Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rate : M Gore.

Genre : Supernatural.

Chapter 09.

Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.

Penggunaan Lumina saat ini yang sudah banyak digunakan bukanlah tanpa aturan.

Ada peraturan yang harus ditaati para penggunanya saat memakai kekuatan ini.

Beberapa teknik Lumina juga dinyatakan terlarang karena mempunyai akibat buruk bagi penggunanya.

Salah satunya adalah Medusa yang termasuk ke dalam Forbidden One atau teknik terlarang tingkat satu.

Salah sedikit saja, Medusa akan membuat mata penggunanya menjadi buta.

Oleh karena itu, jika diketahui ada yang menggunakan salah satu teknik terlarang ini maka hukumannya adalah penjara seumur hidup dan takkan bisa dibebaskan meskipun membayar uang denda milyaran sekalipun.

Last Blood.

Keesokan harinya, Ichigo sudah tidak lagi menjadi patung serigala.

Ulquiorra sudah menatap serigala itu untuk kedua kalinya dengan mata Medusa pada saat fajar sehingga tubuh Ichigo kembali normal.

Sebagian baju Uryuu yang dirobek untuk menutupi mata Ulquiorra telah dilepas dan digantikan dengan selembar kain putih yang dipasang oleh Orihime.

Pagi ini, di depan Ulquiorra dan Orihime yang tengah duduk di ruang tengah rumah Ryuuken, terdapat Ichigo dan Rukia yang diliputi rasa penyesalan karena telah membuat Ulquiorra menggunakan teknik terlarang hanya demi menyelamatkannya.

"Maafkan aku Ulquiorra! Sudah membuatmu tak bisa melihat seperti itu, aku benar-benar tak berguna!" Ichigo berlutut pada Ulquiorra disusul Rukia yang juga merasa bersalah.

"Sudah berapa kali kubilang, aku bukan tidak bisa melihat tapi mata Medusa masih aktif sehingga lebih baik kututup mataku daripada membuat kalian semua menjadi batu!"

"Rukia, kenapa kau juga ikut-ikutan? Kau kan tidak bersalah," Orihime mencoba membuat Rukia untuk berdiri kembali tapi Rukia menolaknya.

"Aku sungguh tak bisa memaafkan diriku sendiri, padahal aku telah menyerangnya tapi dia justru menyelamatkan kekasihku. Mana bisa aku berdiri menghadapinya saat ini!"

Ucapan Rukia barusan membuat semuanya terkejut dan memunculkan pertanyaan yang sama di benak Ulquiorra dan Orihime.

Sejak kapan mereka menjadi sepasang kekasih?

"Ke-kekasih?! Apa yang kau katakan, Rukia?! Aku kan tak pernah menyatakan cinta padamu!" Ichigo yang sepertinya paling terkejut saat mendengar perkataan Rukia tadi.

"E-eh? Memangnya tadi aku mengatakan apa? Aku tidak pernah berkata kau ini kekasihku kok, sungguh! Maksudku tadi cuma berharap kau mencintaiku, itu saja!" Rukia kembali mengulang kesalahan yang sama dengan tak sengaja mengucapkan sesuatu yang ia pendam di hatinya.

"A-apa?! Kau berharap aku mencintaimu?! Ma-mana mungkin! Kau kan bukan tipeku!" Rona merah yang semula hanya sedikit terlihat di wajah Ichigo, sekarang menyebar ke seluruh wajah Ichigo membuatnya benar-benar terlihat seperti strawberry tanpa bintik dan bertangkai hitam.

Jleb.

Sekilas tadi terdengar sebuah panah beracun menancap di hati Rukia berkat ucapan Ichigo.

Dan membuat Rukia menjadi murung.

"Oh begitu ya, ternyata aku bukan tipemu. Semoga kau menemukan cewek idamanmu saja deh," Rukia kemudian berdiri dan perlahan berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari sana.

"Tunggu dulu Rukia, aku tidak bermaksud seperti itu," melihat Rukia murung seperti itu, Ichigo segera mengejarnya tapi Rukia sama sekali tak mau berbicara dengannya.

"Coba kalau aku berani seperti Rukia, mungkin hubungan kami sudah lebih jauh dari ini," ucap Orihime pelan.

"Hah? Tadi kau bilang apa?" tanya Ulquiorra.

"Bukan apa-apa kok. Ngomong-ngomong, kau mau sarapan apa? Nanti kubuatkan."

"Memangnya aku bisa makan dengan mata tertutup begini?"

"Tenang saja, nanti kusuapi kok."

"Tidak mau!"

Sementara Ulquiorra masih menunggu matanya kembali normal, di berbagai kota terjadi kekacauan besar.

Gedung pemerintahan sudah diambil alih oleh Noire dan hampir semua pejabatnya dibunuh dan disiksa.

Noire mengeluarkan perintah untuk membunuh semua Sorcerer dan Warlock yang tak mau menuruti mereka.

Para gadis muda dibawa dan dijadikan tempat pelampiasan nafsu birahi mereka sementara para lelaki dipaksa untuk menjadi tentara Noire.

Banyak anak yang kehilangan orangtua dan berkeliaran menjadi pengemis di jalanan.

Krisis akhirnya kembali terjadi.

Tak ada polisi atau tentara yang berani melawan Noire saat ini, mental mereka sudah hancur melihat pasukannya dibantai habis oleh teroris satu ini.

Hanya Omnitsukidou yang bertugas sebagai mata-mata sajalah yang masih berani melawan.

Omnitsukidou diam-diam mencari tempat yang seringkali digunakan kapal Noire untuk berlabuh.

Walau kesulitan karena kapal itu bisa digunakan di udara dan di air tapi akhirnya mereka menemukan sebuah tempat yang sering digunakan Noire untuk mendaratkan kapal mereka.

Dan tampaknya di sana jugalah markas besar Noire.

Hanya saja, kebanyakan anggota Omnitsukidou tak bisa bertarung dan cuma pemimpinnya yaitu Yoruichi Shihouin yang sebelumnya menyamar menjadi guru di Lumina Academy – Alpha Stage yang mampu bertarung.

Karena tak ada Sorcerer maupun Warlock berpengalaman yang tersisa, akhirnya Yoruichi mencari para pengguna Lumina muda.

Setelah mengetahui ada Sorcerer dan Warlock muda yang tinggal di suatu rumah yang belum diserang oleh Noire, Yoruichi kemudian mencoba mengajak mereka untuk bergabung ke dalam pasukannya.

"Jadi begitulah ceritanya, kumohon bantulah aku," ucap Yoruichi setelah menjelaskan semuanya.

"Jadi kau menjadi guru di sekolah hanya karena ingin melihat apakah ada tanda Noire masuk ke sekolah? Bukankah itu agak tidak berperasaan? Padahal banyak murid yang akrab dan percaya padamu," balas Ulquiorra.

"Aku tahu, aku tahu itu! Tapi aku tak punya pilihan lain, lagipula ada bawahanku yang juga menyamar di beberapa tempat. Ayolah, bantu kami."

"Tak perlu kau minta pun kami juga ingin menghajar para anggota Noire itu! Tapi kita harus menunggu mata Ulquiorra sembuh terlebih dahulu," walau Ichigo sepertinya sudah tak sabar menghabisi Noire tapi dia masih memikirkan Ulquiorra yang harus menutup matanya karenanya.

"Lalu bagaimana denganmu, Uryuu?" tanya Yoruichi.

"Entahlah, aku tak tahu apakah kemampuanku ini bisa membantu," jawab Uryuu.

"Aku cuma butuh tiga hari lagi. Dua hari untuk memulihkan mataku dan satu hari untuk mengambil Hexord milikku yang disimpan pembuatnya. Dan jangan tanya kenapa mataku menjadi seperti ini," kelihatannya Ulquiorra mengetahui Yoruichi ingin bertanya soal matanya tapi ia tak menanyakannya.

"Hexord? Apa itu?" tanya Ichigo.

"Wajar saja kalau kau tak mengetahuinya karena hal ini biasanya hanya diketahui oleh para pengguna Lumina tipe Algol dan orang-orang tertentu saja, Hexord adalah salah satu senjata khas Algol yang berbentuk pedang dan berfungsi untuk memperkuat kutukan mereka. Jadi, siapa pembuatnya? Apakah Nimaiya yang terkenal itu? Atau yang lain? Dan dimana pembuat Hexordmu berada?" Tampaknya wanita bermata emas ini mengetahui banyak hal sampai-sampai bisa tahu soal Hexord yang biasanya merupakan rahasia antar pengguna tipe Algol dan pembuatnya.

"Aku tidak punya cukup uang untuk membayar Blacksmith sekelas Nimaiya, tapi pembuat Hexordku kurasa cukup terkenal. Dia tinggal di kota Gamma dan dikenal dengan julukan Silver Sky."

To be continued.

Authors Note.

Meski Sorcerer dan Warlock bisa bertahan hidup hanya dengan mengolah Mana, tapi itu tidak bisa memuaskan mereka.

Karena itulah mereka juga membutuhkan makanan untuk memuaskan nafsu makannya.

Tapi Ulquiorra yang tak mau disuapi lebih memilih untuk tidak makan daripada harus disuapi oleh Orihime.