Disclaimer: I am not, in any way, take any profit from the story and that all creative rights to the characters belong to their original creator(s). Naruto © Masashi Kishimoto.
Jejak Bulan di Atas Air
blackpapillon
Side story: dewasa itu
.
.
Neji memang bukan tipe orang yang gemar mengumbar perasaannya terhadap orang lain. 'perasaan' di sini, berarti benar-benar seluruh perasaannya. Apa yang sedang ia rasakan dalam hatinya.
Dan sudah beberapa hari ini ia bingung. Spot favoritnya saat sedang berpikir adalah sebuah kursi malas panjang di dekat jendela, dan sudah beberapa hari ini ia terus duduk di sana, merenung; tak memedulikan tatapan heran teman-temannya.
"Kurasa sebaiknya kau membiarkan adikmu agak bebas sedikit. Dia juga sudah dewasa, bukan?"
"Dewasa tidak hanya dilihat dari hal-hal kecil yang mungkin sedang anda pikirkan sekarang, tuan. Sebaiknya anda perhatikan saja dari kejauhan dan anda akan begitu kaget saat menyadari adik anda sudah begitu dewasa."
Bingung. Bagaimana mungkin pernyataan dari seorang gadis bisa membuat otaknya kalut begini? Beberapa hari ini, ia nyaris hanya memikirkan hal itu saja. Ia mengakui ia terlalu melindungi Hinata. Itu semata-mata karena ayah Hinata-lah yang menitipkan Hinata kepadanya, karena mereka bekerja di lingkungan yang sama.
Apa benar dia terlalu overprotektif?
Dia tahu, Hinata sudah dewasa. Sembilan belas tahun. Bahkan menurut beberapa anggota keluarganya, Hinata sudah dalam usia yang cukup untuk menikah. Hal itu juga sudah menjadi pertimbangannya. Karena itu, ia akan menjaga Hinata dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai Hinata mendapatkan lelaki yang payah untuk menjadi pasangannya! Pokoknya, langkahi dulu mayatku… oke, itu terlalu berlebihan. Tapi, pokoknya, begitulah kira-kira.
Ia sudah melakukan hal yang terbaik…kan?
"Dewasa tidak hanya dilihat dari hal-hal kecil yang mungkin sedang anda pikirkan sekarang, tuan."
Kata-kata gadis itu kembali muncul di pikirannya. Benar-benar mengganggu. Hal-hal kecil yang aku pikirkan? Pikir semacam apa? Dewasa… dewasa memang tidak hanya dilihat dari umur. Tanggung jawab, inisiatif dan kepedulian juga salah satu bentuk kedewasaan. Heh, tentu saja dia tahu. Lalu bagaimana cara mencapai kedewasaan itu?
Bagaimana cara Hinata menggapai kedewasaannya?
Neji membelalakkan mata. Seakan-akan ada sebuah bola lampu yang mendadak menyala terang di dalam kepalanya. Pencerahan. Jawaban. Untuk pertama kalinya ia berpikir, bahwa kata-kata gadis berambut cokelat itu ada benarnya… sebenarnya, mungkin ialah yang belum dewasa. Ia bangkit dari kursinya, lalu meregangkan tubuhnya.
Kau seharusnya memberinya sedikit tanggung jawab, bodoh.
.
Yaaa, mungkin mulai besok ia akan mencoba sedikit menahan diri…
Fin
Terima kasih sudah membaca.
Blackpapillon
