"Dimulai dari Jae hyung. " Yoochun diam. Membiarkan Changmin menyelesaikan kata-katanya.
"Ada sesuatu yang tengah mengawasi kita, hyung. Dan tadi malam aku memaksamu ke kamarku karena..."
"Karena?"
"Karena... Ia, ada di sana mengawasimu."
DEG
"Seorang perempuan dengan rambut panjang tergerai."
DEG
"Ia cantik, tapi wajah sebelah kanannya selalu tertutup oleh rambut."
DEG
"Ia menggunakan terusan putih di bawah lutut. Bajunya berlengan panjang, tapi baju lengan sebelah kirinya sobek sebagian."
DEG DEG DEG
Jantung Yoochun berpacu cepat. Ia masih mengingat sosok wanita yang menemaninya 'tidur' semalam.
"Dan di lengan sebelah kirinya terdapat noda darah."
'Tuhan. Apa sebenarnya yang tengah terjadi pada kami?'
Spontan Yoochun berdoa dalam hati. Apa yang baru saja terucap dari bibir Changmin membuat asmanya kambuh mendadak. Bagaimana tidak, jika yang disebutkan maknae-nya tadi sama persis dengan ciri-ciri wanita yang mengganggunya semalam. Makhluk yang tidur di sebelahnya hingga membuatnya tak berani membuka mata.
...
..
.
SOMETHING
Cast:
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu
Shim Changmin
Rate : T
Genre : Horor and mystery
Author : ayy88fish
Disclaimer : Chara bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama untuk menuangkan imajinasi yang tercipta dalam pikiran saya. Tapi cerita milik saya.
Warning : An alternative universe of TVXQ fanfiction, violence, gaje, typo(s). No beta. No edit. Jika tidak suka, JANGAN BACA!
.
..
...
Jalanan penuh dengan tumpukan salju. Hawa dingin semakin menusuk ketika hari beranjak gelap. Meskipun jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Seoul malah terlihat semakin ramai. Lampu kelap-kelip dan terang benderang menghiasi setiap bangunan yanga ada di disana. Juga lampu jalanan serta taman yang tertata rapi di tengah kota. Tidak ada bedanya dengan siang hari. Masih sama-sama ramai.
Sesuai jadwal, Junsu sudah menyelesaikan latihan musikalnya. Ia sudah bersiap menuju parkiran ketika Victoria, teman seagensinya juga lawan mainnya kali ini menahan langkahnya. Yoeja itu mengejar Junsu dengan nafas terengah-engah membuat Junsu menghentikan langkahnya.
"Oppa, tunggu. Hah.. Hah... Uh, sepertinya aku memang harus diet." Keluh Victoria. Junsu yang mendengarnya tersenyum kecil.
"Tubuhmu sudah sangat kurus, Victoria."
"Tapi ini lebih buruk dari yang oppa bayangkan. Ah, sebentar lagi aku pasti akan tersiksa lagi."
Junsu tahu apa maksud perkataan yoeja cantik itu. Dua bulan lagi f(x) berencana comeback dengan album baru. Tentu saja mereka harus diet ketat demi menunjang penampilan agar terlihat selalu sempurna.
"Ada apa? Kau mau pulang denganku?" Junsu kembali mengayunkan kakinya menuju tujuan semula.
"Apa oppa mau ke rumah sakit?" tanya Victoria di samping Junsu. Menjajari langkah sunbaenya.
"Hm?" Junsu
"Aku dengar Jaejoong oppa masuk rumah sakit. Manager oppa yang memberitahu." Jelas Victoria ketika melihat wajah keheranan Junsu.
"Oh. Apa sudah banyak yang tahu?"
"Tentu saja. Jaejoong oppa tidak pernah terlihat latihan, juga di televisi. Banyak yang bertanya padaku tentang dia. Tapi aku kan tidak bisa memberi info apapun. I know, it's private."
"Kau pintar." Ucap Junsu sambil tersenyum.
"Kau bawa mobil?"
"Ani. Makanya kalau oppa akan ke sana aku berencana menumpang."
"Wah, sayang sekali. Aku harus singgah dulu ke rumah. Tidak apa-apa?"
"Oh, tidak masalah. Apa aku boleh menumpang?" ulang Victoria.
"Tentu saja. Kajja."
PIP PIP
"Gomawo oppa."
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
"Uh.. Oh... Ungghh.. Je- Jebal.. Hahhh.."
"..."
"Yunhh.. Hah.. YUNHOO... YUNHOO!"
"ANDWE!"
"Hah.. Hah.. Hah.."
Yunho menatap sekeliling. Sebuah ruangan dengan banyak peralatan dan kabel-kabel. Yunho ingat dirinya masih ada syuting. Beberapa orang terlihat menatap ke arahnya. Mungkin terkejut dengan teriakannya barusan. Manager noona memberikan sebotol air padanya. Ah, sepertinya ia ketiduran ketika menyadari dirinya terbaring di atas sofa.
"Gwenchana?"
"Nan gwenchana. Gomawo, noona."
"Kau kelelahan, Yunho."
"Tidak. Ya. Mungkin. Sedikit kurang tidur."
Manager noona bernama Lee Eunhwa itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sejak pertama kali bekerja bersama Yunho, ia tahu bahwa Yunho adalah orang yang perfeksionis dalam hal pekerjaan. Ia juga tahu betapa keras kepalanya Yunho jika itu menyangkut pekerjaan dan fans-nya. Yunho adalah orang yang pantang mengecewakan orang lain. Itulah sifat Yunho yang sangat melekat dalam ingatannya. Tentu saja, selain sifatnya yang sangat low profile jika dilihat sebagai seleb. Yunho bukanlah artis kekurangan job atau pun pendatang baru. Yunho adalah bintang besar bersama keempat temannya yang lain tapi mereka juga tetap menjaga santun adat ketimuran dengan sangat baik. Bahkan ketika nama mereka sudah terdengar di seluruh dunia. Mereka tidak berubah. Menghormati para sunbae dan menjadi panutan bagi yang muda.
Saking bertanggung jawabnya ia terhadap pekerjaannya, maka tidak heran jika Eunhwa sering mendapati bekas-bekas lecet ditubuh Yunho yang terbuka. Atau ketika ia dan teman-temannya harus kolaps karena terlalu lelah dengan jadwal yang harus mereka penuhi. Ia tahu, mereka sangat menyayangi fans mereka, namun kadang mereka sudah terlalu menyiksa diri. Jujur saja ia sering kali meminta kepada perusahaan agar mengurangi beberapa acara atau latihan, atau setidaknya membatasi beberapa acara saja dalam sehari agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Namun yang ia dapat hanya bentakan keras dan ancaman. Bahkan dengan mudahnya sang CEO memintanya mengundurkan diri saja, sebab masih banyak orang yang mau bekerja padanya.
Justru karna hal itu ia tetap menahan diri untuk tetap bersama TVXQ. Ia bahkan tidak pernah memikirkan untuk berkencan agar bisa selalu melindungi TVXQ. Tentu saja bukan hanya dirinya sendiri tapi bersama manager oppa, Shin Jinwoo. Dan karena Yunho paling keras kepala *dalam bekerja* diantara mereka berlima, maka ia adalah manager yang paling sering menemani namja itu jika memiliki jadwal sendiri, terpisah dari lainnya. Meskipun bertubuh kecil, tapi ia cukup kuat dan lincah. Ketika TVXQ baru debut, ia tidak keberatan mengangkat sendiri koper-koper mereka. Ia bahkan sempat dijuluki HULK karena kekuatannya. Tapi sekarang tidak perlu lagi,kini mereka sudah memiliki banyak asisten.
"Kau mengigau."
"Hm.." Yunho meneguk habis air di dalam botol. Memijat sedikit keningnya yang berdenyut.
"Kenapa noona tidak membangunkanku?"
"Kau ingin istirahat sebentar lagi?"
"Noona..." Yunho m
"Haaah... Arra. Aku yang meminta mereka tidak membangunkanmu dulu. Kau terlihat menyedihkan dan kusut. Tidak mungkin kau rekaman dengan tampilan seperti ini."
"Aku baik-baik saja. Aku ingin ini cepat selesai."
"Baiklah, aku akan bicara dengan sutradara."
Tak lama setelah kepergian Eunhwa, seorang make up artis mendekatinya berniat memperbaiki tampilan Yunho, namun ia menolak dengan mengatakan akan ke toilet sebentar.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
Tiga orang noona Jaejoong kini berada di rumah sakit tempat Jaejoong dirawat. Juga suami mereka. Ada juga keponakan yang memaksa ikut. Mereka datang setelah mendapat panggilan dari Sukjin tadi pagi. Hanya mereka yang berada tidak jauh dari Seoul yang bisa datang. Sukjin sengaja tidak menghubungi orang tuanya lebih dulu. Ia khawatir dengan kesehatan sang aboji yang sedang tidak stabil. Untungnya saudara lainnya juga berpikiran yang sama. Ayah dan ibu mereka pasti akan langsung datang jika mendengar kabar sakitnya si bungsu tersayang.
Sukjin berpikir betapa beruntungnya dirinya dan Jaejoong. Disaat kesulitan saudara mereka selalu ada. Walaupun yang namanya selisih dan bertengkar pernah mereka alami tapi tidak sampai membuat perpecahan dalam keluarga. Betapa bangganya dia pada bumonim yang mampu menjaga ikatan sakral mereka hingga lebih dari 50 tahun.
Beberapa saudara yang tidak bisa datang mengatakan akan mengunjungi Jaejoong secepatnya. Tidak lupa mengucap doa bagi adik bungsu mereka. Bahkan ketika ia menelpon tadi pagi tidak ada satupun kakaknya yang tidak menangis. Mereka sangat mengkhawatirkan Jaejoong setelah mendengar namja cantik itu dirawat di ruang ICU.
Kakak kedua mereka datang sendirian tadi siang namun harus segera kembali. Ia berjanji akan datang esok hari bersama suami dan anaknya.
"Terdengar tidak masuk akal." Ucap seorang iparnya ketika ia bercerita apa yang menimpa Jaejoong.
"Aku juga tidak tahu pasti kejadian sebenarnya bagaimana. Tapi seperti itulah yang kutahu dari Yunho dan Junsu. Dokter juga mengatakan hal yang sama. Aku sudah bertanya pada dokter yang menanganinya tadi."
"Aigoo... Kasihan sekali uri maknae. Semoga dia cepat sehat."
"Ne."
Sejenak mereka terdiam. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Jumlah kursi yang tidak memadai membuat mereka mencari sendiri posisi yang nyaman. Ada yang berdiri di dekat pintu keluar. Ada pula yang memilih berjongkok di sudut. Seorang kakak Jaejoong memandang sendu ke arah adiknya. Kemudian membalik badan dan membiarkan anaknya tetap melihat Paman kesayangannya. Hyuna, keponankan kesayangan Jaejoong tersenyum melihat ke dalam ruangan Jaejoong dari jendela yang gordennya dibuka. Tangannya melambai-lambai mengajak seseorang di dalamnya untuk mendekat padanya. Tentu saja bukan pada sang Paman yang terbaring lemah di atas ranjang. Tapi pada sesosok anak kecil yang duduk di atas perut Jaejoong dan mengakibatkannya kesulitan bernapas.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
Junsu dan Victoria sampai di kediaman TVXQ. Sebenarnya Junsu merasa kurang nyaman mengajak Victoria ke dorm. Tapi menolak niat baik Victoria juga ia rasa tidak tepat. Ia hanya mengkhawatirkan Changmin.
"Aku pulang..."
Lampu di pintu masuk menyala terang. Junsu mempersilahkan hoobaenya di SM Ent itu untk masuk. Dorm mereka terlihat rapi dan bersih untuk ukuran bujangan yang tinggal bersama. Tidak ada sampah yang berserakan ataupun bekas makanan yang tercecer. Semua rapi dan berada tepat di tempatnya. Jika mereka tidak sempat membereskannya atau harus meninggalkan dorm dalam waktu lama, mereka akan memanggil jasa pembantu untuk merapikannya.
"Sepertinya mereka belum pulang. Duduklah dulu. Aku akan bersiap. Hm.. Kau keberatan kalau aku mandi dulu?" Victoria menggeleng.
Junsu menunjuk sofa putih di ruang tengah dan mempersilahkan tamunya untuk duduk. Victoria melepas jaket dan tasnya, lalu meletakkannya di lengan sofa. Junsu menghidupkan televisi agar Victoria tidak kesepian. Ia juga menunjuk remote TV dan beberapa majalah di bawah meja.
"Mau minum apa?"
"Terserah oppa saja." Victoria meraih remote dan mengganti channel, mencari acara televisi yang menarik. Junsu beranjak menuju dapur dan membuatkan segelas coklat panas untuk gadis itu. Lalu kembali lagi ke ruang tengah dan meletakkannya di depan sang tamu.
"Tidak apa-apa kan aku agak lama?"
"Ne. Aku yang jadinya merepotkan."
"Tidak masalah. Ku tinggal ya. Oh ya, toilet ada di dapur tapi sepertinya kuncinya agak macet. Jadi kalau ke sana jangan lupa bawa ponselmu. Arra?"
"Ne. Gomawo, oppa." Junsu meninggalkan Victoria sendirian.
Tak lama berselang dari arah samping terdengar suara pintu di buka. Sepertinya ada yang datang.
"Aku pulang.." suara ini, suara yang sangat dirindukan oleh Victoria. Beberapa bulan ini mereka jarang bertemu. Komunikasi juga tidak selancar dulu. Mengakibatkan kerenggangan hubungan mereka.
TAP
TAP
TAP
Sosok yang baru masuk tadi mengerutkan kening melihat ada sandal wanita di pintu masuk. Berjejer dengan sepatu boot Junsu. Dalam hati ia bertanya-tanya siapa yoeja yang berada di dorm mereka kini.
"Kau?" tunjuknya Victoria yang duduk di ruang tengah.
"Changmin..." Victoria berdiri karena terkejut. Dalam hati ia merasa sangat senang. Sungguh, jika ia tidak ingat dimana sekarang ia berada, ingin sekali ia memeluk namja tampan yang ada di hadapannya sekarang. Ia meletakkan cangkir coklatnya dan beranjak mendekati Changmin.
"Apa yang kau lakukan di sini?!"
"Aku datang dengan Junsu oppa. Aku yang memintanya mengantarku ke tempat Jaejoong oppa. Maafkan aku." Jawab Victoria. Ia merasa sediki takut dengan Changmin yang terlihat marah.
Changmin menatap tak suka pada Victoria. Ia merasa wanita itu menomor dua-kan dirinya karena lebih memilih meminta tolong dengan Junsu daripada dirinya.
"Aku tahu kau marah, tapi tolong jangan salahkan Junsu oppa. Aku yang memaksanya. Kau tahu kan kami sedang ada proyek bersama, jadi ketika pulang tadi.."
"Apa sulitnya menghubungiku. Kalau kau memang berniat menjenguk Jae hyung, kau bisa menelponku. Aku.." suara Changmin meninggi.
"Menelponmu?!" Victoria tersenyum meremehkan. Rasa senang yang tadi memenuhi hatinya kini menguap entah kemana.
"Heh. Memangnya siapa selama ini yang tidak pernah menelponku balik jika kau sibuk? Siapa yang tidak pernah membalas pesan-pesanku? Sekarang kau marah karena aku pergi dengan Junsu oppa? Lalu aku tidak boleh marah denganmu karena kau mengabaikanku?" kejar Victoria tak terima. Meskipun ia masih bisa mengontrol suaranya, tapi tak dipungkiri terselip kekesalan di dalamnya.
"Aku tidak.." elak Changmin.
"Iya. Kau iya."
"Kau tahu kan betapa sibuknya kami?"
"Iya. Tahu, tapi ternyata kau masih bisa menghabiskan waktumu bersama kyuhyun. Hebat bukan?"
"Hey. Jangan bicara sembarangan."
"Aku tidak asal bicara. Jujur saja aku iri dengannya. Ia bisa dengan mudah keluar denganmu, sedangkan aku? Gambarmu yang tidak sengaja tertangkap kameraku saja sudahmenjadi skandal yang menghebohkan. Aku iri dengannya yang bisa menghabiskan waktu denganmu tanpa takut dengan komentar macam-macam orang. Sedangkan aku harus amti-matian menahan rinduku demi popularitas dan keamanan diri. Kau pikir aku tahan dengan semua ini?"
"Diam! Kau sudah keterlaluan Vic!"
"Biar! Biar aku bicara kenyataannya. Kau pikir aku tidak tahu selama ini kalian sering bersama? Dan hatiku, sebagai kekasihmu menyatakan bahwa aku cemburu."
"Kau berubah."
"Aku begini karna kau. Juga karena Kyuhyun mencintaimu. Dasar bodoh."
Tanpa bisa ditahan, Victoria menangis di depan Changmin.
Junsu mendengar suara Changmin dan Victoria dari dalam kamar. Ia harus keluar secepatnya sebelum terjadi perkelahian yang lebih besar. Dan ia memutuskan bersikap seolah tak tahu apa-apa guna menghindari kecanggungan.
CKLEK
Semua yang berada di ruang tengah terdiam ketika melihat Junsu keluar dari kamarnya.
"Kyu. Apa yang kau lakukan di sana?"
Victoria menoleh ke belakang dan tidak mengira ada Kyuhyun disana dan melihat semua pertengkaran mereka.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
TBC
.
.
"Sn" 140414
A/n : Maaf ye, belom bisa bales ripiu ^^
