Kuroko no Basuke Fanfiction
Drabble - 15
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
KOKIA - Harmony
Rating : T
Warning : Demon!Akashi x Human!Kuroko
Pair : Akakuro
A/N : Minna~ Fic kali ini bisa dibilang Songfic? Author mendapat ide dari lagu yang dibawakan oleh KOKIA, dan author pikir lagu yang KOKIA bawakan ini memang cocok dengan scene yang berada di fic kali ini. Sebenernya lagu Harmony ini mirip dengan lagu Chowa oto with Reflection, tapi author lebih memilih Harmony sebagai theme song untuk cerita ini XD Sekilas tentang cerita, diingatkan bahwa Akashi yang berada disini bukanlah sosok Manusia, tetapi bisa dibilang Makhluk lain yang menyerupai sosok Manusia. Semoga kalian suka ya dengan ceritanya :D
Akhir kata, Author ucapkan arigachuuu~~ buat semua yang sudah men-riview, fave, follow, alert, pm, bahkan untuk semua silent reader yang telah membaca fic abal-abal ini.. :D maaf juga bila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan m(_ _)m
dan Author dengan senang hati akan menerima masukan dan kritik kalian :D
Happy Reading, all..
With Love,
Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz
[Shizukesa no naka hitotsubu ochita da ke
hirogaru hamon ni nami utsu ido no soko]
-? POV-
Langkah kaki seseorang tiba-tiba membangunkanku untuk kesekian kalinya. Aku tersenyum dalam hatiku, dia selalu datang kemari. Hal ini bermula ketika 5 tahun lalu? Saat ia pertama kali menemukanku bersama dengan reruntuhan tua ini. Saat itu, dia yang masih berumur 12 tahun menemukanku yang terkubur didalam reruntuhan yang jarang didatangi oleh orang-orang, mungkin tempat yang cocok baginya untuk bersembunyi.
Kuroko Tetsuya, ia datang lagi ketempatku hari ini. Meskipun aku tidak bisa melihat sosoknya, tetapi aku bisa merasakan bahwa ia adalah sosok pemuda yang manis, sekaligus rapuh. Suatu hari ia pernah bercerita padaku, tentang bagaimana keluarganya selalu memukulnya. Dan dia diam, tapi dibalik kesunyian itu, aku bisa mendengar sebuah isakan kecil yang nyaris tidak terdengar, Ia menangis. Ingin rasanya aku membuka mataku, bergerak dari tempatku saat ini, dan memukul balik siapapun yang berani menyakitinya. Namun, hal itu adalah hal yang mustahil kulakukan. Aku disini, terdiam tanpa bergerak sedikitpun, hanya hatiku yang berbicara saat ini.
Sudah hampir ratusan tahun aku tertidur dalam kesunyian, aku bahkan tidak mengerti mengapa aku bisa tersegel dalam keadaan seperti ini, dalam sebuah Kristal berwarna Merah aku tertidur. Dibalik reruntuhan di ujung hutan yang tak jauh dari suatu desa kecil, disanalah aku berada. Tempatku berdiam adalah spot terbaik yang tak pernah ditemukan oleh makhluk hidup lainnya yang berada disini, sampai akhirnya seorang manusia bernama Kuroko Tetsuya menemukanku.
"Aku datang lagi" katanya dengan suara yang kecil. Aku bisa membayangkan kasat senyum tampak diwajahnya, ia berjalan mendekat kearahku. Dan aku bisa mendengar suara ranting pepohonan yang digeser olehnya, aku tahu ia duduk disebelahku saat ini. "Bagaimana keadaanmu hari ini? Kurasa kau sehat, meskipun aku tidak tahu apakah kau akan sadar setelah 5 tahun aku terus mengunjungimu" katanya tertawa kecil.
'Aku selalu sehat, Kuroko. Sayangnya aku tidak bisa berbicara padamu saat ini' kataku membalas perkataannya yang mustahil ia dengar itu.
"Hari ini, kurasa mereka merencanakan sesuatu kepadaku. Aku takut. Mereka tidak pernah memanggilku dengan nada yang ramah, mereka tidak pernah menyuruhku makan dengan makanan yang belum tersentuh oleh mereka, dan mereka tiba-tiba menyuruhku untuk tidur di kasur. Aku tahu mereka merencanakan sesuatu" Katanya dengan nada yang lirih.
Aku terdiam, sejak Kuroko menemukanku, selam 5 tahun itu juga tak pernah sekalipun ia menerima kasih sayang layaknya keluarga. Setiap ia datang ketempatku, ia selalu mendapatkan luka baru, bahkan beberapa kali kudengar langkah kakinya yang diseret-seret. Sungguh kelewatan, manusia macam apa yang selalu memukuli anaknya sendiri itu.
"Sejak pertama kali aku datang menemukanmu, aku selalu terpana dengan warna Merah dirambutmu itu. Berapakah umurmu saat ini? Kurasa kita seumur sekarang" katanya tertawa kecil.
Setelah Kuroko membicarakan banyak hal padaku, tak lama aku mendengar Kuroko menghela nafas "Bila aku kembali lagi kemari, maukah kau menyebutkan siapa namamu?" Kurasakan Kuroko menyentuh Kristal tempatku berada dengan telapak tangannya. Lalu, bisa kurasakan ia tersenyum sedih "Selamat Tinggal" katanya sebelum berdiri kemudian pergi.
Sesuatu akan terjadi pada Kuroko, dan aku tahu itu. Aku mengutuk diriku, mengapa disaat aku menemukan seseorang yang berarti bagiku, bahkan aku tidak bisa melindunginya? Hatiku seolah tersayat ketika ia datang dan menangis disebelahku, dalam kesunyian. Meskipun aku ingin memeluknya saat itu, merangkulnya dalam dekapanku, tetapi semua nihil. Aku hanya bisa terdiam, tanpa bergerak, tanpa bersuara apapun.
Entah sudah berapa hari berlalu setelah kedatangan Kuroko, tempat ini begitu sunyi tanpa kehadirannya. Aku mencoba mengingat siapa diriku sebenarnya, Mengapa aku bisa berada disini, Mengapa aku tersegel seperti ini. Tetapi semua usahaku itu nihil, aku tidak mendapat jawaban apapun dari pertanyaan yang terus mengalir dalam benakku itu.
Lalu, aku mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru, suara nafas yang tersengal-sengal. Aku tahu langhak kaki siapa itu, aku mengenalnya.
"Sakit.." katanya meringgis ketika ia sampai ditempatku.
[Zawatsuita watashi no kokoro no mori wo yusaburu kogarashi yo
kyouzon dekiru mono nara sono mama de]
DEG
Hatiku seakan berhenti, apakah sesuatu terjadi padanya?
"B..Biarkan aku bersembunyi disini.." suara isakan kecil dapat terdengar darinya, aku tahu, ia sedang menangis.
Lalu, dari jauh aku bisa merasakan sesuatu. Sesuatu yang mengincarnya, sesuatu yang bukan manusia yang sama dengan dirinya.
DEG-DEG
Eh? Mengapa aku tahu bahwa sesuatu itu bukan manusia? Aku bahkan tidak bisa melihatnya.
DEG-DEG-DEG
Perasaan apa ini? Mengapa.. dadaku sakit?
Lalu, kudengar suara itu dengan jelas, 1 Makhluk lain kini berdiri dimuka gua tempatku berada, dibalik reruntuhan. "Aku menemukanmu, Kuroko Tetsuya"
Aku bisa merasakan Kuroko menghentakkan suaranya, ia ketakuan. Aku tahu, ia sangat ketakutan.
Kudengar Makhluk itu mendekat dan menarik paksa tangan Kuroko.
"Tidak! Aku tidak mau pergi! Lepaskan aku!" katanya berteriak.
'Sial! Mengapa aku sangat tidak berdaya seperti ini! Mengapa aku sangat tidak berguna seperti ini!'
"Kau mangsaku, keluargamu telah memberimu kepadaku, karena kau adalah makananku, sekarang kau harus ikut denganku! Aku, Fire Demon akan memakanmu!" katanya dengan suara yang menakutkan. Kurasakan ia menggerang.
Fire..Demon?
DEG-DEG-DEG-DEG
"Aku akan memakanmu!" katanya dengan suara yang lantang, Kurasa ia akan menyerang Kuroko.
'Tolong' Suara Kuroko kini bergema dalam pikiranku.
-Normal POV-
[Dare mo ga kono mori de shizuka na koe wo kiite zatsuon ni namida shita]
Kobaran api kini tersebar disekitar tempat itu. Sang Demon pun menghentikan gerakannya, ia melihat kearah sekitar, kebingungan dengan api yang tiba-tiba menyulut disekitarnya itu.
'Apakah permintaanmu?' Sebuah suara dapat terdengar dari benak Kuroko Tetsuya.
'S..Siapa kau?'
'Hal itu tidak penting sekarang, apakah permintaanmu?'
Kuroko tidak membalas pertanyaan itu langsung, ia terdiam, sebelum kembali berbicara 'aku ingin hidup, aku ingin merasakan kasih sayang layaknya orang lain, aku ingin seseorang dapat melindungiku'
'Accepted'
[3 25 15 21 23 1]
Dan Kristal dimana pemuda dengan surai Scarlet itupun pecah, kepingan Kristal itu menyebar dan menjadi sulutan api yang membuat api lainnya semakin menyala. Pemuda tersebut kemudian turun secara perlahan, seolah tubuhnya kini melayang untuk menyentuh permukaan tanah. Kini, sepasang iris mata Crimson terlihat, warna yang senada dengan helaian rambut yang dimilikinya.
"Fire Demon, kuperintahkan kau agar melepaskan Tetsuya Kuroko" katanya dengan nada yang dingin.
"Kenapa aku harus melepaskannya? Ia mangsaku!" katanya sambil menggerang.
Namun Pemuda dengan rambut berwana Scarlet itu tersenyum kecil "Apa kau masih sayang dengan nyawamu? Kau tahu apa yang akan terjadi jika kau melanggar perintah Guardian of Fire?"
Fire Demon itupun tersentak, ia melihat kearah Pemuda tersebut dengan mata yang melebar "A..Akashi-sama" katanya dengan nada ketakutan "Ma..maafkan kelancangan saya, sesuai dengan titah penguasa Demon of Fire, akan kulepaskan Kuroko Tetsuya" katanya sambil menunduk.
"Bagus, pergilah sekarang" sekali titah yang dilontarkan oleh pemuda yang disebut sebagai Akashi-sama itu berhasil membuat Fire Demon itu pergi meninggalkan mereka berdua.
Kuroko hanya terpana dengan kejadian yang ada dihadapannya ini, ia mencoba memproses kronologi kejadian yang terjadi saat ini. Ketika ia nyaris dikorbankan oleh orangtuanya sendiri, ia kabur ke tempat dimana ia selalu berbicara dengan pemuda bersurai Scarlet ini sambil dikejar oleh Fire Demon, dan sesaat ketika ia nyaris dimakan oleh sang Demon, Pemuda yang selama ini menjadi tempat curhatannya itu seakan bangkit dari liang kubur.
Pemuda berambut Scarlet ini tertawa kecil melihat wajah pemilik iris mata Aqua yang tampak kebingungan. "Kuroko Tetsuya" katanya sambil berjalan kedepan lalu dalam sekejab memeluk Pemuda berambut Icy Blue tersebut.
"Namaku Akashi, Akashi Seijuurou" katanya sambil melepas pelukannya, sepasang iris Crimson kini bertemu dengan sepasang iris Aqua "Bukankah kau mengatakannya? Disaat kita bertemu lagi, kuharap aku bisa menyebutkan namaku"
'Ah' Pikiran Kuroko kini seakan terhubung kembali "Akashi Seijuurou?" kata Kuroko sambil meletakkan tangan pemuda tersebut ke pipinya "Akashi-kun" katanya sambil tersenyum.
Dan benar dugaan Akashi Seijuurou, Kuroko memiliki perawakan yang sangat manis, tetapi sekaligus terlihat rapuh.
"Aku akan melindungimu" katanya melangkah maju dan mencium kening Kuroko.
-xXx-
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
Semenjak kejadian dimana Akashi membuka matanya pertama kali, semenjak saat itupun kehidupan Kuroko Tetsuya berubah. Akashi membawanya pergi dari tempat dimana ia dilahirkan itu, membawanya kedunia luar, dunia yang belum Kuroko lihat selama 17 tahun ini.
Akashi sangat menyukai Kuroko, ia telah berjanji akan melindungi Pemuda yang ada dihadapannya ini. Meskipun kontrak yang telah Kuroko sebutkan bahwa ia ingin seseorang dapat menyayangi dan melindunginya, ia melakukannya bukan atas dasar kontrak tersebut, tetapi berdasarkan perasaan tulus yang berasal dari hatinya.
Setahun pun berlalu tanpa terasa, ia banyak menemukan berbagai orang-orang dan Guardian lainnya. Seperti ketika mereka tiba di suatu kota, Kuroko bertemu dengan Aomine Daiki, sahabat sejak kecilnya yang telah meninggalkan desa tempatnya tinggal ketika ia berumur 10 tahun, disampingnya terlihat sosok Guardian of Light, Kise Ryota.
Lalu, saat mereka pergi daerah pegunungan, mereka menemukan Guradian of Wind yang telah tinggal disana setelah bertus-ratus tahun lamanya, Midorima Shintarou. Disanalah Akashi bertukar pikiran mengapa ia bisa tersegel sedangkan Guardian lainnya tidak, namun Midorima tidak berbicara apapun, ia hanya menyarankan untuk membuang masa lalu itu.
Ditempat lain, kami bertemu dengan Guardian Of Earth dan Guardian of Darkness, yaitu Murasakibara Atsushi dan Tatsuya Himuro. Meskipun terkadang Murasakibara terlihat sendiri, tetapi ada waktu dimana ia akan terlihat bersama dengan Himuro. Murasakibara tampak kaget ketika melihat Akashi kembali, namun tak lama ia memeluk sang Guardian of Fire tersebut dalam pelukannya, ia bilang bahwa ia merasa kehilangan ketika Akashi 'tertidur'.
Lalu, suatu hari, kejadian yang tidak terduga terjadi. Sesuatu yang merubah hubungan diantara kami berdua, Kurasakan bahwa Akashi Seijuurou berbeda dari dirinya yang biasanya, sifatnya yang gentle itu berubah. Dan itu bermula dari kejadian itu.
Saat itu, Akashi tengah melindungi Kuroko Tetsuya dengan badan yang terluka parah, selama beberapa hari ini kondisinya memang sedang buruk, ditambah kekuatan api yang dia gunakan untuk mengatur sumber panas yang berada di bumi ini. Lawannya kali ini merupakan seorang Judgement, ia mengatakan bahwa tidak seharusnya seorang Guardian memiliki hubungan dengan seseorang, terlebih manusia. Dan Judgement itu nyaris membunuh Kuroko Tetsuya. Marah dengan apa yang dilakukan olehnya, akhirnya Akashi memberi sebuah perlawanan, meskipun dengan kondisinya yang sudah sempoyongan.
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
Akashi tertunduk, bahkan kedua kakinya tidak bisa menopang tubuhnya. Kepalanya seakan berputar, dan semua menjadi samar-samar. Suara teriakan Kuroko Tetsuya dapat terdengar ditelinganya, memintanya untuk menghindari serangan sang Judgement tersebut. Namun nihil, tubuhnya sudah tidak bisa ia gerakan sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Apakah ia akan meninggal? Apakah ia akan melanggar janji sekaligus kontraknya dengan Kuroko Tetsuya?
Dan sesaat, bayangan ketika Kuroko sedang menangis terlintas di pikirannya, Kuroko yang sendiri, memeluk kedua lengan kakinya dalam kesunyian, isakan kecil yang ia keluarkan, airmata yang mengalir dipelupuk matanya. Seorang Kuroko Tetsuya yang rapuh tanpa dirinya. Seorang Kuroko Tetsuya yang tidak ingin ia tinggalkan.
Dan sesuatu terjadi, ketika serangan itu nyaris mengenai seorang Akashi Seijuurou, kini ia berdiri dengan perlahan, menghentakkan jemarinya kedepan, seolah memasangkan sebuah barrier perlindungan dari serangan Judgement tersebut. Ia lalu tertawa sinis, tawa yang belum pernah Kuroko dengan selama ia bersama dengan seorang Akashi Seijuurou, tawa yang begitu menakutkan. Tanpa aba-aba lagi, Akashi lalu mengangkat kedua tangannya keatas, tanah yang sedaritadi ia diami lalu retak dan muncul sulur-sulur api yang melilit sang Judgement tersebut. Dan dalam seketika, Sang Judgement itu terbakar oleh kobaran api.
[Ureramu ureramu ureramu oto
nimiunooto denzushi denzu sea denzu sea
ureramu ureramu ureramu oto
nimiunooto uroma uroma uroma uroma]
Kuroko Tetsuya kini mendekat kearah Akashi, dan begitu terkejutnya ketika ia melihat iris mata Heterochrome, Crimson-Golden Yellow yang kini ditunjukkan oleh Akashi.
"Akashi-kun?"
"Kenapa, Tetsuya?" Nada Suaranya terdengar begitu Arogan, ia tersenyum, senyum yang berbeda dari senyum yang biasanya Akashi Seijuurou perlihatkan.
Ia takut, Siapa pemuda yang berada dihadapannya ini?
Kuroko lalu melangkahkan kakinya mundur, sebelum tangannya kini ditarik oleh Akashi secara paksa. "Kenapa? Kau takut padaku, Tetsuya?"
Tidak. Akashi bahkan tidak pernah memanggilnya dengan nama kecilnya itu. Ia selalu memanggilnya dengan nama 'Kuroko'.
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
Tangan Akashi kini memegang dagu milik Kuroko, sebelum ia maju dan mengunci mulut mereka berdua. Meskipun Kuroko menyukai Akashi, tetapi ini salah, ia takut. Kuroko langsung mendorong tubuh Akashi sekuat tenaga, melepaskan tubuhnya dari dekapan Akashi.
Lalu Akashi memandang kearah Kuroko dengan tawa yang sinis "Kenapa? Bukankah kau menyukaiku, Tetsuya? Hm?" katanya dengan nada yang dingin, yang berhasil membuat Kuroko menggingil.
"Kau..siapa kau?"
"Bicara apa kau? Aku Akashi, Akashi Seijuurou, Tetsuya. Aku adalah Absolut, siapapun yang berani menentangku, akan kubunuh." katanya sambil menunjukkan tangannya ke dadanya, tersenyum dengan muka yang arogan.
"Tidak.. Akashi-kun tidak seperti ini" Airmata dapat telihat di pelupuk mata Kuroko, ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, mencoba untuk menahan tangis yang ingin ia keluarkan.
Melihat Kuroko yang menangis saat itu, tiba-tiba tubuh Akashi terpaku. Kuroko tidak berani menatapnya saat ini.
"Kuroko?" Dan ketika suara itu memanggilnya, suara yang amat dikenalnya selama setahun lebih itu memanggilnya, ketika Kuroko menatap wajah pemuda tersebut, ia telah melihat seorang Akashi Seijuurou yang kini ambruk, tepat dihadapannya.
"Akashi-kun!" katanya sambil berlari menghampiri Akashi.
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
Akashi kini membuka matanya, sepasang iris Crimson kini memandang pandangan mata Aqua yang tampaknya khawatir akan keadaannya. Hari sudah mulai gelap ketika ia sadarkan diri, ditambah badannya telah dililitkan oleh beberapa perban.
"Akashi-kun!" kata Kuroko setengah berteriak.
"Apa.. yang terjadi, Kuroko?" tanyanya sambil mencoba untuk duduk.
"Kau.. tidak sadarkan diri semenjak pertarunganmu dengan Judgement" kata Kuroko sambil menundukkan wajahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Akashi sambil memandang kedua tangannya "Kenapa aku berada disini saat ini? Bagaimana dengan Judgement itu?"
Kuroko melebarkan matanya "Kau tidak mengingat apapun, Akashi-kun?"
Akashi menggelengkan kepalanya.
"Kau.. habis menangis, Kuroko?" katanya sambil memegang pipi Kuroko dengan lembut.
Kuroko tersenyum kecil "Akashi-kun.." katanya dengan nada yang lega "Jangan tinggalkan aku" katanya sambil memandang wajah Akashi dengan mata yang berkaca-kaca.
Akashi lalu mencium mata Kuroko dengan lembut "Aku disini" katanya sambil memeluk Kuroko dengan lembut "Aku disini, Kuroko" katanya sambil tersenyum.
"Akashi-kun.." Dalam pelukan Akashi, Kuroko yang kini sudah merasa lega tampak tertidur didalam pelukan Akashi. Selama beberapa hari ia tetap berjaga, menunggu Guardian of Fire ini membuka matanya. Ia cukup lelah, ditambah dengan luka yang ia dapat dari sang Judgement itu.
Akashi kemudian mengelus kepala Kuroko yang tertidur itu.
"Aku akan melindungimu, Kuroko" katanya sambil tersenyum.
Sinar rembulan kini menyinari mereka berdua, api dari perapian kecil yang Kuroko buat masih menyala dengan hangat. Akashi kini memandang kearah atas, melihat langit dan Bulan yang berada di atas kepala Scarletnya itu.
Lalu ia tersenyum kecil, suara arogan dapat terdengar sembari ia mengelus kepala Kuroko.
"Ya, aku akan melindungimu, Tetsuya"
Dan malam itu, kilatan Heterochrome milik Akashi terlihat ditengah gelapnya malam yang menyelimuti dunia ini, hanya sinar Bulan dan bintang yang menemani mereka ditengah hutan pada saat itu. Lalu, Akashi Seijuurou tersenyum, senyum yang sinis terpasang diwajahnya saat ini. Ia masih mengelus lembut kepala Kuroko Tetsuya yang kini tertidur di dalam pelukannya itu.
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
[Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi
nirimonoko]
~Owari~
KOKIA - Harmony Lyric & Translation
Shizukesa no naka hitotsubu ochita dake
Hirogaru hamon ni namiutsu ido no soko
In the midst of the silence, a single drop
Causes a ripple that spreads through the water at the bottom of the well
Zawatsuita watashi no kokoro no mori wo yusaburu kogarashi yo
Kyouzon dekiru mono nara sono mama de
The winter wind shakes the forest in my noisy heart
The things that can live with it stay as they are
Daremo ga kono mori de shizuka na koe wo kiite zatsuon ni namida shita
Everyone who has heard the quiet voice in this forest has shed tears at noise
3 25 15 21 23 1
(*) Rurekuteshieka wokitonakayada onirokokonoshi tawa
Tai tsuwazadekazushi teshisokunamae tahatookumeshihi nirimonoko
Ceaselessly and quietly forest this in sounds of cacophony the
Heart noisy my in peace restore
( * ) [1x]
Ureramu ureramu ureramu oto
Nimiunooto denzushi denzu sea denzu sea
Ureramu ureramu ureramu oto
Nimiunooto uroma uroma uroma uroma
Born is born is born is sound a
Sounds of sea the into sinks sinks sinks and
Born is born is born is sound a
Sounds of sea the with in blends blends blends and
( * ) [4x]
