"Apa sulitnya menghubungiku. Kalau kau memang berniat menjenguk Jae hyung, kau bisa menelponku. Aku.." suara Changmin meninggi.

"Menelponmu?!" Victoria tersenyum meremehkan. Rasa senang yang tadi memenuhi hatinya kini menguap entah kemana.

"Heh. Memangnya siapa selama ini yang tidak pernah menelponku balik jika kau sibuk? Siapa yang tidak pernah membalas pesan-pesanku? Sekarang kau marah karena aku pergi dengan Junsu oppa? Lalu aku tidak boleh marah denganmu karena kau mengabaikanku?" kejar Victoria tak terima. Meskipun ia masih bisa mengontrol suaranya, tapi tak dipungkiri terselip kekesalan di dalamnya.

"Aku tidak.." elak Changmin.

"Iya. Kau iya."

"Kau tahu kan betapa sibuknya kami?"

"Iya. Tahu, tapi ternyata kau masih bisa menghabiskan waktumu bersama kyuhyun. Hebat bukan?"

"Hey. Jangan bicara sembarangan."

"Aku tidak asal bicara. Jujur saja aku iri dengannya. Ia bisa dengan mudah keluar denganmu, sedangkan aku? Gambarmu yang tidak sengaja tertangkap kameraku saja sudah menjadi skandal yang menghebohkan. Aku iri dengannya yang bisa menghabiskan waktu denganmu tanpa takut dengan komentar macam-macam orang. Sedangkan aku harus amti-matian menahan rinduku demi popularitas dan keamanan diri. Kau pikir aku tahan dengan semua ini?"

"Diam! Kau sudah keterlaluan Vic!"

"Biar! Biar aku bicara kenyataannya. Kau pikir aku tidak tahu selama ini kalian sering bersama? Dan hatiku, sebagai kekasihmu menyatakan bahwa aku cemburu."

"Kau berubah."

"Aku begini karna kau. Juga karena Kyuhyun mencintaimu. Dasar bodoh."

Tanpa bisa ditahan, Victoria menangis di depan Changmin.

Junsu mendengar suara Changmin dan Victoria dari dalam kamar. Ia harus keluar secepatnya sebelum terjadi perkelahian yang lebih besar. Dan ia memutuskan bersikap seolah tak tahu apa-apa guna menghindari kecanggungan.

CKLEK

Semua yang berada di ruang tengah terdiam ketika melihat Junsu keluar dari kamarnya.

"Kyu. Apa yang kau lakukan di sana?"

Victoria menoleh ke belakang dan tidak mengira ada Kyuhyun disana dan melihat semua pertengkaran mereka.

...

..

.

SOMETHING

Cast:

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

Shim Changmin

Rate : T

Genre : Horor and mystery

Author : ayy88fish

Disclaimer : Chara bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama untuk menuangkan imajinasi yang tercipta dalam pikiran saya. Tapi cerita milik saya.

Warning : An alternative universe of TVXQ fanfiction, violence, gaje, typo(s). No beta. No edit. Jika tidak suka, JANGAN BACA!

.

..

...

Suasana di dorm TVXQ terlihat kaku dan canggung. Kyuhyun tersenyum canggung pada Junsu yang menyapanya. Ia juga melirik pada Victoria. Meskipun terkenal dengan kenakalannya, tapi dalam situasi ini ia tidak boleh asal bersikap sebab ini berkaitan dengan dua sahabatnya. Victoria menutup mulutnya dan merutuk dalam hati, menyesali kata-kata yang sebelumnya meluncur tanpa spasi dari bibirnya. Jika ia tahu ada Kyuhyun disana, ia tidak mungkin mengatakan hal itu. Ia masih menghormati Kyuhyun sebagai sunbae-nya, juga menyayanginya sebagai sahabat. Meskipun gadis itu memang berniat membicarakan hal ini pada Changmin suatu saat nanti. Tapi tentu saja yang terjadi sekarang diluar kendalinya.

Changmin memijit pelipisnya yang berdenyut kuat. Kepalanya terasa ingin pecah. Belum selesai masalah 'umma-nya' dan 'something' yang selalu menghantuinya akhir-akhir ini, sekarang malah bertambah dengan sikap kekanak-kanakan kekasihnya.

"Aku tak tahu apa yang merasukimu. Tapi aku harap kau hanya salah bicara karena kesal denganku. Jangan menghubungiku sementara ini. Aku yang akan menelponmu nanti. Aku harap kepalamu sudah dingin nanti. Kkalke."

Changmin berbalik tanpa mau menatap Victoria. Namja itu menarik tangan Kyuhyun agar ikut dengannya. Kyuhyun hanya bisa mengikuti langkah lebar sang sahabat setelah membungkuk sebentar pada Junsu.

Victoria masih diam di tempatnya. Air matanya lolos begitu saja walau sudah ditahannya sekuat tenaga. Junsu menepuk pelan pundak Victoria tanpa niat untuk menenangkannya.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Jalanan di malam hari terlihat basah dan licin akibat hujan yang mengguyur kota ini. Lampu jalanan dan gedun-gedung memantul pada jalan. Junsu dan Victoria kini sudah berada di dalam mobil Junsu. Sepertiga jalan menuju tujuan awal mereka. Victoria diam sepanjang jalan. Pikirannya masih sedih. Ia juga merasa bersalah juga malu pada ketiga namja yang berada di ruang tengah dorm TVXQ tadi. Seharusnya ia bisa lebih bersabar dengan sifat Changmin. Hubungan yang mereka jalani bukannya setahun dua tahun, tapi sudah empat tahun, artinya sudah banyak hal yang ia pelajari dari kekasihnya, tapi jika mengingat alasannya marah tadi ia merasa ada pembenaran dalam hatinya.

Junsu juga diam. Tak berniat membuka pecakapan. Ia takut Victoria merasa tidak nyaman berbagi ruangan dengannya. Meskipun ia dekat dengan hoobae-nya ini, ia juga sadar bahwa posisi Changmin tentu lebih tinggi darinya. Junsu merasa sedikit tidak nyaman pada sepasang kekasih itu. Ia juga salah karena tidak menghubungi Changmin, setidaknya memberitahukan perihal Victoria yang akan pergi dengannya. Dalam pikirannya hanya ada Jaejoong. Meskipun Junsu dan Changmin dekat, tapi Changmin bukan tipe orang yang mudah bercerita. Ia akan memendam semuanya sendiri. Bahkan ketika ia marah, ia tidak akan dengan mudah memperlihatkannya pada orang lain. Si maknae yang tertutup.

"Oppa mianhae.." ucap Victoria.

Junsu menoleh ke samping dan melihat gadis itu tengah menundukkan wajahnya.

"Gwenchana."

"Harusnya aku lebih peka. Mian." Lanjutnya.

"Ani. " Jawab Victoria sambil menggeleng.

"Ingin kubantu bicara dengannya? Aku bisa menjelaskan kalau kita.."

Victoria menggeleng kuat-kuat sebelum Junsu menyelesaikan kalimatnya.

"Itu akan semakin membuat kami jauh. Oppa tenang saja. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Jangan khawatir."

"Arra. Kau memang wanita hebat."

"Gwenchana."

DRRTTT DRRRTTT

Ponsel Junsu bergetar di saku celananya. Ia segera mengeluarkannya tanpa mengurangi laju mobil. Karena menggunakan jeans ketat, Junsu merasa agak kesulitan. Hingga akhirnya ponselnya jatuh ke arah kaki kirinya. Victoria berniat mengambilkannya untuk Junsu. Ia pun menunduk dan menggapainya karena ternyata jatuh terlalu jauh. Junsu merasa tak enak hati dan beberapa kali memandang ke bawah untuk melihat Victoria. Ia tidak memperhatikan sebuah truk yang keluar jalur melaju menuju mereka.

Junsu terkejut dan langsung membanting stir ke arah berlawanan. Ferari merahnya langsung keluar jalur, menaiki trotoar dan berakhir dengan menghantam pohon. Victoria yang masih shock terdiam di posisinya. Ia berhasil mengambil ponsel Junsu sebelum cahaya lampu truk tadi menghalangi pandangan mereka. Victoria gemetar di kursinya. Ia melihat kepala Junsu tertunduk di setir. Darah mengaliri wajahnya. Di keremangan cahaya, Victoria tergugu di kusinya.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Paramedis bergerak cepat. Seorang korban kecelakaan lalu lintas baru saja sampai. Bersama dengan ambulans, sebuah Audi putih mengekor di belakangnya. Selain korban yang ditandu, ada seorang wanita yang juga korban lain bersandar lemas pada jendela ambulans. Seorang suster dan lelaki yang menemaninya memapahnya memasuki ruang UGD.

"Changmin-ah. Jangan tinggalkan aku. Jebal.." tubuh lemah Victoria langsung tak sadarkan diri dalam pelukan Changmin yang sedari tadi menemaninya.

"Vic! Vic!" Changmin agak kesulitan memindahkan tubuh Victoria ke ranjang periksa.

Seorang perawat laki-laki membantu Changmin kemudian memintanya menepi sebentar. Perempuan mungil yang Changmin rasa adalah seorang dokter mendekati ranjang kekasihnya. Wanita itu memeriksa bagian luar tubuh Victoria. Tak lupa memerintahkan perawat tadi melakukan tindakan pertolongan pertama.

Kyuhyun menyusul setelah memarkirkan mobil Changmin. Ia berjalan tergesa menuju UGD. Dari pintu masuk dapat ia lihat Chagmin sedang sibuk dengan ponselnya. Sepertinya namja jangkung itu tak bisa menghubungi orang yang dimaksud. Beberapa kali Changin meremas rambutnya kasar.

"Changmin-ah."

"Oh, Kyu."

"Sudah menghubungi Yunho hyung dan Yoochun hyung?"

"Ck. Aku sudah berkali-kali menghubunginya tapi tak satupun mengangkatnya. Hanya manager hyung saja yang bisa kuhubungi. Dia bilang akan segera kemari."

Changmin bergerak gelisah kesana kemari. Kyuhyun tahu, sahabatnya itu pasti sangat mengkhawatirkan kedua korban. Apalagi sebelum kejadian Changmin sempat bertengkar dengan kekasihnya. Bagaimanapun juga pasti ada perasaan bersalah dalam dirinya. Kyuhyun menepuk bahu Changmin. Simpati.

Mata Changmin melebar ketika melihat Junsu terlonjak dari tempatnya. Ternyata dokter sedang memberikan pacu jantung untuknya. Tentu bukan kabar baik. Ia pun segera mendekat ke ranjang Junsu namun seorang perawat segera menahan langkahnya.

Changmin frustasi. Ingin rasanya menangis tapi air matanya sama sekali tak mau keluar. Junsu hyung-nya sedang tidak baik-baik saja di depannya tapi tak ada satupun yang bisa ia lakukan. Hingga akhirnya ia mengerang dalam pelukan lelaki bertubuh sedikit gempal yang baru saja tiba. Manager TVXQ.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Kyuhyun mencoba apa yang ia bisa. Memang benar kata Changmin. Ponsel dua Y tidak bisa dihubungi. Berbekal insting, Kyuhyun berjalan menuju bangsal Jaejoong. Berharap ia bisa menemukan salah satunya disana. Terutama Yunho. Karena menurutnya Yunho tidak mungkin meninggalkan kekasihnya lama-lama. Sampai di depan kamar rawat Jaejoong, Kyuhyun heran melihat seorang yoeja yang tidur dengan mudahnya di lorong. Di kursi tunggunya

Setelah semakin dekat ia baru sadar. Ternyata itu adalah salah satu kakak Jaejoong. Ingin menyapa, tapi yoeja itu sedang tidur. Ingin langsung masuk khawatir ada keluarga Jaejoong yang lain di dalam. Setelah sedikit menimbang, Kyuhyun memilih untuk mengetuk saja. Berharap ada jawaban dari dalam.

TOK TOK TOK

"Ungh..." wanita tadi langsung membuka matanya mendengar ada yang mengetuk pintu adiknya. Matanya ia kerjapkan beberapa kali sembari menyesuaikan dengan cahaya sekitar.

"A- Annyeong haseo.."

Sukjin menegakkan tubuhnya. Ia membalas salam Kyuhyun namun masih dengan wajah setengah mengantuk.

"Siapa?"

"Kyuhyun imnida. Maaf membangunkan noona, tapi apakah Yunho hyung ada di sini?"

"Oh, sepertinya ada. Masuk saja, mungkin dia ketiduran."

Kyuhyun menggenggam pegangan pintu ragu. Tapi tak ada hal lain yang terpikir olehnya. Ia mengetuk sekali lagi lalu membukanya.

Benar saja, Yunho tertidur di sofa.

Kyuhyun mendekati Yunho tapi terdiam lagi. Sukjin membantu Kyuhyun. Kakak terakhir Jaejoong itu menepuk pundak Yunho untuk membangunkannya. Yunh terlonjak dari tempatnya. Ia terkejut tapi kemudian bisa menguasai dirinya.

"Oh, kau Kyu." Yunho mengedarkan pandangannya.

"Kau datang sendiri? Dimana Changmin?"

Yunh dan Sukjin mencium gelagat tidak baik dari diamnya Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari dua makhluk berlainan jenis di depannya. Menggigit bibirnya sendiri.

"Apa ada sesuatu yang salah?" selidik Yunho.

"Junsu hyung ada di UGD. Changmin sedang bersamanya."

"MWO?!"

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Yoochun menemani Jajeoong di kamarnya sementara Yunho menunggui Junsu. Changmin pulang setelah Kyuhyun memaksanya. Kyuhyun merasa Changmin perlu menenangkan diri. Manager hyung kembali disibukkan dengan admisnistrasi Junsu di rumah sakit dan menghubungi beberapa orang. Manajemen dan orang tua Junsu adalah yang utama.

Yunho tidak pernah menyangka bahwa mereka akan mengalami hal buruk berturut-turut. Ia sangat menyayangi teman-temannya. Belum juga Jaejoong siuman, kecelakaan Junsu membuatnya sulit untuk berkonsentras pada pekerjaannya. Yunho hanya bisa berdoa untuk kedua membernya. Semoga mereka bisa pulih secepatnya.

Junsu inap di ruang VVIP. Tidak sembarang orang bisa memasukinya. Apalagi Junsu mengalami kondisi luka yang parah, maka ia perlu penanganan secara intensif. Sama seperti Jaejoong yang harus dibelit oleh selang-selang demi mengembalikan kesehatannya, Junsu juga dibantu oleh alat-alat penunjang.

Yunho melihat Junsu dari balik kaca tebal. Matanya masih basah karena menangis. Sunggh ia merasa terpuruk saat ini. Jika biasanya ada bahu Jaejoong yang akan menenangkannya, kini ia harus kuat berdiri sendiri.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Dua hari setelah kecelakaan Junsu.

Dong Bang Shin Ki menyatakan hiatus sebagai grup dan akan menjalani kegiatan sebagai individu alias solo. Manajemen memutuskan Yoochun dan Yunho akan fokus pada drama, sedangkan Changmin akan memulai debutnya sebagai penyanyi solo. Meskipun berat dan terkesan memaksa, member DBSK yang tersisa tidak bisa melakukan apapun –untuk sementara-. Setidaknya mereka harus bersabar sampai teman-teman mereka dalam keadaan yang lebih baik.

Changmin berjalan gontai ke kamarnya. Ia sungguh merindukan Junsu-nya. Target utama pembuliannya. Changmin sangat senang membully Junsu karena menurutnya wajahnya saja sudah membuat ingin tertawa dan Junsu juga tidak pernah keberatan dengan kelakuannya. Kakak bungsu itu bahkan terlihat pasrah saja tiap kali Changmin membully-nya.

Biasanya di jam seperti ini mereka akan duduk di lantai dan battle game sampai Jaejoong atau Yunho mengomeli mereka. Jika tidak mereka akan saling tukar cerita di ranjang masing-masing. Changmin menaiki tangga tempat tidur mereka dan merebahkan diri disana. Mengambil salah satu boneka Junsu yang tersusun rapi dibagian samping. Changmin menghirup aroma Junsu yang tertinggal di sana. Perlahan air matanya jatuh membasahi boneka Junsu.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

Entah berapa lama Changmin tertidur. Ia terbangun ketika merasakan hasrat ingin pipis. Pria jangkung itu terkejut ketika mendapati jendela kamar tidur mereka dalam keadaan terbuka. Seingatnya ia sudah memastikan jendela itu dalam keadaan terkunci sebelum pergi pagi tadi. Changmin segera melompat dari tempat tidur, berniat menutupnya. Namun baru beberapa langkah, ia terpaku di tempatnya.

Junsu berada di balik kamar ini. Setengah tubuhnya tepat berada di balik jendela. Menatap Changmin dengan pandangan sayu dan letih. Seperti meminta Changmin untuk melakukan sesuatu.

Jantung Changmin berdegup kencang. Berpikir opsi apa yang akan ia pilih menghadapi sosok tak nyata yang hanya berjarak tidak lebih dari tiga meter dari tempatnya berdiri. Ia begitu ketakutan. Perasaan yang sama ketika sosok gadis berambut panjang itu memperingatkannya. Sebab ia tak mungkin lupa jika kamarnya menghadap jalan tanpa ada teras di sana. Benar-benar hanya dinding rata dari bawah sampai lantai dua puluh lima. Dan ia tentu tak akan lupa bahwa dorm DBSK berada di lantai delapan.

.

..Something..

.Ayy88fish.

.

.

TBC

.

.

"Sn"250515

.

.

A/n : mohon maafkan ayya atas lamanya lanjutan FF ini. Soalnya jujur saja ayy harus unya waktu khusus untuk menulis. Belum lagi berbagai kejadian tidak menyenangkan selama ayya mengetik. Bukan hanya bayanga-bayangan gak jelas dan suara gaduh saja tapi nggak jarang 'something' ini ngikut eksis dengan cekikikan di sekitar ayya. Dan setelah berbulan-bulan melawan itu semua, inilah SOMETHING chapter 6 yang telah kalian baca.

Maaf jika pendek dan tidak sesuai yang diharapkan.

Btw, ini juga dari kejadian nyata yang ayya alami lainnya. Boleh cerita sedikit ya?

Waktu itu adik teman satu kos ayya kecelakaan dan koma di Rumah Sakit. Sebagai teman ayya ikut jenguk dong. Apalagi adiknya itu pernah beberapa kali menolong ayya. Boleh dikatakan kami cukup dekat. Seminggu dirawat masih belum ada tanda-tanda dia siuman. Ayya udah tiga kali datang ke sana.

Dua hari setelah kunjungan ayya yang terakhir, 'dia' datang ke kamar ayya. Tepatnya ke jendela kamar ayya. Ayya punya kebiasaan buka jendela kalo tidur. Soalnya suka kepanasan, mau pakai kipas takut lupa matiinnya (bukan kipas angin yang ada timernya). Ayya nyaman aja tidur seperti itu soalnya kamar ayya di lantai dua dan berbatasan dengan jalan. Nggak ada yang bisa naik kesana kecuali menggunakan tangga. Itu juga kalau mau teriakin 'MALING!'.

Seperti malam lainnya, ayya tidur dengan jendela kamar terbuka. Dan betapa terkejutnya ayya ketika terbangu ingin pipis. Waktu ayya buka mata. Dia ada di sana. Dia benar-benar melayang di samping kamar ayya dengan luka-lukanya waktu kecelakaan. Ayya nggak bisa jerit. Seluruh tubuh ayya lemas semua. Setelah itu dia hilang.

Besoknya kakaknya yang se kos sama ayya masuk kamar sambil minta anterin ke RS. Rupanya adiknya meninggal dunia. Dan ini adalah salah satu pengalaman yang sulit ayya lupakan. Soalnya nggak masuk akal banget. Dan sampai saat ini ayya juga nggak pernah cerita sama kakaknya kalau ayya pernah mimpiin tuh anak. Semoga dia diberi tempat oleh Tuhan sesuai dengan amal ibadahnya. Amin.

Terima kasih untuk yang sudah singgah dan review. Itu semua sangat berarti buat ayya ^^