Akatsuki vs Rookie 12

Au : Kya! Update! Makasih buat semuanya yang ydah reiew, saya sangat terharu… Hiks…

Sebenernya mau dijawab satu satu, tapi udah kepanjangan banget. Pokoknya, Doumo Arigatou Gozaimashita, Minna-san!!

Untuk OC-nya, he.. he.. he.. Liat aja ntar, ya?? Tapi, sekali lagi maaf kalo jadi OOC…

Sekian dulu openingnya. Untuk chap ini, saya akan mengekspos kakak-beradik paling kontroversial di serial Naruto. Tau khan?? Tau khan?? Saya akan mencoba menceritakan (baca : mengarang) sejarah mengapa mereka bermusuhan, si kakak punya masalah dengan wajah, dan si adik punya masalah dengan rambut. Dan penampilan OC yang berada di balik semua tragedi ini ;P. Semoga sesuai dengan bayangan kalian semua.

(o.O)

The Uchiha's Secret

"Tapi gue kan COWOK, un!" Deidara masih ngotot.

"Mana saya tahu. Kamu sudah didata masuk asrama cewek. Lagian apa salahnya sih ngaku kalo kamu cewek?" balas TenTen.

"Terima aja napa, Dei? Ntar kalo sekamar ama cowok, elo bingung pas mau ganti baju," saran Sasori.

"Sialan lo, Sas, un!"

"Sudah berantemnya. Cepetan ke asrama masing-masing. Sudah mulai sore, nih!" perintah Neji.

Deidara ngikutin cewek-cewek sambil terus mengumpat. TenTen ngoceh nggak jelas ke Konan.

"Kalian ga takut apa satu bangunan ama cowok?" Tanya Ino.

"Ngapain harus takut? Dia kan banci gitu. Ga mungkin ngapa-ngapain kita," jawab Sakura enteng.

"SAPA YANG ELO BILANG BANCI, HAH, UN?" Deidara langsung masang muka jutek.

"Ka… kamu…," jawab Hinata jujur.

"AAARRRGGGHH, UN!!!!" Deidara mencak-mencak sendiri ngga karuan. Lempungnya dia lemparin kemana-mana n dia ledakin bersamaan.

Faika si penjaga perpus matanya jadi tambah merah pas ngeliat pintu depan perpus jebol. Yuki-chan si penjaga kantin sampe mecahin semua piring kotor gara-gara tempat cuci piringnya meledak. Sora yang lagi ngemil sampe kesedak kripik paus lengkap dengan toplesnya -emang bisa, ya?-. Makalah Cantik-chan sampe sobek gara-gara Cantik-chan kaget pas lagi nulis.

Cewek Gong plus Konan pada mental dengan muka rombeng dan baju legam-legam. Cowok Gong n Akatsuki pada nyemplung ke kolam renang gara-gara Tobi kaget trus latah n ngedorong Zetsu yang berimbas pada semuanya.

Yuuichi-sensei, Tsunade-sama, n para guru di kantor masing-masing cuma berdeham sebentar terus ngelanjutin pekerjaan masing-masing, Tsunade-sama langsung menelepon toko bangunan dan agen kuli. Pak Oro beserta staff Oto sedang mengadakan syukuran 7 hari 7 malam atas selamatnya sekolah mereka dari ledakan barusan. -semuanya udah disebutin belom??-

Deidara??? Setelah menghabiskan lempung yang dia bawa, langsung masang wajah sok imut n jalan ke asrama dengan santai. Dia puas akhirnya bisa meratakan sedikit bagian sekolah dengan seninya.

(o.O)

"Ini kamar kamu. Selamat istirahat," kata TenTen sambil gemetaran gara-gara syok ama ledakan tadi.

"Udah sono pergi, un!" usir Deidara senonoh.

"Teman sekam..," kata-kata TenTen terpotong.

"Udah, un. Ntar gue kenalan sendiri, un," jawab Dei sambil mendorong TenTen dkk menjauh.

Cewek-cewek itu langsung pada pergi ke alam mereka masing-masing.

Deidara melihat pintu yang ada di depannya. Dia menghela nafas berat.

"Cih, un. Gue sekamar ama cewek, un? Kalo gue ini sebangsa ama Pein mungkin gue bakal girang sangat, un," Dei ngedumel.

Deidara membuka pintu kamar asramanya. Ruangan itu terdiri dari kira-kira 5 ruangan. Kenapa Dei bisa tau?? Karena Deidara ngitung jumlah pintunya!!

Deidara melangkah ke dalam. Di sana ada dua cewek yang lagi asyik berkutat ama laptop. Yang satu pake bandana merah, yang satu pake bandana biru.

PRANG!!! Deidara sukses nendang guci di sebelah pintu. Dua cewek itu noleh. Pake nge-glare segala lagi!!!

"Eh, un. Sori, un. Gue ga sengaja, un," kata Deidara keder.

Dua cewek itu ga ngerespon.

"Kalo gitu, gue pergi lagi aja deh, un," pamit Dei kemudian berbalik.

"Tunggu!!!" bentak salah satu dari cewek itu yang make bandana merah.

"Kamu ini…," cewek bandana biru meju ngedeketin Dei. Di ikutin si bandana merah.

"Eh,, iii… itt… ituu..,un," Deidara makin gemeteran.

"Kamu pasti murid baru yang tinggal di sini!!! Ya, kan??" kata bandana merah dengan logat ala Saschya ft. Susi.

"Ya, dong??" si bandana biru menyahut, masih dengan logat yang sama.

"Bener, kan??"

"Bener, dong??"

Deidara stroke sesaat. Cewek-cewek itu menyeret Deidara ke karpet ruang tamu. Kemudian mendudukkan Deidara yang Cuma bisa memandang mereka heran.

"Ka… kalian… Si… siapa, un?" Tanya Deidara patah-patah.

Kedu cewek itu bangkit dan memasang pose ala… uhm… ala sapa ya? Yang jelas bukan Gai atau Rock Lee.

"Hm… Kalau ada yang bertanya bergitu..," cewek bandana merah memulai.

"Kami akan menjawabnya..," lanjut si bandana biru. –Oke, setelah ini, yang ngomong gantian dari yang merah trus biru-

"Demi menjaga perdamaian dunia,"

"Demi mencegah kehancuran dunia,"

"Berjuang demi cinta dan keadilan,"

"Mengarungi KHS yang gelap gulita,"

"Akira,"

"Asano,"

"Pagi yang cerah telah menanti!!!" ucap mereka berbarengan.

GRROOOKKK!!!! Deidara ketiduran.

"Kya!!! Dia tidur!! Jahat banget, sih?? Ya, kan??"

"Ya, dong??"

"Bener, kan??"

"Bener, dong??"

"Uhm, un?? Udah selese, un??" Tanya Deidara polos sambil ngucek-ucek mata.

"Ugh, Sebel!!" Akira sewot

"Kita aduin Sasuke-niichan aja!!" usul Asano.

"Nggaak!! Gimana kalo Yuki-neechan aja??" Akira ga mau kalah.

"Tapi Sasuke-niichan punya sharingan, raikiri, de el el," Asano beralasan.

"Bego!! Itu khan Cuma di pilem yang kebetulan tokohnya sama kayak Sasuke-niichan!! Mending juga Yuki-neechan, pinter masak, rajin nyuci piring," kata Akira ngelantur.

"Yee… Jelas aja pinter masak, dia khan pemilik kantin paling tersohor se-KHS!" Asano mencibir.

"Tapi tetep aj..," –maaf, bagian ini saya potong karena lamanya ngalahin penjajahan Indonesia atas Belanda-

"Anou, un… Kalian adeknya Sasuke?? Anak Gong itu khan, un?" Tanya Deidara.

"Iya, dong!!!" suara Akira ngalahin toa.

"Kita khan juga anggota klan Uchiha!!" sambung Asano.

"Dan kami adalah duo kembar Uchiha yang legendaris!!" kata mereka serempak sambil berpelukan, tiba-tiba udah baikan.

"Eh, un?? Uchiha, un?? Jadi kalian juga kenal sama Itachi, un??"

"Itachi-niichan??" duo itu saling berpandangan.

"Iya, un. Yang keriputan itu lho, un!"

"Bukannya Itachi-niichan udah lama bunuh diri terjun ke laut??" Akira tambah bingung.

"Jadi keriputnya Itachi-niichan masih ada?" Asano ikutan bingung. Benar-benar kompak!! Luar biasa!!

"Ma… maksud kalian apa, un??" Dei jadi ikutan bingung. Mungkinkah Dei akan bergabung dalam duo Uchiha dan membentuk trio Macan yang baru?? Bisa saja…

"Uhm… Kami memang punya sepupu yang namanya Itachi-niichan. Tapi terakhir kami lihat, dia udah bunuh diri nyemplung ke laut," Akira mulai menjawab.

"Jadi Itachi-niichan belum mati?? Sayang banget kita udah berdoa siang malem semoga Itachi-niichan dimakan hiu," dengus Asano.

"Bego!!" Akira nyambit Asano, "Kita harusnya seneng!! Seenggaknya kita bisa liat keriput Itachi-niichan yang ga ada duanya!!"

"Justru seekor siluman hiu yang nyelametin dia, un," kata Deidara.

"Bener!! Akira pinter, deh!! Ayo kita liat keriputnya!!" kata Asano sambil menggandeng Akira keluar. Nyuekin Deidara.

Mereka berlari keluar. Meninggalkan Deidara dalam kesendirian… kesepian… kedongkolan…

"STOOOOPPP!!!" Akira berteriak saat jarak mereka tinggal beberapa senti dari pintu.

"Apa lagi sih, Akira??" Asano agak jengkel.

"Ini khan udah selese jam sekolah. Kita nggak boleh ketemu sama cowok kecuali ada acara sekolah. Nanti kita bisa dihukum nguras kolam renang pake sedotan, lho!!" Akira mengingatkan.

"Wah, bener juga! Akira memang pinter!" puji Asano.

"Iya dong!! Walau fisik anak kecil, tetapi otak tetaplah sama!!" kata Akira semangat.

"Dan kebenaran hanyalah ada satu!!" Asano menambahi. Mereka berdua ngakak ga jelas.

"Kalian ini dari fandom mana sih, un??" Deidara tepar.

(o.O)

Pagi harinya, Akatsuki pada kumpul-kumpul di bawah pohon kamboja yang bau menyan n sebelahan ama TPA sebelum pelajaran dimulai.

"Sumpe, un! Gue ga bisa tidur, un! Temen sekamar gue berisik banget, un! Mana persediaan lempung gue abis lagi, un!" Deidara curhat.

"Emang mereka kenapa?" Tanya Sasori simpatik.

"Katanya mereka ga bisa tidur, un. Salah satu dari mereka akhirnya mutusin buat ngitung domba, un. Baru mulai beberapa itungan, yang satu protes ga mau ngitung domba, un" Dei mulai cerita.

"Kenapa, senpai?" Tanya Tobi.

"Katanya, domba yang dia itung pada kena eksim, panu, kadas, dan sebangsanya, un. Dia ngeri, un. Trus mereka berembug mau ngitung apaan yang kira-kira ga bisa kena penyakit itu, un,"

"Jadinya mereka ngitung apaan?" Tanya Kisame.

"Tadinya gue ga begitu peduli karena mereka udah pada diem setelah satu hitungan, un. Trus mereka ngulang satu-satu-satu terus, un,"

"Emang ngitung apaan, sih? Bikin penasaran aja," Pein ikutan.

"Setelah gue tanya, ternyata mereka ngitung jumlah negara Jepang yang ada di dunia, un," Dei tambah lesu.

Akatsuki swt—

"Kya!!! Itu khan Dei-neechan!! Ya, kan??"

"Ya, dong??"

"Bener, khan??"

"Bener, dong??"

Duo Uchiha itu mendekati Akatsuki.

Deidara yang merasakan hawa membunuh yang begitu kuat, langsung mau ijin pergi.

"Gue pergi dulu ya, un?" pinta Dei.

"Kya!!! Dei-neechan mau kemana??" Tanya Akira sambil memelukan Deidara sangaaaat erat.

"Guu.. e… ma… u… mam… pus.., un…" Deidara kehabisan nafas.

"Haaah?!?! Itachi-niichan!!!" tereak Asano sambil menunjuk Itachi yang lai maen pok ame-ame sama Kisame.

"Sapa yang manggil soulmate gue???!!" Kisame menggeram.

"Huwe!!! Ada buto!!! Akira-chaaaaan!!!" Asano mewek.

Akira melepaskan pelukannya dan segera menenangkan Asano.

"Udehh… Tenang aja. Kalo tuh buto mau macem-macem, kita panggilin Sasuke-niichan," hibur Akira.

"Gimana kalo Yuki-neechan aja?" tiba-tiba Asano pulih.

"Akira-chan?? Asano-chan??" Tanya Itachi.

"Jadi, kamu beneran Itachi-niichan kami??" Tanya Akira penuh selidik.

Asano mendekati Itachi. Tak gentar walaupun di dekatnya ada buto hiu buruk rupa yang ga ada bagus-bagusnya. Dia memegang wajah Itachi.

"Keriputnya asli, Akira-chan," kata Asano meyakinkan.

"Emang kalian pikir keriput Itachi bisa diimitasi??" sindir Pein.

"Itachi-niichan!!! Kami kangen padamuuuu!!!!" tereak duo Uchiha sambil menubruk tubuh Itachi.

"Oh soulmateku… Tak kusangka ajalmu cepat menjemput," ratap Kisame sambil ngupil.

"SAPA YANG BIKIN ADEK-ADEK GUE TEREAK?!?!" tiba-tiba suara nan aneh berkumandang.

"Ga ada yang bikin juga adek elo bakalan terus tereak-tereak, Sas!" cibir Naruto.

"Sopan dikit napa, Nar?!" kata Sakura sambil melancarkan 'Shannarou'-nya.

DUAKS!!! Naruto melayang ke angkasa –nyang kayak Tim Rocket itu lho..-

Tiba-tiba rombongan anak Gong udah ada di sana. Kumpul bareng ama Akatsuki n duo Uchiha.

"Sasuke-niichan, Sasuke-niichan!! Ini Itachi-niichan!!" kata Akira (sok) manja.

"Eh?? Sapa??" tanya Sasuke lagi.

"Itachi-niichan," jawab Asano.

"HAAAAH?!?! Jadi elo belom mati??" Sasuke seperti mendapat tamparan telak dari beruk yang lagi marah.

"Belom," jawab Itachi keder.

"Dasaaar!!! Kalo gitu gue akan ngebunuh elo sekaraaaang!!!" tereak Sasuke penuh emosi sambil nyari-nyari cangkul yang biasa ditinggal ama Sandaime.

"Jangaaaaann!!" Akatsuki pada mencegah.

"Teman-teman…," desis Itachi sambil bercucuran airmata.

"Jangan di sini maksudnya," lanjut Sasori.

"Susah kalo kita-kita harus jadi saksi kematian elo," ujar Konan.

"Najis gue ngeliat elo mati. Mana utang belom lunas, lagi!" Ejek Kakuzu.

Sasuke bersiap-siap mengangkat cangkulnya. Itachi cuma bisa berdoa semoga amalnya selama ini udah cukup buat masuk surga.

"Sasuke-niichan!! Jangannn!!!" Akira mencegah.

"Kenapa sih Sasuke-niichan pengen ngebunuh Itachi-niichan??" Tanya Asano sambil mau mewek lagi.

"Soalnya dia udah bikin rambut gue kayak pantat ayam gini!!" bentak Sasuke beringasan.

"Hmpfh… Hmpfh…," hadirin mencoba menahan tawa.

"Hmpfh… Bukannya elo yang bikin muka mulus gue jadi mengalami penuaan dini?!" Itachi balas membentak.

"Gyahahaha," mereka akhirnya ngakak juga.

"Enak aja!! Elo tuh yang bikin kekerenan gue berkurang!!" Sasuke ga mau kalah.

"Adanya juga elo yang ngiri sama gue trus bikin wajah gue jadi rusak gini!!"

"Aaarggghhh!!"

"STOOOOPP!! Kita mau ngaku!!!" tereak duo Uchiha barengan.

"Eh? Ngaku apaan?? Kalo mau pengankuan dosa, ama gue aja. Dijamin bakal diampunin ama DJ," Hidan menawari.

"Se… sebenernya… Yang bikin rambut Sasuke-niichan n wajah Itachi-niichan hancur itu..," Akira mulai pengakuan dosa.

"Kita," Asano menutup pengakuan dosa.

"UAPPPPAAA?!?!" Sasuke n Itachi : petir menyambar-nyambar.

"Iya. Jadi, pas waktu itu…" Asano mulai cerita.

Flash Back…

Di kediaman Uchiha, yang kebetulan di pesisir pantai, lagi ada acara kumpul kebo, eh! Kumpul-kumpul semua anggota klan Uchiha. Yang jadi tuan rumah Mbah Madara, so pasti sebelum beliau ngilang n kabarnya menjelma jadi makhluk menyerupai permen.

"Waaahhh!!! Yuki-neechan pinter banget, ya??" puji Akira sambil ngeliatin Yuki-chan masak barbeque.

"Akira bisa aja. Lagian Cuma dibolak-balik, kok!" sanggah Yuki-chan.

"Aku pengen deh jadi kayak Yuki-chan," kata Asano.

"Jangan, dong!! Ntar Yuki-neechan banyak saingan,"

"Asano, maen ke dalem, yuk!" ajak Akira.

"Yuk! Bubye, Yuki-neechan!!' pamit Asano sambil melambaikan tangan.

"Bubye!!!" balas Yuki-chan. Saat itu dia memang belum 'dibuang' oleh Mbah Madara.

(o.O)

"Sasuke-niichan! Mau temenin kita maen petak umpet??" Tanya Akira.

"Jangan maen petak umpet. Lagian udah mau malem. Ntar angin pantai bisa bikin rambut Nii-chan bercabang," jawab Sasuke sambil nge-blow rambutnya yang belom mekar kayak pantat ayam –bisa ngebayangin?? Bisa ngebayangin?? Au aja ga bisa-

"Ya udah, deh," ujar Akira sambil pergi dari kamar Sasuke-niichan.

Duo Uchiha itu sekarang menuju kamar Itachi.

"Itachi-niichan, temenin kita main karambol, yuk?" ajak Asano.

"Karambol? Permainan yang mengharuskan pemain yang kalah wajahnya dicoreng-moreng pake bedak, khan?" Tanya Itachi sambil ngaca.

"Iya!" jawab Asano semangat.

"Gak, ah! Ntar wajah mulus Nii-chan bisa iritasi," tolak Itachi masih terus ngaca.

"Humph!!!" dengus Asano. Duo Uchoha keluar dari kamar Itachi.

(o.O)

Malamnya…

"Akira bosen..," keluh Akira.

"Asano juga… Ga ada yang mau diajak main..," Asano ikutan.

"Iya!! Apalagi Sasuke-niichan!! Ugh! Kerjaannya cuma nyisir rambut mulu!! Kena kutu baru tau rasa!" umpat Akira.

"Mana ada kutu yang mau hinggap di kepala Sasuke-niichan?? Rambutnya Sasuke-niichan aja tipa 5 menit sekali di-creambath," ujar Asano.

"Bener juga, sih…,"

"Kalo Itachi-niichan, kerjaannya dandan mulu! Sampe kacanya eneg ngeliat tampang Itachi-niichan. Mending kalo mukanya kece…" ejek Asano.

"Tapi emang kece, khan?" potong Akira.

"Iya, sih…"

"Yang pasti, mereka berdua itu sama-sama nyebelin!!!!" kata mereka berbarengan.

Keduanya terdiam.

Garuk-garuk kepala…

Menopang dagu…

Ngupil…

Ngowoh…

Menjeduk-jedukkan kepala satu sama lain…

"AAAHHH!!! AKU PUNYA IDE!!!" tereak mereka, masih berbarengan.

"Aku duluan!!" desak Akira.

"Aaaaku!!!" potong Asano. –maaf, pertengkaran mereka harus disensor karena akan membuat tangan saya tambah keriting jika harus diketik langsung-

"Jadi, intinya, kita harus bikin mereka berdua engga suka dandan n creambath lagi," Akira menyimpulkan.

"Caranya??" Tanya Asano.

Mereka saling berpandangan…

CRING!! Lampu diesel menyala di atas kepala mereka.

"He.. he.. he.. Kamu berpikir apa yang aku pikirkan??" Tanya Akira.

"Yep! Yep!" jawab Asano girang.

(o.O)

Tok! Tok! Tok!

"Apa? Eh, AkiAsa," sapa Sasuke, lengkap dengan senjatanya (baca : sisir, hairdryer, conditioner)

"Ini, kita tadi dititip ini sama… Itachi-niichan," kata Akira sambil menyodorkan sebuah botol pada Sasuke.

"Apa ini?" Tanya Sasuke sambil menerima botol itu.

"Ehm, katanya kado. Biar Sasuke-niichan tambah cakep," Asano berbohong.

Sasuke membaca label botol itu,

"Sun-Sang Conditioner, terbukti dapat membuat bulu domba Aussie tampak lebih lurus hanya dalam 2 kali pemakaian," Sasuke bergumam.

"Kita main dulu ya, Sasuke-niichan," pamit Akira buru-buru. Takut Sasuke mengembalikan botol itu.

(o.O)

"Itu tadi apaan sih, Akira?" Tanya Asano.

"Ga tau. Asal comot aja dari lemari dapur. Trus, dikasih label, deh!" jawab Akira ngasal.

"Ooh…"

"Trus, ini apa?" Tanya Akira sambil menunjuk botol kecil warna kuning yang dibawa Asano.

"Ini?? Uhm.. Yang aku inget ini adalah campuran semen, batu kapur, ama pasir dikit," jawab Asano.

"Kamu pikir mau ngebangun rumah apa?? Pake semen segala. Ntar kalo Itachi-niichan langsung curiga gimana?" Bentak Akira pelan.

"Ga bakalan! Soalnya udah aku kasih ekstrak buah langsat ama sari bunga mawar," kata Asano menenangkan.

Akhirnya mereka sampai di depan kamar Itachi. Tok! Tok! Tok!

"Malam, adik sepupuku," sapa Itachi lebay.

"Malam, Itachi-niichan. Ini, kami mau ngasih sesuatu," kata Akira.

"Apa?"

"Kado dari Sasuke-niichan. Katanya sebagai tanda sayang –weks!-," kata Asano sambil menyerahkan botol kecil itu.

"Eh?? Apa ini?? 'Mond's(ter –bagian ini ditulis samar banget-) Night Cream. Terbukti dapat membuat kulit para wanita suku pedalaman Afrika tampak lebih putih dan halus hanya dalam semalam'," Itachi membaca labelnya.

"Kita pamit dulu ya, Itachi-niichan! Udah malem. Jangan lupa dipake, ya?" pamit Asano. Kemudian duo Uchiha itu pergi.

(o.O)

Paginya…

"WAAA!!!! RAMBUTKU RAMBUTKU!!!" terdengar erangan dari sudut utara.

"HUWEEE!!! WAJAHKU!!! WAJAHKUU!!!" erangan dari sudut selatan pun ikut terdengar.

Dua orang yang mengerang itu akhirnya bertemu di sasana tinju. Eh, halaman belakang di tepi pantai.

"Sasuke-chan, kenapa sama rambut elo??" Tanya Itachi melihat rambut Sasuke kayak pantat ayam.

"Itachi-niichan, muka elo napa??" Tanya Sasuke berbarengan saat melihat wajah Itachi yang keriputan.

Keduanya memegang rambut dan wajah masing-masing. Duo Uchiha pun tak mau kehilangan kesempatan langka melihat perang sodara ini.

"INI SEMUA GARA-GARA ELO TAU!!!" ucap mereka berbarengan.

"APPPAAHH???" balas mereka bersamaan. Dan perang pun terjadi.

"Tuh liat. Dua cowok lebay lagi perang," kata Akira sambil makan popcorn n minum softdrink.

"Mana yang satu rambutnya kayak pantat ayam n satunya keriputan lagi!" komen Asano sambil makan pizza.

"PERGI LO BAKA-ITACHI!!!!!" tereak Sasuke sambil siap-siap ngelempar batu karang.

Itachi menghindar dengan menceburkan diri ke laut.

Akhirnya Sasuke kembali ke dalam. Duo Uchiha pun harus menyetop nonton pilem tadi.

(o.O)

Usut punya usut, conditioner Sasuke ternyata adalah bumbu rawon gagal eksperimen buatan Yuki-chan yang udah dicampurin ama bahan-bahan yang tidak manusiawi. Dan night cream Itachi adalah selai sandwich (yang lagi-lagi gagal eksperimen buatan Yuki-chan) yang entah kenapa udah tercampur ama bahan bangunan.

Karena sedih ngeliat cucu kecenya jadi kayak pantat ayam, Mbah Madara mengusir Yuki-chan dengan tuduhan 'Melecehkan Nama Baik'. Untung aja gelar Uchiha-nya ngga ikutan 'diusir'.

Awalnya duo AkiAsa mau ngaku kalo itu perbuatan mereka. Coz mereka ga tega ngeliat Yuki-chan diusir. Tapi ga jadi, soalnya Obito-jisan bilang, "Kalo ada yang bikin anggota klan Uchiha keliatan jelek, pasti bakal dibunuh ama Mbah Madara!" Mereka berdua jadi ngeri.

End of Flash Back…

(o.O)

"Jadi gitu ceritanya..," kata Akira.

"Makanya, kalian jangan marahan lagi, ya??" pinta Asano.

"Engga, kok!" kata Sasuke sambil merangkul pundak Itachi.

"Tapi kita lebih marah sama…" muka Itachi n Sasuke jadi horror.

"Orang yang seenak jidatnya ngambil hasil eksperimen gagal gue…" tiba-tiba terasa hawa membunuh tingkat tinggi.

Akira dan Asano membalikkan badan. Mereka melihat bayangan iblis wanita lengkap dengan tongkat trisula-nya (baca : solet bermata tiga).

"Bisa kita bantai sekarang?" Tanya Itachi.

"Why not??" jawab Yuki-chan.

"Aaaammmppuuuuunn!!" duo Uchiha lari terbirit-birit.

Akatsuki n Gong pada mlongo.

"Kok pada lari, sih??" Tanya Tobi.

TEEET TEEET TEEET

Entah kenapa Tobi langsung tepar.

"Ni anak kok tiap ngedenger bel bunyi langsung tepar, sih?" Tanya Zetsu heran.

"Tau. Phobia mungkin," jawab Kakuzu ngasal.

Anak Gong n Akatsuki masuk ke kelas. Itachi n Sasuke masih kejar-kejaran ama sepupunya.

"Sasuke kok ga balik-balik, sih?? Abis ini khan pelajarannya Anko-sensei," kata Sakura khawatir.

"Dia khan jago Sejarah. Ga usah takut, dong!" timpal Naruto.

"Tapi khan pelajaran Anko-sensei sekarang dapet giliran diawasin ama Tsunade-sama," Hinata menambahi.

"Mampus, mampus lo, Sas!!" ujar Rock Lee paling sadis.

BLETAKK!!! Rock Lee kena gampar Sakura.

Dia jadi yang paling tenang sekarang.

BRAKKK!!! Pintu dibuka kasar, khas Anko-sensei.

Terlihat Anko-sensei masuk diikuti Tsunade-sama.

"Elo-elo pasti tau sekarang gue ngajar diawasin ama KepSek kita. Biar ga ada kerusuhan, mending kita ngulangin bab kemarin. Jadi, silakan keluarkan kertas. Naruto,bagikan kertas soalnya. Waktunya 20 menit. Ga lebih. Kalo ada yang ketauan nyontek, langsung gue babat!" kata Anko-sensei sambil mengelap kunai-kunainya.

(o.O)

Au : Hohohoho!!! Akhirnya selesai juuga! Another long chap. Capek, bo! Sampe 15 halaman… Fiuuuhhh…

Kok keliatannya chap ini ga ada humornya, ya?? Saya kok jadi ngerasa ga lucu sama sekali?? Betewe, saya mau mengakhiri fic ini. Mungkin satu ato dua chapter lagi. Soalnya bentar lagi bakal ada Ujian Semesteran. Kalo ficnya ga kelar, bisa bentrok ama belajar –padahal saya ga pernah belajar!-

Tolong review, ya?? Saya kok masih ngerasa ga lucu, sih?? – jeduk-jedukin kepala ke monitor-