Akatsuki vs Rookie 12
Au : Yap, Yap, Yap!! Makasih udah sempet nge-review chap terdahulu n nyempetin baca chap ini. Untuk talkshow kali ini saya mengundang Rookie 12!!
Naruto n Neji : -dateng dengan langkah males-malesan-
Au : -dengan wajah tololnya yang khas- Mana yang laen?
Na : Masih pada dendam sama kamu
Au : -mewek- kok gituuu??
Ne : Salah sendiri nyebarin profil kami tanpa ijin. Mana 99 fiktif, lagi!
Au : Eeeeh?? -sekarang wajah kaget+tolol yang khas- -ngeglare ke Naru-
Na : Apa? -puppy eyes yang lebih mirip mata belek-
Au : Argh sutralah… Sekarang kita harus ngejawab beberapa review dulu.
Na n Ne : Kiiitaaa??—
Au : Apa?! -sambil ngacungin godam-
Na : Cepetan, ah!
Au : Yang pertama dari Faika Araifa, reviewer pertama kita. Ada yang mau ngasih tanggapan?
Na : Faika, kamu memang benar kalo sekarang Itachi banyak yang nge-pens. Terutama nenek-nenek dari panti jompo sebelah. Tapi jangan mentang-mentang saingan kamu nenek-nenek trus kamu beralih ke Sasori, dong! Saingan kamu emang bukan nenek-nenek lagi, tapi balita n batita -Sasori khan boneka-
Au : -baru ngebantai Naru pake garuk sawah- Yap, selanjutnya. Ada kagurafuuko n Yuuichi93 yang mempermasalahkan tentang affairantara Neji n Jiraiya-sensei. Mungkin Neji mau meluruskannya?
Ne : Simpel, Jiraiya-sensei "dulu" naksir aku. Beliau pikir aku cewek. -cool tetep mode on- Tapi aku bukan yaoi, ingat itu!
Au : Kita percaya kok, Nej! Seenggaknya elo makasih sama TenTen yang membuatmu keluar dari jurang ke-yaoi-an.
Ne : -ngegebuk Author pake proposal segede Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Revisi-
Au : Sora Echizen bilang kalo Naruto tumben-tumbenan ga ngejelekin Sasuke. Ada apa?
Na : Gimana mau ngejelekin kalo Sasuke-nya aja ada di sebelahku?? Selama aku ngebocorin profil Rookie 12 khan Sasuke diborgol jadi satu sama aku gara-gara berantem di kelasnya Anko-sensei.
Au : Oh -ilfeel-. Buat PinkBlue Moonlight, lowongan sodara Uchiha, ya? Ntar deh saya carikan alurnya. Insya 4W1 ada. Trus Yuki-chan, maaf Kisame ga bisa ngebales review kamu. Dia sekarang lagi balik ke KHS bareng Akatsuki laen. lil' shiro-kun, saya bingung, kamu itu ngebayangin apa? -tolol mode on lagi-
Untuk chap ini, saya tampilkan kembali genk Akatsuki yang baru saja pulang dari Segi3 Bermuda. Rookie 12 masih marah sama saya, jadi saya ga berani minta mereka tampil dulu. Oh, satu lagi. Karena OC penjaga skul-nya ga ada, terpaksa saya pake OC dari tempat lain.
Perhatian… Perhatian… Bioskop RyuuTV segera dimulai… sfx : Terompet berduka
Welcome to KHS!!
(o.O)
Akatsuki sekarang lagi berdiri di depan gerbang sebuah sekolah. Tapi mereka ragu kalau gedung itu bener-bener sekolah ato bukan.
"Buset, dah! Ini sekolah ato Istana Buckingham sih?" Pein ngowoh ngeliat gedung di balik gerbang.
"Maksud elo Istana Buckingham yang digabung ama White House n Istana Merdeka?" Kisame menambahi.
"Sama Himeji Palace!" Deidara ikutan.
"Keraton Nyayogyakarto!" Tobi ga mau kalah. -Pada mikir nggak sih mereka tau semua tempat itu dari mana?-
Para Akatsuki yang memang suka melebih-lebihkan masalah yang sebenarnya tidak perlu dilebihkan karena akan membuat kelebihan yang diakibatkan berlebihnya perhatian yang mereka lebihkan pada masalah yang sesungguhnya tidak patut untuk… -ga tau keberadaannya setelah sepersekian detik tadi didatangi Akatsuki-
Itulah kesan pertama Akatsuki ngeliat gedung KHS -mulai sekarang disingkat gini terus aja, ya?-. Aneh banget kalo sekolah semegah itu nggak ada di data Departemen Pendidikan. Satu-satunya faktor yang membuat itu semua terjadi adalah lokasi! Ga tau apa yang ada di pikiran sang Shodaime pas ngebangun KHS. Seperti yang Naruto kasih tau, beberapa senti dari tembok belakang KHS adalah jurang!
"Maaf, kami tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun sebelum mendapat ijin dari KepSek setempat," kata seorang laki-laki berpakaian tentara lengkap. Bahkan bawa bazooka segala!
"Kita bukan gembel, Pak!" kata Pein se-sopan mungkin. Dia udah jiper ngeliat bazooka tuh orang.
"KHS itu sekolah biasa khan? Bukan Akademi Militer?" Sasori nyikut lengan Hidan.
"Ga tau juga, Sas! Pak Oro ngasih infonya ga lengkap banget!" jawab Hidan.
"Jadi kalian ada perlu apa di sini?! Sekolah ini hanya untuk orang-orang khusus dengan kemampuan yang tidak sembarangan!" kata orang itu setengah membentak. Para Akatsuki langsung mundur beberapa langkah.
"Konan, lo aja yang ngomong!" perintah Pein.
"Kok gue, sih? Lo tega ya ngeliat gue di-bazoka ama dia?!" Konan sewot ama Pein.
"Mungkin kalo cewek yang ngomong dia bakal lebih lembut," saran Zetsu.
"Bener juga tuh kata si Zetsu," Itachi sependapat.
"Dasar cowok banci!" gerutu Konan kemudian maju ngedeketin tuh orang.
Orang itu udah mupeng pengen ngebantai mereka dengan sekali tembak. Konan jadi ilfeel buat makin deket.
"Ada apa tadi kalian semua bisik-bisik di sana?!"
"A… anu… Pak… Tadi… anu… kami… pengen… masuk…," Konan ngomong sambil keringetan.
"Kamu ini! Cewek kok pikirannya ngeres sih! Ngomongin anu lagi!" bentak tuh orang.
"Bu…bukannya..," kata-kata Konan terhenti.
Seseorang dengan pakaian guru lengkap n kinclong segera membukakan gerbang n nyamperin para Akatsuki.
"Wah, maaf ya lama! Kalian ini yang dari Oto, khan? Kok nggak langsung masuk sih? Ayo mari!" sapa pria itu ramah banget.
"I… iya, Pak..," Konan udah terbuai sama tuh bapak guru.
"Oooooh… Yey-yey ini dhari Outooo? Kok ngga bilang shieh ama eyke?? Khan bisa lhangsung eyke bukain gerbhangnyaaaa," tiba-tiba tuh tentara nyeletuk.
Semua Akatsuki pada noleh. Tentara itu masang gaya bak Miss Universe. Maksudnya Miss Smoothie Universe alias Nona Dunia Lelembut -bahasa gaulnya kuntilanak-.
"Itu Kai, satpam di sini. Dia emang suka nyamar kayak tentara. Biar ga digodain ama anak KHS. Dia kalo lagi jadi cewek bisa cantik banget, lho!" kata pak guru meyakinkan.
"Wah, di sekolah lama kita juga ada lho, Pak! Tapi dia bukan satpam. Dia itu ga pernah nutupin ke-cewek-annya. Malah diumbar kemana-mana. Sampe-sampe cowok Oto seriiiing banget ngegodain dia," kata Kakuzu ikutan meyakinkan.
"Iya, Sensei! Kata dia, dia malah bangga kalo lagi digodain ama cowok! Itu menunjukkan betapa sisi ke-cewek-annya sangat mempesona!" Tobi nambahin.
"Sapa, tuh, un?! Norak amat, un. Mang ada ya di Oto, un?" Deidara ikutan penasaran.
"Eh, malah sok ngga tau!" Itachi nyikut lengan Deidara.
"Maksud kalian apa sih, un?" Deidara makin bingung.
"Yang kita maksud ya ELO!!" Sasori memberikan penekanan berlebihan yang terlalu dilebih… ga jadi, deh! Trauma T-T
Kakuzu, Tobi, Itachi, n Sasori nggak bersuara lagi. Ternyata Deidara nempelin peledak di mulut masing-masing terdakwa yang telah membeberkan isi hatinya.
"Kalian memang tepat masuk KHS. Sangat cocok," kata Pak Guru.
"Kok dari tadi ngga nyebutin nama sih, Pak? Kita khan juga pengen kenaaaal," suara Konan di-manja-manja-in. Dia mulai ngedeketin Pak Guru. Pein langsung ngaktifin rinnegan-nya.
"Oh, belum, ya? Ya sudah kenalan dulu, nama saya Yuuichi93. Panggil aja Yuuichi-sensei," kata Yuuichi-sensei ramah. Mereka masih di perjalanan menuju ruang KepSek.
"Oooohhhh… Yuuichi93… Kalo dipanggil Yuuichi-chan boleh, ngga??" suara Konan sekarang udah kayak orang 5 bulan ngga makan-minum.
"NGGAK BOLEH!!" Pein main nyerobot ke tengah-tengah Konan n Yuuichi-sensei.
"Ich!! Pein apa-apaan sih! Ngeganggu tau!!" suara Konan udah pulih seperti komandan perang yang memberi aba-aba.
"Woy, berisik!! Yuuichi-sensei, mana nih kantor KepSeknya?" Tanya Hidan.
"Gedung itu," kata Yuuichi-sensei sambil nunjuk puncak menara kastil yang kayak di pelem Sleeping Beauty.
Pein n Konan yang tadi udah siap jambak-jambakan langsung menghentikan rencana mereka.
"WHAAAAAD?! SEJAOH ITOOOO?!" Akatsuki koor dengan sempurna.
(o.O)
Setelah 3 kali puasa.. a! 3 kali leba.. ran! (lagunya Bang Toyib. Tapi sekarang Bang Toyib-nya udah pulang, jadi lagunya udah ngga beredar lagi) Mereka sampai di depan ruang KepSek.
Tok Tok Tok Tok
Tok Tok Tok Tok Tok Tok
Yuuichi-sensei ngetuk pintu pake irama Bintang Kecil. Akatsuki berdiri di belakangnya dengan muka kucel-kucel coz mereka baru aja mendaki menara berlantai 99.
"Kok nadanya gitu, sih?" celetuk Sasori.
"Kalo ngga gitu, Tsunade-sama nggak mau bukain pintu," jawab Yuuichi-sensei.
"Aneh-aneh bae," komen Hidan.
"Itu syarat. Kalo salah birama, kita harus ngulangin lagi. Kalo 3 kali salah, kita harus masukin nomor PUK, eh, maksudnya bakar kemenyan 1 kwintal. Baru deh Tsunade-sama mau ngebukain pintu," terang Yuuichi-sensei panjang lebar.
Akatsuki mau komentar tapi Yuuichi-sensei udah ngedahuluin.
"Permisi! Sepada!! (bukan XI IPA 2 lho!)" kata Yuuichi-sensei agak keras.
Akatsuki pada pingsan. 'Agak' yang dirasakan oleh Yuuichi-sensei itu adalah kenaikan nada sebanyak 7 oktaf!
"Ya, masuk!" jawab suara di dalam.
"Ayo, mari! Jangan tiduran di lantai, nanti masuk angin!" nasehat Yuuichi-sensei.
Akatsuki masuk secara tertib.
Di dalam ruangan itu ada seorang wanita setengah tua lagi ngupil. Trus 'harta karun' yang dia temuin langsung diabadikan di pinggir meja kerjanya.
"Tsunade-sama, mereka dari Oto," kata Yuuichi-sensei sambil sedikit menunduk n jijik.
"Oh, ini?! Baru aja Pak Oro nelpon saya. Nanyain kalian," kata Tsunade-sama sambil terus ngupil.
"Ternyata Pak Oro masih perhatian sama kita. Tobi jadi terharu," kata Tobi sambil mencoba meraih jubah Kisame.
"Emang Pak Oro bilang apa?" Tanya Kisame setelah menyambit Tobi pake Samehada.
"Dia bilang 'Tolong jangan biarkan mereka keluar dari KHS! Apalagi kembali ke Oto. Kalo perlu, iket mereka jadi satu pake rante kapal kalo udah selese jam sekolah..' gitu,"
Akatsuki swetdropped -akhirnya Author make nih kata…-
"Jadi, Yuuichi-san. Mereka saya titipkan ke kelas Anda," Tsunade berultimatum.
"Baik, Tsunade-sama! Kami permisi dulu," pamit Yuuichi-sensei kemudian keluar dari ruang KepSek diikuti Akatsuki.
(o.O)
"Kalian akan menjadi anak kelas saya. Jadi, mulai sekarang, saya akan menjadi wali kelas kalian. Kelas kalian adalah Gong. Saya akan mengantar ke sana," terang Yuuichi-sensei panjang lebar.
"Yakin nih nganggep kita anak?? Kita khan udah tuaaaa," Konan kumat ganjennya.
"Abis, kalau disebut Kakek atau Nenek kelas ngga matching,"
"Terserah, dweeeehhh!!"
Konan masih asyik ngegodain Yuuichi-sensei. Para Akatsuki laen ngeliat sekitar dengan pandangan rikuh.
Semua mata tertuju pada mereka. Kira-kira ada lebih dari 100 orang yang memusatkan pandangan mereka ke satu titik. Yaitu AKATSUKI. Sekarang, bayangin aja di sekolah kalian ada 10 anak baru. Tapi mereka itu tua, keriputan, sebagian adalah jelmaan hewan, bercadar bagai teroris, cacat fisik, punya lebih dari 1 indera pengecapan, ber-pierching sampe mukanya penuh pierching, ga punya muka -dalam arti sebenarnya-, n ABSTRAK BANGET! Mungkin nama mereka harus diganti jadi 'ABSTRAKSUKI'
"Kok mereka pada ngeliatin kita, sih?" Deidara mulai risih.
"Ga tau. Belom pernah liat orang kece, kali!" jawab Itachi.
"Salah! Mereka itu belom pernah ngeliat hiu bisa jalan," ledek Sasori.
"Yang bener, mereka itu lagi ngamatin persilangan antara boneka ama kalajengking!" Kisame ikutan karena ngerasa diomongin.
"Udah deh! Jangan berantem gitu! Ini pasti cuma semacam cobaan dari Dewa Jashin untuk menguji iman kita!" Hidan menengahi.
Kakuzu lagi asyik motretin mereka n nyatet nama di nametag mereka. Semua dikerjakan dalam waktu bersamaan!
"Kakuzu-senpai lagi ngapain? Tobi ikutan dong!"
"Gue lagi ngedata mereka. Gue khan harus cari anak yang patut untuk dipalak sesuai dengan UUD tentang Pemalakan," jawab Kakuzu tanpa berhenti dari kegiatannya.
"Emang ada ya, UUD kayak gitu?" Pein ikut nimbrung. Dia udah capek narik-narik Konan dari tadi.
"Ada dong! Isinya emang dikit, tapi udah memuat semua hal yang penting dalam urusan pemalakan!"
"Apa aja tuh?" Zetsu ikutan penasaran.
"Pertama, Pemalak harus berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah, Kedua, Pemalak wajib menggunakan hak palak-nya dengan benar, Ketiga, segera daftarkan diri Anda sebagai peserta pemalak ke KPU -Komisi Pemalakan Umum- terdekat," jawab Kakuzu panjang lebar.
"Kok kayak iklan di tivi kalo udah deket ama Pemilu, ya?" Deidara agak sangsi.
"Iklan itu sebenernya nge-copy isi UUD Pemalakan. Dasar tim kreatifnya ga kreatip!" protes Kakuzu.
"Emang gitu, ya?" Itachi jadi ikutan bingung.
(o.O)
"Anak-anak..," para Akatsuki cekikikan dipanggil 'anak-anak'.
"… Ini adalah kelas kalian. Saya akan menghubungi guru yang sedang mengajar,"
Pintu diketuk. Kali ini irama yang digunakan adalah lagu Balonku.
"Yo!" kata seseorang. Yuuichi-sensei langsung membuka pintu.
"Maaf, Kakashi-sensei. Saya datang bersama anak baru," kata Yuuichi-sensei.
"Oh, ya! Saya sudah menunggunya dari tadi. Langsung disuruh masuk saja!" kata Kakashi-sensei bersemangat.
Yuuichi-sensei langsung keluar dan menemui Akatsuki.
"Katanya kalian boleh langsung masuk. Maaf saya cuma bisa menemani sampai di sini saja. Selamat belajar!" kata Yuuichi-sensei kemudian melesat pergi.
"Lo duluan, gih!" kata Sasori sambil ngedorong Pein.
"Kok gue, sih?!" Pein nyoba nahan dorongan hawa nafsu, eh, Sasori.
"Lo kan ketuanya!" balas Kisame.
"Yee!! Kalo gini aja kalian ngakuin gue sebagai ketua! Biasanya juga pada ngatain gue 'Muka Kaleng Rombeng'!" Pein tetep keukeuh.
"Elo itu Muka Kaleng Rombeng yang jadi ketua. Udah sono cepetan!" Deidara ikutan ngedorong Pein.
Semua anggota Akatsuki ngedorong Pein dengan nafsu membara sampai Pein terpojok ke pintu. Pein udah nyoba nahan biar ga nubruk pintu.
BRAAAKKK!!
Pintu depan sukses ditiban mereka bersepuluh. Kakashi-sensei n murid Gong ngeliatin mereka yang lagi tumpuk-tumpukan kayak ikan asin dikeringin.
"Eh… Ha… hai..," sapa Tobi yang bangkit pertama kali, secara dia yang ada di atas. Sedangkan Pein? Mungkin sudah tak berbentuk karena ada di posisi paling bawah.
"These are new students. They're from Oto. Please come here -buat yang ga bisa Inggris, anggep aja di bawah Kakashi-sensei ada subtitle-nya-," kata Kakashi-sensei sok british. Emang sih dia guru Inggris, tapi dia kalo ngomong Inggris logat Tegal-nya masih medok banget!
Akatsuki bangkit n berjejer di depan papan tulis kayak napi yang mau didata di Kapolres. Mereka ngeliatin semua murid di Gong.
"1.. 2.. 3.. 4.. Cuma 12 anak. Cukup kagak ya hasil malaknya?" batin Kakuzu.
"Oke, I want you to introduce yourselves to us," kata Kakashi-sensei lagi. Dan Tegal-nya ga ketinggalan.
Mereka saling pandang. Ga ngerti sama yang diomongin Kakashi-sensei.
"Ngomong apa dia?" bisik Hidan.
"Kayaknya Inggris, tapi ada Tegal-nya juga," jawab Zetsu.
"Dia ngomong bahasa Perancis, senpai" Tobi menimpali.
Akatsuki tetep kasak-kusuk nggak jelas. Tiba-tiba suara aneh berkumandang
"Guk!" Para Akatsuki menoleh. Ada seekor anjing terikat di belakang pintu yang roboh.
"Guk Guk Guk!!"
Akatsuki tambah bingung.
"Dia bilang, kalian harus ngenalin diri kalian ke kita," kata anak yang duduk paling depan n pipinya ada bekas kayak ditampar orang.
"Oh…" Akatsuki tersenyum mengerti.
"Oke, nama saya…" kata-kata Pein terpotong.
"No, no, no, no! Not in regular language. In English please," kata Kakashi lagi.
(o.O)
Author : Yak, saya bingung mau bikin talkshow apa. Kayaknya kali ini nggak ada talkshow dulu, deh! Makasih buat Yuuichi93 yang ngasih kepercayaan make nama kamu di fic ini. Berikutnya, akan tampil si Penjaga Kantin a.k.a Yuki-chan!!
Ayo, ngasih masukan menu yang ada di kantin KHS! Yang paling kreatif bakal jadi OC pas adegan di kantin. Juga tulis kalian pengen dialog sama sapa. Yang udah ikut, boleh ikut lagi. Tapi belom berarti bakal kepilih. Tinggal seberapa kreatifkah Anda?
Kayak biasa, syaratnya cuma satu. Udah tau khan apa??
Oh, ada pertanyaan nih! Tentang si penjaga sekolah alias Kai. Dia ini tokoh di salah satu daftar fave saya, lho! Kira-kira ada yang tau, ngga?
Sekian dulu untuk chap ini. Tetaplah setia menunggu chap selanjutnya -mata (belek + belo) menghipnotis-!!
