Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rate : M Gore.

Genre : Supernatural.

Chapter : 13.

Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.

Saat para Werewolf dan Vampire masih ada, Lycan sering dianggap sebagai anak haram dan harus dibunuh.

Ini disebabkan karena Lycan merupakan anak dari Vampire dan Werewolf sehingga ketika lahir mereka mempunyai kekuatan seperti atau bahkan melebihi Vampire dan lebih cerdas dari Werewolf.

Orangtua mereka pun kebanyakan tewas dimangsa yang lain sebagai hukuman akibat tindakan mereka.

Lycan yang hidup dalam ketakutan akan dibunuh, memutuskan untuk pindah ke tempat yang sangat jauh dari tempatnya berasal dan membuat suku baru di sana.

Mereka hidup aman tanpa terlibat pertempuran antar Vampire dan Werewolf.

Mereka juga yang paling lama hidup bahkan setelah para Vampire dan Werewolf punah.

Meski disebut anak haram, nyatanya merekalah ras yang paling baik pada sesamanya dibanding kedua orangtuanya.

Mereka tak pernah bertengkar apalagi memicu pertarungan, mereka mengatur daerah perburuan mereka supaya tak merebut wilayah buruan yang lain.

Kehidupan mereka yang paling mirip dengan kehidupan manusia saat ini.

Sayangnya, Gin memanfaatkan Immortal Blood untuk membuat dirinya menjadi Lycan yang jauh dari Lycan di masa lalu.

Last Blood.

"Lycan? Jangan bilang kalau masih ada yang lain seperti Vampire dan Werewolf," ucap Ulquiorra.

"Kalau ada memang kenapa? Toh kalian juga tak bisa mengalahkanku," perlahan tangan kanan dan kedua kaki Gin pun berubah menjadi tangan dan kaki serigala.

"Jangan remehkan kami, dasar serigala jejadian!" Kaki-kaki kecil Rukia bergerak begitu cepat menuju musuh yang ada di hadapannya, dengan sekali memukul tanah ia bisa langsung membekukan Gin dalam sebuah kristal es putih.

Namun kekuatan Gin tak bisa dihentikan begitu saja, dalam satu kedipan mata kristal itu sudah mencair dan ia sudah berada tepat di depan Rukia.

Dengan kaki serigalanya yang begitu kuat, dia tendang badan Rukia hingga terpental begitu jauh.

"Rukia!" Melihat Rukia yang diserang, Ichigo melompat ke arah Gin dan menyerangnya dari belakang, tapi hasilnya justru Ichigo yang terkena bogem mentah Gin dan mengerang kesakitan.

"Apanya yang jangan remehkan? Kemampuan kalian ini tak lebih dari cecurut di hadapanku! Dan kurasa hanya perempuan itu saja yang terus diam dari tadi, aku penasaran, kenapa ya?" Dengan santai Gin melangkah ke arah Orihime yang masih diam berdiri di tempatnya sejak ia datang ke markas ini.

Saat Muramasa milik Gin nyaris menyentuh wajah Orihime, beberapa tembakan tipe Altair mengenai wajah Gin.

"Walau kekuatanmu luar biasa tapi kelihatannya matamu tak bisa melihat teknik kamuflaseku ya, lakukan sekarang Yoruichi!" Tampaknya Uryuu telah menggunakan teknik kamuflase untuk menyembunyikan dirinya beserta Yoruichi untuk keadaan yang seperti ini.

"Dengan senang hati!" Secepat kilat, Yoruichi muncul di atas Gin dan bersiap menendang kepalanya tapi dalam sekejap Gin mengubah seluruh tubuhnya menjadi seekor serigala besar dan menggigit kaki Yoruichi hingga putus.

Darah mengalir deras dari kaki Yoruichi yang kini tinggal menyisakan pahanya saja.

Yoruichi langsung jatuh ke lantai dan berteriak kesakitan namun mulutnya diinjak dengan sangat keras oleh Gin.

"Berisik sekali kau ini, makanya gak usah sok jago," sambil melahap kaki Yoruichi, Gin mengangkat tubuh Yoruichi lalu menghancurkan perut Yoruichi hingga terbelah dua dengan gigi-giginya yang tajam.

"Yoruichi!" Melihat pembunuhan kawannya yang sadis, Uryuu tak tahan lagi untuk menahan dirinya dan ingin sekali membalas kematian Yoruichi tapi itu dicegah oleh ucapan Ulquiorra yang tengah berlari menuju Gin.

"Daripada kau melakukan hal bodoh untuk membalas kematiannya, lebih baik kau segel Lycan itu! Kau bisa kan?"

"Segelku yang biasa mungkin tak bisa menyegel dia yang sangat kuat ini, tapi mungkin teknik yang pernah diajarkan oleh ayahku mungkin bisa."

"Kalau begitu, lakukan! Bangun Ichigo, Rukia! Jangan ngorok saja di situ! Bantu aku melawan monster jelek ini!" seru Ulquiorra sambil menebaskan Hexordnya pada Gin.

Merasa dipanggil secara tak pantas, kedua orang itu berdiri dan dengan kompak mengucapkan hal yang sama saat Ulquiorra sukses melancarkan tebasannya pada punggung Gin.

"SIAPA YANG NGOROK?!" Dengan penuh kesal keduanya berlari pada Ulquiorra yang telah menghina mereka.

"Heh, apapun yang kalian lakukan takkan mempan! Tunggu, apa ini," Tiba-tiba Gin merasakan ada sesuatu yang bergerak di tubuhnya, perlahan sesuatu ini menimbulkan rasa sakit yang amat sangat dan tak tertahankan.

"Sepertinya kutukan Murcielago masih bekerja pada tubuh Lycanmu ya. Sekedar info saja, rasa sakit itu akan terus menjalar ke seluruh tubuhmu hingga kau mati, tapi hanya rasa sakit tampaknya tak cukup untuk membunuhmu," Ulquiorra lalu mundur beberapa langkah dan mengedipkan salah satu matanya pada Rukia menandakan rencana dadakan mereka akan dimulai.

"Ayo Ichigo, kita lakukan! Serangan gabungan!" Rukia dan Ichigo dengan cepat berhenti dari larinya lalu bersiap melakukan serangan pada Gin yang berada tak jauh di depan mereka.

"Ground Crystal!"

"Flare Bomb!"

Secara bersamaan, Rukia dan Ichigo memukul lantai dengan tinju mereka dan memunculkan sebuah bom asap dan kristal yang mengenai tubuh Gin.

Setelah melakukannya dan asap yang mulai menghilang, Ichigo dan Rukia menepi agak jauh untuk memberikan jarak nyaman pada Uryuu yang sudah siap menembak dengan Gungnirnya.

"Gaia Contract!"

Sebuah lambang berbentuk segitiga terbalik meluncur dari kedua mulut Gungnir dan tepat mengenai dahi Gin.

Sementara di kaki gunung, Toushirou terlihat sudah babak belur terkena berbagai serangan dari Enryu.

"Duh, orang macam apa sih kau ini? Sudah kubekukan berkali-kali kok masih hidup. Kau sudah keterlaluan karena membuat gentlemen satu ini kepayahan begini. Jika kau bisa mengalahkan yang satu ini maka kau berhak mendapatkan standing applause dariku. Come my boy, Genbu!"

Dengan perintah Toushirou, seluruh tanah di kaki gunung berubah layaknya lautan.

Dan seekor kura-kura dengan cangkang berwarna biru muncul dari bawah pijakan Toushirou.

Anehnya, Enryu masih bisa berdiri dengan normal walaupun tanah tempat ia berdiri sudah berubah menjadi air.

"Kita lihat apa kau bisa mengatasi sang penjaga utara dan musim dingin, Genbu!"

To be continued.

Glosarium.

Flare Bomb : teknik Normal Flow Alpheratz, berfungsi sebagai bom asap.

Ground Crystal : termasuk ke dalam Normal Flow, teknik ini memunculkan kristal es dari dalam tanah dan menyerang lawan dari bawah.