When Bastard Falls In Love
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : Sasuke X Hinata
PrologHinata tengah menikmati iced chocolate nya di pinggir jendela ketika gaara duduk di depannya. "senang melihatmu disini, hinata" katnya "kursi ini untuk beberapa saat kosong. Tidak ada yang mendudukinya dan pegawaiku tidak membiarkan seseorang mendudukinya."
"senang melihatmu juga gaara. Sudah beberapa lama sejak kejadian itu" jawab hinata sambil tersenyum, "butuh beberapa keberanian bagiku untuk kembali kesini. Terlalu banyak hal yang membuatku enggan kesini."
Gaar menerima teh sorenya dari pegawainya, "benarkah? Aku tidak tahu jika cafeku menyimpan sebuah kenangan untukmu. Sungguh sebuah kehormatan." Gaara menyeruput tehnya.
Hinata menopang dagunya, "kau tahu disini pertama kali aku mendengar pengumuman pertunanganku dengan sasuke. Lelaki brings*k yang akan memporakporandakan kehidupanku. Disini juga kami pertama kali berbicara santai dan aku tidak menyangka hal itu menjadi yang pertama dan terakhir kalinya."
Gaara menaruh tehnya dan tersenyum. "benarkah? Kau tahu di café ini juga sasuke jatuh cinta kepadamu?"
Gaara melihat keterkejutan hinata dari wajahnya. "sore itu shikamaru memberikan fotomu. Foto calon mempelai wanita Hinata Hyuuga kepada Sasuke. Dan malamnya sasuke menelponku kalau dia jatuh cinta kepadamu."
"benarkah? Tapi dia terus menghindar dan tidak pernah mau bertemu denganku sebelum upacara pernikahan. Aku mengiriminya beberapa pesan ke kantor"
"sasuke memang seperti itu. Di ajatuh cinta padamu itu berarti dia tidak akan menyakitimu" gaara berhenti sejenak sebelum meneruskan ceritanya, "sasuke benar-benar menikmati masa-masa terakhir di waktu lajangnya untuk bersenang-senang sebelum dia benar-benar menjadi lelakimu. Seperti itulah dia.
"aku melihat beberapa perubahan keika bertemu dengan sasuke sejak dia menjadi suamimu. Aku bisa melihat kecembruannya ketika ktia bertemu di toko roti. Sasuke tidak pernah seperti itu sebelumnya. Aku juga melihat nafsu yang tidak terbendung ketika kalian berbicara santai di meja ini."
*Flashback gaara*
"aku menyukainya! Gaara aku menyukainya!" teriak sasuke malam itu di telinga gaara, "aku akan menjaganya sebisaku!"
"sasuke kau bodoh huh? ini jam 1 pagi dan kau membangunkanku dari tidurku!" teriak gaara, "lagipula siapa yang kau sukai itu?"
Gaara bisa mendengar tawa sasuke dari seberang telepon, "tentu saja Hinata Hyuuga!" teriaknya. Malam itu adalah malam pertama dan terakhir gaara mendengar pengakuan dari sasuke mengenai seorang perempuan. Sasuke tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia selalu menganggap perempuan hanya diperlukan di ranjang dan untuk melayani nafsu seksualnya. Tapi gaara bisa tahu kalau hinata akan berdampak berbeda kepada sasuke ketika sasuke memandangi foto yang diberikan shikamaru sore itu kepadanya.
"aku gugup" kata sasuke 1 jam sebelum upacara pernikahan di mulai, "aku tidak pernah segugup ini. Gaara apa yang terjadi denganku?!"
Gaara hanya membalasnya dengan senyuman, "ini wajar. Kau tidak pernah bertemu dengannya dan tau-tau kau akan menjadi suaminya. Beranikanlah dirimu. Kalian akan bertemu di altar" katanya mencoba menenangkan.
Upacara itu segera dimulai ketika gaara melihat sasuke yang berdiri gugup di depan altar. Kemudian pintu altar dibuka dan kepala keluarga Hyuuga masuk dengan putrinya yang malam itu sangat mempesona. Gaara memperhatikan wajah sasuke yang sangat terpukau dengan kecantikan hinata. Sinar lampu, gaun dan make up yang sangat membuat hinata sepert dewi yang sedang berjalan menghampiri sasuke. "bodoh. Tutup mulutmu" kata shikamaru yang melihat reaksi sasuke. Ketika hinata semakin mendekat kemudian sasuke berhasil mengontrol emosinya.
000
Pernikahan mereka berjalan ke hari ke-7 ketika sasuke mendengar berita kalau rekeningnya di bekukan dan rumah besarnya disita oleh bank. Sesuatu sedang berjalan tidak beres. Dia segera berlari menemui itachi dan dia tidak bisa membantu apa-apa untuk adiknya. Kemudian sasuke mengatakan kepada hinata untuk pindah kerumahnya yang lebih kecil di pinggiran kota.
Sasuke merasa beruntung ketika melihat hinata menyukai tempat itu. Sasuke hany abisa melihat hinata yang gembira mengelilingi rumah karena saking senangnya. Rumah itu penuh kenangan mengenai keluarganya terutama dengan kakaknya. Dulu, sasuke tumbuh dirumah itu bersama itachi sebelum usaha keluarganya tumbuh membaik dan membuat mereka harus meninggalkan rumah itu. Ketika ayah dan ibunya meninggal, rumah itu hendak dijual oleh perusahaan namun sasuke dengan susah payah mempertahankannya dengan uang yang dia miliki.
End of flash back
"aku tidak tahu kalau dia sampai seperti itu" hinata berkomentar. Gaara hanya tersenyum kemudian kembali melanjutkan ceritanya
"jadi, dia sangat berusaha menyenankanmu. Kau tahu ketika dia mendapatimu dibawa pulang dengan babak belur oleh sasori? Tetanggamu?" gaara menyeruput tehnya lagi, "dia shock. Ketika membawamu ke rumah sakit dan menunggu hasil tes. Dia menangis di telpon. Dia sangat… cengeng. Jika itu menyangkut dirimu" kata gaara.
Hinata hanya memperhatikan wajah gaara kemudian lelaki itu melanjutkan ceritanya. "sejak awal dia akan tahu ini akan terjadi. Dia berusaha bersikap tidak ada apapun yang terjadi di depanmu padahal dalam dirinya dia merasa ketakutan. Sejak saat itu dia tidak pernah melepaskan pandangannya darimu. Kemudian masalah baru datang lagi…
Flashback Gaara (lagi)
"Sasuke tidak pernah tahu kalau apa yang diperbuatnya akan berdampak pada kehidupannya di masa yang akan datang. Wanita dari lokalisasi itu muncul dan membuatnya terkejut dengan mengatakan bahwa dia sedang hamil. Sasuke tidak pernah menyentuhnya selama 3 bulan kemudian dia datang dan meminta pertanggung jawaban. Sasuke benar-benar buntu saat itu. Dia harus menjagamu tapi dia tidak mungkin mengusir perempuan hamil ke jalanan. Untunglah kau bisa mengerti. Ketika itu, sasuke bersyukur menikahi dirimu, hinata.
Oh jangan lupakan ketika dia cemburu pada Sasori. Kau tahu? Sasuke bisa membaca kalau sasori menyukaimu dari pandangannya meskipun pada akhirnya dia adalah anak buah naruto.
End of flashback
"kau tahu hal paling bahagia ketika dia bersamaku?" tanya hinata memotong cerita gaara.
Matahari semakin tenggelam dan lampu-lampu jalan mulai menerangi jalanan. "saat dia bersama denganmu kapanpun itu" jawab gaara.
Hinata melipat kedua tangannya diatas meja, "oh aku kira ketika kami melakukan malam pertama kami di hotel setelah bermain di taman bermain?" kata hinata yang membuat suasana sedikit canggung.
"mungkin begitu" jawab gaara yang berhasil mengontrol emosinya, "dia selalu menceritakan apapun padaku kecuali yang itu. Mungkin dia sangat senang dan ingin dia sendiri yang menyimpannya bukan aku atau orang lain. Kau tahu bagaimana dia sekarang kan? Aku sangatberterimakasih padamu untuk tidak meninggalkannya sampai detik terakhir dan terus setia padanya."
Hinata mengambil tasnya dan berdiri dari bangkunya, "terimakasih juga sudah menjadi teman yang baik untuknya, Gaara. Dia senang memiliki teman sepertimu."
Seorang anak kecil berlari menuju kearah hinata di ikuti oleh seoran gpria dibelakangnya. "Ibu ayo kita pulang!" kata anak itu menghampiri hinata. "kenapa kau senang sekali berada disini? Aku main tebak-tebakan dengan ayah dimana ibu berada sejak tadi."
"lalu.. siapa yang menang?" Tanya hinata sambil tersenyum.
"ayah.. aku menebak 10 tempat di sekitar sini dan ayah hanya menebak 1" katanya dengan mata yang meulai berlinang. Hinata menyentuh pipinya dan mencium keningnya.
"kau akan menang suatu hari nanti" kata hinata menggandeng anak itu dan berjalan ke mobil mereka. "hai" sapanya kepada pria tinggi itu.
000
Anak itu sudah tertidur pulas ketika hinata kembali ke ruang tamu. "apa yang kau bicarakan dengan gaara?" Tanya lelaki yang menonton tv itu.
"apa yang ingin kau tahu?" hinata memotong beberapa buah untuk dimakan. Lelaki itu berjalan mendekat kearahnya dan hinata tahu dari wangi tubuhnya, "aku tahu kau berjalan mendekat."
"apa yang kau bicarakan dengan dia?" Tanya pria itu sekali lagi.
Hinata membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya ke leher pria itu, "membicarakanmu, sasuke" hinata mencium bibir sasuke dan tangan kekar itu kembali melingkari pinggang hinata dan membawanya ke dalam kamar.
"kau tahu kau akan jadi seperti apa malam ini kan?" goda sasuke yang mulai mencumbu hinata. Hinata sangat menikmati pergerakannya dan bersyukur sasuke kembali dalam kehidupannya setelah insiden itu. Kini hinata berharap tidak ada hal buruk yang terjadi lagi kepada keluarganya.
Absolutely END
