Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rate : M Gore.
Genre : Supernatural.
Chapter 06.
Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.
Penyimpangan Lumina merupakan penggunaan Lumina yang tidak biasa akibat ketidakmampuan pengguna dalam mewujudkan tipe Luminanya.
Meskipun tak semua yang mengalaminya tapi ini membuat Lumina milik pengguna menjadi unik.
Karena bukan termasuk tipe Lumina yang biasa, akhirnya Lumina ini dinamakan Ex Lumina.
Selain unik, Lumina ini juga merupakan salah satu kelemahan tipe Algol.
Pengguna tipe Algol bisa saja terbunuh jika terkena serangan Lumina ini walau hanya sekali.
Hal ini membuat beberapa Sorcerer dan Warlock tipe Algol ketakutan karena Lumina jenis ini, termasuk Sorcerer dan Warlock yang tergabung dalam Noire.
Mereka mencari siapa yang memiliki Lumina ini dan membunuhnya.
Kakak Rukia pun menjadi korban karena disangka mempunyai Lumina yang menyimpang.
Karenanya, Rukia memiliki dendam yang mendalam pada siapa saja yang memiliki tipe Algol.
Dan karena kakaknya meninggal, membuat kakeknya memutuskan Rukia untuk menjadi penerusnya sehingga bisa meneruskan usaha Blacksmith yang sudah turun-temurun mereka lakukan.
Last Blood.
Halaman depan rumah keluarga Ishida mendadak berubah menjadi seputih salju akibat Rukia yang menggunakan Luminanya untuk menyerang Ulquiorra.
Teman-temannya sudah tak bisa lagi mencegah tindakan balas dendamnya pada Ulquiorra.
Seharusnya Ulquiorra sudah mati membeku tapi entah mengapa dia masih berdiri tegak setelah menerima serangan Rukia.
"Apa?! Tidak mungkin! Seharusnya kau sudah terbunuh dengan seranganku tadi!" Rukia terlihat sangat terkejut melihat pemandangan di depannya yang tak sesuai dengan fakta yang ada.
"Sudah kuduga takkan mempan, jika kau bertanya apa sebabnya mungkin ini berkat hadiah yang diberikan oleh orang yang menghancurkan aula sekolah kita," darah leluhur yang disuntikkan Gin telah membuat Ulquiorra kebal terhadap Ex Lumina sehingga serangan tadi tak menimbulkan dampak apapun baginya.
"Orang yang menghancurkan aula sekolah? Memang siapa?" Ucapan Ulquiorra tadi membuat Orihime penasaran dan bertanya tapi malah tak dijawab Ulquiorra.
"Jangan-jangan, kau sengaja menerima seranganku tadi ya?" setelah mendengarkan ucapan Ulquiorra, nampaknya Rukia mengerti mengapa Ulquiorra tak menghindari serangannya.
"Begitulah, lagipula aku kesini bukan untuk bertarung denganmu," Ulquiorra berjalan menuju pintu masuk rumah lalu masuk ke dalam meninggalkan Rukia yang masih terdiam.
"Benar juga, ada sesuatu yang lebih penting. Maaf Rukia, aku ada urusan di dalam," ucap Ichigo kemudian menyusul Ulquiorra masuk ke rumah.
"Sudahlah, Rukia. Tak usah memikirkan dendammu terus, lagipula Ulquiorra bukanlah orang yang membunuh kakakmu," ujar Orihime mencoba menenangkan Rukia.
"Tak usah banyak omong kosong, Orihime. Kau bahkan tak tahu bagaimana perasaanku sebenarnya," mata Rukia sama sekali tak melihat Orihime saat ia berbicara, permata violet yang redup itu seolah menampilkan berbagai perasaan menyakitkan di dalamnya.
"Sudah kubilang berkali-kali, aku takkan menggunakan Luminaku lagi!" Untuk kesekian kalinya Ryuuken menolak permintaan Ulquiorra dan Ichigo dalam sebuah ruangan pribadi di rumahnya.
"Ayolah paman, kita benar-benar membutuhkan bantuanmu! Jika darah di tubuh kami tidak disegel maka kami berdua akan menjadi monster mengerikan!" Ichigo sekali lagi mencoba membujuk Ryuuken untuk membantu mereka walau sepertinya masih tetap gagal.
"Tidak akan! Untuk apa aku menggunakan kekuatan ini jika kekuatanku tak bisa menyelamatkan istriku dari kematian! Istriku saja tak bisa kuselamatkan, apalagi kalian! Jadi, pergilah! Cari saja orang lain untuk mengatasi masalah kalian," Ryuuken sepertinya masih depresi karena tak bisa menyembuhkan penyakit yang membuat istrinya meninggal.
"Anda punya anak kan? Kalau begitu, kami akan meminta tolong padanya saja," raut wajah Ulquiorra tampak menahan kesal melihat Ryuuken yang terus menolak permintaan mereka.
"Memang benar aku punya anak, tapi anakku belum terlalu mahir dalam teknik segel dan mungkin tak bisa menyegel sesuatu seperti Immortal Blood," jawab Ryuuken.
"Anda belum tahu jika belum mencobanya kan? Berapa umur anak anda itu? Dan dimana dia berada sekarang?" tanya Ulquiorra.
"Umurnya kurasa sama dengan kalian, mungkin dia sedang melihat pemandangan kota ini di belakang rumah."
"Baiklah, kami akan berbicara dengannya," Ulquiorra lalu bangkit dari duduknya dan bergerak menuju tempat yang dimaksud namun dihentikan oleh Ryuuken.
"Tunggu dulu, jika kalian ingin berbicara dengannya bawalah ini. Aku baru selesai memperbaikinya tapi belum sempat menyerahkan padanya," Ryuuken mengeluarkan sebuah koper hitam dari tempat penyimpanannya dan memberikan kepada Ulquiorra.
"Tentu, jika bertemu dengan dia akan kuserahkan ini padanya," Ulquiorra lalu menerima koper itu lalu meninggalkan ruangan begitu juga Ichigo.
Karena rumah Ryuuken berada di atas bukit, ini membuat bagian belakang rumah yang kosong bisa digunakan untuk melihat pemandangan kota.
Tempat ini juga merupakan lokasi favorit anak Ryuuken untuk menyendiri dan mengenang ibunya yang meninggal setahun yang lalu.
"Hei, kau anak Ryuuken kan?" tanya Ichigo pada seorang pemuda di depannya yang tengah berdiri menatap pemandangan kota di bagian belakang rumah Ryuuken.
"Namaku Uryuu Ishida, tak sopan sekali kau memanggilku seperti itu," jawab Uryuu.
"Baiklah Uryuu, kami ingin meminta bantuanmu untuk menyegel Immortal Blood yang ada dalam tubuh kami sekaligus mengantarkan sesuatu dari ayahmu," walaupun Ulquiorra merasa ragu akan kemampuan Uryuu, tapi sudah tak ada jalan lain untuk menyegel darah leluhur yang ada di dalam tubuhnya selain meminta bantuan pada anaknya ini.
"Oh, ternyata sudah selesai diperbaiki ya. Terimakasih telah mengantarkan Gungnir padaku," Uryuu kemudian berbalik dan mengambil koper hitam dari tangan Ulquiorra lalu membukanya, di dalamnya terlihat sepasang pistol berwarna putih dan hijau tersimpan dengan rapi.
"Nah, kami sudah mengantarkan barangmu. Sekarang giliran kau yang membantu kami!" ujar Ichigo.
"Sayang sekali aku tidak bisa membantumu," balas Uryuu.
"Kenapa? Apa alasanmu?" tanya Ulquiorra.
"Membantu kalian sama saja merepotkanku dan aku tak mau itu terjadi padaku," Uryuu kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua setelah menerima koper tersebut.
"Apa kau bilang?! Jangan bercanda! Kami ini bisa kapan saja berubah menjadi monster dan kau tak mau membantu?!" Ichigo dengan cepat mengejar Uryuu dan meraih kerah bajunya dengan keras.
"Sudah kubilang, kan? Kalian ini membuatku repot saja," ucap Uryuu yang semakin membuat Ichigo marah."
"Cukup Ichigo, tak ada gunanya minta tolong pada pengecut ini. Kurasa perkataan ayahnya benar, dia tak mampu menyegel sesuatu bahkan mulut kotornya pun tak bisa ia segel," dengan kesal Ulquiorra meninggalkan tempat itu bersama Ichigo yang sebenarnya masih ingin menghajar Uryuu.
Keduanya berjalan kembali menuju halaman depan, Rukia dan Orihime masih berbincang di sana.
Namun saat mereka hendak mendekati Rukia dan Orihime, segel sementara yang dibuat Sousuke rusak dan Immortal Blood perlahan menguasai mereka.
Taring dan cakar tajam keduanya kembali muncul dan bersiap untuk menerkam kedua gadis yang berada di depan mereka.
"Ichigo?"
"Ulquiorra?"
Melihat tingkah laku Ulquiorra dan Ichigo yang aneh, Rukia dan Orihime dengan pelan mundur dan mencoba masuk ke dalam rumah.
Tapi taring dua monster itu telah berada sangat dekat dengan keduanya.
To be continued.
Authors Note :
Meskipun Ulquiorra dan Ichigo di sini menjadi Vampire dan Werewolf, tapi mereka tidak menjadi haus akan darah atau daging manusia seperti kebanyakan Vampire dan Werewolf lainnya.
Immortal Blood yang ada di dalam tubuh mereka lah yang mengendalikan tubuh keduanya untuk memenuhi rasa laparnya.
Ulquiorra yang sekarang memiliki kekebalan terhadap Ex Lumina bukan berarti tanpa kelemahan.
Karena kebal terhadap Ex Lumina, ketahanannya pada serangan fisik menghilang dan dengan mudah bisa diserang oleh serangan jarak dekat.
