Baka!
Saya salah kirim fanfic!
Sebenarnya, saya dah buat rancangan cerita Ngidam! Ni dalam bentuk dialog dari chapter 1-akhir, tapi setelah baca peraturannya, saya mau ngubah jadi bentuk novel
Tapi yang saya kirim malah yang rancangan awal!
Jadi saya mo ralat yang chapter 2, dan sebagai permintaan maaf, saya juga akan update chapter 3 secepatnya...
Sekali lagi saya mohon maaf
"AAPPEE!"
Teriakan itu menggema dari kedai koko yang terkenal di Pulau Rintis, membuat tukang burger yang lewat jantungan(maklum dah tua) dan motornya nabrak tiang terdekat. Anehnya, 5 superhero kita itu tak memedulikannya. Rupanya mereka terlalu shock atas barang 'idaman' Mama Zila.
1 menit berlalu, budak-budak kecil itu masih ternganga di tempat. Pak Kumar hanya bisa bergumam acha-acha nehi-nehi, dan Tok Aba mengilik kupingnya, memastikan ia tak salah dengar.
2 menit berlalu, Boboiboy pun berkomentar," Alamak... ngidam macam apa tu?"
"Entah, aku tau kalo tokoh game bisa hamil itu aneh, tapi aku tak tau kalo barang idamannya juga aneh!" ujar Fang.
"Yalo, biasanya orang hamil itu ngidam buah yang asam ma..." Ying pun tak habis fikir.
"Seram sangat barang idaman Mama Zila tu..." Yaya akhirnya berkomentar setelah sembuh dari shocknya.
Emang Mama Zila ngidam apa sih?(Boboiboy: Kau kan yang buat cerita, kenapa kau tak tau?)
Akhirnya Gopal pun berbicara kepada Papa Zola yang masih menangis di kursi.
"Emm.. cikgu, betulke Mama Zila ngidam benda tu?"
"Ha ah.."
"Teddy bear?"
"Ha ah.."
"Bermata satu?"
"Ha ah!"
"Bergigi hiu?"
"HA AH!"
"Bercodet di pipi?"
"KAN AKU DAH CAKAP HA AH-HA AH TADI! TELINGA KAU TAK BERES KAH!" teriak Papa Zola kesal.
"Aku tak percaya telingaku, cikgu..." kata Gopal.
"Akupun frustasi saat tahu adindaku nak barang yang seram macam tu..."
"Jadi alasan Papa Zola ke sini nak minta tolong kitorang carikan lah?" Boboiboy menyimpulkan.
"Bukan, aku nak nagih janji.."
"Nagih janji?" Alis Fang bertaut di balik kacamatanya.
"Iya, aku nak nagih janji pada kau Yaya, Ying"
"Eh?" yang disebut pun keheranan.
"Iya, kalian kan pernah janji nak bagi boneka macam tu ke cikgu sebagai hadiah ulang tahun. Nah cikgu nak hadiahnya sekarang..."
.
.
.
1 menit berlalu
.
.
.
"WHHAAATTT!? KAPAN SAYA CAKAP MACAM TU!?" seru Ying dan Yaya bebarengan.
"APA KALIAN PIKUN HAH! PAS ULANGAN MATEMATIK KALIAN PERNAH JANJI MACAM TU LAH!" seru Papa Zola dibarengin hujan liur alami.
Yaya dan Ying terkesiap, mulai ingat duduk perkaranya. Sedangkan teman-teman mereka malah mengejek mereka.
"Ha ha- Ha ha, Tak tau-Tak tau.." ujar Boboiboy sembari menggerakkan telunjuknya maju-mundur.
"Kena batunya korang..." Gopal menambahi.
"Makanya, bersaing boleh, tapi jangan sampai ekstrim macam tu..." Fang menimpali sembari tersenyum menggoda.*Helloo... siapa yang bersaing ekstrim memperebutkan kepopuleran hingga sampai ingin saling membunuh hah!*
Yaya dan Ying pun hanya menggeram dalam hati, ingin sekali mereka menghajar mulut-mulut teman laki-laki mereka. Namun kemudian Yaya berkata sembari tersenyum misterius.
"Eng.. cikgu.."
"Ya?"
"Kalo nak cari sesuatu, kene banyak orang kan?"
Oh oh... semuanya sudah tau malapetaka apa yang akan menimpa 3 anak lelaki malang itu. Boboiboy berkeringat dingin, Fang meremas tangannya geram. Ying mengangguk setuju. Dan Gopal... tetap seperti biasa.(dasar telmi)
"Betul juga, baiklah, Boboiboy Fang dan Gopal juga harus membantu kalian"
"Kenapa pula macam tu!" akhirnya Gopal mulai konek.
"Apakah kalian tega membiarkan 2 gadis lemah ni berkeliling mencari benda tak masuk akal tu?" kata Papa Zola yang disetujui oleh Yaya dan Ying. Ya ampun Papa Zola! 2 gadis lemah dari mana! Bahkan mereka berdua bisa menghancurkan sebuah kota dalam satu malam! Abaikan. Melihat wajah 3 anak tampan itu berubah kecut, Papa Zola kemudian merayu mereka.
"Ayolah, nanti kalo kalian berhasil akan kuberi penggaris P Papa Zola dan amplop ni!"
Gopal dan Pak Kumar(?) *jangan lupa dia penggemar game Papa Zola*memandang antusias ke arah 5 penggaris tersebut dan amplopnya(kali ini hanya Gopal yang antusias), sementara 4 lainnya menatap tak peduli.
"Kumohon dengan sangat! Kata orang dulu, kalo ngidam tak dituruti nanti anaknya jadi ileran. Coba kalian bayangkan anakku yang bertampang hansome macam cikgu dan lembut macam adinda tapi malah ileran?"
Karena mereka budak-budak yang berbakti(?) pada cikgunya, mereka pun berimajinasi di benak mereka masing masing.
Anak kecil?
Bertampang seperti Papa Zola?(pfftt)
Gemulai seperti Mama Zila?(khi khi)
Ileran? Lets count down
3
2
1
"BWA HA HA! ALAMAK BURUKNYA!" terlihat ada 5 anak bergulingan di tanah membayangkan tampang anak Papa Zola yang naujubileh nistanya. Bahkan Tok Aba, Pak Kumar dan Ochobot susah payah menahan tawanya agar tidak menyinggung superhero gadungan itu. Dan Papa Zola yang mulai tidak sabar mengeluarkan senjatanya yang sejenis dengan senjata Pak Kumar, Rotan Keinsyafan.
*KBISSHH*"KEBENARAN TIDAK PERNAH MENGINGKARI JANJINYA.. JANGAN TERTAWA MACAM BUDAK GILA DAN SEGERA CARI BONEKA TU!"
"Ba-baik cikgu!"
Akhirnya dengan mendongkol 4 budak tu mulai mencari boneka Teddy Bear versi chucky itu. Kenapa cuma 4? Karena Gopal sama sekali tidak merasa dongkol setelah mendapatkan kalimat penyemangat dari ayahnya dan Papa Zola.
"SELAMAT JALAN WAHAI ANAKKU! SELESAIKAN MISI KAU DAN DAPATKAN PENGGARIS TU! PAPA SELALU MENDOAKANMU" ini dari Pak Kumar.
Sedangkan dari Papa Zola..."SELAMAT JALAN! KEBENARAN SELALU MENYERTAIMU!"
Itulah yang menjadi pemicu semangat gopal, meskipun bagi yang lain itu merupakan pemicu keluarnya sesuatu dari perut mereka. Fang dan Boboiboy tak habis-habisnya mengeluh.
"Hah... macem mane pula aku ikut juga ni.." ujar Fang dengan malas.
"Kau kene ikut lah Fang, bukankah kau dapat peringkat pertama waktu itu karena kitorang tanyakan soalan aneh tu?" ujar Yaya yang rupanya masih dendam akan hal itu, begitu pula Ying.
"Lalu, apesal aku ikut sekali?" kali ini Boboiboy yang bertanya.
Yaya dan Ying yang tak ingin mendengar keluhan mereka lebih lama lagi bermaksud membujuk mereka dengan jurus maut, yaitu..
"*muka memelas* Boboiboy, hiks, apekah kau tak nak bantu kitorang? Hiks"
"EGH.." oh ayolah, semua orang tau bahwa tangisan wanita adalah kelemahan seorang pria. Dan Boboiboy mulai terpengaruh. Ying pun ikut memanasi.
"Yalo, hiks *juga memasang muka memelas* kau tega kawanmu ini kesusahan ke? Hiks"
Oh oh, bahkan sekarang benteng Fang ikut runtuh "Ba-baiklah, kitorang tolong."
"Be-nar-kah? Hiks" Ying dan Yaya menaikkan levelnya, semakin membuat wajahnya sesedih mungkin, tapi kali ini dengan ekspresi berharap.
"I-iya" hancurlah sudah benteng pertahanan Fang dan Boboiboy, dan anehnya malah Gopal sama sekali tidak terpengaruh(sekali lagi dia telmi, juga gak peka), tapi karena Gopal sudah berniat membantu, jadi 2 gadis itu membiarkannya.
"ASYIK! JOM KITA BERANGKAT!" Ekspresi wajah Yaya dan Ying langsung berubah. Mereka menarik tangan 2 budak itu yang masih sweatdrop melihat betapa cepatnya Yaya dan Ying berubah mood.
"Hah.. aku merasa seperti baru diperdaya, perempuan memang menakutkan.." Fang angkat bicara setelah sembuh dari keterkejutannya.
"Iya, tapi biarlah... semakin cepat kita selesaikan misi ni, semakin cepat kita bisa bebas.."
Sayang Boboiboy, misi ini tidak akan cepat dan mudah, bahkan malah akan panjang dan menguras tenaga 5 superhero cilik kita.
Dan salah satu penyebabnya adalah pemilik sepasang mata merah yang mengintip dari balik pepohonan...
Beda ya sama versi dialognya? Biarin
Abis aku kaya dapet ide baru buat tambah-tambahan.
Chapter 3 segera menyusul setelah aku mood buat ngelanjutkan (woy! Katanya mau secepatnya! Author : Apa? Kapan aku cakap macam tu? Siapa aku? Siapa presiden kita saat ini?*pura-pura amnesia*)
Dan... review please! *halah sok nginggris*
