CHAPTER 3

Naruto, dkk punya Masashi Kishimoto

Gaahina

Rated semi M

Romance, hurt/comfort and

family

Story pure for Jhino

Happy reading

Setiap hari keluarga besar sabaku selalu melakukan sarapan bersama, hal ini sudah menjadi tradisi mereka. Hinata yang baru saja menjadi anggota Sabaku sangat gembira karena berbeda dengan keluarganya. Di sini dia lebih bisa diterima, ibu dan ayah mertuanya begitu baik, bahkan melebihi orang tua kandungnya sendiri. begitu juga dengan kua kakak kandung dan kakak ipar gaara, mereka sangat menyambut baik, dan jangan lupa dua bayi dari pasangan Temari-Shikamaru, dan Kankurou-Mitsuri, membuat dia tak hentinya tersenyum gemas pada mereka. Dari itu semua, ada satu hal yang istimewa, yaitu Sabaku No Gaara, suami tercintanya, yang tak sengaja bertemu ketika pria tersebut menyelamatkan dirinya dari tindakan konyolnya bahkan justru Gaara lah yang memberikan berjuta kegembiraan untuknya. Baginya gaara adalah pelindung dan penyelamat hidupnya, dan hinata sudah membulatkan tekad, mulai saat ini dia akan berusaha mencintai gaara dan melupakan Naruto.

"pagi Hinata.." sapa Hikaru bersama Rei.

Hinata langsung membalikkan badan dan memberikan Hormat "pagi eomma...pagi appa.."

"Hinata, kau tak perlu seformal itu, nak. Wah.. apa ini semua kau yang memasak?" kata Rei sambil duduk di ruang makan.

"aigo, menantu appa, eomma ini hebat sekali pagi-pagi, kau tak perlu repot-repot Hinata, biar aku saja atau Mitsuri yang melakukan. Kau kan baru menikah kasian gaara kalau mencarimu setelah malam pertama kalian." Goda temari. Membuat hinata bersemu merah.

" aku setuju dengan eonnie, kalian harusnya bersenang-senang." Tambah Mitsuri.

"ah ti-tidak apa-apa eonnie, aku justru ingin sekali membuatkan sarapan." Jawab Hinata masih menunduk malu.

" sudah lah jangan goda hinata, sayang. nanti gaara marah." Kata Shikamaru mengambil tempat duduk di samping temari, temari yang menggangguk kemudian mencium pipi suaminya itu.

"pagi-pagi muka adik iparku ini sudah merah padam, hahaha..gaara kemana? Pasti belum bangun? Wah berapa ronde tadi, adik iarku yang cantik?" hinata langsung memerah seperti rambut gaara mendengar kakak iparnya yang berkata frontal dan lasung dihadiahi cubitan oleh Mitsuri.

Merekapun tertawa mendengar teriakan sakit Kankurou, dan tak lama kemudian gaara muncul.

"jangan hanya di cubit saja noona, sekalian saja kurangi jatahnya." Ucap gaara membuat kankurou protes.

"ya! Enak saja. Aku tak mau jatah malamku dengan matsuri dikurangi!" seru kankuro.

"dasar sabaku mesum!"

"dasar sabaku panda!"

"sabaku mesum!"

"sabaku panda"

Celotehan mereka membuat anggota keluarga lainnya tertawa.

"sudah-sudah... ayo kita sarapan.." kata rei.. daan mereka menurutinya. Tak jarang kankuro merengek minta disuapi oleh mitsuri, dan istrinya dengan senang hati menurutinya. Melihat pemandangan itu semua tersenyum bahagia. Terlebih Hinata, hatinya merasa hangat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Gaahina room

Sepasang suami istri saling berhadapan, gaara merangkul pinggang istrinya dan melihat wajah Hinata yang sedang serius memasangkan dasi untuknya. Tanpa sadar kedua ujung bibirnya naik ke atas menandakan ia sedang tersenyum. Ya tersenyum menatap wajah cantik istrinya, meskiun serius apalgi mengingat wajah istrinya yang ketika mereka melakukan malam pertama..err...begitu cantik seperti bidadari dan warna merah yang menghiasinya di dua pipinya, oh jangan lupakan bibir hinata yang merah bengkak sedikit terbuka saat itu mendesah merdu di telinganya apalagi ketika istrinya mendesah menyebut namanya, membuat dia sangat...bergairah. membuat tak tahan ingin...

"emmmpph" suara desahan hinata karena Gaara tiba-tiba melumat bibirnya, bahkan sekarang memasukkan lidahnya, bunyi ciuman basahpun menggema. Hinatapun tak kuasa menolak, diremasnya pelan rambut gaara yang semula klimis ala eksekutif muda hingga berantakan, sedangkan gaara meremas kedua pantat sintal istrinya.

Puk.

Puk.

Hinata memukul dada bidang suaminya, membuat gaara perlahan melepaskan ciuman basah mereka. Hinata dan gaara sama-sama mengambil oksigen untuk bernapas.

"saranghee.." ucap gaara di sela-sela nafasnya. Hinata berdebar kencang dan wajahnya memerah.

"oppa, rendahkan badannya, aku rapikan rambutnya." Gaara pun menurut.

"padahal, hinata sudah baik bangku kecil kenapa masih tak bisa menggapai oppa?" goda gaara, langsung di hadiahi cubitan di bagian perut sixpacknya, gaarapun meringis kesakitan.

"itu karena oppa terlalu tinggi kayak tiang listrik." Sahut Hinata pura-pura seksal dan masih merapikan rambut suaminya. Gaara mendengarnya terkekeh juga.

"nah oppa, sudah rapi. Ayo aku antar di depan rumah." Ajak hinata sambil membawakan tas kerja suami.

.

.

.

.

.

.

Teras Kediaman Sabaku

"shika- ya, appa kerja ya, baik-baik dengan eomma ya." Shikamaru menggendong anaknya smbil mencium pipi gembul anaknya. kemudian diberikanya kepada istrinya.

"sayang aku berangkat dulu." Shikamaru pamit dan mencium kening istrinya dengan mesra.

"uuh, sweet sekali, hyung." Sindir Kankuro yang merangkul pinggang istrinya.

"hah, merepotkan." Ujar shikamaru malas masuk ke sedannya menunggu adik iparnya.

"anata, oppa berangkat ne. Jaga hanuel ne.." kankuro mencium bibir istrinya mesra.

"cih! Hyung bahasa jepangmu berantakan. Kalau belum bisa lebih baik ake bahasa korea saja. Dasar sabaku mesum." Ejek Gaara yang menggandeng istrinya.

"aish kau ini! Mengganggu saja. Nanti aku belajar pada Hinata saja." Bals kankuro lalu masuk ke dalam mobil shikamaru dan brangkat.

"oppa, jangan ketus begitu dengan kankuro oppa... eem ini bekal untuk oppa. Aku buatkan onigiri." Ucap hinata sambil tersenyum manis. Temari dan mitsuri tersenyum melihat adik iparnya perhatian pada Gaara.

"gomawo, oppa brangkat."

Cup..

Kecupan singkat di bibir hinata membuat pipinya kembali memerah sedangkan gaara langsung meluncur ke kantornya. Mitsuri dan temari hanya bisa menutup bibirnya karena tak percaya apa yang barusan adiknya lakukan.

.

.

.

.

.

.

Family room

Seorang wanita paruh baya sedang merangkai bunga mawar yang baru ia petik dari taman belakang rumahnya. Meskipun tidak muda lagi namun sabaku karura msaih tetap cantik.

"eomma.." sapa Hinata memberikan senyum manisnya pada mertuanya.

"sini sayang, temani eomma ya.." kata karura lembut kemudian kembali merangkai bunga bersama menantunya.

"hinata , arigato sudah membuat Gaara bahagia.." kata karura tersenyum manis menatap bunga yang barus selesai dirangkainya bersama menantunya.

"Eh?", hinata kaget dan tak mengrti apa maksud mertuanya mengucapkan terima kasih padanya.

Seolah mengerti kebingungan menantunya, kakura menjelaskan "gaara...dia sangat bahagia, bagitu jelas di wajahnya yang sekarang cerah. Kau tau sayang? gaara itu sangat dingin, kaku, tenang, bahkan sangat susah tersenyum, dan parahnya lagi dia menjadi workoholick semenjak dia patah hati ketika SMA di Seoul."

"se-seoul? Patah hati?"

"ne, hinata. Dulu dia pernah punya kekasih di korea, namun putus karena gadis yang ia cintainya ternyata tak pernah mencintainya. Dia seperti trauma hingga diumurnya yang mencapai 30 tahun itu tak punya kekasih, kami kawatir jika dia tak akan merasakan cinta dan menikah dalam hidupnya. Oleh karena itu Aku dan appanya berinisiatif menjodohkannya dengan salah satu anak sahabat kami, yaitu Hyuuga Hiashi. Mungkin ini karena jodoh dari tuhan, ternyata gadis yang di cintai gaara sekarang adalah salah satu anak Hiashi, dan itu kau Hinata. Jadi eomma sangat berterima kasih padamu, karena kau adalah sumber kebahagiaan kami sayang terutama untuk gaara."

Hinata langsung meneteskan air mata... bukan karena sedih tapi bahagia, terharu... baru kali ini dia mendengarkan kata-kata itu. Melihat Hinata menangis, karura memeluk sambil mengelus rambutnya. Pelukan hangat yang Hinata rasakan seperti pelukan ibu kandungnya.

.

.

.

.

.

.

Sabaku Corp.

Sabaku bungsu begitu serius menghiasi wajah tampan nan mulus. Mata jadenya yang terbingkai oleh kacamata yang berbentuk kotak, menambah aksen bahwa dia terliat dingin, bahkan baru saja dia membentak salah satu karyawannya yang salah membuat laporan. Jabatannya yang bisa dibilang tinggi setelah ayah dan Hyungnya, yaitu General Manager, sedangkan kankuro menjabat CEO, dan ayahnya merupakan direktur Utama serta pemilik Sabaku Corp.

Ceklek..

Pintu ruangannya terbuka, dan masuklah pria yang panggil Hyungnya.

"gaara, kudengar kau memarahi karyawan lagi? Ayolah gaara, jangan kolot begitu. Kita baru saja tinggal di jepang 2 bulan. Harusnya kau sedikit lembut." Kata kankuro yang duduk di sofa ruangan itu.

"justru itu kenapa kita kembali karena perusahaan ini lemah, ditambah lagi kakek sudah tua, jadi kita dan ayah harus tinggal disini." Ujar Gaara yang masih fokus memeriksa lapran-laporan di depannya.

"arra-arra.. tapi tak harus begitu kan? Bahkan kau sudah memecat 3 orang karyawan kita dalam waktu dua bulan. Kau membuat mereka ketakutan, uri namdongsaeng." Jelas kankur.

Gaara melepaskan kacamatanya dan menghela nafas. "justru itu niat appa hyung, untuk memberiku kewenangan itu, karena aku dingin, datar, dan...terlihat kejam."gaara menatap hyungnya.

"aish kau ini! Bukan kejam, tapi tegas. Aku mengerti, ohya, aku , shikamaru hyung dan appa akan pulang kerumah makan siang. Kau ikut juga gaara."

"hinata membawakan bekal untukku, hyung."

"memang cukup. Dilihat dari tempatnya saja, kurang untukmu, gaara. kau kan makannya banyak, hahahaha.."

"hah, cukup.. ohya, ada apa ke sini hyung?"

" mengajakmu makan siang dirumah, apa lagi kau kan sudah punya istri, apa kau tak rindu hinata uri dongsaeng?" goda kankuro.

"ne.. bogoshipoyo, hyung" jawab gaara singkat dan datar namun membuat hyungnya tertawa. Maklum saja baru kali ini gaara begitu.

"ada pesan tidak untuk adik iparku itu?"

Gaara tampak berikir, kemudian berkata " tolong sampaikan padanya kalau aku merindukannya, dan pulang sebelum makan malam, hyung." Kankur langsung tertawa keras.

"hyung kau kenapa?" tanya gaara melihat kakaknya tertawa keras.

Setelah selesai tertawa kankuro berkata, "abis, kau brubah setelah mengenal hinata bahkan setelah menikah dengannya. Sedikit romantis, bahkan sebentar lagi kau akan menjadi mesum seperti ..." gaara hanya bisa menggelenng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya, gaara tak habis pikir bagaiman bisa mitsuri noona super model di korea itu mau menikah dengan hyungnya ceroboh dan jelek itu, untung saja haneul mirip Mitsuri noona.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kediaman Sabaku

"Hinata, tadi gaara menitipkan pesan untukmu. Katanya dia akan pulang sebelum makan malam dan dia merindukanmu."

Blush..

Sontak semua anggota sabaku yang ada di ruang makan itu menoleh ke Hinata yang menahan malu.

"hinata tak usah malu begitu." Ucap Mitsuri tersenyum di sebelahnya.

"kankuro, kau tak bohongkan kalau gaara bilang begitu? Atau jangan-jangan kau hanya menggodanya saja." Cecar temari.

"anniya Noona. Dia memang bilang gitu, padahal tadi dia habis membentak salah satu karyawannya. Ah kau tau hinata, suami itu menakutkan, bayangkan saja baru tinggal dua bulan di sini dia sudah memecat 3 orang karyawan, karena kerjaan mereka tak ada yang beres. Tapi ketika aku menyebut namamu dia langsung jinak...hahahahahaha"

Hinata langsung tercengang, apa gaara oppa seperti itu? Setahu dia, gaara oppa itu lembut, baik, dan perhatian. Hinata menjadi kepikiran dengan cerita mertua dan kakak iparnya itu, mungkin nanti setelah suaminya pulang, dia akan bertanya pada gaara.

.

.

.

.

.

.

.

Night, gaahina room

Sepulangnya Gaara dari kantor dan makan malam, hinata segara menyiapkan air hangat untuk gaara mandi. Ketika gaara mandi, hinata membereskan pakaian gaara yang kotor dan menaruh tasnya di ruang kerjanya. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika dia melihat sebuket bunga lafender di meja rias. Karena penasaran, dia cepat-cepat menaruh tas suaminya, lalu mengambil buket itu. Di lihatnya kertas di dalam buket itu kemudian di bacanya..

'saranghe uri anae'

Hinata langsung terbelalak, dia menebak pasti suaminya, pasti Sabaku no Gaara..ya sapa lagi.. dan tiba-tiba sepasang tangan kokoh dan kekar itu mellilit pinggangnya, hinata tau sapa pelakunya...

"gaara oppa.." suara hinata parau..

"saranghee, hinata.." ucap gaara lirih namun merdu ditelinga hinata.. sang istri pun bersandar di dada bidang suaminya yang polos itu.

"terima kasih oppa, aku sangat menyukainya. Bagaimana oppa tau aku suka bunga ini?"

"oppa tau karena ini.." gaara mengengelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya kemudian menghirupnya. " aroma lafender dalam tubuhmu, love." Lanjut gaara sambil mengecup leher hinata sambil membuka kancing kemeja hinata.

"eeengh...gaara oppa.. geli.." lenguh Hinata ketika gaara menjilat dan menghisap leher hinata. gaara melepaskan kemeja hinata kemudian membalikan tubuh Hinata untuk menghadapnya.

Di tatapnya mata berwana ungu pucat yang indah milik istrinya sambil membelai lembut pipi halus Hinata, mata jadenya melihat lekuk tubuh istrinya yang...seksi, bagaiman tidak hinata sekarang hanya memakai bra tanpa tali dan celana warna merah senada membuat suaminya bergairah. sang empunya hanya bisa memejamkan mata merasakan belaian lembut suaminya dan mengusap pelan dada bidang suaminya yang kekar itu, dalam hati hinata sangat kagum dengan bentuk tubuh gaara yang tinggi tetap berotot meski tak besar, namun cukup membuat hinata merasa terlindungi dan melayang tentunya.

Di kecupnya lembut kening istrinya, lalu kedua mata istrinya, dan pipinya.. namun melewati bibirnya. Dipeluknya istrinya dan membenamkan kembali wajahnyan di sela leher Hinata dengan mesra,sedang sang istri mengalungkan tangannya di leher suaminya dan membelai sayang surai suaminya.

"bogoshipoyo, love.. joungmal bogoshipoyo.." hinata tersenyum mendengarkan suaminya berkata romantis, membuat hatinya berbunga bahagia dan mencium kuping suaminya.

Gaara mendekap erat tubuh hinata, mencium dan menghisap leher hinata yang jenjang itu sambil membelai kedua pantat sintal. Sedangkan hinata menggigit bibir bawahnya sambil memijat kepala Gaara.

Digigitnya leher hinata pelan dan dihisapnya kuat hingga membekas membuat hinata mendesah merdu di telinganya dan hampir saja istrinya merosot saking lemasnya kedua kakinya tapi di dekapnya erat hinata.

Ciuman Gaara merambat naik ke dagu kemudian ke bibir hinata . di lumatnya bibir mungil hinata lembut, lalu di hisapnya kuat membuat istrinya membuka bibirnya sedikit. Gaara langsung memasukkan lidahnya dan bermain lidah sambil membuka bra Hinata.

"eeuuummm... uuuummhh..." desah Hinata keenakan karena permainan lidah suaminya, dan gesekan diantara kelamin mereka membuatnya melingkarkan kadua kakinya dipinggang gaara. siapapun yang melihatnya pasti akan iri begitu menggairahnya mereka.

Setelah cukup lama berciuman mereka menghirup nafas, namun masih tetap gaara menggendong hinata ala koala dan tetap saling menggesekkan bagian tubuh bawah mereka yang masih tertutupi celana dalam dan boxer. Saling menatap dan mengesek membuat kedua pasangan suami istri itu bergairah. Bibir Hinata yang merah itu mengeluarkan desahan-desahan kecil tanpa terasa liquidnya dari selama bibirnya, mata ungu pucatnya yang indah itu bertemu mata jade gaara, uh wajah gaara sekarang ini begitu seksi apalagi bibirnya. Tanpa sadar hinata langsung menyambar bibir itu melumatnya dengan penuh napsu sambil geesek-gesekkan payudaranya dan kelaminnya..

Gaarapun menidurkan Hinata di kasur tanpa melepaskan ciuman mereka, dan melakukan hubungan intim untuk kedua kalinya.

TBC

PS:

Hai-hai, sebelumnya terima kasih sudah membaca, memfolow, dan memfavoritkan dan bahkan sudi mereview ff-ku ini. Di tambah lagi bahasanya bagus-bagus, trima kasih bagt itu tandanya kalian menghargai karyaku.. oke aku mau menanggapi komentar kalian

Virgo24: sebelumnya makasih udah baca dan review ff ini dari chapter 1 dan 2. Pertanyaan pertamamu sudah terjawab di chap 2, kalo pertanyaan kedua kayakna terjawab nanti di chap berikutnya so pantengin dan baca terus ff ini dan jangan lupa review ya. Thanks ^_^

Virgo shaka mia: thanks udah baca n review chapter 1 dan kejam kalo di ff ini, hehehe... ohya aku lupa rubah ratenya di chapter 2, gomen lupa. Untung kamu ingetin, jadi bisa tau kesalahanku, hehehe, jadi baca terus dan review kali aja ada yang salah di chap2 ^_^

Ka: wah makasih banget kritikannya, apalagi bahasamu halus, hehehe. Untuk judulnya memang sesuai dengan ceritanya kok. Memang naruto manga dari jepang, tapi ceritanya ini sabaku rei dan karura setelah menikah mereka tinggal di korea karena ikut suaminya kembangin perusahaan disana, nah sekalian melahirkan dan besarin anaknya disana. Setelah sukses mereka pulang deh. Di chap ini di ceritakan sebagian besar ttg keluarga sabaku. Jadi masih sesuai kok. But sekali lagi makasih bangt kritikannya.

Selain ff ini ada juga ff gaahina yang judulnya "our twin", "our love", "love", "believe", "the guardians". Sedangkan sasosaku : "aishiteru, sakura". Ok thank a lot..^_^