Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rate : M Gore.
Genre : Supernatural.
Chapter : 14.
Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.
Terciptanya teknik Familiar membuat para pengguna Lumina penasaran untuk memunculkan hewan yang lebih besar dan lebih kuat dari Familiar yang umumnya hanya memanggil hewan berukuran kecil.
Perlahan tapi pasti, teknik Familiar terus berkembang hingga keluarlah sebuah teknik baru yang lebih tinggi dari Familiar.
Teknik baru yang bernama Summon ini dapat memanggil hewan besar atau buas sekalipun.
Untuk menggunakannya, pengguna harus memakai Summon Contract yang dimasukkan ke dalam tubuh hewan tersebut dengan menyentuh kepalanya.
Hewan yang sudah memiliki Summon Contract dapat menggunakan teknik tipe Lumina yang sama seperti penggunanya.
Tentu saja ini bukan perkara mudah, apalagi jika harus menyentuh kepala hewan buas yang berbahaya.
Tak jarang ada korban luka atau bahkan korban jiwa saat melakukan kontrak.
Karena resiko yang cukup besar ini membuat sebagian orang enggan melakukannya dan tetap menggunakan Familiar yang hanya membutuhkan imajinasi untuk memanggil hewan kecil yang akan menjadi Familiarnya.
Diantara berbagai hewan yang bisa digunakan untuk teknik Summon, ada empat hewan terkuat penjaga musim dan mata angin yang disebut Four Symbols.
Mereka adalah Seiryuu, Suzaku, Byakko dan Genbu.
Tiap hewan di Four Symbols menjaga satu arah mata angin dan musim.
Tak diketahui bagaimana caranya menjalin kontrak dengan salah satu hewan dari Four Symbols, tetapi yang pasti adalah Four Symbols lah yang menentukan siapa tuannya bukan sebaliknya.
Last Blood.
"Apaan my boy? Usiaku ini sudah ribuan tahun! Memangnya aku ini bocah apa disebut boy?!" protes Genbu yang tak disangka ternyata bisa bicara.
"Diam kau, kura-kura tua bangka! Sudah bagus kupanggil begitu, dasar tak tahu terimakasih. Yang lebih penting adalah orang yang ada di depan kita ini, bantu aku mengalahkannya!" balas Toushirou.
"Hadeh, cuma lawan beginian kok panggil aku. Cemen amat sih kau sekarang."
"Ah, sudah cepat lakukan saja. Keburu dia nyerang duluan."
Menuruti perintah tuannya, Genbu mengangkat kedua kakinya yang besar lalu menghantamkannya pada Enryu.
Namun lelaki ini masih tetap bertahan dan bahkan mampu menahan kaki Genbu yang beratnya ribuan ton.
Melihat ada kesempatan, Toushirou dengan cepat berlari ke arah Enryu dan membuat sebongkah es tajam di tangan kirinya lalu menancapkannya ke perut Enryu yang tengah menahan beratnya kaki Genbu.
Tapi walau sudah ditusuk seperti itu Enryu masih tetap bergeming, ia bahkan mampu mendorong kaki Genbu ke atas serta hampir membuat Genbu jatuh.
"Lightning Assault!" Setelah lepas dari tekanan kaki Genbu, Enryu yang melihat Toushirou lengah langsung menyerangnya dengan ratusan pukulan listrik cepat hingga membuat Toushirou hampir tak sadarkan diri.
"Ugh, dia manusia bukan sih? Genbu, tolong ya."
Seolah mengerti apa yang dimaksud Toushirou, dengan segera Genbu mendekati Toushirou dan menelannya ke dalam perutnya yang mengandung berbagai macam cairan yang berfungsi untuk menyembuhkan luka.
Enryu yang terlihat masih sehat wal afiat setelah tertusuk es oleh Toushirou, berlari cepat lalu melompat menuju kepala Genbu.
Namun saat hendak mencapai kepalanya, seekor ular raksasa muncul dari dalam air dan menelannya bulat-bulat.
Genbu memang satu-satunya hewan dari Four Symbols yang memiliki partner seekor ular raksasa.
Ular yang tak diketahui namanya ini memiliki zat penghancur dalam perutnya sehingga apapun yang ia telan akan hancur seketika.
Dalam beberapa detik, sang ular memuntahkan kembali Enryu yang ternyata masih menyisakan tulang belulang.
Tulang yang berserakan itu bergerak dan membentuk sebuah tubuh lalu berjalan ke arah Genbu.
Dengan sigap, Genbu menghancurkan tulang-tulang itu hingga hancur menjadi butiran tulang.
Gadis kecil yang menyuruh Enryu untuk melawan Toushirou itu melihat dengan jelas pengawalnya dihancurkan tanpa ampun melalui Scope Kohoutek.
Dengan sekuat tenaga ia mempersiapkan tembakan pada Genbu demi membalas kematian pengawalnya.
"Beristirahatlah dengan tenang, Enryu. Rurichiyo Kasumiouji ini akan membalasmu. Bolide!" Dari mulut Kohoutek muncul sebuah bola api besar nan terang, bola api itu ditembakkan pada Genbu layaknya sebuah meteor terang yang jatuh dan mengakibatkan sebuah ledakan yang sangat besar terjadi.
Sementara di dalam markas Noire, Gaia Contract berhasil dilakukan pada Gin.
Tubuhnya pun sudah kembali seperti semula.
Gaia Contract sendiri merupakan teknik segel khusus yang termasuk High Flow dan berdampak buruk pada keadaan psikis targetnya.
Orang yang terkena Gaia Contract mentalnya akan hancur dan menyisakan tubuh fisiknya saja.
Dalam kasus Gin, seluruh Immortal Blood yang dimasukkan ke dalam tubuhnya sudah dihancurkan beserta mentalnya.
Gin yang saat ini sedang berdiri menghadap Ulquiorra dan kawan-kawan tak lain hanya sebuah cangkang kosong yang tak ada isinya.
Tubuh itu kemudian jatuh dan hilang menjadi serpihan cahaya putih.
"Fiuh, akhirnya selesai juga!" ucap Ichigo.
"Terimakasih Orihime telah menonton dan diam selama ini, sekarang tolong lakukan Time Roll pada Yoruichi," pinta Ulquiorra.
"Akhirnya giliranku tiba juga. Oke, saatnya Time Roll!" Orihime akhirnya berbicara setelah disuruh terus diam oleh Ulquiorra saat masih melakukan persiapan di rumah Ryuuken.
Time Roll adalah kemampuan spesial Orihime yang dapat memutar waktu.
Ia bisa memutar waktu maju atau mundur pada sesuatu yang ia pilih termasuk orang yang mati.
Orihime dapat menghidupkan orang mati dengan cara memutar mundur waktu pada jenazah.
Berbeda dengan Soul Revive yang dapat menghidupkan orang mati dengan hanya menyebut namanya saja, Time Roll membutuhkan jenazahnya untuk dihidupkan kembali.
Time Roll juga tak bisa menghidupkan orang yang telah mati lebih dari sehari.
Syarat untuk menghidupkannya pun bukan dengan darah tapi harus menyaksikan proses kematiannya tanpa bicara dan bergerak.
Tapi dibandingkan dengan Soul Revive, Time Roll jauh lebih praktis untuk digunakan.
Orihime kemudian berjalan menuju jasad Yoruichi yang masih tersisa lalu memutar mundur waktu sehingga tubuhnya kembali utuh seperti semula sekaligus menghidupkannya.
"Huh? Apa yang terjadi? Kakiku?! Loh, kok masih ada ya?" Yoruichi terheran melihat kondisi tubuhnya yang masih utuh.
"Berterimakasihlah pada Orihime, dia yang telah menghidupkanmu," ujar Rukia.
"Karena Gin sudah kita kalahkan, mungkin sekarang sudah saatnya kita pulang," Uryuu menaruh kembali Gungnir di tempatnya yang terletak di pinggangnya lalu berjalan menuju pintu markas namun seorang dengan jubah putih tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Sayang sekali Gin telah dikalahkan, padahal aku sudah membayarnya untuk meneliti Immortal Blood dan bergabung dengan Noire. Sepertinya harus kuselesaikan sendiri," pria berjubah putih dengan rambut silver mohawk itu menatap semua orang yang ada di depannya dengan rasa benci yang meluap dari tatapannya.
"Siapa kau?" tanya Ulquiorra.
"Perkenalkan aku Kensei Muguruma, Leader Noire sekaligus orang yang akan menghabisi kalian semua! Jet Stream!" Dengan satu pukulan Kensei, semua yang ada di hadapannya terhempas keluar dari markas.
To be continued.
Glosarium.
Bolide : teknik Alpheratz High Flow, teknik ini menembakkan meteor besar dan terang pada musuh.
Jet Stream : Superior Skills yang setingkat dengan Medium Flow, teknik ini mendorong semua lawan tanpa terkecuali dengan pukulan angin yang sangat kuat.
Lightning Assault : teknik Polaris Medium High yang menggunakan pukulan kecepatan tinggi untuk menyerang musuh.
