When Bastard Falls In Love

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke X Hinata

Part 5

Hinata menunggu dengan cemas kabar mengenai sasuke dan naruto di kantornya. Hari menjadibergitu panjang ketika dia harus menunggu, sama seperti waktu itu ketika dia harus menunggu naruto kembali. "nona, rapatnya akan segera dimulai" kata asistennya yang membuyarkan lamunannya.

Hinata menatap kosong ke luar jendela tapi tidak ada pilihan lain selain mengikuti rapat pagi itu. Dia mengambil dokumen diatas mejanya dan sesuatu terjatuh. "nona" panggil asistennya lagi. Tidak ada waktu untuk melihat kertas apa itu jadi hinata hanya mengambilnya dan menaruhnya kembali ke atas meja.

000

"kita jalankan sesuai dengan rencana kita sebelumnya" kata naruto setengah berbisik kepada sasuke. Mereka sedang berada di kasino terbesar yang ada di jepang dengan 4 orang yang menjadi pengawal sasuke termasuk sasori dan naruto di dalamnya. "kau bisa melakukannya" kata naruto ketika merka harus berpisah dengan sasuke.

Pain mengundang sasuke dalam mode permainan yang mati akan kalah. Permainan itu terdiri dari 4 orang dalam satu meja. Peraturannya seperti perjudian biasanya tapi kali ini sedikit di modifikasi dengan diadakan di dalam ruang tertutup. Ruangan itu sangat gelap dan cahaya hanya menyinari 4 pemain dalam ruangan itu. Sementara para pengawal dari masing-masing pemain hanya bisa melihat bos mereka dari sebuah layar besar yang menyambung ke cctv yang ada di dalam ruangan dan naruto yang bertugas untuk mengawasi sasuke dalam permainan itu sementara anak buahnya yang lain berusaha membongkar kejahatan pain dengan menyisiri seluruh kasino itu sesuai dengan rencana yang mereka buat dihari sebelumnya.

000

Permainan itu berlangsung lama sekali sementara sasori dan lainnya masih belum menemukan apa-apa untuk menangkap pain. Sasori berdidri di depan sebuah raungan yang terletak di atas gedung casino itu. "wow.. senang bisa melihatmu disini… sakura" kata sasori yang melihat gadis berambut merah muda itu di depannya sedang memainkan pistol ditangannya. "kau yang menjaga kandang, huh?" Tanya sasori dengan senyuman nakal.

Gadis itu menatap nakal kearah sasor, "oho.. lihat siapa yang ada disini. Kalian kesini bersama-sama?" Tanya sakura, "aku tidak terkejut."

Sasori melangkah ke dalam dan berjalan ke pinggir ruangan, "yeha. Aku juga tidak terkejut melihatmu disini. Tubuhmu bisa menipu sasuke tapi tidak bisa menipuku" kata sasori, "kau memiliki 'semuanya'?"

Sakura berdiri dari tempat duduknya dan mulai menembaki sasori. Namun sasori berhasil menghindari tembakan-tembakan yang diarahkan kepadanya. "tembakan yang bagus, nona" kata sasori berusaha membuat sakura kesal, "kau tahu.. apakah pain menjadi pelarianmu ketika dicampakkan oleh sasuke?"

Sakura terus menembaki sasori dengan pistol di kedua tangannya. "siapa yang dicampakkan?" Tanya sakura berusaha tidak terpancing dalam jebakan sasori.

"kau" jawab sasori sambil menghindari tembakan sakura dan membalasnya, "sasuke memilih menikah dengan hinata karena bosan denganmu. Kau pikir dia tidak tahu berapa banyak lelaki yang telah tidur denganmu selain dia? .. termasuk aku?" katanya. Sasori bisa melihat kemarahan di wajah sakura dan strateginya berhasil.

"mati kau!" sakura menembak membabi buta kepada sasori namun lelaki itu dengan cermat menghindarinya dan membentengi dirinya. Peluru-peluru it uterus melesat kesana kemari sampai memantul pada semua besi dan kembali mengenai kepala sakura. Gadis itu tersungkur dengan peluru dikepalanya.

"kita mendapatkannya" sasori segera melaporkan hal itu kepada naruto. Kemudian semuanya mulai bergerak dari tempat mereka. Naruto berusaha mengeluarkan sasuke dari tempat itu namun pain berhasil mengendus rencananya.

Anak buah pain yang tidak terhidtung banyaknya mengepung mereka. "aku harap kau punya rencana yang bagus, naruto" kata sasuke yang berada di belakang naruto. Naruto mulai bergerak dan diikuti oleh sasuke.

Sore itu tv menyiarkan berita mengenai ledakan besar yang ada di kasino terbesar di jepang itu. Hinata melihatnya dengan mata yang berkaca-kaca. Tubuhnya terasa lemas dan pandangannya mulai kabur. Hinata tidak mengingat apa-apa lagi ketika dunianya berubah menjadi gelap dan orang-orang mulai berlarian kearahnya.

000

Beberapa hari berlalu sejak berita ledakan di kasino itu ditayangkan. Polisi tidak bisa menemukan apapun terkait ledakan iu tapi yang jelas kompolotan narkoba terbesar dunia sudah tertangkap dan pemerintah berjanji untuk memberikan hukuman yang setimpal.

Hinata berdiri di dekat jendela dirumah sakit besar itu. Tubuhnya belum benar-benar pulih sejak kehilangan kesadaran beberapa hari yang lalu. Dia memandangi langit sore yang terlalu jingga hingga menyilaukan pandangannya itu. Langit yang sama yang dia pandang bersama sasuke sehari sebelum sasuke pergi. Hinta tidak mengetahui bagaimana kabar sasuke. Sasori yang beberapa hari lalu datang kepadanya berjanji akan berusaha untuk mencari tahu keberadaan sasuke dan naruto baik dalam keadaan hidup atau mati.

"kau harus menghadiri terapi agar dirinya selamat" kata seseroang di depan pintu kamar rumah sakit hinata, "dia akan tumbuh menjadi anak yang pintar sepertimu, hinata." Perempuan itu menatap perut hinata yang semakin membesar.

End