My boyfriend is a gangster

Chap 4

Jung Taekwoon
Cha Hakyeon
Kim Wonshik
Other vixx members
Kim Shiwoo

Δ HapDee61 Δ

Fanfic req from AOI KANATA on facebook group.
[ LeoN Vixx Couple ]

Typo pasti ada. Original story line.
Eyd banyak salah.

Semoga suka!

Maaf lama update ≥3≤

•••••

Taekwoon hidup serba mewah, sejak ia kecil.

Ayah dan ibunya, selalu mementingkan pekerjaan mereka. Bekerja, bekerja, dan bekerja.

Alhasil Taekwoon selalu kesepian.

Entah kenapa, Taekwoon memutuskan untuk menjadi anak nakal.

Ikut perkelahian antar sekolah. Ikut mencuri dengan teman gangsternya.

Setelah ia lulus sma, Taekwoon memutuskan untuk berhenti melakukan hal-hal itu. Tetapi, entah kenapa, ia tertarik untuk melakukan hal itu lagi.

Taekwoon suka meminum alkohol. Pergi ke klub malam. Walau otaknya masih belum mengerti hal-hal seperti itu.

Intinya, Taekwoon ingin membuat dirinya merasa apa itu bebas.

Ia sudah terpuruk, saat ayahnya meninggal dunia. Hidupnya, entah kenapa, terasa lebih gelap.

Triliunan uang warisan ayahnya, jatuh di tangan Taekwoon, bukan ibunya, yang memutuskan untuk menikah lagi.

Ya, Taekwoon hidup seorang diri, di dalam sebuah mansion luas. Di atas tanah berluas satu hektar.

Shiwoo. Hanya satu-satunya teman nya di rumah.

Walau Ravi sering menginap di rumah nya.

Tetap saja, Taekwoon merasa kesepian.

••••

Hakyeon tersentak.

Badan nya sedikit bergetar. Tiba-tiba saja, keluar bayang-bayang kejadian di saat Hakyeon akan masuk kekamar Taekwoon.

Apa akan ada kepala patung?

Iyyyy!

"Yeon?" Hakyeon mendongak menatap Chanyeol sambil berdehem.

"Eungg... A-apa?" Taekwoon terkekeh saat melihat Hakyeon dengan wajah ketakutan nya.

"Kamu takut eh?" Hakyeon mengangguk pelan.

"I-itu... Yang disungai Han... Apa itu sebuah c-ciuman?" Hakyeon bertanya pelan, sambil menarik ujung pakaian Taekwoon.

"Menurutmu?" Hakyeon mengangguk.

Hakyeon menelan salivanya kasar. "I-itu... Apa dikamarmu, a-ada kepala patung?" ucap Hakyeon dengan wajah polos.

"..."

"T-Taekwoon?" ujar Hakyeon hati-hati.

"Ha-hahahahahahahahahahahaha! Ahahahahaha!" Taekwoon memukul-mukul perutnya sambil tertawa renyah. Hakyeon sendiri terbingung kenapa Taekwoon tertawa.

"T-Taek..."

"Ahah... Kenapa kamu berfikir ada kepala patung?!.. Hahahahaha! Hihi, hahahaha!" Hakyeon mengerucutkan bibirnya sambil berhenti melangkah kearah kamar Taekwoon. Hakyeon menyilang kedua lengan nya.

"Ada apa Hakye- Awwww! Appoo..." Hakyeon tersenyum bangga dengan aura polos (?) setelah ia bangga, sepatunya telah mencium 'little Taekwoon'... Kenapa Hakyeon berubah menjadi begitu menyeramkan?

"Jangan ditertawakan! Apa itu lucu?"

"Haha.. Iy-" Hakyeon melotot kearah Taekwoon. "Tidak... Tidak lucu sama sekali"

"Hakyeon... Kau takut?" Hakyeon menatap dalam kedua mata Taekwoon.

"Iya. Kata Jaehwan-"

"Jaehwan lagi? Sampai kapan kamu membuat Jaehwan seperti nenekmu? Memberitahu apapun yang kamu tidak tahu?" Taekwoon terkekeh pelan.

"Ughh... Kata Jaehwan, jika pasangan kita mengajak kita ke kamar nya.. S-sesuatu 'pasti' akan terjadi. Aku jadi takut" Hakyeon kembali pada sifat polos 'beneran' nya. Ia berhenti melangkah, walau kamar Taekwoon hanya beberapa meter di depan mereka.

"Hhhh.. Menurutmu?"

"Jaehwan mendapatkan first timenya, saat pertama kali ke kamar Hyuk" ucap Hakyeon tanpa rasa bersalah.

ZINGGGG-

"Wa-Waaa! Seberapa jauh yang Jaehwan Katakan sampai kau tahu hal begitu?!" pekik Taekwoon tanpa jeda.

"Eungg.. J-jauh." Hakyeon mengencangkan cengkraman nya di ujung baju nya.

"Hey kalian! Jinjja? Bisakah diam? Aku sedang nonton tv nih!" pekik Shiwoo dari lantai bawah.

"Hhhh.. Doraemon lagi?" desah Taekwoon.

"Ani! Ganti dong. Itu sih kartun anak kecil!" tolak Shiwoo dengan bangga.

"Apa hyung?"

"... Shinchan" Taekwoon menggeleng-geleng kepalanya. Kelakuan Shiwoo itu memang.

Hakyeon menarik kemeja Taekwoon. "Humm?" Hakyeon menggeleng. "Lanjutkan jalan nya" Taekwoon mengangguk. Ia menarik pergelangan Hakyeon, membawa nya masuk ke kamarnya.

Cklekk.. Klikk..

Glupp...

Hakyeon menelan salivanya kasar, saat ia sadar.. Ia dikunci di kamar Taekwoon! Hanya berdua dengan Taekwoon!

"Ya! Apayangakankaulakukanpadaku?!" pekik Hakyeon, sambil berlari ke pojokkan kamar, lalu meringkuk takut.

"Hey. Aku hanya mengunci kamar." Taekwoon berucap bingung.

"Yaaaaaaaaa! Aku tidak mau merasakan first time! Kata Jaehwan itu sangat sakit!" Hakyeon menendang-nendang tembok kamar sambil merengek.

"-.- aku tidak..."

"Uuuuuuuu~ Shiwoo hyungie!" rengek Hakyeon.

"Ya! Kenapa tiba-tiba kamu jadi dekat dengan Shiwoo hyung?!" tanya Taekwoon, dengan wajah kagetnya.

"Aku hanya memanggil namanya!" elak Hakyeon.

"Tidak! Kalian berdua sudah pernah, mengenal satu sama lain bukan?!" Hakyeon menggeleng cepat.

"Tidak!"

"Iya!"

"Tidak!"

"Iya!"

Cklekk...

"Euhh.. T-tidak?" Shiwoo terkekeh.

"Ak-aku pikir ini kamar ku.. Hehehehe" Shiwoo mengusap tengkuknya.

"T-tadi aku dengar n-namaku diucap" Shiwoo menunjuk dirinya. Ia sedikit gugup, karena Hakyeon dan Taekwoon menatapnya berbarengan. Hakyeon menatapnya dengan wajah 'minta tolong'. Sedangkan Taekwoon menatapnya dengan tatapan, 'keluar-dari-kamar-ku-sekarang-juga'.

"I-itu.. Sepertinya Hakyeon butuh bantuan ne?" Hakyeon mengangguk cepat.

"Ani! Hyung! Lanjutkan nonton Shinchan saja!" Pekik Taekwoon, sambil merengek.

Krikk.. Krikk...

"Bwahahahahahaha!" Hakyeon maupun Shiwoo, tertawa terpingkal-pingkal, sampai kehabisan nafas.

"Ahahah.. Taekwoon merengek! Ahahahahagg! Si gangster Taekwoon merengek! Haghaghaghag!" Shiwoo memukul-mukul perutnya berusaha mengeluarkan sesuatu yang membuat benar-benar ingin muntah.

"Ya! Kalian berdua!" Taekwoon menggerutu sebal.

"kkkkkkkk~" kekeh Hakyeon di pojokkan ruangan..

"Apa yang lucu eh?" geram Taekwoon, kemudian pergi keluar kamarnya.

'Hey Taekwoon bodoh! Kenapa kau meninggalkan Hakyeon bersama Shiwoo hyung? Jika terjadi sesuatu?!' teriak Taekwoon dalam hati. Kemudian ia kembali nelangkah kedalam kamarnya. Lalu...

Jejejejejennggggg..

"Hey hyung! Jauhkan tanganmu dari Hakyeon!" Taekwoon menunjuk-nunjuk Shiwoo dan Hakyeon di pojok ruangan. Shiwoo sedang membantu Hakyeon berdiri. Tetapi, tetap saja jika itu Hakyeon di mata Taekwoon... Semua akan terlihat salah.

"Taek- aku sedang memban-"

Srettt...

"Hey Taekwoon.. L-lepaskan" Hakyeon tersentak. Tiba2 saja, Taekwoon menarik pergelangan tangan nya, menariknya keluar ruangan, dan keluar rumah.

.

.

"Hey T-" Hakyeon hanya menatap Taekwoon yang sibuk mengendarai mobil nya.

"Kamu tahu aku tidak suka itu, bukan?" Hakyeon mengernyitkan keningnya.

"Ma-maksudmu?" ucap Hakyeon tidak mengerti.

"Shiwoo hyung dan kamu... A-aku tidak suka" Hakyeon terkekeh, karena mengerti.

"Kata J-" Taekwoon menatap tidak suka pada Hakyeon. Dan Hakyeon mengerti kenapa.

"Ok.. K-kamu cemburu?" Taekwoon menggeleng cepat.

"Jangan harap! Aku.. Aku hanya tidak suka.. Tidak suka kamu mendekati Shiwoo hyung" tutur Taekwoon. Ia menatap Hakyeon lalu membuat tatapan nya menjadi lebih lembut.

"Itu namanya cembur-" tanpa basa-basi Taekwoon menempelkan bibirnya pada milik Hakyeon. Sedikit lumatan yang dibuat Taekwoon. Hakyeon hanya terdiam.

Tooottt!

Suara klakson mobil membangunkan mereka. Apa mereka lupa, mereka masih di dalam mobil?

"T-taekwoon.. M-mobilnya" pipi Hakyeon memerah, karena serangan dadakan Taekwoon, yang disudahi dengan seringaian menyeramkan.

"Salahkan bibirmu yang menggoda" Hakyeon terkesiap, ia hampir pingsan detik itu juga. Wajah Taekwoon, benar-benar tampan...

"Ya!" Hakyeon memukul pelan pundak Taekwoon yang sedang menyetir mobilnya kembali.

"Taekwoon, aku harus ke kamar kecil.. Ughh, tidak tahan" Hakyeon memelas pada Taekwoon.

"Hey babe... Kamu mau pipis eoh?" Hakyeon bersemu, sambil mencubit perut Taekwoon.

"Appo.. Arraseo! Ayo cari kamar mandi untuk mu" Hakyeon tersenyum puas.

Kriettt...

Currr...

"Ahhh, akhirnya" Hakyeon menyeleting celananya kembali, lalu pergi mencuci tangan. Sampai sebuah kain putih menutupi mulutnya.

"Hey- ahhh.. Hhhhh" Hakyeon pun terjatuh ditangan mereka.

"Kena kau Jung Taekwoon"

Tbc

Sowwryy, udah lama banget gk update udah kyak orang hiatus aja -.-

Tapi updatenya cuman pendek banget.. Maafkan aku ini... Oh, ya konfliknya udah mulai ada oemji! Btw, thanks for followers dan favorite ff ku ini.. Apalagi readers yang enggak silent.. Kalian baik bangetttttt... Review kalian membuat aku jadi punya semangat nulis ff.. Btw, pm dari errorcode374 tiba2 aja membuka mata batin hapee :v

Dan langsung nulis ff ini yang sudah di terlantarkan lama banghettttt..

Doain moga2 update nya cepet ya.. Oh ya ff mana yang mau aku update juga?

Btw aku hari ini ultah hehehehe.. Yang mau ngucapin happy bday saya terima ~ ~