SOMETHING
Cast:
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu
Shim Changmin
Rate : T
Genre : Horor and mystery
Author : ayy88fish
Disclaimer : Chara bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama untuk menuangkan imajinasi yang tercipta dalam pikiran saya. Tapi cerita milik saya.
Warning : An alternative universe of TVXQ fanfiction, violence, gaje, typo(s). No beta. No edit. Jika tidak suka, JANGAN BACA!
.
.
Dokter Lee menyerahkan secarik kertas kepada Yunho. Beberapa jenis obat harus dibeli di apotik sebab dokter muda itu tidak membawa obat yang dimaksud. Member TVXQ memang sengaja mengundang dokter kemari. Menghindari kehebohan yang bisa saja terjadi jika sasaeng fans mereka berhasil mengambil gambar mereka dan mengunggahnya diinternet.
Kepala Jaejoong mendapat lima jahitan. Untung saja lukanya tidak terlalu besar, tapi karena dalam tetap saja mengeluarkan darah yang lumayan banyak. Dilihat dari kondisinya, luka itu sudah ada sekitar enam atau tujuh jam yang lalu. Itu artinya tidak lama setelah Jaejoong masuk ke kamar. Yang membuat para member khawatir adalah , Jaejoong tak kunjung sadar sedangkan suhu tubuhnya semakin lama semakin tinggi.
Yunho sudah memohon pada managernya agar menunda jadwal mereka, bahkan jika bisa dibatalkan saja. Namun namja yang sudah menemani mereka sejak awal debut itu menolak. Setidaknya tiga orang harus hadir agar bisa memberi penjelasan atas ketidakhadiran dua member lainnya. Jika saja Jaejoong masih mampu bangun, mungkin dia akan diberi suplemen agar mampu setidaknya untuk duduk. Tapi Jaejoong benar-benar tidak membuka matanya sejak ditemukan tadi pagi.
Yoochun berinisiatif untuk membeli obat Jaejoong. Kebetulan dia juga perlu membeli persediaan obat asma yang menipis di dorm. Junsu dan manager hyung berbincang sebentar dengan dokter Lee sebelum mengantarnya ke pintu. Yunho berada di kamar. Menidurkan dirinya di sebelah sang namja cantik. Tangannya menggenggam jemari Jaejoong. Kadang ditepuk-tepuknya, berusaha membangunkan sang kekasih. Kadang pula dikecupnya lama, menyatakan betapa besar rasa sayang pada namja 'separuh hati'-nya itu.
Changmin menatap sedih kedua hyungnya dari balik pintu. Jaejoong berada di kamar Yunho sekarang. Alasannya karena berada di kamar paling tengah dan agar Yunho mudah menjaganya. Changmin bersyukur Jaejoong tidak berada di kamarnya lagi, meskipun tidak menutup kemungkinan 'something' itu ikut berpindah.
Masih jelas dalam ingatannya bagaimana 'something' itu menampakkan diri padanya dan memperingatkannya. Dia tahu ini adalah permulaan dari sesuatu. Sesuatu yang sepertinya jahat. Dia hanya berdoa semoga kekhawatirannya tidak berbuah nyata.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
"Bagaimana Jae hyung?" Yoochun dan Junsu baru saja pulang dari sebuah acara radio. Sebenarnya Changmin juga. Tapi namja jangkung itu memilih ke dorm Suju terlebih dahulu karena ada janji dengan Kyuhyun, sahabat evil-nya.
"Dia belum bangun dari tadi. Aku sampai harus menelpon dokter Lee lagi, memintanya memasang infus untuk Jaejoong. Apa sebaiknya kita membawanya ke Rumah Sakit? Bisa saja kan ada sesuatu yang salah ketika dia terbentur?"
"Mungkin itu lebih baik. Tapi kita tunggu saja semalam lagi. Mungkin besok kondisinya membaik." Saran Yoochun.
Junsu naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah Jaejoong. Mengecek suhu tubuh Jaejoong dengan punggung tangannya. Dia terkejut. Rasa yang menjalar di tangannya lebih dingin dari suhu tubuhnya sendiri. Terlalu dingin! Tak percaya dengan apa dirasa, dia pun beralih menuju tangan Jaejoong. Sama. Tubuh Jaejoong mendingin.
Yunho menangkap gelagat aneh dari Junsu. Namja tampan itu ikut-ikutan mengecek tubuh Jaejoong. Junsu segera mengambil termometer dari atas meja nakas dan menempatkannya di lipatan ketiak hyung tertua mereka. Yoochun hanya memperhatikan dari tempatnya. Cukup Junsu dan Yunho saja beraksi, meskipun dalam hati dia tak kalah khawatir.
"Apa hyung meninggalkan Jae hyung tadi?" tanya Yoochun.
Yunho mengangguk.
"Aku ke WC, mengantar dokter Lee, ke dapur. Kenapa?"
Junsu mengambil termometer setelah terdengar bunyi 'PIIP PIIP PIIP'. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat angka yang tertera di sana.
"Hyung!Tidak mungkin! Ini benar-benar aneh. Ada sesuatu yang tidak beres di sini, hyung." Teriak Junsu frustasi.
Sungguh dia sangat mengkhawatirkan keadaan Jaejoong sekarang. Ini tidak main-main. Suhu tubuh Jaejoong lebih rendah dari suhu tubuh manusia normal!
Yunho mendesah pelan mendengar komentar Junsu. Tidak mengerti kepanikan namja manis itu. Kepalanya pusing karena tidak tidur seharian. Jaejoong belum juga sadar. Benar-benar seperti orang yang tertidur nyenyak. Namja cantik itu bahkan harus dipasangi infus demi memasukkan nutrisi dan obat ke dalam tubuhnya.
Yoochun bergerak maju dan mengambil alih termometer di tangan Junsu. Matanya membelalak. Tak urung ia juga berteriak frustasi setelah melihat angka dialat pengukur suhu itu.
"Hyung, kita tidak bisa menunggu besok. Junsu, siapkan pakaian Jae hyung, Yunho hyung siapkan barang-barangmu, aku akan menelpon rumah sakit. Cepat!"
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
Changmin berlari tergesa. Di sampingnya terlihat Kyuhyun yang kesulitan menyamakan langkahnya dengan sang sahabat. Nafasnya terengah-engah, tapi mereka harus cepat. Yoochun menelpon mereka beberapa saat yang lalu. Mengabarkan bahwa kondisi Jaejoong semakin mengkhawatirkan. Mereka bahkan melupakan keletihan yang melanda setelah beraktivitas seharian. Berganti oleh kecemasan yang teramat sangat. Apalagi Changmin. Baginya, Jaejoong adalah hyung kesayangannya karena mampu bersikap seperti hyung dan ibunya dalam waktu bersamaan. Sosok yang sangat dirindukannya karena harus tinggal terpisah dari keluarganya.
Manager hyung sudah terlebih dahulu sampai. Namja bertubuh gempal tersebut sedang mengurus masalah administrasi Jaejoong. Pria itu melambai ke arah ChangKyu yang datang dari pintu masuk.
"Hyungh.. bah.. gaimanahh... hah... hah... Jae hyunghh.. hah.. hah..?"
Nafas Changmin terputus-putus, begitu juga dengan namja yang berada di belakangnya. Manager hyung menepuk pundak Changmin dan meremasnya pelan. Sang maknae merasa semakin tidak enak hati. Andwe! Dia sama sekali tidak berharap sesuatu yang buruk terjadi pada hyung kesayangannya.
"Lebih baik kau temui hyung mu. Mereka juga tengah berdoa untuk Jaejoong."
Setelah mengetahui letak kamar Jaejoong, Changmin kembali berlari secepat mungkin. Tidak mempedulikan tatapan tidak suka dari orang-orang di sekitarnya. Dipikirannya hanya ada Jaejoong.
Yoochun menepuk-nepuk pundak Yunho dan duduk di sebelahnya. Kepala Yunho tertunduk lesu. Kedua tangannya saling menggenggam dan menjadi tumpuan untuk keningnya, juga sebagai penahan air matanya yang siap tumpah kapan saja. Sepertinya namja itu benar-benar terpukul dengan kondisi Jaejoong. Mengapa dia begitu tidak peka sampai tidak mengetahui ada yang salah dengan Jaejoong. Kekasih macam apa dia, padahal tadi pagi dia mati-matian meminta ijin pada manager hyung agar bisa menjaga Jaejoong. Sekarang apa?
Junsu berdiri dengan menyandarkan tubuhnya di dinding. Kepalanya juga sama menunduk. Sedikit kecewa dengan leader mereka yang menurutnya ceroboh. Tapi dia juga tidak mau menyulut masalah lain. Yang terpenting saat ini adalah perkembangan kesehatan Jaejoong.
"Hyung..."
Ketiganya menoleh begitu mendengar panggilan maknae. Yoochun tersenyum dan menepuk kursi stainless di sebelahnya. Mengajak Changmin dan Kyuhyun bergabung bersama mereka. Changmin berjalan perlahan diikuti oleh Kyuhyun.
Wajah Yunho terlihat menyedihkan, tapi dia masih menyempatkan diri untuk tersenyum. Begitu juga dengan Junsu yag akhirnya memilih bergabung dan duduk di sebelah Kyuhyun.
Changmin terdiam melihat ruangan di seberangnya. ICCU, tercetak jelas di jendela transparan di depannya. Entah bagaimana, tapi Changmin bisa melihat aktivitas di dalamnya, padahal jendela itu masih tertutupi kain, yang artinya masih ada aktivitas medis di dalam sana.
Melihat gelagat yang aneh dari sang sahabat, Kyuhyun berinisiatif bertanya duluan.
"Bagaimana?"
"Jae hyung baru saja di pindahkan. Kata dokter dia terkena hipotermia."
"Hah?"
"Haaah... Aku juga heran. Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya."
Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Junsu. Tak lama kemudian, Yoochun buka suara melanjutkan penjelasan namja manis itu.
"Awalnya kami pikir mungkin semalam Jae hyung berendam atau semacamnya, karena Yunho hyung bilang Jae hyung memakai kamar mandi. Tapi rasanya tidak ada tanda-tanda Jae hyung mandi dan ketika kami menemukannya tadi pagi, kamar terasa sangat dingin padahal pemanas ruangan menyala. Aku sampai khawatir Jae hyung keracunan gas. Lalu.."
"ANDWE!"
Semua terkejut dengan teriakan Changmin. Sadar dirinya diperhatikan, namja yang duduk paling tengah itu akhirnya menoleh ke kanan dan ke kiri. Melihat sahabat-sahabatnya memasang wajah aneh.
"Aa- Mianhae.."Changmin bangun dari duduknya dan segera pergi dari tempat itu sebelum mereka bertanya minta penjelasan.
"Kenapa dia? Changmin tidak pernah seperti itu sebelumnya. " tanya Junsu heran. Kyuhyun hanya mengedikkan bahu. Sama-sama tak tahu apa yang terjadi dengan Shim Changmin.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
Changmin berlari menuju toilet tanpa melihat tanda di pintunya. Kosong. Kakinya melangkah menuju wastafel dan segera mencuci wajahnya kasar. Tanpa bisa ditahan, air matanya jatuh tetes demi tetes. Pikirannya diliputi ketakutan yang teramat sangat. Bayangan tadi kembali berkelabat di kepalanya. Dipandanginya kaca di hadapannya, dia menemukan wajah menyedihkan dari seorang Shim Changmin.
Diulangnya lagi kegiatannya membasahi wajah tampannya, kali ini tidak hanya pantulan gambar dirinya, dia bahkan bisa melihat sesosok makhluk tengah berjongkok di dekat pintu toilet paling ujung, tepatnya di depan tong sampah yang diletakkan di sana.
Kening Changmin berkerut heran, 'Lho, aku pikir hanya aku sendiri di sini. Lagipula, bukankah ini toilet pria?' batinnya.
Sebab yang dilihatnya adalah sesosok perempuan berambut panjang dengan dress merah tengah sibuk dengan sesuatu. Tangannya bergerak-gerak kecil seperti tengah menarik-narik benda di tangannya. Bahkan dari bibirnya terdengar gumam-gumam tak jelas.
'Apa dia tersesat?' masih dengan pikiran pendeknya.
Karena kasihan, Changmin pun berniat mendekati wanita itu. Namun betapa terkejutnya Changmin ketika ia membalik badan, wanita itu tak ada di sana! Tepatnya tidak ada siapa-siapa di toilet ini selain dirinya sendiri. Seketika wajah Changmin memucat. Dengan dada berebar kencang, ia kembali melihat ke cermin dan betapa ia ingin pigsan saat itu juga. Ada pantulan wanita itu disana dan ia berada tepat di belakang Changmin. Sebelah tangannya menyodorkan sesuatu yang meskipun ia tidak pernah memakainya, tapi Changmin cukup tahu apa fungsi benda itu.
"Aku tahu kau bisa melihat ku. Kau mau? Ini lezat. Sangat lezat. Eummmm.. Slruuupp.. Ah.."
Wanita itu dengan nikmatnya menyedot cairan merah yang tertampung di dalamnya. Perut Changmin mual hebat. Dia benar-benar akan muntah sekarang. Tanpa melihat ke belakang, namja tinggi itu segera meninggalkan ruangan tersebut yang di depannya tertempel tulisan 'TOILET WANITA'.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
TBC
.
.
"Sn" 270114
.
.
A/n : Anyyeong readers ^^. Yuhuy, ayy lagi happy happy-nya nih jadi mau rilis SOMETHING dulu –walopun iritnya minta digaplok- Ngehehe.. Gomawo yang sudah review, follow and fav. Ayy sangat menghargai itu.
Untuk chap ini maaf ya kalo dikit banget. Seperti yang ayy bilang ini sebenarnya potongan pengalaman pribadi ayy dengan beberapa 'something'. Makanya ayy pisahkan adegan itu dengan memberi 'bold'. Yup, yang tercetak dengan bold itu lah pengalaman yang ayy maksud –yo, bu. Ngomongnya kok muter-muter-. Jadi chap 1 juga ayy edit sedikit.
Yang di chap pertama adalah kejadian waktu di kos-kosan dulu. Sedangkan chap kedua ini kejadiannya di sebuah Rumah Sakit besar –dan pernah ayy alami juga waktu ke bioskop. Cuma yang waktu di bioskop dia gak ngajakin minum bareng*plak*-
Semoga kalian tahu apa benda yang dilihat ama Chami. Emang jorok sih, makanya gak ayy sebutin apa barangnya. Khusus buat cewek, 'itu' jangan dibuang sembarangan ya dan dibersihkan dulu sebelumnya. Ntar kalo diminum ama 'miss something' gimana? Gak ngeri?
Oya, ngemeng-ngemeng soal miss something, dari awal ayy nulis fic ini *lagi di kantor*pegawai yang bururk*jangan dicontoh*kursi ayy udah berapa kali aja digoyang ama dia. Mending goyangnya enak. Goyang inul kek, goyang ngecor kek, goyang dombret kek *ups, salah kasus* Eh ini dia goyangnya niat banget pake timer. Tiap berapa detik sekali goyang. Nanti gitu lagi. Mending kalo kita bobo ya. Ini malah ngerusuhi. Belum lagi kertas diterbang-terbangin. Main-mainin pintu. Mana tiba-tiba ada rambut lagi di dalam tumpukan berkas. Bukan sehelai dua helai, sejumput rambut sodara-sodara. Something banget kan? *LUAR BIASA!*
Oke. It's time to bales review. Apakah ada nama kalian disini?
Guest 1: Salah emak sendiri kenapa jadi makhluk Tuhan kok indah banget. Kan jadi banyak yang envy *termasuk saya* u,u. Hehe.. iya, abisnya mukanya emak kadang 'mengundang' sih ya... –mengundang buat dinistain. Hahaha..- *plak-plok*
Kissbear : saya mah gak curiga ama Chami. Tapi cinta. Haha... *lupain hubby sementara*
chidorasen : iya, rencananya horror. Tapi belum tau endingnya gimana. *writer gaje*
Guest 2 : sesuatu itu adalah 'something' ^^
kyu kyu : aduh kyu.. kamu udah masuk ya di chap ini ^^. Iya, ini sudah di lanjut. Cuma mami kan mesti istirahat dulu jadi blom ada YunJae moment-nya ya.
Clein cassie : nanti yang lain pada bisa liat juga kok say. Nunggu antrian. Hehe...
hanasukie : sudah. Sudah ^^
AliveYJ : iya. Sama. Saya juga gak suka yang berdarah-darah. Ngeliatnya jadi ngilu sendiri. Hehe.. ini udah lanjut ^^
Inditaa : annyeonghaeso. Salam kenal juga. Jujur kalo disuruh baca FF genre ini ayy malah ogah. Takut ketakutan sendiri. LOL. Btw, tau ayy cantik darimana? Kalo ayy laki gimana hayo? Haha.. Ini sudah lanjut ne ^^
Thanks a lot ^^
