diucapkan Siwon ketika dirinya masih berumur belasan tahun. Masih terlalu dini untuk memberi pendapat tentang kisah seperti itu. Tapi pada saat ia mengetahui dampak dari rasa suka sang kakak kepada pria entah siapa namanya itu. Seketika itu pula Kyuhyun membenci kakaknya, membenci pria yang menjadi perusak dan penghancur keluarganya. Pria cantik menurut Siwon yang baik untuknya dan menjadi awal dari petaka pada keluarganya.
Dan saat itulah dia membenci siapapun pria yang berparas cantik dan manis seperti kekasih kakaknya.
'Pria itu berparas cantik. Banyak yang mengira dirinya itu seorang gadis karena senyumnya yang menipu. Selain itu, dia juga baik hati'
Tapi di satu sisi Kyuhyun tidak dapat membenci pria berparas cantik karena dulu ibunya sering membacakan cerita tentang seorang pria cantik. Dan semua deskripsi ibunya terlihat jelas dalam keadaan fisik Sungmin. Tidakkah ini disebut sebuah kebetulan?
"Kau dari tadi menunggu di sini?" suara lembut itu seketika membuyarkan lamunan Kyuhyun. Alangkah terkejutnya dia ketika Sungmin telah membuka matanya dan mengerjap lucu di hadapannya.
Hey! Tidak taukah jika Kyuhyun menatapnya tanpa berkedip.
"Kau bangun?"
"Mataku telah terbuka selebar ini masih kau tanya?"
Kyuhyun kembali terdiam. Memain mainkan kukunya mencoba menghilangkan rasa gugupnya yang tiba-tiba saja datang.
"Ahhh pekerjaan ku" Sungmin mendesah lemas saat mengingat pekerjaannya yang menumpuk di kantor. Sepulang dari rumah sakit ini, ia yakin pekerjaan itu akan semakin banyak.
"Kau bekerja di mana?"
"Desain grafis sebuah perusahaan" jawab Sungmin.
"Desain grafis itu apa?"
Sungmin melongo, mulutnya membentuk huruf 'o' ketika menyadari Kyuhyun tidak mengerti akan desain grafis.
"Kau itu bocah umur berapa, sampai definisi desain grafis pun tidak tau?"
Kyuhyun berfikir sejenak sambil mengetukan jari telunjuk di dahinya. "Kalau tidak salah, ahjumma bilang umurku 19 tahun. Iya…. 19 tahun"
Sungmin mencelos. Diluar dugaannya, ia berfikir dirinya sedang berhadapan dengan bocah 11 tahun tapi nyatanya usia Kyuhyun 8 tahun lebih tua dari perkiraannya. Bukan! Bukan karena tampang Kyuhyun yang terlihat muda, tapi lihat saja tingkah laku pemuda itu tak ubahnya seperti anak usia 11 tahun, dengan cara bicaranya, cara interaksinya. Apa yang terjadi pada diri Kyuhyun tidak sesuai dengan umurnya sekarang.
"Apa kau membawa makanan? Aku lapar" tanya Sungmin.
"Huh? Makanan.. makanan, makanan.. ah ya!" Kyuhyun meraba saku celananya dan kantung mantelnya. Memasukkan tangannya untuk memastikan benda yang dicarinya ada.
"Makanan.." Kyuhyun terus mencari sambil menggumam kata 'makanan'
Sungmin terus menatap ikut bergerak ketika tubuh Kyuhyun sedikit bergeser dari tempatnya.
"Cha! Ini, hanya ada roti" Kyuhyun tersenyum bangga ketika satu bungkus roti berhasil ia dapatkan.
"Tidak masalah" Sungmin langsung merebut bungkus roti itu dari tangan Kyuhyun.
"Tapi aku kan juga lapar" sungut Kyuhyun.
Sungmin seketika mengehentikan kunyahannya. Ia menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. Mendadak rasa malu ia rasakan.
Dengan ide yag muncul dari otaknya, Sungmin pun membelah roti itu menjadi dua, potongan yang lebih besar ia berikan pada Kyuhyun biar bagaimanapun juga roti itu milik Kyuhyun, jadi sudah sepantasnya yang punya mendapat bagian yang lebih banyak.
"Buka mulut mu" titah Sungmin.
"Untuk apa?"
"Katanya kau lapar"
"Tapi aku bisa menyuapi diriku sendiri"
"Kalau aku tidak mau bagaimana"
Kyuhyun mendengus kasar, ia tidak mengerti akan sikap Sungmin yang sedemikian rupa padanya.
"Makanya buka mulutmu, maka roti lezat ini akan mendarat di mulutmu" lanjut Sungmin.
Karena rasa lapar yang lebih mendominasi, Kyuhyun pun pasrah membuka mulutnya dan menerima potongan kecil roti miliknya dari tangan Sungmin.
Ia sempat tidak berkedip bahkan dirinya juga tidak menutup mulutnya ketika potongan roti itu telah berada di dalam mulutnya.
"Ya! Kau lihat apa?"
"Galak sekali, aku tidak suka dibentak" Kyuhyun berteriak di depan Sungmin
'Padahal dia juga teriak' batin Sungmin menggerutu.
"Hey! Ngomong-ngomong, dokter bilang apa tentang ku? memang sih akhir akhir ini aku sering merasakan sakit dibagian sini" Sungmin menunjuk bagia bawah perut sebelah kanannya.
Kyuhyun terkesiap dan memberhentikan kunyahannya. Matanya bergerak gelisah, ia sangat tau penyakit yang diderita sungmin.
'kerusakan ginjal'
Sial! Kata-kata itu melayang laying dipikiran Kyuhyun.
"Kau ceroboh, makanya makan yang teratur dan sehat, kau tidak boleh sakit. Tidak boleh!"
Sungmin hampir saja terjungkal ketika Kyuhyun seperti berteriak di hadapannya. "Kau kenapa?"
"Kau itu ceroboh.. ceroboh.. lain kali jaga kesehatan" Kyuhyun berlari meninggalkan Sungmin yang masih tidak mengerti akan sikap Kyuhyun.
"Pasien bernama Lee Sungmin, anda boleh diizinkan pulang" ujar salah satu perawat yang datang setelah kepergian Kyuhyun.
.
.
.
~000ooo000~
.
.
.
"Dia harus sembuh.. harus sembuh.. eomma tolong aku" Kyuhyun terus berlari sambil meracau tidak jelas. Berkali kali tubuhnya menbarak pejalan kaki lainnya. Namun dirinya tidak peduli dan terus berlari menembus keramaian trotaor jalanan Seoul.
Bruk!
"Maaf, kau tidak_ Kyuhyun?"
Kyuhyun mendongak menatap seseorang yang menabrak dirinya. Dan seketika itu juga ia menepis kasar lengan kekar yang hendak membantunya berdiri.
"Lepas Hyung, kau menjijikan. Aku membenci mu"
"Kyu, kita pulang."
"Aku bisa pulang sendiri. Kau urus saja pacar menjijikan mu itu"
"Berhenti mengucapkan kata seperti itu Kyu, kami tidak semenjijikan yang kau kira!"
"Lepas hyung.. lepas!"
"Hyung akan melepas mu ketika sampai di rumah Jung ahjumma" Siwon terpaksa menyeret paksa tubuh Kyuhyun. Biarkan saja tatapan heran yang terarah kepadanya dan adik kandungnya itu.
"Aku ingin dia sembuh. Lepaskan aku, hyung. Aku ingin dia sembuh"
Siwon menatap Kyuhyun yang terus meracau dimobilnya.
"Siapa yang kau inginkan sembuh?" tanya Siwon pelan.
Lama Kyuhyun terdiam. Siwon memaklumi itu, memang sejak saat itu Kyuhyun tidak akan pernah merespon pertanyaannya karena ini semua adalah akibat kesalahannya juga, kebodohannya dan kelalaiannya.
"Orang yang sama seperti eomma"
.
.
.
-ToBeContinued-
Hanya ini yang bisa saya persembahkan utuk chap 3 nya TT_TT Semoga kalian suka ya…
Yang nanya masa lalu Kyuhyun udah sebagian kejawab di chap ini ^,^
Beri tanggapan untuk chap yg ini ya, saya nyadar kok ff ini banyak banget kekurangan.
Untuk typo(s) nya harap maklum aja ya tapi saya usahakan agar ff ini terlihat lebih rapi lagi.
Thanks to:
may moon 581, wullancholee, PumpkinEvil, OvaLLea, abilhikmah, Cho MeiHwa, fitriKyuMin, TiffyTiffanyLee , yolanda anggita2, gyumin4ever, Park Heeni, Lee mingma, Kim Yong Neul, melsparkyu . ada yg belum disebutkah? kalau ada maaf ya, manusia tidak luput dari kesalahan ^^
makasi reviewnya dear *kecup satu satu* review kalian sangat sangat sangat berharga untuk penyemangat saya dalam berkarya ff lainnya dengan situas yang gak seindah dulu *plok.
Sekian dan terimakasih.
SEE YOU AT NEXT CHAP *bow
