Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rate : M Gore.
Genre : Supernatural.
Chapter 07.
Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.
Clan Ishida dikenal sebagai Master Altair karena seluruh anggota keluarganya merupakan pengguna Lumina tipe Altair.
Semua orang dalam Clan Ishida diwajibkan untuk menguasai Lumina mereka sepenuhnya.
Clan Ishida juga sebenarnya cukup terkenal tapi Clan ini meredup setelah kematian istri Ryuuken.
Istri Ryuuken yang bernama Kanae menderita suatu penyakit misterius yang tak bisa disembuhkan oleh dokter manapun.
Ryuuken berusaha keras menyembuhkannya dengan teknik penyembuhan tapi sama sekali tak berpengaruh padanya.
Sampai akhirnya setelah beberapa lama, Kanae wafat dan meninggalkan luka dalam di hati dan jiwa Ryuuken.
Sejak saat itu Ryuuken bersumpah untuk tidak akan menggunakan Luminanya lagi.
Hanya anaknya, Uryuu yang terus berlatih untuk menguasai Luminanya.
Melihat tekad dalam hati Uryuu untuk terus mengasah kemampuannya walau ibunya telah meninggal, membuat Ryuuken memberikan sebuah senjata yang sering ia pakai dulu.
Senjata itu bernama Gungnir, merupakan dua buah pistol berwarna putih dan hijau yang berlapiskan perak.
Setelah menerimanya, Uryuu terus berlatih menggunakan senjata barunya tapi karena kurangnya kemampuan dalam menggunakan Gungnir, seringkali senjata itu rusak dan membuat Ryuuken harus memperbaikinya.
Uryuu yang juga seorang Sorcerer bersekolah di tempat yang sama seperti Ulquiorra dan kawan-kawan.
Hanya saja, karena Ulquiorra dan lainnya berada di kelas Alpha-1 sementara Uryuu di Alpha-2 membuat keduanya jarang bertemu.
Uryuu baru mengenal Ulquiorra saat ajang latih tanding, itupun terganggu oleh serangan Noire.
Last Blood.
Dor!
Sebuah suara tembakan pistol menggema di halaman depan rumah Ryuuken.
Sedikit asap masih mengepul di mulut pistol yang digenggam Uryuu.
Sasarannya tak lain adalah dua temannya yang tak terkendali dan hampir saja menyantap kawan dekatnya.
Tembakan tipe Altair tersebut membuat Ulquiorra dan Ichigo seketika jatuh pingsan.
"Membantu kalian memang merepotkan, tapi aku tak bisa terima kalian meremehkan kemampuan segelku. Hal seperti Immortal Blood bukan apa-apa bagiku," ucap Uryuu sedikit congkak.
"Uh, apa yang terjadi? Ah! Gawat, Orihime!" Ulquiorra langsung terbangun dari pingsannya di sebuah kamar tak terpakai di rumah Ryuuken setelah mengingat apa yang akan ia lakukan sebelumnya.
"Akhirnya kau bangun juga, Ulquiorra! Orihime dan Rukia baik-baik saja, kita tak jadi menyerang mereka karena Uryuu yang menembak kita dengan Mind Control dan membuat kita pingsan. Aku benci mengakuinya, tapi kemampuannya boleh juga," Ichigo sepertinya lebih dulu bangun sebelum Ulquiorra dan mendapat penjelasan dari Uryuu yang berada di depannya, Orihime, Rukia dan Ryuuken juga hadir dalam ruangan tersebut.
"Oh, aku baru tahu kalau kau itu tsundere, Uryuu," ujar Ulquiorra yang sebenarnya masih menaruh kesal pada Uryuu yang menolak bantuannya.
"Bukan! Aku hanya tidak bisa membiarkan kalian menyerang temanku!" Walau Uryuu berusaha membela diri tapi masih terlihat bahwa dia sedikit malu atas sikapnya sebelumnya.
"Kumohon maafkan anakku, dia memang terkadang tidak sopan pada orang yang baru ia jumpai," ayah Uryuu ini memaksa Uryuu membungkuk dan meminta maaf pada Ulquiorra dan Ichigo.
"Kurasa aku akan memaafkannya jika dia mau menyegel Immortal Blood yang berada dalam tubuh kami," Ulquiorra lalu bangkit dari kasurnya dan menyalakan TV yang berada dalam kamar dan memilih sebuah channel berita.
"Aku bisa saja menyegelnya, tapi itu hanya berlaku sementara karena teknik segelku belum sebanding dengan ayah. Jika ayah bisa move on dari kematian ibu, kurasa dia akan mampu menyegel dan bahkan melenyapkan Immortal Blood itu dari dalam," ucap Uryuu sambil menatap ayahnya yang masih memegang sumpahnya untuk tak menggunakan Luminanya lagi.
"Kalau begitu, kau ikut saja dengan kami! Kau akan selalu berada di dekat kami sehingga jika kami mulai tak terkendali, kau bisa menanganinya!" balas Ichigo yang langsung memegang bahu Uryuu.
"Masalah kita bukan hanya soal Immortal Blood, Noire juga semakin lama semakin menggila. Kalau begini, mungkin kita tak bisa sekolah lagi," Ulquiorra memperlihatkan sebuah siaran di TV yang menunjukkan Noire sedang menghancurkan semua sekolah dan berbagai fasilitas lainnya.
"Noire lah yang menyebabkan kita seperti ini, Noire juga yang membuat kita tak bisa bersekolah lagi! Noire, Noire, Noire! Semuanya Noire! Rasanya ingin kuhancurkan saja mereka semua!" Ichigo yang melihat berita itu semakin marah terhadap Noire yang membuat kehidupannya berubah drastis.
"Sebelum itu, kita harus berbicara pada gadis yang hampir kita serang tadi. Aku yakin ada alasan dibalik diamnya mereka sampai saat ini," Ulquiorra menatap Orihime yang tak biasanya membisu.
Ikan-ikan koi berenang berputar di kolam yang ada di halaman samping rumah Ryuuken.
Suara bambu jatuh yang mengalirkan air turut meramaikan suasana malam sunyi.
Begitu juga Ulquiorra dan Orihime yang berada di sana.
Mereka berdua duduk di dekat jendela sambil menatap langit malam bertabur bintang.
"Apa kau takut melihatku seperti itu?" tanya Ulquiorra mengawali pembicaraan.
"Mungkin iya, tapi setelah kupikir kurasa tidak juga," jawab Orihime sambil tersenyum.
"Maksudmu?"
"Memang benar, saat melihatmu yang mengerikan saat itu aku ketakutan, tapi setelah kupikir lagi rasanya kau tak terlalu menakutkan juga. Lagipula, seharusnya aku sudah siap akan hal ini karena aku telah mengetahuinya dari awal. Benar kan?"
"Benar juga, aku lupa kalau kau menyimpan Vision Spell di mataku dari kecil sehingga kau bisa mengetahui apa saja yang aku lihat. Maafkan aku karena aku telah membuatmu melihat kejadian mengerikan seperti itu."
Vision Spell merupakan teknik Lumina High Flow yang dimiliki oleh tipe Altair.
Teknik ini membuat pengguna dapat melihat apa saja yang dilihat orang lain dengan menyimpannya di bagian tubuh tertentu.
Walaupun merupakan teknik Lumina tingkat tinggi, tapi Orihime dapat menguasainya sejak kecil dan menyimpannya pada mata Ulquiorra.
"Tidak apa kok, lagian aku juga sudah tahu kalau itu bukan perbuatanmu. Bahkan aku pernah melihat yang lebih buruk lagi saat kau tak sengaja melihat ayahmu mandi dan itu sangat menjijikkan."
"Hei hei, aku kan tidak sengaja jadi jangan diungkit lagi dong."
Tawa kecil tercipta saat mereka berdua kembali mengingat masa kecilnya.
Ulquiorra dan Orihime sudah berteman sejak TK, keduanya juga belajar Lumina dari Isshin bersama karena kedua orangtua Orihime sudah meninggal sementara kakaknya bukan seorang Sorcerer atau Warlock.
Semakin lama keduanya berlatih, bakat mereka untuk menjadi Sorcerer pun semakin bersinar.
Saat SD, keduanya harus berpisah sebab Orihime pindah ke kota Gamma karena mengikuti kakaknya yang bekerja di berbagai kota.
Mereka akhirnya bisa bertemu kembali di Lumina Academy – Alpha Stage karena keduanya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di sana.
"Jadi, bagaimana rencanamu soal Immortal Blood itu?" Setelah bernostalgia sesaat, Orihime kembali ke topik pembicaraan utama yang tadi sempat tertunda.
"Jika kita tak bisa menyegelnya maka satu-satunya cara bukanlah mengandalkan segel sementara Uryuu tapi mengendalikan darah leluhur yang ada dalam tubuh kami sehingga kekuatannya bisa kami gunakan sepenuhnya."
"Oh, begitu ya. Ngomong-ngomong, bulan purnamanya sangat indah ya," ucap Orihime sambil menatap bulan purnama berwarna putih cerah yang berada di atas mereka.
"Bulan purnama?! Oh, sial!" Seketika Ulquiorra berdiri dari posisi duduknya dan hendak berlari mencari Ichigo, tapi nampaknya ia sudah terlambat.
"Kyaa!"
Sebuah suara teriakan terdengar dari sisi lain rumah disusul munculnya seekor serigala besar yang melompat ke atap rumah.
To be continued.
Glosarium.
Mind Control : salah satu Superior Skills yang tergolong dalam Medium Flow tipe Altair.
Mind Control adalah teknik yang dapat mengendalikan pikiran targetnya sesuai kemauan pengguna termasuk membuat targetnya pingsan atau kehilangan kesadaran.
Superior Skills : teknik yang dapat berefek pada siapapun termasuk orang yang kebal terhadap Lumina sekalipun.
Ada beberapa tipe yang memiliki Superior Skills, tapi Altair adalah yang paling banyak memilikinya.
