CHAPTER 5
Naruto, dkk punya Masashi Kishimoto
Gaahina
Rated T
Romance, hurt/comfort and
family
Story pure for Jhino
Happy reading
Hinata inside (night)
Beberapa hari ini aku sering bangun kesiangan, entah mengapa aku sekarang lebih malas-malasan. Kata eomma mungkin karena bawaan sikecil, Gaara oppa juga tak membangunkan aku, alasannya supaya sikecil tidur nyenyak. Menurutku alasan yang konyol, sebenarnya dia juga mengawatirkan aku agar tidak cepat lelah. Padahal usia kandunganku mulai memasuki empat bulan, perutku belum besar juga. Entahlah semenjak aku hamil, dia agak aneh, tapi di sisi lain aku senang, di balik kekonyolannya itu sebenarnya dia sayang padaku dan malaikat kecil kami.
Satu hal yang membuatku sedih, sampai sekarang aku belum membalas cintanya. Mungkin aku bisa dibilang wanita bodoh atau tak tau diri, tapi aku selalu bingung. Perasaanku pada Gaara oppa dengan perasaanku pada Naruto-kun, kontras. Ketika aku bersama oppa, aku sangat nyaman dan bahagia, aku merasa terlindungi. Sedangkan bersama naruto-kun, aku selalu bersemangat menyambut hari-hariku yang kelam.
Tuhan, aku harus bagaimana... kenapa disaat aku memiliki suami yang baik, dan mencintaiku setulus hatinya, aku tak bisa membalas cintanya? Mengapa aku masih mencintai Naruto-kun?
Disaat aku sibuk menatap rembulan dan berkutat pada pikiranku, tiba-tiba sebuah lengan besar memeluk pinggangku.
"oppaa.."
Hinata inside end
"Oppa sudah pulang?" tanya Hinata namun tetap menatap bulan.
"Hn." Jawab Gaara singkat.
"Aku akan siapkan air hangat untuk oppa mandi." Ucap hinata namun Gaara membalikkan tubuh istrinya.
"Aku baru saja mandi, love.", balasnya kemudian mencium kening Hinata.
"lho? Ke-kenapa oppa tak bilang padaku?"tanya Hinata.
Gaara terkekeh melihat ekspresi istrinya yang menggemaskan itu.
"Aku sudah memanggilmu, sayang. Tapi sepertinya istriku yang cantik ini sedang tenggelam dalam lamunannya. Memang apa yang sedang kau pikirkan, hum?" tanya Gaara lembut.
Hinata memeluk suaminya dan berkata lirih, "hanya rindu oppa saja. Maaf beberapa hari ini aku tak bisa menjadi istri yang baik untuk oppa."
Gaara mengelus rambut Hinata ketika mendengar suara sedih istrinya.
"Aku tak apa-apa sayang. kau memang harus istrirahat, kau tau sudah tiga hari ini kau mual-mual. Bahkan di tengah malam pun terus mual, ditambah lagi kau susah makan sayang."jelas Gaara. hinata diam saja malah menyamankan dirinya kedalam pelukan suaminya. Gaara akhirnya menuntun Hinata ke kasur mereka dan mengucapkan selamat tidur.
.
.
.
.
Kantor Sabaku Corp.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang CEO Sabaku No Gaara berbunyi menandakan ada yang mengetuknya.
"Masuk", perintah sang CEO.
Pintu tersebut dibuka dan memunculkan sesosok pria.
"Gaara, Direktur utama memanggilmu ke ruangannya sekarang." Kata pria bernama Inuzuka Kiba yang menjabat sebagai sekretaris sekaligus sahabat Gaara sejak kecil.
"Hn, aku ke sana sekarang. Tolong kau handel pekerjaanku dulu, Kiba." Pinta Gaara dan beranjak pergi.
Ruang Direktur utama
Setelah Gaara sampai di ruangan atasannya yang sekaligus juga ayah kandungnya, ia berbincang dengan Rei, Hiashi dan Kankuro.
"Gaara, aku dengar dari ayahmu Hinata sedang hamil, benarkah itu?", tanya Hiashi.
"Benar ayah." Jawab Gaara singkat.
"Kalau begitu besok datanglah ke rumah bersama istrimu. Hikaru dan Hanabi rindu Hinata." ucap Hiashi di balas dengan anggukan kepala oleh Gaara.
"Aissh, kenapa kau kaku sekali Gaara? ini kan bukan membahas pekerjaan." Ledek Kankuro yang berusaha mencairkan suasana.
"Benar apa kata hyungmu, Gaara. Dan kau juga Hiashi, harusnya kau senang Hinata sedang hamil, berarti kita akan menjadi kakek." Rayu Rei.
Mendengar ucapan sahabatnya, akhirnya Hiashi tersenyum meski hanya sedikit menarik kedua ujung Bibirnya ke atas.
"Nah begitu Hiashi, kau terlihat sedikit lebih muda." Kelakar Rei sedangkan Hiashi hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"baiklah, aku harus kembali ke kantor." Pamit Hiashi dijawab anggukan oleh Rei.
"Aku antar ayah sampai ke bawah." Gaara mengikuti Hiashi keluar dari ruangan Rei.
.
.
"Gaara, selama Hinata tinggal di sana apa dia tidak merepotkanmu dan anggota keluarga Sabaku?" tanya Hiashi dengan pandangan lurus kedepan sambil terus berjalan.
"Tidak, ayah. Justru kami sangat bahagia. Ayah tenang saja." Jawab Gaara dengan tersenyum tipis. Gaara memang kesulitan berbicara dengan mertuanya, karena sifat mereka sama. Kaku, datar, dan dingin. Namun sekarang Gaara berusaha bersikap sedikit hangat karena bagaimanapun juga, Hiashi adalah mertuanya dan ayah kandung dari istrinya.
.
.
.
.
Kediaman Sabaku
Saat ini Gaara sedang sibuk menyelesaikan laporan-laporan yang ia bawa dari kantor. Namun konsentrasinya terganggu karena sang istri bergumam tak jelas sambil menggambar di lantai kamar mereka yang beralaskan karpet tebal.
Gaara kemudian menaruh sejenak pekerjaannya dan melepaskan kacamatanya karena penarasan apa yang hinata gumamkan dan apa yang ia gambar.
"Sayang..." panggil Gaara lembut. Namun Hinata mengacuhkannya.
"Love.." panggilnya lagi, tapi istrinya tetap tak menolehnya.
"Hinata.."panggil Gaara lagi dengan tegas namun tetap lembut. Justru yang dipanggil malah bergumam dan tetap menggambar.
Gaara menghela nafas karena di acuhkan sang istrinya. Kemudian dia berjalan mendekati hinata dan melihatnya. Ternyata Hinata mendengarkan dan bersenandung lagu lewat I-podnya. Diamati gambar-gambar istrinya yang sangat bagus, ternyata hinata punya bakat menjadi desaigner rupanya...tiba-tiba...
"opppaaaaaaa..." seru Hinata kaget karena tiba-tiba Gaara memeluknya dari belakang dan menaruh kepalanya di bahu kanan Hinata.
Hinata akhirnya menghentikan kegiatan menggambarnya dan melepaskan earphonenya.
"Aku memanggilmu dari tadi, love, ternyata kau mendengarkan lagu. Memang lagu siapa yang kau dengarkan, love?" tanya Gaara lembut.
Hinata tersenyum kecil , karena sikap manja suaminya, " Aku sedang mendengarkan lagu-lagunya Michael Buble, oppa. Aku suka musik aliran Jazz." Jawab Hinata sambil meneruskan menggambarnya.
"Itu lagu barat, sayang. Terlalu lembut sayang. Lebih bagus lagu-lagu korea seperti lagunya SNSD atau lagunya AOA yang 'Short Hair' dan 'Mini Skirt', love." ucap gaara.
Hinata mendengus kesal, " Ohya? Tapi aku lihat mata oppa berbinar-binar setiap menonton video klip mereka yang menari dengan pakaian yang terlalu seksi. Aku jadi ragu oppa senang dengan lagu mereka atau suka melihat mereka memakai baju sexy."
"Eh?.." gaara terkejut.. "Hai love, kau cemburu ya... aigo istriku mulai mencintaiku.. hahaha." Gaara tertawa ringan.
"Ah oppa! Kenapa malah meledekku?!" Hinata kesal sampai dia cemberut disertai kedua pipinya yang memerah ketahuan cemburu.
Cup
Gaara mencium bibir cemberut istrinya yang merah itu secepat kilat membuat istrinya semakin bersemu merah.
"Opppaaaaa..." rengek Hinata..
"Hehehehe ara-ara... aku akui girlband korea memang cantik dan sexy, bahkan aku salah satu fangirl mereka, love. Tapi satu yang hanya bisa merengkuh seluruh isi hatiku, itu adalah dirimu love.." mata Hinata terbelalak, dengan sekejap ia membalikkan badan dan berhadapan dengan suaminya.
Gaara menangkup wajah Hinata dengan kedua tangannya, " Bagiku kau segalanya, love. Kau dan malaikat kecil kita... saranghee, love..." lanjut gaara dengan senyuman manisnya.
"Terima kasih oppa, aku harap oppa bersabar sedikit lagi menungguku." Balas Hinata kemudian memeluk suaminya.
"Everything for you, love." bisik Gaara lembut, membuat hati Hinata senang sekaligus gembira.
TBC
