LOVE ME FOREVER
...
a HAEHYUK Fanfiction
.
.
.
Donghae X Eunhyuk
Super Junior members
and other cast
.
.
.
Boys Love / Yaoi , Romance , Hurt/ Comport, Sinetron/?
Typo(s) bergentayangan, DLDR
.
.
.
DochiDochi present
.
.
Enjoy~~
.
.
"Chanana?"
"Aigooo... ternyata benar ini kau Hyung" Chansung atau namja yang dipanggil Chanana itu berseru gembira, dengan semangatnya menerjang tubuh kecil Hyukjae yang seolah tenggelam dalam dekapannya. Bahkan kelewat semangat hingga Hyukjae hampir terjengkang kebelakang karenanya.
"YA... Lhep... Hassh... se.. sakk"
Hyukjae berontak dalam dekapan Chansung, pasalnya Chansung memeluknya dengan 'sepenuh hati' atau dalam artian Hyukjae sekuat tenaga, sampai-sampai Hyukjae sulit bernafas.
Chansung segera melepaskan pelukannya yang nyaris meremukan tubuh kurus Hyukjae.
"YA.. Hwang Chansung ! Kau ingin membunuhku, eoh ?" Sembur Hyukjae.
Chansung hanya mengusap tengkuknya. Sedikit merasa bersalah melihat wajah Hyukjae yang memerah dan nafas terengah-engah akibat pelukan mautnya.
"Mianhe Hyung... aku hanya terlalu senang bertemu denganmu" Namja tampan itu memberikan cengiran lebarnya sebagai permintaan maaf.
Yang dibalas dengan jitakan ringan dikeningnya oleh Hyukjae yang membuatnya sedikit meringis.
"Apa yang lakukan disini, Hyung?"
Chansung bertanya seraya mendudukab dirinya disamping Hyukjae.
"Tidak ada. Hanya mengisi waktu luang, kau sendiri ?"
"Sama, aku juga hanya berjalan-jalan"
Tampaknya namja berkulit tan ini belum menyadari bahwa pakaian yang dikenakan Hyukjae dalam keadaan basah.
Sore itu mereka habiskan dengan berbincang berbagai hal mulai dari album mereka, restoran favorit sampai tentang hewan peliharaan mereka.
.
Dan disinilah Hyukjae sekarang, terdampar diapartmen pribadi milik Chansung. Sebenarnya tidak bisa dibilang terdampar dikarenakan Hyukjae sendirilah yang terus merengek ingin ikut dengannya.
Dengan mengeluarkan jurus tatapan memelas seperti anak anjing yang dibuang pemiliknya Mata bulat lucu yang berkaca-kaca dan bibir merah merekah yang bergetar, siapa yang sanggup menolak ?
Bahkan seorang Hwang Chansung yang terkenal cuek pun dapat bertekuk lutut dibuatnya. Sungguh pesona Lee Hyukjae dapat mengalihkan dunia siapapun.
Awalnya Chansung membawa Hyukjae ke dorm 2PM tapi baru sebentar disana Hyukjae sudah merengek lagi meminta untuk pergi dengan alasan mereka-member 2PM terlalu berisik.
Saat Chansung hendak mengantarkannya kembali ke dorm SJ, Hyukjae menolak. Akhirnya Chansung membawanya kesini, karna lagi-lagi Hyukjae mengeluarkan jurus andalannya. Ughh... rasannya Chansung ingin menelan Hyukjae bulat-bulat saking gemasnya.
Ehh...?
"Kau pakailah pakaianku yang ada dilemari sana itu, aku akan memasakan makanan untukmu" Chansung menunjuk lemari besar disudut ruang kamarnya menggunakan dagunya. Rupanya magnae 2PM itu baru menyadari keadaan Hyukjae yang bisa dibilang tidak baik- baik saja ketika bibir namja manis itu yang kian memutih. Hyukjae sendiri hanya menganggukan kepala yang terasa pening dan berjalan gontai menuju kamar mandi.
Hyukjae membaringkan tubuh lelahnya diatas kasur empuk milik Chansung. Dance machine Super Junior itu merasakan kepalanya amat berat. Bagaimana tidak, jika dirinya berada dalam guyuran hujan selama beberapa waktu dan menggunakan pakaian basah selama berjam- jam. Rasanya godaan untuk bergelung dikasur empuk dengan selimut tebal tak mungkin ia abaikan begitu saja. Masa bodo dengan Chansung yang akan meneriakinya untuk makan nanti dan masa bodo juga dengan... Donghae. Tersangka utama yang membuatnya merasakan semua ini. Hyukjae hanya ingin tidur. Titik
.
.
.
Donghae memandang pias pintu didepannya. Kemudian membukanya perlahan. Hanya untuk mendapati keheningan dan pekatnya gelap. Sudah beberapa hari kamar itu kosong. Tak ada lagi sapaan ceria sang pemilik kamar. Tak ada lagi senyuman hangat Hyukjae yang menyambutnya. Pemuda itu tersenyum miris. Berharap Hyukjae ada dihadapannya saat ini namun kekosongan ini kembali menamparnya.
Direbahkan dirinya diranjang kecil Hyukjae. Tangannya bergerak meraba permukaan tempat tidur tersebut. Kedua bola mata sendu itu terpejam seolah meresapi keheningan yang menyelimutinya. Gerakan tangannya terhenti saat mendapati sebuah benda lembut disisi kiri tubuhnya yang terbaring. Sebuah boneka berbentuk ikan berwarna orange yang ia ingat betul adalah pemberian Hyukjae beberapa tahun lalu saat dirinya tengah terbaring sakit.
Donghae lupa kapan terakhir kali ia melihat boneka itu. Kembali pemuda tampan itu merutuki kebodohannya sendiri.
Diraihnya boneka tersebut dan sedikit menekannya dibagian tegah benda itu.
Saranghae Hae-ah...
Saranghae Hae-ah...
Saranghae Hae-ah...
Suara Hyukjae mengalun lembut dari dalam boneka nemo yang digenggamnya. Membuat sesak dadanya tiba- tiba. Membawa benda lembut itu dalam rengkuhannya, seolah Hyukjaelah yang tengah ia rengkuh. Dengan mata yang kembali terpejam seraya menghirup dalam- dalam aroma yang tertinggal diboneka itu. Aroma Hyukjae.
"Aku merindukanmu"
Air matanya lolos. Donghae merindukannya. Merindukan Hyukjae. Merindukan Hyukkienya.
Yang kini tak ia ketahui dimana keberadaannya.
Segala penyesalannya membuat Donghae terhanyut dalam kerinduan, bahkan deritan pintu kamar yang terbuka dan menampilkan sosok Leeteuk dibaliknya pun tak dapat mengalihkannya.
"Hae-ah"
Telinganya jelas mendengar panggilan pelan tersebut namun rasanya Donghae sangat enggan walaupun hanya sekedar untuk membuka matanya.
Bahkan hingga Leeteuk duduk ditepian tempat tidur pun Donghae tetap tak bergeming.
Leader berjuluk malaikat itu menatap miris pemuda yang telah ia anggap adik kandungnya itu. Leeteuk mengusap lembut helaian rambut Donghae yang terlihat begitu berantakan.
"Kau pulang larut lagi. Apa kau sudah makan malam, Hae-ah ?" Donghae masih tak bergeming. Leeteuk hanya bisa menghela nafas pelan.
"Hyung tahu kau merasa sedih Hae-ah, tapi Hyung mohon jangan seperti ini. Kau bukan seperti Donghae yang Hyung kenal"
Ujarnya pelan namun Donghae masih betah pada posisinya.
"Baiklah, Hyung ada dikamar jika kau membutuhkan sesuatu. Dan Hyung mohon jangan terlalu memaksakan dirimu, Hae-ah"
Merasa sia- sia berbicara dengan Donghae yang bahkan tak mau membuka matanya, Leeteuk memutuskan untuk keluar, namun suara Donghae yang terdengar begitu lirih menghentikan langkahnya.
"Aku merindukannya, Hyung"
Leeteuk berbalik dan segera merengkuh tubuh tegap Donghae yang kini terlihat begitu rapuh itu erat.
"Aku sangat merindukannya" Racauan lirih itu kembali terdengar membuat Leeteuk mengeratkan pelukannya.
"Hyung tahu Hae-ah, Hyung tahu"
Leeteuk berusaha keras menahan air matanya agar tak menangis dihadapan Donghae yang kini tengah terisak didadanya.
Tak pernah Leeteuk melihat Donghae sehancur ini selain saat mendiang ayahnya pergi meninggalkannya beberapa tahun lalu.
Ia dan juga semua member Super Junior pun meresakan hal yang sama. Khawatir dan takut karena Hyukjae yang tiba- tiba menghilang. Bahkan namja yang sempat menggantikannya sebagai Leader selama dirinya wamil itu pun memutuskan untuk mengambil cuti untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Begitulah yang ia dengar dari sang manager dan pihak management. Bukankah itu sama saja dengan vakum. Sungguh Leeteuk tidak siap jika harus sekali lagi kehilangan dongsaengnya dengan jalan seperti ini. Demi Tuhan, Leeteuk dilanda kekalutan kini.
Tiga pasang mata memperhatikan mereka dari balik celah pintu yang sedikit terbuka dengan ekspresi masing- masing.
"Ingatkan aku untuk memberi ikan itu tinjuku sekali lagi karena telah seenaknya memonopoli Teukieku" Sangat jelas siapa yang tengah bersungut kesal barusan. Kangin berjalan menuju ruang tengah sambil mengeram tertahan.
Dua yang lainnya hanya memutar bola mata mereka malas.
"Kau yakin akan membiarkan Donghae seperti itu, Hyung ?"
"Tentu saja. Memangnya kau berharap aku akan memberitahukan ikan brengsek itu dimana Eunhyuk berada ? Cih... mimpi saja kau Kim Kyuhyun" Orang yang dipanggil 'Hyung' oleh Kyuhyun itu berdecih.
"Seharusnya kau berkata seperti itu padanya, bukan kepadaku. Kau kira aku yang membuat Hyukhyuk menghilang"
"Yang bertanya tadi itu 'kan kau, jelek !" Ucapnya sebal sembari menjitak kening Kyuhyun cukup keras membuat Kyuhyun meringis.
"Tapi 'kan kau tidak perlu memukulku juga, Heechul Hyung... Aishh.. jidat seksiku~.." Heechul tak memperdulikan Kyuhyun yang terdengar seperti merajuk sambil mengusap keningnya yang memerah. Namja cantik itu kemudian melenggang menuju ruang tengah yang diikuti pula oleh Kyuhyun yang terlihat tengah mencebikan bibirnya.
"Lagipula aku tidak percaya kau tahu dimana Hyukhyuk berada sekarang" Ucapan Kyuhyun sukses membuat Heechul mendelikan matanya tajam kearah sang magnae. Kyuhyun satu tipe dengannya yang bisa menjebak lawan bicaranya dengan kata- kata yang menyudutkan. Dan pernyataan Kyuhyun barusan jelas menjebaknya. Heechul menjaga mulut pedasnya agar tidak kelepasan bicara.
"Kau berniat menjebakku, bocah. Tapi maaf, kau butuh seratus tahun lagi untuk menyamai levelku" Dengan sebuah senyum miring mengerikan, Heechul beranjak dari posisinya menuju pintu keluar. Merasa puas karna Kyuhyun tak berhasil menjebaknya.
"YA! Dasar nenek sihir !
Kyuhyun mengumpat karena jebakannya untuk membuat Heechul membuka mulutnya tak berhasil. Yang tentunya dapat didengar oleh Heechul yang masih berada dipintu keluar.
DUGHH
Dan sebuah sandal rumah bergambar naga sukses mendarat tepat diatas hidung mancung sang magnae.
"IBLIS BETINA SIALAAAN !"
Dibalik pintu Heechul terdiam sejenak. Berharap keputusan yang diambilnya adalah sesuatu yang benar. Bukannya Heechul tidak kasihan pada Donghae, hanya saja lelaki cantik itu ingin agar Donghae merasakan yang namanya sebuah kesakitan dan penyesalan. Dengan begitu ia berharap agar Donghae tak lagi mempermainkan perasaan Hyukjae seperti yang sering namja itu lakukan sebelumnya.
Dan juga, Heechul hanya ingin memberikan waktu untuk Hyukjae menenangkan hati dan pikirannya. Sungguh Heechul tahu betul bagaimana perasaan Hyukjae saat ini. Karena ia pun pernah merasakannya, walaupun berbeda kasus.
Heechul melangkah tergesa menuju ruang dance. Namja cantik itu meletakan ponselnya yang sedang dicharge di salah satu sudut ruangan ruangan dan ia mengambilnya setelah latihan tadi yang membuatnya harus kembali lagi guna mengambilnya. Tapi belum sampai pada tujuannya, Heechul berpapasan dengan seseorang berpenampilan sangat aneh menurutnya, seperti tengah menyamar. Wajahnya tertutup dengan masker dan kaca mata hitam. Ia amati lekat- lekat orang yang berjalan dengan menundukan kepalanya, sangat familiar menurutnya. Dan namja berjuluk Cinderella itu hampir berteriak saat menyadari siapa sebenarnya orang aneh yang membuatnya penasaran. Postur tubuh orang itu tak bisa menipunya walaupun menggunakan penyamaran berlapis ganda. Namun suaranya terpaksa tertahan saat melihat kemana tujuan orang tersebut. Pemuda 31 tahun itu mengernyit saat orang itu terlihat memasuki ruangan yang ia ketahui adalah ruangan bos besar dari SMEnt. Karena disergqp rasa penasaran yang luar biasa, akhirnya Heechul memutuskan untuk membuntuti dan sedikit menguping dari balik pintu ruangan tersebut. Heechul janji hanyq sedikit. Mengintip dari balik celah pintu yang tak tertutup rapat. Rambut pirang Hyukjae terpampang jelas saat namja manis itu membuka topi dan semua perangkat penyamarannya. Disana juga ada manager pribadi Hyukjae, tampaknya ketiga orang itu akan membicarakan sesuatu yang penting. Heechul menajamkan pendengarannya. Mencerna tiap kata yang tertangkap indra pendengarnya. Namja berparas menyerupai wanita itu mengangkat sebelah sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian saat mendengar ucapan Hyukjae.
Heechul merasa cukup dengan penyelidikannya dan ia pun berniat beranjak dari tempat tersebut. Sudah dikatakan tadi bukan, jika ia hanya ingin menguping sedikit. Namun kehadiran Kyuhyun yang entah sejak kapan berada dibelakangnya membuatnya sedikit terlonjak kaget.
"Yak, setan bodoh !" umpatnya kasar.
"Apa yang kau lakukan disini, Hyung ? Kami menunggumu dari tadi tapi kau malah asyik menguping disini" Tak memperdulikan umpatan Heechul padanya, Kyuhyun justru memberondongnya dengan pertanyaan.
Heechul kembali menunjukan seringaiannya yang mengerikan-menurut Kyuhyun.
"Kau tidak akan percaya dengan apa yang baru saja kudengar, evil junior"
"Apa maksudmu, evil senior ?"
Sedikit jengah karena Heechul terus mengatainya 'evil' sedari tadi.
Heechul menarik Kyuhyun agar mengikuti langkahnya menjauh dari tempat mereka saat ini. Akan sangat tidak keren jika dirinya dan Kyuhyun tertangkap basah tengah menguping, walaupun sebenarnya hanya dirinyalah yang menguping.
.
.
.
Chansung menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal. Kemudian mengusap- ngusap telinganya dengan sayang yang seakan berdengung karna mendengarkan celotehan namja manis didepannya. Ternyata wajah manis tidak menjamin sifat seseorang juga sama manisnya. Pemuda itu baru menyadari jika Hyukjae sangatlah cerewet. Hyung manisnya itu terus saja memerintahnya ini itu sedari tadi.
"Chanana, belikan aku susu strawberry saat kau pulang nanti yaaa"
"Chanana, masakkan aku ramyun"
"Chanana, kenapa pisang ini tidak manis ? cepat belikan yang baru !"
"Chanana, ambilkan remot ituu~"
"Chanana, ambilkan aku handuk"
"Chanana, bla bla bla~~~~"
Tadinya Chansung berencana untuk tidur seharian. Tapi rencananya berkencan dengan kasur empuknya harus rela ia lewatkan begitu saja karna Hyukjae. Hancur sudah hari libur yang telah lama diidam- idamkanya.
Jika begini, Chansung merasa telah melakukan sebuah dosa besar dalam hidupnya karna telah menyembunyikan kekasih orang dalam apartementnya, sehingga Tuhan memberikannya hukuman dengan harus mengurus seorang bayi besar berbentuk Hyukjae.
Tapi pemuda tan itu bersyukur karena kehadiran Hyukjae disini telah membuat hari- harinya jauh lebih menyenangkan. Rasa lelah dan penat begitu tiba diapartement setelah menjalani jadwalnya yang menggunung seolah hilang tak berbekas saat Hyukjae menyambut kepulangannya dengan gummy smile menawannya itu. Walaupun tidak jarang 'semburan' lah yang namja tampan itu dapatkan jika ia lupa membawakan pesanan hyung manisnya itu.
"Chanana, aku ingin ice cream~~..."
Suara manja Hyukjae kembali mengalun bagai genderang ditelinganya. Ditambah kini Hyukjae menghampirinya dengan ekspresi yang membuat seluruh sarafnya bagaikan melemah. Jika sudah begini tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan Hyukjae.
Seorang Hwang Chansung menghembuskan nafasnya frustasi.
"Ayo kita beli ice cream"
"Benarkah ?"
"Tentu saja"
-terpaksa- lanjutnya dalam hati.
Yang mendapatkan pekikan kegirangan dari Hyukjae.
"Aku mau yang rasa strawberry dan berukuran jumbo juga harus ditoko yang- bla bla bla bla blaaa-
Chansung tak mendengarkan kelanjutan ocehan Hyukjae karna dirinya yang langsung melesat keluar apartement disusul Hyukjae dibelakangnya.
.
.
.
Donghae melajukan mobilnya tak tentu arah tujuan. Hari sudah larut namun pemuda itu tak hentinya menyusuri jalanan. Tujuannya hanya satu, yaitu Hyukjae. Donghae yakin melihat dirinya tak salah melihat, pemuda pirang yang ia lihat dilampu merah tadi adalah Hyukjae, didalam sebuah mobil yang berhenti tepat disamping mobilnya. Namun, Donghae kehilangan jejak setelah beberapa saat membuntuti mobil tersebut karena mobilnya tersalip dengan mibol lain. Tanpa putus asa dirinya mencari keberadaan namja manisnya itu. Sepuluh hari sudah Hyukjae menghilang bagai ditelan bumi. Dan selama itu pula Donghae bagaikan raga tanpa jiwa. Pemuda itu tidak lagi memperdulikan keadaannya sendiri. Entah kemana perginya Donghae si pria cassanova. Bahkan Donghae tak memperdulikan ponselnya yang terus berdering menampilkan sebuah nama yang menjadi salah satu penyebab semua ini, tentu saja selain dirinya sendiri. Persetan dengan semua, yang Donghae inginkan hanya Hyukjae saat ini.
"Kau dimana ?"
Bulir air mata itu keluar tanpa ia minta. Merasa seolah tubuhnya ditusuk belati yang amat tajam. Jika ada sebuah kata di atas kata sakit, perih ataupun terluka maka kata itulah yang sangat pantas mendeskripsikan keadaannya saat ini. Tangannya menggengam kuat setir yang ada di hadapannya. Berulang kali ia menginjak pedal rem untuk menghindari mobil yang hampir saja ia tabrak dan pembatas jalan yang seolah tak terlihat.
Suara klakson mobil lain pun terdengar memekakkan telinga. Namun Donghae tak menghiraukan. Pandangannya tetap lurus ke depan.
"Kembalilah, Hyuk..."
Ingatannya kembali pada saat itu. Saat dirinya yang dengan mudahnya kembali melukai malaikatnya. Dan kali ini bukan hanya hati dan perasaan tetapi Donghae juga melukai fisik Hyukjae. Mengingat hal itu Donghae semakin merutuki kebodohannya selama ini. Kebodohan dirinya yang tak bisa melihat ketulusan seorang Lee Hyukjae. Kebodohan dirinya yang sangat egois. Ia menyesal. Demi apapun itu ia sungguh amat menyesal. Telah menyia-nyiakan orang yang mencintainya dan merelakan apapun demi dirinya.
"Aku mohon…"
.
.
.
Dua minggu sudah Hyukjae berada diapartmen Chansung. Dan Chansung pun sudah mengatahui alasan Hyukjae tak ingin kembali ke dorm. Ingin rasanya namja Hwang itu membakar Donghae hidup-hidup jika dia mengingat Hyukjae yang menceritakan semuanya sambil mensngis. Dan hari ini Magnae 2Pm itu berniat mendatangi dorm SJ tanpa sepengetahuan Hyukjae tentunya.
Untuk menemui Lee Donghae. Bukan... bukan untuk memberinya sebuah bogem mentah tapi untuk tujuan lainnya.
.
Chansung berdiri tegak didepan pintu dorm Super Junior yang baru kali ini disambanginya.
Setelah memencet bel beberapa kali akhirnya pintu itu terbuka, memunculkan sosok Ryeowook dibaliknya.
.
"Apa yang mau kau bicarakan denganku? Jangan bertele-tele, langsung keintinya saja"
Ucap Donghae datar.
Semua yang ada disana memperhatikan dalam diam. Sedikit heran kenapa tiba-tiba magnae 2Pm mendatangi mereka dengan tujuan menemui Donghae.
Chansung tersenyum meremehkan mendengar nada bicara Donghae.
"Hyukkie Hyung ada bersamaku saat ini dan dia baik-baik saja"
Semua orang yang berada disana merasa kaget sekaligus lega setelah mengetahui keberadaan Hyukhae dan Hyukjae dalam keadaan baik-baik saja.
"Syukurlah kalau Eunhyuk baik-baik saja, tapi bagaimana bisa dia bersamamu?"
Sungmin mengutarakan apa yang ada dipikiran semua orang yang berada disini tak terkecuali Donghae. Selama Hyukjae tak kembali ke dorm Donghae terlihat amat kacau, dia jadi sering mengurung diri dikamar Hyukjae. Dan lihatlah keadaanya sekarang, jauh dari kata baik-baik saja. Rambut berantakan, kantung mata yang menghitam, bahkan Donghae tubuh berototnya terlihat jauh lebih kurus. Saat latihan dan performance pun Donghae sering tidak fokus. Yang ada diotaknya hanya Hyukjae, Hyukjae dan Hyukjae.
"Tidak penting untuk mengetahui bagaimana ia bisa bersamaku, bukankah kalian sudah mengetahui apa yang terjadi?"
Pemuda Hwang itu mengalihkan pandangannya pada Donghae, menatapnya tajam seolah menyudutkan pemuda mokpo itu.
"Dan mulai sekarang akulah yang akan menjaganya karna sepertinya kau sudah tidak mampu lagi menjaganya, Donghae Hyung".
Ucap Chansung datar namun penuh penekanan disetiap katanya.
"APA MAKSUDMU ?" Nada suara Dinghae meninggi, bahkan ia sampai berdiri dari sofa yang didudukinya.
"Kurasa kau tak bodoh untuk mengartikan setiap kata-kataku"
Chansung kembali tersenyum meremehkan.
"Brengsek" Suara Donghae seperti mendesis.
BUAGH
Dalam sepersekian detik Donghae telah menyambar wajah Chansung dengan kepalan tinjunya.
"Tenanglah, Hae" Sungmin bergegas menahan lengan Donghae ketika dilihatnya Donghae kembali ingin melayangkan tinjunya.
Kedua namja itu saling menatap tajam.
"Apa maumu, Hwang Chansung?" Nada bicara Donghae terdengar menusuk.
"Lepaskah Hyukkie Hyung, karna dengan bersamamu hanya akan terus menyakitinya"
"MWOO ?" Heechul refleks berteriak.
"Heh bocah, jaga ucapanmu !" Semburnya pada Chansung yang tetap terlihat tenang-datar-
Walaupun Heechul merasa kesal dengan kebodohan Donghae namun dia tidak akan tinggal diam dengan orang yang berusaha menyakiti dongsaengnya itu secara terang-terangan dihadapannya.
Donghae mengepalkan tanganya kuat,hingga buku-bukunya memutih. Donghae sangat mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Saat SUper Junior dan 2PM mengisi satu acara bersama. Namja itu, Hwang Chansung dengan terang- terangan mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan Hyukjae yang berstatus sebagai kekasihnya. Rasanya Donghae ingin meninju wajah menyebalkan Chansung saat itu. Pria itu cari mati rupanya.
"Baiklah, hanya itu yang ingin kusampaikan padamu... Donghae Hyung" Chansung bangkit dari sofa tanpa menggubris seruan Heechul dan sedikit membungkuk berpamitan pada yang lain.
"Aku permisi" Dan bergegas pergi dari tempat itu dengan sebuah senyum miring tersungging dibibirnya.
Semua diliputi keheningan. Donghae menjambak rambutnya frustasi.
"AAARGHHH !"
PRAANG
Donghae melemparkan vas bunga yang berada diatas meja kearah dinding.
"AAARGHHHHH !"
Kembali Donghae berteriak sambil terus menjambak rambutnya.
"Tenanglah Donghae-ah"
Tak menggubris ucapan Sungmin, Donghae beranjak dari tempatnya. Menyambar jaket dan kunci mobil, bahkan Donghae seakan menulikan pendengarannya saat Sungmin terus memanggilnya. Pemuda berwajah imut itu hanya bisa menghela nafas kala tubuh Donghae telah menghilang dibalik pintu.
.
Ini adalah botol kelima yang dihabiskan Donghae sejak dirinya berada disini. Gemerlap sinar lampu yang kerlap kerlip dan dentuman keras musik diskotik tak diperdulikannya.
Sesak. Dadanya terasa sesak sekali. Saat dirinya berusaha membuntuti Chansung tadi, berniat untuk menjemput Hyukjae dan membawa Hyukjae pulang bersamanya.
Akan tetapi niatnya itu hanyalah tetap menjadi niat disaat dirinya menemukan Hyukjae tengah berada diloby apartement yang Donghae yakin adalah tempat tinggal Chansung. Donghae melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana namja Hwang itu memeluk Hyukjae.
'Seperti inikah yang kau rasakan baby'
Penyesalan itu kembali menyerangnya. Jadi sesakit inikah yang Hyukjae rasakan saat dirinya kerap kali 'bermain' dibelakang Hyukjae.
Donghae merasa amat menyesal telah menyakiti Hyukjae. Menyakiti permatanya.
Cih... bahkan dulu pun kau bilang menyesal dan berjanji tak akan mengulanginya lagi, tapi apa buktinya?
Kau melakukannya lagi Tuan Lee.
Dengan langkah sempoyongan khas orang mabuk, Donghae beranjak dari tempatnya. Entahlah kemana tujuan orang yang jiwanya tengah terguncang itu. -_-
.
Awalnya ia dan Chansung hanya tengah duduk bersantai sambil menonton televisi. Namun entah mengapa mereka terjebak dalam suasana yang terasa sangat awkward.
Hyukjae menghela nafasnya. Sungguh dia sangat membenci suasana seperti ini.
"Apa maksudmu, Chansung-ah?" Tanyanya pada pemuda yang lebih tinggi darinya ini.
"Aku sangat yakin kau mengerti maksudku Hyung" Chansung menjawab dengan menatap lurus kearah onyx kelam Hyukjae. Membuat Hyukjae menjadi salah tingkah sendiri.
Ingin rasanya Hyukjae mengubur Chansung hidup-hidup karna dengan seenak jidatnya mengatakan bahwa namja yang lebih muda beberapa tahun darinya itu mencintainya.
Perlu ditekankan sekali lagi ? Seorang Hwang Chansung men-cin-tai-nya. Hyukjae benar- benar merasa jika Chansung tengah mabuk saat ini.
Apa dia lupa bahwa Hyukjae telah memiliki kekasih. Tapi benarkah Hyukjae memiliki kekasih, apakah Donghae masih kekasihnya?
"Hyung, apa kau masih mencintai Lee Donghae?"
"..."
Hyukjae menunduk mendengar pertanyaan Chansung.
"Dia telah mengkhianatimu, melukai dan menyakitimu begitu parahnya, kuharap kau tak lupa itu"
"..."
Hyukjae masih tetap diam dan terus menunduk.
"Percayalah, aku benar-benar mencintaimu Hyung. Mungkin aku memang tidak bisa menjanjikan kebahagiaan yang sempurna untukmu, tapi aku berjanji untuk selalu menjaga dan takkan pernah menyakitimu" Chansung memegang kedua bahu Hyukjae, memaksa namja manis itu untuk menghadapnya.
'Bahkan janjinya pun sama seperti orang itu'
Hyukjae membatin miris.
"Tak bisakah kau memberiku kesempatan?" Pintanya memelas.
"Chansung-ah" Hyukjae membuka tipis sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Kau sangat baik, Chansung-ah. Kau tahu aku begitu menyayangimu dan selamanya akan tetap begitu"
Hyukjae menjeda kalimatnya.
Dan Chansung menunggu kelanjutan kalimat Hyukjae dengan jantung yang berdegup kencang. Pemuda itu yakin jika saat ini Hyukjae tengah dalam mode seriusnya. Terbukti dari Hyukjae yang tidak memanggilnya dengan nama 'Chansung Banana' atau 'Chanana' seperti yang biasa Hyukjae gunakan.
"Aku tak tahu apakah aku masih mencintai Donghae atau tidak. Kau tahu luka yang ditorehkannya terlalu dalam"
Chansung yakin jika ia mendengar suara Hyukjae sedikit bergetar.
"Tapi... masih atau tidaknya aku mencintai orang itu, aku... tetap tidak bisa menerimamu Chansung-ah"
Dan dengan berakhirnya kalimat Hyukjae berusan, namja Hwang itu menyimpulkan bahwa ia telah ditolak.
" Kumohon tetaplah menjadi Hwang Chansung yang kukenal, tetaplah menjadi Chananaku yang manis"
Hyukjae mengatakan kata 'manis' dengan menaruh kedua jari telunjuknya dimasing- masing pipi kiri dan kanannya dan berekspresi seimut mungkin.
"YA ! Apa maksudmu, Lee Hyukjae ?
Aku ini seme sejati. Aku ini tampan T.A.M.P.A.N. Bukan manis !"
Protesnya keras dengan menekan-kan pada kata tampan.
"MWOO ? SEME ?
Kupikir kau menyatakan perasaanmu untuk menjadi uke-ku" Hyukjae berseru heboh sambil memasang wajah sok kagetnya.
"MWOOO?"
Kini giliran Chansung yang berteriak heboh.
Reflek Hyukjae tertawa keras melihat ekspresi Chansung yang seperti orang idiot menurutnya. Menyadari telah ditipu oleh namja super cerewet berkedok manis itu, Chansung segera menggelitik pinggang Hyukjae tanpa ampun yang membuat si empunya menggelinjang hebat.
"Hah.. hah.. hah.. Dasar bodoh"
Masih dengan mengatur nafasnya yang tersengal akibat tertawa karna Chansung yang terus menggelitiknya tanpa henti dan membuat perutnya sakit, Hyukjae mengumpat.
"Jika kau melakukannya lagi akan kutendang bokongmu" Ancam Hyukjae disertai deathglare yang menurut Chansung tidak menyeramkan sama bertubuh kekar itu hanya terkekeh tak berniat membalas.
"Berhenti tertawa seperti itu, Chanana bodoh ! Apa kau mau gigimu kering, huh?"
Hyukjae cemberut.
Dan tiba-tiba Chansung menghentikan tawanya.
"Boleh aku memelukmu, Hyukkie Hyung?"
Hyukjae menoleh padanya,kemudian tersenyum.
"Kemarilah" Hyukjae merentangkan tangannya yang langsung disambut oleh Chansung.
'Maafkan aku Chansung-ah'
Batin Hyukjae merasa sangat bersalah, bagaimanapun Chansung telah begitu banyak membantunya. Hingga ia meneteskan air matanya namun dengan segera dihapusnya.
"Boleh aku menciummu, Hyung"
Seringaian jahil tercetak jelas dibibirnya.
"YA... DASAR BODOH !"
Hyukjae melepas paksa pelukannya dan menggeplak kepala namja yang menurutnya idiot ini.
DUG DUG DUG
Saat Hyukjae siap untuk melanjutkan aksi penganiayaannya terhadap Chansung, terdengar suara pintu yang diketuk, ah digedor lebih tepatnya. Apakah orang itu tidak mengerti fungsi bel, seenaknya saja menggedor pintu rumah orang, kalau pintu itu sampai rusak, bagaimana. Tsk !
Hyukjae langsung bangkit dari posisinya dan berjalan kearah pintu setelah sebelumnya memberikan pandangan seolah berkata
'Kau selamat kali ini Hwang Chansung'
Yang hanya dibalas dengan gedikan bahu oleh pemuda tinggi itu.
Gedoran itu semakin lama semakit kencang membuat Hyukjae menggerutu.
'Tidak sabaran sekali sih'
CKLEK
Salahkan Hyukjae yang tidak terbiasa melihat siapa tamu yang datang melalui interkom.
Setelah pintu terbuka, mata sipit Hyukjae membulat tidak sempurna melihat orang yang tengah berdiri diambang pintu. Orang yang paling dihindarinya saat ini.
"D-Donghae ?"
.
.
.
tbc
.
.
.
Satu lagi chap aneh terposting/?
Maaf atas typo(s) dan jalan cerita yang semakin ngawur. Juga dichap ini kenapa ga ada moment HaeHyuk ? Jujur saya sendiri juga bingung #plaked
Untuk itu, saya menerima timpukan dengan senang hati u,u
Makasih banyak yang udah mereview dichap sebelumnya, maaf karna belum bisa bales review kalian #sungkem
i luv u, guys... review kalian adalah nyawa untuk ff abalnes bin gajenes ini #lebaymodeon
at last, thanks for reading and see you next chap... #itujugakalaulanjut
.
.
.
~DoChiDoChi~
