Akatsuki vs Rookie 12

Au + Akatsuki + Rookie 12 : MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN!!

Au : Yang bales repiu kali Cuma saya doang. Soalnya anak-anak sama manula-manula itu lagi pada sungkeman. Langsung ajah…

Faika Araifa : Ga papa koq chap 3 ga repiu. Yang berlalu biarlah berlalu -halah-. Iya Faika-san jadi OC. Kalo ga salah chap ini muncul. Faika-san juga jangan males-malesan ya! Makasih buat semangatnya, ganbatte!

P. Ravenclaw : Semoga ngakak Anda tidak keterusan sampe ngakak sendiri, ya? Saya khawatir kalo Anda disangka orang— yah.. apapun sebutannya. Tapi saya senang kalo Anda ngakak. Itu menandakan kalo saya berhasil

Cantik-chan : Kali akan saya tampilkan NejiTen . Salam buat orang Palembang, ya?

Atomic-Tank : Makasih udah ikut ngoreksi grammar-nya . Btw, saya udah nge-add Anda di mig33 lho…

Uchiha Yuki-chan : Waduh, kehabisan kata-kata nih… Pokoknya, saya akan tebus kesalahan saya di chap ini

Yuuichi93 : Saya nggak nyangka ternyata di dunia nyata ada orang yang mengalami syndrome-bingung-ama-gender seperti Deidara -dibanting Yuuichi93-. Apapun Anda, Anda tetap wali kelas Gong tercinta .

Sora Echizen : Yah, selain jadi budak DJ, Hidan juga Ariel-wanna be. Dari dalam lubuk hati Dei yang busuk, dia memang mengakui kalo dia itu bencong tulen -ditendang Dei-. Cuma, dia gengsi buat ngaku ama yang laen. Begitulah pengakuannya saat wawancara eksklusif sama saya .

MomoUraKinRyuu : Kuraimakkusu daze!! Ore-tachi, sanjou!! Saya tau siapa kamu ;P. But, makasih udah repiu . Ntar form yang laen aku kirim deh, kalo inget -dikejar Momo-

Dei : Author kepalanya gede tuh dipuji-puji mulu!! Sekali-kali Author dihina dong! Masa Cuma gue yang jadi korban penghinaan mulu?! -sambil makan ketupat-

Kaku : -ngebekap Dei- Diem napa sih, loe? Emang elo mau ga dikasih TeHaeR ma Author?! Dasar bencong!!

Hid : Woy! Lebaran baru beberapa detik udah pada berantem lagi, bertobatlah engkau…

Pein : Sejak kapan Dewa Jashin ikut acara lebaran??

Kisa : Gue minta opor donk!!

Ita : Ketupatnya ilang!!

Kon : Whoa!! Diambil Tobi semua!!

Saso : Untung gue udah nyimpen ketupat di…

Itulah sekilas balasan repiu n suasana lebaran Akatsuki. Agak-agak mirip deh ama suasana di rumah, he he he… Langsung aja ke cerita yach… Douzo…

(o.O)

Yamato-sensei, Jiraiya-sensei, n OC in Action

"Kalian mau pesan apa?" Tanya cewek itu sambil siap-siap mencatat.

"Neng, namanya sapah??" Tanya Kisame asli logat Sunda.

"Uchiha Yuki-chan," kata tuh cewek sambil blushing -weks! Yang nanya aja jueleknya naudzubillah kok pake blushing segala!-

"Uchiha?? Jadi elo sodaranya kakek ini?" Tanya Sasori sambil nunjuk seonggok kain yang bisa duduk.

"Bisa dibilang begitu, saya ini Puteri Uchiha Yang Terbuang," kata Yuki-chan pelan.

"Mbak ini berarti dari kelompok Uchiha yang 'bener-bener elit', ya? Duitnya banyak, dong?" Tanya Kakuzu.

'Mbak.. Mbak.. Sejak kapan gue jadi anak emak elo?!' Yuki-chan ngomel dalam hati, faktanya dia cuma senyum kecut, "Jadinya kalian mau pesen apa nih?".

"Coba gue liat menunya," kata Kisame sambil merebut daftar menu.

"Woy! Barengan donk!" protes Pein.

"Emang yang mau makan elo doang?! Semuanya juga kelaparan tau!" bentak Hidan.

"Senpai-senpai!! Jangan rebutan dong! Tobi ajah sini yang bacain," Tobi menawarkan diri dengan ikhlas tanpa pamrih sambil merebut paksa daftar menu dari tangan Kisame.

"Menu Kantin KHS. Sate hiu panggang, dorayaki sharingan, chicken jashin, kripik kertas, bubur tanah liat, bolu kalajengking, sup lollipop, pizza topping pierching, steik raflessia arnoldi, nasi putih, bloody ice cream, baygon squash, jus mengkudu, sari brotowali, air putih, de el el," kata Tobi dengan intonasi datar.

"Eh, un? De el el, un? Makanan apa tuh, un?" Tanya Dei bego.

Konan ngegeplak Dei, "maksudnya dan lain-lain! Bego kok dideklarasiin sih?".

"Meneketehek!" balas Dei.

"Uhm… Makanannya bisa dimakan ga??" Tanya Hidan sangsi ngeliat daftar menu yang lebih pantes jadi daftar racun yang belum ditemukan penangkalnya.

"JADI ELO NGERAGUIN MAKANAN GUE?!" tandas Yuki-chan pedes.

"E… engga..," Hidan keder.

"Enggak salah maksudnya," Tobi meneruskan dengan muka innocent.

"KALO ELO PADA NGGAK SUKA MAKANAN GUE KENAPA PADA DATENG KE WARUNG GUE?!" Yuki-chan tetep ngelanjutin nyanyian seriosa-nya.

"Am… ampuun..," kata yang laen sambil nutup muka mereka. Kakuzu n Tobi beruntung karena pake cadar n topeng.

"ASAL KALIAN TAU AJ…," konser Yuki-chan terpotong.

"Permisi, Yuki-chan aku pesen bakso badak 1 mangkok, ya? Ga pake lama," kata seorang cewek yang make kacamata tebel segede mangkok sambil berjalan ke arah meja yang masih utuh.

"Bakso badak?" Akatsuki saling berpandangan heran + takjub.

"Bentar ya, Sora!" kata Yuki-chan kembali lembut, "Kalian jadinya mau pesen apa??".

"Semuanya masing-masing satu porsi aja deh!" kata Pein memutuskan.

"Gitu, donk! Ribet amat dari tadi," kata Yuki-chan trus melangkah ke dapur.

BLETAK!! Pein kena sambit Kakuzu.

"Apaan sih lo, Kakuz?!" Pein ngomel.

"Lo pikir kas kita cukup apa bayar semuanya?! Di daftar menu aja makanan 1 porsi 100 ribu, minuman 50 ribu. Lo pikir mau bayar pake duit sapa?!" Ilmu kebijakan ekonomi akuntasi Kakuzu berbicara.

"Gitu aja kok Freeport..," Pein sok british.

"Repot, senpai! Bukan Freeport," kata Tobi mengkoreksi.

"Maksud gue ituh! Ntar biar Itachi yang bayar. Dia kan sodaraan ama cewek badak itu. Penampilan aja sok putri, dalemnya preman terminal!" komen Pein.

"Sori aja, ya? Gue ga pernah ngerasa punya sodara se-norak itu –Yuki-chan, silakan kalo ingin menyantet Itachi, saya rela-," kata Itachi ogah.

"Perasaan Uchiha emang norak semua deh, un," Dei menggumam.

"Yup! Sora, ini bakso badaknya," kata Yuki-chan riang.

"Makasih ya, Yuki-chan," kata Sora sambil mencoba melihat dengan kacamata bagongnya.

"Selamat menikmati!!" kata Yuki-chan kemudian kembali ke dapur.

"Buset dah tuh cewek. Kacamata apa piring beling, tuh?" komentar Sasori.

"Minus berapa ya dia?" Zetsu ikutan nimbrung -akhirnya engkau bicara juga..-

"Itu sih bukan cuma minus, tapi minus pangkat sepuluh," Konan mengomentari. Akatsuki melihat Sora dengan penuh rasa minat.

"Kecap… Kecap…," gumam Sora sambil melihat 3 botol di depannya. Botol sambel extra pedas, botol kecap, dan botol cuka.

Sora memperhatikan dengan serius ke arah botol-botol itu. Tangannya mulai bergerak. Dia sepertinya hendak memegang botol cokelat. Yang berisi SAMBEL EXTRA PEDAS!!

"Aaaahh!! Bukan yang itu, un…" desis Deidara. Tangan Sora mendekat.

"Salah!! Sebelahnya..," giliran Tobi. Sepuluh senti lagi…

"Jangaaaaan," Akatsuki medesis pelan + lebay.

3 senti…

2 senti…

1 senti…

"Ga jadi ah, enak hambar aja," kata Sora sambil memandang mangkok bakso badaknya.

Akatsuki swt…

"Jadi entar gue ama TenTen dateng agak telat. Soalnya mau nganter anak baru ke asrama," terdengar suara lembut nan menyentuh -halah- yang ternyata adalah Neji.

"Ya udah. Biar anak OSIS aku koordiansi dulu. Kira-kira kalian telat berapa menit?" Tanya cewek yang penampilannya udah kayak eksekutif muda.

"Tergantung. Kalo mereka banyak nanya ya kita telat agak lama," jawab TenTen.

"Sip lah! Betewe, mau pesen apa?" Tanya cewek eksekutif muda yang bernama Cantik-chan.

"Kita pesen snack aja lah… Ya ampun, gue baru sadar kalo kantinnya remuk..," kata Neji prihatin.

"Sapa yang ngeremukkin, ya? Harus ada anggaran lebih buat ngerenov ini, nih!" keluh Cantik-chan.

"Tuh mereka," kata Yuki-chan yang muncul sambil bawa nampan n kakinya nunjuk Akatsuki yang baru aja bangun dari swt-nya.

"Kayaknya kita sekelas ama mereka, deh!" ucap TenTen saat melihat kaktus berjalan a.k.a Zetsu yang berencana jadiin dia cemilan.

"Eh, ada Sora!" kata Cantik-chan sambil ngedeketin Sora.

Siapa, ya?' Tanya Sora sok ga kenal tapi tetep ngintip dari kacamata bagongnya.

"Aku, Cantik-chan. Ini TenTen sama Neji," kata Cantik-chan sabar.

"Cantik-chan, TenTen, sama Nechi?" kata Sora ilfeel. Ternyata dia juga punya gangguan pada indera pendengarannya.

"Bukan Nechi, tapi Neji," kata Neji membetulkan.

"Hah? Neli?"

"Neeeeeejiiiii," kata Cantik-chan, TenTen, n Neji barengan.

"Neli?? Neri??" Sora masih belom ngerti.

"NEEEJI!! J, J, JATMIKO, JATMIKO!!" Neji mulai gregetan.

"Oooh, Jatmiko? Tapi kok kayak Neji, ya?" Sora ngomong dengan innocent.

Trio OSIS swt…

"Ada break, ada kitkat!" Akatsuki ber-yell.

PLAKK!! Akatsuki kena gaplok Teflon.

"Jangan berani-berani kalian nyebut makanan lain di warung gue!" ancam Yuki-chan sambil naroh pesenan Akatsuki.

"Ya udah deh kita balik aja," kata Neji sambil megang keningnya.

"Tiga bungkus kerikil goreng jadi berapa, Yuki-chan?" Tanya TenTen sambil ngeluarin dompetnya.

"30 ribu ajah," kata Yuki-chan.

TenTen menyerahkan beberapa lembar uang kemudian pamitan pergi.

"ITADAKIMASU!!" tereak Tobi sebelum menyantap sup lollipop di depannya.

TEEEEEEEET TEEEEEEEEEET TEEEEEEEEEET

"HUWE!!" Tobi tepar n ngerasa déjà vu.

"Yok balik," ajak Sasori kemudian seluruh Akatsuki lari marathon.

"Woy, kalian mau kemana?? Bayar dulu oy!!" tereak Yuki-chan sambil ngacung-ngacungin golok.

(o.O)

Akatsuki baru akan masuk kelas pas anak Rookie 12 pada berebutan keluar.

"Woy, ada apa sih??" Tanya Hidan sewot gara-gara diserempet makhluk hijau kayak uler pohon.

"Mungkin lagi ada simulasi bencana alam," jawab Kisame.

"Ini pelajaran Yamato-sensei! Kita harus ke perpustakaan!" jawab cowok duren-busuk a.k.a Naruto.

"Oh..," kata Sasori ringan.

"Santai banget, sih?? Kalian ngga takut, ya?" Tanya cewek yang rambutnya nge-pink a.k.a Sakura.

"Emang kenapa, kohai?" Tanya Tobi. -Tobi khan ngeliat Sakura masih muda, masa dipanggil senpai alias senior?-

"Yamato-sensei khan orangnya suka neror gitu. Ngeri deh!" jawab TenTen. Kali ini cepolnya sudah kembali jadi dua.

"Masa, sih?" Tanya Pein ga yakin.

"Terserah! Yang penting, saya ga mau telaaaaaat!!" ujar Kiba sambil berlari. Akamaru sampe kecekik ditarik-tarik.

"Trus, kita gimana?" Tanya Itachi.

"Ya kesana dong, un," jawab Dei.

"Ya udah," sahut Konan.

Akatsuki berjalan santai menuju perpustakaan. Tapi sialnya, mereka ga tau di mana perpusnya.

Setelah nanya-nanya sama orang, mereka akhirnya nemuin tuh perpus. Yang letaknya… di depan kelas Gong!!

(o.O)

"… Konoha sudah 4 kali mengganti hokage. Dan yang membuat dasar negara adalah..," terdengar suara Yamato-sensei.

BRAAAKKK!!

"Maaf, sensei! Kami telat!" seru Pein.

Yamato-sensei menghampiri mereka. Akatsuki saling berpandangan.

"Kenapa kalian telat?" Tanya Yamato-sensei 'kelihatan' ramah.

"Ta… Tadi… Kita nyasar, Pak!" jawab Konan.

"Nyasar?? Tapi perpustakaan kan ada di depan kelas kalian," jawab Yamato-sensei datar.

"Tadi kita nyarinya dari belakang, sensei!" Itachi beralasan.

"LAIN KALI CARI DARI DEPAN DULU…," kata Yamato-sensei dengan muka teror-nya.

"I… Iya, Sensei!" Akatsuki pada mundur selangkah.

"Silakan duduk. Dan kamu, tolong ambilkan 22 buku paket Hukum Dasar Konoha jilid 2," perintah Yamato-sensei pada Sasori.

"Ba… Baik, Sensei!" jawab Sasori sambil ngeloyor pergi ke meja penjaga perpus.

"Permisi, mbak," sapa Sasori kepada cewek dengan rambut merah yang lagi ngedata buku pinjaman.

"Iya…," cewek itu noleh trus ngedeketin Sasori.

"Mbak bener yang jaga perpus?" Tanya Sasori. Trus, dia tertarik sama mata tuh orang yang warnanya merah kayak rambutnya.

"I… iya…," jawab tuh cewek sambil mundur-mundur gara-gara muka Sasori tambah deket sama wajahnya.

Sasori masih terus ngeliatin tuh bola mata.

"Mbak dari klan Uchiha, ya?" Tanya Sasori.

"Bu… bukan! Nama saya Faika Araifa Fenjaga Ferfus Konoha. Panggil aja Faika, jawab tuh cewek sambil nyalamin tangan Sasori.

"Eh… Saya disuruh Yamato-sensei minjem 22 buku Hukum Dasar Konoha jilid 2," kata Sasori rikuh.

"Bentar, ya?" ujar Faika sambil menuju rak di belakangnya.

BRAK!!

"Ini," kata Faika sambil naroh 22 buku dengan masing-masing tebal 10 cm.

"Oh, makasih…,"

"Sama-sama,"

"Satu lagi. Ini! Biar mata kamu nggak tambah kronis,' kata Sasori sambil ngasih obat tetes mata ke Faika trus ngebawa buku-buku itu ke meja Yamato-sensei.

"Tapi saya khan ga sakit mata… Kenapa dia begitu perhatian sama aku?? Apa karena rambut kita sama-sama merah??" Faika mulai ngelantur ga jelas.

Pelajaran Hukum diwarnai teror dari Yamato-sensei. Bahkan Naruto n Tobi sampe pada beser saking takutnya ngeliat wajah Yamato-sensei. Rookie 12 pada tegang ga jelas. Cuma Ino seorang yang aktif tanya-jawab ama Yamato-sensei.

Sedangkan Akatsuki?? Pein sampe harus nyopot semua pierching-nya gara-gara Yamato-sensei ngira Pein preman yang pernah nyerang Yamato-sensei di Pasar Konoha. Konan harus meringkas bab halaman 120-230 gara-gara ketangkep kering -soalnya Konan pas engga mandi- lagi bikin origami.

Itachi harus dibawa ke UKS, pasalnya, dia ngelamun n sampai jam pelajaran selese, ga sadar-sadar. Samehada Kisame disita Yamato-sensei karena dianggap melanggar peraturan tentang membawa senjata tajam.

Kakuzu tarik-tarikan cadar sama Yamato-sensei karena dikira teroris dari Irak. Hidan, Deidara, n Sasori pada disetrap gara-gara ketahuan ngerumpiin penjaga perpus yang punya sakit mata kronis. Zetsu? Dia aman-aman saja karena venus flytrap-nya ketutup n beralasan kalo lagi ngadat n ga bisa dibuka.

(o.O)

Akatsuki n Rookie 12 balik lagi ke kelas Gong. Di sana udah ada guru rambut putih panjang yang lagi duduk di balik meja guru.

"Kayaknya gue udah pernah liat tuh orang, deh!" tebak Pein.

"Jelas aja! Dia khan pengarang seri Icha-Icha yang legendaris!" kata Rock Lee semangat.

"Oh, pantes Pein kenal. Bulan lalu elo ikut acara jumpa fans-nya dia, khan?" ejek Kakuzu.

Semua anak duduk di kursi masing-masing. Jiraiya-sensei maju n mulai menulis di papan tulis.

"Sekarang kita akan mempelajari Mean, Median, dan Modus. Ada yang tahu?" Tanya Jiraiya-sensei basa-yang-sangat-basi.

"Mean adalah rata-rata suatu data. Median adalah nilai tengah suatu data. Modus adalah data yang sering muncul atau yang paling tinggi frekuensi-nya," jawab ketua OSIS kita, Hyuuga Neji.

"Yak, betul! Memang tidak salah Neji jadi ketua OSIS," kata Jiraiya-sensei memuji sambil terus mengamati tubuh Neji.

"Sialan… MPO ga beradab!" dengus Neji risih.

"Huuh! Selalu saja begitu!" gerutu Naruto.

"Napa?" Tanya Pein.

"Jiraiya-sensei selalu ngebangga-banggain Neji. Jadi sebel!"

Naruto ngerasain hawa dingin ga enak dari arah kanannya. Dia beranikan buat menoleh. Ternyata Neji lagi nge-glare ke arah Naruto.

"Kalo lo pengen jadi KetOS, lo harus 'cantik' n 'bahenol' tau!" bentak Neji pelan.

"Perasaan Neji ga ada bahenol-nya sama sekali deh," komen Pein ikutan ngeliatin Neji.

Neji cuek padahal udah emosi, tapi jaim coz ada TenTen disebelahnya.

Jiraiya-sensei menulis angka 32, 34, 36, 38, 40, 42 di papan tulis. Anak-anak menyalin di tembok, eh, buku masing-masing.

"Nah, kalau saya nomornya 32. Kalau Tsunade-sama nomornya 40 ato 42. Soalnya, kalau pakai nomor 32 ga muat," Jiraiya kumat eror-nya.

Pein yang udah bokep n mesum dari sononya yang nyadar pertama nomor 'apa' yang sedang Jiraiya-sensei bicarakan.

"GYAHAHAHAHAHA!!" ngakaknya Pein jebol.

"GYAHAHAHAHAHA!! " anak Gong pada ikutan koor setelah 'sadar'.

"Aduh, Jiraiya-sensei mulai," desis Hinata.

"Nah, Hinata-chan, kalau kamu pake nomor berapa?" Tanya Jiraiya-sensei pada Hinata. Hinata langsung blushing.

BLETAK!!

Naruto ngegebuk Jiraiya-sensei pake sepatu. Jiraiya-sensei langsung kembali ke alamnya.

"Median simbolnya adalah M. Pasar Konoha sebelum terbakar (inspired by Pasar Rejowinangun Magelang yang kebakaran) disebut Medium. Medium itu simbolnya juga M," kata Jiraiya-sensei sambil menulis huruf M agak gede di whiteboard.

"Nah, sebelum M, ada S alias short," kata Jiraiya-sensei sambil menulis huruf S di atas huruf M.

"Setelah M, ada L, kemudian XL, XXL, bahkan XXXL. Kalo kamu pakenya yang S. Si Chouji pake yang XXL," kata Jiraiya-sensei pada Rock Lee

"Sensei! Itu sih ukuran kolor saya!" kata Rock Lee paling PeDe.

GYAHAHAHAHA!!

"Sudah, sudah…,"

TOK TOK TOK TOK TOK TOK… Seorang cewek berambut merah mengetuk pintu.

"Ya masuk," perintah Jiraiya-sensei.

Cewek itu masuk sambil membawa secarik kertas.

"Eh, guys! Itu tuh cewek yang gue ceritain!" gumam Sasori pada Dei, n Hidan,.

"Wah, elo bener, un. Dia emang punya sakit mata kronis, un!" komen Dei.

"Semoga Jashin-sama tidak menambah penyakit yang lebih mengerikan lagi," Hidan berdoa.

"Banyak banget ya yang punya gangguan mata di sekolah ini, un,"

"Maaf, saya ada sedikit pengumuman dari…," kata-kata Faika terhenti saat pandangannya menangkap sosok Sasori," Ya ampun, kita ketemu lagi! Maungkinkah kita jodoh? Atau jangan-jangan kita sudah terikat benang merah??" batin Faika.

"Maaf, Faika-chan. Pengumuman apa?" sela Naruto.

"Oh, eh, ini! Kurenai-sensei akan membuka kursus menjahit dan tata rias. Bagi yang berkenan silakan mendaftar pada Kurenai-sensei," kata Faika.

Semua anak pada kasak-kusuk. Akatsuki malah paling ribut.

"Dei, lo ikut tata rias, khan?" goda Kakuzu.

"Sorry, ya, un! Gue cowok, un! Ato elo yang ikut menjahit?" bantah Deidara.

"Gue ga usah ikut kursus gituan juga udah jadi penjahit professional tau!"

"Pantes aja orangnya kayak mesin jahit yang kelilit benang kusut gitu," gumam Shino.

"Kalian seharusnya ikut kursus menjahit. Minimal menjahit kolor. Biar pas celana kolor ato daleman lain sobek. Ga nyuruh orang lain ngejahitin," saran Jiraiya-sensei.

(o.O)

Bel pulang berbunyi. Semua anak keluar n segera menuju gedung selevel White House yang menjadi asrama mereka.

"Untuk murid baru, mohon nanti ikut saya. Saya akan menunjukkan kamar kalian," instruksi Neji.

"Siaaaap!!" kata Akatsuki ogah-ogahan tapi semangat -cuma Tobi doang sih yang semangat-.

"Khusus untuk Konan dan Deidara ikut saya,' lanjut TenTen.

"Kok beda-beda sih, un?" Tanya Deidara.

"Jangan-jangan beneran ada asrama khusus Deidara?!" Kisame heran.

"Cewek sama cowok khan asramanya pisah. Neji nggak boleh nganter Konan n Deidara ke asrama cewek. Jadi saya selaku wakil OSIS yang mengantar kalian," terang TenTen panjang lebar.

"Asrama CEWEK, un??" Deidara kaget.

(o.O)

Au : Yuhuu!! Makasih udah baca chap ini. Untuk bagian Jiraiya-sensei, itu nonfiksi lho! Saya ngutip dari jam pelajaran Matematika di kelas saya. Gurunya kebetulan sama-sama suka becanda menjurus kayak Jiraiya-sensei gitu. Jadi saya masukin saja!! -gomen Pak Ar, saya ga bermaksud menyamakan Anda dengan orang mesum itu-

Ada lowongan OC lagi, nih! Jadi penghuni asrama cewek KHS. Ayo segera mendaftar!! Kali ini syaratnya ga cuma OOC doang, tapi ntar jadi anggota klan Uchiha.

Makasih buat Faika Araifa, Yuki-chan, Cantik-chan, n Sora Echizen yang udah ngasih pinjem namanya di chap ini. Gomen kalo kalian jadi norak di sini. Author cuma orang dengan segala keterbatasan yang sangat terbatas -sok alim-. Ini adalah chap yang paling panjang n paling banyak menampilkan OC dalam sejarah penulisan Fic saya.

Jangan lupa buat review n baca chap selanjutnya, ya! -ngedipin mata- aduh, aku kelilipan!