Disclaimer: Masashi Kishimoto
"Apa itu?" bisik Naruto, nyaris tanpa suara.
"Ghoul," jawab Sasuke dengan sama lirihnya.
Tak adanya komentar dari Naruto membuat Sasuke paham kalau pemuda itu bertanya-tanya tentang apa itu ghoul. "Makhluk yang memakan manusia," Sasuke menjelaskan. "Itu menjelaskan bekas gigitan di mayat-mayat sebelumnya. Aku pernah mendengar tentang mereka di sekitar abad ke 19 awal. Tapi aku tak yakin apa dia jadi begitu karena Orochimaru."
Mereka masih terus mengamati sosok ghoul itu yang masih sibuk makan dengan lahap. Terlihat menjijikkan sebenarnya kalau Sasuke bukan vampir. Ia pasti akan kehilangan selera makan sampai berbulan-bulan ke depan. Ghoul itu merobek daging mayat dengan giginya, menyebabkan serpihan daging dan darah muncrat kemana-mana. Meskipun tertutup bayang-bayang, penglihatan Sasuke yang melebihi manusia bisa melihat semuanya dengan jelas. Daging yang terkoyak, organ tubuh yang terpapar, darah yang menggenang, semuanya.
"Kita serang sekarang?"
Pertanyaan Naruto menyadarkan Sasuke dari lamunannya. Sasuke mengangguk dan memberi isyarat pada Naruto supaya dia tetap menunggu di sini sementara Sasuke pindah tempat ke sisi seberang agar mereka bisa menyerang ghoul itu dari dua arah.
Ketika Sasuke sudah siap di posisinya, Sasuke mengangguk ke arah Naruto dan di saat bersamaan, mereka melesat maju ke arah ghoul.
Di luar dugaan, ghoul itu menyadari keberadaan Sasuke dan Naruto. Ia menghindar di saat yang tepat, membuat Sasuke dan Naruto menyerang udara kosong. Tapi dengan reflek mereka yang luar biasa, baik Sasuke maupun Naruto kembali mengarahkan serangan ke arah ghoul.
Mungkin kalau hanya Sasuke sendirian, pertarungan tidak akan selesai secepat ini. Tapi dua vampir sama sekali bukan tandingan. Dengan segera, ghoul itu sudah kewalahan menghadapi Sasuke dan Naruto, dan Sasuke memanfaatkan itu untuk meluncurkan serangan telak dan membekuk si ghoul.
Ghoul itu jatuh terkapar akibat serangan Sasuke. Naruto segera menahannya agar ia tetap terbaring di tanah.
"Siapa kalian?" tanya ghoul itu, dan Sasuke jadi menyadari kalau ghoul itu wanita. Sebelum ini gendernya tersamarkan oleh rambut yang awut-awutan dan darah mangsanya yang menutupi hampir seluruh tubuh ghoul itu.
"Siapa kami tidak penting," jawab Naruto. "Kami hanya menginginkan jawaban darimu."
Ghoul itu memandang Naruto dan Sasuke secara bergantian, menyadari kalau ia sudah tidak ada kesempatan melawan lagi. "Jawaban apa?"
Sasuke berjongkok di sisi lain ghoul itu, yang masih dipegangi Naruto agar tetap terperangkap di tanah. "Apa yang kau tahu tentang Orochimaru?"
Ghoul itu, dengan matanya yang berwarna putih menjijikkan menatap Sasuke. "Orochimaru?"
Sasuke mengangguk. Ia tidak menjelaskan lebih jauh.
"Aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya," ujar ghoul itu akhirnya.
Sasuke dan Naruto bertukar pandang. "Bagaimana bisa kau berubah menjadi ghoul?" tanya Naruto akhirnya.
Ghoul itu tampak memikirkan jawabannya selama beberapa saat, kemudian menggelang. "Entahlah," jawabnya. "Yang kutahu hanya ketika aku bangun, aku berada di dalam peti mati dan aku harus menggali jalanku sendiri keluar."
Sasuke kembali bertukar pandang dengan Naruto. Jadi begini saja? Tak ada petunjuk tentang keberadaan Orochimaru?
"Tapi aku melihat seorang pria sedang berdiri di dekat makamku," ujar ghoul itu lagi, mengembalikan perhatian Sasuke dan Naruto padanya. "Pria itu mengatakan sesuatu tentang kesempatan kedua yang tak boleh aku sia-siakan."
"Apa pria itu berambut hitam panjang? Membawa dua pedang di punggungnya?" bombardir Sasuke.
Ghoul itu menggeleng. "Tidak. Ia mengenakan kacamata dan jubah hitam. Rambutnya abu-abu."
Mungkin ini adalah petunjuk lain untuk bisa menemukan Orochimaru. "Dimana kami bisa menemukan pria itu?" tanya Naruto.
"Dia bilang dia akan pergi ke utara. Membangkitkan yang lain lagi."
Sasuke bangkit berdiri. Ia tahu kalau melacak jejak Orochimaru bukan hal yang mudah, tapi ini cukup sebagai permulaan. Ia sudah hendak mengajak Naruto pergi, tapi pemuda pirang itu masih tetap menahan ghoul itu di tanah. Firasat Sasuke menyuruhnya untuk segera menarik Naruto pergi dari situ, tapi sebelum ia sempat melakukan apapun, Naruto sudah lebih dulu mencengkram wajah ghoul itu, dan dengan satu tekanan kuat, kepala ghoul pecah dengan bunyi memuakkan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke, terbelalak kaget.
Naruto bangkit berdiri, mengusap wajahnya yang kena cipratan darah dengan lengan bajunya. "Ia awalnya sudah mati, Sasuke. Ia hanya mayat hidup."
Sasuke masih memandang Naruto, tak mengerti.
Naruto balas menatap Sasuke. "Ia sudah membunuh orang."
"Aku juga sudah membunuh banyak orang," sergah Sasuke.
Naruto tidak langsung menanggapi itu. Ia memandang Sasuke dalam diam, merengkuh leher Sasuke dengan dengan tangannya yang bersih dari darah ghoul dan mengusapkan ibu jarinya di sepanjang garis rahang Sasuke. "Kau lain," ujarnya.
Sasuke masih memandang Naruto dengan ekspresi tak percaya, tapi Naruto tersenyum padanya. "Ayo," ujarnya, "ada jejak yang harus kita ikuti."
Sasuke masih bergeming di tempatnya selama beberapa saat, tapi kemudian ia mengikuti Naruto.
-tbc-
Saya nulis apa 8'D Maap yak orz
