Kuroko no Basuke Fanfiction
Drabble - 6
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rating : T
Warning : Shounen Ai, Maybe OOC
Pair : Akakuro
A/N : Minna-san, sankyuu buat semua yang udah ripiu, follow dan fave cerita author sampai saat ini #terharu, sankyuu juga buat PM" yang udah kalian kirim ke author. Author senang mendapat respon yang baik dari kalian semua XD Okeii, langsung aja ke cerita, Drabble ke-6 ini author buat waktu lagi denger lagu dan diem di kamer. Beberapa kali author coba rombak lagi endignya karena agak kurang pas, mungkiin yang kali ini author rasa masih lebih pas buat dijadikan end di chapie 6. Author akan dengan senang hati menerima kritik dan saran kalian.. X3
Sekian kata-kata dari Author~ sampai berjumpa di Drabble 7 nanti.. XD
Happy Reading all~
With Love,
Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz
Dari luar sana, salju mulai turun dengan perlahan, langit tampak sangat putih dengan udara yang sangat menusuk kulit
Kuroko berdiri dengan glove yang ia tiup disekitar mulutnya, syal berwarna aquamarine menghiasi lehernya yang pucat, sebuah jaket tebal seperti jaket eskimo putih menutupi tubuhnya yang masih agak gemetar. Jeans panjang berwarna hitam ia kenakan bersama sepatu boots coklat.
Tak lama Kuroko meniup tangannya, ia dapat merasakan segelas minuman panas menyentuh pipinya.
"Minumlah, Tetsuya. Mumpung masih hangat" kata Akashi sembari meletakkan minuman yang ia bawa di tangan Kuroko
"Ah..Terimakasih, Seijuurou-kun" Kuroko langsung meniup pelan minuman yang Akashi bawa, kemudian meminumnya
"Masih ada beberapa puluh menit lagi sebelum kereta tiba, mau mencari tempat duduk dulu?" Tanpa menunggu jawaban Kuroko yang siap membeku kapanpun karena udara dingin disana, Akashi langsung menarik tangannya dengan lembut
Jaket kulit tebal berwarna hitam-putih dengan Jeans merah dan boots hitam menghiasi tubuh Akashi saat ini. Glove dengan warna putih berada di tangannya yang kini menggenggam tangan Kuroko dengan lembut, menuntunnya menemukan kursi terdekat
Mereka berdua baru saja pulang dari daerah Kyoto, kebetulan pada saat itu terdapat pertandingan shogi dan Akashi diminta untuk mewakili Teiko untuk mengikuti pertandingan disana. Selama 3 hari 2 malam Akashi dan Kuroko berada disana. Meskipun saat itu Kuroko tidak ikut menjadi peserta, ia menemani Akashi pergi, lagipula sekolah sedang libur pada saat itu
"Tetsuya, Maaf ya, padahal aku janji akan pergi liburan bersamamu, tapi akhirnya malah kau ikut terseret dalam pertandingan shogi-ku"
Kuroko melihat kearah Akashi lalu tersenyum "Bagiku, melihat Seijuurou-kun yang sedang melakukan hal yang ia sukai, dan menekuninya dengan serius, membuatku terbawa dalam suasana yang kau alami juga, dan aku ikut senang bisa melihat sosok mu yang seperti itu"
Akashi tersenyum kecil "dan tidak ada kata kalah dalam kamusku" kata Akashi tertawa kecil
"Yah, bila kau sampai kalah, aku bertaruh membuat Aomine-kun berdandan ala Maryln Monroe"
"atau membuat Shintarou berdandan ala Hitler?"
"Atau membuat Murasakibara-kun memakai kostum ultraman?"
"Ah, kurasa Ryota dengan potongan rambut Mozart tidak buruk juga"
"Pfft!" Dan tak lama keduanya saling memandang satu sama-lain sebelum akhirnya tertawa bersama
Sebelum Akashi sempat berkata-kata lebih jauh, tiba-tiba teriakan orang-orang mulai bergema
"A..ada apa?" Kuroko kaget melihat banyak orang yang langsung keluar berlarian menuju ke atas
"Ada beberapa gas bocor karena terjatuh! Cepat lari!" Kata orang-orang yang berteriak-teriak sambil terbatuk-batuk
"Ugh.." Akashi mulai merasakan udara disana mulai terasa aneh, seperti gas yang memang bocor "Tetsuya, ayo keatas!"
Namun tidak disangka-sangka, pada saat itu diduga sedang ada teroris yang menyelundup disana, dari atas stasiun kereta bawah tanah, dapat terlihat jajaran polisi yang sudah berada disana. Dan kemungkinan kebocoran gas itu juga telah disengaja
Akashi kini memegang tangan Kuroko dengan erat, membawanya menerobos kerubunan orang-orang disekitarnya
"Tetsuya, pegang tanganku dengan erat, jangan sampai kita terpisah" kata Akashi setengah berteriak karena ributnya gerombolan orang yang hendak keluar
Dan saat yang tidak terduga terjadi, karena saking terdesak-desaknya, tangan Kuroko terlepas dari tangan Akashi dan Kuroko terdorong jauh kedepan
"Tetsuya!" Kata Akashi hendak meraih tangan Kuroko
"Seijuurou-kun!" Balas Kuroko dengan tindakan yang sama
Namun tiba-tiba sebuah ledakan terjadi, beberapa batu terjatuh dan menutupi arah tangga, membatasi jarak diantara Kuroko yang kini berada di atas dan Akashi yang masih tertinggal dibawah
"Seijuurou-kun! Seijuurou-kun!" Kuroko mencoba memanggil Akashi, mendekatkan dirinya ke arah batu pembatas mereka, namun tak lama polisi datang dan hendak membawa Kuroko
"Tolong, Seseorang yang sangat aku sayangi masih berada di bawah, aku tidak mau keatas tanpa-nya! Tolong tinggalkan aku!" Kata Kuroko yang bersikeras menyingkirkan batu-batu yang ada dihadapannya, menghiraukan polisi yang siap mengangkutnya kapanpun juga
Namun setelah perdebatan panjang lebar, akhirnya Kuroko berhasil diangkut ke atas, disana ia menunggu dan tetap berdoa agar Akashi baik-baik saja
Beberapa jam setelah itu, bala bantuan datang dan tetoris berhasil ditangkap, pihak bala bantuan mulai menggali dan segera mengeluarkan sisa orang yang berada disana.
Orang-orang mulai keluar dan Kuroko mulai mencari dimana Akashi berada, satu persatu ia perhatikan namun tidak ada tanda-tanda sang Kapten Teiko muncul
Kuroko mulai gelisah, ia mencoba menghubungi handphone Akshi, namun hasilnya nihil karena HP-nya telah mati sedari tadi, sewaktu mereka pertama kali tiba di stasiun
"Seijuurou-kun.." Kuroko mulai cemas ketika tidak ada seorangpun lagi yang keluar dari dalam
Ia akhirnya memutuskan untuk mencoba masuk, namun ia tidak menemukan Akashi dimanapun
"Tidak.. Bagaimana ini.. Seijuurou-kun.." Kuroko mulai hilang harapan, ia duduk disana, memeluk kakinya sambil tertunduk
"Kalau saja aku memegang tangannya lebih erat.. Kalau saja aku tetap berada di belakangnya.." Suara Kuroko mulai parau, sudah tidak ada pikiran postif yang terlintas di benaknya
Disaat Kuroko terdiam tanpa suara, tiba-tiba sepasang tangan memegang pundaknya dari depan
"Tetsuya?" Tanyanya sambil mencoba melihat wajah Kuroko
Mendengar suara yang ia kenal, Kuroko lalu menaikkan kepalanya, memandang wajah Akashi dengan air mata yang telah membasahi matanya
"S..seijuurou-kun.."
"Hush... Sudah tidak apa-apa.." Akashi lalu menarik Kuroko dalam pelukannya "aku disini, Tetsuya" Akashi mengelus pundak Kuroko dengan lembut
"Aku.. Kalau saja aku memegang tanganmu lebih erat.." Kuroko berkata dengan nada yang terbata-bata karena isakan tangisnya
"Sudah..aku disini" Akashi lalu memandang wajah Kuroko, meletakkan kedua tangannya di pipi Kuroko dan mengecup mata kanannya, mencium airmatanya "semua baik-baik saja, Tetsuya"
Tetsuya tersenyum kecil, dengan dekapan Akashi yang hangat, akhirnya ia mulai tenang, perlahan tangisannya mulai terhenti
"Seijuurou-kun.."
"Hmnn?"
"Traktir aku Vanilla Milkshake ya? Kau sudah membuatku khawatir.." Kata Kuroko sambil manyun
Akashi tertawa kecil "baiklah" katanya dengan pasrah.
Tak lama Akashi lalu mendekap Kuroko kembali dalam pelukannya
"Seijuurou-kun? Ada apa?"
"Tidak, tidak apa-apa, Tetsuya" katanya sambil berbisik kearah Kuroko. Dalam pelukannya raut wajah Akashi lalu mulai berubah menjadi serius 'andai saja aku memiliki kekuatan lebih.. Aku pasti bisa menjaga Tetsuya lebih baik..andai saja aku memiliki kekuatan..'
~Owari~
