Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rate : M Gore.
Genre : Supernatural.
Chapter : 16.
Warning : AU, OOC, Typo (s), Gore, gaje, hancur, abal-abal, dan lainnya.
Last Blood.
Pertarungan melawan Noire usai sudah.
Meski tak ada satupun anggota Noire yang masih hidup untuk diinterogasi, namun setidaknya teror yang mengancam para warga sudah berakhir.
Toushirou juga sudah kembali ke rumah Ryuuken untuk berkumpul merayakan kemenangan mereka.
Sayangnya pesta itu tak dihadiri oleh Ulquiorra dan Ichigo yang tengah berada di kantor pusat Luce karena dipanggil oleh Retsu Unohana, direktur divisi pengobatan tingkat lanjut.
"Saya sudah mendengar dari Sousuke tentang Immortal Blood yang ada di dalam tubuh kalian. Oleh karena itu, aku telah menyiapkan ramuan khusus untuk menghilangkannya, sebab aku tak mau suatu saat nanti ada monster yang melahap penduduk kota," Retsu lalu mengeluarkan dua gelas yang berisi cairan merah kemudian ia letakkan pada meja yang ada di depannya.
"Darah? Kau suruh aku meminum minuman kesukaan monster dalam tubuhku?" tanya Ulquiorra.
"Ih, pasti gak enak rasanya tuh," sambung Ichigo.
"Dalam darah ini sudah kucampurkan zat penghancur darah leluhur sehingga ketika darah ini masuk ke dalam tubuh kalian, Immortal Blood itu akan menerima makanannya sekaligus itu yang akan menghancurkannya. Sekarang minumlah," zat penghancur itu sebenarnya dibuat cukup lama oleh Retsu setelah mendengar kabar soal Vampire dan Werewolf yang bangkit kembali dan baru sekarang ia menyelesaikannya.
"Jika ini bisa melenyapkan monster di dalam tubuhku, maka akan kuminum apapun rasa dan resikonya," Ulquiorra mengambil salah satu gelas itu lalu meminumnya sampai habis.
"Duh, jijik banget kelihatannya. Peduli amat ah," melihat Ulquiorra yang meminum darah itu membuat Ichigo memutuskan untuk meminum minuman tersebut.
Setelah menunggu beberapa menit, gelas yang dipegang Ulquiorra jatuh dari genggamannya bersamaan dengan Ulquiorra yang memuntahkan sejumlah darah, begitu juga Ichigo.
"Selamat, kalian sudah lepas dari jeratan monster itu. Terbukti dengan keluarnya Immortal Blood dari tubuh kalian," ucap Retsu.
"Jadi begini ternyata caramu untuk melenyapkannya," Ulquiorra kemudian meraih segelas air putih di meja yang telah disiapkan sebelumnya dan meminumnya.
"Ugh, sudah kuduga bakal menjijikkan," Ichigo buru-buru menelan air putih sebelum ia memuntahkan isi perutnya karena hampir tidak kuat meminum darah itu.
"Memang kenapa? Yang penting sembuh kan? Mungkin masih ada sedikit sisa Immortal Blood itu dalam tubuh kalian, tapi tak perlu khawatir karena dengan jumlah sangat sedikit seperti itu takkan membuat kalian menjadi monster," ucap Retsu.
"Syukurlah kalau begitu. Terimakasih bu Retsu karena telah membantu kami, kita berhutang budi pada ibu," Ulquiorra lalu menunduk pada Retsu sambil memaksa Ichigo untuk ikut menunduk bersamanya.
"Ah, bukan apa-apa. Lagipula sudah menjadi tugasku untuk membantu kalian, apalagi kalian adalah Sorcerer dan Warlock yang sangat berbakat."
10 tahun kemudian.
Ulquiorra dan Ichigo yang telah beranjak dewasa bekerja untuk Board, begitu juga dengan Orihime, Rukia dan Uryuu.
Mereka menjalankan misi dari Board dan pergi ke berbagai daerah untuk menyelesaikan masalah di sana.
Toushirou menikah dengan Yoruichi dan mempunyai seorang anak, keduanya tinggal di kota Delta dan membuka sebuah Pet Shop yang banyak berisi hewan yang tak biasa dilihat orang kebanyakan.
Ketika turnamen tahunan antar Sorcerer dan Warlock digelar, Ichigo dan Ulquiorra memutuskan untuk ikut serta dalam turnamen tersebut.
Keduanya terus menang dalam setiap pertandingan, hingga mereka dipertemukan di final untuk menentukan siapa yang terkuat.
"Kukira kau akan takkan mampu untuk sampai final, Ichigo!" ujar Ulquiorra yang menggenggam pedang legendaris, Durandal dan Byakko di sampingnya.
"Bukannya kau yang bisa ke final hanya karena keberuntungan, Ulquiorra!" Ichigo juga menyimpan Masamune di pinggangnya dan ada Seiryu di belakangnya.
"Ready, fight!"
Setelah wasit memulai pertarungan, dalam sekejap keduanya menghantamkan senjata dan serangan andalan masing-masing untuk membuktikan siapa yang terkuat di tahun ini.
The End.
Authors Note :
Akhirnya selesai juga fict ini.
Terimakasih pada semua pembaca yang mau merelakan waktunya untuk membaca dan mereview fict yang masih sangat jelek ini.
Untuk project fict selanjutnya sih sudah ada, hanya saja karena kemalasan saya yang melebihi Oreki Houtarou sehingga membuat saya selalu tidak jadi mengerjakannya.
Genrenya masih Supernatural dan mengangkat tema Esper.
Bakal ada beberapa kemiripan sih dengan Last Blood, settingnya juga masih dengan nuansa sekolah.
Mungkin karena hampir semua tontonan saya yang bergenre Supernatural itu tak lepas dari yang namanya school life.
Semoga saja bisa benar2 dikerjakan sampai selesai.
Akhir kata, sampai jumpa di fict saya yang (mungkin) akan datang.
