Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rate : M Gore.

Genre : Supernatural.

Chapter : 12.

Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.

Belakangan ini, beredar sebuah sub-tipe Lumina yang berkaitan dengan keahlian dalam bidang senjata.

Sub-tipe itu bernama Alpheratz tipe Sniper yang mulai terkenal karena aksinya bersama Noire.

Tipe Sniper ini fokus pada senjata sniper yang bisa menembak sebuah laser api dari jarak yang cukup jauh.

Dan karena biasanya pengguna menembak dari jarak yang jauh, membuat lawannya kebingungan mencarinya dan jika lawan menemukannya maka si pengguna sudah kabur dari sana.

Pengguna Sniper ini sudah banyak membunuh orang yang berada dalam jangkauan tembaknya.

Tanpa pandang bulu, baik tua atau muda, semuanya ia tembak.

Bahkan anak-anak pun tak luput dari tembakannya.

Senjatanya bernama Kohoutek, sebuah senapan Sniper khusus yang menggunakan Mana sebagai ganti peluru.

Sama halnya dengan Gungnir yang merupakan senjata khusus tipe Altair.

Last Blood.

Satu demi satu tembakan terus mengarah pada Toushirou, tapi ia berhasil menghindari semua tembakan api tersebut.

Sambil berdiri dalam hutan di kaki gunung, Toushirou memperkirakan lokasi penembak yang sepertinya sudah pindah dari tempatnya semula.

"Kalau saja dia berada di dekatku, aku pasti sudah membekukannya dari tadi, tapi orang ini sepertinya selalu berpindah setiap kali dia menembak dan akan sangat sulit untuk menemukannya. Kalau begitu, berpencar saja," Toushirou lalu membuat empat clone es dan berpencar ke segala arah demi mencari sang penembak jitu.

"Apa-apaan itu?! Masa membagi diri begitu sih, itu curang namanya! Enryu, kejar dia!" Dengan perintahnya, seorang pria berbadan besar yang terus berada di belakangnya seketika menghilang dan muncul di hadapan Toushirou yang asli.

"Eh? Siapa kau?" tanya Toushirou yang terkejut melihat pria itu tiba-tiba muncul di depannya.

Namun Enryu tak menjawabnya, dengan segenap tenaga ia melesat menuju Toushirou dan memukulnya kuat-kuat dengan teknik Polaris miliknya.

Bruk!

Badan Toushirou yang terpelanting akibat pukulan Enryu menabrak sebuah pohon besar yang berada di belakangnya.

"Aduh, sakitnya. Ternyata walau tubuhmu besar tapi kecepatanmu boleh juga ya, tapi jangan kira kekuatanku hanya segini saja, old man," Toushirou perlahan bangkit dari posisi semula lalu membekukan area sekitar termasuk Enryu, anehnya Enryu tak membeku walau telah terkena kekuatannya.

"What the?! Jangan bilang kalau tubuhmu itu tak bisa membeku dan semua teknik yang kupunya tak bisa membekukanmu."

Sekali lagi, Enryu tak menjawabnya.

Enryu hanya menanggapinya dengan berbagai serangan yang dilancarkan pada Toushirou.

Sementara itu di dalam markas Noire, Ulquiorra dan kawan-kawan berhadapan dengan Gin yang menunjukkan Muramasa miliknya.

"Sekarang aku ingat, saat aku bertemu denganmu di aula sekolah kau mengatakan kalau aku sudah besar. Apa maksudmu?" tanya Ulquiorra.

"Oh, kau tak tahu ya? Aku kan teman ayah dan ibumu dan aku juga mengenalmu saat kau masih kecil, sayangnya ibumu sudah kutabrak waktu itu jadi dia tak bisa hadir di sini deh buat melihat anaknya yang akan mati di tanganku," ungkap Gin.

"Apa kau bilang?! Jadi yang menabrak ibuku sampai tewas itu kau?!"

"Begitu deh, sebenarnya sih pengennya kusuruh orang buat nabrak dia tapi lebih enak ngelakuin sendiri sih. Mukanya itu loh pas lihat aku nabrak dia, ngegemesin banget tau!"

"Brengsek! Takkan kumaafkan kau! Murcielago!" Ulquiorra dengan cepat menarik Hexordnya yang bernama Murcielago dan berlari ke arah Gin lalu menebaskan Murcielago padanya.

Namun kekuatan kutukan yang dimiliki Murcielago dengan mudah ditangkis oleh Muramasa.

Sedetik kemudian, Muramasa sudah melayang ke arah bahu Ulquiorra, untungnya ada Ichigo yang menahannya dengan Zangetsu.

"Tak seperti biasanya kau emosi begini, Ulquiorra!" Dengan tenaga maksimum Ichigo terus menahan Muramasa, tapi kekuatan Muramasa ini jauh di atas Zangetsu dan membuat pedang yang dibuatkan langsung oleh Rukia ini patah.

"Mundur, Ichigo!" Melihat adanya serangan lanjutan dari Gin, Ulquiorra menendang Ichigo ke belakang dan menangkis serangan Muramasa.

"Sakit woi! Seenaknya saja menendangku. Walau pedangku patah tapi akan kugunakan tinjuku ini untuk melawanmu!" Saat Ichigo membuang sisa Zangetsu yang masih dipegangnya dan kembali menyerang, Rukia yang tak jauh dari Ichigo memanggilnya.

"Tunggu Ichigo! Ambil ini!" Rukia kemudian melemparkan pedang yang ia bawa pada Ichigo.

"Apa ini? Pedang buatanmu lagi?"

"Bukan, itu adalah pedang yang disimpan kakek selama bertahun-tahun! Aku meminta Yoruichi untuk memindahkanku ke rumah untuk mengambilnya karena pedang itu masih tersimpan di ruang bawah tanah, kupikir itu bisa membantu saat bertarung jadi kubawa. Nama pedang itu adalah Masamune! Pakailah pedang itu untuk melawan dia!"

"Oke, akan kupakai! Ayo berjuang bersamaku, Masamune!" Ichigo segera melepas sarung pedang Masamune dan kembali menyerang Gin, kali ini serangannya kena telak mengenai bahunya.

"Lumayan juga, kalau saja aku hanya bersenjatakan Muramasa mungkin aku akan kalah. Tapi senjataku tak hanya pedang ini saja," luka di bahu Gin sembuh dalam sekejap dan tak terlihat lagi, tangan kiri Gin kini berubah seperti tangan serigala besar dengan bulu coklat dan cakar hitam.

"Jangan bilang kalau kau juga memasukkan Immortal Blood ke dalam tubuhmu?!" Sontak Ulquiorra terkejut melihat kekuatan penyembuhan itu dan perubahan tangan kiri Gin.

"Lebih tepatnya bukan memasukkan tapi mencampurkan darah Vampire dan Werewolf ke dalam tubuhku. Menjadikan aku sebagai ras baru yang lebih kuat dari Vampire dan lebih cerdas dari Werewolf. Ras baru ini bernama Lycan."

To be continued.