Kuroko no Basuke Fanfiction
Drabble - 13
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
KAIN artwork & Her OC (Kazuya & Seiji)
Rating : T
Warning : AkaKuro!Fam, Maybe OOC
Pair : Akakuro, side : AoKise & MuraHimu
A/N : Hallo, Minna-san, akhir-akhir ini author lagi kesambet buat buat cerita nih (padahal tugas masih menumpuk), karena keinginan author untuk membuat cerita akhirnya author jadi nulis terus deh XD nah, tema kali ini spesial, kenapa special? karena Drabble kali ini merupakan request dari Ayano Yanagita untuk membuat AkaKuro!Fam.. Kebetulan Author ini salah satu penggemar berat karya KAIN, dia juga ngebuat AkaKuro!Fam di artworknya, bisa di cek bagaimana AkaKuro!Fam disini - member_ ?mode=big&illust_id=36941331. Nah, dari sana, author jadi mau buat cerita berdasarkan ide dari KAIN tersebut. Author minjem OC KAIN yaitu Kazuya&Seiji, mereka adalah sepasang kembar, anak dari Seijuurou dan Tetsuya. Mau tanya kenapa Tetsuya bisa ngelahirin mereka? Author juga masih bertanya-tanya sih, tapi ga usah permasalahkan itu deh #authordigampar. Untuk para readers, kalian boleh kok request cerita yang kalian pengen juga, kalau author punya waktu dan ada ilham seperti sekarang, author pasti akan membuatnya xD
hmmm.. oke, sepertinya author sudah terlalu panjang berbicara XP
Akhir kata, Author ucapkan arigachuuu~~ buat semua yang sudah men-riview, fave, follow, alert, pm, bahkan untuk semua silent reader yang telah membaca fic abal-abal ini.. :D maaf juga bila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan m(_ _)m
Happy Reading, all..
With Love,
Zelvaren Yuvrrezla a.k.a ren-chanz
Udara yang segar berhembus melalui celah-celah pintu Shoji, sebuah rumah berkhas budaya Jepang terletak di salah satu tempat yang kelihatannya masih asri. Pemuda berambut Crimson kini tengah tertidur lelap sebelum sepasang langkah kaki datang berlarian ke kamarnya, menggeser pintu kamar tersebut dan langsung memeluk Pemuda berambut Crimson yang terlihat masih terlelap itu.
"Otou-san, Otou-san" kata mereka bersamaan.
"Otou-san, ayo bangun" Bocah kecil bersurai Heterocrome Biru-Emas, berambut Icy Blue kini memeluk Ayahnya "Kazuya, bantu aku menarik selimut Otou-san" katanya sambil mengguncang-guncangkan tubuh Ayahnya itu.
Menuruti ucapan sang adik kembarnya, Kazuya, pemilik iris Heterochrome Biru-Emas, berambut Ruby yang memiliki paras muka yang mirip dengan Ayahnya yang masih tertidur itu kini mernarik Selimut yang sedari tadi melekat di tubuh Sang Ayah. Karena tampaknya tersangkut, ia menariknya dengan sepenuh jiwa dan raga, hingga tanpa sadari, ketika Ayahnya merubah posisi tidurnya, ia langsung tersungkir ke belakang.
"Itaii.." katanya mendesis kecil "Seiji, kita lompat saja diatas Otou-san, mungkin dia bisa bangun" katanya sambil melihat kearah adik kembarnya itu.
Seiji kemudian mengangguk kecil "ayo lompat.." katanya sambil memegang tangan Kakak kembarnya "3..2..1!" Dan ketika mereka melompat, begitu terkejutnya mereka ketika tangan besar sang Ayah kini mendekap keduanya ketika mereka nyaris mendarat ke tubuh sang Ayah. "Kazuya, Seiji.. kukira ada gempa yang terjadi disini." katanya menghela nafas.
"Ah! Otou-san bangun!" kata Seiji dengan wajah yang gembira.
"Usaha kita membangunkan Otou-san tidak gagal, Seiji" balas Kazuya sambil memeluk leher sang Ayah.
"Ohayou, Otou-san!" kemudian keduanya serempak mengucapkan salam mereka sambil mengecup pipi sang Ayah, dengan Kazuya berada di sebelah kiri dan Seiji di sebelah kanannya.
"Ohayou, Kazuya, Seiji" katanya sambil mengecup dahi kedua anaknya itu secara bergantian "Ada apa kalian membangunkan Otou-san pagi-pagi?" katanya sambil memeluk kedua anaknya itu.
"Okaa-san sudah menyiapkan makanan, Otou-san" kata Kazuya "Dan kami diminta untuk membangunkan Otou-san" balas Seiji "Soalnya kalau Otou-san belum bangun, kami tidak bisa makan, kan?" ucap Kazuya setelah Seiji selesai berbicara "Dan perut kami sudah mulai berkicau karena kelaparan" dan selesailah kalimat yang diucapkan si kembar tersebut.
Akashi Seijuurou, sang Kepala Keluarga dari kediaman Akashi kini tertawa kecil "Baiklah, ayo kita menuju ruang makan." Ucapnya sambil berdiri dan menggandeng kedua anaknya itu.
Aroma masakan dapat tercium ketika Seijuurou, Kazuya dan Seiji memasuki dapur, mereka menemukan seorang Akashi Tetsuya kini membawa sebuah panci berisi Sup Miso ke meja makan. Dimeja tersebut telah tersedia Semangkuk nasi berjumlah 4, Natto, Ikan bakar, Sayur Acar, serta mangkung kosong untuk mengambil Sup Miso yang baru saja dia angkat itu.
"Pagi, Tetsuya" katanya sambil memeluk pinggang Tetsuya, tak lama ia langsung mengunci bibir mereka. "Pagi, Seijuurou-kun" katanya sambil tersenyum "Kurasa ide membangunkanmu dengan menyuruh Kazu-kun dan Sei-kun tidak buruk juga" katanya sambil tertawa kecil.
"Ah~ jadi yang mengusulkan untuk membangunkanku, yang nyaris kukira gempa itu adalah kau, Tetsuya" katanya sambil mencium pipi Tetsuya.
"Habis Seijuurou-kun susah untuk bangun pagi disaat libur tiba" katanya sambil cemberut.
"Otou-san, Okaa-san, ayo kita makan, perutku dan perut Seiji sudah mulai kelaparan" kata sang Kakak kembar sambil memegang ujung Yukata sang ayah dan ujung Apron yang ibu, sedangkan tangan sebelahnya sedang memegang tangan adik kembarnya yang menunduk malu karena perutnya telah berbunyi.
Seijuurou dan Tetsuya kini berpandangan, lalu tertawa kecil "Baiklah, ayo kita makan" titah Seijuurou, yang berhasil membuat semua langsung duduk dalam posisi mereka masing-masing.
"Ittadakimasu!" kata mereka serempak ketika selesai mengucapkan doa syukur mereka pada makanan yang mereka bisa nikmati hari ini.
Selesai menikmati masakan Tetsuya, baik Seijuurou, Kazuya dan Seiji ikut membantu membereskan mangkuk-mangkuk yang kotor tersebut. Dan tangan Seijuurou kini tak bisa lepas memeluk Tetsuya dari belakang.
"Seijuurou-kun, hari ini kau sangat clinging sekali ya." kata Tetsuya sambil mengelap piring dan mangkuk yang telah dicuci.
"Habisnya aku jarang sekali bisa menikmati liburan pagi ini bersama kau, Kazuya dan Seiji" katanya sambil menutup matanya. Merasakan hembusan aroma Vanilla seorang Akashi Tetsuya ketika ia memeluknya.
Menjadi seorang Akashi Seijuurou, pemimpin perusahaan CEO tentu pekerjaan yang sangat sibuk baginya, dalam usianya yang masih muda ini, ia berhasil menjadi pemimpin CEO. Pada hari biasanya ia akan bekerja lebih dari yang lain, hingga biasanya Seijuurou akan pulang larut malam dan pergi pada pagi hari. Makannya waktu liburannya, ia selalu pakai untuk meluangkan waktu bersama dengan keluarganya.
"Ah.. aku teringat sesuatu. Tetsuya, Kazuya, Seiji.. kita perlu berbicara di ruang keluarga" katanya sambil melihat kearah setiap anggota keluarganya, yang langsung disetujui oleh semuanya.
Setibanya di ruang keluarga, dapat terlihat Seijuurou duduk di depan Kazuya dan Seiji, sedangkan Tetsuya berada disampingnya. "Seijuurou-kun, ada apa sampai kita harus berbicara diruang keluarga?" tanya Tetsuya yang sama sekali tidak mengetahui maksud Seijuurou membawa mereka ke ruang keluarga.
"Ada satu hal yang ingin kubicarakan pada kalian bertiga, dan ini sangat penting." Katanya sambil menunjukkan wajah seriusnya, wibawa seorang kepala keluarga Akashi dapat terpancar dari aura yang Seijuurou keluarkan saat ini.
Kazuya dan Seiji kini melihat wajah ayahnya dengan wajah yang khawatir, takut-takut mereka telah melakukan sebuah kesalahan tempo-tempo hari yang membuat Ayahnya marah. "A..ada apa, Otou-san?" tanya Kazuya dan Seiji secara bersamaan.
"Karena akhir-akhir ini kita jarang meluangkan waktu secara bersama, aku tidak sempat memberitahu kalian semua.. bahwa.."
Tetsuya kini ikut terbawa suasana, ia penasaran dengan ucapan yang akan dilontarkan oleh Seijuurou selanjutnya, sedangkan sang kembar hanya bisa terpaku panas-dingin menunggu lanjutan dari perkataan ayahnya itu.
"..kita mendapat tiket ke onsen selama 2 hari, dan ya, hari ini kita akan pergi kesana. Maka dari itu, semua bersiap-siap!" katanya sambil melihat anggota keluarganya yang kini sama-sama memberi reaksi yang sama, yaitu melebarkan bola matanya.
"Onsen?" tanya Tetsuya sambil memegang tangan Seijuurou.
"Kazu dan Seiji tau" kata si kembar itu bersamaan "Kolam besar" kata Seiji "yang hangat itu, kan?" lanjut Kazuya menyelesaikan.
"Betul sekali, Kazuya, Seiji" kata Seijuurou sambil tersenyum "Nah, kalian berdua bantu Okaa-san bersiap-siap ya? Otou-san akan menyusul setelah mandi nanti" katanya sambil mengusap kedua kepala anaknya. Sang kembar kemudian mengangguk dan berjalan keluar sambil bergandengan tangan, menuju kamarnya untuk membawa barang-barang yang mereka butuhkan.
Meskipun usia Kazuya dan Seiji masih 6 tahun, tetapi untuk anak seumur mereka, mereka tergolong anak yang cukup cerdas karena sudah bisa mengurus keperluan mereka sendiri. Meskipun ada saat dimana mereka akan terlihat seperti anak kecil, dan itu hanya mereka perlihatkan ketika mereka bersama dengan Ayah dan Ibu mereka.
"Aku tidak tahu kalau kita mendapat tiket untuk pergi ke onsen bersama, Seijuurou-kun" tanya Tetsuya ketika keduanya sudah berada diruang keluarga berdua.
"Aku tidak sempat memberitahu kalian, karena pekerjaanku, aku jadi jarang meluangkan waktuku dengan kalian, maka dari itu, selama liburan 3 hari ini akan kupakai untuk meluangkan waktu bersama kalian" katanya sambil tersenyum.
"Kazuya dan Seiji pasti akan senang" kata Tetsuya sambil mengecup pipi Seijuurou "Nah, sekarang ayo mandi, Seijuurou, aku akan membantu Kazuya dan Seiji bersiap-siap" katanya sambil menatap iris mata Heterochrome milik Seijuurou.
"Baiklah, aku akan menyusul setelah mandi" katanya berdiri kemudian mengecup dahi Tetsuya sebelum pergi dari ruang tersebut.
Setelah semuanya telah beres berkemas, mereka pun pergi menuju tempat onsen. Seijuurou menyetir dengan tenang sambil bercanda gurau bersama Tetsuya dan kedua anaknya. Lalu sesampainya mereka di tempat onsen tersebut, hari telah mulai senja. Kazuya dan Seiji bahkan sempat tertidur selama perjalanan berlangsung, dimana Seiji tertidur dengan kepala yang tersender di bahu Kazuya, dan Kazuya yang menyenderkan kepalanya ke atas kepala Seiji.
Lalu, setibanya mereka di onsen tersebut, Kazuya dan Seiji kini telah bangun, keduanya tampak gembira dengan pemandangan yang baru bagi mereka ini. Setelah meletakkan barang-barang di kamar berhias tatami dengan 4 futon didalamnya, mereka lalu berkemas-kemas dan menuju tempat pemandian itu.
Meskipun suasana pada saat itu tidak cukup ramai, tapi keasrian dan rasa nyaman dapat terasa ketika mereka memasuki kolam besar itu. Dari jauh terlihat Kazuya yang kini menyampo-kan Seiji, adik kembarnya itu, sedangkan dibelakangnya Tetsuya ikut menyampo-kan kepala Kazuya. Seijuurou tidak bisa menahan senyum kecilnya ketika melihat pemandangan tersebut, ia lalu keluar dari kolam hangat itu dan menggosok punggung milik Tetsuya.
Setelah mereka selesai berendam, Seijuurou yang telah berlapiskan Bathrobe kini menggendong Seiji di pangkuannya, sambil mengeringkan kepala Seiji dengan handuk, Kazuya yang masih tanpa busana kini memeluk Seijuurou dari belakang, membuat Tetsuya yang baru selesai memakai Bathrobe harus membawa handuk ke tempat Kazuya berada.
Selesai mengeringkan tubuh mereka dan menggunakan Yukata yang cukup nyaman, akhirnya mereka berjalan keluar, sebuah lorong dengan banyak taman dan batu dapat terlihat sepanjang mereka berjalan. Mereka manikmati suasana malam hari dengan pemandangan yang cukup memuaskan tersebut.
"Bukankah itu keluarga Akashicchi?" tiba-tiba terdengar suara cempreng dari belakang.
"Ah, benar.. Oi, Tetsu, Akashi!" teriak pemuda lain dari belakangnya.
Dan serempak mereka pun langsung menoleh kearah belakang dan menemukan Pemuda berambut pirang yang sedang bersama dengan pemuda berambut Navy.
"Kise-kun, Aomine-kun..Domo" kata Tetsuya sambil menunduk.
"Ryouta, Daiki, aku tidak tahu kalian ada disini" kata Seijuurou sambil menatap keduanya.
"Aku mendapat tiket gratis dari pekerjaanku, 2 tiket ke onsen-ssu" kata Kise dengan riang "Makannya aku dan Aominecchi sekarang berada disini~ Kebetulan Aomine juga sedang diliburkan-ssu."
"Ah.. Bekerja sebagai pilot pasti banyak pergi ya, Kise-kun. Aomine-kun juga sibuk dengan urusan kriminal yang terjadi." kata Tetsuya sambil tersenyum.
"Yah, begitulah, Tetsu. Setiap hari aku harus mengurus minimal 4 kasus kriminal yang terjadi." Kata Aomine sambil menghela nafas.
"Kazuya, Seiji, ayo ucapkan salam pada Nii-chan-tachi" kata Seijuurou kepada anak-anaknya itu.
"Konbanwa! Ryouta-Niichan, Daiki-Niichan" kata Kazuya dan Seiji serempak sambil bergandengan tangan.
"AWWWW~~ Mereka imut sekali-ssu! Sudah lama aku tidak bertemu dengan kalian berdua!" kata Kise sambil berjongkok dan memeluk keduanya "Whoaa.. lihat, Kazuya sekarang sudah semakin mirip dengan Akashicchi, dan Seiji mirip dengan Kurokocchi~" kata Kise dengan riang.
"Kise-kun, padahal namaku sekarang kan sudah bukan 'Kuroko'" kata Tetsuya tertawa kecil.
"Habisnya sudah kebiasaan-ssu~"
"Kalian hanya pergi berdua?" tanya Seijuurou pada Aomine, lalu Aomine mengangguk kecil "Bila aku mengajak rombongan, pasti Ryouta akan cemberut sepanjang hari, Akashi" katanya sambil berbisik pada telinga Akashi.
Dan Akashi mengangguk kecil, ia tahu, menjadi seorang Pilot dan Polisi adalah pekerjaan yang sama-sama membuat mereka nyaris tidak bisa meluangkan waktu berdua. Apalagi ditambah jadwal mereka yang kadang bentrok. Tentunya bagi kedua pasangan ini akan sulit untuk meluangkan waktu bersama.
"Ayo kita berjalan lagi, tidak baik berbicara ditengah jalan." kata Akashi sambil melihat kearah sekitar, mulai banyak orang yang lalu-lalang disekitar mereka. Semua pun mengangguk sebagai pertanda setuju, lalu ketika mereka ber-6 kini berjalan ke teras depan, mereka kembali dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba memanggil mereka.
"Aka-chin~ Kuro-chin~ Kazu-chin~ Sei-chin~ Mine-chin~ Ki-chin~" Suara datar dapat terdengar dari belakang, dan tanpa mereka menoleh sekalipun, mereka tahu siapa pemuda yang baru saja memanggil mereka dengan nada dan sebutan khas tersebut. Ya, Murasakibara Atsushi.
"Muracchi~~!" Kise adalah orang pertama yang melambaikan tangan pada Murasakibara, disebelahnya terlihat sosok Himuro Tatsuya yang ikut melambai kearah mereka.
"Atsushi, kau juga berada disini?" tanya Seijuurou sambil tersenyum kecil, merasakan reuni mereka secara tidak langsung.
"Aku bekerja menjadi chef disini selama liburan, Aka-chin~" kata Murasakibara sambil mengunyah permen karet.
"Aku tidak menyangka kalian semua berada disini" kata Himuro sambil tersenyum lembut "Ah, Selamat malam, Kazuya, Seiji" kata Himuro berjongkok kearah sang Kembar.
"Konbanwa, Tatsuya-Niichan, Atsushi-Niichan. Hari ini Kazu dan Sei banyak bertemu dengan teman Otou-san dan Okaa-san" kata mereka bersamaan.
"Oi, oi.. setelah Murasakibara lalu apa lagi? Apa si freak Oha-asa akan muncul juga?" tanya Aomine sambil menggaruk kepalanya.
"Apa yang kau maksud itu Midorima-kun, Aomine-kun?" tanya Tetsuya kearahnya.
"Ah~ Mido-chin ada di ruang medis di Onsen ini~ " Kata Murasakibara "Aku melihatnya setelah mengantar Tatsu-chin tadi~ sepertinya ia dijadwalkan praktek disini~"
"Yang benar saja? Kebetulan macam apa ini" kata Aomine sambil mengangkat bahunya.
Bagi yang belum mengetahuinya, Midorima Shintarou, bekerja sebagai Dokter setelah ia lulus dari Kuliahnya, sedangkan Himuro Tatsuya bekerja di salah satu English Department yang berada di Jepang. Mungkin ia sedang diliburkan, makannya ia bisa pergi menemani Murasakibara.
Setelah mereka berbincang-bincang sejenak, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kekamar masing-masing. Dan suatu hal yang janggal terjadi pada saat itu.
"Kazuya, Seiji, ayo kita kembali ke kamar" kata Tetsuya menengok kearah belakang, namun keringat dingin langsung mengalir ketika melihat keduanya tidak berada dalam pandangnnya. "Kazuya? Seiji?"
"Tetsuya, ada apa?" Seijuurou yang merasakan Tetsuya panik kini menghampirinya.
"Kazuya dan Seiji..tidak ada" katanya khawatir.
"Ehh!?" Semua orang yang berada disana langsung tercengang ketika Tetsuya mengatakan sepasang kembar anaknya itu tidak ada disana.
"Aku yakin masih melihat Kazucchii dan Seicchi 5 menit lalu!" kata Kise yang ikut panik.
"Apa mereka pergi ke Toilet~?" tanya Murasakibara.
"Tidak mungkin mereka pergi sendiri ke tempat yang asing sendiri, Murasakibara-kun" kata Tetsuya "Bagaimana ini.. Bagaimana bila tanpa sepengetahuan kita mereka diculik."
Dan aura panik mulai muncul dari setiap orang yang berada disana.
"Semua! Kuharap kalian bisa mendinginkan kepala kalian." Kata Seijuurou sambil melihat kearah sekitar "Ryouta dan Daiki, kalian coba cari disekitar taman" Pinta, atau titah Seijuurou yang langsung di-iya kan oleh mereka berdua "Atsushi dan Tatsuya, kalian coba cek ke daerah lorong bagian depan" Murasakibara dan Himuro lalu mengangguk "Tetsuya, kau coba hubungi sentral dan informasikan bahwa Kazuya dan Seiji menghilang, siapa tahu ada orang yang melihat mereka." Tetsuya lalu mengangguk sambil panik "Tenanglah, mereka pasti baik-baik saja." katanya mengelus punggung Tetsuya.
"Dan aku akan pergi mengitari jalan utama, bila salah satu dari kalian menemukan mereka, cepatlah bawa ke sentral pusat dan informasikan bahwa kalian telah menemukan mereka, mengerti?" kata Seijuurou dengan tegas.
Dan tidak dalam hitungan detik, mereka langsung berpencar mencari keberadaan Kazuya dan Seiji.
- xXx -
"Kazucchiii~~~ ! Seicchiii~~ !" teriak Kise dari kejauhan.
Aomine kini memandang kedaerah sekitar, ia memang melihat banyak spot yang bisa saja didatangi oleh anak kecil. Kasus hilangnya anak kecil dalam catatan polisi memang cukup banyak, dan entah mengapa Aomine memang sudah terbiasa dengan kasus tersebut. Ia lalu menyelidiki lingkungan sekitar, sebelum ia berlari ke sebuah taman yang agak jauh dari tempatnya berdiri, ia membuka semak-semak didalamnya, dan bingo! Ia menemukan Kazuya dan Seiji yang kini sedang menangis.
"Oi, Ryouta!" katanya yang sontak membuat Pemuda berambut pirang itu berlari kearahnya.
Saat ini, terlihat Kise yang sedang menggendong Seiji yang sedang menangis, sedangkan Aomine berjalan didepannya sambil menggandeng Kazuya yang sedang menahan isakannya, namun tangan Kazuya dan Seiji tentunya tidak pernah terpisahkan. Saat mereka sampai di sentral pusat, Seijuurou dan yang lainnya ternyata telah berkumpul disana. Seijuurou yang pertama kali melihatnya langsung menghampiri mereka, kemudian disusul yang lainnya.
"Kazuya! Seiji!" teriaknya yang langsung membuat Mantan Captain Teiko dan Rakuzan ini berlari kearahnya "Kakimu berdarah, Seiji?" tanya Seijuurou "Sebenarnya apa yang kalian berdua lakukan!? Menghilang tanpa izin begitu!" Rasa marah dan khawatir dapat terpancar dari muka Seijuurou, yang membuat keduanya ketakutan. Ia lalu menggendong Kazuya ke dalam pelukannya. Beberapa menit detik berlalu semenjak Seijuurou melepas pelukannya, dan kini, ia membutuhkan ungkapan dari anaknya itu.
Dengan agak gemetar, Kazuya, sang Kakak kini memberanikan diri berbicara pada ayahnya "Otou-san.. tadi kami berdua melihat sebuah batu yang indah..aku dan Seiji ingin memberinya kepada Okaa-san.. namun ketika hendak mengambilnya kaki Seiji terpeleset, dan ia jatuh.. Maaf.. Maaf aku tidak bisa melindungi Seiji.. Maaf telah membuat Otou-san dan Okaa-san khawatir.. Maaf telah membuat Onii-chan-tachi—" Sebelum Kazuya menyelesaikan perkataannya, tubuhnya langsung dipeluk oleh Tetsuya yang berlari dari belakang, memeluk Kazuya dan Seiji.
"Syukurlah..Syukurlah kalian selamat!" katanya sambil memeluk erat keduanya.
"Okaa-san.." ucap Kazuya yang sedari tadi menahan emosinya, yang akhirnya tumpah dengan tangisan dipelukan ibunya itu "Maafkan Kazu, Okaa-san.. huaaaa..!" Tetsuya lalu tersenyum, menggambil Kazuya dari gendongan Seijuurou dan mengelus punggung Kazuya.
Dari belakang, suara helaan nafas dapat terdengar dari mulut Seijuurou "Syukurlah kalau kalian selamat, setidaknya beritahu kami bila kalian ingin pergi, jangan tiba-tiba menghilang seperti itu." katanya mengelus kepalanya keduanya "Dan, Seiji, lukamu harus cepat diobati" katanya langsung menggendong Seiji yang langsung berpindah dari tangan Kise.
"Ruang medis ada di ujung lorong ini, Aka-chin~" kata Murasakibara sambil menunjuk kearah depan.
"Terimakasih, kalian telah banyak membantu kami, Ryouta, Daiki, Atsushi, Tatsuya" kata Seijuurou sambil tersenyum.
"Kau ini, seperti kita orang lain saja, Akashi!" kata Aomine tersenyum lebar sambil merangkul pundak Kise.
"Tentu saja kita akan membantu kalian-ssu, kalian kan temanku yang sangat berharga!" ucap Kise sambil berseringai.
"Kapanpun Aka-chin butuh bantuan, aku akan selalu siap membantu~" kata Murasakibara.
"Nah, ayo kita cepat bawa Seiji sebelum kakinya infeksi" Himuro lalu tersenyum sambil mengusap kepala Seiji.
Lalu sesampainya mereka di ruang Medis
"Tidak kusangka kalau aku akan bertemu dengan kalian semua, nanodayo" kata Midorima sambil mengobati kaki Seiji yang terluka. "hari ini, keberuntungan Libra sedang dalam posisi terakhir" katanya menambahkan.
"Tapi Atsushi juga Libra" kata Himuro tersenyum.
"Ah, itu karena ia sedang bersama benda keberuntungan yang sedari tadi ia kunyah terus itu, nanodayo. Sungguh, sampai kapan kau mau mengunyah permen karet itu, Murasakibara" katanya sambil membetulkan posisi kacamatanya.
"Mido-chin berisik ah~ kan ini benda keberuntunganku, masa aku buang~" katanya dengan suara yang malas. "Kalau begitu, aku akan memberi sisa permen karetku pada Kazu-chin dan Sei-chin~ supaya mereka tidak terkena sial lagi~" katanya sembari memberi permen karet kepada sepasang kembar yang langsung mengucapkan terimakasih pada Murasakibara.
"Tapi aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian semua disini, nanodayo"
"Aku pun tidak menyangka akan bertemu kalian semua disini" kata Seijuurou tertawa kecil.
"Kurasa mungkin ini bukan kebetulan" balas Tetsuya sambil tersenyum.
"Kalau bukan kebetulan, lalu apa dong, Kurokocchi?" tanya Kise penasaran.
Kuroko tersenyum "Mungkin ini takdir"
"Ha? Oi, Tetsu, kepalamu tidak terbentur, kan? Cukup Kaki Seiji saja yang luka." kata Aomine sambil menatap wajah Tetsuya.
"Aku serius kok, Aomine-kun, memangnya mukaku terlihat seperti sedang sakit?"
Kini Seijuurou yang tersenyum kecil "Aku tidak peduli disebut apa kebetulan ini, tetapi aku senang bisa bertemu dengan kalian diwaktu yang bersamaan setelah sekian lama."
Lalu, setelah mereka semua mengobrol dengan panjang-lebar, terlihat Kazuya dan Seiji yang tengah mengantuk, dan saat itu juga mereka baru menyadari bahwa mereka telah mengobrol dengan begitu lama. Akhirnya mereka berpisah untuk ke kamar masing-masing. Tetsuya menggendong Kazuya dan Seijuurou menggendong Seiji. Sesampainya di kamar, mereka menidurkan kedua malaikatnya itu di atas futon yang sudah tergelar dengan rapi.
"Aku senang bisa meluangkan waktu liburanku bersama dengan kalian, bagiku, hanya kalian pusat kebahagianku, Tetsuya" kata Seijuurou sambil memeluk pinggang Tetsuya.
Lampu kamar memang sudah mereka matikan, selain untuk mengistirahatkan mata Kazuya dan Seiji, Seijuurou dan Tetsuya juga sudah cukup lelah dengan kegiatan yang telah mereka lakukan pada hari ini, mereka pun memutuskan untuk tidur.
"Aku juga senang bisa meluangkan waktuku bersama Seijuurou-kun, Kazu-kun dan Sei-kun" katanya sambil menyandarkan tubuhnya ke depan dada milik Seijuurou, kemudian Seijuurou memeluk Tetsuya dengan lembut.
"Oyasumi, Tetsuya" katanya sambil mengecup dahi Tetsuya.
"Oyasumi, Seijuurou-kun" Dan Tetsuya kini menaikkan kepalanya untuk mengunci bibir mereka berdua.
Ditengah Malam, Seiji terbangun dan melihat keadaan sekitarnya. Ayahnya telah tidur sambil memeluk Ibunya, ia tersenyum kecil lalu melihat sosok Kazuya yang masih tertidur "Oyasumi, Kazuya" katanya sambil menggenggam tangan Kazuya.
"Oyasumi, Seiji" balas Kazuya, yang sontak membuat Seiji kaget, karena ia sudah mengira Kakak Kembarnya itu telah memasuki dunia bawah sadarnya.
"Besok pasti akan menjadi hari yang menyenangkan" kata Kazuya tersenyum "Aku senang Otou-san dan Okaa-san bisa meluangkan banyak waktu bersama" balas Seiji.
"Tidurlah, Seiji, kita membutuhkan banyak energi untuk besok" katanya tersenyum kecil.
"Kau juga, Kazuya" Dan akhirnya, keduanya pun menutup mata mereka berdua, mereka tahu bahwa besok akan menjadi hari yang lebih menyenangkan dari hari ini, bersama Ayah dan Ibunya yang sangat mereka sayangi tentunya.
~Owari~
