Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rate : M Gore.

Genre : Supernatural.

Chapter : 15.

Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.

Selain Lumina, ada kekuatan lain yang disebut Gift.

Gift ini bisa dibilang merupakan sebuah kemampuan khusus dan tak ada orang lain bisa menggunakan kemampuan ini.

Gift juga bukan termasuk teknik Lumina sehingga tak terdaftar dalam daftar teknik Lumina yang tersedia di setiap sekolah khusus pendidikan Lumina.

Pemilik Gift kabarnya tak sampai sepuluh orang dan tak ada satupun yang mengetahui siapa saja yang memilikinya.

Salah satu pemilik Gift itu adalah Orihime Inoue dengan Time Rollnya.

Last Blood.

Ulquiorra dan kawan-kawan terlempar keluar dari markas laksana sebuah angin tornado menghantam mereka.

"Cuma perasaanku atau memang pria itu menggunakan angin untuk melempar kita ke sini?" tanya Ichigo.

"Sepertinya begitu, kurasa dia pengguna Ex Lumina tipe angin," jawab Ulquiorra sambil membantu Orihime berdiri.

"Untuk ukuran pemimpin organisasi teroris, kekuatannya boleh juga," kata Yoruichi sambil membantu Rukia dan Uryuu untuk berdiri.

"Akan kulenyapkan kalian semua, para sampah! Akan kulenyapkan semua orang yang tak mau menurutiku dan membuat dunia baru di mana semua orang mematuhiku! Jet Burst!" Berbeda dengan sebelumnya yang memakai pukulan, serangan kali ini membuat mereka ditekan oleh udara sekelilingnya kecuali Ulquiorra yang mampu bertahan terhadap Ex Lumina.

"Be-berat sekali, aku hampir tak bisa bernafas," Uryuu yang tak kuat menghadapi tekanan udara, membuatnya hampir pingsan.

Ketika mereka sedang kesulitan menghadapi serangan Kensei, sebuah bola api besar jatuh di depan mereka dan mengacaukan konsentrasi Kensei sehingga membuat tekanan udara itu menghilang.

Dari dalam api itu, muncul seorang kakek dengan janggut putihnya yang panjang.

Kakek botak ini tak lain adalah presiden direktur Luce, Yamamoto Genryuusai.

"Tampaknya aku datang di waktu yang tepat ya. Berterimakasihlah pada para bawahanmu yang memberitahuku soal tempat ini, Yoruichi," ujar Yamamoto.

"Kukira mereka sama sekali tak berguna, haha. Terimakasih pak presdir, ini karena kelemahanku yang tak bisa melawan kekuatan mereka sehingga pemimpinnya bisa memojokkan kami seperti ini," jawab Yoruichi.

"Sekarang kalian pergilah dari sini, bawa berita gembira ke kota bahwa Noire sudah dikalahkan," meski sang pemimpin Noire masih terlihat di matanya, kakek satu ini sudah menyatakan kemenangannya sebelum bertarung.

"Tunggu dulu, kami tak bisa pergi begitu saja dari sini. Lagipula Toushirou juga belum kembali," Ulquiorra menatap ke sekeliling untuk mencari Toushirou tapi tak ada tanda apapun darinya.

"Apa kau ini bodoh?! Lelaki di depan kalian ini takkan bisa kalian kalahkan meski dengan keajaiban sekalipun! Apa kau tak sadar bahwa teman-temanmu sudah tak berdaya tadi?! Cepat pergi!" perintah Yamamoto yang masih tak menunjukkan wajahnya pada Ulquiorra dan lainnya yang ada di belakang.

"Sudah tak usah banyak protes, perintah pak presdir harus dipatuhi. Ayo kita pergi," Yoruichi kemudian mengajak Ulquiorra dan yang lainnya untuk berkumpul lalu Yoruichi melakukan teleport menuju rumah Ryuuken.

"Padahal sudah bau tanah tapi masih saja kau bicara besar, Yamamoto!" ucap Kensei.

"Justru kau yang bicara besar, mengubah dunia dengan melenyapkan semua yang tak mematuhimu? Heh, jangan buat aku tertawa!"

"Kita lihat saja siapa yang akan tertawa di akhir! Jet Twister!"

Serangan Kensei kali ini membuat tornado yang mengurung Yamamoto tapi dengan kencangnya angin dalam pusat tornado tak membuat Yamamoto bergerak sejengkal pun.

Tornado itu malah dengan mudah dihilangkan oleh Yamamoto tanpa perlu usaha berarti.

"Apakah cuma ini kekuatanmu? Rasanya tanganku ini tak pantas untuk membunuh seseorang sepertimu. Suzaku, bakar dia menjadi abu," mendengar perintah Yamamoto, kobaran api besar seketika keluar di samping kiri Yamamoto dan memunculkan seekor burung Phoenix dari dalam api tersebut.

"Sesuai perintahmu, Master," setelah menunduk pada Yamamoto, Suzaku terbang ke atas Kensei dan meniupkan api besar pada Kensei.

Meski Kensei sempat melawan dan kabur dari api itu, pada akhirnya api itu mengenai jubah putihnya dan langsung membakar dirinya tanpa ampun.

Hanya dalam setengah menit, seluruh tubuh Kensei telah berubah menjadi abu.

"Api neraka sangat pantas untuk dihadiahkan pada orang seperti dia. Ngomong-ngomong, sepertinya salah satu temanmu juga sedang bertarung ya?" tanya Yamamoto yang merasakan adanya kehadiran hewan Four Symbols lainnya.

"Benar, Genbu sedang bertarung di sana. Apakah kita akan pulang sekarang, Master?"

"Ya, tak ada gunanya untuk berdiam di sini."

Suzaku lalu mengelilingi Yamamoto dengan kedua sayapnya dan pergi dengan bentuk bola api besar.

Di tempat lain, sebuah perisai setengah lingkaran berwarna biru melindungi Genbu dari serangan Rurichiyo.

Setelah aman, Genbu menghilangkan perisai itu dan mengeluarkan Toushirou dari dalam perutnya.

"Thanks Genbu. Tapi di mana pria itu?" Toushirou terheran melihat Enryu yang sudah menghilang dari sana.

"Dia sudah hancur, lagipula masih ada hal yang lebih penting. Sniper itu masih hidup dan bisa sewaktu-waktu menyerang kita kembali. Tapi tadi sebelum dia menembak aku diam-diam menyemprotkan sedikit air yang mengandung Luminaku padanya, semoga saja itu bisa membantumu mencarinya," jawab Genbu.

"Wah, tumben kau baik. Dengan air itu seharusnya aku bisa merasakan Luminamu padanya dan tak perlu lagi mencari ke mana-mana. Osh, saatnya mencari!" Bagaikan angin dingin yang bertiup kencang, Toushirou berlari menyusuri hutan kaki gunung untuk mencari sang gadis Sniper.

Menyadari keberadaannya diketahui, Rurichiyo mengambil Kohoutek lalu kabur dengan cepat.

Namun di tengah perjalanan kaburnya, Toushirou muncul tepat di depan matanya.

"Wah, larimu ternyata cukup cepat juga ya. Tapi aku tak bisa membiarkan putri bangsawan keluarga Kasumiouji yang diam-diam memberi bantuan dana pada Noire melarikan diri."

"Memang kenapa kalau kami membantu Noire? Apa kau tak tahu kalau seluruh keluarga kami adalah Warlock dan kita semua mendapat tindakan yang tak pantas! Kami sangat puas saat mendengar ada yang mau melawan Sorcerer terkutuk itu dan akhirnya keluargaku memutuskan untuk membantu Noire demi terciptanya dunia baru tanpa diskriminasi!" Saat Rurichiyo selesai berbicara, seluruh tubuhnya membeku dan hancur menjadi puluhan bongkah es.

"Maaf saja, aku tidak suka mendengar curhat, apalagi itu datang dari musuhku."

To be continued.

Glosarium.

Jet Burst : teknik High Flow yang menekan musuh dengan tekanan udara yang sangat kuat.

Jet Twister : teknik High Flow yang menciptakan tornado besar dan kuat pada lawan.