When Bastard Falls In Love

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke X Hinata

Part 2

Pernikahan itu dilakukan di gedung termegah yang ada di Negara itu. Mempelai pria sudah siap untuk masuk ke altar menunggu mempelai perempuan datang menghampirinya. "kau siap?" Tanya gaara kepada sasuke yang duduk menghadap luar jendela. Sekitar 3 hari yang lalu, sasuke mendengar penjelasan mengenai calon pengantinnya dari Shikamaru yang memiliki kerjasama dengan perusahaan Hyuuga.

"cantik, pintar dan seksi. Kau bodoh jika tidak menyukainya" kata shikamaru siang itu di café gaara. Shikamaru memberikan foto hinata. Rambut hitam panjang sepinggang, tubuh ideal dan mata indigo yang memberikan kesan dingin. "dia lulusan terbaik di universitas terbaik eropa. Hyuuga akan mencapai kejayaannya ketika dipimpin olehnya" kata shikamaru saat itu.

Sasuke benar-benar terhipnotis dengan foto hinata di tangannya. Sasuke terus memperhatikan mata dingin hinata dan merasa bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya. Selama tiga hari, sasuke sama sekali tidak keluar kamar an hanya memandang foto hinata yang dia dapatkan dari shikamaru. "dimana aku pernah melihatnya?" gumamnya.

Sasuke sudah berdiri di depan altar kemudian pintu terbuka dan kepala keluarga Hyuuga beserta hinata memasuki aula pernikahan. Gaun putih yang mengikuti lekuk tubuhnya senada dengan rambut hitam pekat yang hinata miliki. Tudung yang dipakainya menambah kesan anggun dan mewah serasi dengan mata dingin yang dimiliki oleh hinata. Selamat beberapa saat sasuke tertegun akan sosok yang sedang berjalan menghampirinya dari depan. Hisashi memberikan tangan hinata yang disambut oleh sasuke, "my pleasure" ucapnya berusaha tersenyum kepada hinata.

Upacara pernikahan itu pun dimulai. "… dan sekarang aku nyatakan kalau kalian adalah suami istri. Kalian boleh berciuman" kata pendeta yang memimpin upacara pernikahan itu.

Sasuke dan hinta saling bertatapan kemudian memajukan tubuh satu sama lain dan bibir mereka bertemu. Upacara megah itu diliput dalam beberapa pemberitaan di Negara itu dan menjadi pernikahan paling fenomenal tahun itu.

000

"kau akan pergi kemana, sasuke?" Tanya hinata saat melihat sasuke yang memakai sepatu olahraganya, "aku membutuhkan bantuanmu disini untuk merapikan semua barang-barang ini" tambahnya. Mereka akan pindah ke apartemen yang mereka beli dengan uang mereka sendiri, keluar dari keluarga yang telah membesarkan mereka.

Sasuke meniup asap keluar, "kau lakukanlah sendiri. Aku ingin berolahraga" kata sasuke, "jangan ganggu aku." Slam! Pintu depan tertutup dengan sedikit bantingan.

Hinata mengepalkan tangannya merasa kesal dengan perilaku suaminya yang seperti anak kecil itu. Tepat satu minggu mereka menikah tapi sasuke hanya berada dirumah paling lama 2 jam saja. Semua urusan rumah benar-benar hinata yang mengurusnya. Rumah sauske terlalu besar untuk ditinggali oleh mereka berdua, lagi pula semua pembantu sudah dipecat oleh sasuke karena berada di pihak hinata. Kemudian 3 hari yang lalu, sasuke mengatakan kalau dia ingin pindah dari rumah besar ini ke rumahnya yang lebih kecil di pinggiran kota. Tiba-tiba sekali bahkan hinata tidak mengetahui apa rencana sasuke setelah ini. Baru sekitar 10 jam yang lalu hinata mendapat telpon dari Itachi yang memberi tahu kalau rumah itu dalam sitaan bank karena sasuke tidak bisa mengembalikan pinjaman. Hinata diberikan penjelasan oleh Itachi kalau sasuke benar-benar tidak masuk kerja dalam beberapa hari ini dan peraturan perusahaan yang ketat membuatnya tidak memiliki penghasilan.

Hinata terduduk dibalik pintu kamar dengan barang-barang yang setengah dibungkus. Kakinya ditekuk hingga sedada kemudian tangannya melingkar membenamkan wajahnya. Hinata terisak dan mulai mengucurkan air mata namun tidak ada yang mendengarnya di rumah besar itu. Hinata meringkuk di kasurnya kemudian terlelap.

000

Gadis itu duduk dengan sasuke tidur dipangkuannya. "kenapa kau masih berada disini? Apa istrimu tidak bisa memuaskanmu?" Tanya gadis berambut merah muda itu, "lucu sekali. Baru beberapa hari yang lalu aku melihat pernikahanmu di tv, sekarang kau sudah berada disini lagi bersamaku. Kau tidak bisa hidup tanpa memasukkan milikmu kedalam milikku huh?"

Sasuke menyeringai mendengarnya, "jangan bercanda. Aku akan pergi ari lingkungan ini. Tagihan kartu kredit yang banyak tidak bisa aku bayar. Aku akan kembali jika aku memiliki uang yang banyak lagi" kata sasuke, "kau.. jangan bermain dengan siapa-siapa huh.."

Gadis itu meniupkan asap rokok keatas, "kau bercanda? Aku juga butuh uang untuk hidup. Kecuali kau bisa membiayai hidupku" katanya melirik licik kearah sasuke.

"aku akan mengirimkan uang padamu" kata sasuke tanpa pikir panjang. "bikinlah akun bank nanti akan aku setorkan uang kesana" tambahnya.

Gadis itu tertawa terbahak-bahak mendengarnya, "kau bodoh atau apa? Darimana kau mendapatkan uang itu?"

"hinata perempuan yang kaya. Aku akan meminta uang kepadanya" jawab sasuke. "aku akan mengirimkannya padamu. Jadi, jangan bermain dengan lelaki lain" sasuke mengecup bibir gadis itu dan memeluknya.

Gadis itu menyetujui apa yang dikatakan sasuke ketika itu. Tapi, dia bukanlah seorang wanita yang jujur dan mampu setia terhadap satu lelaki. Wajah liciknya tersenyum di belakang tubuh sasuke ketika lelaki itu memeluknya.

Sasuke berjalan keluar lingkungan itu dan melajukan mobilnya di tengah kota. Melihat jalan-jalan yang dipenuhi oleh pasangan yang mulai menikmati malam ini. Tiba-tiba sasuke melihat hinata menyebrang jalan didepannya. "mau kemana dia?" gumam sasuke yang melihat kearah hinata pergi.

000

Hinata masuk kedalam sebuah toko yang menjual roti dan membeli beberapa potong roti perancis dan roti isi lainnya. "aku tebak kau akan membuat makanan yang lezat" gaara yang juga ada di toko itu mendekatinya, "bagaimana kabarmu, nyonya uchiha?" tanya gaara sambil tersenyum.

"oh?" hinata sedikit terkejut melihat gaara, "kau.. temannya sasuke yang hadir di upacara pernikahan bukan?" Tanya hinata.

"Sabaku Gaara. Itu namaku. Kau bisa memanggilku Gaara" jawab gaara, "senang bisa bertemu denganmu. Aku tidak tahu kalau kau berbelanja di toko ini."

"ah ya.. aku sering membeli roti disini" jawab hinata sambil tersenyum. Gaara orang yang menyenangkan bagi hinata, pribadinya bertolak belakang dengan sasuke yang menurut hinata masih kekanakkan. Gaara sangat dewasa dan mengerti bagaimana memperlakukan seorang perempuan dan membuatnya senang.

"kau tidak pulang bersama sasuke?" Tanya gaara ketika mereka keluar dari toko roti itu, "aku pikir sasuke akan menjemputmu."

"aku disini" sasuke tiba-tiba muncul di depan mereka berdua dan mengmabil belanjaan hinata, "ayo masuk ke mobil. Sampai jumpa, Gaara" kata sasuke yang berjalan duluan.

"dia itu" gumam hinata. Kemudian hinata berpamitan dengan gaara, "senang bisa berbicara banyak denganmu. Sampai ketemu lagi" katanya sambil tersenyum kemudian berlari kecil mengikuti sasuke yang lebih dulu ada di depannya.

"kenapa kau kesini?" Tanya sasuke tanpa melihat kearah hinata. Sasuke yang melihat hinata masuk kedalam toko roti itu diam-diam mengikutinya dan menemukan hinata bersama gaara sedang saling berbincang. Beberapa kali sasuke mendengar gaara mengeluarkan candaan dan hinata menyukainya hingga tertawa.

Hinata bingung harus mengatakan apa, "aku selalu membeli roti ditempat itu" jawab hinata yang tidak berhasil memikirkan alasan lainnya. "kenapa kau tiba-tiba muncul? Darimana saja kau?" tanya hinata.

"mulai besok jangan membelinya disana lagi" kata sasuke yang memberikan belanjaan kepada hinata dan membuka bagasi mobil, "naiklah aku akan menaruhnya di belakang." Sasuke menutup bagasi mobil dan masuk kedalam kemudi.

Mereka berdua hanya terdiam selama perjalanan. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut hinata maupun sasuke. Hinata hanya melihat pasangan-pasangan yang saling bergandengn tangan di luar jendela sedangkan sasuke focus mengemudikan mobilnya.

000

"wow ini menyenangkan" kata hinata begitu mereka sampai di rumah baru mereka di pinggiran kota, "benar-benar rumah yang indah" tambahnya yang membuka semua pintu yang ada di rumah itu.

Sasuke hanya melihat hinata yang berlarian kesana kemari dari tempatnya berdiri. "kenapa dia senang sekali" gumam sasuke yang menyalakan rokoknya, "tempat ini menyebalkan." Sasuke melihat di sekeliling halaman rumah dan berhenti disebuah pohon besar di belakang rumah. Dia teringat bayangan kakaknya dan dia yang memanjat pohon ini sewaktu mereka kecil.

"astaga. Kau lucu sekali. Apa kau milik seseorang?" suara hinata membuyarkan lamunan sasuke, gadis itu menemukan kelinci yang melompat kedalam halaman rumah mereka. Gadis itu menyeka rambutnya memperlihatkan leher jenjangnya dan tersenyum kepada kelinci itu. "sasuke, kau tahu ini milik siapa?" Tanya hinata kepada sasuke yang ada di depannya itu.

Sasuke menepuk kepala kelinci itu dengan tangannya, "entahlah. Tapi kau tidak bisa mengambilnya begitu saja. Mungkin ada pemiliknya disekitar sini" kata sasuke menatap mata kelinci yang hitam pekat itu. Dulu sekali ketika sasuke masih tinggal disini bersama keluarganya, kelinci kerap masuk kedalam halamannya dan mengambil beberapa wortel yang mereka tanam. Sesekali ibu sasuke marah-marah karena wortelnya yang hadis dimakan kelinci itu tpai ayahnya slelau menyembunyikan kelinci itu dari ibunya.

"itu kelinciku" seseorang berambut merah datang menghampiri mereka di halaman rumah, "maaf kalau dia merusak halamanmu. Aku tidak tahu jika pintu kandangnya rusak, aku akan memperbaikinya nanti" katanya.

Lelaki itu bertubuh tinggi, tampan dan berambut merah. Sasuke menatapnya seolah melihat gaara didalam dirinya, "oh.. bagus kalau kau akan memperbaikinya. Aku berencana untuk menanam beberapa wortel disini. Aku harap kelincimu tidak akan merusaknya" kata sasuke dengan wajah tanpa emosinya.

"padahal dia lucu sekali" kata hinata yang memberikan kelinci itu kepada pemiliknya. Untuk hinata sendiri bermain dengan binatang merupakan yang pertama kalinya. Sejak dulu dia selalu tinggal di apartemen sehingga tidak boleh ada binatang yang dibawa masuk kedalam. Sesekali jika ingin melihat hewan-hewan dia akan pergi ke tempat penitipan hewan terdekat untuk bermain dengan anjin atau kucing dan peliharaan lain yang ada disana.

Pemilik kelinci itu tersenyum kepada sasuke dan hinata, "baiklah. Ngomong-ngomong apa kalian baru pindah kesini? Perkenalkan namaku Sasori. Aku tinggal di sebelah rumah kalian. Jika ada sesuatu kalian bisa mengubungiku" kata sasori sambil mengulurkan tangannya berharap sasuke akan menyambutnya.

Hinata melihat uluran tangan sasori dan sasuke yang sama sekali tidak berniat menyambutnya, "ah tentu saja. Aku mungkin akan meminta beberapa bantuan kepadamu" kata hinata yang menyambut uluran tangan sasori.

"apakah kalian pasangan pengantin baru?" Tanya sasori yang membuat wajah hinata memerah. Baru kali ini ada seseorang yang bertanya kepadanya seperti itu. "pasangan muda. Manis sekali" katanya.

"i-iya" aku hinata. Sasori kemudian berpamitan pergi kembali kerumahnya dengan membawa kelincinya. Sementara hinata kembali kedalam rumah dan mulai membereskan barang-barang mereka. "astaga banyak sekali yang harus dibongkar" eluhnya yang baru merapikan barang-barang di kardus kedua.

000

Sasuke berjalan-jalan menelusuri komplek pemukiman itu berharap menemukan sesuatu yang menarik minatnya. Dia meihat ada kedai ramen tidak jauh dari rumahnya, kemudian pemandian air panas dan beberapa perempuan yang melihatnya dengan tatapan kagum.

"oh tuan uchiha?" sasuke bertemu lagi dengan orang itu, sasori di minimarket terdekat. "kau sendirian tidak bersama nona Hinata?"

"tidak. Dia sedang dibuk merapikan barang-barang" kata sasuke yang melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan sasori. Hinata? Sasuke menoleh kembali ke belakang merasa heran darimana sasori mengetahui nama hinata. Apa mungkin dia melihat mereka di tv karena upacara pernikahan mereka diliput?

Sasuke mengambil beberapa bahan makanan dan bibit tanaman dan membayarnya di kasir. Suasana malam di tempat itu sangat sunyi, hamper tidak ada orang yang hilir mudik seperti di kota besar. "ini akan berbahaya bagi perempuan jika berjalan sendirian malam hari" gumam sasuke sambil melihat ke kanan dan kekiri memantau keadaan sekitar.

Sasuke sampai dirumah ketika barang-barang sudah dirapikan oleh hinata. "hinata" panggil sasuke, "aku ingin kau memasak dengan ini" tambahnya namun tidak ada jawaban dari hinata. "dimana dia" gumam sasuke yang mencari hinata di seisi rumah kemudian menemukannya di salah satu kamar dilantai dua. Dia sedang tertidur meringkuk dilantai dengan memeluk sesuatu. Sasuke mengambil bingkai itu dari dada hinata dan menaruhnya terbalik kemudian mengangkat tubuh hinata dan menaruhnya di kasur.

Sasuke terus mengamati wajah hinata dari samping dan tanpa sadar menyenetuhnya. Sasuke tersenyum melihat hinata yang terelap tidur, wajahnya sangat damai dan indah. "ugh" hinata mengubah posisi tidurnya dan itu membuat gaun tidurnya tersikap dan mempelihatkan kulitnya dibagian dada. Sasuke berusaha menahan dirinya untuk tidak menyentuh hinata atau bergairah lalu dia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.

000

Paginya makanan telah tersedia diatas meja dengan catatan kecil dipinggirnya. Hinata pergi ke kantor dan akan kembali lagi nanti malam sementara sasuke tidak tahu apa yang harus dilakukannya seharian ini. Tiba-tiba ponselnya berbunyi 'sai' nama itu muncul dilayar ponsel. Nama yang terlalu jarang dia lihat muncul diponselnya. "yo" katanya mengangkat telpon itu.

"kau gila menayangkan pernikahanmu di tv?" kata suara dari seberang telpon itu, "mereka semua sekarang mencarimu. Kau tidak akan selamat, lindungi istrimu sekarang, sasuke. Kau benar-benar gila" katanya dengan suara yang terlalu cepat.

Sasuke menghela nafas mendengar kata-kata itu, "apa maksudmu? Aku tidak mengerti sama sekali" katanya sambil menyendok makananya dan memasukkannya ke mulut. Sasuke mleirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 11 siang kemudian memperhatikan seluruh pintu dan jendela yang tertutup rapat.

Pain dan anak buahnya akan mengejarmu. Dia berada di jepang ketika pernikahanmu disiarkan ke seluruh negeri. Kau ingat kejadian 5 tahun lalu di vegas? Dia akan membalasnya. Kau yakin kau siap? Sasuke terperangah mendengar hal itu.

5 tahun lalu di vegas.

Sasuke menjadi raja judi disetiap casino di vegas, menghabiskan uang para Bandar judi dan menjadikannya miliknya. Saat itu pain sebagai pemilik casino tidak senang dengan kehadiran sasuke. Namun bukanlah sasuke jika tidak bisa mengadali orang-orang seperti pain, sasuke mengetahui trik curang pain dengan meminta bantuan sai. Kemudian pain benar-benar hancur saat iu. Casinonya bangkrut dan dia dipenjara karena kedapatan membawa narkoba dalam jumlah banyak. Setelah saat itu, sasuke tidak pernah kembali lagi ke vegas untuk hal apapun juga.

"bagaimana dia bisa bebas?" Tanya sasuke setelah mempertimbangkan hukuman bagi pemilik narkoba, "ini aneh. Apa dia main kotor?"

Seperti yang kau pikirkan. Seseorang menjamin keluarnya pain dari penjara dan kini dia tengah membuarumu. Aku mendapatkan serangannya kemarin malam. Berhati-hatilah.

Telpon ditutup dan sasuke mulai berpikir cepat, dia memikirkan kakaknya yang mungkin akan jadi sasaran berikutnya. Sasuke menekan beberapa nomor di ponselnya, "kakashi kau harus terus berada di samping itachi 24/7 jam. Mode darurat" kata sasuke sambil mencari pakian bersih dilemarinya, "ngomong-ngomong kau tahu jadwal hinata hari ini? Ah gitu ya.. baiklah…" sasuke menutup telponnya kemudian mengambi kunci mobilnya dan menancapgas menuju keramaian kota.

Sasuke masuk kedalam lingkungan lokalisasi lagi dan mencari gadis yang selalu ditidurinya. "dimana dia?" sasuke membuka pintu kamar tempat biasa mereka bermain dan menemukan gadis itu sedang memakai pakaian, "kau… berhati-hatilah dengan semuanya ok, jaga dirimu baik-baik. Aku akan menghubungimu jika keadaan sudah membaik. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya" sasuke mencium gadis itu kemudian keluar dari tempat itu.

Sasuke terlau terburu-buru hingga tidak sadar seseorang mengawasinya dari kejauhan. Kemudian dia pergi ke kantr hinata namun gadis itu sedang berada di tengah rapat. Selanjutnya dia menunggu hinata di kantornya hingga rapat selesai.

"ada apa kau disini?" Tanya hinata ketika melihat sasuke duduk di kursinya, "kenapa tiba-tiba kau ada disini?" hinata menaruh dokumennya diatas meja.

"kau baik-baik saja?" Tanya sauske ketika melihat hinata, "aku ingin kau berhenti bekerja" katanya tiba-tiba.

"kenapa?"

"aku ingin kau ada terus dirumah" kata sasuke yang mengejutkan hinata. Bahkan dirinya sendiri tidak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulutnya, "aku inginkau bekerja dirumah saja. Tidak perlu ke kantor kecuali ada rapat penting dan aku harus ikut denganmu" sasuke menyadari hinata yang tidak puas dengan penjelasannya, "yah.. karena aku suamimu dan aku jobless." Itu masuk akal bagi hinata.