Yosha!
Maaf menunggu lama! Ni chapter 3nya!
Karena banyak yang dah pada bisa nebak klo teddy bear tu sama kaya punya Adu du, pasti kalian dah pada tau kan pemilik mata merah tu?
Silakan nikmati cerita lengkapnya!
Pemilik mata merah itu lalu kembali ke markasnya yang berada di tempat pembuangan sampah. Bergegas ia menuju markasnya karena ia telah dapat informasi penting. Sesampainya di markas kotak, pemilik mata merah itu berseru memanggil bosnya.
"Incik Bos... Oh Incik Bos... Mane ni? Aku nak bagitau informasi penting tentang Boboiboy..."
"Aku kat sini lah..." Adu du tiba-tiba muncul dari bawah robot? Ato mesin? Ah sudahlah, pokoknya sesuatu yang baru dibuat oleh Adu Du.
"Ape tu Incik Bos? Macam baru nampak je..." Probe bertanya keheranan.
"Inilah...*jeng jeng* Mesin Penjara F6000! Mesin ni dapat mengurung siapapun, tanpa ada yang bisa membebaskannya. Meskipun memakai kuasa elemen bumi, gravity, manipulasi molekul dan waktu, atau bayang secara bersamaan." Adu du menjelaskan dengan bangga.
"Wah! Best sangat mesin tu! Pandai Incik Bosku ni!"
"He he, mestilah... tapi, aku da 1 halangan.."
"Halangan apa Incik Bos?"
"Aku... tak tahu bagaimana cara memasukkan Boboiboy ke dalam situ..."
Probe pun sweatdrop dengan mulut menganga, menampilkan semua buku horror koleksinya yang selalu ia letakkan di mulutnya.
"Hadeuh, Incik Bosku masih tetap bodoh rupanye..." ujar Probe prihatin.
"DIAM!" Adu du berteriak sambil melempari ajudan setia(tapi bodoh)nya itu dengan gelas kaleng. "Sekarang kau cakap informasi penting apa yang kau dapat, selagi aku tengah selesaikan mesin ni!"
"Oh, jadi saat aku sedang memata-matai boboiboy, aku dengar istri Papa Zola hamil! Yey! Aku turut senang superhero idola aku punya momongan juga! Seperti apa ya, muka anak mereka? Apa macam Mama Zila atau Papa Zo-" kalimat Probe yang mulai ngawur itu terpotong oleh bentakan Bosnya.
"Aku tak peduli tentang hal tu! Langsung masuk inti saja!"
"Jadi Mama Zila itu ngidam. Ternyata Incik Bos, ngidamnya Mama Zila itu seram sangat. Masa ya Incik Bos, ia ngidam teddy-"SHIIINGGG! Kalimat Probe lagi-lagi terputus oleh bunyi dari mesin yang sedang diperbaiki Adu du, disambung bentakan part 2 yang dicetuskan oleh Adu du.
"SUDAH AKU CAKAP AKU TAK PEDULI LAH! *sambil melempar gelas* MASUK INTINYA SAJA!"
"Aduh... *bangkit dari tanah* jadi maksud aku, Incik Bos kan punya benda tu, kenapa Incik Bos tak melakukan barter dengan Boboiboy? Kita tukarkan dengan Jam kuasa!"
"Betul juga, pasti Boboiboy tak kan tega dengan ibu-ibu yang sedang hamil muda.."
"Nah, kan kan?" kata Probe riang karena Adu du tampak mulai mengerti dengan gagasannya.
Tapi apa benar, Adu du mengerti tentang gagasan Probe?
Sementara itu, mari kita tengok budak-budak comel idola kita, yang masih bingung bagaimana harus mencari teddy bear aneh itu.
"Eh, bagimana kalo kita datangi semua toko boneka di sekitar sini!" Gopal akhirnya memberi usul.
"Hish kau ni, apa ada boneka seram macam tu di toko boneka?" Yaya menyanggah usul Gopal.
"Tapi Yaya, kalo kita terus macam ni, kita tak kan dapat jumpa boneka tu!" ujar Ying menyetujui usul Gopal.
"Iya, masa dari semua toko boneka di Pulau Rintis ni tak da yang jual boneka teddy bear macam tu?" Boboiboy ikut menyemangati.
"Memang tak mungkin ada.." Fang menjawab dengan ekspresi malas dan lagi-lagi mendapat death glare dari 3 anak suci(?) itu.
"Hmm.. ya sudah.. kita cari ke toko boneka.." akhirnya Yaya menyetujui, mengabaikan ucapan Fang tadi.
Mereka pun segera mendatangi semua toko boneka. Entah nasib sial atau apa, semua penjaga toko boneka yang mereka datangi itu masih anak-anak, dan mereka(penjaga toko boneka itu) sukses membuat 5 anak itu menahan marah sampai ke ubun ubun. Bagaimana itu bisa terjadi? Simak kilasan balik berikut.
Meraka berlima pergi ke Toko Boneka 1 dan menyampaikan pesanan mereka. Dan kemudian, anak penjaga Toko Boneka 1(kita tulis saja Anak 1) menyampaikan sambutan manis..
"HAHAHA! APA-APAAN BONEKA TU! APA KALIAN SUDAH GILA KAH!"
CTIK! Satu perempatan muncul di dahi anak-anak manis itu.
Berlanjut dengan Toko Boneka 2 dengan penjaganya Anak 2. Anak 2 menjawab dengan sopannya.
"Maaf ya semuanya, orang tua aku tak membuat boneka untuk siksa anak kecil. Lebih baik kalian sayangi adik-adik kalian. Tak baik tau takut-takutkan anak kecil yang tak berdaya." CTIK! Satu lagi perempatan muncul di dahi anak-anak itu, mengetahui status mereka yang dianggap sebagai penyiksa anak kecil.
Pergi ke Toko Boneka 3, dan jawaban Anak 3..
"Halo... apakah kalian masih bermimpi? Jangan jalan-jalan saat tidur, baliklah ke tempat tidur kalian..."
CTIK! Akhirnya perempatan kembali muncul di dahi mereka, membuat dahi mereka tampak berkerut-kerut seperti nenek-nenek.* dilempar keris petir, dicakar harimau bayang, disumbat dengan biskut Yaya. Bagaimana nasib author kita? Wallahualam*
Dengan sisa kesabaran yang mencapai stok terakhir, mereka pergi ke Toko Boneka 4.
"Hi hi hi, kalian ni memang bu-WAA! TOLONG! TURUNKAN AKU!" Akhirnya, Fang yang telah habis kesabarannya menjerat anak penjaga Toko Boneka 4 dengan Jari Bayangnya dan mengangkat budak malang itu tinggi-tinggi.
"Fang, cepat turunkan dia, kasian dia ketakutan macam tu." Kata Boboiboy berusaha menenangkan Fang.
(Author: anu Boboiboy, aku mau tanya.. Boboiboy :Apa? Author : Apa kau selalu menyabarkan orang dengan keris petir di tanganmu? Kau tidak bermaksud melempar budak tu dengan keris petir kan? Boboiboy :*evil smile* Hmm.. mungkin.. Author:*bergidik*)
Melihat 2 budak tampan tu plus Yaya(bedannya dia tidak menunjukannya, hanya tangannya yang mengepal erat siap menonjok budak malang tu.) mulai kehilangan kesabaran, akhirnya Ying berinisiatif menyabarkan mereka. Sedangkan Gopal? Ia sudah kabur begitu merasakan hawa pembunuh dari 3 temannya itu.
"Hoi, sudah. Fang, turunkan budak tu. Boboiboy, hilangkan keris petir tu. Yaya, longgarkan kepalan tanganmu. Korang bisa dimarahi Ochobot bila hajar anak tu dengan kuasa kalian."
Sambil mendengus kesal Fang, Boboiboy, serta Yaya menuruti perkataan Ying dan menetralkan perasaan mereka. Gopal yang mengetahui hawa pembunuh dari 3 temannya sudah hilang, segera mengikuti teman-temannya keluar dari toko boneka itu, meninggalkan anak penjaga toko boneka yang pingsan karena shok.
"Hah, rupanya tak da di toko boneka ma.. sia-sia kita penat cari.." ujar Ying putus asa.
"Kan aku dah cakap.." kali ini Fang yang berkomentar.
"Siapa ya, yang usulkan ide tu?" kata Yaya sambil menatap tajam ke arah Gopal. Yang ditatap hanya bisa cengengesan garing.
"Lagipula selain kita kan tidak ada yang nak boneka macam tu, jadi pasti tidak ada pembuat boneka yang buat.."celetukan Yaya itu membangkitkan ide cemerlang di kepala Boboiboy.
"Hey semua, aku dah dapat 1 ide!"
"Apa?" tanya mereka berempat secara bersamaan.
"Yaya bilang tak da yang minat dengan boneka macam tu, sehingga pembuat boneka tak ada yang buat, kan?"
"Ha ah.."
"Tak ada yang minat kecuali kita kan?"
Fang yang mulai mengerti maksud Boboiboy langsung berkata,"Aku pass.."
"Fang, janganlah macam tu..." ujar Boboiboy sambil mengeluarkan puppy eyes. Fang yang tak tahan(ingin muntah) akhirnya menarik pengunduran dirinya.
"Aku masih tak paham Boboiboy"Yaya dan Ying menjawab serempak. Gopal pun mengangguk tanda tak mengerti maksud perkataan anak bertopi jingga itu.
"Maksudnya, kemapa kita tak buat boneka sendiri saja?"
"Oh..."Yaya dan Ying akhirnya mengerti.
"Oh... APE! AKU TAK NAK!" Gopal mulai protes.
Oke, satu hal yang kalian catet, bahwa menjinakkan Gopal itu sama mudahnya dengan menjinakkan anjing(Gopal: Sialan lu author, gue disamakan dengan anjing!). dan begitulah, dengan deathglare yang dilancarkan oleh Yaya dan Ying secara bersamaan, mampu membuat sang Gopal bertekuk lutut dan menghentikan protes tidak bergunanya.
"Oke, kalo macam tu, aku nak beli bahan-bahannya. Larian laju! Dah kubeli!" Ying pun menggunakan kuasanya untuk membeli bahan membuat boneka, yang sekarang berada di tas belanjaan di tangan Ying. Isinya banyak sekali, ada kain merah muda, jarum, benang, busa, tutup mata, gigi hiu, dll.
"Oke, jom buat boneka kat rumah aku!" kata Yaya dengan semangat, merasa bahwa masalah konyol mereka akan segera berakhir dengan ide brilian Boboiboy. Ternyata...
.
Yaya sungguh ingin meremas tangan boneka yang dibuatnya sampai gepeng, gemas melihat kelakuan para sobat karibnya. Bayangkan saja, Boboiboy membuat kepala Teddy bear menjadi segitiga, Ying yang menambahkan busa terlalu banyak sehingga badan Teddy Bear seperti ikan gabus, Fang yang menjahit secara zig zag, bahkan Gopal dari tadi masih sibuk berusaha memasukkan benang ke lubang jarum.
"KALAU SEPERTI INI KAPAN SELESAINYA!" teriak Yaya frustasi. 4 anak yang lain hanya diam membisu.
Laporan: Misi kedua GAGAL.
.
.
.
5 superhero mereka pun dirundung putus asa. Mereka hanya bisa memandang boneka Teddy Bear gagal yang mereka buat dengan perasaan hancur. Namun, Fang melihat gigi hiu dan tutup mata yang belum terjamah itu, karena mereka belum pada menghias bonekanya, *boro-boro nghias bonekannya, mbuat rangka badannya dah pada angkat tangan* dan terbesit ide di otaknya.
"Hei, ini gigi hiu dan tutup matanya masih utuh, mendingan kita beli teddy bear utuh saja dari toko boneka, terus kita dandani dengan barang-barang ini."
4 superhero yang sedang pundung itu mengangkat mukanya. Senyum cerah pun tersungging, dengan kompak mereka bersorak "FANG! KAU JENIUS!" Fang yang mendapat sorakan itu berusaha mengulum senyumnya dan membuat wajahnya se-cool mungkin. Dasar tsundere.
"Dah kubelikan!" Ying(lagi-lagi) dengan cepat membeli sebuah teddy bear ukuran sedang.
"Ayo kita dandani!" kata Yaya.
"Eit,kami akan menunggu di sini. Kali ini kalian harus mendandaninya sendiri." Kata Fang diikuti anggukan dari Boboiboy dan Gopal. Yaya dan Ying pun segera melancarkan jurus muka memelas mereka, namun ditepis.
"Jurus yang sama tidak akan berguna 2 kali, nona-nona cantik.." kata Fang dengan tegas.
"Percuma kalian memasang muka memelas dan rupawan kalian." Boboiboy pun ikut tidak terpengaruh.
Biasanya para wanita (terutama author), jika dibilang cantik dan rupawan oleh Fang dan Boboiboy pasti akan langsung gegulingan di lantai, minimal jejeritan. Namun, Yaya dan Ying yang mendengar penolakan dari 2 anak itu hanya bisa cemberut, sembari dengan terpaksa mereka membawa boneka teddy bear dan segala aksesoris yang diperlukan ke kamar Yaya.
"Jangan mengintip sampai semuanya siap." ancam Ying yang kemudian masuk ke kamar Yaya.
Para budak laki-laki tidak tahu apa yang terjadi pada teddy bear paling malang sedunia itu. Yang pasti begitu teddy bear itu dibawa keluar oleh Yaya dan Ying untuk diperlihatkan, Boboiboy dan Fang pucat pasi, sedangkan Gopal sudah mersembunyi di belakang badan Boboiboy.
"HOY YAYA! YING! KALIAN NAK BUAT MAMA ZILA KEGUGURAN KAH! KENAPA BONEKANYA JADI SERAM SANGAT!" seru Gopal sambil gemetar ketakutan.
Memang, kondisi boneka itu sangat mengenaskan. Mulut teddy bear yang biasanya mingkem itu dirobek paksa dan dipasangi gigi hiu, namun beberapa busanya masih mencuat keluar. Begitu pula dengan bekas luka di pipi, yang membujur dari telinga sampai dagu. Belum lagi sesuatu kemerah-merahan yang bertengger di muka teddy bear, apakah itu? DARAH?!
"He he, aku ceroboh, jadi ketusuk jarum wo.." ujar Ying malu-malu ketika 3 pasang mata meliriknya minta penjelasan. Mereka mendesah pelan, dan bersiap mengobati luka Ying ketika suara yang sangat keras terdengar dari luar.
"BOBOIBOY! KELUARLAH KAU! ATAU KALAU TAK, SANDERA NI AKAN KUBUNUH!"
Mereka berlima pun melihat keluar, dan alangkah terkejutnya mereka melihat Adu du, yang mengurung Mama Zila di mesinnya!
TBC
Dah selesai... insyaallah chapter berikutnya itu chapter terakhir
Gopal :Heh, author sableng, kenapa di fic mu ni aku kau jelek-jelekkan hah!
Author :Kau tak tau? Kau ni karakter kedua yang sangat suka aku nistakan selain Papa Zola
Gopal :APA KAU CAKAP?! TUKARAN KODOK!*sambil memegang badan author* lho, kok tak terjadi apapun?
Author : He he he, apa kau lupa kalau kau tak bisa ubah molekul manusia hah?
Gopal : TIDAAAKK!
Author : abaikan yang tadi, dan TOLONG REVIEWNYAAAA! *pake megafon*
