Disclaimer: I am not, in any way, take any profit from the story and that all creative rights to the characters belong to their original creator(s). Naruto © Masashi Kishimoto.


Jejak Bulan di Atas Air

blackpapillon


20. Re-prologue

.

.

Oke! selamat datang kembali di kisah ini. Saya tahu mungkin kalian sudah bosan karena sepertinya kisah ini tak ada habisnya. Tapi—hei, itulah yang disebut 'kisah'! Mungkin kisah ini memang tidak seindah kisah seribu satu malam, tapi paling tidak panjangnya bisa saja bikin anda pusing seribu satu kali.

Sejujurnya, saya juga sudah capek menjadi narator. Pun, itu sebabnya kisah ini saya biarkan tertidur, tertidur, tertidur di dasar. Hingga saya hampir lupa bahwa saya masih berhutang kepada kalian untuk kembali menjadi sang pencerita. Bukan hanya kalian—para pembaca—saja, sebetulnya; karena saya menyadari, mungkin mereka yang saya ceritakan juga sudah capek diam saja. Bahwa mereka juga punya keinginan untuk menyelesaikan kisah mereka, menentukan nasib dan akhir kisah mereka. Karena itu, sudah saatnya saya, si pencerita, muncul lagi.

Namun—ah! sudah berapa lama sejak kisah ini mulai didongengkan? Oh, dua tahun rupanya. Bukan waktu yang bisa dibilang pendek. Bagi seorang anak, dua tahun adalah masa-masa ingin tahu dan kelakuan yang tidak terduga. Begitu pula dengan kisah ini, kisah ini baru saja menginjak babak baru. Dimana berikutnya akan terjadi perubahan lagi, lagi, lagi, dan lagi. Ah tunggu, sampai mana memang?

Hmmm. Kalau begitu mari kita ulang lagi dari awal. Tunggu, saya harus membuka lagi bukunya. Terlalu lama ditutup hingga halamannya pun jadi berdebu—uhuk, uhuk!

Baiklah. Kisah ini dimulai di saat bunga-bunga tengah mekar penuh, di bulan Mei, saat udara hangat dan menyenangkan. Ini negara antah-berantah bernama Kekaisaran Konoha; terletak di benua Hi, sebagai salah satu negara yang besar, dan dikenal memiliki tentara yang kuat. Satu yang unik, adalah para panglimanya yang masih muda, sehingga makin mengukuhkan negara itu sebagai negara yang tangguh. Meskipun zaman sudah semakin maju, Negara ini tetap menggunakan sistem kekaisaran sebagai sistem pemerintahannya, dan tetap menjaga budaya tradisionalnya. Hal ini semata-mata disebabkan karena rakyat begitu mencintai Kaisarnya, sehingga tidak ada perubahan sistem pemerintahan meskipun lambat laun hal tradisional mulai digantikan elektronika.

Sebetulnya kejutan ini baru saja dimulai beberapa belas tahun ke belakang, saat Kaisar yang sekarang baru naik tahta. Karena usianya saat naik tahta relatif muda, maka tak heran kalau ia juga memilih rekan kerja yang juga masih muda. Termasuk saat ia memilih para panglimanya, yang secara kebetulan, dua dari mereka berada dalam pengasuhan lingkungan istana sejak kecil. Para panglima itu, rata-rata seusia dengan puteri tunggal Kaisar.

Nah, dari sinilah cerita itu bergulir. Kisahnya sederhana saja, karena kebahagiaan lebih menyenangkan untuk diceritakan, begitu. Tidak mengambil banyak tempat, karena saya juga malas pergi kemana-mana. Sang puteri, yang masih remaja, para panglimanya, yang juga masih muda, dan tak lupa beberapa dayangnya, yang juga seusia. Begitulah. Kalian tentu sudah bisa menebak jalan ceritanya seperti apa, bukan? Yang perlu saya lakukan hanya kembali mengingatkan kalian, siapa saja yang terlibat di dalamnya...

Ada Haruno Sakura, puteri tunggal dari kaisar yang sedang berkuasa. Parasnya biasa-biasa saja, namun rambutnya yang berwarna unik membuatnya tampak menarik (meskipun kata Naruto kilauan merah jambu dari rambut sepanjang punggung itu bisa menarik gagak untuk hinggap). Sebagai puteri, dia diharuskan bersikap lemah lembut dan sopan, namun bila bersama sahabat-sahabatnya, dia bisa berubah menjadi cerewet dan berisik. Biarpun begitu, puteri yang satu ini memiliki otak yang cerdas. Selain mempelajari ilmu pemerintahan yang memang menjadi kewajibannya, ia memiliki minat pada dunia pengobatan dan juga astronomi. Itulah sebabnya, ia mempelajari pengobatan pada ahli medis istana, Tsunade; dan sebuah teleskop bertengger rapi di teras kamarnya, yang ia gunakan hampir setiap malam.

Lalu, ada Uchiha Sasuke. Eh? Mengapa dia diletakkan setelah Sakura, katamu? Jangan cerewet, deh! Oke, memang lelaki yang satu ini bukan betul-betul tokoh utama, tapi dia adalah orang yang disukai Sakura sejak kecil. Mengalami trauma karena pembunuhan massal keluarganya saat masa-masa pemberontakan, Uchiha kecil menjalani masa kecilnya di istana sebagai anak angkat perdana menteri istana. Ia memiliki seorang kakak yang sekarang sedang menjalani tugasnya sebagai utusan diplomatik antara Konoha dan Suna. Berasal dari klan Uchiha yang tangguh membuat pemuda berusia dua puluh tahun ini cerdas dan cepat menyerap ilmu, sehingga wajar ia dapat menjadi salah satu panglima pasukan yang disegani. Ia tidak tinggal bersama orang tua angkatnya, melainkan di asrama panglima, yang terdapat di sebelah barat istana.

Ngomong-ngomong, biarpun status cowok ini adalah 'cowok yang disukai Sakura', bukan berarti mereka sering berbincang-bincang. Karena Sasuke bukan tipe orang yang mudah diajak bicara. Meskipun masa kecil mereka lewatkan bersama, keduanya jarang bertegur sapa. Namun, siapa sangka kalau masing-masing sebenarnya saling memperhatikan apa yang masing-masing lakukan. Sebuah insiden kecil membuat mereka bisa mengobrol lebih banyak lebih biasa, dan akhirnya membuat hubungan mereka jadi cukup dekat. 'Cukup', lho!

Kakak Sasuke, Uchiha Itachi, memiliki kepribadian yang lebih santai dibanding adiknya. Mungkin karena dibesarkan di tempat yang berbeda, dan tugasnya banayak mengharuskan ia bersosialisasi dengan orang lain. Sering saling menyindir, namun Itachi juga menjadi salah satu orang yang paling dekat dengan Sasuke. Kalau ada kesempatan pulang ke Konoha, mereka sering mengobrol panjang sampai malam. Oh iya, kelihatannya Itachi juga menyadari perubahan Sasuke, dan sering menggodanya.

Yamanaka Ino, adalah salah satu sahabat terdekat Sakura. Biarpun ia hanya dayang biasa, ia diizinkan mengurus keperluan pribadi Sakura. Dan dayang bermulut tajam ini tidak segan-segan menyiram Sakura di wajahnya agar ia bisa bangun. Biarpun kadang sembrono dan seenaknya, gadis berusia sembilan belas tahun ini adalah pendengar yang baik. Yah, meski memang kalau memberi nasihat, kejamnya minta ampun.

Tandem 'perang'nya setiap hari, selain Sakura, adalah salah satu panglima pasukan yang lain, si jenius ahli strategi, Nara Shikamaru. Kebanyakan hanya satu pihak sih, karena Shikamaru adalah tipe orang yang lebih baik tidur daripada mendengar ocehan gadis yang satu ini. Tetapi, kelihatannya mereka nyaman-nyaman saja tentang hal ini. Ino adalah orang yang paling sinis soal Sasuke, meskipun ia mengakui kalau cowok itu cukup bertanggung jawab dan bisa diandalkan. Namun ia sangat mendukung Sakura dan membantunya bila dibutuhkan. Akhir-akhir ini, Ino tampak lesu dan kurang bersemangat seperti biasa. Kira-kira karena apa, ya?

Hanabishi Tenten, sahabat Sakura yang lain. Gadis bercepol dua ini bukan dayang. Ia adalah anak tunggal dari perdana menteri istana. Karena itu, ia memiliki akses masuk istana dengan bebas. Sebagai yang lebih tua, ia bersikap seperti kakak yang selalu menjadi tempat Sakura berkeluh kesah. Parasnya yang cantik membuat banyak pria terpesona, tapi jangan kira ia adalah puteri yang lemah gemulai. Tidak! Gadis ini berbakat dalam hal bela diri dan menggunakan senjata, bahkan ia menguasai ilmu dasar kunoichi. Impiannya adalah ikut serta melindungi Negara di medan perang, namun sayang ia tidak dapat turut serta. Sikapnya berubah lebih lembut akhir-akhir ini, meskipun masih mengeluh mengapa ia tidak bisa menjadi seorang kunoichi. Hmmmm…

Masih ada satu orang lagi sahabat Sakura, yaitu Hyuuga Hinata. Dia juga seorang dayang, namun sejak awal ia memang ditempatkan sebagai dayang berpangkat tinggi. Ia juga melewatkan masa kecilnya di istana, dididik untuk menjadi pendamping puteri. Keluarganya adalah keluarga terhormat yang cukup tua, keluarga Hyuuga. Keluarga Hyuuga sudah turun-temurun memasukkan anak perempuannya untuk bekerja di istana. Sebelum mencapai posisi penasehat rumah tangga puteri, mereka harus bekerja sebagai dayang pribadi puteri terlebih dahulu. Dan inilah jalan yang sedang ditapaki Hinata. Meski berasal dari keluarga terhormat, gadis ini rendah hati—kalau tidak bisa dibilang pemalu (Ino sering menyinggung soal ini). Selain itu, ia pandai memasak, lembut, dan penyabar. Mungkin karena sifat pemalu itu juga, hatinya berlabuh pada seorang pria yang ceria, bersemangat, dan selalu meledak-ledak; salah satu panglima pasukan, Uzumaki Naruto. Hal ini kadang membuatnya sedikit bersitegang dengan kakak sepupunya, yang juga bekerja di dalam istana sebagai panglima, Hyuuga Neji.

Hyuuga Neji, adalalah salah satu dari jenderal kekaisaran juga. Sikapnya tenang, kalem, dan paling dewasa—selain karena usianya yang relatif lebih tua dari teman-temannya. Ia dikenal sebagai ahli pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh. Tapi, kelihatannya dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita—kecuali ya adik perempuannya, Hinata. Dia sangat protektif terhadap adik sepupunya yang satu ini, membuat tak ada lelaki yang berani mendekat. Sepertinya dia punya impian memilihkan calon suami bagi Hinata—atau malahan, menikahi Hinata sekalian. Memang sih jadinya tak ada pemuda yang berani mendekatinya, tapi bagaimana kalau justru Hinata lebih dulu yang terlihat menyukai seseorang? Nah lho. Makanya Neji bingung bukan kepalang ketika ia tahu adik perempuannya itu menyukai Naruto.

Memangnya, seperti apa sih Uzumaki Naruto? Ia seusia dengan Sasuke, dan menjalani masa kecilnya bersama Sasuke, Sakura, Hinata, dan yang lainnya. Anak ini adalah anak angkat salah satu pejabat tinggi istana. Masa lalunya sama sekali tidak diketahui. Yang diketahui orang adalah, penggemar berat ramen ini sangat ceria, bersemangat, agak bodoh (ehm), dan sedikit ceroboh. Tetapi kalau soal insting dalam bertarung, jangan ditanya. Sifatnya yang seperti ini tidak menghalanginya untuk menjadi sahabat dekat Sasuke, biarpun sebetulnya mereka lebih sering bertengkar daripada berteman. Tapi, dia setia kawan. Ia agak lambat dalam urusan cinta, sedangkan Hinata lebih suka menyimpan perasaannya, sehingga Ino kesal pada dua orang itu setengah mati karena tidak pernah maju-maju. Tapi, akhir-akhir ini, Hyuuga Neji mulai menyadari gelagat-gelagat lain, sehingga memutuskan untuk menaruh perhatian lebih pada Naruto dalam rangka memastikan adiknya itu menyukai orang yang benar.

Masih ada lagi seorang jenderal kekaisaran—yaitu Sai. Di antara semuanya, orang inilah yanag paling tidak jelas asal-usulnya. Ia juga sama seperti Naruto dan Sasuke, menjadi yatim piatu dan dirawat di lingkungan istana sejak kecil, namun lebih lambat dari Naruto dan Sasuke. Orang ini juga sulit ditebak; dia senang menagamati dan mengomentari apa yang dilakukan teman-temannya dengan cara sinis, sehingga Naruto suka naik darah bila sedang dengan orang ini. Akhir-akhir ini, Sai sepertinya menemukan sesuatu yang menarik tentang Yamanaka Ino, sehingga sering mengomentari dayang berambut pirang, yang biasanya berujung dengan adu argumen panjang.

Yang bertanggung jawab atas pendidikan para jenderal muda ini, adalah Hatake Kakashi. Ia termasuk dalam jajaran dewan penting kekaisaran. Pria satu ini gemar membaca buku porno dan menggoda rekan-rekan sejawatnya, misalnya Umino Iruka, guru Naruto dan kawan-kawan selama pendidikan dasar, dan Shizune, asisten Tsunade yang juga bertugas di divisi yang sama dengan mereka. Selain itu, ia juga memperhatikan perkembangan anak-anak didiknya.

Salah satu teman mengobrol Kakashi, baik dalam pemerintahan maupun hal-hal lain, adalah Toshizo Yamanami, penasihat kekaisaran. Selain itu, pria setengah baya ini adalah ayah angkat Sasuke. Meskipun statusnya ayah angkat, Sasuke jarang bercerita kepadanya. Karena itu, ia banyak mengobrol dengan Kakashi untuk mengetahui perkembangan puteranya. Di luar itu,Toshizo dan istrinya adalah orang tua yang baik—mereka sabar dan menunggu sampai nantinya Sasuke akan bicara berterus terang pada mereka.

Akhir-akhir ini, karena ada tanda-tanda pemberontakan lama yang dulu sempat diredam muncul kembali, dan mengancam beberapa negara di benua Hi, Konoha memutuskan untuk kembali menegaskan hubungan diplomatiknya dengan negara tetangga mereka, Suna. Pemberontakan itu dicetuskan oleh Orochimaru, yang dulunya adalah salah satu orang top kekaisaran. Hal ini membuat Sasuke kembali mengingat masa lalunya—karena pembantaian massal keluarga Uchiha dilakukan oleh orang itu. Hubungan diplomatik antara Konohan dan Suna membawa tiga orang utusan Suna ke Konoha; tiga kakak beradik, yaitu Temari, Kankurou, dan Gaara. Tiga orang ini ikut berlatih dan bekerja bersama-sama para jenderal Konoha.

Selain ikut berlatih, mereka juga ikut serta dalam berbagai hal, termasuk kegiatan sosial. Keberadaan Gaara langsung menarik perhatian Sasuke, sementara itu Shikamaru yang biasanya tidak tertarik dengan apapun (kecuali igo dan shogi) kelihatannya agak penasaran dengan keberadaan Temari. Kedatangan tiga orang baru ini pun, menimbulkan hubungan orang-orang di istana jadi naik-turun.

Bergeraknya kembali kelompok pemberontakan ditandai secara resmi saat sebuah desa kecil di daerah utara, Nijigakure, diserang. Nijigakure adalah sebuah desa yang memiliki panti asuhan terbesar di Konoha. Ratusan anak yatim piatu terlantar karena orang-orang dewasa dibunuh, sedangkan Desa dibakar habis. Di tengah kekacauan, Sasuke yang masuk untuk mengevakuasi warga bertemu dengan Orochimaru dan kehilangan kendali. Sebelum hal itu berlanjut, Gaara datang tepat pada waktunya dan membawa Sasuke. Sasuke yang mengetahui ia kehilangan kendali dan diselamatkan oleh Gaara, harga dirinya terluka. Karena rasa kesalnya, ia membentak Sakura—yang sebetulnya datang karena mengkhawatirkan dirinya.

Sakura jadi serba salah dan merasa takut—saat itu, dia bertemu dengan Gaara dan Asahina Fuyu, anak yang diselamatkan Gaara dari tangan Orochimaru. Di lain tempat, Itachi yang juga datang, menjadi teman bicara Sasuke. Penduduk Nijigakure yang tersisa, yang kebanyakan anak-anak, dipindahkan ke sebuah paviliun di daerah istana. Para dayang memprakarsai sebuah pesta kecil untuk menghibur anak-anak yang emosinya terguncang.

Sasuke, setelah banyak dimarahi dan dinasihati oleh kakak dan kawan-kawannya—dan berpikir lama, serta Sakura, yang bicara dengan Ibu, sahabatnya, juga Gaara, bersama Fuyu yang masih mengalami shock emosional sehingga menyebabkan ia tak bisa bicara. Momen pesta kecil itu juga menjadi momen bagi mereka berdua untuk kembali saling bicara. Sasuke, biarpun kesal—diam-diam juga mengakui, Gaara ikut ambil bagian dalam membuat dirinya dan Sakura berbicara kembali. Namun, karena banyak hal yang terjadi itu, hubungan Sasuke dan Sakura jadi agak canggung… meski bukan canggung karena belum saling mengenal; melainkan canggung karena menyadari hal lain. Sementara, Konoha mulai menyambut datangnya musim panas.

Hanya itu yang terjadi? Tentu saja tidak. Masalah tidak hanya bergulir di antara mereka berdua. Ada Tenten yang membuka mata Neji bahwa Hinata sudah dewasa, sehingga ia sudah pantas untuk memilih siapa yang terbaik bagi dirinya. Lalu Neji yang kelimpungan dan jadi sering mengomel pada Naruto—yang polos sehingga tidak mengerti apa-apa. Shikamaru, yang jadi penasaran dengan keberadaan Temari meskipun mereka jadi sering adu debat; Ino yang merasa jengah dengan kehadiran Temari dan hal itu menarik perhatian Sai.

Lain anak muda, lain pula untuk kalangan tua. Sang permaisuri, Ibu Sakura, kelihatannya menyadari ada lelaki yang diperhatikan anak gadisnya. Sementara Kaisar, memutuskan memanggil kembali salah seorang orang kepercayaannya—yang juga seorang ninja terkenal, dan mantan rekan kerja Orochimaru—seorang ninja (mesum) bernama Jiraiya. Jiraiya yang sangat dikagumi Kakashi ini datang untuk memberikan latihan khusus pada para jenderal, terkait dengan gerakan pemberontakan yang muncul kembali.

Itukah yang kemarin saya sampaikan pada kalian? Ah, sepertinya memang begitu. Memang, cerita ini masih belum berakhir. Musim panas baru saja dimulai, dan bagi para jenderal muda ini, bagian awal baru saja dimulai. Lalu, bagaimana kelanjutannya? Tenang saja, karena saat ini, saya menceritakan ini semua dari awal, agar kalian bisa mengingatnya lagi. Karena sekarang, saya akan menceritakan kelanjutannya kepadamu…


The second part starts here.


Terima kasih sudah membaca.

blackpapillon