Chapter 5

.

.

Jongin akhirnya siuman, ia meringis saat badannya terasa sakit semua

"jangan banyak bergerak jongin-ah" perintah seseorang pada jongin

'suara itu? Kyungsoo hyung, oh my… NOOO~' Teriak jongin dalam hati lalu memejamkan kedua matanya.

"Waeyo ?" Tanya kyungsoo sambil menepuk bahu jongin pelan

"a-aniyo hyung.." elak jongin

Seketika hening menyelimuti mereka berdua

.

"jongi-/hyun-" ucap mereka berbarengan

"hmm… kau dulu saja hyung"

"arraseo, anu .. itu gomawo untuk semuanya jongin-ah" ucap kyungsoo sambil tersenyum kearah jongin

'aigoo… aigoo hyung don't smile at me~ aaaaa… ' batin jongin

Jongin berusaha menetralkan suaranya juga raut wajahnya, jangan sampai kyungsoo melihat wajah kesenangan jongin karna disenyumin seorang do kyungsoo.

"hmm.. ini tak seperti apa yang k-kau ba-bayangk-kan hyung, y-ya bukan " jelas jongin

"memang apa yang aku bayangkan? "Tanya kyungsoo pura-pura bingung

"a-ah aniya, lupakan saja hyung, hehe" jongin tertawa garing

Kyungsoo hanya mengangguk

.

.

Kalau boleh jujur Jongin sebenarnya malu pada dirinya sendiri, apalagi pada kyungsoo. Karna bisa-bisanya dia pingsan saat dipukuli 2 orang itu, sungguh itu diluar dari dugaan jongin. Sebenarnya jongin pernah sekali bertengkar sampai pukul-pukulan dengan sehun karna masalah jemuran tapi kali ini beda ntah kenapa kekuatan nya malah hilang entah kemana, padahal kan kalau melindungi pujaan hati pasti energy pun akan datang dengan tak terduga seiring tingginya rasa ingin melindungi pujaan hatinya, apakah cintanya pada kyungsoo masih lemah? Sehingga dia malah terlihat lemah dihadapan kyungsoo, jongin tak habis fikir pada dirinya sendiri.

Jongin sudah tau siapa dan apa motif para pelaku yang melakukan perbuatan tak menyenangkan bagi kyungsoo itu, menurut informasi yang didapatkan kyungsoo dari polisi, mereka adalah fans dari kyungsoo yang ingin menculiknya karna mereka sangat gemas pada kyungsoo. Sebenarnya jongin ingin tertawa mendengar penuturan kyungsoo itu, pasalnya kalau jongin berada di posisi fans itu pun dia pasti akan melakukan hal yang sama, yaitu menculik kyungsoo. tapi ia tak mau membuat mood kyungsoo hilang begitu saja,jelaslah jongin harus menikmati quality timenya bersama kyungsoo. karna jongin tahu kalau kyungsoo itu paling tidak suka di tertawakan karna hal yang menyangkut dirinya, jadi jongin hanya mengangguk dan menikmati kebersamaannya dengan kyungsoo.

.

.

"Tapi kau tak apa-apa kan hyung ? apa ada yang luka?" Tanya jongin

"pergelangan tangan ku saja, sudah ku obati kok, j-jjan~" jawab kyungsoo sambil menunjukkan kedua pergelangan tangannya pada jongin

"aaahh.. serius?" jongin menaikkan sebelah alisnya

'padahal aku ingin memegang tangannya, tapi tangannya malah terluka.. sialan anak-anak itu beraninya ngambil start duluan' batin jongin geram

.

.

.

Jongin pulang ke dorm bersama kyungsoo yang memapahnya karna jongin memintanya, tapi jongin tak menyangka ia akan dibantu oleh kyungsoo, kyungsoo memapahnya. Tolong digaris bawahi , jongin kira ia bakal ditinggal dibelakang dengan keadaan pincang-pincang.

'mungkin ini yang dimaksud akan ada pelangi setelah hujan' batin jongin

"kenapa jongin datang dengan keadaan seperti ini?"Tanya baekhyun sambil membantu kyungsoo memapah jongin ke ruang tamu

"dia-" ucapan kyungsoo terpotong oleh jongin

"aku bertengkar dengan teman sma ku hyung, biasa karna wanita" jelas jongin sambil nyengir

"ah.. kau tadi berangkat pagi-pagi karna reuni ? pantas "baekhyun mengangguk lalu membantu jongin untuk duduk di sofa

.

Jongin langsung di interogasi oleh seluruh anggota dorm, yang membuat jongin malas karna dia bicara pun memerlukan energy karna lebam di wajahnya belum sembuh, tapi ada satu poin yang membuat jongin senang itu karna kyungsoo juga ikut berkumpul bersama walaupun hanya sekedar tertawa karna lawakan yang beagle line buat disela-sela menginterogasi jongin. Tapi itu suatu peningkatan yang perlu jongin catat.

.

.

Seusai makan malam jongin kembali ke kamarnya untuk instirahat karna badannya masih sedikit ngilu, jongin terduduk di kasurnya dengan perlahan lalu pintu terbuka dan ada kyungsoo disana, membawa baskom kecil berisi air hangat dan juga handuk kecil.

Sungguh jongin merasa senang bukan main, karna kyungsoo sangat perhatian padanya. Memang sih itu mungkin karna sebagai balas budi atas kejadian tadi, tapi tak apalah yang terpenting bagi jongin saat ini adalah fakta bahwa kyungsoonya melakukan perubahan berskala kecil dalam hidupnya, yaitu memperhatikan jongin.

.

"bolehkan?" Tanya kyungsoo sambil mengangkat baskom kecil itu

Jongin mengangguk, karna sudah mendapat persetujuan dari jongin kyungsoo pun masuk dan menutup pintu kamarnya lalu berjongkok dihadapan jongin

"aku memberi antiseptic jadi mungkin sedikit perih hehe" kata kyungsoo sambil mengacungkan handuknya pada jongin lalu mulai menepelkannya pelan-pelan pada luka jongin.

.

Jongin sedikit berteriak saat kyungsoo mencoba mengobati luka diwajah dan di perutnya, jujur jongin ingin mengubur dirinya dalam-dalam dibawah tanah, karna sekali lagi dia tak bisa menjaga ke manly-annya saat bersama kyungsoo. Pertama ia pingsan saat mencoba menolong kyungsoo, kedua ya ini berteriak karna lukanya terkena antiseptic yang kyungsoo berikan.

"apa sebegitu perihnya?" Tanya kyungsoo berhenti mengobati luka jongin

Jongin hanya bisa mengangguk karena tak kuat untuk mengucapkan sepatah kata pun suaranya habis karna berteriak tadi.

"tapi nanti lukanya lama sembuh kalau tak pakai ini" kyungsoo menundukkan kepalanya sambil cemberut lalu mencelupkan handuk yang dipakai untuk mengobati luka jongin dengan air di baskom kecil.

"yasudah lanjutkan hyung, tapi jangan terlalu ditekan, anggap saja teriakanku yang tadi tidak ada.. kita mulai dari awal lagi " hibur jongin

"ne~ deal" jawab kyungsoo kembali girang

Kyungsoo sekarang sedang mengobati luka yang ada di bagian perut jongin dengan hati-hati supaya jongin tidak berteriak lagi seperti tadi. Ia tertawa saat jongin mencoba menghilangkan keheningan yang selalu menimpa mereka dengan joke-joke yang menurut nya lucu.

.

.

.

Chanyeol berniat untuk kembali kekamarnya setelah makan malam, ia ingin melanjutkan bermain game memburu vampire di laptopnya, saat memegang kenop pintunya chanyeol mendengar samar-samar percakapan yang menurutnya beraroma 'sesuatu' itu.

'seperti suara jongin dan kyungsoo'

Lalu dia menguping percakapan mereka dengan mendekatkan telinganya ke pintu

.

.

"uwaaa.. pelan-pelan"

"aku bahkan belum menyentuhnya sedikit pun"

"yaaa… appooo"

"mianhae.. mianhae.. aku akan melakukannya pelan-pelan, sungguh"

"aigoo.. palli palii aku tak kuat"

" ini sakitnya Cuma sebentar aish.. nanti kau akan merasakan enaknya"

"tapi tetap saja sakit"

Chanyeol yakin ada 'sesuatu' yang tidak beres didalam sana

'padahal baru tadi pagi dia bilang kalau ia menyukai kyungsoo, dan dia sudah berani melakukan itu,ckck' batin chanyeol

Karna merasa kuping nya sudah tercemar karna mendengar percakapan yang dilakukan mereka chanyeol pun mencoba menghentikan kegiatan mereka dengan mengetuk pintu dengan brutal/?

.

.

"hey, apa yang sedang kalian laku-" teriakan chanyeol terpotong saat pintu yang chanyeol coba buka itu ternyata tak terkunci

Memperlihatkan kyungsoo dan jongin menatap kearah chanyeol dengan tatapan kebingungan dan penuh Tanya

"kan" chanyeol langsung terdiam melihat mereka berdua

.

Ternyata chanyeol sudah salah focus,salahkan pemikiran mesumnya tadi. Karna malu chanyeol tertawa garing dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal

"ahaha.. Cuacanya dingin sekali aku jadi ingin tidur, huaaahhh dinginnya" ucap chanyeol lalu menaiki tangga menuju kasurnya sambil menahan malu

Jongin dan kyungsoo yang melihat itu langsung menatap satu sama lain dan mencoba menahan tawa mereka.

"jjan~ sudah beres nanti aku obati lagi .. sepertinya beberapa hari lebamnya akan hilang.."ucap kyungsoo sammbil membereskan barang yang ia pakai untuk mengobati jongin juga membantu jongin memakai kaos nya kembali

"ne.. gomawo hyung " jongin mengucapkan terimakasih pada kyungsoo sambil memakai kaos yang ia lepas tadi saat kyungsoo mengobati luka di perutnya

.

.

.

Saat kyungsoo keluar dari kamar untuk menyimpan kembali barang yang ia pakai ketempatnya, jongin mengambil buku diary nya dan menuliskan sesuatu disana.

"chanyeol hyung.. kau sudah tidur?" panggil jongin pada chanyeol yang sedang menutupi seluruh badannya dengan selimut, mungkin ia masih merasa malu karna kejadian tadi.

Karna tak mendapat respon apapun dari chanyeol, jongin beranggapan kalau chanyeol memang sudah dia membuka diarynya dan menuliskan sesuatu disana.

.

.

Akan ada pelangi setelah hujan..

Mungkin peribahasa itu memang benar adanya..

Kyungsoo hyung menjadi sedikit perhatian padaku

Ku harap ini tak akan berakhir sampai disini saja

Ku harap akan selalu ada pelangi yang indah yang bisa kulihat

Karna ini merupakan start yang baik

Kim jongin hwaiting :D

.

.

Lalu jongin segera memasukkan buku diary nya ke tempat asalnya saat ia melihat kyungsoo akan masuk kekamar.

"hai hyung.. "sapa jongin basa-basi

"hmm" angguk kyungsoo

"jaljayo~" ujar jongin saat melihat kyungsoo sudah bersiap untuk tidur

"hmm…"

Jongin menggerutu saat mendapat respon yang dingin dari kyungsoo.

'aish.. apa-apaan itu, dia cepat sekali berubahnya,baru saja aku memuji akan ada pelangi sesudah dia kembali seperti kyungsoo pada umumnya ,Apa jangan –jangan sekarang waktunya hujan lagi? Lalu besok muncul pelangi lagi begitu? aih jinjja.. you make me crazy.. '

.

.

TBC