Junsu mendesah. Dia tahu bagaimana perasaan Yunho saat ini. Mereka juga sama khawatirnya, tapi dia juga tidak mau Yunho ikut jatuh sakit karena terlalu memikirkan kekasihnya. Junsu tahu, Yunho menolak makan seharian ini. Hanya sarapan saja makanan pengganjal perutnya juga bergelas-gelas minuman. Itu tentu saja tidak baik bagi lambung lemah Yunho.

"Makanlah selagi panas."

"Jangan menolak, kecuali kalau hyung mau melihat wajah sedih Jaejoong hyung."

Lanjut Junsu sebelum Yunho sempat mengeluarkan bantahan untuk kesekian kalinya. Tangan mungilnya menyerahkan sebungkus makanan yang masih hangat ke pangkuan Leader-nya.

...

..

.

SOMETHING

Cast:

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

Shim Changmin

Rate : T

Genre : Horor and mystery

Author : ayy88fish

Disclaimer : Chara bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama untuk menuangkan imajinasi yang tercipta dalam pikiran saya. Tapi cerita milik saya.

Warning : An alternative universe of TVXQ fanfiction, violence, gaje, typo(s). No beta. No edit. Jika tidak suka, JANGAN BACA!

.

..

...

Junsu tidur beralaskan kursi tunggu di depan kamar Jaejoong. Sofa panjang dengan lengan di kedua sisinya itu sedikit menyulitkan Junsu untuk meluruskan badannya. Lutut hingga kakinya berada di lengan sofa dan menjuntai kebawah. Kedua tangannya terlipat di dada dan ditutup oleh mantel tebalnya sebagai pengurang rasa dingin. Keadaan Yunho tidak lebih baik darinya. Leader TVXQ itu tidur dalam posisi duduk di sebelah kepala Junsu. Kepalanya terkulai ke samping begitu juga sebagian tubuhnya menyesuaikan dengan lengan sofa penahan tubuhnya. Kaki panjangnya di tekuk demi mengurangi dingin angin malam. Jaejoong sudah di tempatkan di ruang VIP, jadi mereka tidak perlu khawatir akan ditemukan oleh awak media.

Manager hyung sudah pulang setengah jam yang lalu setelah memastikan semuanya beres. Besok Changmin dan Yoochun ada pemotretan pagi-pagi sekali dan dia harus memastikan keduanya tidak absen. Yunho akan memulai aktivitas entertainnya jam sebelas siang nanti, sedangkan Junsu akan berlatih drama musikal sore sekitar jam empat. Jadi Yunho dan Junsu tidak akan pulang setidaknya sampai besok pagi.

Drrttt Drrrrttt

Ponsel Yunho bergetar beberapa kali. Membuat si empunya terbangun dari tidurnya. Dengan susah payah matanya membaca nama yang tertera di layar ponsel dan segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.

"Yoboseo, noona."

"Aku sudah di parkiran. Dimana ruangannya?"

Suara Sukjin terdengar khawatir dari seberang line telepon. Nafasnya yang terputus-putus terdengar jelas di telinga Yunho. Namja itu pun berinisiatif menjemput calon kakak iparnya dan menyuruh yoeja cantik itu menunggu di ruang informasi.

"Noona tunggu aku di ruang informasi. Aku akan menjemputmu di sana."

"Baiklah."

Yunho segera memakai kembali sandalnya dan bergegas menuju noona kesayangan Jaejoong berada.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Changmin bergerak gelisah dalam tidurnya. Matanya sudah sangat lelah, tapi tidak dengan pikirannya. Di dalam otaknya kembali berputar adegan demi adegan aneh yang tak pernah dialaminya seumur hidup. Membayangkannya saja tidak. Karena kesal namja tampan itu pun menegakkan tubuhnya dan duduk di pinggir ranjang. Mungkin sedikit air putih baik untuk mengurangi stressnya.

Kamar Changmin dan Junsu terletak diantara kamar Yunho dan JaeChun. Sebenarnya besarnya sama saja dengan kamar lainnya tapi karena Junsu memasukkan komputer dan televisi demi bermain game, mau tidak mau mereka harus berhemat dengan menggunakan tempat tidur tingkat. Dan karena tinggi badan Changmin berlebih, mereka harus memesannya secara khusus demi kenyamanan tidur sang maknae.

Changmin tidak pernah mempermasalahkannya. Dia justru terlihat menikmatinya. Sebab dia jadi lebih mudah mengerjai Junsu yang tidur di atasnya. Ada saja yang dilakukannya untuk mengganggu hyung yang setahun lebih tua darinya itu. Tentang kamar mereka yang terpangkas demi hobby Junsu Changmin juga tidak terganggu. Sebab tak jarang dia juga menggunakannya untuk mengurangi kepenatan. Selain itu, kadang dia merasa kamarnya itu hanyalah tempat menidurkan diri dan berganti baju saking banyak aktivitas yang TVXQ lakoni di luar rumah. Jadi dia merasa tidak perlu kamar lebih luas, juga rumah lebih luas.

Changmin baru saja meletakkan botol berisi air putih kembali ke kulkas ketika telinganya menangkap suara pintu dibuka. Namja tampan itu melangkahkan kaki menuju ruang depan dan di sana dia bisa melihat wajah ketakutan Yoochun. Hyung jidat lebarnya itu bahkan tidak mengucapkan salam ketika masuk rumah dan melewatinya begitu saja setelah menutup pintu dorm mereka. Changmin mengikuti langkah tergesa Yoochun menuju kamarnya. Dalam pikirannya tiba-tiba terbersit sesuatu yang buruk telah terjadi pada Yoochun.

TOK TOK TOK

"Hyung.. Boleh aku masuk?" tanya Changmin dari balik pintu.

"Masuklah."

Changmin membuka pintu berbahan kayu jati itu dengan perlahan dan matanya langsung menemukan Yoochun tengah menutupi dirinya dengan selimut. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi dengan hyungnya. Yoochun tidak pernah masuk rumah tanpa salam apalagi sampai mengabaikan membernya di depan mata. Ditambah lagi kondisi tubuh Yoochun yang Changmin pastikan tengah menggigil di balik selimutnya, terlihat dari getaran gundukan itu.

"Hyung.." panggil Changmin.

"Andwe!"

Changmin semakin khawatir dengan bentakan Yoochun. Namja bersuara husky itu terlihat ketakutan di balik selimut. Changmin mendekat. Tangannya terulur berniat menyentuh tubuh Yoochun tapi mendadak terhenti karena kehadiran sesosok makhluk tak kasat mata tak jauh darinya berdiri. Tepatnya di sebelah tubuh Yoochun yang terbaring menggulung tubuhnya.

'Sial.' Runtuk Changmin dalam hati. Bagaimana dia bisa lupa jika di kamar ini telah berdiam seorang atau semakhluk lain selain Jaejoong dan Yoochun?

Makhluk berambut panjang itu meletakkan telunjuknya di tengah bibir merahnya. Seolah menyuruh Changmin untuk diam dan membiarkan Yoochun sendirian.

Sungguh ingin rasanya Changmin berlari secepatnya dari kamar itu demi menyelamatkan dirinya. Tapi kesadarannya masih utuh. Dia harus membawa Yoochun menjauh juga dari kamar bercat biru muda itu demi keselamatan mereka. Changmin tentu sangat mengingat apa yang terjadi dengan Jaejoong hyung-nya dan tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.

Sekuat dan secepat yang ia bisa, ia segera menarik selimut Yoochun dan juga tubuhnya menjauh dari tempat tidur. Yoochun yang tidak siap pun akhirnya terjatuh ke lantai. Namja tampan itu terkejut bukan main dengan perlakuan Changmin yang tiba-tiba. Belum sempat dia mengeluarkan protes, Changmin kembali menariknya dengan brutal keluar kamar.

"Jangan mengatakan apapun. Ikut saja denganku. Aku hanya tidak mau sesuatu yang buruk kembali terjadi di sini."

Yoochun ingin sekali menggeplak kepala sang maknae. Ia tahu Changmin sering kali bersikap dewasa atau lebih dewasa dibandingkan dengan member lainnya, juga sifat evilnya yang sering bersikap tidak sopan pada hyung-nya. Tapi kali ini Changmin berbeda. Sepertinya ia tidak main-main dengan kata-katanya barusan. Dan Yoochun akhirnya lebih memilih diam ketika Changmin menutup kamar dengan membanting pintunya. Meninggalkan sosok wanita berambut panjang yang tersenyum menyerigai ke arah mereka.

"Mianhae." Sesal Changmin kemudian.

Kini mereka telah berada di kamar MinSu. Changmin dan Yoochun duduk bersebelahan di tempat tidur Changmin. Yoochun menatap heran ke arah si bungsu. Sejenak ia melupakan alasan dirinya bergelung dibalik selimut. Diperhatikannya member yang sudah lebih dari sepuluh tahun ini menjadi sahabatnya. Wajah Changmin terlihat sayu dan kusut. Tidak bersemangat dan berseri seperti biasanya. Yoochun sadar satu hal, Changmin tengah memiliki masalah. Sebab maknae cassanova itu tidak akan mengabaikan penampilannya meskipun ketika berada di rumah.

"Apa hyung sudah mengantarkan pakaian untuk Yunho hyung dan Junsu hyung?"

"Belum."

Changmin mendesah. Ia tidak bisa meninggalkan Yoochun dalam keadaan seperti ini apalagi sosok itu kembali menampakkan dirinya. Sedikit heran karena seharusnya Yoochun lebih dulu sampai di dorm tapi ternyata Yoochun belum sempat pulang. Bahkan Changmin sempat tertidur sebentar tadi.

"Tidurlah hyung. Tolong jangan tanyakan apapun. Aku tahu banyak hal yang ingin kau ketahui. Aku akan mengatakannya padamu tapi tidak malam ini. Mungkin besok. Dan tolong jangan buka matamu. Bahkan jika kau mendengar suara jeritan sekali pun."

Yoochun sudah akan membuka suara ketika Changmin menambahkan kalimat lanjutan.

"Ku mohon.."

Melihat tatapan memelas Changmin, Yoochun pun mengalah. Ia membawa tubuhnya menuju kasur Junsu di tempat tidur atas. Sebelumnya ia sempat menepuk pundak Changmin.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Yoochun merasa sesuatu menggelitik wajahnya. Seperti ada angin yang bermain-main di depan mukanya. Merasa terganggu, ia memalingkan tubuhnya menghadap ke dinding. Tapi tak lama kemudian hal yang sama kembali terulang. Seperti ada seseorang sengaja mengerjainya dengan meniup-niupkan nafasnya ke wajah tampannya. Ia pun kembali memutar tubuhnya ke posisi semula mencari posisi senyaman mungkin dari tidurnya yang terganggu. Tak lupa menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Ia sudah cukup lelah hari ini dan ia butuh istirahat demi maksimalnya aktivitas esok hari.

Gangguan itu akhirnya berhennti. Tapi tak lama kemudian hal serupa terjadi. Ia berpikir bahwa Changmin tengah mengerjainya. Ia sudah akan marah ketika ia kembali merasa terganggu oleh ulah Changmin. Kedua matanya terbuka. Ia merasa Changmin sudah keterlaluan. Ketika tangannya akan membuka kain penutup tubuhnya, seketika ia mendengar suara Changmin yang sedang mengigau tepat di bawahnya dan ia teringat bahwa tadi ketika ia menghadap ke dinding ia juga merasakan hembusan angin yang sama.

'Oh Tuhan. Tidak.' Batinnya gusar.

Dengan tangan gemetar dan pikiran-pikiran aneh, ia menurunkan selimut di wajahnya ke arah leher dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang wanita cantik tengah tersenyum begitu lembut tepat di depan wajahnya. Menurutnya jarak kedua wajah mereka tidak lebih dari lima senti.

Seolah tidak melihat apapun, Yoochun membalik tubuhnya kembali menghadap ke dinding. Selimutnya kembali ditarik hingga menutupi kepala. Namun apa yang didapatnya sekarang benar-benar membuat jantungnya ingin lepas dari tempatnya. Gadis itu berada tepat di sebelahnya. Membaringkan dirinya tepat di hadapan Yoochun. Namja itu dapat melihat senyuman dari bibir wanita cantik itu dari sela pori-pori selimut.

'Ini neraka!' batinnya frustasi.

Akhirnya dengan sangat terpaksa dan mengucapkan doa-doa kepada Tuhan, ia kembali memejamkan mata. Hanya agar bisa terhindar dari makhluk astral di depannya.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Pagi harinya di dorm TVXQ. Changmin menggeliat di tempat tidurnya. Sepertinya namja dengan tinggi berlebih itu akan segera bangun. Kedua tangannya direntangkan selebar-lebarnya. Jujur saja malam ini ia tidur nyenyak sekali. Seperti habis menegak pil tidur. Padahal sebelumnya ia hampir saja menjerit-jerit melihat sosok wanita tak jelas di kamar JaeChun.

Changmin mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Menguap satu dua kali menanggalkan sisa kantuk. Ia beranjak dari tempat tidurnya lalu melakukan sedikit olah raga kecil dengan menggerakkan tangan dan kakinya. Namun betapa kagetnya ia ketika tidak mendapati Yoochun di tempat tidur atas.

"Astaga! Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya."

Secepat kilat Changmin berlari keluar kamar. Memeriksa satu-persatu ruangan sambil berteriak memanggil nama Yoochun. Ia hampir menangis oleh pemikirannya sendiri ketika Yoochun dengan santainya keluar dari kamarnya dan Junsu. Di lehernya tersampir handuk kecil berwarna kuning yang ia identifikasi adalahnya miliknya. Wajah hyungnya itu terlihat lesu tak bersemangat.

"Hyung darimana?/Kau kenapa?" tanya mereka bersamaan.

"Hyung darimana? Aku mengkhawatirkanmu." Changmin berjalan mendekati Yoochun.

"Aku habis buang air. Kenapa? Kau merindukanku?"

"Ish.. Mana mungkin."

"Lalu? Kau ingin aku masak untukmu?" pandangan Yoochun beralih pada meja makan mereka yang kosong melompong. Memangnya siapa yang biasa memasak untuk mereka selama ini? Tentu saja bukan mereka berdua.

Changmin menggeleng. Meskipun masakan Yoochun tidak seenak milik Jaejoong, tapi masih layak makan jika dibandingkan dengan sahabat evilnya, Kyuhyun.

"Ani. Aku hanya heran. Tumben sekali kau sudah bangun. Ayam bahkan belum berkokok."

"Heh. Kau lupa ya kalau kita tinggal di lantai sembilan? Kau pikir siapa yang mau memeliara ayam di kawasan elit seperti ini? Ada-ada saja kau ini."

"Ah. Ya. Aku lupa." Jawab Changmin sekenanya.

Yoochun berjalan melalui Changmin. Ia mengambil gelas dan mengisinya dengan air hangat. Tangannya mengambil selembar roti kemudian mengoleskan selai coklat di atasnya. Mengulangnya beberapa kali hingga tertata beberapa tangkup roti. Yoochun menyodorkan hasil karyanya pada Changmin dan diterima oleh si namja tiang dengan senang hati. Dia mengunyah dengan cepat setelah mengucapkan terima kasih pada Yoochun.

"Sebenarnya aku tidak bisa tidur tadi malam."

Seketika Changmin menghentikan kegiatannya menikmati roti oles selai di tangannya. Kini ia –memaksa- menelan roti tersebut. Pikirannya sudah berkelana kemana-mana.

"Ketika di jalan aku bertemu dengan Hyunjung. Kau ingat dia?" Changmin mengangguk pelan.

"Kami bahkan semobil beberapa waktu."

Yoochun berhenti sebentar untuk menarik nafas kembali.

"Dan semalam, seorang wanita tidur di sebelah ku tanpa menutup matanya. Wajahnya tepat berada di depan wajahku. Cantik memang. Sayangnya aku tahu kalau ia bukan manusia."

PLUK

Roti selai itu kini telah tergeletak di lantai. Changmin tak habis pikir dengan Yoochun. Bagaimana bisa ia menceritakan semua itu tanpa ekspresi di wajahnya? Seolah-olah itu bukan hal menakutkan baginya.

"Kalau kau pikir aku tidak ketakutan, kau salah besar. Aku bahkan hampir kencing di celana karenanya. Tapi aku merasa ada sesuatu yang tidak beres tengah terjadi, jadi mengatakannya padamu mungkin akan mengurangi sedikit rasa takutku. Kau kan tidak percaya hantu, Min." Jelas Yoochun panjang lebar.

"Ya. Tapi kali ini hyung berhasil menakuti ku. Dan sebagai pemberitahuan, aku sekarang percaya tentang adanya makhluk halus. Bahkan aku merasa ada yang salah dengan semua ini. Seperti katamu, hyung. Ada yang tidak beres."

"Apa maksudmu?"

Padahal Yoochun tadi hampir tertawa melihat ekspresi Changmin. Tapi setelah maknae-nya mengiyakan ucapannya, ia jadi ragu. Ia bahkan terkejut ketika Changmin mengatakan ada yang tidak beres dengan wajah serius. Ia akan menjitak kepala Changmin jika kali ia bercanda dengan hal seperti ini.

"Dimulai dari Jae hyung. " Yoochun diam. Membiarkan Changmin menyelesaikan kata-katanya.

"Ada sesuatu yang tengah mengawasi kita, hyung. Dan tadi malam aku memaksamu ke kamarku karena..."

"Karena?"

"Karena... Ia, ada di sana mengawasimu."

DEG

"Seorang perempuan dengan rambut panjang tergerai."

DEG

"Ia cantik, tapi wajah sebelah kanannya selalu tertutup oleh rambut."

DEG

"Ia menggunakan terusan putih di bawah lutut. Bajunya berlengan panjang, tapi baju lengan sebelah kirinya sobek sebagian."

DEG DEG DEG

Jantung Yoochun berpacu cepat. Ia masih mengingat sosok wanita yang menemaninya 'tidur' semalam.

"Dan di lengan sebelah kirinya terdapat noda darah."

'Tuhan. Apa sebenarnya yang tengah terjadi pada kami?'

Spontan Yoochun berdoa dalam hati. Apa yang baru saja terucap dari bibir Changmin membuat asmanya kambuh mendadak. Bagaimana tidak, jika yang disebutkan maknae-nya tadi sama persis dengan ciri-ciri wanita yang mengganggunya semalam. Makhluk yang tidur di sebelahnya hingga membuatnya tak berani membuka mata.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

TBC

.

"Sn" 100314

.

A/n : Maaf ayy benar-benar nggak tahu apa yang terjadi dengan FF ini. Ayy publish seperti biasa tapi nongolnya malah kayak tadi. Ayy mohon maaf untuk ketidaknyamanan reader waktu baca chap 4.

Ceritanya, tadi waktu publish chap ini ayy lagi buru-buru mau ke rumah mertua. Di tengah jalan ayy rasanya gak nyaman aja, jadi rencana pulang sekitar jam 9, diawalin jadi selepas Isya. Di jalan pulang lagi-lagi ayy melihat sesuatu yang membuat mual. Dulu di tempat tinggal ayy pernah ada kerusuhan yang memakan banyak korban. Nggak sedikit dari mereka yang meninggal kemudian dimutilasi. Ayy bahkan masih ingat ketika ada beberapa pemuda yang memasak hati (yang kata mereka adalah hati manusia) di dalam priuk dan dicampur mi instan. Ayy juga masih ingat ketika kami disuruh ngumpul dan melihat orang-orang yang bawa-bawa kepala (doang) dan darahnya netes sepanjang jalan yang mereka lewati. Tapi itu dulu. Alhamdulillah sekarang sudah sangat aman. Pemerintah patut diacungi jempol untuk hal yang satu ini.

Nah, tadi itu ayy merasa ada sesuatu yang mengikuti kami. Jalanan menuju rumah mertua itu udah kayak lagu Hatori (kartun ninja jaman ayy masih SD). Beberapa kali kami terperosok ke jalanan yang jelek ketika turunan. Tapi ketika ke tanjakan kami malah sulit naik. Padahal motor si ai adalah motor besar, harusnya kuat. Eh bar tak tiliki neng mburi enek (mboh wek sopo) tangan nyekel pegangan motor. Tangan tok gak enek lengane. Wis jaaaaaaaannnnnn. Ayy bacakan ayat kursi 3x ama Al-Fatihah terus tak gepuk nganggo tas, wis mak WUSSSSHHH ngono. Ilang. Habis itu kita aman sentosa sampai rumah. Perjalanan juga ringan. Sampai di rumah ayy pengen nangis aja rasanya. Rupanya ayy kecurian sodara-sodara. Ada yang masuk toko lewat ventilasi. Nggak banyak sih yang di ambil. Tapi harganya lumayan juga. Udahlah. Relain aja. Mau lapor polisi barang cuma segitu juga. Mending kalo pencurinya ketangkep. *puk-puk ayy*ayy must be strong*HUFTTTT*

Oh ya, tentang Yoochun yang ditemani tidur itu juga pengalaman pribadi. Gegara si makhluk itu ayy sampai dibawa ke psikiater karena sama sekali nggak bisa tidur 3 hari 3 malem. Tapi akhirnya ayy berteman ama dia sampai sekitar 2 tahun. Ya, kami benar-benar berteman layaknya teman. Aneh kan?

Btw, ayy bales ripiu aja ya. Biar mengobati kangen ama kalian reader tercinta *muah*muah*

Clein cassie : Duh bukan lagi syok. Uda mau pipis aja dia di celana. Gimana rasanya? Asik kan da yang nemenin. Hehe..

Cho nurul : salam kenal juga. Ah, masa sih serem sampe gak berani mandi? Hm... tapi sekarang udah mandi kan?

Liendha IU : awalnya ya takut say. Lama-lama kebal kali ya. *Nyahaha..* Ada yang ganggu ada juga yang nggak. Tapi ada juga yang akhirnya berteman. Macem-macemlah maunya.

hanasukie : Weh... Pasti wkati keluarga hana merasakan kehadiran 'mereka' hana juga ikut ngerasa gimanaaaaaa gitu kan? Kalo ayy kayaknya karena keturunan deh. Ibu ayy bisa lihat dr kecil *tapi gak sadar yang dilihat itu bukan manusia* sampai melahirkan adik baru gak bisa total. Ayy mulai lihat sekitar kelas 2 SMP (11 th), adik ayy juga bisa lihat mulai kelas 3 SMP (14th). Nggak tau nih ntar anak ayy pada bisa liat apa nggak. Mudah-mudahan sih nggak. Kasihan natar hidupnya gak tenang kayak bunda ama aunty-nya. Hwehhh.. Panjang banget nih curhat. Ehehe...

yourparadise : Makin penasaran gak nih ama ceritanya? Ni udah apdet ya ^^

lovgravanime14 : ayy mah merinding parah ngetiknya. *Nyehehe..* Ini sudah lajut ^^

Taeripark : Hooo... pasti pengalamannya banyak juga. Kan?

sushimakipark : Weh... ayy juga pernah ngalamin yang model-model flashback gitu. Mana gambarnya syerem-syerem lagi. Huah.. ayy gak mau lagi liatnya u,u

jung hyunie : ayy imnida. Terima kasih sudah menyukai ff abal ini. Hehe.. Yoochun baik-baik aja cuma gak bisa tidur. Minnie udah mulai cerita tuh ama bang jidat ^^

Dipa Woon : sekarang gak cuma Imin lho yang ngelihat. Chunnie oppa malah tidur bareng ama dia ^^. Mending telat kan daripada nggak sadar sama sekali. Bisa berbahaya!

miparkland : Annyeong ^^ Selamat datang di FF Something. Semoga betah ^^. Iya, itu ayy lihat sendiri yang ngelakuinnya cewek.

Jung Dai : Padahal ayy gak niat bikin cerita horor loh. Cuma mau menakuti readers aja *sama aja* Hehe.. Makanya bacanya malam aja. Ntar kan tinggal dibawa mimpi *Ngahaha.. ketawa nista bareng Kyu line*

Wookeh. Ada nama yang belum disebut? Sebutkan saja direview berikutnya. Hehe.. terima kasih buat teman-teman yang udah singgah. Apalagi yang ninggalin review. Ah... Ayy sangat bahagia menjadi author. Thank you so much. *kecup atu-atu* Pai Pai *ala Miss Indonesia*