My boyfriend is a gangster
Chap 3
Jung Taekwoon
Cha Hakyeon
Kim Wonshik
Other Vixx members.
Δ HapDee61 Δ
Fanfic req from AOI KANATA on facebook group
[ LeoN Vixx Couple ]
Typo pasti ada. Original story line.
Eyd banyak salah.
Semoga suka!
.
.
Sekolah sudah bubar, sepuluh menit yang lalu. Tentu Hakyeon sudah sedang berjalan pulang.
Ia sudah ditawari Jaehwan, untuk pulang bersamanya dan Hongbin.
Yang pasti Hakyeon akan menolak ajakan mereka -lagi.
Lagi-lagi, kerikil menjadi sasaran tendangan Hakyeon.
Sudah dipastikan, ia kembali bosan.
Entah hawa apa yang masuk ditubuh Hakyeon. Hari ini, tingkat kebosanan nya meningkat.
Tinn... Tinn...
Hakyeon berhenti melangkah. Memutar bola matanya malas, saat mendengar klakson mobil, yang membuat kupingnya pengang.
Hakyeon sudah tau, mobil siapa yang mengintrupsi langkahan nya, tanpa Hakyeon harus menoleh, dan melihat pelaku nya.
Ravi.
Si anggota gangster menyebalkan, yang entah kenapa, selalu menguntit, dan mengikuti Hakyeon kemana pun.
Ia tidak suka, jika Ravi mengatakan cinta padanya.
Dengar baik-baik. Hakyeon tidak suka lelaki gangster, menyebalkan.
Lelaki yang suka berkelahi. Bla, bla, bla.
Hakyeon tidak suka kekerasan.
Hakyeon akhirnya menoleh.
Matanya membesar perlahan.
Bukan. Bukan Ravi.
Itu Taekwoon.
" Halo sayang. " Taekwoon menyeringai.
Sekarang Hakyeon tahu. Hobi Taekwoon hanya untuk menyeringai, dan menyeringai mesum. -apa perbedaan nya?-
" Kenapa?. " tanya Hakyeon, pada dirinya sendiri. Ia merutuki. Kenapa hidupnya ini, selalu dikelilingi orang aneh.
" Kenapa, apa?. "
" Kamu teman nya Ravi-shi eoh?. " tanya Hakyeon curiga.
Taekwoon terkaget. " Eh? Kamu kenal Ravi?. "
" Ya, orang aneh dan selalu menganggu ku. "
" Orang aneh?. "
" Ya. Aku tahu kamu akan menyuruhku naik mobil ini. Tapi tidak TUAN. Ini mobil Ravi, yang aku malas naiki lagi. Sejak tadi pagi. Tolong jangan pinjam mobil orang! Beli sendiri!. " ucapan tajam Hakyeon. Pastinya sangat menusuk.
Seharusnya ia bawa mobilnya tadi. Taekwoon merasa bersalah, karena Hakyeon sudah tahu Ravi, teman nya yang bengal sekali. Ia juga merasa bersalah, kenapa harus meminjam mobil teman nya.
" Bagaimana, besok aku bawa mobilku. "
" Terserah. " jawab Hakyeon acuh.
" Kali ini, naik mobil ini saja. "
" Aku tidak mau, Taekwoon-shi. " suara Hakyeon perlahan mulai memelan. Kenapa sih, susah berbicara dengan orang ini.
.
.
Disinilah Hakyeon. Terduduk di bangku, samping pengemudi. Di mobil RAVI.
Catat, Ravi!
Entah kenapa, rayuan Taekwoon, atau disebut ancaman. Benar-benar mempan.
Taekwoon mengancam, akan menginap dirumahnya selama satu bulan.
Hell no!.
Lewati dulu mayat Hakyeon.
" Hey manis.. Jangan cemburut. Tidak manis jika begitu. " Hakyeon menatap tajam, Taekwoon, yang sedang cengengesan.
" Aku tidak manis okay? Kenapa banyak sekali yang memanggil ku manis?. "
"Karena kamu benar-benar manis?"
" Ish. Diam!. "
" Salahku apa?. "
" Mengancam ku, kalau kamu akan menginap dirumahku, selama sebulan. Pindah saja sekalian. "
" Oh benar! Kenapa tidak!. "
" Eh? Kan aku sudah naik mobil ini. Ancaman itu sudah tak berlaku!. "
" Masih. "
" Kok?. "
" Jadi pacarku dulu. Lalu aku tidak akan 'menginap' di rumahmu. " seringaian, terlihat lagi, di wajah Taekwoon.
" Hhhhh~ Jaehwan bilang. Aku bahkan belum terlalu mengenal mu. Kenapa harus kita berpacaran?. "
" Ok. Kamu belum mengenalku kan?. " tanya Taekwoon, Hakyeon mengangguk.
" Namaku Jung Taekwoon. Ayah ku meninggal lusa kemarin. Aku sudah berumur 19 tahun. Aku punya adik, satu. Temanku Ravi. Aku berulang tahun tanggal 10 november. Aku lahir tahun 1996. Sekarang kamu sudah mengenal semua tentang ku. " oceh Taekwoon panjang.
Grokkk... Grokk...
-_-||Hakyeon please. Ia malah tertidur.
" Hakyeon! Hey!. " Taekwoon menggerak-gerakkan tubuh mungil Hakyeon, yang terlelap.
" Eunghh.. Ya, ya, aku mengenalmu " Hakyeon mengigau, alhasil, Taekwoon harus berusaha menahan tawanya. Ia ini cool kay?
" Eh? Taekwoon-shi. Apa?. " Hakyeon tersadar.
" Kamu mendengarku tidak?. "
" Ya. Kamu berulang tahun tanggal 10 juni. "
"November, BODOH!. "
" Yah, maksudku itu. Sama saja. 10 nya benarkan. "
" Ya, tapi bulan nya salah. "
" Iya. "
" Kamu sudah mengenalku?. "
" Ya. Aku tahu namamu, Jung Taekwoon. Artinya aku sudah mengenalmu. " ujar Hakyeon, dengan tatapan innocent, miliknya.
" ●︿● Hakyeon, kamu ini sedang bercanda ya?. "
" Aku tidak bisa bercanda. Aku ini tidak sedang bercanda. Memangnya apa yang lucu sih?. "
" -_- Aku kudu piye?. " tiba-tiba saja, Taekwoon berbahasa Jawa. #plakkk..
" Apa itu artinya?. "
" Sekarep mu lah!. "
" Apa lagi itu artinya?. "
" Hah... Bilang saja. Kau mau jadi pacarku tidak?. "
" Ya sudah. Bukan nya kamu sudah memberitahu semua tentang mu?. "
Ckittttt...
Mobil yang Taekwoon kemudikan. Di rem tiba-tiba.
Anak ini -Hakyeon- kelewatan polosnya. Ia bisa saja di lecehkan om-om tidak jelas, jika ia disuruh membuka baju, dan -pasti- menurut. Aneh.
" Aduh. Jangan tiba-tiba mengerem dong, Taekwoon-shi. " keluh Hakyeon, sembari mengusap kepalanya, yang terbentur tadi.
" Kay. Kita pacaran nih?. "
" Iyalah. "
Taekwoon kembali menyeringai.
" Ayo pulang ke rumahmu cepat-cepat. "
" Kenapa?. "
" Pinjam kamarmu sebentar. " laju mobil Taekwoon. Dicepatkan. Masih ada seringaian, di wajah Taekwoon.
" Untuk?. "
" Bersenang-senang. "
" Yeayy! Ayo kita bersenang-senang. " Hakyeon tersenyum lebar.
Sungguh. Hidup Taekwoon benar-benar bahagia. Nasib Hakyeon?
Jangan tanya.
.
.
Pranggg...
" Perasaan ku enggak enak. " erang Jaehwan tak nyaman.
.
.
Rumah Hakyeon
Cklekk...
" Aku pulang~. " pekik Hakyeon.
Mrs. Cha, langsung berlari keluar kamarnya, langsung menyapa Hakyeon.
" Eh? Bareng Taekwoon juga?. "
" Katanya Taekwoon mau menginap satu hari, umma. "
" Wah, jadi ramai dong. Ayo, masuk. " mrs. Cha, menggiring anaknya dan Taekwoon, untuk masuk kedalam rumah.
" Mrs. Cha. Aku dan Hakyeon, ke kamar Hakyeon saja ne?. " timpal Taekwoon.
" Untuk apa?. "
"Kata Taekwoon, kita akan bersenang-senang umma!" girang Hakyeon, dibalas tatapan bingung ibunya.
"Oh ya, ya sudah. Umma akan berada di kamar" mrs. Cha, tersenyum manis.
"Umma, Taekwoon ini pacarku"
"Eh? Kalian baru saja bertemu dua hari"
"Tapi katanya, Taekwoon cinta denganku kok umma"
"Ya sudah. Suka-suka kamu." mrs. Cha berbalik, menuju kamarnya.
Saat mrs. Cha sudha berada di kamar. Hakyeon menatap Taekwoon, yang sedang menutupi wajahnya dengan topi, yang ia kenakan.
"Taekwoon-shi?"
"Jangan katakan, jika aku mencintaimu bodoh!"
"Tapi kan itu kenyataan" Hakyeon menaruh telunjuk nya di dagu.
"Sudahlah. Ayo ke kamar"
"Ayo bersenang-senang!"
Malangnya nasib mu. Cha Hakyeon.
Mrs. Cha. Tolong jangan hiraukan suara-suara aneh, yang akan terdengar nanti.
Berdo'a saja. Keselamatan pantat Hakyeon yang imut itu. Tidak bisa dijamin. #eh? #maksudnya? #SokPolos
.
.
Cklekkk...
"Oh ya. Dimana alat-alat untuk bersenang-senangnya Taekwoon-shi?" tanya Hakyeon, setelah ia menutup pintu kamarnya.
"Tenang. Alatnya hanya ada satu. Pistol (?) dibawahku saja, yang dibutuhkan" Taekwoon mengusap pipi Hakyeon, lagi-lagi, seringaian diwajahnya terpampang.
"Pistol? Pistol air? Di kamarku, tidak boleh main pistol air."
"Tenanglah. Hanya akan ada sesuatu yang pasti belum pernah kamu lihat"
"Apa itu"
"Bisa diam saja?" tangan Taekwoon mencengkram pergelangan tangan Hakyeon. Ia tindihkan badan nya Hakyeon, yang sedang terdiam bingung.
'sudah kuduga, dia tidak akan melawan' batin Taekwoon.
"Taekwoon-shi?" Hakyeon mengernyit bingung saat lidah Taekwoon, menjilati telinganya.
"Panggil aku Taekwoon saja. Sekarang, nikmati saja, apa yang aku lakukan padamu" perintah Taekwoon.
"Aku bahkan tidak tahu, apa yang sedang kamu lakukan padaku" ucap Hakyeon, dengan wajah polosnya.
"Aku bilang. Tidak usah banyak bicara."
Saat remasan Taekwoon, di pinggu Hakyeon. Membuat Hakyeon mengerang pelan. Wajahnya mulai memerah, ia bahkan tidak tahu, apa penyebabnya.
"Apa yang kau lakukan?!" Hakyeon tersentak, saat melihat Taekwoon yang hendak membuka resleting celananya.
Hakyeon langsung melengos pergi ke pojokan kamar. Menghindari Taekwoon dengan tatapan nya yang sangat seram. Hakyeon menyilang kedua tangan nya di depan celananya.
"Memakan mu" bisik Taekwoon.
"Akhhh! Kamu kanibal! Jauhi aku! Jauhi!"
Satu, dua, barang-barang Hakyeon lempari ke Taekwoon, yang menghindar dengan mulus. Bahkan, hampir saja vas kecil, ia mau lempar. Tetapi ia ingat. Hakyeon ini malas beres-beres, jika vas pecah. Teriakan ibunya akan menggelegar.
"Hikkss.. Umma.. Ada kanibal disini" Hakyeon menepis air matanya kasar.
"Hey! Kamu ini. Kamu benar-benar tidak tahu arti kata 'aku akan memakan mu?', dalam hal yang sedikit.. Yah, begitulah"
"Tidak tahu! Dasar kanibal! Pacaran dengan ku, jika kamu bukan kanibal lagi!"
Taekwoon menutup matanya. Kepalanya menggeleng-geleng.
"Aku ini bukan kanibal Hakyeon"
"Bohong! Kamu bahkan bilang. 'aku akan memakan mu!'" Hakyeon mendekatkan tubuhnya pada dinding. Ia mengeratkan pelukan nya pada boneka beruang miliknya, yang ia ambil saat melarikan diri dari Taekwoon.
"Hhhhh~ jadi tidak bisa melahapmu deh" lirih Taekwoon.
Hakyeon melotot. "Tuh! Kamu mau melahapmu!"
"Aku bukan kanibal Hakyeon!"
"Bohong! Dasar kanibal pembohong!" tuduh Hakyeon lagi.
"Akh.. Aku pulang. Dengar ya. Aku bukan kanibal, dan kita akan lakukan ini lagi" seringaian kembali menempel pada wajah Taekwoon. Taekwoon pergi keluar kamar Hakyeon, lalu berpamitan pulang.
Meninggalkan Hakyeon yang hanya terdiam, membeku.
"Apa-apaan? Sudah salah, langsung pergi?" Hakyeon menjatuhkan dirinya di lantai. Memeluk boneka beruangnya erat.
.
.
Cklekk...
"Umma" Hakyeon duduk di meja makan. Mencium bau makanan yang ibunya buat. Lalu memberi jempol pada ibunya.
"Apa sayang? Kamu terlihat lemas"
"Hah, aku tidak apa-apa" Hakyeon menusuk-nusuk makan malamnya dengan garpu.
"Taekwoon langsung pulang. Kenapa hemm?" mrs. Cha. Menduduki tubuhnya di depan Hakyeon.
"Jika umma bertemu dengan seorang kanibal. Umma akan melakukan apa?"
Mrs. Cha, menatap Hakyeon sebentar. Lalu ia tertawa pelan. Tidak terlalu peduli, anaknya yang menatapnya horror.
"Umma, akan lari. Menjauhi si kanibal. Kenapa kamu bertanya itu?"
"Tidak apa-apa" Hakyeon menyuap sedikit makanan nya. Mengunyahnya malas.
••••
"Hongbinie, aku curiga" tutur Jaehwan, dengab gaya -sok- seperti seorang detektif.
"Jaehwan. Berhenti menganalisa Hakyeon, sedari tadi"
"Ikutan yuk. Ini seru loh Hongbin. Lihat, Hakyeonie sekarang sedang menguap malas. Wajahnya terlihat lebih lesu" Jaehwan menyelidik.
"Bukan nya ia selalu menguap seperti itu? Ada-ada saja" Hongbin menatap Jaehwan malas. Ia kembali menatap layar androidnya, dan mengunyah permen karet, dimulutnya.
"Tidak. Ini lebih beda, dari sebelumnya"
"Ishh diam... Aku lagi sibuk men-stalk akun gangster tampan nih"
"Siapa? Siapa?"
"Namanya Kim Wonshik"
"Wonshik?"
"Dia sering dipanggil Ravi"
"Eh?! Ravi? Lihat, lihat dong!" Jaehwan mengambil paksa android di tangan Hongbin. Ia mulai ikut menyelidiki akun Ravi.
"Oh my god! Dia tampan banget! Hyuk ku kalah!" Jaehwan menutup mulutnya, berteriak lebay.
"Ih ketahuan enggak setia sama Hyuk nih!"
"Dih, cuman bilang dia tampan doang"
"Apaan?! Dasar enggak setia!"
"Dih, jomblo sirik!"
"Diem enggak?!" Hongbin menyentil jidat Jaehwan. Ia merebut kembali androidnya yang tadi di rebut paksa.
"Huh, pelit! Jadi tua loh! Tuh, mukanya aja sudah keriput!" sindir Jaehwan. Jaehwan langsung berlari menjauhi Hongbin, yang sedang siap-siap melempar alat pensilnya pada nya.
.
.
"Hakyeonie~" dengan langkah tiba-tiba. Jaehwan memeluk leher Hakyeon. Yang dipeluk, terasa tercekik.
"Ughh.. Lepashhkahnn duhluuhh!" Hakyeon memukul-mukul lengan Jaehwan, yang berada di lehernya.
Saat Jaehwan sudah melepas pelukan tiba-tibanya, Hakyeon berbalik dan menatapnya dengan tatapan seram.
Bahkan wajah Hakyeon sudah seperti nenek tua yang Jaehwan temui di pinggir jalan.
Tua, kantong matanya kelihatan sekali, dan bibir pecah-pecah, Hakyeon. Seingat Jaehwan, dia baru saja bertemu Hakyeon kemarin. Tetapi wajah Hakyeon berubah drastis.
"Iuwww~ Hakyeonie jelek sekali!" ledek Jaehwan. Langsung dihadiahi sentilan di dahinya.
"Diam"
"Aku benar-benar jujur. Wajahmu ini seperti nenek yang tidak di kasih makan selama 10, oh bukan. Ratusan hari!"
Hakyeon membelalakan matanya. Teman nya yang satu ini, memang baik, tapi pintar menyindir.
"Susah ya jadi Hakyeonie. Jadi ketua kelas yang repot, dan masalah-masalah lain nya. Pasti kalau aku jadi Hakyeonie, aku mungkin lebih jelek daripada badut yang ada di Myeongdong. Ihhh jadi takut membayangkan nya"
"Itu sindiran untuk ku kan?" tanya Hakyeon, malas.
"Kurang lebih... Begitu!"
"Hhhh~ aku kurang tidur Jaehwan"
"Kenapa eoh? Karena menolak lelaki yang menembakmu?"
"Bukan. Gini, bagaimana jika kamu bertemu seorang kanibal?" lagi-lagi, Hakyeon bertanya, dengan pertanyaan yang sama pada ibunya.
"Akhhhh! Serem banget! Mungkin aku akan pingsan di tempat" Jaehwan bergidik ngeri.
"Aku bertemu seorang kanibal. Sini, aku bisiki"
Jaehwan mendekati telinganya pada bibir Hakyeon. Lalu mulai mendengar satu, dua kata, yang Hakyeon lontarkan.
"Ada lelaki yang mengatakan, jika ia ingin memakanku dan melahapku. Tapi pada posisi negatif. Yang aku tahu, itu memang negatif. Memakan daging manusia itu negatif, kan Jaehwan?" Jaehwanmenatapsahabatnyakasihan. Sebegitu bodohnya dia, pada hal sekitar?
"Kamu benar-benar mengatakan jika ia kanibal?" Hakyeon mengangguk.
Kebiasaaan Jaehwan kembali muncul. Ia kembali terjatuh ke lantai. Sekarang, wajahnya mencium keramik, dengan damai.
Tangan Hakyeon kembali menjulur membantunya berdiri.
"Kamu kenapa sih?"
"Huhh, bibir kesayangan ku sudah tidak perawan lagi"
"Bukan nya sudah tidak? Saat kamu dan Hyuk, menggigiti bibir satu sama lain saat kalian berdua ke taman. Aku tak sengaja lihat" Jaehwan membelalakan matanya.
"Apa itu hal yang wajar, di lakukan orang yang pacaran?" tanya Hakyeon.
"Kau bilang sih iya."
"Uhmm.."
"Hakyeonie. Aku juga sudah pernah di lahap oleh Hyuk"
"Astaga?! Benarkah?!" Hakyeon menatap Jaehwan kaget.
"Eh, tapi kamu masih hidup" timpal Hakyeon lagi.
"Sini-sini, aku beri tahu tentang arti 'melahap' pada posisi negatif. Tuan Cha Hakyeon, yang polos dan terlalu parah POLOSNYA!"
"Ih.. Ok-ok. Apa?"
"Bla.. Bla.. Bla.."
Disinilah waktu, kuping Hakyeon sudah tidak polos lagi. Berjuanglah Cha Hakyeon!
To Be Continued.
Halo! Thanks yang sudah baca dan review. Ada beberapa review yang Hapee mau ulas di sini, dan Hapee jawab.
Ini. Jeng... Jeng.. Jeng..
Nggapunyaakun :
THORRRRRLUBIKINGWDIANGGAPGILASAMAKAKAGWGARA-GARABACAFFLU, ASLISUMPAHGW NGAKAK. HAKYEONNNNNNLUPOLOSBANGETAPAKETERLALUANBODOH, LUKAGALIATTUHSIJAEHWAN AJAJATUHTERUSDENGERINUCAPANLUYANGKELEWATIDIOT.
Aku sendiri kadang ketawa sendiri, baca ff ku. Hahaaha.. Makasih ya, sudah ngakak.
.
Yeolsoo :
Good job.. Fighting yah..
Maaf.. Tapi aq yang kurang ngefeel bacanya...
APA karena bahasanya terlalu santai ato emang aku yang terlalu ribet?
Aku emang sengaja buat bahasanya enggak terlalu baku. Aku buat jadi santai, dan ikutin alur ceritanya.
.
Jungieee :
Thor Hakyeon nya keterlaluan polos masa. Jadi greget tau ga thor?
Thor apa ini ada HyuKen nya? Kalau ada aku senengggg banget kkkk.
Aku belum tahu pasti, ada HyuKen nya apa enggak. Kalau kamu suka pairing mereka. Do'a in aja supaya bakal ada HyuKen nya :-D
Dan Hakyeon, bakalan ada adegan yang lebih polos dari pada ini. Siap-siap aja :-P
.
tuti handayani
HUAHAHAHAHAHAH AKHIRNYAAAAAAA akhirnya ya allah hiks hiks. akhirnya ada juga ff LeoN yang rated M. alhamdulillah
btw, gua jadi rada sesat ya -,- serah dah yang penting hidup LeoN Couple. next thor. apa nanti taekwoon satu sekolah sama hakyeon ?
ditunggu kelanjutan dan kejutannya :D
Sayangnya, Taekwoon sudah umur 19 tahun. Dia gk bakal satu sekolah sama Hakyeon. Tapi tunggu aja, nanti ada sesuatu ヾ(¯∇ ̄๑)
dan itu rahasia. Biasa, Hapee suka membuat kejutan tiba-tiba, yang membuat jantungan, dan langsung teriak-teriak enggak jelas.
.
Ya sudah segitu dulu ulasan nya. Maaf enggak bisa banyak-banyak.
Hapee juga mau nanya dong.
Ff Hapee yang mana? (selain my boyfriend is a gangster)
yang mau kalian baca kelanjutan nya?
Tolong jawab. Karena Hapee mengancam kalian. Jika kalian semua para readers tidak menjawab. Hapee tidak akan membuat kelanjutan ff ini! ( • ̀ω•́ )✧
Maaf jika ada banyak sekali kesalahan di ff ini. Aku belum sempat ngedit
Salam...
