Kuroko no Basuke Fanfiction
Drabble - 25
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rating : T
Warning : Rakuzan!AU
Pair : AkaKuro
A/N : Chapie kali ini adalah request dari Myadorabletetsuya. Settingnya menggunakan Rakuzan!AU semoga fic-nya bisa sesuai harapan ya OwO)/
Buat Sagi Akabara dan Yuna Seijuurou, req-nya author udah masukin dalam list, author bakal post di 2 & 3 chapie selanjutnya XD arigatouu~
Thank You for all review, fav, alert, follow, and all silent readers, Thank you for all support.. I'm happy that you all enjoy this story :3
Arigatou ~ Author will be waiting for your review ;))
Happy Reading, all..
With Love,
Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz
Angin musim kemarau pada sore yang cerah berhembus dengan sepoy-sepoy. Namun, hari ini adalah hari yang begitu mengejutkan bagi para anggota Rakuzan. Mengapa? Karena pada saat ini terjadilah sebuah kericuhan yang sangat menggemparkan suasana Gym pada saat itu. Bagaimana tidak? Para anggota tim Rakuzan kini sudah berkeringat dingin saat seseorang yang baru mereka lihat pada saat itu tiba-tiba langsung memerintah sang Captain—Akashi Seijuurou yang sangat ditakuti oleh para tim Rakuzan tersebut.
Kharisma yang dibawa oleh pemuda bersurai Scarlet itu begitu istimewa, bahkan para senior pun patuh dalam aturannya saat ini, tidak ada seorangpun yang berani membantah perintah Sang pemilik manik Heterochrome tersebut. Namun, dengan mudahnya seseorang tidak menyetujui aturan dari Captain tersebut.
Para anggota First String kini sedang berkumpul bersama, mengikuti strategi yang baru saja dibuat oleh sang Captain. Mengambil istirahat sebentar, kini para anggota tim tersebut berpencar untuk merebahkan tubuh mereka sejenak. Hingga seseorang tiba-tiba berteriak karena kaget.
"HUWAHHH!"
"Kau kenapa sih?"
"T—Tadi aku melihat seseorang, tiba-tiba dia berjalan kedepan, padahal aku tidak merasakan kalau dia berada disekitar sini dari tadi."
"Hah? Memangnya ada anggota club kita yang seperti itu? Mungkin kau melihat Mayuzumi-senpai."
"Tidak, bukan Mayuzumi-senpai. Aku yakin bahwa rambutnya itu berwarna Icy Blue.."
.
.
Tidak jauh dari tempat tersebut, terlihatlah sosok Akashi Seijuurou yang tengah memberi sebuah hukuman pada tim Reguler karena kelalaian mereka.
"Bila kalian tetap melakukan hal yang sama seperti tadi, aku akan melipat gandakan menu latihan kalian lebih dari 30x. Sekarang, kalian semua berlari keliling lapangan!" titah Captain tersebut.
Para anggota tim inti kini sudah menunjukkan wajah yang pasrah. Mulai dari Mibuchi Reo yang merajuk pada Sang Captain untuk memberi mereka keringanan, Kotaro Hayama yang hanya bisa pasrah, Eikichi Nebuya yang tampaknya bergumul dalam hatinya, hingga Mayuzumi Chihiro yang bangkit berdiri, pasrah dengan titah sang Captain.
"Seijuurou-kun, tidakkah kau terlalu keras terhadap mereka? Kupikir apa yang mereka lakukan itu manusiawi, manusia pasti bisa melakukan kesalahan, 'kan?"
.
SINGGG~~
.
Suasa Gym tersebut langsung berubah menjadi hening bagai kuburan pada malam hari.
Siapakah orang yang berani-berani-nya berbicara seperti itu pada seorang Akashi Seijuurou? Dan—tunggu, apa katanya? 'Seijuurou-kun'?
Akashi Seijuurou kini melirik kearah pemuda tersebut. Manik Heterochrome dan Baby Blue kini bertemu dalam satu garis horizontal, mereka berdiam diri selama beberapa detik, saling menatap seolah tidak ada seorangpun yang ingin mengalah.
"Hey! Itu yang tadi kulihat barusan itu!"
"O—Oi! Cepat hentikan anak itu!" bisik salah seorang anggota dalam club tersebut.
"Dia cari mati sekali berbicara seperti itu didepan Captain, seseorang suruh dia kemari, mungkin dia anak baru!"
"Tetsuya," Suara berat milik Akashi kini mulai muncul, seolah memberikan aura yang membuat para anggota Rakuzan saat itu ber-sweatdrop-ria. "Apa benar tindakanku barusan itu keterlaluan?"
"Ya, Seijuurou-kun." Balasnya mantap sambil mengangguk.
Para anggota tim inti kini hanya bisa terdiam. Mibuchi sudah menutup kedua matanya dengan tangannya, Hayama sudah menutup kupingnya, tidak ingin mendengar bila kata-kata yang menohok hati keluar dari mulut sang Captain, Nebuya pun memasang tampang yang tidak kalah Horror-nya, memang ia berterimakasih pada pemuda yang lebih pendek dari sang Captain itu, tetapi memikirkan apa yang akan diperbuat seorang Akashi Seijuurou selanjutnya membuat ia mengeluarkan keringat dingin. Lalu, Mayuzumi hanya menatap lurus kearah 2 orang tersebut, seolah tertarik dengan pemuda bersurai Icy Blue yang tidak gentar menatap manik tajam Heterochrome milik Akashi.
"Baiklah, karena ini adalah permintaan Tetsuya, aku akan membebaskan kalian dari hukuman," Semua anggota Gym kini menjadi ricuh. Mereka mulai bertanya-tanya siapa orang yang bisa-bisanya berhadapan langsung dengan seorang Akashi Seijuurou? "Tapi, bila kalian malah bersantai-santai setelah kejadian ini, aku akan melipatgandakan menu latihan kalian hingga kalian tidak bisa berjalan lagi." Tatapnya dengan pantulan yang tajam.
Semua langsung mengangguk dengan cepat.
"Umnn, Sei-chan~~" Mibuchi Reo, Pemain Reguler bernomor punggung 6 kini mulai ambil berbicara.
"Kenapa, Reo?"
"Mungkin aku mewakili seluruh anggota club saat ini untuk bertanya." Mibuchi kini memandang seluruh anggota Gym lalu beralih kembali pada kedua sosok yang menjadi bintang utama mereka saat ini. "Siapa—pemuda yang berada dihadapanmu itu?"
"Ah, aku lupa memberitahu kalian semua. Kuroko Tetsuya, mulai hari ini dia akan menjadi anggota dalam First String, dan kebetulan aku dan Tetsuya masih memiliki hubungan garis keluarga. Kuperingati kalian, bagi siapapun yang berurusan dengannya, kalian akan berurusan denganku juga." Tupasnya dengan tajam tanpa ragu-ragu, membuat anggota lainnya kini kembali hening.
"Kuroko Tetsuya, Yoroshiku Onegaishimasu." Bungkuk Kuroko dengan sopan.
"EHHH?!"
Dan sore itu juga, tim Rakuzan dihebohkan oleh kehadiran seorang Kuroko Tetsuya, sepupu jauh dari Akashi Seijuurou.
- xXx -
"Jadi, kau adalah sepupu jauh Sei-chan 'kah?" Wajah Mibuchi kini bersinar "Siapa tadi namamu? Kuroko Tetsuya 'kah? Bagaimana bila kupanggil kau Tet—" Ucapan salah satu Pemuda yang dijuluki sebagai Uncrowed Kings dan mempunyai Nickname Yasha itu langsung berhenti ketika melihat sosok Akashi Seijuurou berada di belakang Kuroko, seolah memberi isyarat 'Panggil—nama—depan—nya—dan—kau—akan—mati.' "Ah.. Kuroko-kun~ Baiklah, Kupanggil kau Kuroko-kun~" balas Reo sambil bersweet drop.
"Hey, sampai kapan kalian mau disana? Ayo kita cepat pergi ke tempat makan, perutku sudah kelaparan." Balas pemuda yang menjabat sebagai Center di tim Reguler, Eikichi Nebuya.
"Reo-nee~ Jangan bilang kau mau mendekati Kuroko." Ceplos Hayama dengan enteng.
Mata Akashi kini langsung memandang tajam Reo.
"Berani macam-macam dengan Tetsuya—"
"Iyaaa, iyaaa~~ tenang saja, Sei-chan! Aku tidak bermaksud apa-apa kok, ya'kan? Kuroko—eh?"
Kini pemuda yang disebut malah menghilang dari spotnya.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri, Kuroko Tetsuya malah sedang asik mengobrol dengan Mayuzumi Chihiro.
"Kupikir novel ini belum keluar tanggal lirisnya, Mayuzumi-senpai."
"Ah, memang tanggal lirisnya masih 3 hari lagi, tetapi karena aku memiliki relasi dengan pemasaran novel ini jadi aku bisa memesan lebih cepat. Kau mau meminjamnya? Kupikir selesai makan aku sudah menamatkan novel ini."
"Benarkah aku boleh meminjamnya?"
"Tentu saja, lagipula buku itu akan tersimpan di rak buku-ku setelah aku kembali ke rumah."
"Terimakasih, Mayuzumi-senpai."
.
.
Mereka semua bahkan tidak akan menyangka bahwa seorang Kuroko Tetsuya akan langsung akrab dengan seorang Mayuzumi Chihiro. Apa karena mereka sama-sama memiliki beberapa persamaan masalah membaca buku?
- xXx -
"Aku dan Seijuurou-kun masih memiliki hubungan saudara. Okaa-san merupakan adik dari Kaa-san Seijuurou-kun. Karena urusan pekerjaan Tou-san, kami semua jadi harus pindah ke Kyoto, dan Obaa-san bilang untuk pergi ke sekolah yang sama dengan Seijuurou-kun." Kuroko Tetsuya kini bercerita tentang hubungannya dengan keluarga Akashi. Saat ini mereka berada di Maji Burger, meskipun awalnya Akashi menolak, tetapi karena ini adalah permintaan langsung Kuroko yang baru 2 hari ini pindah, akhirnya ia menyetujuinya.
"Tampaknya kalian berdua dekat ya," balas Mayuzumi sambil menutup novelnya. Ia melirik kearah Akashi yang kini sedang memesan makanan bersama dengan Mibuchi dan Eikichi.
"Ah..Aku dan Seijuurou-kun memang dekat, Mayuzumi-senpai. Karena dulu aku hanya memiliki Seijuurou-kun sebagai teman bermainku." Balas Kuroko sambil menundukkan kepalanya. Ia tersenyum begitu memori akan masa kecilnya dulu memasuki pikirannya saat ini.
"Tetapi kau ini hebat sekali ya, baru hari pertama sudah membuat seluruh anggota Gym rebut seperti itu." Tawa Hayama sambil menyenderkan badannya ke kursi belakangnya.
"Eh?"
Tiba-tiba sebuah Vanilla Milk Shake mendarat disebelah pipi milik Kuroko Tetsuya.
"Kali ini saja aku biarkan kau meminum ini, jangan terlalu sering meminum ini, Tetsuya." Ucap Akashi sambil mengambil kembali minuman tersebut untuk mendarat di meja pemuda bermanik Baby Blue tersebut.
"Arigatou gozaimasu, Seijuurou-kun."
"Douita, Tetsuya."
Dan saat itu juga, para anggota tim Reguler melihat sebuah senyum terukir di rona wajah Akashi Seijuurou. Bukan senyum menakutkan, senyum merendahkan atau senyum yang memancarkan aura yang mencekam, tetapi sebuah senyum yang tulus, benar-benar tulus.
Saat itu juga semua sadar, bahwa seorang Kuroko Tetsuya adalah orang yang berharga bagi Akashi Seijuurou.
- xXx -
"Kenapa Seijuurou-kun tampaknya kesal hari ini?" Kuroko memiringkan kepalanya, menatap wajah pemuda bersurai Scarlet yang berjalan disebelahnya. Kini hanya tinggal mereka berdua, setelah mereka saling berpisah untuk pulang.
"Karena aku tidak senang saat melihat kau dekat dengan oranglain selain aku, Tetsuya."
Kuroko tertawa kecil. "Tapi, tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan posisi Seijuurou-kun dalam hatiku." Balas Kuroko sambil tersenyum lembut, menutup kedua matanya.
"Tentu saja, Tetsuya. Jangan bilang kau mau berselingkuh, hm?"
"Berselingkuh ya? Kupikir aku tidak mempunyai keberanian untuk melakukan hal itu."
Kini balas Akashi yang terkekeh kecil. "Kau punya, dengan beberapa gelas Vanilla Milk Shake yang kau minum saat di Tokyo sebelum kau pindah itu."
Kuroko langsung melirik wajah Akashi, wajah horror terpasang diwajahnya, seakan rahasianya telah terbongkar dengan tepat. "Darimana kau ta—"
"Jangan remehkan kemampuanku menganalisa kebiasanmu, Tetsuya." balas Akashi dengan tajam. "Tapi karena hari ini khusus, aku perbolehkan kau untuk meminum Vanilla Milk Shake tersebut."
Kuroko kini tersenyum. "Kenapa aku boleh meminumnya, Seijuurou-kun? Biasanya selama sebulan penuh aku dilarang untuk meminumnya."
Akashi kini memutar bola matanya. "Jangan pura-pura lupa seperti itu, Tetsuya. Kau tahu hari ini hari apa, 'kan?"
Kuroko memandang kearah atas, seperti berpikir dengan keras.
"Apa aku perlu ingatkan hari apa ini, Tetsuya?" Akashi kini berbalik dan menarik Kuroko dalam dekapannya.
"S—Seijuurou-kun! Kita di depan umum."
"Aku tidak peduli, Tetsuya. Jadi, kau masih ingin berpura-pura?" Senyum kemenangan kini terlukis di wajah pemuda bermanik Heterochrome tersebut.
Kuroko agak menyesali perbuatannya itu, seharusnya ia mencamkan dengan baik untuk tidak pernah berbohong pada pemuda didepannya ini.
"Hari ini—tanggal jadi kita, bukan?" Muka Kuroko kini merona, tidak peduli akan beberapa orang yang lalu lalang sambil melihat kearah mereka. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi tetap saja membuat muka Kuroko berubah menjadi merah.
Senyum puas kini terpasang di muka Akashi. Dengan perlahan ia melepas pelukannya pada Kuroko. "Hari ini kau menginap di rumahku, Tetsuya. Aku sudah memberitahu Obaa-san dan Ojii-san bahwa kau akan menginap di rumahku."
"Eh? Tapi barang-barangku untuk besok—"
"Tenang saja, kita bisa mengambilnya pada pagi hari sebelum kita berangkat ke sekolah. Akan kuminta kita berangkat menggunakan mobil, karena aku yakin kau tidak akan kuat untuk berlari sampai ke rumahmu nanti, Tetsuya." Senyum Akashi dengan penuh arti.
~ Owari ~
