Akatsuki vs Rookie 12
Au + Akatsuki + Rookie 12 : SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASAAAAAAAAAA!!
Rookie 12 : -langsung pergi. Masih ngambek-
Au : Sekali lagi saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf jika ada salah yang saya perbuat. Semoga puasanya diterima Allah SWT –mumpung Ustadz Jefry lagi cuti, saya yang ngegantiin-
Akatsuki : Bales repiu! Bales repiu!
Hidan : kagurafuuko, makasih udah review ya!! Maap Neji-nya ga mau ikutan talkshow lagi. Gara-gara Author geb-- eh, lagi puasa. Ga boleh ngomong kasar -ngedipin mata-
Konan : Yuuichi93-sensei -gaya sok manis- kenapa kau ga mempan ama rayuankyuuu?? Padahal Brad Pitt aja sampe klepek-klepek… Aku sedih…
Au : Yuuichi93, gomen nasai!! Saya baru tahu kalo Anda itu PEREMPUAN -Konan langsung mati suri-. Itu juga dari ngebaca Fic orang. Tapi ga papa khan di sini jadi maskulin?? Btw penname Anda itu kayak nama temen saya di FS deh…
Pein : P. Ravenclaw : Thanks yow udah nyempetin review dari awal! Kita udah baca Fic-nya kok! Saya kira kamu Author-nya. Tapi mantebb!!
Kisame : -sambil ngegigit mawar merah n aura sok Prince William- Yuki-chan… Maafkan daku yang telah meninggalkanmu kemarin… -lebay- Dan Deidara itu dilahirkan memang untuk dihina. Kalo Deidara ga lahir, mungkin dunia ini ga akan pernah melakukan penghinaan… -masih sok Prince William- -digebuk Deidara-
Deidara : -masih bawa sapu- Cantik-chan, halo juga!! Masukan menu-nya keren euy!! Dialog ama Neji n Tenten?? Kenapa engga sama aku aja sih?? Khan ntar kamu bisa nyela n ngehina aku… Ntar Author usahain ya??
Tobi : Last!! Sora Echizen!! Makasih usulan menunya. Ntar kamu n Cantik-chan tampil bareng aja ya?? Maap Author-nya ga bisa apdet soon. Di skulah banyak tugas sih.. Tapi yang penting sekarang udah apdet khan??
Au : Itulah sedikit balasan review-nya.. Maap kalo ngelantur. Cz lagi pada puasa n bawaannya ngebayangin bedug Maghrib mulu… -Author engga lho!!- Sekalian mau pamitan nih… Selama bulan puasa, mungkin ini chap terakhir. Insya 4W1 dilanjutin abis lebaran. N buat Fic sebelah, kayaknya mau saya hapus aja soalnya ide lagi macet nih… Gomennasai ya?! Udah segitu aja…
Warning : Untuk chap ini Author pake format bilingual. Kalo ada kalimat yang salah, mohon dibenarkan lewat review. Biar sama-sama belajar.
(o.O)
Disaster on First Day
"Kisame! Dia ngomong apa sih?" Tanya Pein dengan berbisik.
"Kalo lo nanya gue, gue nanya ama sapa, donk?!"
"Lo khan udah mengklaim diri elo sendiri jadi translator! Masa bahasa gitu aja kagak ngerti?"
"Gue khan udah bilang kalo gue spesialis bahasa ikan! Ngeyel amat sih!" Kisame tetep nolak.
"What are you talking about? Please introduce yourselves to us," Kakashi-sensei ngomong lagi.
"Udah cuek aja! Biasanya kalo jadi anak baru khan disuruh nyebutin nama!" Sasori ngasih solusi.
"Mending gitu aja kali, ya?" Tanya Hidan.
"Come on! We'll waiting for you all," Kakashi terus ngoceh perpaduan antara British-Tegal yang mempesona.
"Um… My… My name… is..," Pein jadi agak grogi.
"Yes?" Kakashi-sensei jadi agak ga sabar.
"My name… is… Pein," kata Pein hati-hati sambil ngeja dalem hati.
"What? If you feel pain, please go to health room," saran Kakashi-sensei khawatir.
Anak Rookie 12 pada cekikikan. Mereka langsung pada bisik-bisik.
"Bu…bukan! I mean.. my name is.. Pein!" Pein menegaskan. Mukanya merah gara-gara dikira lagi sakit.
"I can give you permission if you have sick now. Please go to health room before your pain increase,"
"MY NAME IS PEIN! P-E-I-N! NOT PAIN!" akhirnya amarah Pein meledak kayak Gunung Merapi.
"Oh, Pein… May be your mother has great pain when she bear you?" tebak Kakashi-sensei.
"YES!!" jawab Pein masih emosi.
"Sit down, please. You can sit in one of all empty chair,"
Pein ga ngejawab. Langsung ngeloyor duduk di tempat paling belakang. Di belakang cowok yang pake jaket n kacamata item.
"Jelas aja emaknya ngerasa sakit. Orang Pein lair langsung make pierching segitu banyak!" bisik Itachi.
"Oke, who's turn now?" Kakashi nyeloteh lagi.
"My name is Deidara, un" kata Deidara lancer. Dia agak pede kalo disuruh ngomong Inggris.
"Deidara un? Your English is good. And you are pretty," puji Kakashi-sensei.
"I'm sorry, sir, un. I'm a male, un! TRUE MALE, UN!" kata Deidara pedes persis kayak mbak-mbak tukang jamu yang lagi marah gara-gara digodain pelanggannya.
"Are you sure?" Kakashi-sensei jadi sangsi.
"YES I'M SURE, UN! Do you want to look mine, un?!" Deidara nantangin sambil siap-siap buka jubahnya.
"NNNOOOOO!!" tereak cewek Ramen. Wajah mereka langsung merah padam n pada nutupin muka pake tangan yang pada kebuka.
"Uhm… You can sit down." kata Kakashi-sensei agak kecewa, "Kalo aja bener-bener dibuka," batinnya.
Deidara jalan ke bangku nomer 2 dari depan baris 4 dari pintu. Dia berseberangan sama cewek yang rambutnya hampir sama kayak dia.
"Ehm, kamu beneran cowok, ya?" Tanya cewek itu sambil noel lengan Deidara.
"Iya, un. Lo ga percaya, un?!" Deidara mandang tuh cewek.
"Hihihi… Sebenernya engga sih. Oh, iya. Namaku Ino," kata cewek itu sambil mengulurkan tangannya.
"Deidara, un" sambut Deidara dingin.
"Next," kata Kakashi-sensei singkat.
"My… name… is… Hidan. I'm… belongs… to… Jashin… God… If… you… want… to… be.. like… me… please… contact… me…," Hidan belom sempet nuntasin kalimatnya tau-tau udah pingsan dihajar anggota FPDJ yang ga sengaja lewat n denger kata-kata Hidan.
"Oh my God! Naruto, Sasuke! Take him to graveyard, eh, I mean health room!" perintah Kakashi-sensei.
Cowok rambut duren-busuk n rambut ayam-flu-burung langsung bangkit n ngegotong Hidan keluar.
Pas cowok rambut ayam-flu-burung a.k.a Sasuke ngelewatin Akatsuki, dia mandang salah satu anggotanya agak lama sampe ga merhatiin jalan.
"Sas! Awas!" tereak Naruto.
JDUUUKKK!!
Kepala Hidan menyeruduk pinggir pintu. Dia otomatis jatoh n tersadar 100. Kepalanya dipegang sambil mandang seisi kelas bergantian.
"Jashin-sama! Kenapa gue malah diem aja?! Mereka pasti nunggu aksi gue!" kata Hidan tiba-tiba kemudian mengambil ancang-ancang.
Para Akatsuki langsung pada jaga jarak. Murid-murid, terutama Naruto n Sasuke yang belom duduk, pada nunggu Hidan bakal ngapain.
"Oke penonton, untuk aksi pembuka, saya akan menyanyikan sebuah lagu dari album saya yang terbaru..," Hidan ngeliat sekitar," berjudul, 'Masker'"
Hidan tiba-tiba meloncat ke depan Kakashi-sensei. Kakashi-sensei otomatis jadi agak mundur.
"Oowww… Buka dulu maaaskeeermu! Buka dulu maaaaaskeeeermu! Biar kulihat biiibiiirmu. Yang katanya jontooooor iiiituuuu!! -inspired by Topeng, Peterpan-" Hidan nyanyi sambil narik-narik masker Kakashi-sensei.
Kakashi-sensei mempertahankan maskernya. Dia mencoba ngelawan. Murid pada nahan nafas. Berharap Hidan bisa ngebuka tuh masker.
BRAKS!!
Hidan tepar lagi setelah digebuk Kakashi-sensei pake Kamus Besar Oxford yang tebalnya lebih dari 15cm.
"Naruto, Sasuke, silakan angkat lagi dia," kata Kakashi-sensei sambil membenahi maskernya yang melorot 0,000000000…1 mm.
Naruto n Sasuke langsung ngegotong Hidan lagi. Untung Hidan masih ga sadar.
"Next," kata Kakashi-sensei parno. Dia sekarang duduk.
"My name is Itachi." kata Itachi pendek kemudian cepat-cepat duduk. Dia ngambil posisi duduk paling jauh di pojok sebelah tempat nyimpen sapu dll.
"My name Is Kakuzu bin Fulus. I love money very much," kata Kakuzu terus melangkah ke arah Kakashi-sensei.
"Mana?" Tanya Kakuzu sambil ngulurin tangannya.
"What?" Kakashi-sensei dapet feeling jelek.
"Money! You kan udah nyuruh I introduce nama I. Now, mana gaji I?" Tanya Kakuzu dalam format bilingual.
"How… How much?"
"Only 50.000"
Entah setan apa yang merasuki Kakashi-sensei, dia langsung ngasih duit 50.000 ke gembel bercadar itu -dikejar ama Kakuzu-
Kakuzu muter-muter kelas sambil malakin anak-anak laen. Anehnya, mereka juga nggak memberi perlawanan.
"Kasian ya udah tua masih ngemis..," desis cewek bermata lavender. Kakuzu cuek.
"My name is Kisame, The King of Shark!" kata Kisame bangga.
"Oke, we'll call you Shark. Sit down please, Shark!"
"Katanya Shark," bisik cowok gendut ke cowok yang setengah sadar di belakangnya.
"Emang jelas-jelas hiu, kok!" timpal cowok itu males.
Kisame denger semuanya. Dia bangga orang-orang 'akhirnya' mengakuinya sebagai seekor hiu.
"My name is Konan" kata Konan manis sambil pasang senyum.
"Wow, Conan! So, you're older 10 years than now, right?" Tanya Kakashi-sensei mengingat tokoh Conan Edogawa.
"What?"
"You're Edogawa Conan, right?"
Konan langsung sweatdropped… Dia harus digotong Pein sampe tempat duduknya.
"My name is Sasori," kata Sasori. Kakashi-sensei cuma manggut-manggut.
Sasori sebel dicuekkin. Dia langsung ngelotor nyari tempat duduk.
"My name is Zetsu," kata dua muka Zetsu bergantian. Semua murid terkesima melihat Zetsu.
"Whooaa!! Tv zaman dinasti Ming sekarang bisa jalan, ya?" komentar cewek yang kayak panda.
Bagian item Zetsu noleh, melototin tuh cewek, "Gue juga kanibal, ati-ati aja kalo tangan n kaki elo jadi cemilan gue."
Cewek itu langsung berkeringat dingin. Cepolnya yang tadinya 2 sekarang bereproduksi sebanyak mungkin dengan membelah diri.
"Good humor, Zetsu!" puji Kakashi-sensei.
"I'm serious, sir!" kata Zetsu tajem. Bagian itemnya tetep melototin.
"Next…" Kakashi-sensei ikutan keder.
"My..," Tobi mulai buka suara.
TEEEEEEEEEEET TEEEEEEEEEEEEEEET TEEEEEEEEEEEEEET
Bel tanda istirahat berbunyi. Semua anak pada bersorak.
"Oke class, you can rest now," kata Kakashi-sensei kemudian keluar kelas.
Anak-anak lain juga ikutan keluar, ga terkecuali Akatsuki -minus Tobi yang masih bertahan di tempatnya-.
"Tobi khan belom memperkenalkan diri…" Tobi terisak.
"My name is Tobi. Tobi is good boy," kata Tobi sambil nangis.
Hening. Di kelas memang tinggal Tobi sendirian.
(o.O)
Akatsuki lagi ngumpul di kantin KHS yang lebih megah dari Pizza Hut n KFC yang digabungin jadi satu.
"Gile, sekolah apaan sih ini. Semuanya serba mewah," desah Pein.
"Yang pasti sekolah bernama KHS," sahut Konan.
"KHS yang berupa sekolah asrama," sambung Zetsu.
"Asrama yang dipisah antara cewek n cowok, un" Deidara ikutan.
"Oh iya, Deidara! Lo ntar mau masuk asrama cewek ato cowok?" Tanya Sasori.
"Ya cowok, lah, un!" jawab Deidara mantap.
"Lo yakin? Ato lo mau usul ke KepSek buat nyediain satu kamar khusus buat gender elo? Gue anter, deh!" sambung Pein.
"Kaleng Rombeng, un!!" Deidara ngejar-ngejar Pein yang ketawa ngakak.
"Susah ya jadi makhluk ber-gender campuran kayak Deidara?" desis Hidan yang udah kembali dari UKS.
"Iya! Makan banyak biaya, lagi! Kalo 'cewek'-nya lagi kumat, dia pasti ngeluh minta bedak dll. Tapi kalo udah sembuh, bedak dll langsung pada diledakin gitu aja! Khan tekor gue!" gerutu Kakuzu.
"Lo kok diem aja napa, Chi?" Tanya Kisame.
"Ngga pa-pa kok," jawan Itachi singkat-padat-ngga jelas.
"Yakin?" Itachi ngangguk.
"Ada yang liat Tobi nggak, sih?" Tanya Hidan tiba-tiba.
"Tadi masih di kelas kayaknya," jawab Konan.
"Seeeennnpaaaaaiiii!!' tereak Tobi keras sampe semua anak yang ada di kantin langsung noleh.
"Tuh psikopat udah nongol," kata Zetsu nyantai. Trus venus flytrap-nya langsung ditutup.
Kisame langsung make samehada buat tameng, Hidan n Kakuzu sembunyi di bawah bangku, Konan berlindung di balik Zetsu, Itachi yang langsung kembali kesadarannya berlari ke belakang meja yang dia jungkirin. Sasori langsung berlindung di dalem Barbie-Hiruko-nya.
Deidara udah mencekal Pein n siap nyabutin pierching Pein secara paksa. Tobi yang berlari dengan kecepatan 160km/jam ga bisa ngerem pas Dei n Pein ada di depannya.
"Senpaaaaaaaaiiiiiiii!!" tereak Tobi. Dei n Pein noleh.
"TOBI!! NOOOO!!" tereak mereka berdua.
GDUBRAK!! PYAR!! KROMPYANG!! DUAR!! CTARR!! MEONG!! KAING-KAING!!
Tobi menimpa Dei n Pein. Dei n Pein kepental sampe nubruk Zetsu n Konan. Zetsu n Konan mundur sampe ngejatohi meja yang di belakangnya ada Itachi. Itachi terjungkal sampe nubruk bangku yang di bawahnya ada Hidan n Kakuzu. Hidan n Kakuzu guling-guling sampe menjegal Kisame. Kisame yang kehilangan keseimbangan jatoh di atas Barbie-Hiruko Sasori.
Akatsuki mukanya udah nggak karuan. Yang paling parah adalah Sasori. Dia masih kejepit di dalem Barbie-Hiruko.
"Ayo selametin Sasori!" aba-aba Pein.
"Oke!!" jawab yang laen.
Deidara n Tobi bagian tangan, Hidan n Kakuzu bagian kaki. Sisanya? Cukup ngasih aba-aba aja.
"Siap?! 1… 2… 3!! Tarik!!" komando Pein.
KRAK!!
Dei, Tobi, Hidan, n Kakuzu terjungkal dengan masing-masing membawa 1 tangan n kaki.
"Lho?!" kata mereka bersamaan sambil ngeliat barang yang mereka cengkeram.
"Sialan lo!! Tangan ama kaki gue jadi lepas!!" gerutu Sasori.
Akhirnya Kisame dengan gagahnya mencungkil Sasori pake samehada. Dan berhasil!! -wew-
"I.. ini, Sas!' kata Hidan sambil ngasih kaki kanan Sasori. Sasori masih nyoba ngebetulin badannya.
Akatsuki sekarang pada lesehan soalnya kursi n meja udah mereka hancurkan.
Seorang cewek dengan pakaian ala Cinderella mendekat. Akatsuki cowok langsung pasang tampang paling keren -padahal udah pada babak belur!-
"Kalian mau pesan apa?" Tanya cewek itu ramah sambil menyodorkan daftar menu yang langsung jadi rebutan.
(o.O)
Author : Kenapa saya ngerasa dari chap ke chap kualitas saya makin berkurang, ya?? Gomen buat Yuki-chan!! Sebenernya mau saya tampilin sekarang tapi malah kebanyakan. Jadinya saya potong deh. Gomen!! -sambil sujud-sujud-
Mungkin mulai chap 5 Rookie 12 bakal di ekspos. Sebenernya mau gantian sama Akatsuki. Tapi setelah diketik, ternyata Rookie 12-nya belom sempet dapet dialog. Gomen kalo ada yang nunggu Rookie 12!! -sujud-sujud lagi-
Sekian aja untuk penutupnya. Saya udah kapok ngejanjiin. Buat OC yang belom tampil, dimohon kesabarannya. Author juga lagi nyambi nulis chap berikutnya.
Oh, 1 lagi. REVIEW! Saya lagi ngalamin krisis semangat ngetik nih… Mohon beri sedikit semangat untuk saya -tampang gelandangan mode on- Mohon kesabarannya menunggu Idul Fitri n chap selanjutnya… Jaa, ne!!
