Holiday
Summary : [Chap 3 Up] "Menurutmu, bagaimana jika kita menikah? bagaimana jika kita juga menyusul seperti mereka?" –Jongin, KaiHun.
Warn :Boyslove, Typos, OOC, DLDR! Alur yang melenceng dari judul ( and i was sorry for this one, hkhkh), ini masih lanjutan part sebelumnya ya! Enjoy!
.
.
.
.
Akhirnya Sehun memutuskan ikut. Ia juga sudah mempersiapkan beberapa stel bajunya. Kata Jongin cukup bawa sepasang Jas formal, karena resepsinya hanya satu malam, dan malam berikutnya diadakan pesta untuk teman-teman sebaya pengantin.
.
Mereka sudah sampai di hotel dimana mereka akan menginap. Penjagaan benar-benar ketat sepertinya. Sebelum masuk Jongin terlebih dahulu menyerahkan undangan dan sebuah kartu layaknya ATM. Setelahnya baru mereka mendapat kamar. Dan yang menjadi persoalan, Jongin sengaja memesan satu kamar dengan ranjang king size. Owh!
"Jadi, kita benar-benar sekamar nih? Tapi, bukankah posisiku menggantikan Appamu, dan seharusnya aku juga mendapat kamarku sendiri." Ujar Sehun mengeluarkan suara protesnya.
Jongin hanya sok memasang wajah serius. Dalam hatinya ia tertawa lebar, karena berhasil mengelabui kekasihnya. Biar saja, bukannya satu kamar terdengar lebih baik.
"Tidak bisa. Hanya pemilik asli yang bisa mendapatkannya. Kau di bawah tanggung jawabku, maka petugas mengijinkan. Kau tidak lihat tadi? Bagaimana ketatnya sistem pengamanan?" Jawab Jongin dengan santainya.
"Oh, begitu ya!"
Dan setelahnya Sehun membereskan baju mereka berdua di lemari. Tidak terlalu mempermasalahkan hal ini lagi. Lagipula, kasurnya cukup besar untuk di bagi berdua.
"Kenapa kau slalu senyum-senyum? Apa yang salah denganku?" tanya Sehun risih. Pasalnya sedari tadi kekasih tannya itu tak berhenti-berhenti manatapinya sambil tersenyum-senyum. Meski, Sehun tengah menata pakaian mereka berdua di lemari tetap saja matanya dapat menangkap gerak-gerik Kai dari samping.
"Ani, aku hanya membayangkan jika kita menikah nanti. Kau akan menyambutku saat pulang kerja, membuatkan aku masakan, menyiapkan air hangat untukku, owh pasti menyenangkan sekali. Aku tidak harus melakukannya sendiri." Jongin berucap sambil membayangkan moment-moment manis seperti itu.
Sehun hanya berdecak saja "Memangnya aku mau menikah denganmu? Jika aku di jodohkan di desa oleh orang tuaku bagaimana?"
Paras yang penuh oleh senyuman tadi segera menghilang saat Sehun mengucapkan kata-kata perjodohan. Oh astaga, ini zaman apa masih berlaku hal-hal menggelikan seperti itu.
"Tidak bisa. Tentu saja kau yang akan menikah denganku. Mana boleh seperti itu, memangnya siapa yang akan di jodohkan denganmu, eo?"
"Aku tidak tahu, tapi dulu ketika kecil aku pernah dengar ibu akan menjodohkanku dengan anak temannya saat dewasa"
"Bodoh, kau kan berpacaran denganku, jadi kau hanya boleh menikah denganku.
Oh Sehun! kau di jodohkan? Ceeh... itu tidak akan terjadi." Ucap Jongin menggertak, Sehun hanya cuek saja. Dia kan hanya bermaksud menggoda Jongin saja, ck.
"Jadi, kapan resepsinya?" Tanya Sehun mengalihkan pembicaraan. Oh yeah, dan Sehun sudah selesai dengan acara memasukkan baju ke lemari.
Jongin menoleh, "Jam 7 sudah mulai"
"Jam tujuh? Kenapa cepat sekali mulainya?"
"Mungkin, karena beberapa pejabat pemerintahan akan datang, yeah jadi acarannya mulai lebih cepat."
"Owh"
.
Sehun berjalan ke arah balkon kamarnya. Dan pemandangan benar-benar menakjubkan, ia bisa melihat air laut tak jauh dari kamarnya. Angin-angin menyapa lembut tubuhnya. Huh, senangnya! Benar-benar indah! Mungkin besok Sehun akan jalan-jalan di daerah sekitar, pasti menyenangkan sekali.
"Hey, Sehun! kukira kau keluar! Sekarang giliranmu mandi!" Ucap Jongin. Ia telah mengenakan kaosnya dan boxer. Jangan lupakan handuk yang tengah bekerja mengeringkan rambutnya. Dan sejujurnya pose Jongin seperti ini sangat memesona. Owh, sadarlah Oh Sehun!
"Hmm..." Sehun menuruti perkataan Jongin dan segera berlalu ke kamar mandi.
.
Jika ditanya mengenai resepsi pernikahan yang katanya masih sepupu jauh Jongin ini, maka jawabannya tidak jauh dari kata glamour dan berkelas. Tamu-tamu undangannya saja pejabat-pejabat penting di pemerintahan, beberapa artis terlihat, dan keluarga-keluarga kedua belah pihak. Dan jangan lupa dengan keberadaan wartawan dimana-dimana, dan kata Jongin acara pernikahan ini di rekam di Tv.
"Bersikaplah seperti orang-orang tingkat atas, agar tidak di pandang remeh. Karena semua orang yang hadir di resepsi ini berasal dari kalangan atas." Bisik Jongin kepada Sehun. dan sebenarnya Sehun sedikit risih juga.
Namun, lagi-lagi Sehun hanya mengangguk. Karena sesungguhnya Sehun mengangkat tinggi harga dirinya.
"Hmm.." Jawab Sehun.
"Cukup diam dan perhatikan apa yang mereka lakukan. Fokuskan matamu ke satu arah saja, mata jangan nyalang kemana-mana."
"hmm.."
"Okay, sekarang kita berjalan ke arah pengantin. Kau cukup mengikuti dan melakukan apa yang aku perbuat okay, dan setelahnya jika kau minta pulang kita akan pulang."
Sehun tersenyum kali ini. Kai peka juga ternyata. Sehun memang kurang nyaman dengan situasi formal seperti ini. ia tak terbiasa. Karena, Sehun adalah Sehun ia melakukan apa yang menurutnya menyenangkan. Tidak dikekang dengan aturan-aturan tak tertulis seperti di resepsi pernikahan 'sepupu Jongin' ini.
Kai memandang balik Sehun, "Aku tahu, kau kurang nyamankan? Ayo kita buat ini cepat, setelah ini kita bisa jalan-jalan di sekitar Pantai." Ucap Jongin lagi. Dan Sehun mengangguk dengan antusias.
.
.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Jongin pada Sehun. mereka sudah keluar dari resepsi dengan atmosfer, hwgh menurut Sehun menyesakkan karena saking formalnya.
"Apanya?" Tanya Sehun balik.
"Pernikahan mereka?"
"Owh, pengantin prianya tampan, dan sepupumu sangat cantik, kupikir mereka sangat cocok, pasti mereka akan mendapakan anak-anak yang imut dan menggemaskan." Ucap Sehun riang.
Hening. Mereka hanya berjalan bersama diatas pasir putih tepi pantai. Sehun juga tidak tahu mau berbicara apalagi. Karena sepertinya angin malam pantai sangat sejuk dan membawanya ke dimensi tersendiri.
"Sehun..." Nada bicara Jongin tidak terdengar ada candaan.
Sehun menoleh mendapati namanya di panggil oleh pemuda di sampingnya.
"Menurutmu, bagaimana jika kita menikah? bagaimana jika kita juga menyusul seperti mereka?"
Pertanyaan Jongin mampu membuat detak Sehun menggila seketika.
'Menikah?' bukankah mereka masih terlalu muda untuk ini. dan yang Sehun tahu dari ibunya menikah itu tidak semudah pikiran awal banyak orang. Karena akan banyak masalah yang akan mereka hadapi, terlebih jika mereka tidak bersiap diri untuk ini.
"Aku rasa kita sudah cukup umur. Aku juga sudah menghasilkan uang sendiri. Dan tentang kau yang kuliah, kau masih bisa melajutkannya kan setelah kita menikah?" Jelas Jongin lagi.
Sehun hanya menunduk, membuat Jongin kecewa dengannya bukanlah hal yang menyenangkan bagi Sehun. tampang sedih dan kecewa Jongin lebih buruk dari saat Jongin marah sekalipun, itu menurut Sehun.
"Aku belum siap" Jawab Sehun cepat.
Jongin menelan ludahnya pahit. Ia sudah memprediksikan seperti ini. wajar saja jika Sehun mengatakan itu. karena Jongin terlalu tiba-tiba dan sebelumnya mereka tidak ada membicarakan hal ini.
"Kenapa?"
"Menikah bukan hal yang main-main. Aku selalu mencamkan dalam hatiku, untuk menikah hanya satu kali. Jadi, aku harus benar-benar siap untuk itu. kau mengertikan Jongin?" Sehun kembali menunduk mengenggam erat-erat jari-jarinya.
Melihat wajah Sehun yang merasa bersalah, Jongin jadi tidak enak juga. Mereka jarang berada dalam situasi seperti ini. Sebenarnya Jongin hanya bercanda. Ia tahu, mereka masih terlalu muda untuk menikah.
"Hey... Aku hanya bercanda.. Hehe! Menikah di usia 23 bukan target awalku. Tenang saja, aku hanya main-main!" Ucap Jongin. Ia menahan tawanya saat melihat ekspressi bingung Sehun.
Sehun memandang Jongin dengan wajah innocent nya. Kemudian, mengerutkan dahinya. Terlihat lucu sekaligus menggemaskan di mata Jongin.
"Ahh... Benarkah? Syukurlah! Eoh, kupikir kau serius!" Jujur Sehun masih shock juga.
Jongin mengangguk.
"Bugh..." dan pukulan cukup kuaat mengenai kepala Jongin.
"Tidak lucu bodoh!" Sehun rupanya marah setelah menyadari candaan Jongin.
"Sakiit tahu. Kalau kekasihmu yang tampan ini gugur otak lalu melupakanmu bagaimana?" Tanya Jongin sambil meringis, memegangi kepalanya yang mungkin telah benjol. Kau tahu kan Sehun itu kurus? Jadi, mungkin saja tulang Sehun yang bersentuhan langsung dengan kepala sexy Jongin #semua hal yang berhubungan dengan Jongin sexy. Ck!
"Whatever" Ucap Sehun lalu melanjutkan jalan, meninggalkan Jongin.
Jongin mengejar, "Hey, mana boleh memperlakukan kekasihmu seperti itu? Dan ini benar-benar sakit!" Jongin berkata sedikit lantang. Tangan kirinya masih setia memegangi tulang ubun-ubunnya yang menjadi korban kekerasan Sehun.
Sehun berbalik, niatnya ingin mencueki Jongin urung sudah. Ia iba juga melihat Jongin.
"Memang benar-benar sakit ya?" Tanya Sehun.
Jongin mengangguk, "Aku bahkan bisa merasakan benjol akibat bekas pukulanmu!" Jongin mulai mendramatisir keadaan. Sehun tampak gelisah, merasa bersalah mungkin. Memang sih ia tadi juga memukulnya terlalu keras.
Sehun mendekat, bermaksud mengecek keadaan kepala Jongin, ck. "Habisnya kau keterlaluan bercandanya, mengejutkanku saja" Sehun mengusak-usak rambut Jongin. Mencoba lihat apa yang dikatakan Jongin itu benar.
"Astaga Jongin! Kau benar! Aku.. ak-aku benar-benar minta maaf! Apa sakit sekali? Maaf... aduh pasti sakit, ya?" Sehun baru saja menemukan bekas pukulannya tadi. Memang sih terasa di tangannya agak benjol ?.
"Iya kan! Untung saja aku masih baik-baik saja. Lain kali perlakukan aku lebih lembut. Kau ini kejam sekali padaku."
"Mianhae... aduh, aku tidak tahu akan jadi seperti ini. kau boleh membalasku!" Sehun menyodorkan kepalanya kepada Jongin.
Owh, terbukti kan galak-galak Sehun itu polos, makanya Jongin suka, Sehun itu apa adanya.
"Bodoh, Tidak seperti ini caranya." Jawab Jongin datar. Sepeerti benar-bena marah saja di telinga Sehun.
"Lalu?"
"Masih tanya? Menurutmu? Apa yang biasa di lakukan ibumu jika ada kepalamu terkena pukulan/terbentur?
"Ibuku? Eoh... Dia akan meniup-niupnya lalu..."
"Lalu?..." Tanya Jongin penasaran.
Sehun tidak melanjutkan perkataannya. Ia langsung saja mempraktekannya. Sehun meniup-niup kepala Jongin. Membuat Jongin terpaksa sedikit menunduk.
"Cup.." Sehun mencium kepala Jongin.
"Semoga tidak sakit lagi sayang..." Ucap Sehun manis. Wuuihh... Senangnya Jongin.
Jongin pun mengangkat kepalanya. Menatap Sehun yang memerah karena malu.
"Kenapa Cuma di kepala? Aku kan tidak bisa merasakannya?"
"Terus?"
"Aku ingin kau menciumku di sini!" Jongin menunjuk bibirnya sendiri.
Sehun lagi-lagi menundukkan kepalanya merasakan gejolak yang wow di darahnya.
Sehun menengadah, "Baiklah, sebagai permintaan maafku, saranghae Kim Jongin Baby! Chu~"
Sehun mencium Jongin tepat di bibir. Di bawah tiupan angin malam di Jeju.
Jongin tersenyum menang. Ia merasa menjadi seorang penakluk. Penakluk Oh Sehun tentunya. Jadi, Oh Sehun itu manis kan? Meski dia seperti Singa PMS sekalipun, Jongin tetap betah berlama-lama di sisi Oh Sehun.
End.
Oh ya thx bagi yang udh review chap 2 kemarin. Ff ini didedikasikan untuk :
yunacho90 Nagisa Kitagawa
Shouraichi Rein leeyeol
Istrinya Sehun Bininya Kai urikaihun
daddykaimommysehun kimkaixxohun
Guest whirldwind27
dia. luhane
LKCTJ94 utsukushii02
choi fai fai xxx
Kin Ocean myhunie
hunnihunluhan amalia
vantastfic mfaz
purpleGyu
