The Wedding ? Part a

Summary : ini KaiHun series cerita bisa saling berhubungan dg cerita sblmnya, mungkin bsa jg enggak. Akan banyak tempat jika saya pisah, jdi di gabung aja. Enjoy,

Warn :Boyslove, Typos, OOC, DLDR!

Sebenarnya Sehun bingung. Tidak biasa kekasih Tannya itu mengunjungi di malam-malam tak libur seperti ini. dan lagi tanpa pemberitahuan apapun sebelumnya. Itu membuat Sehun sedikit, yah sedikit malas menyambutnya. Karena Kai sangat merepotkan. Sangat merepotkan camkan itu.

"Astaga, ku pikir kau pencuri, huh! Ada apa? Tidak biasanya berkunjung di malam-malam seperti ini?" Tanya Sehun penuh selidik. Terang saja, belum sempat Sehun membukakan pintu apartemennya, makhluk berkulit tan eksotis itu sudah dengan PW nya duduk di sofa ruang tengah. Bagaimana bisa? Jelas saja, Kai kan tahu password apartemen Sehun, ck.

Yang menjadi tersangka penyelidikan Oh Sehun, hanya mengeluarkan senyum –yang menurut dirinya sendiri (Kai) sangat tampan dan sebenarnya Sehun mengakui itu juga.

"Memang tidak boleh mengunjungi kekasih sendiri? Kapanpun pintu apartemenmu akan selalu terbuka untukku kan?". Kai mengajukan pertanyaan yang err... Sehun rasanya ingin menjedukkan kepala Kai jika saja ia tak menyayangi namja itu.

'terbuka untuknya? Tentu saja karena kau yang membukanya sendiri' Batin Sehun kesal.

"Ceehh.. menggelikan! Cepat katakan kau pasti ada urusan pentingkan? Sampai datang malam-malam seperti ini?" kali ini Sehun ikut duduk di samping Kai.

Kai hanya diam, tangannya mendarat sudah di pinggang ramping Sehun. jangan lupakan posisi duduk Sehun yang sudah terdesak ke tepi gara-gara Kai yang menempelkan dirinya pada Sehun.

"Apa-apaan sih? Aku kesempitan tahu! Geser-geser sana! jangan dekat-dekat kau pasti belum mandi! dasar jorok, bukannya pulang dulu kerumah dan mandi malah bertamu ke rumah orang!" Sehun berusaha menggeser posisi duduknya dan menyingkirkan tangan Kai dari pinggangnya.

"Tanpa mandi pun aku akan selalu wangi dan tetap tampan, ya kan Sehunnie?" Goda Kai lagi.

"Apa sih maumu? Aku capek. Cepet dong ngomong kalo mau ngomong! Aku mau tidur tadi asal kau tahu, jika saja kau tidak berkunjung! Hey kau mau kemana?" belum puas Sehun memarahi Kai. Anak itu malah beranjak dari sofa dan menuju kamar Sehun. What The Fff? Anak ini tidak diajarkan sopan santun apa? Dengan seenaknya memasuki kamarnya tanpa izin? Benar-benar sepertinya pemikiran mengenai 'menjedukkan kepala Jongin di dinding' perlu di pikirkan ulang atau langsung saja lakukan hal itu.

Tanpa berbalik Jongin menjawab "Aku mau mandi. Kau masih menyimpan bajuku kan?".

Kemudian Jongin berbalik menghadap Sehun "Ehmm.. bisa masakkan aku sesuatu. Aku belum makan malam, ya Sehunnie?"

Sehun hanya menghembuskan napas sambil mengelus dada. 'Sabar.. sabar.. sabar!'

Karena dasar kasihan dan tidak tega melihat Jongin yang pulang dari kerja langsung ke apartemennya tanpa makan malam terlebih dahulu. Dengan segala kebaikan hatinya yang –sangat di paksakan, Sehun memasakkan Jongin Sup. Di kulkasnya hanya ada beberapa wortel dan sayur untuk sup serta dua potong daging. Sebenarnya, Jongin akan terima saja jika Sehun hanya memberinya ramen. Tapi, Sehun pikir mungkin Jongin akan tetap lapar, dan lagi mie tidak terlalu sehatkan jika di konsumsi terlalu banyak.

.

Sedang asyik dengan acara potong memotong wortel dan sayuran lainnya. Sehun mendengar teriakan cempreng khas Kim Jongin, menghancurkan mood saja.

"Sehunnie, kau sudah menyiapkan bajuku? Aku hampir selesai! Sehunnie... Sehuunnn.. Oh Sehunnn...!"

Lagi-lagi Sehun hanya mengelus dadanya pasrah, Jongin niat sekali sih merepotkannya terus. Lebih baik dia usir saja tadi, Jongin hitam itu.

"Astaga... Kai! Bajumu ada di lemariku! Kau bisa mengambilnya sendiri!" Bentak Sehun kesal.

"Aku tidak tahu, aku hanya akan membuat bajumu berantakan jika aku mengambilnya sendiri."

Sehun mematikan kompor yang tengah bekerja memanaskan air untuk supnya dan bergegas menuju kamar. Jongin benar, dia hanya akan membuat lemari Sehun berantakan jika Jongin mengambilnya sendiri. Makanya dengan malas Sehun berjalan ke kamarnya bermaksud melakukan permintaan Jongin itu.

.

"Hey.. Sehun!" sapa Kai kaku. Dia baru saja keluar dari kamar mandi.

Sehun hanya cengo melihat wajah sok manis Kai. Dan cepat dengan tugasnya mengambilkan baju Kai. Kai memperhatikan Sehun hanya senyum-senyum tak jelas. Entahlah anak ini sedang membayangkan apa.

"Ini bajumu!" Sehun menyerahkan baju Kai dan meletakkan di pinggir ranjang. Kai berjalan mendekat, Sehun yang baru sadar dengan Kai yang, oh topless. Wajahnya sedikit memerah. Ayolah, demi apa coba, ternyata perut Kai memang benar-benar berABS, sebelumnya Sehun tak percaya itu. Sehun mengira tentang Kai yang rajin ke Gym itu hanya cerita bohongan Kim Jongin saja. dan ternyata itu fakta. Owh-owh, pipi Sehun memerah, ABS kai tercetak jelas di perutnya. Menyadari hal ini Sehun mengalihkan pandangannya. Dan sialnya ia lupa bahwa membelakangi Kai itu berarti menghadap ke kaca lemarinya yang luas itu. itu artinya ia akan tetap melihat Kai dan mungkin saja kai menyadarinya.

"Kenapa kau malu-malu seperti itu? Kau percayakan kalau aku memiliki nya?" Tanya Kai sambil menunjuk perutnya.

Sehun mendesis "Aku masih memasak, jadi pakai saja bajumu dengan benar!" dan setelahnya Sehun berjalan cepat meninggalkan Kai, yang lagi-lagi tengah tersenyum-senyum membayangkan wajah memerah Sehun tadi.

.

.

10 menit kemudian Kai sudah berada di meja makan. Ia memperhatikan Sehun yang tengah berkutat dengan acara memasaknya. Sepertinya sebentar lagi selesai. Namun, atas inisiatifnya sendiri ia berjalan menuju Sehun, ingin melihat keadaan. Ck! . Mungkin dia bisa membantu.

"Apa masih lama memasaknya Sehunna? Butuh bantuan?" Ujar Kai manja.

Sehun mendengarnya terkejut dan hampir saja memukulkan ciduk sayurnya (?) jika saja ia tak cepat menyadari itu adalah suara Jongin.

"Astaga, Jongin kau ini kenapa sih? Lepaskan tanganmu dari pinggangku! Aku tidak akan selesai jika kau melakukan hal gila seperti ini. ada-ada saja sih. Sudah sana, jika kau ingin membantu lebih baik kau persiapkan minum dan peralatan makan. Jangan malah memperlambat pekerjaanku di sini." Ucap Sehun menggebu-gebu. Sebenarnya Sehun cukup sensitif akan sentuhan, dia penggeli. Apalagi, jika ia disentuh secara tiba-tiba seperti itu. owh, Jongin mu itu hanya modus Oh Sehun!

Okay, sepertinya rencana romantisnya gagal, gara-gara insiden barusan, jadi daripada benar-benar mendapat pukulan sungguhan dari 'apa itu yang dipegang Sehun untuk memasak. Lebih baik ia duduk diam di meja makan. toh, ia tak benar-benar berniat membantu Sehun. Oh My!

Beberapa menit setelahnya Sehun selesai dengan acara memasaknya. Ia tak melihat Jongin di meja makan, mungkin ia tengah menonton TV di ruang tengah, karena ia mendengar suara Tv dari sini.

Sehun hanya mendecih saat melihat tidak ada apapun di meja makan. 'Gayanya sok mau membantu' batin Sehun kesal.

Namun daripada memperpanjang masalah dengan menyuruh Jongin melakukan tugasnya, lebih baik ia sendiri yang menyiapkannya. Toh ini hanya sebentar.

Jongin suka kopi, maka Sehun membuatkannya Kopi. Dan untuk dirinya sendiri ia membuat susu vanila untuk minuman penutup. Mengambil beberapa buah sisanya kemarin dan meletakkannya di meja.

"Jongiiiiinn... Kau jadi makan tidak!"

.

.

"Jadi, sepupumu akan menikah lusa?" tanya Sehun memastikan. Mereka telah menyelesaikan makannya beberapa menit lalu, tepatnya Jongin karena Sehun tidak mau memakan masakkan sendiri setelah mengetahui supnya sedikit kelebihan garam, ditambah fakta bahwa sebenarnya ia juga sudah makan cukup banyak tadi atas traktiran Baekhyun. Tapi, meski begitu supnya masih bisa dimakan kok, atas ide brilliant Kim Jongin, pemuda itu menambahkan sedikit air panas. Walau rasanya jadi agak aneh, Jongin tetap bersemangat. baginya makan apapun akan terasa sangat enak dan lezat jika ditemani sambil memandang wajah manis kekasihnya. #Ceeh! Jongin Loveydoveymodeon.

"Ne... dan pernikahannya akan berlangsung di Jeju! Aku di suruh mewakili Appa kesana! Pak Tua itu sedang di Jepang sekarang!" Curhat Jongin mengeluarkan keluh kesahnya.

"Ya sudah, berangkat saja! Lalu apa masalahnya?" tanya Sehun polos.

"Ehm... Aku, aku ingin kau ikut!"

"Mwo?" Sehun menyemburkan susu yang baru saja di minumnya dan mengenai wajah Jongin, astaga konyol.

"Ah, Sehun hati-hati kalau minum!" Kai mengelap-elap wajahnya dengan serbet. Ugh, andai saja bukan Sehun yang menyembur dapat dipastikan orang tsb mendapat bogem mentah Jongin, ah berlebihan.

"Tidak mau, aku banyak urusan. Jangan bawa-bawa aku dengan urusanmu ya. wkk # mehrong!"

"Memangnya kau sibuk apa, eoh? Kudengar dari Luhan universitas kalian sedang mengadakan kegiatan olimpiade untuk tingkat SHS dan acaranya masih berlangsung sampai seminggu ke berarti kegiatan perkuliahan ditiadakan kan? Bukannya kau juga panitia?"

"Nah itu dia, aku sibuk menjadi panitia, dan tadi aku mendapat banyak pekerjaan, dan kau seenaknya berkunjung kemari tanpa pemberitahuan apapun." Balas Sehun emosi. Sementara, Jongin hanya menanggapi dengan senyuman saja. Sudah biasa, emosi Sehun memang buruk, ck.

"Makanya ikut aku Jeju, kita bisa sekalian liburan untuk dua hari kedepannya, bukankah kau sangat ingin ke Jeju? Kau belum pernah kesana kan?" Pertanyaan Jongin terdengar seperti hinaan saja. apa-apaan dia mengatakan hal seperti itu. mentang-mentang ia sering bolak-balik Jeju-Seoul, owh dasar. Tapi, memang iya sih Sehun belum pernah ke Jeju, saat darmawisata JHS Sehun tidak bisa ikut karena Kakek dari Appanya meninggal dan saat liburan kelulusan SMU dulu dia tidak bisa ikut liburan juga bersama teman-temannya gara-gara sedang demam tinggi + flu. Owh, what a poor boy!

"Kau tahukan calon suami sepupuku itu anak menteri dan pengusaha pertambangan terkenal itu. calon suaminya sendiri seorang arsitek muda yang bekerja mendesain gedung-gedung mewah di Gangnam. Mereka menyediakan penginapan dan beberapa fasilitas gratis bagi para tamu undangan khususnya para kerabat, seharusnya kau merasa beruntung karena mendapat kesempatan ini" Bisik Jongin, menggoyahkan pemikiran Sehun untuk ikut.

Sehun diam, mungkin masih menimbang-nimbang.

"Bagaimana masih bersikeras tidak ikut? Astaga Sehun disana gakkan lama kok Cuma dua hari tapi lumayan kan untuk merefreshkan otak?"

Lagi-lagi Jongin mensugesti Sehun untuk ikut bersamanya.

"Baiklah, akan kupikirkan!" Putus Sehun final.

"Yeah, aku tahu kau tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini!" Jongin berkata senang.

"Yeah dan sebaiknya sekarang kau pulang sebelum tengah malam! Cepat sana pulang!" Usir Sehun dengan gaya tangan mengusir.

Jongin melenggos. "Kau selalu seperti ini. Menganggu kenikmatan orang saja! setidaknya sampai aku menghabiskan kopiku dulu!" Argumen Jongin yang sejujurnya hanyalah tameng agar ia lebih lama berada di apartemen Sehun atau jika ia beruntung Sehun akan membiarkannya menginap, owh senangnnya.

"Astaga, kau meminum apalagi? Meminum cangkirmu? Kau tidak lihat, minuman sudah habis sejak tadi" Tunjuk-tunjuk Sehun pada cangkir bermotif Teddy bear itu.

Jongin hanya cengengesan. "Oh habis ya? Owh, kalau begitu bisa kau buatkan aku secangkir lagi? Aku, ak akuu.. berniat lebur malam nanti, jadi biar tidak mengantuk, bis..

"Jika kau akan lembur bukankah seharusnya kau pulang lebih awal huh? Sana pulang, atau aku akan mengabaikanmu lagi jika berkunjung kemari... cepat sana pulang ini sudah jam 11 malam!"

Huh mengabaikan? Baru saja tadi Sehun bersikap perhatian dan manis padanya –meski atas paksaan Jongin juga sih.

Yeah tapi sepertinya amukan Sehun lebih mengerikan dari singa betina yang kehilangan anaknya sekalipun. Jadi, Jongin memutuskan pulang saja, walau sangat malas.

"Kau tidak mengantarku sampai ke pintu?" Tanya Jongin yang bersiap dengan kepergiannya dari rumah Sehun. Jongin melihat Sehun masih duduk santai menonton acara Tv.

"Atas dasar apa aku harus melakukannya? aku tahu kau takut hantu tapi di rumahku di ada hantu kok, sudah sana pulang aku mau istirahat!" Ucap Sehun ngelantur. Sehun kemudian mematikan Tv dan bangkit dari duduknya hendak menuju kamar sebelum nada menjengkelkan kembali terdengar dari Jongin.

"Tidak mau. Sebelum kau melakukan sesuatu untukku!"

"Apa?" Tanya Sehun geram.

"Sini, mendekatlah!...!" perintah Kai. Sehun hanya menurut saja sudah kepalang tanggung sedari tadi ia juga sudah mengikuti permainan Kai dan Sehun rasa ia harus segera menyelesaikannya dengan mengusir Kai keluar dari apartemennya. Yeah, karena Sehun sudah sangat mengantuk.

"Saranghae, Sehunnie!" dan setelah mengucapkan hal itu Kai memberikan ciuman ringan di bibir cherry Sehun.

Sehun hampir saja memberontak, tapi terblok karena Kai kembali membawanya kedalam ciuman panjang yang menuntut. Ugh, biarlah mereka menikmatinya.

.

.

.

.

Sampai sini dulu ya, kalau di sambung terlalu panjang, jadi saya bagi 2 part. Silahkan review jika bersedia, reviewnya jangan bikin sakit ati ya. sopan-sopan aja ngomoongnya ok! Thx before atas review kemarin.