"Hyung.. dimana tubuhku?" tanya Kyuhyun nanar. Tubuh sejati yang dimaksudkannya adalah tubuhnya sebagai Cho Kyuhyun, bukan yeoja seperti Ahra saat ini. Siwon beranjak untuk duduk disisi ranjang, mengusap sayang surai brunette milik kekasihnya. Sedikit aneh rasanya saat kekasihnya itu memanggilnya dengan sebutan 'hyung' tersebut.
"Aku akan memanggil Dokter Hyun segera untuk memeriksamu_" jawab Siwon. Ia hendak beranjak dari duduknya, namun sentakan dari tubuh Ahra menghalaunya. Namja tampan itu menoleh memandang kekasihnya dengan raut kikuk, yang tengah menggenggam lengannya itu dengan kedua tangan cantiknya.
"Aku mohon bawa aku pada diriku_" ucapnya nanar lalu menggeleng keras, "Anniyo.. bawa aku pada Kyuhyun" pintanya. Siwon menatap sendu kedua manik cantik yang penuh harap memandangnya. Perlahan, ia mengangguk. Melepaskan selang oksigen yang tengah dipakainya. "Jika kau merasa tidak baik, cepat katakan padaku" ujar Siwon pada tubuh yeoja yang masih dianggapnya adalah calon istrinya tersebut.
Kyuhyun mengangguk cepat. Dengan lembut, Siwon mengangkat tubuh Ahra ala bridal style menuju kursi roda yang memang telah tersedia disudut ruang tersebut. Tak ia lupakan pula tiang yang menyangga kantung infus, agar tubuh kekasihnya itu tetap dalam keadaan stabil.
Kyuhyun beringsut membenarkan letak duduknya setiba dikursi roda. Ditelisiknya kembali jarum infus yang masih bergantung dilengannya. Lagi-lagi ia meraba, mencoba mencabut jarum itu, dan lagi-lagi pula Siwon mencegahnya, "Aku baik-baik saja hyung" tutur Kyuhyun sendu. Siwon hanya tersenyum kecut mendengarnya, 'Ahra benar-benar dalam kondisi yang buruk' batinnya.
"Jika Dokter sudah mengatakan kau baik-baik saja, kita akan melepaskannya. Arrachi?" Dan mau tak mau Kyuhyun menurut. Melihat Ahra yang kembali diam, Siwon mulai mendorong kursi roda dan juga tiang infusnya dalam genggamannya.
Langkah mereka pelan, bahkan sangat pelan Kyuhyun yakini untuk mencapai segera tubuhnya. Apa Ahra sudah sadar? Dan sekarang ia menjerit histeris melihat dirinya kini sebagai namja? Atau kini ia tengah menangis tersedu-sedu? Berbagai kemungkinan terus Kyuhyun fikirkan mengenai tubuhnya kini.
Korridor rumah sakit tampak sedikit berisi dengan adanya para suster, pasien, ataupun orang-orang yang berkunjung disana. "Sudah berapa jam aku tak sadarkan diri?" tanya Kyuhyun.
"2 hari lamanya kau tak sadarkan diri. Aku sangat takut saat tadi malam denyut jantungmu melemah, aku kira kau akan meninggalkanku sepcepat itu. Gomawo chagiya.. kau mampu bertahan melewati semuanya"
Kyuhyun menggigit bibir bagian atas milik Ahra. Maniknya sudah semakin nanar mendengar penuturan namja yang dicintainya itu. Hatinya sakit, bahkan remasan diujung baju pasien yang dikenakannya belum bisa menjadi pelampiasannya kini. "Lalu.. bagaimana dengan Kyuhyun?"
"Kyuhyun juga masih dalam masa komanya_" jawab Siwon seraya mendesah berat. "_Kasihan Leeteuk, apa ia akan baik-baik saja? Dia kan sedang hamil muda sekarang"
Bulir kristal itu tak dapat dibendung lagi. Kyuhyun menangis melalui tubuh Ahra. Isakkan demi isakkan kecil ia lantunkan hingga mengusik pendengaran Siwon. Langkahnya terhenti mendorong kursi roda kekasihnya itu. Ia beralih menghadap kekasihnya itu dan berjongkok dihadapannya seraya menggenggam lembut jemari kekasihnya itu. Kyuhyun masih menangis dalam diam, walau hanya isakkan demi isakkan yang dinyanyikannya.
"Kau kenapa sayang?" tanyanya lembut. Kyuhyun menggeleng keras menapik pertanyaan itu dan enggan untuk menjawab. Jemari Siwon meraih kedua pipi bak porselen itu dengan lembut. Menghapus setiap bulir kristal yang terus membajiri pipi lembut Ahra.
"Sudah jangan menangis seperti itu. Bukan salahmu membuatnya seperti itu.. Ingat! Kyuhyun itu anak yang kuat, dia pasti bisa melewati masa kritisnya itu" Kyuhyun tak menjawab, bulir beningnya semakin ganas membanjiri pipi Ahra. Ia memegang jemari Siwon yang masih setia dipipi Ahra, yang dengan telaten mengelap pipi pujaan hatinya. Ditepisnya pelan jemari Siwon, membuat namja tampan itu bergeming sejenak. "Wae chagiya?"
"Hiks.. hiks.. Aku_" lirih Kyuhyun tertahan, sesak rasanya untuk mengatakan suatu kebenaran "Aku bukan Ahra noona. Ini aku Cho Kyuhyun, hyung hiks...Kurasa jiwaku tertukar pada Ahra noona hikss..."
"Apa?" bingung Siwon menanggapi.
.
.
It's Me!
Cast : WonKyu x WonRa (Siwon x Ahra)
'2/4'
Disclaimer : Disclaimer :Typos, Ooc, BL, 4l4y, No Plagiat!
Ini FF murni dari otak abal Amoree, Kalau kagak suka bisa kok lansung klik tanda "X" disisi kanan atas layar.._Thx^^
Happy Reading^^
.
.
Kyuhyun tidur berbaring disebuah tempat khusus. Kedua tangannya diletakkannya dikedua sisinya, saat tempat yang ia tiduri berjalan perlahan memasuki bak sebuah lorong dengan laser hijau yang siap menggerayangi seluruh tubuhnya. Ia hanya diam saja tak bergeming. Setelah ia mengatakan kebenaran tadi, Siwon lansung memutar haluan dan membawanya menghadap ke Dokter Hyun guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut, hingga ia berakhir berbaring diranjang lab guna melakukan CT Scan dirumah sakit ini.
Siwon hanya diam memandang kekasihnya dibalik kaca besar, batas antara dirinya dan juga Ahra. Ia duduk diruang kontrol bersama Dokter Min, dokter bagian radiologi... menesilik bersama hasil scan otak Ahra. "Dia baik-baik saja. Otaknya juga tak mengalami cedera yang serius. Dan gumpalan kecil yang berada dibalik tempurung depannya, hanya sebuah gegar biasa dan akan sembuh sendiri pasca rawat jalan" Jelas Dokter Min, seraya jemarinya bermain pada layar PC, memandang dengan seksama kerangka kepala kekasihnya itu.
"Lalu kenapa dia selalu menganggap dirinya adalah orang lain? Dia bersikap sangat aneh sekali, Dok!"
"Hal seperti ini wajar terjadi usai kecelakaan berat. Syok mental yang dialami pasien adalah rasa trauma tersendiri baginya. Rasa bersalah, ingin menghindar dari sesuatu, merupakan faktor utama terbentuknya trauma itu sendiri. Sangat diharapkan bagi keluarga untuk selalu mensupport pasien dan juga mendampinginya. Dukungan dari keluarga sangat berperan penting untuk kesembuhan pasien"
Siwon mengangguk paham mendengar saran bijak dari Dokter yang menangani kekasihnya itu. Ia lansung beranjak dari duduknya, menghampiri Kyuhyun yang diyakininya adalah Ahra yang berusaha untuk duduk dibantu oleh seorang suster. Pemeriksaannya telah usai...
"Apa yang dokter katakan? Apa dia bilang aku gila?" curiga Kyuhyun. Ditatapnya sinis dokternya yang masih duduk diruang sebelah. Sang Dokter tak menyadari tatapan sinis Kyuhyun. Ia masih asyik bergelung dalam pekerjaannya, membaca grafik catatan medis Kyuhyun kemarin dan juga hasil pemeriksaan barusan. Siwon menggeleng, seraya tersenyum lembut berusaha menenangkannya.
"Tidak. Hasil pemeriksaanmu baik-baik saja sayang. Ayo kita temui Kyuhyun sekarang." Ajak Siwon. Kyuhyun mengangguk pelan. Ia perlahan turun dari tempat pembaringannya menuju kursi rodanya tadi, tentunya dibantu oleh Siwon.
Siwon perlahan mengangguk kepada Dokter Min yang memandang mereka diruang kontrol, dan tak lupa dengan suster penjaga yang telah menemani kekasihnya sejenak tadi. Anggukan kecil sebagai salam hormat, mereka balas dengan ramah pula.
"Hyung.. cepatlah" pinta Kyuhyun. Siwon mengerti. Ia lansung meraih kedua pegangan pada kursi tersebut dan membawa yeoja cantik dihadapannya itu berlalu dari ruang lab ini menuju kamar rawat Kyuhyun.
.
Kyuhyun tertegun saat tiba dikamar yang dihebohkannya sedari tadi. Jemarinya bertaut satu sama lain. Bibirnya bergetar dengan rautnya yang sudah kacau. Ingin rasanya ia berlari menghambur tubuhnya kini yang terbaring lemah diranjang. Kepala yang diperban, lengan yang juga diperban, bahkan masker oksigen pun turut andil dalam deretan kata naas untuk potret dirinya kini. Mesin elektrokardiograf masih saja memekik, membelah kesunyian dikamar tersebut.
Ingin rasanya ia berteriak, menyuarakan kepada dua insan yang duduk dikedua sisi ranjang itu_ bahwa dirinya kini ada didekat mereka. "Ahra-ssi" panggil Yunho dengan suara beratnya.
Kyuhyun terguguh melihat potret ayahnya kini. Begitu kasihan dipandang. Rautnya masih tampan seperti biasanya, namun lihat kantung matanya itu. Apa appa benar tidak tidur selama ini? Membayangkannya saja sudah membuat Kyuhyun meringis sakit dalam diam melihat kedua orang tuanya kini.
Siwon membuka sedikit pintu ruang rawat tersebut agar muat pada kursi yang tengah didudukki Kyuhyun. "Oh.. Leeteuk tengah tertidur. Tampaknya ia sangat lelah" jawab Yunho_melihat Ahra yang masih senantiasa memandang Leeteuk yang menelungkupkan wajahnya pada sisi ranjang.
"Syukurlah kau sudah sadar. Maaf kami belum bisa menyapamu" sesal Yunho. Raut itu berubah menjadi semakin sendu, hingga Kyuhyun muak dan membuatnya menurunkan pandangannya. Yang ia tau, appanya adalah orang kuat_tidak menyedihkan seperti ini!
"Bagaimana perkembangannya?" tanya Kyuhyun sedih. Yunho menggeleng, "Seperti yang kau lihat.. Anakku belum jua sadarkan diri"
Kyuhyun meraih kedua roda pada kursinya, mendorongnya hingga mencapai sisi ranjang disebelah Leeteuk. Dia hanya diam memandang sosok dirinya kini.
"Apa yang dokter bilang? Kenapa dia masih tak sadarkan diri?" tanya Kyuhyun.
"Dokter bilang ada penyumbatan dipembuluh darah otaknya"
Seulas senyum kaku ia layangkan hingga membuat dua namja diruang tersebut sedikit bingung melihatnya.
"Kenapa sayang?" tanya Siwon.
"Apa orang-orang akan percaya jika aku mengatakan jika aku adalah dia?" monolognya seraya menunjuk tubuhnya yang terbaring. Yunho tersentak mendengarnya, namun Siwon hanya bungkam_tampaknya ia sudah terbiasa dengan sikap aneh kekasihnya itu.
"Bercandamu tidak lucu Ahra-ssi" jawab Yunho sembari tersenyum. Kyuhyun mendongak, pipinya telah basah karena kristal bening yang ia keluarkan. Ia kembali menggigit bibir atas Ahra pelan, membuat Yunho sedikit tergugah. "Tampaknya kau masih memerlukan istirahat yang cukup, Ahra-ssi." Yunho mencoba untuk menyarankan. Siwon mengerti. Ia lansung beranjak menuju kursi roda Ahra, membawa yeoja cantik itu untuk segera pergi meninggalkan ruang rawat Kyuhyun.
"Appa.. ini aku, Kyuhyun. Ini benar-benar diriku. Kau harus percaya padaku appa" seru Kyuhyun, walau dirinya kini telah dibawa Siwon pergi dari ruangan tersebut. Suaranya menggelegar, masih tersisa beberapa kalimat yang dapat ditangkap oleh pendengaran Yunho. Leeteuk mendongak, rupanya ia telah terbangun dari tidurnya. "Kenapa ia harus memperkeruh suasana?" gumamnya, dan terdengar oleh Yunho.
.
.
Siwon memapah Ahra turun dari kursinya menuju ranjang. Ia masih sabar dan juga setia membantunya. Baginya, Ahra bukan hanya kekasih ataupun calon istrinya. Ahra adalah pelengkap hidup dan juga nyawanya. Tapi, masih setiakah ia pada yeoja cantik itu jika Ahra yang diyakininya itu tak lain adalah namja yang menyukainya?
Ia menarik sedikit selimut hingga menutupi setengah badan kekasihnya itu. Kyuhyun hanya diam, menuruti apa yang dilakukan Siwon_terlebih lagi saat namja tampan itu mencium keningnya dengan hangat. Inilah yang dimaunya sedari dulu. Diperlakukan hangat dan penuh cinta oleh orang yang ia cintai. Namun mengingat kondisinya kini, rasa bahagia itu berputar sesak harus menerimanya. 'Dia melihatku sebagai kekasihnya, bukan sebagai Cho Kyuhyun'
"Istirahatlah sayang.. Aku akan menjagamu disini"
Kyuhyun beralih memegang jemari Siwon yang masih mengusap sayang surai panjangnya, "Kau masih tidak mempercayaiku hyung? Ini aku, Cho Kyuhyun" akuinya.
"Aku percaya itu kau. Jadi istirahatlah"
"Kau bohong! Kau masih tidak mempercayaiku" rajuk Kyuhyun. Ia berbalik membelakangi Siwon dan menarik selimutnya lebih tinggi hingga menutupi wajahnya. "Pergi" ucapnya dingin. Siwon tak menurut, ia kukuh untuk membujuk Ahra yang merajuk.
"Jangan memanggilku sayang. Sudah kubilang.. Aku Cho Kyuhyun, hyung" katanya dibalik selimut. Siwon hanya diam, susah baginya untuk mempercayai semua perkataan Ahra kini. Sebegitu frustasikah ia hingga ia menyatakan dirinya seorang sebagai Kyuhyun?
"Aku tau kau sangat menyayangi Kyuhyun, dan merasa sangat sedih dengan keadaan Kyuhyun saat ini. Aku juga demikian melihat kondisinya kini.. Tapi bukan seperti ini caranya sayang"
Kyuhyun menurunkan letak selimutnya. Maniknya sudah berkaca-kaca, siap menumpahkan rasa sakit dihatinya. Terkadang ia juga heran, mengapa ia sangat mudah untuk menangis? Apa ini disebabkan dengan kondisi tubuhnya sebagai yeoja? Dan membuatnya juga mempunyai perasaan layaknya seorang yeoja?
"Berapa kali harus kukatakan jika aku tidak berbohong? Ini memang tidak masuk akal. Tapi diriku kini bukanlah Ahra noona yang kau kira hyung. Ini aku, Cho Kyuhyun yang selalu ingin bermanja denganmu_"
Siwon tak menjawab, ia hanya bisa diam mendengar semua kegundahan hati yeoja dihadapannya. "_Kau ingat saat pertama kali aku masuk Play Group? Aku merengek pada eomma untuk mengajakmu juga, dan pada awal perkenalan.. aku menyatakan dirimu disemua teman-teman baruku jika kau adalah pacarku" Siwon akui ia mengingat hal itu," Bukankah kau sudah mengetahuinya juga? Leeteuk yang memberi tahumu kan?" ujar Siwon santai.
Kyuhyun mengumpat dalam hati mendengarnya, ini terlalu umum_harus lebih spesifik lagi.
"Kau ingat saat ulang tahunku 2 tahun yang lalu. Aku memintamu untuk mengajakku kesuatu tempat, hanya berdua saja dan kau mengajakku kesebuah bukit. Dan kita mengambil foto bersama disana. Kau ingat kan hyung?_"
Siwon mengangguk dengan ragu, "Apa Kyuhyun yang memberitahumu?"
"_Anniyo. Itu karna aku adalah Kyuhyun. Dengan cara apa la_" Kyuhyun memotong perkataannya saat dilihatnya Hyukjae yang sejatinya adalah sahabatnya berlalu melewati kamarnya. Pintu kamar yang terbuka lebar, membuatnya jelas melihat siapa gerangan yang berlalu.
"Cepat kau panggil namja berbaju kuning tadi hyung. Aku akan membuktikan padamu jika aku adalah Kyuhyun." Tuturnya dengan suara yang sedikit keras.
"Nugu?"
"Lee Hyukjae. Temanku.. Kau pasti mengenalnya" ungkapnya. Siwon kebingungan dengan maksud perkataan yeoja yang diyakininya adalah Ahra tersebut. Ia sedikit berlari saat nada memerintah Kyuhyun menggelegar, dan membuatnya semakin mempercepat langkahnya menyusul.
.
Dan disinilah Hyukjae berakhir dengan raut cengonya. Kaos kuning yang dikenakannya dengan celana belel bewarna biru tua, dan juga tas yang menyelempang menggantung dibadannya. "Sudah berapa kali kukatakan jika kaos itu sangat norak kau gunakan" hujat Kyuhyun.
"Ne?" bingung Hyukjae. Siwon pun demikian, walau kini ia hanya bisa diam melihatnya.. duduk dengan menyilangkan kedua tangannya. Ia duduk disebuah meja yang terletak didekat jendela, menatap kedua insan itu dengan serius...menunggu pembuktian yang akan diungkap yeoja itu.
"Ini aku Cho Kyuhyun, bodoh!"
"Hah?" sentak Hyukjae. Dipandanginya seluruh tubuh yeoja itu dari atas hingga kebawah, begitupun sebaliknya. "Noona.. apa otakmu sedikit bergeser karena kecelakaan kemarin? Temanku yang bernama Kyuhyun adalah seorang namja, bukan yeoja_" Hyukje mengalih pandangannya menatap Siwon. Telunjuknya terjulur mengarah pada Ahra, "Hyung.. kurasa kau harus membawa kekasihmu ini ke psikiater. Syarafnya benar-benar terganggu" ujarnya pada Siwon.
Kyuhyun mendengus saat juluran telunjuk temannya itu tepat mengarah pada wajahnya. Ini yang tidak ia sukai, saat orang lain menunjuk dihadapan wajahnya seolah tengah merendahkannya.
"Auuu..." ringis Hyukjae telak saat telunjuk manisnya itu terperangkap dalam gigitan sangar Kyuhyun. Siwon tersentak, ia lansung mendekati kekasihnya itu dan mencoba membujuk untuk melepaskannya. "Kau tau kan jika aku tak suka ditunjuk-tunjuk seperti itu"
Hyukjae yang tengah mengelus-elus telunjuknya dengan sayang, sejenak tersentak memandang Ahra. Perkataan itu? Perilakunya barusan? Maniknya mengerjap polos, "Kau menyukai susu strawberry. Nilai ujianmu tak pernah melampui nilai 60..Kau juga sangat takut ditinggal seorang diri ditempat yang sepi karena kau sangat takut hantu. Cita-citamu adalah menjadi seorang dancer terkenal. 1 minggu yang lalu, kau meminjam uangku sebesar 20.000 won untuk membeli formulir pendaftaran kontes dance. Kau juga seorang maniak akan majalah dan juga film porno.. kau_"
"Stop!_" cegah Hyukjae dengan manik horrornya. "_Apa Kyuhyun yang memberitahumu noona? Bagaimana kau sangat tau tentang diriku?"
"Apa perlu kuberitahu rahasia yang lebih besar lagi?" tawar Kyuhyun, dan Hyukjae masih diam. Belum bisa menetralkan fikirannya dari rasa keterkejutan yang disampaikan yeoja cantik dihadapannya kini.
"Kau mempunyai celana dalam hanya dengan 2 warna, kuning dan juga pink. Dan kau akan memakainya jika hari ini tanggal genap, kau memakai warna pink.. dan jika ganjil kau akan memakai warna kuning. Karena hari ini adalah tanggal genap, kau memakai celana dalam warna pink bukan? Dan satu lagi, Apa kau ingat disaat terakhir kita sekolah kemarin? Aku mengusilimu dengan mengganti password handphonemu dan kau histeris sampai membelikanku 2 buah roti daging sebagai uang suap agar aku membukanya?"
Bukan hanya Hyukjae sebagai korban pembullyan kenyataan, bahkan Siwonpun tertohok mendengar penuturan kekasihnya itu. Benarkah ini adalah Kyuhyun? Atau ia hanya mencoba melafalkan kembali sesuatu yang dikatakan orang lain?
"Kurasa aku membutuhkan udara segar dulu. Hyukjae-ssi, bisa kau jaga Ahra noona sebentar?" ujar Siwon meminta. Hyukjae mengangguk gamang menanggapi, dan anggukan itu berhasil membuat Siwon melesat meninggalkan kedua insan tersebut yang masih beradu tatap satu sama lain.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Hyukjae akhirnya. Bibir Ahra tertarik keatas tersenyum lembut. Ia menyapu poninya kebelakang yang terjatuh, "Ini aku, Cho Kyuhyun"
"Ini benar-benar gila_"
Kyuhyun mengangguk membenarkan apa yang dikata sahabatnya itu, "Kau benar. Tapi inilah kenyataannya, jiwaku tertukar pada Ahra noona."
"Aku masih belum percaya seutuhnya."
"Apa kau ingat percakapan apa terakhir yang kita bicarakan? Aku menginginkan transgender kan? Dan aku berencana untuk menyatakan cintaku pada Siwon hyung, lalu kau menasihatiku dengan saran sok bijakmu itu. Bagaimana mungkin percakapan kita berdua bisa diketahui dengan cepat oleh Ahraa noona?"
"Bisa saja kau menguping noona. Bukankah setelah itu kau muncul?" jawab Hyukjae bersikukuh untuk tidak percaya. Jelas ia tak mempercayainya. Apa yang dikatanya itu benar-benar diluar logika.
"Dan mengenai password handphonemu, itu terjadi saat jam pelajarankan? Terus masalah celana dalammu.. bukankah kita sudah saling bersumpah untuk tutup mulut bersama? Aku menjaga rahasia tentang celana dalammu, dan kau menjaga rahasiaku tentang keinginanku untuk melakukan transgender"
Hyukjae mengumpat seorang. Mau tak mau ia harus menerima kenyataan ini, jika yeoja yang dihadapannya kini adalah sahabatnya. "Jadi ini benar adalah kau? Masih sulit bagiku untuk meyakininya. Tapi, tentang semua yang kau katakan adalah benar."
Kyuhyun mengangguk, "Aku senang akhirnya kau mempercayaiku."
"Ok! Aku akui masih berat bagiku untuk bicara seperti biasanya. Tapi yang membuatku penasaran kini, bagaimana bisa jiwamu ketukar eh?"
Kyuhyun mendesah berat dan menggeleng setelahnya. Ia memulai cerita pada sahabat ajaibnya tentang mimpi yang dijalani, tentang langkahnya yang menemui satu cahaya besar dan berakhir terpecah menjadi dua. Hyukjae manggut-manggut mendengar cerita sahabatnya itu, entahlah bagaimana otak standarnya akan memproses semua itu.
"Itu berarti, Tuhan benar-benar mengabulkan doamu. Bukankah kau sangat ingin menjadi yeoja dan memikat dia?"
Kyuhyun mendesis tak terima, bukannya membela..namja itu semakin menjerumuskannya. "Tapi bukan seperti ini. Kau tak lihat bagaimana orang tuaku kini? Mereka sangat sedih melihatku terbaring koma sepert itu"
"Itu sama saja_"jawab Hyukjae cuek. "Orang tuamu juga akan sedih jika kau melakukan transgender nantinya. Tidak ada yang berbeda. Sudah nikmati saja tubuhmu sekarang, tuhan sudah memberimu cuma-cuma tanpa perlu kau pergi menjalani operasi"
"Jika memang benar, itu semua tak bisa merubah keadaan. Siwon hyung akan tetap mencintaiku sebagai sosok Ahra noona bukan sebagai Cho Kyuhyun"
"Kalo masalah itu, aku angkat tangan. Aku tak bisa memberimu masukan lagi Kyu" jawab Hyukjae seraya mengangkat kedua tangannya.
.
.
Siwon melenggang menyusuri koridor rumah sakit dan berakhir terduduk disebuah kursi yang tersedia dilorong tersebut. Berat hatinya untuk tetap bertahan didalam bersama kekasihnya yang terlihat aneh itu. 'Ada apa dengannya? Hasil pemeriksaannya pun baik-baik saja. Apa benar yang dikatakannya itu?' fikirnya.
"Kau kenapa Won?" tegur Yunho yang juga ikut duduk bersebelah dengannya. Siwon sedikit terperanjat menanggapi kedatangan Yunho. "Anniyo, Aku hanya memikirkan keadaan Ahra. Dia menjadi sangat aneh."
Yunho mengangguk menyetujui, "Kurasa itu hanya rasa trauma pasca kecelakaan saja,"
"Dokter juga bilang demikian. Tapi Ahra yang kini bukanlah Ahra yang kukenal selama ini. Ada yang berbeda darinya itu, tapi aku juga bingung apa yang berbeda"
"Sudahlah.. kau jangan terlalu memikirkannya. Dia akan baik-baik saja"
"Kau benar Yun. Tetapi setiap dia berkata jika dia adalah Kyuhyun, hal itu yang membuatku sedih. Bahkan yang membuatku tercengang, ia tau saat 2 tahun yang lalu dihari ulang tahun Kyuhyun.. Aku mengajaknya kebukit"
"Kau mengajak anakku kebukit?" tanya Yunho dengan alis yang bertaut bingung.
Siwon mengangguk mengiyakan, "Iya.. Kyuhyun tak memberitahumu? Ia memintaku untuk berjalan bersama sebagai hadiah ulang tahunnya. Dan aku mengajaknya kebukit lalu kami berfoto bersama"
"Kyuhyun tak pernah menceritakannya padaku." Siwon terguguh mendengar jawaban Yunho. Apa benar Ahranya adalah Kyuhyun?
"Lalu dimana Ahra sekarang? Apa ia tengah beristirahat?"
"Anniyo. Ia sekarang tengah bersama Hyukjae, temannya Kyuhyun. Aku tercengang saat dia mengungkapkan semua fakta tentang anak itu. Apa selama ini dia juga akrab dengan anak itu? Tapi kenapa anak itu juga terkejut mendengar perkataannya tadi. Kelakuan Ahra saat ini membuatku tak habis fikir padanya"
"Sudahlah..kau harusnya tetap mensupport dia. Biar bagaimanapun, kalian akan segera menikah kan?_"
Siwon mengangguk,"_Apa kerabatnya sudah datang menjenguknya? Kasihan dia hanya tinggal seorang disini, kedua orang tuanya telah tiada, dan hanya kau..keluarganya satu-satunya disini."
"Belum. Mereka mengabariku akan tiba esok hari. Lalu, apa ada perkembangan dari Kyuhyun?"
Yunho menggeleng, "Belum ada. Dia masih koma. Tampaknya ia tengah berbahagia dialam mimpinya itu hingga lupa untuk pulang" jawab Yunho sedikit bercanda. Siwon tersenyum menanggapinya, "Aku harap ia juga sadar secepatnya..."
.
.
Dan lagi-lagi tempat ini yang dikunjungi namja berpipi chubby itu. Sebuah tempat yang tak dikenalnya, dengan diselimuti kabut tebal. Kyuhyun terus berjalan dalam kebingungannya. Entahlah kemana ia akan menuju.
Kabut-kabut putih nan tebal itu perlahan memudar, membuat Kyuhyun sedikit terpukau dengan apa yang dilihatnya. Pijakan yang sebelumnya tak tau berbentuk apa, perlahan tampak. Sekumpulan rerumputan hijau mengelilinginya. Kyuhyun semakin terpukau melihatnya. Fikiran kolotnya yang selalu bertanya dari tadi akan dimana keberadaannya kini, sejenak lupa dan terlena dengan apa yang dilihatnya.
Langkahnya semakin mantap, mengikuti rerumputan dikakinya yang seolah membentuk sebuah jalan setapak untuknya. Diikutinya apa keinginan rumput tersebut. Jalanan yang dilaluinya terasa sedikit berat mengingat langkahnya semakin memasuki jalan yang mendaki. Setibanya dipuncak, ia diam. Senyum khas manis yang selalu bertengger dibibirnya ia ukir tanpa ragu. Bagaimana tidak! Tak sia-sia baginya berjalan bahkan mendaki seperti ini, saat kau mampu menikmati keindahan alam yang tersuguh dimatamu.
Sebuah danau yang sangat jernih airnya, bahkan ikan-ikan kecil yang bewarna-warni didalamnya beserta kerikil kecil dalam endapannya_dapat dilihat jelas olehnya. Jangan lupakan dengan bunga yang beraneka ragam warnanya yang senantiasa hidup dipinggirnya, seolah tengah melindungi danau tersebut agar tak dijamah siapapun.
Kyuhyun sejenak memicingkan maniknya, menatap sebuah pohon besar yang hidup ditengah kolam tersebut. Salah satu ranting disisi kanan membuatnya penasaran. Seseorang duduk diatas sana dengan gaun bewarna putih?
Ia perlahan mendekat ke sisi danau. Melihat secara intens siapa gerangan tersebut. Manik yang awalnya memicing perlahan membulat, "Ahra noona?" gumamnya. Kyuhyun semakin gencar mendekat, menembus blokade bunga yang bewarna-warni yang seolah menghalanginya. Langkahnya terhenti dipinggir danau. Kyuhyun terus menyorakkan nama yeoja itu dengan lantang. Dan untungnya Ahra melihatnya. Yeoja itu tersenyum memandangnya dan melambai padanya. Sebuah cahaya terbentuk dikedua pundaknya, melebar hingga membentuk sepasang sayap disana.
Namja chubby itu terperangah melihatnya, terlebih lagi saat Ahra datang mendekatinya dengan kedua sayap yang senantiasa terkepak. Satu langkah kecil ia lakukan saat Ahra mulai mendekat, "Noona..Kau..." ungkapnya terbata, tak tau lagi harus berkata apa
Ahra tersenyum, masih melayang bersama kepakan sayapnya diatas permukaan danau. Gaunnya terus melambai-lambai diterpa angin semilir. "Tempatmu bukan disini Kyu, pulanglah..." tutur Ahra lembut.
"Tapi bagaimana dengan noona? Noona juga harus pulang bersamaku" jawab Kyuhyun dengan raut sendunya. Ahra tersenyum lembut dan menggeleng lemah, "Tempat noona disini, noona tak bisa ikut denganmu"
"Lalu.. bagaimana dengan Siwon Hyung? Noona akan meninggalkannya begitu saja?"
Ahra lagi-lagi tersenyum, "Sudah ada kau disampingnya.. dia tidak akan kesepian, aku juga akan bersamamu" Kyuhyun menggeleng, menolak semua perkataan Ahra. Kenapa harus ia seorang yang kembali. Apa maksud dari perkataannya? Apa ia benar-benar akan melepaskan Siwon teruntuknya seorang? Bukankah yeoja cantik itu juga sangat mencintainya? Sama halnya yang dirasakannya.
"Kau mungkin akan menjalani kehidupan yang lebih berat karena aku. Namun, kau pasti akan melewatinya bersama orang-orang yang menyayangimu Kyu. Cinta sejatimu juga akan tetap bersamamu, jangan risaukan itu." Ucap Ahra ambigu. Ia tersenyum lebar. Senyum yang sangat teduh nan lembut, tak seperti biasanya.
"NOONA!" Sentak Kyuhyun saat terbangun dari tidurnya. Nafasnya tersengal tak teratur bersama bulir keringat yang kerap bercucuran. Dipandangnya sekitar, dan apa yang didapatnya dalam maniknya_adalah kamar inapnya tadi. Ia menelisik seluruh tubuhnya, dan sudah dipastikan tubuh siapa ini. 'Apa itu hanya mimpi? Kenapa semuanya terasa begitu nyata? Lalu, apa maksud dari perkataan Ahra noona tadi?' batinnya.
BRAKK!
Kyuhyun tersentak saat pintu kamarnya terbuka dengan bunyi yang cukup membuat gaduh. Ditatapnya Siwon dengan raut pucatnya, dan juga nafas yang tersengal sepertinya tadi. Apa ia mengalami sesuatu yang buruk hingga membuatnya seperti itu? Mungkin saja. "Ada apa Hyung?" tanya Kyuhyun.
Siwon beranjak menuju sudut kamar, tempat ia meletakkan kursi roda Ahra. Diangkatnya kekasihnya itu menuju kursi roda. "Kyuhyun kritis saat ini. Kita harus kesana" jawab Siwon. Kyuhyun terdiam mendengarnya. Kritis? Tubuhnya kritis?
"Hyung..."
"Ne?"
"Kau mungkin sudah menganggapku gila ataupun yang lainnya. Tapi bisakah kau percaya padaku kali ini saja?_" Langkah Siwon terhenti, begitupun dengan kursi roda yang tengah didorongnya.
"Aku benar-benar Cho Kyuhyun, tolong percaya padaku_"
"SUDAH HENTIKAN! UCAPANMU ITU SUDAH MEMBUAT SEMUA KACAU AHRA-AH.." Akhirnya Siwon meledak. Pepatah klasik mengatakan jika kesabaran seseorang juga ada batasnya, begitupun Siwon. Kyuhyun bungkam. Baru kali ini ia melihat taring Siwon yang sangat menakutkan. Ia menggigit bibir atasnya takut dengan manik yang telah nanar seutuhnya.
"Maaf sayang. Aku tak bermaksud membuatmu takut, tapi perkataanmu itu_" namun sangkalan Siwon lansung dipotong Kyuhyun.
"Aku benar-benar tak berbohong. Kenapa semua orang tak mempercayaiku. Bahkan kau juga. Apa kau tak bisa membedakan kekasihmu dengan orang lain hyung? Apa yang harus kulakukan agar kau bisa percaya padaku?"
"Sudahlah.. kita bicaakan saja nanti. Kita harus segera menemui Kyuhyun"
"Lihat! Kau benar-benar tak mempercayaiku sedikitpun_" hancur sudah kukungan air mata yang ia tahan tadi. Bulir bening itu dengan senantiasa membasahi pipinya yang tirus. Siwon panik bukan main. Ia beralih duduk dihadapan Ahra, mulai mengusap manik yang selalu basah itu_menghapus setiap jejak yang ditinggalkan bulir beningnya itu.
"Saat aku duduk dibangku TK, aku mengatakan suka padamu dan kau hanya tertawa dan mengatakan kau juga suka padaku. Lalu 2 tahun yang lalu saat kita berlibur bersama_hanya berdua saja, kita mengambil foto bersama dan aku berhasil mencuri ciuman darimu? Saat itu kau marah padaku, dan meninggalkanku disana seorang. Lalu aku tersesat saat kau tinggalkanku, dan kau berhasil menemukanku pada malam harinya. Aku menangis meminta maaf padamu karena sikap bodohku itu, dan kau memelukku guna menenangkanku. Dan aku memintamu untuk tak menceritakan pada siapapun, termasuk pada orang tuaku dan Ahraa noona agar mereka tak khawatir padaku. Begitupun aku.. Apa yang aku katakan masih tak bisa membuatmu percaya padaku?"
Bibir Siwon sedikit bergetar, "Ba..bagaimana kau bisa tau semuanya sayang? Apa Kyuhyun yang memberitahumu?"
Kyuhyun menggeleng, "Anniyo.. Bagaimana bisa aku memberitahu diriku sendiri. Ini benar diriku hyung, Cho Kyuhyun" Kini giliran Siwon yang menggeleng tidak percaya, "Bagaimana bisa ini semua terjadi? Kau pasti berbohong?"
"Ini benar diriku. Tubuhku tertukar pada Ahra noona. Dan Ahra noona kini tengah berada pada tubuhku, dan sekarang ia kritis? Aku mohon lakukan sesuatu hyung"
Siwon berdiri dari duduknya dan beralih melajukan kursinya, "Kita harus segera kesana.." ujarnya dingin.
.
Jerit yang sangat memekakkan dari alat-alat medis diruang tersebut, terus saja mengaum mengisi seluruh ruang rawat Kyuhyun. Suasana gaduh tak ayal ikut bergabung bersama kekacauan disana. Terlebih lagi dengan Leeteuk yang terus meraung menangis memanggil nama anaknya itu. Tubuh ringkihnya pun dihalau Yunho yang juga tak kalah sendunya memandang kondisi anaknya kini.
"Isi dengan 50 joule... Shock!" seru dokter saat alat defribolator, sebuah alat pemacu jantung ia pegang. Digosok-gosokkannya kedua alat tersebut sebelum menyentuh dada namja pucat itu. Tubuh Kyuhyun terlonjak karena terkejut dengan aliran listrik yang menggerayangi badannya. Namun mesin elektrokardiograf masih saja berdenging, bersama garis panjangnya.
"100 JOULE... Shock!" titahnya lagi dengan nada sedikit meninggi. Lagi-lagi tubuh Kyuhyun terguncang menerima aliran listrik tersebut.
Siwon dan juga Kyuhyun akhirnya tiba, ikut menyaksikan pertarungan batin yang harus Ahra hadapi melawan kematian. Ia menangis saat dokter terus melakukan penanganan serius pada tubuhnya, dan respon tubuhnya masih tetap sama.
"200 Joule..."
'Jebal noona, kau harus bangun! Jebal!' batin Kyuhyun.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttt...
Nyanyian nyaring itu sentak membuat gerangan siapapun terhenyak. Jiwa mereka seolah hilang, dan hanya tatapan kosong yang terpancar disana. Dokter yang menangani tubuhnya pun hanya bisa diam, memandang tubuh kaku itu.
"Maafkan saya, Tuhan sudah berkata lain_" sesal dokter tersebut dengan menunduk maaf. Leeteuk yang tersadar akan maksudnya, meraung dan berhambur memeluk tubuh kaku anaknya itu. Seruan dari seorang ibu begitu saja ia lantunkan, berharap anaknya itu kembali padanya.
"Kyunnie-ah.. dengar eomma nak. Kembali sayang.. kembali! Kenapa kau tega meninggalkan eomma dan juga appa? Kau pasti hanya tertidur kan? Kau tidak akan meninggalkan eomma kan? Ayo bangun sayang, apa eomma harus mencium keningmu dulu agar kau terbangun eoh?_"
Kyuhyun yang melihat begitu frustasinya ibunya kini, hanya bisa menangis dalam diam. Ia menunduk dalam, menyembunyikan rautnya yang juga ikut kacau tersebut. Sebuah tepukkan hangat ia rasakan menyentuh pundaknya, tanpa dilihatpun siapa yang melakukannya.. ia sudah tau.
"Kau harus kuat. Tuhan tak akan salah dalam membuat sebuah rencana..." seru Siwon dengan nada sedih. Kyuhyun mendongak, melihat raut orang yang dicintainya itu. Raut itu mengeras, namun ada nada kesedihan dimaniknya tersebut. Jelas sekali Kyuhyun tau apa yang membuatnya demikian. Bukan kematian dari tubuhnya yang ia tangisi dihatinya, melainkan jiwa kekasihnya yang terperangkap pada tubuhnya.
Leeteuk semakin menangis tersedu dengan posisi kepalanya yang menaut pada dahi anaknya. Yunho mendekat, berusaha mencegah istrinya itu untuk tak melakukan sesuatu yang bodoh yang bisa menyakiti tubuh tak bernyawa anaknya itu. "Cobalah kau iklhaskan dia sayang.. Kyunnie kita pasti sedih jika tau ibunya begitu menyedihkan" hibur Yunho.
Kyuhyun mengangguk membenarkan apa yang dikata appanya itu, "Tubuhnya boleh pergi, tetapi Kyunnie tetaplah Kyunnie yang akan selalu disamping kita_" imbuh Kyuhyun mencoba menghibur ibunya.
"_Tolong jangan tangisi kepergiannya yang akan membuatnya sedih dan tak tenang. Bersikaplah kuat agar ia mampu tersenyum dan bahagia disana_" Bulir beningnya terus saja mengalir dengan hebatnya, menyalurkan rasa sakit dan sedih yang menghinggapi hatinya.
"_Kyunnie tak pernah menyesal menjadi anak dari kalian. Ia sangat bahagia seumur hidupnya, mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayanginya_" Siwon meraih kedua pundak Ahra, mencoba menenangkannya. Hatinya sedih melihat apa yang dikatakan Kyuhyun kini. Mencoba menghibur kepergiannya dihadapan kedua orang tuanya dan tubuhnya yang kosong?
"_Dan dimasa depan, ia juga masih tetap berharap untuk menjadi anak dari kalian.. orang yang sangat ia sayangi" Leeteuk tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia lansung berhambur memeluk tubuh Ahra dan menangis dalam pangkuannya. Begitupun Kyuhyun. Ia turut menangis bersama Leeteuk dan mencoba menenangkannya, namun tak semudah itu. Bukan orang yang ia cintai atau kasihi yang ia tangisi, melainkan tubuhnya seorang.
Ditatapnya tubuhnya yang terbaring itu dengan sedih, 'Inikah maksud dari perkataanmu itu noona? Bagaimana bisa? Hikss...' batinnya.
.
.
Tbc
Annyeong..^^
ada yang kangen ama Amoree? Ehhee...
Mian, lama hiatus ya? Maklum, udah semester akut..jadi tugaspun berjibun datang keluar-masuk.
Mulai dari UTS, tugas harian, ataupun persiapan magang. Eh ngomongin soal magang, minta doanya ya.. moga proposal magang Amoree bisa tembus ke salah satu stasiun Tv ne ehhhee.. Udah kayak punduk lumutan merindukan bulan aja ceritanya nih..
Ok, back to of the story.. Gimana cerita di chap 2 ini? Udah geregatan menebak-nebak gimana kisah selanjutnya? Ecieee... sabar, 2 chap lagi juga bakal kelar dan berakhir apa ya? Happy endingkah atau sad ending?
Jadi, tinggalkan jejak ne #Muachhhh...
