Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rate : M Gore.

Genre : Supernatural.

Chapter : 10.

Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.

Seperti halnya Lumina yang memiliki beberapa tipe, Ex Lumina juga terdapat jenis yang bisa dibilang aneh dan mematikan.

Itu adalah Reverse Ex Lumina yang merupakan Ex Lumina yang menyerang tubuh pengguna sehingga berdampak kelainan pada badan penggunanya.

Sebagai contoh, jika pengguna memiliki Ex Lumina dengan tipe api maka salah satu bagian tubuhnya atau bahkan seluruh tubuhnya bisa terbakar oleh api saat ia menggunakannya.

Oleh karena itu, kebanyakan yang memiliki Lumina seperti ini takkan berumur panjang karena Lumina miliknya terus menyerang ke dalam tubuh.

Kabarnya, ada seseorang yang berhasil mengendalikan Reverse Ex Lumina miliknya dan sukses bertahan hidup.

Tapi bukan berarti semua masalah selesai, karena justru kekuatannya itu menimbulkan dampak negatif pada orang-orang di dekatnya sehingga ia memutuskan untuk tinggal di salah satu gunung yang bertempat di kota Gamma.

Dia kemudian menjadi seorang Blacksmith dan menyebarkan selebaran ke berbagai kota dengan bantuan seekor burung hantu peliharaannya.

Ia akhirnya menjadi terkenal karena pedang buatannya yang tak pernah patah.

Orang-orang rela mendaki gunung demi mendapatkan pedang buatannya.

Banyak pengguna Algol yang meminta dibuatkan Hexord padanya termasuk Ulquiorra.

Dia dikenal dengan sebutan Silver Sky.

Last Blood.

2 hari telah berlalu semenjak kedatangan Yoruichi ke rumah Ryuuken.

Mata Ulquiorra sudah kembali normal dan hari ini Ulquiorra bersama Ichigo akan mengunjungi rumah Silver Sky di gunung Betelguese dengan bantuan teleportasi Yoruichi.

Gunung Betelguese yang terletak di kota Gamma ini tak pernah lepas dari salju yang terus turun sepanjang tahun dan hanya Silver Sky sajalah yang tinggal di gunung ini dengan rumah sederhananya.

Di depan rumah sang pandai besi ini, petir menyambar dan memunculkan dua orang yang tak lain adalah Ichigo dan Ulquiorra yang sampai berkat bantuan Yoruichi.

"Brrr, kenapa seorang Blacksmith terkenal tinggal di tempat seperti ini sih? Kagak ada tempat lain apa?" Meskipun sudah memakai pakaian dan jaket berlapis namun sepertinya Ichigo masih tak kuat menghadapi dinginnya gunung ini.

"Tak usah banyak omong, kau akan mengerti kalau sudah masuk ke dalam," Ulquiorra lalu membuka pintu rumah tersebut tanpa mengetuknya terlebih dahulu dan masuk ke dalam bersama Ichigo.

Warna dalam rumah itu didominasi warna putih bahkan ada salju yang turun dalam rumah ini.

Suhunya pun tak beda jauh dengan keadaan di luar.

Sementara Ichigo yang masih terdiam melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat, seseorang dengan rambut putih muncul dari suatu ruangan di rumah itu.

"Seperti biasa kau tidak sopan ya, boy. Sudah kubilang untuk mengetuk pintu dulu, kau tak pernah diajari sopan santun ya? Tapi setidaknya aku berterimakasih padamu karena telah membawa pelanggan baru," ucap orang itu sambil melihat Ichigo.

"Hei anak kecil, bukannya kau yang tidak sopan karena menyebut orang seenaknya? Dan dimana Silver Sky? Bawa dia kemari! Aku tak tahan menahan dingin di sini," balas Ichigo.

"Anak kecil katamu?! Asal kau tahu saja, orang yang kau sebut anak kecil ini adalah seseorang yang dikenal dengan julukan Silver Sky! Toushirou Hitsugaya! Dan umurku sudah 30 tahun! Sekali lagi kau sebut aku anak kecil, akan kujadikan kau es untuk minuman lemonku!" ujar Silver Sky yang akhirnya memperkenalkan namanya.

"UAPA?! Kau Silver Sky? Ti-tiga puluh tahun? Tapi bagaimana bisa? Tubuhmu saja seperti anak ke–" baru saja Ichigo akan menyebut anak kecil, sebuah kristal es sudah melayang di hadapan mulutnya dan siap menusuk lidahnya.

"Abaikan saja bocah dungu itu, dia memang cerewet seperti ibu-ibu lagi PMS. Dengan kedatanganku kemari, kau sudah tahu kan apa tujuanku?" Tanpa peduli nasib temannya yang nyaris tak bisa bicara lagi, Ulquiorra duduk di sebuah kursi penuh salju sambil menunggu jawaban Toushirou.

"Oh, kau ingin mengambil Hexordmu kan? Tenang saja, sudah kusiapkan kok," dengan jentikan jari Toushirou, seekor burung hantu berwarna putih terbang sambil membawakan Hexord milik Ulquiorra yang terbungkus dalam sarung pedang berwarna hijau di kedua kakinya.

"Terimakasih telah menyimpannya. Ngomong-ngomong, salju itu masih keluar dari mulutmu ya," ucap Ulquiorra sambil mengambil Hexord miliknya.

"Begitulah, aku masih belum bisa menghilangkannya," salju-salju keluar saat Toushirou membuka mulutnya untuk berbicara, salju itu cukup banyak dan sudah seperti hujan salju di luar sana.

"Dengar, aku ingin menanyakan sesuatu padamu tapi jangan todong aku lagi dengan esmu. Kalau kau sudah berumur 30 tahun, kenapa tubuhmu masih awet muda begini?" Ichigo akhirnya mau bicara setelah kristal es yang sangat tajam itu menghilang dari hadapannya.

"Kupikir kau sudah tak berani lagi bicara di depanku, anak kecil. Well, bisa dibilang pertumbuhan tubuhku ini membeku dan tak bisa tumbuh lagi karena kekuatan ini," jawab Toushirou.

Toushirou Hitsugaya sejatinya adalah seorang Sorcerer yang mulai diajari Lumina saat TK oleh kedua orangtuanya yang merupakan pasangan Sorcerer baru.

Awalnya Lumina miliknya masih terlihat normal tapi semua berubah ketika ia mendaftar di sebuah SD khusus pendidikan Lumina yang dibentuk Luce.

Saat mengeluarkan kekuatannya di ujian penerimaan yang keluar justru sesuatu yang mengerikan, kekuatannya membuat semua orang di sekolah mati membeku.

Anehnya, walau tubuh Toushirou juga membeku tapi ia masih bisa bergerak seperti biasa.

Seluruh keluarga Toushirou menghilang dan orangtuanya pergi meninggalkan dia karena takut akan kekuatannya.

Menyadari hal ini, Toushirou pergi ke jalan dan terus menangis berharap ada seseorang yang mau menolongnya.

Tapi jangankan orang, serangga pun tak ada yang mau mendekatinya.

Hingga akhirnya kabar ini sampai pada Luce dan beberapa ahli di Luce mengunjunginya dengan memakai pakaian anti beku.

Toushirou kemudian dibawa ke sebuah rumah di gunung Betelguese dan diajari semua hal untuk bertahan hidup termasuk soal Blacksmith.

Setelah beberapa waktu berlalu, para ahli itu tak lagi mengunjunginya sehingga Toushirou resmi hidup sendiri.

Setiap hari ia naik turun gunung demi berburu hewan yang hidup di kaki gunung untuk santapannya.

Suatu waktu ia menemukan seekor burung hantu berwarna putih yang semula hendak ia buru tapi tak jadi ia lakukan karena kasihan pada burung itu yang masih kecil dan tentunya tak bisa membuatnya kenyang.

Tapi tindakannya ini membuat burung hantu itu terus mengikutinya hingga akhirnya dia jadikan sahabat.

Setelah beberapa tahun berlalu, Toushirou mulai bisa menguasai kekuatannya dan mencoba kebolehannya dalam hal Blacksmith.

Ia membuat selebaran sederhana dan memberikannya pada burung hantu sahabatnya untuk disebar ke berbagai kota.

Tentu tak ada yang mau mendaki gunung hanya untuk membuat senjata pada Blacksmith amatiran, hingga suatu ketika Ulquiorra yang saat itu masih duduk di bangku SMP membaca selebaran itu dan mendatangi rumahnya untuk meminta dibuatkan Hexord.

Menyadari itu merupakan hal yang sangat sulit dilakukan baginya saat itu, dia memutuskan untuk menolak permintaan pelanggan pertamanya itu.

Tapi Ulquiorra terus memaksa dan membuat Toushirou menyetujui permintaannya.

Proses pembuatan Hexord itu memakan waktu satu minggu, waktu yang bisa dibilang cukup cepat untuk seorang Blacksmith amatir.

Setelah pedang itu selesai dikerjakan, Ulquiorra diam-diam membawa pedang itu ke pusat kota Gamma dan membuat suatu pertunjukan yang memperlihatkan sebuah pedang tak terpatahkan walau dibenturkan dan dipotong dengan apapun.

Dari hari ke hari Ulquiorra terus melakukannya hingga pertunjukannya semakin banyak dikenal orang dan uang hasil pertunjukan kian melimpah.

Di hari terakhir pertunjukannya, ia memberitahu nama pembuat pedang itu serta alamatnya pada semua penonton dan membuat nama Toushirou mulai dikenal.

Setelah memiliki uang yang cukup banyak, Ulquiorra kembali ke rumah Toushirou untuk membayar Hexord tersebut.

Awalnya Toushirou marah karena perbuatan Ulquiorra sebelumnya, tapi setelah melihat banyak pembeli yang mendatanginya akhirnya ia memaafkan Ulquiorra.

Setelah itu, Ulquiorra meminta pada Toushirou untuk menyimpan Hexordnya sampai dia mengambilnya kembali.

Orang-orang yang datang ke rumah Toushirou, menjuluki tempat itu dengan sebutan Silver Sky karena langitnya yang selalu berwarna perak.

Tapi belakangan ini, sebutan itu justru mengarah pada Toushirou karena sebagian orang mengira julukan Silver Sky itu mengarah pada warna rambutnya.

"Tapi, bagaimana membuat pedang dengan kekuatan seperti itu? Pasti akan sangat sulit, bukan?" tanya Ichigo kembali.

"Tidak juga, aku sudah bisa mengendalikan kekuatanku ini jadi membuat pedang bukan perkara sulit bagiku. Justru dengan kekuatan ini aku bisa mendinginkan besi yang panas dengan suhu yang tepat dan membuat pedang buatanku tahan lama. By the way, kau mengambil Hexordmu pasti ada alasannya kan, Ulquiorra?" kata Toushirou.

"Begitulah dan kurasa kau tak tahu karena sepertinya Noire tak menyerang ke sini ya," balas Ulquiorra.

"Noire? Jangan bilang kalau aku satu-satunya yang kudet di sini," sebenarnya Toushirou sudah mendengar ada kekacauan di kota, tapi ia tidak tahu kalau itu adalah ulah Noire.

Ulquiorra dan Ichigo kemudian menjelaskan situasi yang terjadi sekarang pada Toushirou.

Ulquiorra juga memberitahu kemungkinan bahwa tempat ini mungkin akan diserang mengingat kemampuan Toushirou yang dianggap bisa mengancam Noire.

Toushirou agak kaget pada awalnya tapi kemudian ia dengan segera berkemas dan memasukkan semua pakaian dan barang penting lainnya ke sebuah koper besar.

Burung hantu sahabatnya dimasukkan ke dalam sebuah sangkar dan diletakkan di samping koper miliknya.

"Kenapa kau membereskan semua barangmu?" Ichigo terheran melihat reaksi Toushirou setelah mendengarkan penjelasan barusan.

"Sudah jelas bukan? Kalau mereka akan menyerang ke sini maka aku harus cepat menyelamatkan barang berhargaku ke tempat yang aman. Lagipula, kalian pasti membutuhkanku untuk menghajar para bedebah itu kan?" Seringai muncul di wajah Toushirou, seakan menemukan sebuah kesenangan baru di hidupnya yang selama ini hanya berkutat di sebuah rumah bersalju.

To be continued.

Authors Note.

Kali ini saya akan memberitahu soal bagaimana Sorcerer dan Warlock bisa tercipta lewat faktor keturunan.

Jika kedua orangtuanya merupakan Sorcerer, maka 95% anaknya akan menjadi Sorcerer dan 5% akan menjadi Sorcerer yang memiliki Reverse Ex Lumina.

Ini berarti anak hasil pernikahan antar Sorcerer pasti akan menghasilkan Sorcerer pula walau dengan Reverse Ex Lumina (REL).

Jika kedua orangtuanya adalah Sorcerer dan Warlock, maka anaknya 50% akan menjadi Sorcerer dan 50% akan menjadi Warlock.

Tergantung gen mana yang unggul.

Jika kedua orangtuanya merupakan Warlock, maka 99% akan menjadi Warlock sementara 1% akan menjadi Sorcerer/Warlock dengan Ex Lumina.

Ini berarti anak dari pernikahan sesama Warlock, hampir pasti akan menjadi Warlock.

Dan hanya dari pernikahan sesama Warlock lah, pengguna Ex Lumina dapat tercipta.

Oh ya, sebenarnya di sini Hitsugaya itu blasteran makanya dia ngomong agak campur sama Inggris.

Tapi karena saya malas mikir blasteran apa jadi saya tidak cantumkan di cerita.

#Jeduk.

Dan awalnya julukannya itu bukan Silver Sky, tapi Ice Fang.

Tapi karena sepertinya terlalu mudah ditebak, jadi saya ganti.