My boyfriend is a gangster
Chap 3
Jung Taekwoon
Cha Hakyeon
Kim Wonshik
Other vixx members
Kim Shiwoo
Δ HapDee61 Δ
Fanfic req from AOI KANATA on facebook group.
[ LeoN Vixx Couple ]
Typo pasti ada. Original story line.
Eyd banyak salah.
Semoga suka!
••••
Hakyeon membelalakan matanya. Ia melakukan nya, saat telinganya mendengar ocehan Jaehwan, yang menurutnya sangat vulgar. Entah kenapa ia merasa begitu.
Walau, Hakyeon sama sekali tidak mengerti hal-hal vulgar.
Satu dua kalimat, yang membuat kuping dan pipi Hakyeon memerah. Jaehwan yang terus menceritakan tentang, apa itu 'first time', yang ia lakukan bersama Hyuk.
Berkali-kali Hakyeon mengipas wajahnya yang terbakar, dengan tangan nya.
Jaehwan tahu, Hakyeon ini sangat polos. Semua yang Hakyeon tahu, adalah hal-hal yang 'polos', bahkan Hakyeon tidak tahu apa itu ciuman pertama. Membuat Jaehwan, dengan kebiasaan barunya. Jatuh karena omongan bodoh, dan kelewatan polos, milik Hakyeon.
Seringaian kecil, keluar dari wajah Jaehwan, saat ia hendak memberitahu Hakyeon, bagaimana rasanya mendapatkan first time nya.
"Ughh.. Jaehwan. Apa itu sakit sekali?" tanya Hakyeon, dengan wajah meringis, merasa sakitnya Jaehwan mungkin?
"Sangattt sakittt! Dan kamu bisa habis dilahap, dan ditelan!" tutur Jaehwan, menakuti teman nya ini.
"Akhh! Jaehwan! Kamu mengagetkan ku!" Hakyeon mendengus sebal.
"Maaf, maaf. Sekarang kamu sudah tahu arti, 'melahap' kan?"
Hakyeon mengangguk pelan, dengan semburat merah di pipinya lagi. Ia kembali teringat kata-kata Jaehwan, tentang apa itu arti 'melahap' sebenarnya.
"Ughhh... Heyy! Nguping kalian semua!" geram Jaehwan, pada seluruh siswa yang ikut mendengarkan omongan Jaehwan dan Hakyeon.
"Seru sih, melihat Hakyeon sunbae, dengan wajah polosnya, saat mendengar omongan mu Jaehwan.. Kkkkkk.." Hakyeon menunduk malu, mendengar omongan teman-teman sekelasnya. Dia akui, dia memang terlalu polos, di saat dia sudah sma. Bahkan dia tidak tahu apa itu sex dan hal-hal semacamnya, yang pasti kalian readers sudah pada tahu. #ngakuAja
"Sunbae, sudah merasakan first time belum?" celetuk salah satu siswa, yang ikut nimbrung.
Hakyeon yang sedang ditanya itu, menggeleng pelan.
"Sayangnya, kita semua sudah kan? Hahahahaha..." Hakyeon terbingung, kenapa seisi kelasnya tertawa.
"Sudah? Dengan siapa?!" tanya Jaehwan, dengan wajahnya yang berbinar, dan tersirat wajah kepo.
"Aku dengan lelaki." Hakyeon menatap teman nya, dari kanan sampai kiri.
"Semuanya dengan laki-laki?" tanya Hakyeon. Seisi kelas mengangguk.
"Aku seme." "Aku uke" "Aku masih jomblo" "Aku sih belum rasaiin first time"
Seluruh siswa dikelas menjadi riuh. Lagi-lagi membuat Hakyeon harus menutup kedua kupingnya malas.
"Kalian ini! Aku belum tahu apa itu.. Sem- semu? Dan.. Apalagi tadi? U-u-u uk-" ucapan Hakyeon terputus.
"Seme dan uke!" seru para siswa, termasuk Jaehwan dan Hongbin, yang sedikit kesal dengan hal 'polos' yang Hakyeon punya.
"Nah itu. Itu apa?" Hakyeon menatap teman-teman nya, ingin tahu.
"Ketua kelas yang polos~ Seme dan uke itu..." seisi kelas tiba-tiba saja, membuat lingkaran, melingkari Hakyeon, yang sedang terbingung.
"Jadi gini. Ini omongan rahasia.. Sangat rahasia.." salah satu siswa, mendelik tajam pada siswa lain nya, termasuk Hakyeon. Ia bergaya sok detektif, yang berbicara bisik-bisik, karena takut terdengar musuh.
"Rahasia, kenapa? Menyangkut pautkan narapidana di penjara?" tanya Hakyeon.
Jaehwan menoyor kening Hakyeon, lalu melototi Hakyeon, membuat Hakyeon harus bergidik ngeri.
"Seme itu top. Uke bottom!" salah satu siswa berseru. Para siswa yang lain mengangguk setuju.
"Seme itu yang memasuki lobang pantat uke. Uke yang di masukka-' Jaehwan menutup mulut siswa yang berseru itu.
"Sudah terlalu vulgar. Hakyeonie tidak akan mengerti" ucap Jaehwan gugup. Ia sudah mulai memerah pipinya.
"Ok. Yosh! Kembali ke tempat semula!" perintah siswa itu, untuk yang lain nya.
Dalam sekejap, mereka sudah berbaris rapih seperti tadi. Membuat Hakyeon terbingung, kenapa seisi kelasnya seperti orang yang diperintah di militer.
"Sudah mengerti Hakyeon sunbae?" tanya seluruh siswa.
Hakyeon mengangguk pelan. Telunjuk nya ia tempelkan di dagu. " Memasuki lobang-lobang.. Itu saja yang aku tahu." Hakyeon menatap teman nya, dengan wajah lugunya.
Seluruh orang, langsung melakukan face palm bersamaan.
"Sudah terlalu polos~ Hakyeon sunbae otaknya terlalu polos~ tidak ada yang bisa mengkontiminasi, otak polos sunbae~" siswa pendek, yang ikut berdiri bersamaan dengan yang lain nya, bernyanyi asal. Sambil berimajinasi, jika ada gitar di tangan nya.
"Ehemmm! Kalian semua, duduk di bangku masing-masing!" suara menggelegar guru, yang kita ketahui dia ini manusia #plakkk #SudahTahu
Membuat para murid langsung duduk dibangku masing-masing, dan langsung duduk tegap. Bahkan ada yang terjatuh, karena tergopoh-gopoh, berlari menuju bangkunya.
"Hakyeon!" teriak guru seram, dengan kumis tebal itu.
"Iya pak!" tegas Hakyeon.
"Kamu ini ketua kelas, tapi membuat kelas menjadi riuh. Apa tugas dari pak Lee sudah dikerjakan?!"
"Sudah pak! Aku sudah memprint lalu menyalin nya pada kertas. Sudah aku lakukan semuanya!" tutur Hakyeon.
Yap. Setiap guru seram dan berkumisan itu mengajar kelas Hakyeon. Kelas Hakyeon menjadi seperti tempat militer. Harus tegap badan nya, harus lantang suaranya. Jika tidak. Penggaris besi ditangan nya, bisa saja melukai wajah para siswa.
Kejam memang. Tapi guru itu pikir. Ini sekolah khusus pria. Ketegasan, memang dibutuhkan. Tapi menurut para siswa, yang menerima ancaman guru itu. Guru ini bukan memberi ketegasan. Tetapi ancaman dan ke-ganasan yang amat sangat.
Miris.
"Bagus!" Hakyeon mengangguk lalu kembali duduk. Karena ia sempat berdiri.
"Kasihan Hakyeon sunbae. Pak guru, memang kejam" bisik siswa, yang terduduk di belakang, pada teman nya.
Teman nya mengangguk. Untung saja guru ini tidak mendengar mereka. Jika mendengar, mungkin kepala mereka, tidak akan mulus lagi.
"Saya dengar itu!" tukas guru seram itu. Uppsss, apa kepala mereka tidak akan apa-apa?
"Upsss.."
"Saya maafkan kamu kali ini! Jangan coba-coba, berbicara di pelajaran saya, lagi!" si guru mendelik tajam. Otomatis seluruh orang di kelas, menghela nafas bersamaan. Merasa bahagia karena teman nya dikelas, tidak akan terpukul kepalanya.
"Sekarang buka buku fisika kalian. Buka halaman 257!" perintah guru.
"Iya!" serempak, seluruh siswa di kelas, membuka buku mereka. Takut dimarahi guru, kali?
.
.
"Shit!" umpat Ravi kesal. Tembok disampingnya, menjadi sasaran kekesalan nya.
"Kenapa eoh?" Taekwoon menatap Ravi, yang sedang diambang kekesalan nya, dengan wajah datar.
"Mau tahu apa?!"
"Geezz. Cuman nanya" Taekwoon kembali menatap layar ponselnya. Lagi sms-an sama Hakyeon. Suitt, suittt...
"Gue lagi kesel!"
"Sudah tahu kali. Keselnya karena apa?"
"Ibu gue, enggak mau bikinin galbi! Kesal banget gue!" Ravi menjatuhkan pantatnya di samping Taekwoon.
"Cieee, yang sudah punya pacar" ledek Ravi.
"Siapa tuh pacarnya lo? Yang lagi sms-an sama lo?" Ravi mencodongkan wajahnya ke ponsel Taekwoon. Otomatis, Taekwoon menjauhkan ponselnya dari pandangan Ravi.
"Kepo banget lo!" Taekwoon berusaha menjauhkan wajah Ravi, yang semakin dekat dengan ponselnya.
"Kasih tau dong Taekkk!" rengek Ravi. Membuat wajahnya menjadi seram, bukan lucu.
"Enggak boleh!" cegah Taekwoon, dan beranjak dari sofa yang ia duduki.
"Dih, jahat banget lo!"
"Bodo amat!"
.
.
Drrrrtttt...
Hakyeon menoleh pada tumpukan bukunya. Bukan. Bukan bukunya yang bergetar. Tetapi ponsel yang ada di atas bukunya, bergetar.
Baru saja Hakyeon ingin pulang sekolah. Guru nya yang menyeramkan itu, memberinya tugas setumpuk.
GANAS!
Setelah Hakyeon sampai rumah. Ia langsung kerjakan seluruh tugas, dari guru menyebalkan itu.
"Yeoboseyo~" Hakyeon membuka suara.
'Hakyeon.'
"Ah, Taekwoon-shi"
'Taekwoon. Bukan Taekwoon-shi' geram Taekwoon, di ujung sana.
"Iya, iya... Ada apa eoh?'
'Aku kangen kamu, Hakyeon'
"Oh. Seperti umma, yang kangen aku?"
'Bukan! Aku kangen kamu. Aku kangen kamu sebagai pacarku!'
"Ah, oh. Aku juga"
'Benarkah?!'
"Ya, seperti aku kangen boneka beruangku, jika hilang dari kamarku"
'Hhhh~'
"Taekwoon. Aku memaafkan mu"
'Untukapa?'
"Karena kamu berusaha melahap ku?"
'Hhhh~ sudah kubilang, akuinibukanseorangkanibal'
"Eungg. Aku sudah tahu, kamu ini bukan seorang kanibal"
'Sudah? Kamu sudah tahu, apa arti 'melahapmu'?'
"Ya. Jaehwan bilang. Kamu ini butuh hubungan intim" ucap Hakyeon polos.
'Uhukk! Uhukkk!'
"Taekwoon? Kamu kenapa?"
'Ughh.. Pelan-pelan saja bicara tentang hal itu'
"Hal apa?"
'Tentang 'itu'. Hal vulgar itu'
"Hubungan intim?"
'Akhhh Hakyeon! Jangan!'
"Jangan kenapa?"
'Ah, terserahlah'
"Taekwoon"
'Hmm?'
"Ayo lakukan hubungan intim. Aku ingin tahu rasanya seperti apa"
'Uhukkk! Uhukkkkkk!"
"Kenapa lagi?"
'Ehemmm.. Ehemmm... Ayo kita lakukan!'
"Uhmm ya.. Dimana?"
'Dirumahku. Nanti aku jemput'
"I-iya... Aku tunggu"
'SaranghaeHakyeon'
"Aku harus jawab apa?"
'Nadosaranghae Taekwoon. Begitu!'
"Ah ya. Nado saranghae Taekwoon"
'Bye'
"Bye"
Tettt... Tett...
Hakyeon menghela nafas, membayangkan bagaimana rasanya, first time, seperti yang Jaehwan rasakan. Katanya sih sakit.
Tetapi Hakyeon ini, adalah orang yang selalu ingin tahu (baca: kepo banget!)
Ia belum puas, jika belum merasakan nya sendiri.
"Aku kerjakan semua tugas ini dulu! Sebelum Taekwoon datang. Yosh! Fighting!" Tali putih, yang entah, Hakyeon dapatkan darimana. Ia ikat di keningnya. Berusaha mengikuti film kartun, yang ia tonton, setiap harinya di televisi.
Hhhh... Bagaimana ingin merasakan namanya hubungan intim? Perilaku nya saja masih ikut-ikutan, dengan kartun. Ckckckckc.. #AuthorSokTua
.
.
Tingg.. Tongg...
"Iya, tunggu!" seru mrs. Cha.
Sebelum ia membukakan pintu. Ia merapihkan dulu, rambutnya dan celemek yang ia pakai.
Ia tidak mau terlihat jelek, di depan tamu, yang datang ke rumahnya.
Cklekk...
"Ah Taekwoon. Mau bertemu Hakyeon ne?" tanya mrs. Cha, saat melihat, sosok pacar anaknya.
"Ya, tan. Hakyeon mana?"
"Dia ada dikamar. Dia sedang tertidur pulas. Tugas dari gurunya, segunung. Kasihan dia lelah. Ah silahkan masuk" mrs. Cha, menyilahkan Taekwoon masuk.
Taekwoon tersenyum, lalu masuk kerumah kecil, dan nyaman tersebut.
"Tante. Aku ke kamar Hakyeon ya"
"Ah iya, Taekwoon" mrs. Cha, tersenyum, mempersilahkan Taekwoon, memasuki kamar anaknya.
.
.
Cklekk..
"Hakyeon?~" Taekwoon membuka pintu kamar Hakyeon, perlahan. Ia mengucap nama Hakyeon, pelan-pelan..
Terpampang sosok Hakyeon yang tertidur di meja belajarnya. Wajahnya terlihat sangat amat lelah. Dengan semua tumpukan tugas, yang sudah beralih pada tempat yang Hakyeon buat. Tempat untuk tugas-tugas, yang ia sudah kerjakan.
"Lelah sekali ya?" tanya Taekwoon, pada Hakyeon yang tertidur lelap.
Tangan Taekwoon, mengusap surai Hakyeon, perlahan. Ia menusuri wajah damai Hakyeon.
Taekwoon tidak ingin, jadi melakukan.. Yah itulah.. Hal vulgar itu, dengan Hakyeon.
Melihat wajah Hakyeon yang benar-benar, sangat amat, lelah.
"Eungg.. Taekwoon!" Hakyeon terbangun. Terkaget, karena Taekwoon yang mengusap pipinya lembut.
"Sudah bangun? Kamu lelah sekali ya?"
"Ah. Tidak aku ketiduran. Tunggu, aku siap-siap dulu ya" Hakyeon ingin beranjak dari kursi belajarnya. Tetapi Taekwoon memberhentikan aksinya.
"Tidak. Kita tidak jadi. Kamu tidur saja ya. Aku akan temani"
"Benarkah?"
"Iya"
"Kita bisa lakukan lain kali?"
"Iya"
"Ya sudah. Ayo tidur" Hakyeon menarik pergelangan Taekwoon. Membaringkan tubuh mereka, di kasur Hakyeon. Suara decitan kasur, terdengar samar-samarnya.
"Eh?!" Taekwoon terkaget. Saat Hakyeon membawa dirinya pada dekapan nya. Hakyeon membuatnya menjadi guling! Ahh, Taekwoon bisa gila!
"Aku tidak punya guling Taekwoon. Jadi gulingku ya?" Hakyeon memandang Taekwoon, dengan pandangan melasnya.
"Ya, iya." Taekwoon terkekeh pelan.
Lagi-lagi. Taekwoon dan Hakyeon. Tidak akan pernah melakukan hubungan intim. Apa mereka memang dikutuk, untuk tidak akan pernah melakukan nya? Who knows?
Tuhan tidak ingin. Otak Hakyeon menjadi tidak polos lagi. Hahahahahaha...
.
.
Krikkk... Krikk... Krikkk...
Mrs. Cha. Terkekeh pelan. Walau tadi ia hampir melakukan adegan, krik, krik, krik, selama 10 menit lebih.
Anaknya sangat damai, tertidur di pelukan pacarnya.
Mrs. Cha, ikut senang. Ini pertama kalinya anaknya yang jomblo, lama sekali. Akhirnya berpacaran dengan lelaki, yang bahkan dia baru lima jam, bertemu.
Memang jodoh, tidak kemana-mana.
"Ibu akan berada di depan" bisik mrs. Cha. Kemudian tersenyum simpul.
.
.
"Eunghhh... Taekwoon? Ireona~ ireona~" Hakyeon menggerak-gerakkan tubuh Taekwoon, yang memeluknya posesif.
"Eungghhh... Kenapa?" ucap Taekwoon, masih dengan mata yang terpejam.
"Buka matamu dulu!"
"Aku masih mengantuk!"
"Sudah jam lima sore, Taekwoon!"
"Biarkan saja"
"Taekwoon, bangun!"
"Tidak"
"Harus"
"Tidak"
"Harus!"
"Tidak"
"Harus!"
"Kay, aku bangun. Pacarku yang manis" Taekwoon mencubit hidung Hakyeon, lalu beranjak dari kasur. Meninggalkan Hakyeon, yang bersemu, di kasurnya.
.
.
"Umma. Taekwoon mau mengajak ku. Tapi aku tidak tahu mau kemana, taekwoon nya" pamit Hakyeon.
"Aku akan mengajaknya kencan, tante" timpal Taekwoon, yang sedari tadi berada di samping Hakyeon.
"Ah silahkan. Hakyeon, umma akan pergi, ke suatu tempat. Kamu punya kunci rumah cadangan kan?"
"Ne, umma."
"Tante. Kita jalan" pamit Taekwoon.
Hakyeon dan Taekwoon, pergi keluar rumah. Taekwoon membukakan gerbang kayu, berwarna coklat, dan menyuruh Hakyeon jalan melewati, duluan.
Hakyeon berhenti di mobil audy putih, yang ia yakini, mobil milik Taekwoon. Bukan Ravi lagi.
"Cepat, masuk" Taekwoon membuka pintu mobil, lalu mempersilahkan Hakyeon masuk.
Hakyeon masuk, lalu menunggu Taekwoon, memasuki mobil juga. Lalu mereka berdua berangkat.
.
.
"Sungai Han?" Hakyeon berdiri tegap, menatap sekitar.
"Yap. Aku pernah bermimpi, akan pergi ke sungai Han, jika aku punya pacar" ucap Taekwoon, masih memandangai sekitaran sungai Han, dengan wajah berbinar.
"Kenapa harus sungai Han?"
"Entahlah. Di saat sun set, sekitaran sungai ini, berubah menjadi romantis"
"Oh ya?"
"Ya. Lampu-lampu mulai remang-remang. Ada banyak musik-musik romantis yang mengelilingi area sungai. Taman cinta. Itu taman yang baru saja dibuat, di dekat aliran sungai Han." Taekwoon menatap Hakyeon, yang juga ikut menatapnya. Tangan nya, perlahan mendekati tangan Hakyeon, yang lebih kecil darinya. Ia menautkan jari-jarinya, pada jari Hakyeon. Hakyeon hanya terdiam, menatap wajah Taekwoon.
Wajah seriusnya, terlihat sangat tampan. Seperti Lee Min Ho. Aktor yang Hakyeon sedikit gemari. Eh tidak. Bahkan Taekwoon terlihat lebih tampan darinya. Kyaaaa! Ini pertama kalinya Hakyeon, menyatakan, jika lelaki di dekatnya itu tampan.
Apalagi, lelaki yang ia katakan tampan, adalah pacar pertamanya. Romantis bukan?
"Aku benar-benar mencintaimu" entah apa yang terjadi pada detak jantung, Hakyeon. Tiba-tiba saja, berdetak seperti langkah kaki orang, yang sedang berlari. Cepat sekali.
"A-aku gugup, Taekwoon" Hakyeon menunduk malu. Ia mencuri penglihatan nya, pada tangan nya yang terpaut dengan Taekwoon. Ia baru sadar. Jari Taekwoon, benar-benar besar, lebih besar darinya.
"S-s-sebenarnya sih, aku juga gugup. Takut. Bahagia. Ingin menangis haru. Karena bisa bertemu mu, Hakyeon"
"E-eeh?"
"Ini pertama kalinya. Aku bertemu cinta, pada pandangan pertama"
"Ehhmm.. Ya"
"Tapi sayangnya. Kamu tidak mencintaiku"
"Eh?! Tidak. Aku juga mencintaimu. Mungkin dulu, aku tidak mencintaimu. Tapi, s-sekarang aku jadi... Ehmmm... Mencintaimu." Hakyeon merasakan seluruh tubuhnya kaku, dan memanas.
"Ayo ikut aku!" Taekwoon menarik Hakyeon, tiba-tiba.
"Woahhh!"
.
.
Alunan musik romantis, mengalun di seluruh penjuru taman. Beberapa pasangan yang berada di situ. Tersenyum, dan menautkan jari mereka.
Oh, hey, lihat! Hakyeon dan Taekwoon, ikut terduduk di bawah pohon, yang katanya, namanya pohon cinta.
Konyol memang. Tetapi Taekwoon, sedikit percaya hal aneh itu.
Katanya, jika kita bertautan dengan kekasih kita. Lalu duduk berdekatan. Apalagi jika mereka melakukan first kiss, mereka, dibawahpohon cinta. Cinta mereka akan terus bersemi, sampai akhir hayat mereka.
"Kamu sudah pernah berciuman, dengan seseorang?" tanya Taekwoon.
"Ani."
"Hhh~ ini memang bukan, ciuman pertama ku. Tapi ini ciuman pertama mu"
"Kita akan berciuman, sekarang?"
"Eunghh, ya"
Cup~
Taekwoon terkaget. Saat Hakyeon, tiba-tiba, mengecup bibirnya, walau hanya sekilas, karena itu hanya sebuah, kecupan.
"Eunngghhh... M-maaf" Hakyeon menunduk malu.
"Itu, bukan ciuman. Itu hanya kecupan. Sini, biar aku memberitahumu, apa itu, ciuman" tutur Taekwoon.
Taekwoon menyeringai. Ia menarik dagu Hakyeon, untuk kembali menatapanya.
Wajahnya ia dekatkan pada Hakyeon. Hakyeon sendiri tidak menolaknya. Ada rasa ingin tahu, bagaimana rasanya sebuah ciuman.
Hupp...
Bibir Taekwoon, sudah menempel sempurna, pada bibir manis, milik Hakyeon. Sedikit gigitan kecil, dari Taekwoon, pada bibir bawah Hakyeon. Lidahnya menulusuri mulut Hakyeon, membuat saliva, entah milik siapa, terjatuh pada pinggir bibir Hakyeon, sampai ke lehernya.
Hakyeon tidak membalas ciuman yang sangat dalam itu. Bukan karena ia tidak mau. Dikarenakan ia tidak bisa. Ia tidak tahu cara berciuman.
"Eunghh..." desahan kecil, keluar dari bibir Hakyeon. Pasokan oksigen miliknya menipis. Ia berusaha menjauhkan Taekwoon, berusaha memberhentikan ciuman yang mulai panas, ini. Tetapi Taekwoon tetap menciuminya.
Tangan Taekwoon, yang sudah melingkar di pinggang Hakyeon, mengencang.
Ia mendekatkan tubuh Hakyeon, padanya.
Tidak memperdulikan pasangan-pasangan lain, yang menatap keduanya, dengan wajah bersemu. Mereka ingin melakukan itu juga dengan kekasih masing-masing.
"Hahhh... Hahhhh.." akhirnya Taekwoon, memberhentikan ciuman nya. Ia tidak mau melahap Hakyeon, di bawah pohon sakral ini- menurut Taekwoon.
"Gila! Ciuman itu ternyata gila! Mengambil oksigen orang!" umpat Hakyeon kesal.
"Tidak mau diam? Aku cium lagi"
"Eumm.. Di rumah saja. Aku, aku i-ingin lagi" Hakyeon menatap Taekwoon malu. Semburat merah terpampang jelas di pipinya.
"Hemmm.. Ayo kerumahku" Hakyeon tersentak, saat Taekwoon menariknya- lagi.
.
.
"Selamat datang, tuan muda" para maid, di rumah Taekwoon, berbungkuk sopan, lalu tersenyum.
"Iya."
"Wehehehe! Pacarmu ya?" salah satu pekerja di rumah Taekwoon. Ah bukan. Pekerja itu adalah teman masa kecil Taekwoon. Ibunya bekerja di rumah Taekwoon, sejak ia berumur tiga tahun. Taekwoon belum lahir, Taekwoon lahir di saat ia baru berumur empat.
Ia sangat dekat dengan Taekwoon. Setelah ibunya meninggal. Ia berfikir, ia akan melanjutkan jasa ibunya. Si pekerja yang paling dipercayai di keluarga Jung.
"Hyeong, iri?" ledek Taekwoon.
"Ani. Hey manis~ namamu siapa?" goda pekerja itu.
Hakyeon mengencangkan pelukan nya pada lengan Taekwoon.
"Hyeong. Kamu menakutkan Hakyeon"
"Hakyeon ya? Halo! Namaku Kim Shiwoo! Senang berkenalan denganmu!" Shiwoo, tersenyum lebar pada Hakyeon.
"Kamu mirip Jaehwan" gumam Hakyeon, tetapi masih bisa terdengar.
"Siapa Jaehwan?"
"Teman ku di sekolah. Dia sangat mirip denganmu, kepribadian nya."
"Ehemm... Jangan jadikan aku obat nyamuk!" Taekwoon menatap kedua orang di depan nya, sebal.
"Cemburu! Ciee! Taekwoon sudah mulai cemburu! Cemburu! Cemburu~! Ceeemmbuuuruuu~" Shiwoo mengelilingi Taekwoon, membuat Taekwoon sebal sekali.
"Diam hyeong!" Taekwoon menatap Shiwoo geram.
"Hey, Taekwoon. Ayo" Hakyeon memandang Taekwoon, menyuruhnya untuk cepat, ke tujuan pertama.
"Ne,ne"
"Lihatpacarmu! Kyeoo!" Shiwoo loncat-loncat tak jelas... Sangat berlebihan.
"Hhh.. Ayo, Hakyeon" Taekwoon menjauhkan dirinya dan Hakyeon, dari Shiwoo, yang tengah bermain drama.
"Kkkkk.. Apa itu kakakmu?" tanya Hakyeon.
"Bukan. Dia bekerja disini, sejak kecil."
"Teman masa kecilmu?"
"Iya, sayang"
"Berhenti, memanggilku sayang"
"Kkkk..."
.
.
Tingg... Tongg...
Cklekk..
"Ah, Ravi. Ingin bertemu Taekwoon ya?" tanya Shiwoo.
"Ya, hyeong. Dimana Taekwoon?"
"Ah, dia bersama pacarnya"
"Oh pacarnya..."
"Ya. Ehmm, namanya siapa ya? Aku lupa deh" Shiwoo menaruh telunjuk nya di bibir.
"Temui saja dia- Eh jangan! Mereka lagi melakukan hal yang terlarang! Tidak baik, jika mengintrupsi mereka!" cegah Shiwoo.
"Hhhh~ terserahlah. Aku pulang ya hyeong. Beri tahu Taekwoon, aku tadi datang"
"Yapp~"
.
.
"Aduh. Jadi penasaran. Taekwoon dan pacarnya sedang apa" lirih Shiwoo.
( Maaf bang Shiwoo... Mereka lagi ngelakuin 'sesuatu' kali. Abang Shiwoo jomblo ya?! Kasihan banget deh!) #authorDigebukinMassa
.
.
Meanwhile, in Taekwoon room.
"Taekwoon. Ini apa?" tanya Hakyeon, terang-terangan.
"Lipstik, masa enggak tahu?"
"Laki-laki, pakai lipstik juga ya?" tanya Hakyeon bingung, sambil menatap Taekwoon, yang sibuk mencari baju rumah.
"Punya... Punya kakak!" Taekwoon berbohong.
"Kakakmu wanita, ya?"
"K-kan pakai lipstik. Ya iyalah, dia wanita"
"Taekwoon. Kata Jaehwan, kita harus curiga sama kekasih kita, takut nanti kekasih kita selingkuh" ujar Hakyeon pelan.
Tangan Taekwoon, mengusap tengkuknya pelan. Keringat mengucur di leher dan wajahnya.
"Kamu selingkuh? Lagipula kita baru berpacaran. Kok sudah selingkuh?" tanya Hakyeon, yang benar-benar tidak tahu, apa itu selingkuh.
"Kubilang, aku tidak selingkuh!" bentak Taekwoon.
"Iya, iya." Hakyeon merebahkan tubuhnya di kasur Taekwoon.
.
.
"Hakyeon. Jujur, aku ini selingkuh" Hakyeon mengangguk, mendengar kejujuran Taekwoon.
"Sama siapa?"
Taekwoon menunjukkan sesuatu yang ia pegang, di belakang tubuhnya. Hakyeon terkaget. Saat Taekwoon mengeluarkan kepala patung, yang selalu berada di toko-toko.
"Akhh! Taekwoon, jauhkan itu!" Hakyeon yang memang sangat phobia dengan hal-hal berbau 'kepala yang terlepas dari tubuh', menjauhkan dirinya dari Taekwoon, yang menggenggam kepala patung, dengan wajah tegang.
"Aku belum pernah pacaran, sebelum kamu" jujur Taekwoon.
"Bohong! Kamu saja mesum! Mana mungkin belum pernah pacaran hmm?" tanya Hakyeon, berusaha mencari kebohongan, di mata Taekwoon.
"A-aku bahkan, belajar berciuman dengan p-p-patung"
Hakyeon menutup mulutnya, berusaha menahana tawa, yang hendak meledak. Ia yakin, Jaehwan pasti tertawa lebar, mendengar tentang ini.
"Tapi kamu bilang, kamu bilang, kamu sudah melakukan ciuman pertama?"
"I-itu. Saat aku masuk smp, ada adik kelas, yang tiba-tiba menciumku, dan menyatakan cinta. Saat itu, aku hanya menerimanya, karena belum mengerti."
"Tapi, jadi mesum seperti ini?"
"Ini normal ok? Mesum itu normal" desis Taekwoon.
"Jadi lipstik yang tadi, kamu pakaikan ke patung" Taekwoon mengangguk malu. Entah kenapa, detik-detik ini, sifat Hakyeon, berada di Taekwoon.
"Hahahaha! Hahaha!" tawa Hakyeon, meledak.
Taekwoon yang mulai geram. Melempar kepala patung, sembarang arah. Sampai pecah, dan jangan bayangkan, bagaimana nasib kepala itu.
Taekwoon langsung menindih tubuh Hakyeon. Membuat mereka berdua jatuh bersamaan, di lantai kamar.
"Mau menggantikan, kepala si patung?" Taekwoon menyeringai.
"Ehmmm.. M-m-mau" Hakyeon melempar pandangan nya dari mata tajam Taekwoon, yang menatapnya intens.
TuBiKontinud (baca: TBC :V)
Haloo.. Lama apdate ya? Kalian sih readers.. Hanya sedikit yang menjawab pertanyaan Hapee kemarin. Untung Hapee masih mau lanjutin ini ff.
Di saat tugas-tugas osis, banyak. For your info, Hapee ini adalah anggota osis. Hapee sudah sma! Kelas terakhir, dan tugas numpuk. Belum lagi, Hapee adalah asisten ketua kelas, dan... Susah banget (╥_╥)
Ini pertanyaan nya. Plisss.. Hapee mohon. Kalian readers. Mohon jawab. Kali ini Hapee tidak akan mengancam #tobat
Tapi, pliss pengertian..
Ff yang mana, yang kalian ingin aku lanjut?
Jawab ya ≥3≤
Untuk readers yang tidak mau ada gue dan lo. Hapee tidak bisa ganti. Biar terasa lebih kayak, gangster-gangster. Mereka bicaranya pakai gue/lo.
mohon jangan ada yang komentar ya ^ω^
Maaf juga, tingkat kepolosan Hakyeon, mulai hilang banget! ≥3≤ maklumin nee? Oh ya, ada yang suka couple MarkBam, dari got7? Kalau ada, intip ff ku yang baru ya ^_^ review nya jangan lupa nee?
Hapee juga happy banget, jika ada yang nge-fav, follow dan review ff Hapee.. Terima kasih untuk semua dukungan kalian. ≧ω≦≧∇≦
Btw, ada cast baru. AOI, aku tambahin cast, gpp ya?
Kim Shiwoo, cuman nama imajinasi ku sih.. Jadi ya, begitu deh..
