Akatsuki vs Rookie 12
Au : Update, woy!! Akhirnya saya sadar dari koma karena gangguan otak akibat terlalu lama bergumul dengan pelatihan soal-soal Ujian yang kadar kebiadaban n kenistaan di atas atasnya biadab n nista! Bingung? Sama!
Chap kedua terakhir… Hiks… Ga terasa akan segera berakhir hubungan yang sudah kita jalin selama ini… Tapi saya seneng!
Makasih buat yang udah review… Saya doain semoga kalian cepet insyaf jadi orang jelek –ditampol-
Btw, ada yang mengganjal, nih! Untuk someone yang dalam reviewnya memanggil saya 'senpai'. Jangan sebut saya 'senpai', saya belum pantas mendapat gelar itu! Usia saya di aja baru ± 4 bulanan. Kalo diibaratin bayi, saya ini baru dalam tahap belajar ngupil! Belum menghasilkan sesuatu –kecuali upil, yang jelas-jelas tidak membanggakan-! Jadi, sebut aja saya 'bunga', gadis berusia… eh, malah kayak berita pencabulan! Cukup panggil saya Ryuuta aja. Ga usah pake embel-embel apapun, ya?!
Segitu aja openingnya. Malah kayak curhat, ya?? Tapi makasih udah dibaca, sekarang ke inti ceritanya!!!
(o.O)
Devide et Impera
"KYYYAAAAA!!!!" duo Uchiha masih dikejar-kejar ama tiga banteng ngamuk.
"STOOOOP!!!" tereak Yuki-chan.
Tiga banteng itu brenti, sedangkan duo Uchiha udah lari jauuuuh banget.
"Kenapa?" Tanya Sasuke.
"Mendingan kalian balik ke kelas, deh. Pelajaran udah mulai sejak 5 menit yang lalu," saran Yuki-chan.
"WHHHAAAATTTT?!?!" Sasuke n Itachi kompak. Sedetik kemudian mereka lari pontang-panting ninggalin Yuki-chan.
(o.O)
Dari dalam UKS, keliatan Cantik-chan lagi memapah Sora yang lagi memegang perutnya.
"Makanya, kalo makan ati-ati. Masa makan kripik bisa kesedak sama toplesnya, sih?' Tanya Cantik-chan heran.
"Mana Sora tau? Orang Sora aja ga bisa ngebedain mana kripik mana toples," Sora membela diri.
"Dasar!" keluh Cantik-chan.
Tiba-tiba dari samping, dua bayangan berkecepatan tinggi menubruk mereka.
DUAAAKKKSSS!!! Mereka terpental.
"Aduuuhhh…" rintih Cantik-chan.
"Kacamataku… Kacamataku…," kata Sora sambil meraba-raba tanah.
KRAK! Entah kenapa Sora mendapat feeling jelek.
"Gomen, Sora! Kacamatanya tadi tiba-tiba ada di bawah kakiku," kata Cantik-chan.
"Oooh… Ga pa-pa. Kacamataku emang sering merelakan diri untuk diinjek orang, kok!" kata Sora menghibur.
"Ya ampun, kalian ga pa-pa?" Tanya Sasuke.
"Kamu siapa?" Tanya Sora sambil menyipit-nyipitkan mata.
"Dia Sasuke, gue Itachi," jawab Itachi.
"Hah? Kok suaranya beda?! Cantik-chan, hati-hati! Jangan-jangan mereka penjahat," ujar Sora.
"Bukan. Mereka itu Sasuke ama Itachi, anak baru,' kata Cantik-chan.
"Siapa?? Itaji??" Tanya Sora.
"Udah, lupain. Gue kok jadi trauma," desis Cantik-chan.
"Bener kalian ga pa-pa?" Sasuke nanya sekali lagi.
"Ga pa-pa sih, tapi gue bisa minta tolong, ga?" pinta Cantik-chan.
"Apa?" Tanya Itachi.
"Kalian bisa ga memapah Sora? Kayaknya tangan gue agak memar, nih,"
Sasuke ama Itachi berpandangan.
"Oke, deh," jawab mereka kompak.
Walhasil, Sasuke n Itachi lebih telat masuk kelas.
(o.O)
"Jangan ada yang berani nyontek. Waktu 5 menit lagi," kata Anko-sensei.
BRAKKK!!! Terlihat Itachi n Sasuke membanting pintu.
"Gomen nasai, Anko-sensei. Kita telat. Tadi kita…," kata Sasuke terhenti saat sosok nenek awet muda mendekatinya.
"Kalian tahu kalian telat berapa menit?" Tanya Tsunade-sama.
"Uhm… 10 menit?" jawab Itachi innocent.
"Kalian tau apa yang bisa dilakukan dalam waktu 15 menit?"
Sasuke n Itachi berpandangan.
"Banyak..," jawab mereka.
"Dan kalian tahu dari sekian banyak hal itu, salah satunya adalah ulangan?" kata Tsunade-sama makin horror.
"Emang lagi ada ulangan?' Tanya Itachi sambil melihat teman-temannya sedang menatap selembar kertas sambil nangis darah.
"Dan sayangnya kalian tidak punya kesempatan untuk ikut ulangan. Sekarang, saya hukum kalian MENGEPEL LAPANGAN UPACARA KHS KARENA MASUK KELAS TELAT!" tandas Tsunade-sama sambil menggampar Sasuke n Itachi sampai lapangan KHS.
BRUUUKKK!! Mereka jatuh dengan tidak selamat tapi sukses.
"Gila, kita disuruh ngepel lapangan segede ini??" keluh itachi.
"Yang jadi masalah bukan luasnya. Tapi caranya," ujar Sasuke.
"Emang napa?" Itachi ga ngerti.
"Lo liat sendiri kan lapangan ini dari tanah?! Kita ngepel tanah pake apaan?!" bentak Sasuke.
"Mana gue tau?! Yang pinter kan elo,"
"Dasar lo baka-Nii-chan!" sungut Sasuke.
"Lho? Sasuke dan Itachi, kan?" Tanya seseorang.
"Eh, Yuuichi-sensei," sapa Sasuke.
"Lagi ngapain? Kok enggak di kelas?" Tanya Yuuichi-sensei.
"Dihukum ngepel lapangan, Sensei. Gara-gara telat," jawab Itachi lesu.
"Siapa yang tega berbuat gitu sama kalian? Memang sekarang kelas siapa?" Tanya Yuuichi-sensei penuh pesona.
"Anko-sensei, sih. Tapi yang ngehukum kita Tsunade-sama," jawab Sasuke.
"Tsunade-sama?? Hm… Mungkin saya bisa bantu. Ayo ikut," kata Yuuichi-sensei sambil ngedipin mata.
"Nih guru kok auranya bikin orang kesengsem mulu, sih?? Kalo gue yaoi, gue yakin bakal naksir ama dia," bisik Itachi pada Sasuke di belakang Yuuichi-sensei.
"Kalo elo yaoi, gue ga bakalan ngakuin elo sebagai Nii-chan gue! Dosa!" balas Sasuke. Masih dengan berbisik.
"Yee… Langsung sewot!"
(o.O)
Mereka bertiga sudah sampai di depan pintu kelas Gong. Dari dalam tidak ternger suara apapun. Hanya kasak-kusuk ga jelas yang samar-samar kedengeran.
"Kalian tunggu di belakang pilar itu. Saya akan coba bawa pergi Tsunade-sama. Nanti kalo sudah, kalian masuk," instruksi Yuuichi-sensei.
"Emang boleh? Katanya Anko-sensei itu guru yang paling buas," Tanya Itachi jiper.
"Saya dengar Sasuke adalah murid kebanggan Anko-sensei. Mungkin Sasuke bisa membujuk Anko-sensei. Sekarang kalian ke sana dulu," perintah Yuuichi-sensei.
Dua orang itu nurut. Mereka sembunyi di belakang pilar yang berada tepat di depana pintu kelas Gong. Terlihat Yuuichi-sensei mengetuk pintu.
"Ya masuk!" perintah suara dari dalam.
"Permisi, bisa menggangu sebentar?' Tanya Yuuichi-sensei.
"Ooohh… Yuuichi-sensei! Ada perlu apa?" kata Tsunade-sama n Anko-sensei lebay. Trus keduanya saling nge-glare.
Murid-murid cewek pada histeris ngeliat wali kelas mereka dateng. Yang paling parah? Tentu aja Konan!
"Yuuichi-sensei… Kenapa engkau bela-belain ke sini hanya untuk bertemu dengankuwh??" Konan kumat ayannya.
BLETAK!! Konan kena sambit Ino.
"Eh! Yuuichi-sensei itu nyariin gue, tau! Dasar perawan tua!!" ejek Ino.
"Sapa yang perawan tua, hah?! Kalo gue perawan tua, berarti dia perjaka tua!!" balas Konan sambil nunjuk Pein.
"Lho? Kok gue jadi ngikut, sih?" Pein heran.
"Emang Pein masih perjaka, ya?" Tanya Sasori pada Kakuzu.
"Ga tau. Masih diragukan. Soalnya dia sering pulang pagi gitu," jawab Kakuzu.
"Itu sih gara-gara dia kerja sambilan jadi satpam kamar mayat," timpal Hidan.
"Saya ke sini ada perlu sama Tsunade-sama," kata Yuuichi-sensei.
Anko-sensei terduduk lesu, sedangkan Tsunade-sama seakan baru kembali ke usia 17 tahun!! –emang apa hubungannya??-
"Ada masalah apa, Yuuichi-sensei??" Tanya Tsunade-sama centil. Bikin Shino berencana melepas jaketnya karena kegerahan.
"Uhm… Mau membahas masalah perbaikan gedung sekolah yang kemarin dirusak sama salah satu anak kelas saya. Ada baiknya kita bicarakan di ruangan saya saja," kata Yuuichi-sensei.
"Di ruangan Anda? Ngga di ruangan saya aja yang pake AC n sekalian sarapan bareng??" Tanya Tsunade-sama sambil menggaet lengan Yuuichi-sensei.
Yuuichi-sensei cuma tersenyum simpul. Yang bikin semua cewek di kelas itu pada tumbang. Bahkan Konan terserang ayan sesaat.
"Eh, kita harus ngerjain ulangannya!! Waktunya tinggal satu menit lagi!!" kata naruto mengingatkan.
"Bener!!" sahut Chouji.
"Yak anak-anak, ulangannya gue batalin. Soalnya tuh nenek-nenek udah pergi. Jadi, ulangannya ga usah dikumpulin. Bawa pulang aja," kata Anko-sensei enteng.
Anak-anak yang udah berusaha sekuat tenaga sampai bercucuran darah langsung pada tepar.
"Permisi, Anko-sensei. Maaf kami telat," kata Sasuke.
"Lho? Sasuke? Kok ada di situ?" Tanya Anko-sensei heran.
"Iya. Soalnya kami telat,"
"Jadi elo selama ini ga ada di kelas??"
"Iya,"
"Ya udah sono buruan duduk," perintah Anko-sensei. Mereka berdua masuk.
"Eeehhh!!! Elo sapa?' Tanya Anko-sensei sambil menarik jubah Itachi.
"Saya Itachi. Murid sini," jawab Itachi keder.
"Masa, sih?? Kok ga pernah liat?"
"Saya baru, kok!"
"Ya udah, sono cepetan duduk. Beruntung mood gue lagi baek gara-gara pagi-pagi udah disamperin ama Yuuichi-sensei," kata Anko-sensei ga penting, "Sekarang, kita lanjutin pelajaran kemaren. Tentang Devide et Impera. Elo semua tau ga apa itu devide et impera?"
Sasuke reflek langsung angkat tangan. Dan entah kenapa Tobi menunjuk tangan Sasuke.
Anko-sensei heran karena mendapati ada murid selain Sasuke yang bisa Sejarah. Dia melihat Tobi seksama.
"Elo yang mukanya kayak artefak! Lo tau apa itu devide et impera?" Tanya Anko-sensei.
"Ini, Sensei!" jawab Tobi sambil nunjuk tangan Sasuke yang terangkat.
"Hah?!"
"Soalnya pas Sensei nanya, Sasuke-kohai langsung ngangkat tanganya dia. Berarti devide et impera itu tangannya Sasuke-kohai, khan?" Tobi menjelaskan.
GUBRAK!!! Anko-sensei tepar lagi.
"Bukan, bego! Devide et impera itu, politik adu domba yang dilakukan Tsuchi no Kuni untuk menghancurkan Hi no Kuni," Sasuke menjelaskan.
"Yap, bener banget penjelasan Sasuke barusan," ujar Anko-sensei.
"Berarti orang Tsuchi no Kuni suka judi, dong?' Tanya Rock Lee paling ga nyambung.
"Kok, un?" Deidara ga jelas.
"Abis mereka suka ngadu domba, sih! Khan namanya judi. Kasian kan dombanya diadu," sahut Rock Lee paling ga mutu.
"Mendokusei… Maksudnya, mereka itu mengadu para petinggi Hi no Kuni dengan fitnah. Supaya mereka saling ga percaya n akhirnya pada saling serang," Shikamaru angkat bicara.
"Brengsek banget orang Tsuchi no Kuni! Nyamain kita ama kambing sekelas domba!" Kiba jadi berang-berang.
"Terserah kalo mereka mau ngadu domba atau kambing. Yang penting mereka tidak pernah mengadu serangga," Shino ikutan komen.
Kepala Anko-sensei berdenyut. Seisi kelas malah membahas tentang 'Domba macam apa yang paling ideal untuk diadu?'
"Kelas selesai," pamit Anko-sensei sambil terhuyung keluar. Anak Gong ga ada yang nyadar sama kepergian Anko-sensei.
(o.O)
Di sebuah ruangan yang gelap karena memang ga ada penerangan…
"Kita harus bikin berita yang heboh!" kata sesorang dengan menggebu-gebu.
"Gimana kalo tentang Rookie 12?!" Tanya suara yang terdengar lebih cempreng.
"Lagi?!! Kita udah ngeliput Rookie 12 selama 50 edisi berturut-turut! Pake 3 edisi spesial poster lagi!" protes yang lain.
"Kalo tentang gerombolan anak baru di kelas Gong?"
"Cih! Lansia-lansia itu?? Mana laku tabloid KHG –Konoha Hot Gossip- kita?!"
"Fufufufufufufufu… Kalian emang ga kreatip!" ejek seseorang yang udah masang evil eyes.
"Emang lo punya ide apa?"
"Liat aja ntar!" kata tuh orang meyakinkan.
(o.O)
Halaman belakang KHS…
Akatsuki pada ngumpuk-ngumpul sambil ngupil. Mereka pada bisik-bisik ga jelas.
"Psstt… Psst…,"
"Hihihihihi…," gitu deh kira-kira yang mereka bicarakan.
"Permisi??" sapa seorang cewek dengan pakaian ala BadBoy.
"Psst… Psstt..,"
"Hihihihihi…,"
"PERMISI, WOY!!!" cewek itu ngomong pake toa.
"Ada apa??" Tanya Pein sok gentle.
"Kalian beneran murid-murid pindahan?" tanyanya.
"Iya tuh! Ada perlu apa, ya?" jawab Pein.
"Boleh wawancara bentar? Gue dari klub tabloid sekolah, nih!" kata tuh cewek sambil memperlihatkan nametag-nya.
"Tarif wawancara satu orang 500 ribu/ jam," kata Kakuzu.
"Mahal amat??" protes tuh cewek.
"Mau kagak?!" bentak Kakuzu
"Ya udah ga jadi!" cewek itu bales ngebentak.
"Eeeh!! Kok ga jadi!? Jadi aja, ya?! Gratis, kok!!" pinta Konan.
"Lo diem napa, lintah darat?!" ancam Zetsu.
"Bunga bangkai, lo!"
"Mbak namanya Ryuuta –yeah! It's me!-, ya?" kata Tobi.
"Iya," jawab cewek itu.
"Mau wawancara soal apa, nih? Edisi khusus, ya?" Tanya Deidara.
"Ga juga. Kebetulan deadline tabloid tinggal besok, nah ternyata masih ada 1 kolom yang kosong,"
"Kolom tentang apaan, nih? Kalo tentang pencabulan loker, mending wawancara eksklusif ama Pein aja," sindir Sasori.
"Kalo tentang cara beternak kalajengking, tanya langsung pada hewannya," balas Pein sambil menunjuk Sasori.
"Ga kok! Lagian ga banyak-banyak. Cuma sisa 3 baris doang," kata Ryuuta.
"Tiga baris mau buat nulis apaan? Untuk profil gue aja ga cukup," komen Itachi.
"Yang mau bikin biografi elo itu sapa?!" ledek Hidan.
"Cuma mau tanya nama kalian aja," jawab Ryuuta enteng.
GUBRAK!!!!
Beberapa saat kemudian, Ryuuta udah selesai nulis nama mereka semua.
"Eh, gimana sih rasanya sekelas ama Rookie 12?" Tanya Ryuuta
"Ini juga termasuk wawancara?" Tanya Tobi balik.
"Engga. Nanya biasa aja,"
"Rookie 12 itu sapa sih?" Tanya Sasori.
"Temen sekelas kalian di Gong itu, lho!" jawab Ryuuta.
"Oooohhhhh," mereka ber-oooh ria.
"Biasa aja. Emang ada yang spesial?!" Tanya Pein.
CRING!!! Tanduk banteng, eh iblis menyembul di atas kepala Ryuuta.
"Kalian tau ga, sih… Tenyata selama ini Rookie 12 diem-diem ngehina kalian!" kata Ryuuta melancarkan rencananya.
"Biasa aja kali. Emang dari sononya kita udah hina, kok!" jawab Kisame santai.
"Tapi ngehinanya itu ga tanggung-tanggung! Pokoknya menusuk hati banget!" Ryuuta mulai manasin Akatsuki.
"Contohnya?" Tanya Sasori.
"Uhmmm… Kemaren kalo ga salah, anak Rookie pada ngatain kalo Kisame itu ganteng!"
"Waaah!! Ga bisa dibiarin! Itu namanya bukan ngehina, tapi FITNAH!! Dunia bisa kiamat kalo Kisame sampe ganteng," kata Pein serius.
"Makanya, kalian harus ngasih pelajaran ama mereka!"
"Tapi kita aja pada geblek, gimana mau ngajarin mereka?" Tobi nampak lesu.
"Maksudnya bukan pelajaran Tobi-dodol!!" kata Deidara gregetan.
"Trus apaan, senpai?"
"Kita hajar mereka!" tandas Konan sambil mengepalkan tangan.
"Fufufufu… rencana berhasil," desis Ryuuta.
(o.O)
Beberapa saat kemudian, di perpustakaan KHS…
"Siang, Rookie 12!!' sapa Ryuuta.
"SSSSSSSSSSSTTTT!!!!"
"Sori…," kata Ryuuta agak pelan.
"Ada apa, Ryuuta-san?" Tanya Neji hati-hati.
"Dia kan ketua KHG, ati-ati kalo ngomong, ntar bisa jadi gossip baru," kata Tenten mengingatkan.
"Gue juga tau," jawab Neji.
"Boleh ngobrol bentar ga sama kalian??" Tanya Ryuuta.
"Boleh aja," jawab Naruto.
"Gimana sih rasanya dapet temen baru di kelas?" Ryuuta memulai.
"Biasa aja. Malah tambah rame," jawab Kiba.
"Hn..," Shino menimpali –Akamaru ga boleh masuk, jadi digantiin ama Shino-
"Apa kalian ga ngerasa tersaingi?"
"Ga kok… Mereka kan… baik," Hinata menjawab.
Ryuuta clingak-clinguk, "Sebenernya gue ga enak nih mau ngomong."
"Kenapa harus ga enak??" Tanya Ino curiga.
"Jadi gini… Sebenernya, di belakang kalian, mereka tuh sering ngehina kalian,"
"Masa, sih?" Sakura ga percaya.
"Iya. Misalnya aja nih tadi. Mereka pada bilang kalo… Rock Lee itu seksi!"
Rock Lee yang lagi sit up tiba-tiba jadi roll depan, Rookie 12 pada memegang telinga mereka. Takut rusak jika harus mendengar berita memekakkan itu.
"APA?! MEREKA BILANG GITU?! TAPI YANG SEKSI KAN GUE!" Sasuke tereak-tereak.
Semua mata memandang Sasuke nista.
"Aduuh… Maaf, tapi kalau kalian mau orasi, mending di luar saja, Kasian yang lagi baca. Mari saya antar," Faika mengingatkan.
"Maaf Faika-chan," kata Tenten.
Kemudian Rookie 12 + Ryuuta + Faika keluar perpus menuju lapangan tengah.
Tiba-tiba dari arah kantin, Akatsuki terlihat mendekat. Sayup-sayup terdengar suara dari arah mereka.
"Itu dia anak-anak bang-piip yang nyebar fitnah!!!"
"Hah?! Mereka khan yang nyebar gossip perusak telinga!" balas Rookie 12.
Akhirnya mereka bertemu tepat di depan patung para Kepsek KHS yang lebih mirip patung punakawan lagi tumpuk-tumpukan.
"Maksud kalian apa nyebar fitnah?!"
"Kalian kenapa sih nyebar gossip perusak telinga?!"
Ryuuta memasang evil eyes level super saiya.
Yuki-chan dateng sambil bawa-bawa pisau daging. Kayaknya baru aja ngejar-ngejar Akatsuki.
Dari arah kelas Siter, Sora n Cantik-chan keluar karena denger ribut-ribut.
"Yuuichi-sensei lewat ditemani duo Uchiha.
"TRUS MAU LO APA?!" tereak mereka berbarengan.
"Lo mau kita gulat?!" tantang Pein.
"Jelas aja kita kalah kalo disuruh gulat! Badan kita khan kerempeng semua! Mius Chouji, sih…" protes Naruto.
"Mending kita adu IQ aja," usul Shikamaru.
"Lo ngejek kita, hah?! Mentang-mentang IQ kita pada minus kuadrat?!" Sasori naik pitam.
"Ini ada apa?!" Tanya Yuuichi-sensei bingung melihat anak kelasnya akan melakukan perang dunia III.
"Mereka tuh, Pak…"
"Mereka mulai…"
"Masa…"
"Harusnya…"
"STOOOOPPP!!" teriak Yuuichi-sensei sambil menutup telinga.
"Mending kalian bertanding tidak sesuai dengan bidang kalian. Biar bisa membuktikan kalo kalian itu bisa dalam segala hal. Bukan cuma ngancurin sekolah ato menangin piala seabreg-abreg," usul Ryuuta.
"Maksudnya?"
"Semua hal yang bisa dilakukan ama Rookie 12 harus bisa dilakukan ama Akatsuki, begitu juga sebaliknya," Ryuuta menjelaskan.
Mereka saling berpandangan.
"Tapi kita cuma 10 orang, sedangkan mereka ada 12," protes Kakuzu.
"Aku akan bantu kalian," kata Faika.
"Gue juga!" kata Yuki-chan.
Entah mengapa mereka merangkul lengan Sasori.
"Lo napa maen peluk-peluk Sasori, hah?!" Yuki-chan nge-glare Faika.
"Kamu juga!" Faika ga mau kalah.
"Udah diem napa?!" bentak Sasori sok risih, padahal girang banget dapet dua cewek!
"Okeh, karena udah lengkap, kalian bisa mulai!"
"Emang kita mau tanding apa?" Tanya Naruto.
Sora, Cantik-chan, dan duo Uchiha mendekat.
"Aku ada usul! Gimana kalo tandingnya perseorangan?!" kata Akira.
"Misalnya Itachi-niichan vs Sasuke-niichan," lanjut Asano.
"Ide bagus!" puji Ryuuta. Duo Uchiha cengar-cengir.
Tiba-tiba, terjadilah rapat agak raksasa beranggotakan Ryuuta, Sora n Cantik-chan –yang kaget gara-gara dipaksa ikut-, Yuuichi-sensei –karena merasa wajib ikut campur-, n duo Uchiha –karena pengen aja- yang membahas tentang hal yang dipertandingkan.
(o.O)
1 jam kemudian…
"Okeh, kita udah nyusun data lombanya. Sekarang bakal gue bacain,
1. Pein vs Neji.
Pein : Harus bisa nyusun proposal setebel kamus oxford.
Neji : Harus bisa membaca cepat buku bokep legendaris a.k.a Icha Icha series.
2. Itachi vs Sasuke.
Itachi : Rambutnya harus dibikin model emo.
Sasuke : Wajahnya harus dimake up keriputan.
3. Hidan vs Shikamaru.
Hidan : Harus bisa hapal semua bidak dalam pertandingan shogi.
Shikamaru : Harus bisa baca kitab Jashin secara tartil (?).
4. Tobi vs Naruto.
Tobi : Harus bisa bikin ramen.
Naruto : Harus bisa bikin lollipop.
5. Kisame vs Kiba ft Akamaru.
Kisame : Harus bisa ngejinakkin anjing pemburu.
Kiba ft Akamaru : Harus bisa ngejinakkin hiu putih.
6. Kakuzu vs Chouji.
Kakuzu : Harus kuat makan minimal 15 porsi dalam 1 jam.
Chouji : Harus sanggup ngumpulin duit minimal 15 juta dalam 1 jam.
7. Deidara vs TenTen.
Deidara : Harus bisa make kunai, shuriken, dll.
TenTen : Harus bisa bikin patung dari tanah liat.
8. Sasori vs Shino.
Sasori : Harus bisa ngontrol serangga.
Shino : Harus pandai ngontrol kugutsu.
9. Faika vs Sakura.
Faika : Harus bisa bikin minimal gempa 7,0 SR pake tangan.
Sakura : Harus hapal semua pengarang yang bukunya ada di perpus KHS.
10. Yuki-chan vs Hinata.
Yuki-chan : Bisa ngomong gagap.
Hinata : Bisa ngomong dengan nada minimal 3 oktaf.
11. Konan vs Ino.
Konan : Harus bisa merangkai bunga.
Ino : Harus bisa bikin origami.
12. Zetsu vs Rock Lee.
Zetsu : Harus bisa lari keliling stadion KHS dalam 10 detik.
Rock Lee : Harus bisa menyerupai tumbuhan.
Juri :
1. Cantik-chan.
2. Sora.
3. Yuuichi-sensei.
4. Duo Uchiha a.k.a Akira Asano.
5. Ryuuta.
…itulah susunannya. Waktu persiapan 1 minggu, tempat pertandingan halaman kastil KepSek, sepulang sekolah."
"Yang menang dapet apa?" Tanya Sakura.
"Yang menang jadi majikan yang kalah selama 1 semester!" seru Pein.
"OKEH!?"
"Bisa diterima," kata Ryuuta.
"PERSIAPAN BISA DIMULAI SEKARANG!!!!" tereak Sora n Cantik-chan berbarengan.
(o.O)
Au : Khahahahaha… Countdown to ending… Susah banget nentuin kepribadian mereka yang cocok dipertandingkan. Setelah semedi 7 hari 7 malam, nyepi ke gunung Merapi sekalian silaturahmi ama Mbah Marijan, nyebar kembang 7 rupa di laut selatan, akhirnya yang kepilih adalah daptar di atas!
Kasih tau ya kalo ga pas ato aneh… Sebenernya mau polling di chap previous, tapi lupa! Maklum, gangguan otak mengakibatkan saya mudah kena pikun-disease stadium akhir… Btw, devide et impera-nya kerasa ga???
Seperti janji saya, saya bakal mengakhiri perjalanan panjang AvsR12 di chap depan, jaaaaadiii… kalian saya harap menulis review banyak-banyak di detik-detik terakhir eksisnya AvsR12 –sambil nangis-
Segitu ajah… review plissssss –masih nangis-
