Kuroko no Basuke Fanfiction

Drabble - 10

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rating : T
Warning : Royal Family, Magical World, Shounen Ai, Maybe OOC
Pair : Akakuro, AoKi

A/N : Buat sebelumnya, gomen buat para readers yang sudah menunggu fic ini m(_ _)m, karena Author yang ga sempet-sempet buat lanjutannya #plak karena dikejar oleh Deadline tugas-tugas yang tiada henti. Untuk beberapa saat ini, author akan hiatus hingga semester berakhir, dan akan melanjutkan cerita kalau liburan sudah tiba :) Semoga para readers bisa memaklumi keterbatasan author dalam melanjutkan fic ini ya.. TAT Author akan kembali menulis A.S.A.P bila author sedang ada waktu luang atau liburan sudah tiba. Sankyuu buat semua readers yang telah men-riview, follow, fav, bahkan buat semua silent readers yang telah membaca fic yang masih banyak kekurangan ini, semua masukan dan ide juga terbuka buat author. Ok, author akhiri kata-kata gaje diatas ini XP

Sebagai ganti permintaan maaf, sesuai dengan review dan pm yang readers berikan pada author, author melanjutkan cerita dari chapie sebelumnya, yaitu lanjutan pada chapie-9, seperti biasa, maaf bila terdapat kesalahan kata dan typo m(_ _)m, semoga kalian semua suka :)

Happy Reading, all..

With Love,

Zelvaren Yuvrrezla a.k.a ren-chanz


Angin pada malam itu mengalir mengitari seluruh tubuhku, aku bisa merasakan tanganku mulai mati rasa akibat dinginnya malam pada saat itu. Aku melihat kearah sekitar lalu tersenyum kecil. Saat ini kami sedang beristirahat dari perjalanan kami, tanpa penginapan, tanpa kasur yang lembut dan nyaman.

Aku melirik kearah kiri, Kise sedang memeluk tas kecil yang ia bawa sebagai pengganti guling. Disebelahnya tertidur Aomine dengan posisi tangannya sebagai pengganti bantal. Tak jauh dari sana terlihat Midorima yang tampaknya masih asyik menulis kejadian yang baru kami lakukan pada hari ini, perjalanan yang sangat melelahkan.

Tidak jauh dari tempatku bersandar, aku dapat mendengar suara Seijuurou dan Murasakibara yang mendekat, mereka memang pergi ke tempat sekitar untuk melihat keadaan sekitar, dan mereka sudah kembali sekarang. Seijuurou mendekat kearahku, sedangkan Murasakibara duduk disebelah Midorima, yang notabene bersebelahan denganku. Kami semua duduk melingkari perapian yang kami buat dari ranting-ranting sekitar

"Tetsuya, kau tidak tidur?" tanya Seijuurou lalu duduk di belakangku, ia mendorong pelan badanku sehingga aku dapat bersender ke badannya "tanganmu dingin sekali" katanya sambil memegang kedua tanganku, mendekapku dari belakang

"aku tidak bisa tidur" kataku sambil melihat kearah perapian "kalau kau masih melihat keadaan sekitar, mana mungkin aku tertidur" kataku sambil tersenyum

"Kalau begitu tidurlah, Tetsuya. Bila kau tidak tidur aku akan menghukummu nanti. Lagipula, besok adalah hari yang sangat penting bagi kita" katanya dengan suara yang tegas

Aku melirik kearah sekitar, walaupun masih agak ragu akan kekuatan yang kami miliki saat ini, tak ada jalan lain yang bisa kulakukan kecuali berharap segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik esok

"Kau ragu? Tenanglah, aku tahu kita akan menang. Karena aku adalah absolut, siapapun yang berani menghalangi kita, akan kumusnahkan, tak peduli siapapun itu"

Aku tersenyum kecil "Kau yakin sekali, Seijuurou"

"Tentu saja, kau pikir siapa aku, Tetsuya?"

Aku tertawa kecil "Akashi Seijuurou" kataku sambil memegang tangannya, menempelkannya pada kedua pipiku

Akhirnya saat ini datang, sehari sebelum kami merebut kembali apa yang seharusnya milik kami, kerajaan Aka "Baiklah, aku akan tidur sekarang.. tapi kau juga ya?"

Aku merasakan Seijuurou hanya mengangguk kecil, "Oyasumi, Tetsuya" tak lama kemudian mataku mulai berat dan kututup mataku hingga aku tidak bisa mengingat apapun lagi, aku tertidur didalam dekapan Seijuurou

Bila aku mengingat kejadian yang telah kami alami 6 bulan kebelakang, aku tidak menyangka bahwa kehidupanku dan Seijuurou, yaitu pangeran dari kerajaan Aka telah berubah begitu jauh. Semenjak kejadian tragis yang disebabkan oleh Captain Haizaki dan Shougo, kami berdua berkelana mengelilingi pulau-pulau.

Kami bertemu dengan Kise Ryota, saat ia nyaris terbunuh di dekat jembatan. Putra dari kerajaan Ki yang memiliki sifat yang ceria, namun dibalik keceriaannya, ia menyembunyikan kesedihannya bahwa ia bukanlah putra mahkota di kerajaan tersebut. Kise adalah anak dari selir raja, sang ratu sendiri tidak dibuahi seorang anak lelaki sebagai penerus, maka dari itu semua beban dan tatakrama sebagai putra mahkota dilimpahkan kepada Kise. Namun pada saat ia berumur 15, seorang anak lelaki lahir dari sang ratu. Tahta putra mahkota pun terpaksa harus digantikan kembali. Semenjak kejadian itu, tampaknya utusan sang Ratu menyewa beberapa pembunuh bayaran untuk membunuh Kise. Namun Kise berhasil melarikan diri, dengan terkuaknya siapa pelaku sebenarnya dihadapan Raja, Raja tetap ingin meminta Kise sebagai putra mahkota, namun Kise menolaknya dan ingin berpetualang bersama dengan kami. Ki dari kerajaan Light, pengguna Light Element

Lalu, pertemuan kedua kami adalah Midorima Shintaro, Midorima dari kejaraan Midori, Wind Element. Berbeda dengan kerajaan Ki yang tidak memiliki relasi dengan kerajaan Aka. Kerajaan Midori merupakan teman baik dari keluarga Aka, maka dari itu ketika Seijuurou datang, sang Raja langsung membiarkan kami memasuki istana. Disana kami menceritakan kejadian yang terjadi, lalu Midorima Shintaro, sebagai mahkota raja diminta untuk menemani kami. Pada saat itu, Midorima menolak pergi, kami tidak tahu apa alasan yang ia pendam sehingga ia tidak mau pergi. Namun akhirnya kami menemukan jawaban dari penolakan Midorima, ia tidak ingin pergi karena ia berusaha menyembuhkan sahabat terbaiknya yang saat itu sedang sakit, yaitu Takao. Setelah kami membantunya mencarikan ramuan obat untuk diracik oleh Midorima, dan keadaan Takao membaik, akhirnya Midorima mau bergabung dengan kami.

Pertemuan kami selanjutnya adalah Water Element, Aomine Daiki. Aomine sangat membenci Seijuurou sedari kecil. Saat kami memintanya untuk bergabung, ia menolaknya secara mentah-mentah. Entah mengapa Aomine berperilaku sangat buruk terhadap Seijuurou, namun ketika kami semua pergi mencari informasi tentang keluarga Haizaki di kerajaan Ao, secara tidak sengaja aku bertemu dengan Aomine, ia tidak menggenakan pakaian kerajaannya dan bertindak seolah rakyat biasa, pada saat itu dia menolong seorang gadis kecil yang sedang diperas oleh orang jahat. Dan pada saat itu ia bertemu denganku. Kami pergi ke jembatan di tengah kota, lalu Aomine menceritakan padaku mengapa ia sangat membenci Seijuurou. Aomine adalah sahabatku sejak kecil, ia sangat membenci Seijuurou karena ia merasa bahwa aku telah direbut oleh Seijuurou. Lalu pada malam harinya entah mengapa utusan Captain Haizaki menyerang kami yang sedang berada di penginapan. Utusan yang cukup kuat dan berhasil membuat kami terluka, disaat terdesak Aomine datang dan menolong kami. Melihatku yang mati-matian melindungi Seijuurou, akhirnya dengan pasrah ia bergabung dengan kami, ia mengatakan "aku tidak bergabung karena kau, Akashi! Aku hanya bergabung karena aku tidak ingin melihat teman baikku terluka oleh ketidakmampuanmu melindunginya! Aku tidak mau melihat Tetsu terluka lagi!" dan Aomine pun bergabung dengan kami

Lalu, yang terakhir adalah Murasakibara Atsushi, Murasakibara dari kerajaan Murasaki, Earth Element. Murasakibara adalah tipe orang yang tidak mau ikut dengan gerombolan yang lemah. Secara fisik dan sihir ia sangat kuat, nyaris membuat kami semua kalah olehnya. Namun, pada saat itu Seijuurou meminta duel berdua dengan Murasakibara, meskipun nyaris kalah, namun Murasakibara telah membangkitkan potensi terselubung dari Akashi, potensi yang sangat kuat sebagai Fire Element, potensi yang ia pendam, bahkan hanya dengan ½ kemampuan sihirnya ia berhasil mengalahkan Murasakibara dengan mudah. Hal tersebut mulai membuat kami khawatir dengan kemampuan Seijuurou. Bila sebelah matanya yang merupakan ½ dari sihirnya tidak terluka, akan sebagaimana kah kemampuan seorang Akashi Seijuurou? Mungkin karena Fire Element yang dikenal sebagai "Destroyer", maka dari itu Captain Haizaki menginginkan sihir Seijuurou.


"Today, we'll take all things that belong to ours. We didn't play with a fire in the beginning, but you do. So, we will take the Invitation now. Let's begin this Declaration of War"


"Tetsu! Kau tidak usah mengurusi bagian sini, cepat susul Akashi!" Aomine menghalangi beberapa bawahan Captain Haizaki yang menghadang kami

"Betul, Kurokocchii! Aku dan Aominecchi akan mengurusi bagian sini-ssu" katanya sambil mengedipkan mata kearahku

"Tapi.." aku melihat kearah keduanya, dalam jumlah yang sangat banyak ini, mana mungkin aku tega meninggalkan mereka.. tapi saat ini nyawa Seijuurou juga-

"Tenang saja, Baik Murasakibara maupun Midorima pasti akan menyusul kemari, begitu juga aku dan Kise dan yang lainnya akan menyusul kalian. Makannya, jangan membuang waktu lagi, pergi!"

"Bantulah Akashicchi, Kurokocchi. Diantara kami semua, hanya kau yang bisa berada disisinya saat ini. Biarkan aku dan Aominecchi yang akan menghabisi mereka. Tenang saja, dengan kemampuan super power kami berdua, aku dan Aominecchi akan segera menyusul kalian-ssu!" kata Kise dengan riang

"Baiklah.. aku mengerti, kita akan bertemu lagi kan!? Pasti!" Kataku lalu berlari meninggalkan ruangan, meninggalkan Aomine dan Kise

"Tck.. Meskipun begitu, apa kau yakin bisa mengalahkan semuanya, Kise?" tanya Aomine yang kini saling memunggungi Kise

"Bukannya Aominecchi juga sama?" katanya sambil tersenyum "Kekuatanku tidak tersisa banyak lagi, tapi aku yakin aku pasti bisa menyusul Akashicchi dan Kurokocchi!"

"Semangat yang bagus" Aomine lalu mengayunkan pedangnya keatas "Tenang saja, bila sesuatu terjadi, aku pasti akan melindungimu" kata Aomine yang kemudian melesat membantai musuh yang berada didepannya

Wajah Kise lalu memadam "A..Ahominecchi!" kata Kise canggung, namun tak lama ia langsung menyerang musuh yang berada didepannya.

-xXx-

"Midorinnn~~ Snack-ku sudah habis.. Aku ingin cepat pulang dan membeli beberapa snack" kata Murasakibara yang duduk bersila di lantai dengan darah yang berciprat disekitar tubuhnya, bukan darah yang berasal dari dirinya, tetapi darah dari musuh yang telah ia serang.

'Bisa-bisanya dia memikirkan makanan setelah apa yang ia lakukan barusan' kata Midorima dalam hati "Kita tidak bisa pergi hingga misi ini selesai, Murasakibara. Kita harus cepat menyusul yang lainnya"

"Yadaaa~~" katanya sambil termangut

"Cepatlah, mungkin Akashi dalam bahaya saat ini" Kata Midorima memberi kata 'kunci' untuk membujuk Murasakibara

Wajah Murasakibara lalu menjadi serius "Apa Aka-chin dalam kesulitan?" tanyanya memandang kearah Midorima

"Mungkin saja. Makannya, ayo cepat kita tinggalkan tempat ini, lagipula semakin cepat kita selesaikan misi ini, semakin cepat kau bisa melihat Himuro setelah pulang, nanodayo"

Ya, semenjak Murasakibara dikalahkan oleh Akashi, kini ia seperti sosok 'Bodyguard' untuk Akashi, dan ia bilang bahwa siapapun yang menyakiti Akashi, ia akan menghabisi orang tersebut. Lalu, Himuro, ia adalah satu-satunya orang yang diakui oleh Murasakibara, entah bagaimana masa lalu mereka, tetapi Murasakibara sangat dekat dan agak patuh bila berada disisi Himuro.

"Baiklah~ ayo kita pergi sekarang. Lagipula aku ingin segera memakan masakan Muro-chin~ " Kata Murasakibara lalu berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Whatever happen, I'll be on Your Side"


"Seijuurou!" teriakku dari ujung pintu, dan menemukan Seijuurou yang sedang berhadapan dengan Captain Haizaki dan Shogo

"Tetsuya!? Sudah kukatakan aku akan pergi sendiri kan?!" Teriaknya dari jauh

Aku mulai menembakkan pistolku kearah Shogo yang hampir mengenai Seijuurou

"Bukankah kita bermain fair, Seijuurou?" kataku sambil memandang mata Seijuurou "Percayalah padaku, aku bisa melawan Shogo"

Dari jauh Seijuurou lalu melemparkan bola api kearah Shogo dan Captain Haizaki yang spontan dihindari keduanya hingga mereka mundur kebelakang, kini Seijuurou melihat kearahku "Kuserahkan padamu, Tetsuya"

Aku tersenyum kecil sebelum akhirnya berlari kearah Shogo dan berhadapan dengannya

"Kita bertemu lagi, Kuroko" katanya dengan tatapan yang dingin "tapi kali ini aku tidak akan kalah denganmu!" katanya sambil tertawa histeris lalu menyerangku tanpa aba-aba lagi

"Kau melihat kemana, Prince Seijuurou? Hmnn~ lawanmu ada didepan matamu" Akashi terkejut ketika menyadari Captain Haizaki telah tepat didepannya, perhatiannya tersita karena mengkhawatirkan Kuroko yang saat itu sedang melawan Shogo

"Damn..!" Akashi terkejut ketika Captain Haizaki memberinya hadiah berupa serangan yang tidak terduga

Captain Haizaki menciptakan segumpulan es menyerupai Stalactites dalam jumlah banyak, lalu mimik mukanya berubah dengan tampak puas, senyum sinis tampak dari mulutnya "Lebih baik kau memikirkan dirimu sebelum memikirkan orang lain!"

CRASHH!

Sepasang mata keluar dari sebuah tabung kecil yang tak jauh dari sana, melesat hingga kedepan Akashi Seijuurou, lalu membakar habis gumpalan es yang berada di hadapannya saat ini. Semua orang yang berada diruangan tersebut, termasuk dengan kedatangan 4 rekan lainnya, langsung dikejutkan oleh kejadian tersebut. Sepasang mata yang diyakini sebagai mata dari Raja dari kerajaan Aka, yaitu Ayah dari Seijuurou Akashi. Pemilik Fire Element yang diyakini sebagai "Destroyer".

"Meskipun kau sudah tidak ada, tetapi kau masih menghalangiku, Akashi!" teriak Captain Haizaki. Namun tak lama sebuah kobaran api muncul didepan Captain Haizaki, yang makin lama makin membesar

"Jangan kira kau bisa mengalahkanku!"

Sesaat, Akashi Seijuurou terdiam akan kejadian tersebut, dari balik kobaran api tersebut, terlihat sosok Ayahnya yang melihat kearahnya sesaat, tersenyum, lalu tak lama berbalik kembali, kobaran api semakin membesar dan membesar. Captain Haizaki menciptakan balok Es yang sangat tebal, untuk menghalangi api tersebut, namun api tersebut makin membesar hingga melelehkan es yang dijadikan tameng oleh Captain Haizaki

"Jangan kira semua akan selesai sampai disini! Saat ini juga, akan kurebut kembali segala tahta akan kerajaan Aka! Akan kurebut kembali apa yang telah menjadi hak milikku, Captain Haizaki!" Akashi Seijuurou lalu melesat maju, dengan Rappier yang telah ia lapisi kekuatan sihirnya, lalu menembus kobaran api dan es yang berada didepannya saat ini, hingga Rappier tersebut berhasil menusuk Jantung Captain Haizaki

Bersamaan dengan kematin Captain Haizaki, Kuroko pun menarik pelatuknya hingga peluru tersebut menembus jantung Shogo "Maaf, aku tidak akan segan pada siapapun yang telah merencanakan untuk membunuh Seijuurou"

- xXx -

"What a mess.." kata Aomine sambil menendang reruntuhan kayu yang berada didepannya. Saat ini mereka berada di sekitar taman pusat istana, terlihat banyak prajurit yang membersihkan kerajaan tersebut

"Oi, hati-hati, nanodayo! Kau hampir mengenaiku" Protes Midorima pada Aomine

"Tck.. berisik kau, Midorima" kata Aomine sambil menggaruk kepalanya yang tampak tidak gatal, kemudian duduk mengikuti anggota lainnya

"Tapi.. aku masih binggung, bila ayah Akashicchi merupakan 'Destroyer' yang melegenda itu, mengapa ia dengan mudah merelakan nyawanya ditangan Captain Haizaki-ssu?" Tanya Kise

Akashi melihat kearah langit lalu tersenyum kecil

"Karena kepercayaan" jawab Kuroko sebelum Akashi sempat menjawab pertanyaan Kise "Kepercayaan yang telah Ou-sama bangun bersama dengan Captain Haizaki, namun karena rasa kepercayaan itu juga yang membuat Ou-sama lengah"

"Tapi kami tidak akan berbuat hal seperti itu pada Aka-chin~" kata Murasakibara sambil memeluk Akashi dan Kuroko dari belakang

"Tentu saja, karena bila tidak, akan kubakar kalian hidup-hidup meskipun aku telah tiada kelak" kata Akashi sambil tertawa kecil

"Lalu, apa yang akan kalian lalukan setelah ini?" tanya Kuroko pada anggota lainnya

"Aku mau pulang dan memakan masakan Muro-chin~" Jawab Murasakibara pertama kali

"Sepertinya aku akan kembali ke Kerajaan Midori, banyak hal yang ingin kuteliti setelah lama berpetualang dengan kalian semua, terutama masalah obat-obatan"

"Aku.. aku masih belum tahu" kata Kise sambil menundukkan kepalanya

"Kau belum siap untuk kembali, Ryouta?" tanya Akashi sambil memandang kearahnya

"Mungkin.. aku masih membutuhkan waktu, Akashicchi.." katanya sambil tertawa kecil

"Bagaimana bila kau pergi bersama Daiki?"

"Eh?" Mata Kise lalu memandang kearah Akashi yang melontarkan jawaban tidak terduga itu

"Aomine-kun bilang ia ingin pergi berpetualang diluar sana, mungkin kalian bisa pergi bersama, setidaknya kau mempunyai banyak waktu sehingga kau siap untuk pulang kembali, Kise-kun" kata Kuroko sambil tersenyum

"Apa? Kau tidak mau pergi denganku?" Tanya Aomine sambil melihat kearah Kise, lalu tak lama memalingkan wajahnya

Kise tersenyum lebar, lalu memeluk Aomine "Tentu saja aku mau, Aominecchi!"

"O..Oii!" teriak Aomine dengan ½ kaget dan ½ malu

"Kuro-chin, bagaimana denganmu~ ?" tanya Murasakibara yang masih memeluk keduanya

"Aku akan tetap berada di kerajaan Aka, sampai kapanpun aku akan berada disampingnya, sampai dimana Seijuurou berkuasa penuh akan kerajaan Aka"

"Tetsuya.." Tangan Akashi lalu menyentuh pipiKuroko, sebelum ia mencium Kuroko dengan lembut.

Malam itu, merupakan malam yang sangat melelahkan untuk mereka semua, Malam yang telah menjadi sejarah bagi Kerjaan Aka maupun kerajaan lainnya yang telah ikut campur dalam perebutan kembali kerajaan Aka. Dan segala petualangan yang mereka semua lalui saat itu, kini harus terhenti saat ini. Namun, kata perpisahan bukanlah sesuatu yang tepat, karena disaat Kerajaan lain membutuhkan bantuan, kelak mereka pasti akan muncul untuk saling membantu antara satu sama lain

~ Owari ~