Kuroko no Basuke Fanfiction

Drabble - 30

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi

Rating : T

Warning : Seirin!Akashi / Twin!AkaKuro/ Contained MPD

Pair : AkaKuro

A/N : Konbanwa, Minnacchiii~~

Fic kali ini adalah requ dari Just Sky dimana Akashi ada di Seirin xD Walaupun fokusnya malah bukan Seirin-nya..orz #gagaljadiauthorkauren Uhh..semoga fic ini masih sesuai harapan ya QAQ

Buat Bona Nano dan Yuna Seijuurou, requ-nya udah author tampung. Mohon ditunggu di chapie-chapie selanjutnya ya XD

Thank You for all review, fav, alert, follow, and all silent readers, Thank you for all support.. I'm happy that you all enjoy this story :3
Arigatou ~ Author will be waiting for your review ;))

Happy Reading, all..

With Love,

Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz


Kami terlahir sebagi kembar,

Selalu ada bagi satu sama lain, selalu berbagi antara perasaan senang maupun sedih.

Kau adalah diriku.

Dan separuh jiwaku, adalah dirimu juga.

.

.

Drabble 30 – Being Twin isn't always easy for us

.

.

"Tetsuya," sebuah tangan dengan lembut mengelus helaian rambut Baby Blue milik Tetsuya yang kini masih tertidur. "Tetsuya, ayo bangun." Bisiknya kembali pada daun telinga pemuda yang dimaksud.

"Nhnn?" Perlahan mata pemuda berhelai Baby Blue itu terbangun, menemukan sosok pemuda dengan helaian Scarlet tersenyum padanya. "Seijuurou-kun?" tanyanya sembari menutup mulutnya yang terbuka dengan lebar.

"Selamat Pagi, Tetsuya." Ucapnya tak lama langsung mengecup pipi kemerahan milik Tetsuya. "Ayo cepat bersiap-siap, atau kita bisa terlambat mengikuti Opening Ceremony di sekolah baru kita."

Mendengar penjelasan Seijuurou, mata Tetsuya kini benar-benar terbuka lebar. Ia langsung bergegas berdiri dan pergi menuju daun pintu, sebelum akhirnya ia kembali ketika ia hendak membuka pintu kamar mereka. Tetsuya mendekatkan dirinya kearah Seijuurou, mengecup pipinya lembut sebelum membalas sambutannya. "Selamat pagi juga, Akashi Seijuurou."

Pemuda yang dimaksud kini setengah menahan tawanya ketika melihat tingkah laku adik kembarnya itu. "Selamat pagi, Akashi Tetsuya."

.

.

.

Mereka terlahir kembar, kemanapun mereka selalu bersama dan tidak ada yang pernah bisa memisahkan keduanya.

Dimana ada Seijuurou, sosok Tetsuya pasti selalu berada disampingnya, menjadi bayang-bayang sosok Seijuurou.

Tetapi Tetsuya tidak pernah mengeluh sekalipun, asalkan ia berada dekat dengan Seijuurou, menjadi bayangan sekalipun ia tidak peduli.

Sepasang iris Deep Crimson kini menatap sosok Akashi Tetsuya dari kejauhan, adik kembarnya ini memutuskan untuk memasuki klub basket, sedangkan ia sendiri memasuki School Committee atas saran beberapa Sensei di sekolah baru mereka, Seirin High.

Akashi Seijuurou menghela nafas, biar bagaimanapun ia merasa sesuatu hilang ketika ia berpisah dengan Tetsuya miliknya. Pemuda berhelai Scarlet itu kini melangkahkan kakinya menuju gedung Gymn yang kini dipakai oleh anggota basket.

"Mungkin ini permintaan yang begitu telat, tetapi—bisakah aku memasuki klub basket bersama dengan kalian?" Seluruh kegiatan di klub basket kini terhenti, mereka semua kini memandang kearah pemuda beriris Deep Crimson yang tengah berdiri di ujung muka pintu Gymn mereka.

"Seijuurou-kun?" Tetsuya lah orang pertama yang langsung berlari kearahnya.

"Kau mengenalnya, Akashi-kun?" Aida Riko, Coach bagi Tim Seirin kini mendekati sosok Seijuurou dan Tetsuya, begitu pula dengan Junpei Hyuga sebagai Captain ikut menemui mereka.

Tetsuya mengangguk. "Tentu aja aku mengenalnya, Coach. Dia kakak kembarku, Akashi Seijuurou."

"Ah, ya.. ternyata kakak kembar Akashi-kun ya, salam ke—EHH!?"Bukan hanya Riko yang saat ini terkejut dengan pernyataan Tetsuya, tetapi hampir semua anggota Seirin pun hampir bereaksi sama seperti apa yang Riko lakukan. Pasalnya, Tetsuya dan Seijuurou begitu berbeda 180 derajat, yang satu berhelai Scarlet, satu lagi Baby Blue, lengkap dengan iris mereka yang benar-benar kontras. Satu hal yang membuat mereka sama hanya karena mereka sama-sama memiliki Height Complex.

"Oii—kau tidak bernah berkata apapun bahwa kau memiliki kembaran, Akashi." Kagami Taiga kini mendekat kearah Akashi Seijuurou, melihatnya dengan seksama. "Meskipun sepertinya 11-12 dengan Akashi."

Seijuurou mengerjapkan matanya sebelum ia tersenyum dengan dingin. "Mau mencoba one-on-one bersamaku, Kagami Taiga?" Seijuurou kini melirik kearah Riko yang masih terpana dengan kenyataan yang baru saja diproses olehnya. "Coach, aku akan menjelaskan semuanya nanti. Biarkan aku meminjam ½ lapangan ini untuk sesaat. Tidak apa 'kan?"

Riko yang tersadar kini langsung mengangguk. "Ah, baiklah. Lagipula bila kau ingin memasuki club, aku bisa sekalian melihat bagaimana kemampuanmu."

Seijuurou kini setengah menunduk, menunjukkan rasa terimakasihnya. "Seijuurou-kun, kenapa kau tiba-tiba ingin memasuki klub basket?"

"Kenapa, Tetsuya? Tentu saja karena aku merindukan sosok adik kembarku yang manis ini." Bisik Seijuurou ditelinga Tetsuya, membuat rona merah kini muncul diwajahnya.

.

.

.

Kagami Taiga kini terkapar di lantai dengan nafas yang tersengal. "Yang benar saja, apa benar kalian ini kembar?" celetuk pemuda berhelai Maroon itu sambil menyeka keringat yang muncul dipelipis dahinya.

Akashi Seijuurou berdiri didepannya, pandangan Heterochrome miliknya kini melihat Kagami dengan tatapan yang sangat dingin, seolah mengintimidasi lawannya, sangat berbeda dengan sosok sebelum ia turun ke tengah lapangan. Bola basket kini masih berada ditangannya, namun dengan cepat ia langsung melakukan Lay-up shoot sehingga pertandingan mereka kini mutlak dimenangkan oleh sosok Akashi Seijuurou. Setelah pertandingan berakhir, kini pandangan matanya berubah kembali mejadi iris Deep Crimson, pantulan warna yang sama sebelum ia turun ke lapangan.

Riko beserta anggota klub lainnya pun hanya bisa menelan ludahnya sendiri ketika melihat pertandingan antara Kagami dan Seijuurou. "Akashi-kun," ucap Riko ketika memandang kearah Tetsuya. "Apa benar dia kakak kembarmu?"

.

.

.

"Semua anggota klub basket langsung bertanya 'Apakah dia benar kakak kembarmu?', Sungguh, Seijuurou-kun, bila kau ingin memasuki klub basket, mengapa kau tidak masuk saja lebih awal?" Seijuurou dan Tetsuya kini sedang berjalan berdua menuju rumah mereka.

Seijuurou sendiri hanya bisa tertawa sambil mengoper Vanilla Milk Shake yang baru ia pesan dari Maji Burger. "Tanda maafku karena sudah mengagetkanmu, Tetsuya."

Mendapat traktiran minuman favourite-nya, tentu membuat mood Tetsuya kini kembali membaik. Sebenarnya, ia tidak berhak juga untuk marah pada Kakak kembarnya, biar bagaimanapun, Seijuurou lah yang membuat ia senang bermain basket saat ini. Seijuurou-lah yang pertama kali mengenalkan basket dan mengajarkan basket pada sosok Tetsuya.

"Seijuurou-kun," kini pandangan Baby Blue itu menatap lurus iris Deep Crimson yang ada didepannya. Saat ini mereka berdua tengah berjalan menuju rumah mereka, rumah kediaman Akashi yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi Seirin High berada. "Ada apa sebenarnya?"

Seijuurou kini menarik tangan milik Tetsuya, mendekapnya dalam pelukan miliknya. "Karena aku ingin menghabiskan waktuku bersama dengan Tetsuya-ku." Senyum Akashi Seijuurou kini terlihat begitu berbeda, senyum yang meng-klaim bahwa Tetsuya hanya miliknya seorang, senyum yang begitu menjaga Tetsuya dan tidak akan pernah membaginya dengan siapapun.

Tetsuya kini membalas pelukan milik Seijuurou, sebelah tangannya kini menyentuh pundak kakak kembarnya itu. "Aku juga ingin meluangkan waktuku bersama dengan Seijuurou-kun."

.

.

.

"Hey, lihat, itu Akashi Seijuurou 'kan?" bisik salah satu murid dalam koridor sekolah milik mereka. "Huh? Kurang apa lagi dia, sudah menjadi ketua OSIS, ikut klub basket juga, bagaimana ia tidak populer." Balas salah satu temannya. "Semua siswi di sekolah ini langsung mengaguminya dalam seketika, benar-benar menyusahkan saja. Bahkan para sensei sibuk bercerita tentang Akashi ini-Akashi itu.. Gezz.. apa lain kali kita coba celakakan saja dia?"

"Silahkan mencobanya bila kalian ingin merasakan bagaimana rasanya tulang kalian terpatahkan olehku." Suara yang begitu dingin kini terdengar dari belakang mereka.

Pemuda berhelai Baby Blue kini memandang mereka dengan pandangan yang tajam, berbeda dengan muka datar yang selalu ditunjukkan olehnya. "Bila kalian berani macam-macam dengan Seijuurou-kun, aku tidak akan segan-segan pada kalian." Satu ancaman itu berhasil membuat kerumunan orang itu menjadi diam. Tetsuya kini memandang mereka dengan tatapan dingin untuk terakhir kali sebelum pergi meninggalkan mereka.

"S—Siapa dia?"

"Akashi—Tetsuya. Dia adik kembar Akashi Seijuurou, bukan?"

"Huh..dasar, darah keluarga Akashi itu memang benar-benar menyeramkan."

.

.

"Tetsuya? Kemana kau barusan?" Seijuurou kini melirik kearah pemuda berhelai Baby Blue yang tengah tersenyum kecil padanya. "Hanya jalan-jalan, Seijuurou-kun~"

"Hmm.. jangan suka menghilang mendadak begitu, Tetsuya."

Tetsuya kini berdiri didepan Seijuurou, membuat pemuda berhelai Scarlet itu terhenti. "Meskipun aku menghilang sekalipun, Seijuurou-kun pasti akan menemukankku, 'kan?"

"Tentu saja, sama seperti janji kita berdua, Tetsuya."

Karena seorang Akashi Seijuurou dan Akashi Tetsuya terlahir begitu berbeda.

Seijuurou yang mewarisi rupa yang mirip dengan Ayahnya, dan Tetsuya yang mewarisi rupa yang sama seperti mendiang Ibu mereka.

Ketika mereka dihadapkan dengan banyak pertanyaan,

Tentang sosok Tetsuya yang bergitu berbeda dengan Seijuurou dan Ayahnya,

Tentang sifat mereka yang begitu berbeda. Sifat yang kontras antara satu sama lain,

Padahal Tetsuya begitu mirip dengan sosok Ibu mereka, sayangnya Ibu mereka terlalu cepat untuk dipanggil pulang.

Tetapi orang-orang tidak pernah mengetahui kebenaran yang terjadi,

Mereka hanya manusia yang gemar berasumsi sesuai dengan pemikiran mereka masing-masing.

.

.

.

"Seijuurou-kun, jangan—kita masih berada disekolah." Sosok Tetsuya kini nyaris melupakan bagaimana cara bernafas ketika sosok kakak kembarnya mencium lehernya. Mereka tengah berada di gudang sekolah pada saat ini.

"Kenapa Tetsuya? Kau tahu dengan jelas apa alasannya, 'bukan?" iris Heterochrome kini terpancar dari wajah milik Seijuurou.

"S—Sei-kun!?" Tetsuya kini membulatkan matanya ketika melihat sosok kakak kembarnya memancarkan kilatan warna yang berbeda. Dia kakak kembar Tetsuya lainnya, kakak kembar selain Akashi Seijuurou, Sei-kun, begitulah Tetsuya memanggilnya.

"Kenapa kau merahasiakan hal itu dari Seijuurou dan diriku? Kau tahu bila ada seorangpun yang berani mengusik dirimu maupun Seijuurou, aku tidak akan tinggal diam."

"Aku tidak—Sei-kun, tolong hentikan!" Tetsuya kini menutup kedua matanya. Sungguh, bila ia sedang berhadapan dengan Sei-kun, ia tidak pernah berhenti merasa takut. Rasanya meski mereka sama, tetapi mereka benar-benar berbeda.

"Tetsuya?"

Tetsuya kini membuka kembali kedua matanya, menemukan iris Deep Crimson yang tengah menatap dirinya. "Kenapa—kita berada di Storage?"

Tetsuya mengerjabkan matanya beberapa kali. "Seijuurou-kun?" tanyanya dengan hati-hati.

"Hmn? Ada apa?"

Cepat-cepat Tetsuya menggelengkan kepalanya. "Tidak, ayo kita kembali ke luar, anggota lainnya pasti sudah mencari kita."

"Sei—keluar 'kan?" tanya Seijuurou dengan tiba-tiba, membuat mata Tetsuya kini membulat dengan sempurna. "Apa yang kalian bicarakan?"

"Tidak ada apa—" perkataan Tetsuya kini terpotong ketika sebuah gebrakan kecil terdengar saat Seijuurou memukul tembok yang berada tepat disebelahnya. "Tetsuya."

Tetsuya menghela nafas kecil, akhirnya ia pasrah hendak menceritakan pa ayang terjadi.

"Sei-kun menyadari kalau beberapa hari ini ada beberapa orang yang memasukan surat ancaman di loker milikku."

Salah satu alis milik Seijuurou kini terangkat, sebelum akhirnya ia berhasil memproses apa yang barusan Tetsuya katakan "Kenapa kau tidak memberitahuku masalah ini, Tetsuya!?"

"Seijuurou-kun, dengarkan aku." Tetsuya kini langsung mencangkup kedua sisi pipi dari pemuda berhelai Scarlet itu. "Kegiatan OSIS dan Basket sudah cukup membuatmu sibuk, aku tidak ingin membuatmu tambah sibuk lagi dengan Prank konyol seperti ini."

"Tapi bagaimana bila itu ancaman serius, Tetsuya? Bila kau tidak memberitahu apapun, aku—"

"Seijuurou-kun, darah keluarga Akashi tidak hanya mengalir dalammu," pandangan Baby Blue itu kini memancarkan sorot mata yang serius. "Aku bisa melindungi diriku sendiri, tepat seperti yang kau ajarkan untuk melindungi diriku. Kau mengingatnya 'kan?"

Pandangan mata Seijuurou kini mendingin. "Bila ada seorangpun yang berani menyentuhmu, aku berjanji tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang. Kau adalah Akashi Tetsuya milkku seorang."

Kuroko kini mengalungkan tangannya keleher milik Seijuurou.

"..dan kau adalah Seijuurou milkku seorang, Seijuurou-kun."

.

.

Berhati-hatilah pada kedua kembar Akashi ini,

Bila kalian tidak mau terlibat dalam penindasan sepasang kembar ini,

Jangan berani-beraninya mengusik hubungan diantara mereka.

.

.

Owari~