Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rate : M Gore.
Genre : Supernatural.
Chapter 04.
Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.
Organisasi teroris Noire, tidak hanya menarik Warlock untuk bergabung tapi juga Sorcerer.
Para Sorcerer yang bergabung kebanyakan terobsesi untuk membentuk dunia baru sesuai impian masing-masing atau karena dibayar oleh Noire.
Kehadiran Sorcerer dalam Noire membuat organisasi ini tak hanya bertujuan untuk membunuh Sorcerer saja tapi juga Warlock dan pejabat pemerintah.
Noire saat ini sudah bukan lagi organisasi teroris biasa tapi sudah menjadi ancaman bagi dunia.
Kepala mereka dihargai tinggi, tapi belum ada satupun yang berhasil membunuh atau mengalahkan anggotanya.
Pasukan tentara dan polisi yang menyerang tempat yang diduga sebagai salah satu markas Noire pun tak berkutik menghadapinya.
Mengetahui hal ini, Luce membentuk pasukan khusus Warlock dan Sorcerer untuk mencari dan melenyapkan mereka, tapi sampai sekarang hasilnya nihil.
Last Blood.
"Noire? Teroris yang itu kah?" tanya Ichigo yang masih bingung melihat keadaan sekitar.
"Kalau bukan itu lalu yang mana lagi, dasar bodoh," Ulquiorra melangkah maju ke depan Lisa dan Ichigo serta bersiap melawan Gin.
"Tunggu, aku yang akan akan melawannya. Meskipun aku bukan tipe petarung, tapi tidak baik membiarkan murid bertarung dengan lawan yang berbahaya!" Lisa bergerak ke sisi kanan Ulquiorra lalu mendorong sedikit bahunya ke belakang dan membuatnya mundur beberapa langkah.
"Hee, seingatku aku tak pernah mengajak bertarung deh. Tapi kalau mau kalian begitu, ya sudahlah," Gin yang ada di depan mereka seketika menghilang dalam satu kedipan mata lalu muncul di depan Lisa, hanya dengan sentuhan jarinya, ia membuat Lisa pingsan tanpa perlawanan berarti.
"Tipe Polaris ya," ucap Ulquiorra yang langsung menyadari tipe Lumina Gin berdasarkan kecepatan dan serangannya tadi.
"Mau Polaris atau apapun, aku tak peduli! Akan kubuat dia menyesali perbuatannya!" Tanpa pikir panjang Ichigo langsung menerjang ke arah Gin dan berusaha menebasnya dengan pedangnya yang berhasil ia bawa sesaat sebelum teleportasi ke aula.
Tapi sasarannya sudah menghilang ke sisi kiri Ichigo tanpa dia sadari.
"Hm, kurasa aku bisa mencoba penemuanku pada mereka," Gin lalu mengeluarkan semacam suntikan dari saku kiri celananya dan menyuntikkannya sedikit pada leher bagian belakang Ichigo dengan tangan kirinya dan membuatnya tumbang.
Ulquiorra yang melihat kejadian itu langsung meningkatkan kewaspadaannya.
Tapi gerakan Gin lebih cepat dari dugaannya, ia tak sempat mencegah isi suntikan itu masuk ke dalam tubuhnya.
"Sekarang kau sudah besar ya Ulquiorra. Tapi sayang sekali, kau akan menjadi kelinci percobaanku" ucap Gin yang dengan cepat melakukan teleportasi ke dalam kapal yang berada di atasnya.
Ulquiorra yang berusaha mempertahankan kesadarannya berusaha mengejar Gin tapi pandangan matanya berubah menjadi gelap dan akhirnya pingsan.
Pusat penelitian Luce di kota Alpha.
Sebuah fasilitas penelitian dimana Ulquiorra dan Ichigo kini berada.
Keduanya ditempatkan di sebuah kapsul khusus di ruangan kontaminasi karena ada sesuatu yang aneh berada dalam tubuh mereka.
Sousukelah yang membawa keduanya kemari setelah mendengar kabar bahwa sekolah mereka diserang.
Isshin yang merupakan ayah Ichigo juga turut hadir di ruangan tersebut, kekhawatiran tampak jelas di raut wajah kedua ayah tersebut.
"Sepertinya aku menemukan sesuatu di tubuh mereka berdua, pak!" lapor salah satu staf yang terus berkutat dengan komputer di hadapannya.
"Apa itu?" tanya Sousuke, yang bertugas sebagai pemimpin di ruangan itu.
"Berdasarkan data yang ada, ini merupakan sesuatu yang disebut dengan Immortal Blood."
"Immortal Blood?! Jika Noire benar-benar menyerang sekolah anakku, jangan-jangan..," ucap Isshin Kurosaki yang juga merupakan seorang arkeolog.
"Sepertinya begitu, Noire lah yang telah mencuri Immortal Blood dari kita setahun yang lalu. Tak kusangka hanya dalam waktu setahun mereka bisa mengembangkannya seperti ini," jawab Sousuke.
"Tapi bagaimana akibatnya jika dimasukkan ke dalam tubuh manusia?" tanya Isshin.
"Oh tidak, aku lupa soal itu. Ini bahaya! Kunci kapsulnya! Jangan biarkan mereka keluar!" Sousuke sepertinya sudah tahu apa yang akan terjadi pada tubuh mereka, dia mencoba mencegah terjadi hal yang lebih buruk lagi tapi semua sudah terlambat.
Saat kapsul keduanya hendak dikunci, bagian atas kapsul itu terlempar jauh dan hampir mengenai para staf.
Dari dalam kapsul itu, Ichigo dan Ulquiorra menampakkan diri dengan penampilan yang berubah dari sebelumnya.
Rambut Ichigo yang berwarna orange, berubah sepenuhnya menjadi hitam.
Dari mulutnya tampak gigi-gigi tajam yang lebih besar dan panjang dari sebelumnya.
Tangannya yang terluka akibat pertarungan dengan Ulquiorra sembuh seketika.
Matanya yang seperti hewan buas melihat ke sekitarnya, seakan mencari mangsa untuk santapannya.
Di kapsul lain, rambut Ulquiorra tidak berubah seperti Ichigo tapi ada semacam setengah tengkorak berwarna putih muncul di kepala bagian kirinya.
Matanya memerah semerah darah dan dua taring panjang dan tajam muncul dari dalam mulutnya.
"Terlambat, mereka sudah berubah. SEMUANYA, LARI!" Walaupun Sousuke berkata begitu, tapi sepertinya sudah tak sempat lagi.
Ichigo segera melompat dan menerkam salah satu staf yang berada dalam ruangan tersebut.
Kukunya berubah menjadi cakar yang tajam dan dengan mudah mengoyak tubuh korbannya.
Dia hancurkan matanya, membelah kepalanya lalu memakan otak yang masih berlumuran darah.
Tak cukup dengan itu, dia mencabik perut staf tersebut dan memakan seluruh usus dan organ dalam dari perutnya langsung.
Sementara Ulquiorra bergerak cepat menuju orang yang hendak lari dari ruangan itu dan menancapkan kedua taringnya pada leher orang itu.
Ia menghisap habis seluruh darah di tubuhnya dan tak hanya itu, dia menebas leher korbannya dengan tangan kirinya yang setajam pedang dan mengangkat kepala yang sudah terpisah dari tubuhnya ke atas lalu membiarkan darah yang tersisa dari kepala itu menetes menuju mulutnya.
Melihat aksi sadis yang dilakukan mereka berdua, Sousuke dengan Lumina tipe Altairnya memutuskan untuk membuat keduanya kehilangan kesadarannya.
Demi mencegah adanya korban lain yang berjatuhan.
To be continued.
Authors Note.
Sedikit info soal pengguna tipe Polaris.
Orang yang memiliki Lumina tipe Polaris, memiliki kemampuan yang disebut One Touch Paralyze.
Kemampuan ini dapat membuat lawannya pingsan dengan satu sentuhan saja.
Pengguna mengalirkan listrik yang cukup kuat di salah satu bagian tubuhnya dan jika disentuh oleh lawan maka akan membuat lawannya jatuh pingsan.
Ini juga yang terjadi pada Lisa yang pingsan setelah disentuh Gin.
One Touch Paralyze digolongkan ke dalam Normal Flow Polaris, jadi sebenarnya ini merupakan teknik yang cukup mudah dilakukan.
