LOVE ME FOREVER
...
a HAEHYUK Fanfiction
.
.
.
Donghae X Eunhyuk
Super Junior members
and other cast
.
.
.
Boys Love / Yaoi , Romance , Hurt/ Comport,
Typo(?) bergentayangan, DLDR
.
.
.
DochiDochi present
.
.
Enjoy~~
.
.
Hahhh...'
Ini sudah kesekian kalinya Hyukjae menghela nafasnya. Entah berapa kebahagiannya yang telah berkurang hari ini. Tak ada kegiatan yang Eunhyuk lakukan, jadwalnya kosong seharian ini. Hanya bergulang- guling diatas kasur sempitnya sehingga mengakibatkannya menjadi tak berbentuk. Bibirnya plumnya memberengut sebal jika mengingat hanya dirinya dan Leeteuk yang memiliki jadwal kosong saat ini. Sebenarya Donghae juga kosong hari ini, tapi pagi tadi bahkan ketika Hyukjae belum sepenuhnya membuka mata Donghae berkata bahwa Donghwa menghubunginya dan menyuruhnya datang ke kafe. Hyukjae berpikir apakah terjadi masalah dikafe sehingga Hyung dari kekasihnya itu berkali- kali menyuruhnya datang kekafe.
Dan bibir ranumnya semakin mencuat kedepan manakala mengingat bahwa Leeteuk akan lebih memilih menghabiskan waktu senggangnya untuk tidur. Dan itu berarti monyet manis dengan kelebihan semangat ini akan mati bosan seharian ini. Tsk. Ironis.
Namun tak lama kemudian senyum manis telah bertengger diatas bibir plumnya.
"Bagaimana kalau aku menyusul Hae saja ke kafe, dia pasti senang" Senyumnya semakin lebar bahkan teramat lebar.
"Lagipula sudah lama aku tak bertemu Eomonim dan Donghwa Hyung"
Dengan kelewat semangat Hyukjae meloncat dari ranjangnya menuju lemari untuk mengganti pakaiannya.
Hyukjae baru saja hendak menyentuh handle pintu saat sebuah suara menginterupsinya.
Namja manis itu merogoh saku jaketnya, mengambil ponsel miliknya yang ia kira tengah berdendang sedari tadi. Namun layar ponselnya tetap hitam dan diam saja. Lalu, suara itu berasal dari mana ? Tapi, rasa- rasanya ia kenal dengan nada dering ini. Benar, memang bukan miliknya tapi milik... Donghae.
Malam tadi Donghae memang tidur disini dan sepertinya kekasihnya itu melupakan ponselnya.
Hyukjae menyusuri meja nakas dan ranjangnya, mencari asal suara hingga akhirnya mendapati ponsel Donghae berada dibawah bantal dengan layar yang terus berkedap- kedip.
Dengan tidak sabaran, Hyukjae mengambilnya dan melihat siapa gerangan si penelepon. Alis namja itu bertaut melihat ID yang tertera.
"Yul ? Sepertinya aku pernah dengar, tapi siapa ?"
Hyukjae hendak menerima panggilan itu saat tiba- tiba panggilannya terhenti.
Semakin heran saat melihat history panggilan pada ponsel Donghae yang sebagian besar adalah nama 'Yul' ,baik itu panggilan keluar ataupun masuk. Namanya pun hanya terselip beberapa diantara rentetan nama yang terdiri dari tiga huruf itu. Hyukjae baru menyadari jika belakangan ini Donghae memang jarang menghubunginya.
Sebenarnya Hyukjae amat penasaran, ingin melihat isi ponsel Donghae namun tak sampai hati jika harus mengusik privasi kekasihnya itu. Dengan menekan rasa penasarannya, Hyukjae melanjutkan langkahnya keluar kamar dengan ponsel Donghae dalam genggamannya. Mungkin ia akan mengembalikannya saat bertemu dikafe nanti.
Hyukjae semakin mempercepat langkahnya menuju parkiran di basement, setelah sebelumnya mengirim pesan pada Leeteuk bahwa dirinya akan keluar saat ini. Ah, Hyukjae terlalu malas hanya untuk sekedar naik kelantai dua belas untuk menemui leader Super Junior itu yang sudah dipastikan tengah bergelung didalam selimutnya.
Hyukjae tersenyum cerah, pemuda itu merasa tak sabar untuk segera tiba dikafe milik kekasihnya dan bertemu dengan eomma Donghae juga memakan beberapa porsi taco mungkin.
.
.
.
Hyukjae mengendarai mobilnya tak tentu arah. Niatnya untuk memberikan kejutan bagi sang kekasih tak terlaksana, justru ialah yang dibuat terkejut sekarang.
"Kau tak bersama Donghae? Apa dia sedang ada jadwal?"
Suara Donghwa masih terngiang dikepalanya. Bukankah Donghae berkata bahwa Donghwa yang menyuruhnya datang. Lantas kenapa justru Donghwa menanyakan keberadaannya ?
Lalu, kemana Donghae?
Kenapa Donghae berbohong padanya ?
Dikepalanya kini penuh dengan berbagai pertanyaan.
Hyukjae hanya bisa menghela nafas berat.
'Apa lagi ini' Batinnya.
Memikirkannya membuat kepala Hyukjae serasa berdenyut. Dan kembali ke dorm pun tak akan memperbaiki moodnya. Sehingga Hyukjae memutuskan untuk memutar kemudi mobilnya menuju SM Buillding. Membahas koreografi untuk album baru mereka bersama sang pelatih mungkin bisa membuat moodnya membaik.
.
Ssmbari bersenandung kecil, Hyukjae melangkahkan kakinya menyusuri koridor gedung agency-nya tersebut. Sesekali membalas sapaan para staf atau rekan satu management yang kebetulan berpapasan dengannya.
"Eunhyuk oppa~" Seorang yeoja cantik berambut pirang menyapanya, membuahkan sebuah senyum ceria diwajah Hyukjae.
"Hyo, sedang apa disini ?"
"Aku mencari Yuri, tapi aku tak menemukannya sedari tadi. Oppa sendiri sedang apa disini ?"
Hyukjae merasakan sebuah perasaan aneh saat Hyoyeon menyebut nama Yuri namun pemuda skinny itu tetap memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
"Ah, aku ingin menemui pelatih"
"Kau sendirian ? Dimana Donghae Oppa ?"
Kenapa Hyukjae merasa banyak sekali yang menanyakan Donghae hari ini. Apa terlihat aneh jika dirinya tak bersama Donghae ?
"Donghae... dia- ada syuting hari ini"
Hyukjae bukanlah orang yang pandai berbohong. Kata- katanya akan tersendat saat namja manis itu berbicara.
"Baiklah Hyonnie, aku harus segera menemui pelatih. Kau hati- hati dijalan, jangan mengendarai mobil terlalu cepat "
Hyukjae menepuk pelan pucuk kepala gadis berambut pirang itu yang membuat empunya tersipu malu diperlakukan seperti itu. Hyukjae memang sungguh perhatian, innernya.
"Ah, satu lagi, pakailah insole agar kau terlihat sedikit lebih tinggi, sepertinya kau bertambah pendek"
"YA! Kenapa kau menyinggung soal tinggi badanku ? YA, OPPA KEMBALI KAU ! AKAN KU JAMBAK RAMBUT KAKEK TUAMJ ITU !
Hyoyeon bersungut kesal karna Hyukjae meledeknya. Seingatnya baru beberapa detik yang lalu ia memuji namja itu tapi kini ia harus menarik lagi pujiannya karna Hyukjae meledek tinggi badannya. Dan kekesalannya semakin bertambah saat member Super Junior itu langsung berlari meninggalkannya sambil memeletkan lidah kearahnya.
"Menyebalkan ! Aishh !"
Geram Hyoyeon tertahan.
Namun tak berlangsung lama karna yeoja cantik itu kini justru memandang punggung Hyukjae yang semakin menjauh dengan sorot mata yang sulit dipahami.
.
Hyukjae melangkah sambil bersiul pelan. Moodnya sedikit membaik setelah bertemu dengan Hyoyeon dan ia berhasil menggoda gadis itu tadi. Dari dulu, bercanda dengan salah satu member Younique Unit itu memang menyenangkan menurutnya.
Hyukjae terus menyusuri koridor gedung itu untuk mencari sang pelatih yang mungkin tengah berada diruang koreografi saat ini. Hyukjae terlalu malas untuk bertanya.
Pemuda manis itu tersenyum kecil melihat pintu besar yang berada tepat beberapa meter didepannya yang bertuliskan 'Dance Room' dibagian depannya. Hyukjae mempercepat langkahnya untuk memasuki ruangan tersebut. Didorongnya pelan pintu besar itu. Namun baru selangkah Hyukjae memasuki ruangan penuh kaca tersebut langkahnya tiba-tiba terhenti, tubuhnya menegang dengan degup jantung yang seolah berhenti. Senyum yang tadi menghiasi wajah manisnya pun hilang seketika. Disana, beberapa meter didepannya, orang yang sedari tadi menyita pikirannya-sang kekasih- tengah memerangkap tubuh seorang yeoja yang Hyukjae yakin betul adalah hoobae mereka dan juga adalah gadis yang sama yang telah beberapa kali ia lihat bersama kekasihnya. Terhimpit diantara tubuh tegap namjanya dan dinding. Mereka tengah...berciuman.
Hyukjae menatap apa yang mereka lakukan dengan nanar.
Jadi inilah jawaban atas semua pertanyaannya selama ini. Dan mungkin inilah alasan Donghae berubah belakangan ini.
Kekasihnya... Donghaenya telah berpaling.
Seharusnya ia pergi dari sini, tapi kedua kakinya seolah terpaku pada lantai bahkan genggaman pada ponsel Donghae yang hendak ia kembalikan tanpa terasa seketika terlepas, mengakibatkan benda tersebut jatuh menyentuh lantai sehingga menimbulkan suara yang sukses membuat kedua manusia yang tengah asyik barcumbu tersebut menoleh kearahnya. Keduanya tampak sangat terkejut dengan kehadiran Hyukjae terutama sang namja-Donghae-.
Ditengah sesak yang kian menghimpit dadanya, sebuah senyum palsu berusaha Hyukjae berikan.
"Maafkan aku, tadi aku bermaksud menemui pelatih" . Ucapnya mencoba mempertahankan suaranya agar tidak bergetar.
"Hyuk,aku-
Donghae mencoba bersuara.
"Silahkan lanjutkan lagi kegiatan kalian,maaf telah mengganggu. Aku permisi".
Sedikit membungkukan tubuhnya masih dengan senyum palsu namun kini onyx sekelam malam itu tampak berkabut.
Hyukjae perlahan memundurkan langkahnya kemudian berbalik dan melangkah meninggalkan dua manusua yang kini hanya bisa mematung. Bunyi pintu yang tertutup kasar seolah menyadarkan Donghae dari keterkejutannya. Pemuda itu menghempaskan tangan yeoja yang mencengkram lengannya saat dia hendak mengejar Hyukjae. Tak memperdulikan yeoja tersebut yang terus berteriak memanggilnya.
Donghae terus berlari menyusur lorong gedung Manajemen tempatnya bernaung,berusaha mencari sang kekasih namun nihil,Donghae seolah kehilangan jejak kekasihnya itu.
"Sial...!" Umpatnya kasar.
.
Berlari dan terus berlari, hanya itulah yang Hyukjae lakukan. Air mata tak kunjung berhenti meleleh. Terus dan terus membasahi pipi pucatnya.
Hyukjae tak peduli dimana ia sekarang.
Bahkan ia tidak peduli apakah orang akan mengenalinya sebagai Eunhyuk Super Junior atau tidak nantinya. Terus berlari bahkan hingga kedua kakinya terasa lumpuh. Hingga akhirnya ia tak mampu bahkan untuk sekedar berdiri. Hyukjae jatuh bersimpuh. Biarkanlah orang-orang memandangnya aneh. Disaat orang lain mempercepat langkahnya untuk mengindari hujan yang sebentar lagi akan turun. Dirinya malah duduk ditepian jalan. Menunggu air hujan yang perlahan jatuh kebumi dan mengguyur tubuhnya. Hyukjae tersenyum getir. Bahkan langit pun seolah ikut menangis.
Hyukjae menengadahkan wajahnya menghadap langit mendung. Matanya terpejam membiarkan air hujan membasahi wajah pucatnya. Seolah hujan ini mampu membawa pergi segala sakit yang dirasakannya.
'Beginikah akhirnya Tuhan?'
.
.
.
BRAAK
Suara pintu yang terbuka dengan kasar sukses mengagetkan beberapa orang yang tengah berada diruang tengah dorm Super Junior. Bahkan Heebum yang tengah bergelung manja dipangkuan Heechul pun terlonjak kaget.
"YA ! Lee Donghae,apa masalahmu ?!"
Geram Heechul menatap tajam Donghae yang sama sekali tidak memperdulikannya dan langsung melesat menuju satu kamar disudut ruangan. Kamar Hyukjae.
Sepi.
Bahkan lampunya pun belum dinyalakan.
'Apa Hyukkie belum pulang ?' Batinnya.
Dilangkahkan kakinya kembali keruang tengah dimana para member menatapnya heran.
"Apa Hyukkie belum pulang?" Tanyanya entah ditujukan pada siapa.
"Bukankah Hyukkie menyusulmu ke kafe, apa kau tidak berjumpa dengannya?"
Bukannya menjawab Leeteuk malah balik melontarkan pertanyaan.
Donghae tersentak, Hyukjae menyusulnya?
Berarti Hyukjae tahu bahwa dirinya berbohong tentang dirinya yang mengatakan bahwa Donghwa menyuruhnya datang ke kafe.
'Arrghh... Pabboya Lee Donghae' rutuknya dalam hati.
Kau memang bodoh Lee Donghae. Bahkan kenyataan Hyukjae menangkap basah dirimu yang tengah berciuman panas dengan seorang gadis jauh lebih menyakitkan daripada semua kebohongan yang kau ciptakan.
Donghae mengusap wajahnya kasar.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun pemuda tampan itu berbalik hendak melangkah menuju pintu keluar namun baru selangkah dia berjalan sosok yang sedari tadi dicarinya seperti orang gila tengah berdiri di depannya dengan keadaan yang bisa dikatakan tidak baik baik saja. Seluruh tubuh Hyukjae basah kuyup, wajahnya tampak sangat pucat dan kedua matanya terlihat sembab.
Melihat sang kekasih ada dihadapannya kontan saja Donghae menerjang tubuh itu, memeluknya erat.
"Kau kemana saja baby? Aku mencarimu kemana-mana, aku sangat menghawatirkanmu kau tahu"
Hyukjae masih berdiam mematung tak berniat membalas pelukan Donghae.
Merasa kekasihnya tak bergeming, Donghae melonggarkan pelukannya.
"Hyuk, aku bisa menjelaskan semuanya".
Dan dengan kasar Hyukjae menepis tangan Donghae yang berusaha menyentuh wajahnya. Seluruh pasang mata disana menatap terkejut dengan tindakan Hyukjae, terutama Donghae. Pasalnya tak pernah sekalipun Hyukjae bertindak kasar seperti itu.
"Baby-
"Kurasa tidak ada yang perlu kau jelaskan Donghae-ssi" Ucap Hyukjae datar.
Lagi-lagi Donghae tersentak bahkan seluruh pasang mata menatapnya heran. Hyukjae memanggil namanya lengkap bahkan dengan sufiks formal dibelakangnya.
"Kumohon baby,dengarkan aku dulu"
"Dan tidak ada alasan bagimu untuk terus memanggilku seperti itu, Lee Donghae"
Donghae memelas berusaha menggapai tangannya namun Hyukjae tak peduli,namja manis itu lebih memilih melangkah menuju kamarnya.
"Hyuk-
"Hyukkie..."
Donghae mengusap wajahnya kasar. Hyukjae tak memperdulikannya.
"Kenapa kau begitu egois, Lee Hyukjae?!"
Hingga akhirnya pemuda itu berseru dengan intonasi suara yang sedikit meninggi.
Hyukjae terkejut, terdiam kaku. Begitupun dengan semua orang yang ada diruangan tersebut. Heechul yang terlihat berniat membuka suara mengurungkan niatnya saat Leeteuk yang duduk disebelahnya menahan bahu namja cantik itu.
Hyukjae membalikan badannya, menatap datar pada Donghae yang balik menatapnya tajam.
"Egois..?" Hyukjae berdecih.
"Siapa yang kau sebut egois, Donghae-ssi? Aku?"
Senyuman sinis terlukis dibibir pucat itu.
"Aku bahkan rela berkali-kali mengorbankan hati dan perasaanku untuk kau sakiti, aku selalu mencoba melakukan yang terbaik agar kau hanya melihatku saja"
Mati-matian Hyukjae menahan suaranya agar tidak bergetar dikarenakan menahan gejolak didalam dadanya. Coba kau bayangkan apa yang kau rasakan bila kekasih yang kau cintai sepenuh hati dengan mudahnya menyakiti hati dan perasaanmu dengan berkencan dengan orang lain yang parahnya lagi bukan hanya sekali ia melakukannya.
Sakit.
Itulah yang Hyukjae rasakan.
"Kau sebut aku egois disaat kaulah yang dengan mudahnya menghianatiku. Tak pernahkah sedikitpun kau memikirkan bagaimana perasaanku ?"
Lima pasang mata yang memperhatikan sepasang kekasih itu pun hanya bisa diam memperhatikan. Dikarenakan merasa bukan kapasitas mereka untuk ikut campur. Bahkan Heechul yang terkenal ceplas ceplos dan seenaknya pun tak berusaha untuk ikut campur.
Donghae terdiam tak tahu harus berkata apa. Semua yang Hyukjae katakan benar adanya bukan. Dia memang mencintai Hyukjae tapi dia tidak bisa pungkiri bahwa dirinya akan mudah tergoda,bersenang-senang,berkencan dengan wanita dan yang berujung pada dirinya yang menyakiti Hyukjae.
"Kau anggap apa aku ini Donghae-ssi,bahkan aku bisa dengan mudahnya memaafkanmu saat kau berkencan dibelakangku dengan para yeoja itu. Jessica, Yoona, Sandara, Jaekyung.
Aku selalu coba menerima dan memaafkanmu. Kau masih menyebutku egois ?"
Nada suara Hyukjae meninggi.
Kangin mulai geram,sepertinya mereka semua telah mengerti apa penyebab semua pertengkaran ini.
"Dan sekarang kau memulainya lagi dengan Yuri,katakan apa yang seharusnya kulakukan ! Sebenarnya apa arti diriku untukmu?
Jawab aku Donghae-ssi... JAWAB AKU..!"
PLAAK
Sebuah tamparan keras Hyukjae dapatkan. Satu sisi pipinya terasa panas dan sakit. Tapi tetap tak sepadan bila dibandingkan dengan sakit dihatinya. Setetes liquid bening dengan mudahnya lolos dari onyx sekelam malam itu. Sedang sang pelaku hanya terdiam sambil menatap tangannya sendiri yang telah dengan begitu mudahnya menyakiti kekasihnya.
Keempat pasang mata yang sedari tadi memperhatikan dalam diam pun terbelalak. Bahkan Ryeowook yang memang mudah menangis kini tengah menahan isakan, menutup mulut dengan telapak tangannya.
"Hyuk-.. baby-.. aku-
Donghae tercekat. Merutuki kebodohannya sendiri yang dengan mudahnya melukai kekasihnya.
Hyukjae mengangkat wajahnya menatap lurus kearah obsidan sendu milik Donghae.
Pria manis itu tersenyum miris.
Donghae memang sering mempermainkan dan menyakiti perasaannya tapi ini kali pertama Donghae menyakiti fisiknya. Donghaenya memang benar-benar telah berubah.
Kenyataan pahit yang harus didapatnya.
"Terima Kasih Donghae-ssi,Terima kasih untuk semuanya"
Masih dengan tersenyum miris Hyukjae berujar lirih, disertai lelehan air suci yang terus meluncur dari kedua onyx kelamnya. Melangkah mundur meninggalkan Donghae dengan segala keterpakuannya. Melangkah secepat yang ia bisa, walaupun kakinya serasa kaku. Tak lagi memperdulikan apapun bahkan kala tubuh ringkihnya menabrak tubuh tegap Siwon yang berpapasan dengannya dipintu masuk.
"Hyung.."
Siwon menyapanya, namun tak diperdulikan oleh Hyukjae yang terus berlari. Visual Super Junior itu tersentak kaget saat dilihatnya pipi mulus Hyukjae basah oleh air mata.
"Eunhyuk Hyung"
Kembali Siwon berujar namun Hyukjae sudah terlihat memasuki lift.
Dengan rasa penasaran Siwon memasuki dorm dan semakin dibuat bingung dengan keadaan didalam dorm.
"Tadi aku berpapasan dengan Eunhyuk Hyung tapi sepertinya dia menangis"
Mencoba menyalurkan rasa penasarannya Siwon mencoba bertanya namun sepertinya tak ada yang berniat memberikan jawaban atas pertanyaanya. Namja berperawakan tinggi itu bertambah heran kala melihat Ryeowook yang juga tengah menangis. Sebenarnya apa yang terjadi, tak adakah yang mau memberitahunya? Monolognya dalam hati. Hingga Pandangannya sampai pada seorang namja yang berdiri ditengah ruangan dan bisa dikatakan orang itu pun tidak dalam keadaan baik- baik saja.
Baiklah, sekarang Siwon mengerti apa ysng tengah terjadi.
"Apa yang terjadi Hae-ah?"
Suara Leeteuk terdengar memecah keheningan.
"Memang apalagi Jungsoo-ah, pasti ikan bodoh ini kembali membuat ulah"
Mulut pedas Heechul membuat Donghae mengangkat wajahnya.
"Diamlah Hyung" ujarnya datar.
"Bukankah benar, Eunhyuk tak akan seperti itu kalau bukan karna kebodohanmu"
Kembali Cinderella galak itu berujar dengan gamblangnya membuat Donghae tersulut emosi.
"KUBILANG DIAM, KAU BAHKAN TAK MENGERTI APAPUN JADI BERHENTILAH MENYUDUTKANKU!"
Teriaknya dengan emosi yang membuncah.
BUAGH
Donghae tersungkur. Satu bogem mentah dilayangkan kesudut rahangnya. Bukan Heechul pelakunya melainkan Kim YoungWoon. Kangin.
Nafas pria bongsor itu memburu menahan emosi yang seketika meluap.
"BODOH!" Umpatnya kasar.
"Tak tahu apa-apa kau bilang?
Coba kau bercermin siapa sebenarnya disini yang tak tahu apa-apa. Kau tahu, bahkan aku dan Heechul hyung sering memergoki Eunhyuk tengah menangis sendirian dikamarnya " Ungkapnya masih dengan emosi ditandai dengan nada tinggi disuaranya.
"Tenanglah Kanginie~"
Leeteuk memcoba menenangkan dengan mengusap bahu sang Racoon yang terkenal bertemprament tinggi itu dengan lembut.
"Biarkan saja Jungsoo-ah,biarkan si Bodoh itu menyadari kesalahannya"
Heechul berkata datar namun dengan sebuah seringaian terpatri dibibirnya kemudian melenggang pergi begitu saja. Sedikit kesal karna niatnya memberi tinju kewajah ikan Donghae kalah cepat dari Kangin.
Donghae sendiri masih sibuk mencerna ucapan Kangin barusan.
Hyukkienya menangis ?
Apa Hyukjae telah mengetahui hubunganya dengan Yuri bahkan sebelum Hyukjae memergokinya tadi ?
Ya Tuhan, betapa berdosanya dirimu Lee Donghae.
"Kau tak apa-apa Hyung?"
Ryeowook mencoba membantu Donghae berdiri namun uluran tangannya ditepis oleh Hyungnya tersebut.
Donghae lantas beranjak pergi dengan sebelumnya membanting pintu dengan sangat keras. Menyisakan empat orang yang berada disana dengan pikiran mereka masing-masing. Walaupun tak mendapat jawaban dari Donghae, setidakya mereka sudah mengerti masalah sepasang kekasih itu secara garis besar.
.
.
.
Hyukjae menatap kosong hamparan tenang aliran sungai didepannya. Air matanya masih mengalir namun kini tanpa isakan sebagai pengiringnya. Hyukjae menangis dalam diam. Namja manis itu memeluk lutut yang tertekuk didepan dadanya. Mengikuti langkah kaki yang membawanya tanpa sadar Hyukjae sampai ketempat ini. Tempat dimana ia dan Donghae menyambut matahari pertama tahun ini. Dimana mereka saling membagi kehangatan ditengah dinginnya salju kala itu.
Sekarang dia kembali kesini namun tanpa Donghae disisinya. Dadanya kembali berdenyut nyeri. Selalu seperti ini, kenapa dirinya yang selalu menjadi pihak yang tersakiti dalam hubungannya dengan Donghae. Hyukjae merasa lelah. Sangat lelah. Tapi haruskah hubungan yang selalu ia coba pertahankan selama bertahun- tahun ini berakhir disini.
Masih terus memflasback kenangan manis bersama kekasihnya atau mungkin sekarang mantan kekasih, entahlah.
Hyukjae tak menyadari seorang namja yang sedari tadi terus memperhatikannya dari posisi beberapa meter dibelakangnya.
Namja berpostur tinggi kekar itu perlahan menghampirinya, memperhatikan Hyukjae sekali lagi. Meyakinkan dirinya kalau-kalau dia salah orang.
"Hyukkie Hyung"
Suara bassnya menyerukan nama Hyukjae.
Merasa ada yang memanngilnya, Hyukjae menoleh ke asal suara dan mendapati seorang namja tinggi besar tengah tersenyum kearahnya.
"Chanana?"
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Chap 2 dataaaang...
Maaf untuk typo yang tidak terhitung dan jalan cerita yang mulai ngawur.
Makasiiiiiiiihh buat yang udah review dichap kemarin #popposatusatu
Cuma sekedar ngingetin, kalau ini hanyalah sebuah cerita fiksi yang belum tentu terjadi didunia nyata. Jadi maaf bagi yang kurang berkenan dengan cast dan cerita yang saya buat.
at last, makasih yang udah mau baca ^_^
~DoChiDoChi~
