Kuroko no Basuke Fanfiction

Drabble - 9

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rating : T
Warning : Royal Family, Magical World, Shounen Ai, Maybe OOC
Pair : Akakuro

Current Music : Fujita Maiko – Kingyo Sukui

A/N : Konnichiwa, Minna-sama xD kali ini author membawakan tema dunia sihir (?) err.. yang pasti ada sihir-sihirnya sih. Author membuatnya sambil dengerin lagu Fujita Maiko - Kingyo Sukui, dari awal sampai akhir cerita di chapie ini XD entah mengapa lagu ini memberi inspirasi buat ngebuat fic ini, meskipun ga tau apa arti lagunya #plak. Ok deh, seperti biasa, gomen kalau athor membuat banyak kesalahan ya.. m(_ _)m
P.S Apakah Minna-sama sudah membaca manga Kurobasu chapie 221? disana waktu pertama kali warna mata Sei-chan berubah dan tanda-tanda perpecahan GoM.. sedihnya T A T

Happy Reading, all..

With Love,

Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz


- xXx -

Sepasang mata berwarna Ruby melihat kearah taman, dimana banyak anak kecil yang sedang mengerubuni seorang pemuda berambut Icy Blue dengan sepasang mata Aqua-nya. Ia tersenyum kecil melihat kearah pemuda yang tampaknya asik bermain dengan beberapa anak yang berada disana

"Tetsuya" katanya datang menghampiri pemuda berambut Icy Blue itu

"Ah, Seiju—Sei-Ouji" Pandangan mata pemuda dengan pupil Aqua itu melihat pandangan mata berwarna Ruby yang kini melihat kearahnya

"Ah! Ouji-sama" serempak anak-anak yang berada disana langsung berlutut dan memberi hormat pada pemuda berambut Spicky Red tersebut

"Bagunlah, tidak usah terlalu formal, lagipula ini bukan acara resmi dan aku masih seorang Akashi Seijuurou, tak lebih" katanya sambil tertawa kecil

"Tidak bisa begitu, Ouji-sama! Meskipun diluar sekalipun, kami masih tetap menghormati Ouji-sama! Bagaimanapun, Ouji-sama tetaplah Ouji-sama"

Kuroko Tetsuya tersenyum melihat tingkah laku anak-anak tersebut "Kita sedang membicarakan tentang bagaimana kelebutan seorang Akashi Seijuurou-sama dan bagaimana ia bisa disukai oleh banyak anak kecil" jelas Tetsuya sambil tertawa kecil

"Oh? Kalau begitu, bisakah aku ikut bergabung dengan topik pembicaraan yang kalian sedang perbincangkan?" katanya sambil ikut tertawa kecil

"Ah, tapi aku yakin anak-anak ini harus pergi untuk belajar, bukankah begitu?" tanya Kuroko sambil melihat segerombolan anak kecil yang sedang mengangguk

Akhirnya, setelah segerombolan anak kecil itu pergi setelah memberi hormat perpisahan, Kuroko melihat kearah Akashi "Ada apa, Sei-Ouji?" tanyanya sambil tertawa kecil

"Seijuurou bila kita hanya berdua, Tetsuya" katanya sambil mencubit kecil pipi Kuroko

Kuroko memegang kedua tangan Akashi yang memegang pipinya "Lalu, ada apa, Seijuurou?"

Akashi menghela nafas "Tentang keluarga Haizaki, Tetsuya.. Rasanya aku mempunyai firasat buruk tentang kehadiran mereka. Kurasa itu hanya perasaanku saja"

Kuroko lalu memegang tangan Akashi dan meletakkannya di depan dadanya "Kurasa bila sesuatu terjadi, kita harus tetap waspada terhadap mereka, Seijuurou-kun. Aku akan meminta Otou-sama untuk lebih menaruh perhatian pada keluarga Haizaki" katanya sambil menutup matanya

"Terimakasih, Tetsuya" katanya sambil mengecup pipi Tetsuya

Kuroko tersenyum lalu balas mencium pipi Akashi

Akashi Sejuurou adalah Prince dari keluarga Akashi, dalam kerajaan Aka. Semenjak Seijuurou kecil, ia telah mengenal Kuroko Tetsuya dengan baik. Tetsuya adalah anak dari Vice Admiral di keluarga Akashi, yang kebetulan tahun kelahiran Seijuurou dan Tetsuya bersamaan. Meskipun Tetsuya lahir lebih dahulu pada bulan Januari dan Seijuurou yang lebih akhir pada bulan Desember, tetapi begitu menginjak umur 16, Seijuurou tumbuh lebih cepat dibanding Tetsuya, begitupula dengan sifat dan perilakunya.

- xXx -

Beberapa minggu setelah pembicaraan Akashi tentang Haizaki berlalu, kejadian yang tidak diduga pun terjadi pada sejarah kerajaan tersebut. Suara ricuh banyak terdengar dari luar kamar, Akashi Seijuurou membuka matanya dengan kaget dan lekas membangunkan Kuroko Tetsuya yang tampaknya masih terlelap disebelahnya

"Tetsuya, bagunlah, sesuatu terjadi" katanya sambil menguncangkan badan Tetsuya. Mendapati Kuroko yang langsung bagun, Akashi lalu memakai bajunya, begitu pula dengan Kuroko

"Ada apa, Seijuurou? Tampaknya diluar sangat ramai"

Akashi menggelengkan kepalanya "Yang pasti sesuatu hal yang buruk telah terjadi. Tetsuya, jangan pergi jauh dari sisiku, mengerti?" katanya dengan pandangan yang serius

Kuroko lalu mengangguk "Kita berdua harus berhati-hati"

Kuroko lalu mengambil senjatanya, sebuah Handgun yang ia pegang di tangan kanannya. Sedangkan Akashi mengambil Rapier Sword. Setelah mendapati senjata mereka masing-masing, akhirnya mereka pergi keluar lalu mendapati istana mereka yang nyaris hancur dengan banyak orang yang tampaknya sedang berperang melawan beberapa Shadows. Shadows, atau sosok undead yang biasanya dipanggil oleh para Magician.

"Ouji-sama! Cepat lari dari tempat ini, situasi sudah makin menggawat!" teriak seorang prajurit yang berada tak jauh dari kamar Akashi

"Apa yang terjadi disini? Bisakah kau jelaskan situasi yang terjadi?" Tanya Akashi sambil melempar sebuah Bola Api kecil pada Shadows tersebut.

"Seorang Lieutenant melihat seseorang melakukan Spell Magic terlarang, Ouji-sama, kami mencoba untuk menghentikannya, namun kami terlambat. Dan menurut hasil pengamatan, orang yang melakukan spell itu adalah dari keluarga Haizaki, Shogo Haizaki"

Akashi menggepalkan tangannya "Sial.. harusnya aku lebih waspada padanya. Tetsuya! Ikuti aku ke tempat Otou-sama. Lalu kalian, bila kalian sudah tidak kuat melawan Shadows , selamatkanlah diri kalian, jangan membuang nyawa kalian dengan percuma" Titah Akashi

"Melindungi Istana ini sudah menjadi kewajiban kami, Ouji-sama. Apapun yang terjadi, hidup dan mati kami hanya untuk keluarga Akashi!" Balas prajurit yang masih melawan para Shadows tersebut

Akashi tersenyum pahit, lalu berteriak dengan suara lantang "Hiduplah bagi kalian yang tetap setia pada keluarga Akashi! Sampai kita bertemu lagi, Jangan mati sebelum itu!" katanya sambil lari bersama Tetsuya menuju Ruang Utama, tempat dimana Ayahnya berada

Namun, ketika Akashi memasuki Ruang Utama, terlihat sosok yang paling tidak ingin dilihat olehnya semasa hidupnya. Orangtuanya tergeletak dibawah dengan darah yang terciprat di berbagai arah, dan yang paling menggenaskan, ke-2 mata Ayah Akashi telah menghilang. Ia melihat seorang Haizaki Shogo membawa tabung sihir dan terlihat sepasang mata yang telah menghilang dari tempat seharusnya berada disana

"Ahh~ kebetulan sekali kau datang Akashi Seijuurou!" teriak Shogo

"Apa maksud ini semua, Shogo!? Kenapa kau.." Akashi mencoba menahan amarahnya

Tiba-tiba serangan ber-elemen Ice melesat dan nyaris mengenai Akashi

"Seijuurou! Awas!" Teriak Kuroko lalu meloncat kearah Akashi, sehingga ke-2nya terjatuh di lantai

Akashi lalu melihat kearah sosok yang baru saja menyerangnya "Captain..Haizaki..?" Tanpa menunggu balasan dari seorangpun yang menjawab pertanyaannya, Akashi lalu bangkit berdiri. Dan untuk pertama kalinya, Kuroko melihat Akashi kehilangan temper emosinya "Kenapa.. kalian!" Aura api muncul dari badan Akashi, ia lalu mengeluarkan kobaran bola api yang besar kearah ke-2 Haizaki tersebut, namun berhasil ditutupi oleh Ice yang langsung dijadikan tameng

"Hmm~ sihirmu ternyata bisa jauh lebih kuat dibanding ayahmu, Seijuurou" Captain Haizaki memandang kearah Akashi dengan muka yang gembira. Tanpa disadari, ia bergerak dengan cepat, mencoba memukul mundur Akashi. Sedangkan Kuroko kini harus berhadapan dengan Shogo.

Beberapa puluh menit berlalu semenjak pertarungan mereka. Akashi yang lengah kini tertangkap oleh Captain Haizaki "Biar kuambil juga matamu sebagai sumber energi Api! Dengan ke-2 pasang bola mata dari keluarga Aka, aku yakin sihir Api sudah tidak akan mempan terhadapku!" katanya dengan suara histeris "Ahh~ aku tidak tahan menunggu saat itu tiba!"

Sesaat sebelum Captain Haizaki hendak mengambil mata kiri Akashi, Akashi lalu mengambil pisau kecil dan melukai bola mata kirinya "Daripada aku memberi bola mataku pada orang macam kalian, aku lebih baik memilih untuk kehilangan mata kiriku!" Dan tak lama, tembakan pistol Kuroko mengenai tangan Captain Haizaki, Kuroko lalu menembak beberapa kali hingga Captain Haizaki mundur dan melepaskan Akashi.

Shogo sendiri telah terkapar di ujung ruangan dengan beberapa peluru yang melukai badannya. Kuroko lalu melesat memeluk Akashi lalu menggunakan sihirnya dengan cepat. Darkness User, adalah Title yang tepat bagi Kuroko. Ia menggunakan sihir kegelapannya untuk menyamarkan kehadirannya dan kehadiran Akashi, sehingga orang lain tidak bisa melihat atau merasakan keberadaan mereka. Kuroko lalu langsung membawa Akashi yang sekarang tidak sadarkan diri

"Kuso! Ternyata bocah sialan itu memang pengguna Darkness Element! Harusnya aku sadar dari awal!" Teriak Captain Haizaki

'Apapun yang terjadi, aku pasti akan melindungimu, Akashi!' teriak Kuroko dalam hatinya sambil membawa Akashi menjauh dari tempat itu

- xXx -

2 hari berlalu semenjak kejadian menggenaskan tersebut. Akashi masih tidak sadarkan diri, sedangkan Kuroko dengan khawatir menunggu kesadaran Akashi. Meskipun Kuroko berhasil membawa Akashi ke tempat yang aman, tetapi ia masih khawatir dengan keadaan Akashi saat ini.

"Mnn.." Akashi membuka matanya dengan perlahan, melihat keadaan sekitarnya.

"Seijuurou-kun!" kata Kuroko langsung memeluknya dengan erat

"Tetsuya? Apa yang terjadi.. Dimana kita berdua.." Akashi melihat kearah sekitar lalu memegang tangan mata kirinya, dimana sebuah perban terpasang disana "Kau yang mengobatinya, Tetsuya?"

Kuroko mengangguk "Aku memakai sihirku untuk membawa kita berdua keluar dari kerajaan Aka, setidaknya ke tempat yang mereka tidak akan temukan. Lgipula aku memasang sihirku sehingga mereka tidak bisa melacak keberadaan kita berdua. Dan, ya, Seijuurou, aku hanya bisa mengobati bagian luar mata kirimu, maaf bila aku tidak bisa merawatmu dengan layak, karena hanya tempat ini yang bisa kujadikan tempat bersembunyi sampai kau terbangun"

Akashi tersenyum kecil "Aku sudah banyak berhutang kepadamu, Tetsuya.. Maaf, dan Terimakasih" katanya langsung mencium bibir Kuroko, lalu Kuroko membalas ciumannya

"Seijuurou-kun..aku takut.. takut bila kau tidak membuka matamu lagi.. aku takut saat seorang diri melihatmu dengan suhu badan yang panas dan aku tidak bisa pergi terlalu jauh darimu, aku takut bila kau.."

"Tetsuya.. aku disisimu sekarang" katanya sambil berbisik ditelinga Kuroko

Kuroko lalu mengangguk sambil meneruskan tangisnya di pundak Akashi

- xXx -

Akashi mengelus seekor kuda putih yang ada dihadapannya. Ia dapat melihat kerajaan Aka dari balik lembah yang saat ini dia diami. Akashi lalu menggunakan sihirnya ke mata kirinya, lalu ia melepas perban yang Kuroko lilitkan pada mata kirinya. Kuroko dapat melihat mata kiri Akashi berubah menjadi warna keemasan.

"Kita pasti akan kembali. Suatu saat nanti, bila saat itu tiba, kita akan merebut kembali rumah kita, tempat dimana kita lahir dan dibesarkan, Tetsuya" kata Akashi sambil memandang lurus kedepan

"Aku akan terus bersamamu, Seijuurou-kun.. apapun yang terjadi. Sebagai seorang Tetsuya Kuroko, dan juga sebagai Vice Admiral dari keluarga Aka yang kau perintah kelak"

"Ayo kita pergi, Tetsuya. Kita temui 4 rekan kita lainnya" kata Akashi sambil tersenyum lalu menaiki kuda putih tersebut

"Rekan lainnya?" tanya Kuroko sambil memandang wajah Akashi keatas dengan wajah kebingungan

"Rekan yang akan menjadi teman seperjuangan kita, Tetsuya" Akashi lalu mengulurkan tangannya, meminta Kuroko untuk naik di belakangnya "Karena masa depan yang kulihat, kita akan bertemu dengan ke-4 rekan tersebut"


'Someday, We'll Expropriate Our Homeland, Our Glory and Our Pride. In the on behalf of Akashi's Family. I'll definitely take our Kingdom again.'


~Owari~