Title: 'Cause I Love You
Author: LoveHyunFamily
Cast: Oh Sehun
Kim Jongin
Wu Yifan
Other
Main pair: HunKai/Sekai; w/ KrisKai
Genre: Sad/Hurt/Comfort, Drama, Romance
Rated: T/16+
Warning: Yaoi; BL; Sho-ai dan sejenisnya
Disclaimer: Cast milik orang tua, agensi dan diri mereka sendiri. Ovie cuma make namanya aja. Dan tentunya cerita murni milik dari otak Kreatif Ovie
Summary: Sehun dan Jongin itu bersahabat. Sehun mencintai Jongin. Namun apa daya jika Jongin dijodohkan dengan seorang CEO muda. Dan parahnya setelah menikah, tubuh Jongin selalu penuh memar dan itu membuat Sehun geram. Apa yang akan dilakukannya?
.
.
Happy Reading
.
Sehun berjalan menuju ruang keluarga dimana disitu ada nenek dan juga sahabat tercintanya.
"Kau kurusan" Sehun menghentikan langkahnya saat mendengar suara sang nenek berujar demikian.
"Ah. Tidak kok nek. Hanya perasaan nenek saja karena kita tidak pernah bertemu lagi" Sehun juga mendengar jawaban Jongin yang tenang setelah lama terdiam. Berusaha tenang, itu menurut Sehun. Karena Sehun juga tahu bagaimana seorang Kim Jongin.
Tanpa berlama-lama Sehun kembali melangkahkan kakinya kearah mereka. Setelah memberikan handuk yang agak basah itu pada Jongin. Sehun melihat memar yang ada dipergelangan Jongin. Karena Jongin melepas jacket baseball nya saat Sehun memberikan handuk tadi.
"Kenapa tanganmu memar?" Sehun melihat Jongin yang menghentikan pergerakan membersihkan wajahnya. Namun itu tak lama. Jongin kembali melanjutkan dan memperbaiki raut wajahnya yang sempat menegang.
"Aku terjatuh di kamar mandi kemarin" ucap Jongin. Sang nenek—neneknya Sehun- memperhatikan dengan lekat wajah Jongin serta pergerakannya.
"Bibirmu berdarah. Kau tak apa Jonginie?" Nenek berujar lembut dengan satu jarinya menuju ujung bibir Jongin. Dan apa yang harus Jongin jawab selain ringisan? Membuat Sehun memicingkan matanya pada Jongin. Ia merasa ada yang janggal pada diri Jongin.
"Aku tidak apa nek. Ini kemarin hanya bekas kegigit. Entah kenapa hehe" Oh, bagus. Alasan yang kuat Kim Jongin. Namun sayang, sahabatmu tidak percaya akan alasanmu.
"Nek. Aku ingin bicara dengan Jongin dulu" tanpa menunggu jawaban nenek. Sehun sudah lebih dulu menarik tangan Jongin untuk mengikutinya. Tidak keras tentu saja, takut Jongin merasa sakit.
Sehun mendudukkan Jongin dipinggir kasurnya saat mereka sudah sampai dikamar. Dan tanpa menunggu sebuah pertanyaan dari bibir manis Jongin. Sehun sudah lebih dulu menarik kaos yang Jongin gunakan dengan paksa hingga nampaklah seluruh tubuh Jongin yang hampir tertutupi memar yang berwarna biru keunguan. Membuat Sehun jatuh terduduk di ubin kayu yang dingin itu.
Jongin? Ia sebenarnya menahan Sehun yang tadi hendak membuka kaosnya. Namun apa daya kekuatannya dan Sehun? Tidak ada apa apanya. Maka jadilah ia sekarang bertelanjang dada dihadapan Sehun dengan menggigit bibir bawahnya kuat. Menahan isakannya yang tiba-tiba hendak keluar.
"A-ada apa dengan itu semua Jongin?" Tanya Sehun bergetar, masih dengan posisi terduduk menatap Jongin yang berada dikasurnya. Jongin tak dapat menjawab, seakan jika ia membuka sedikit saja bibirnya maka isakan akan keluar. Dengan nyaring.
"JAWAB AKU KIM JONGIN!" Habis sudah kesabaran Sehun. Ia juga tak tahu kenapa dirinya berteriak.
"Hiks" akibat dari teriakan Sehun. Jongin mengeluarkan isakannya. Tubuhnya bergetar, ia juga takut pada Sehun yang sekarang. Karena dulu Sehun tidak pernah seperti ini kepadanya.
"Jongin. Kenapa tubuhmu seperti ini hm?" Tanya Sehun melembut dengan berlutut dihadapan Jongin sembari mengusap biru biru yang ada ditubuh Jongin. Ia tak sanggup melihat Jongin yang seperti ini. Dengan meneriakinya pasti akan membuat Jongin lebih sakit. "Aku berharap dipertemuan kita yang pertama dalam sebulan ini. Kau dalam keadaan baik-baik saja. Karena sudah ada suami yang mengurusimu" tambah Sehun dengan menatap Jongin yang hanya menundukkan wajahnya sambil memejamkan mata. Menahan isakan hingga tubuhnya bergetar hebat, padahal air matanya sangat deras mengucur dari kelopak indahnya itu. Sekali dalam sebulan ini. Dada Sehun kembali merasakan sakit, kali ini lebih parah dari yang sebelumnya.
"Bisa jelaskan aku kenapa dengan ini semua?" Sehun masih berujar lembut dan menyeka air mata Jongin dengan jari-jari panjangnya.
Jongin menggeleng. Menolak menjelaskan semuanya. Sehun mendesis "Apa ini ulah si Wu Kris itu?" Dan kali ini Jongin sukses terdiam. Dan itu sudah jelas, Jongin tidak perlu menjawabnya karena Sehun sudah tahu jawabannya.
"Baik. Aku akan membalas ini padanya karena sudah berani menyentuh sahabatku" Sehun bangkit. Namun Jongin dengan segera memeluk Sehun. Lalu Jongin membenamkan wajah basahnya di dada Sehun.
"Tidak Sehun. J-jangan pernah lakukan itu" lirih Jongin. "Bagaimanapun dia juga suamiku" Sehun tersenyum miris mendengarnya. Bahkan disaat Jongin sudah disakiti seperti ini ia masih mengatakan kalau si Wu itu suaminya.
"Tapi Jongin—"
"Dia suamiku. Aku tidak apa" lirih Jongin. Masih dengan memeluk Sehun yang sama sekali tidak membalas pelukannya. Jongin mendongakkan kepalanya hingga wajah mereka sangat dekat. Jongin melepaskan pelukannya pada Sehun dan menangkup wajah Sehun dengan telapaknya yang lembut itu. Membuat Sehun sendiri menjadi tegang. Apa yang dilakukan Jongin?
Menempelkan jidat mereka dan Jongin tersenyum pada Sehun. "Kita sering melakukan ini kan dulu" ucap Jongin dengan mata berairnya.
Benar.
Kenapa Sehun lupa? Ia tidak ingat jika dulu mereka sering menempelkan jidat jika salah satunya sedang dilanda emosi atau merasa sedih. Dan Sehun benar-benar lupa dengan moment yang dilakukannya bersama Jongin ini.
Mata Sehun berkaca-kaca. Lalu Sehun merengkuh tubuh Jongin hingga tenggelam didekapannya. Menitikkan air mata saat ia sudah menyembunyikan wajahnya pada perpotongan leher Jongin. "Aku merindukanmu" lirihnya disamping telinga Jongin.
Jongin tersenyum dan membalas pelukan Sehun sembari mengusapnya pelan. "Aku juga merindukanmu. Sangat. Maaf baru bisa menemuimu" Jongin ikut membenamkan wajahnya pada leher Sehun.
"Bisakah aku minta alamatmu? Jika aku rindu, jadi bisa mengunjungimu saja" Ucap Sehun saat sudah melepaskan pelukannya.
Jongin mengangguk "Baik, nanti kukirim lewat pesan" Jongin tersenyum. Dan Sehun juga tersenyum.
Lihatlah. Bagaimana bisa seorang manusia masih bisa tersenyum kala ia sedang menghadapi cobaan yang berat? Jangan-jangan Jongin seorang malaikat.
"Ayo kita obati memarmu" Sehun menarik pergelangan Jongin untuk kembali duduk dipinggir kasurnya. Namun Jongin menampiknya dengan halus.
"Aku tak apa. Ini akan hilang dalam tiga hari kok" Sehun terdiam dengan wajah datarnya menatap Jongin yang memungut kaos nya lalu dikenakannya.
"Hilang dalam waktu tiga hari?" Sebenarnya Sehun berbicara sendiri. Tapi Jongin yang mendengarnya mengangguk karena merasa dirinya ditanyai Sehun.
"Berarti Wu brengsek itu sudah memukulimu berulang kali?" pekik Sehun kembali tersulut amarahnya. Ia tak habis pikir pada Jongin yang bersikap seakan tak terjadi apa-apa.
"Ia hanya tidak sengaja Sehun"
"TIDAK SENGAJA BAGAIMANA HUH?"
CKLEK
"Sehun. Ada apa sih teriak-teriak terus. Tuh dibawah ada yang mencari Jongin" Neneknya tiba-tiba masuk. Membuat pertengkaran—amarah- Sehun harus dikubur dalam dalam.
"Siapa nek?" tanya Jongin. Untung dirinya sudah memakai kaosnya. Jika tidak apa reaksi nenek Sehun jika melihat tubuhnya itu.
"Dia bilang suamimu" Sehun maupun Jongin menegang. Jongin sebebarnya takut dengan Kris, karena benar Kris sering memukukinya entah kenapa. Dan Sehun menegang karena berusaha menahan amarahnya yang semakin menjadi saat neneknya mengatakan ada suami Jongin diluar. "Nenek keluar. Dia menunggumu"
BLAM
Hening. Mereka berdua terdiam dengan apa yang disampaikan nenek.
"Jongin" Jongin menoleh saat Sehun memanggilnya, dan berusaha bersikap sewajarnya. "Apa orang tuamu tau hal ini?"
"Tidak" Jongin akhirnya menjawab setelah beberapa detik diam.
"Kenapa? Kenapa kau tidak memberi tahu mereka? Mereka bisa menceraikanmu dari Kris dan mencari yang lebih baik darinya" jika bisa itu aku. Sambung Sehun dalam hati.
"Karena aku mencintainya Sehun!" Baru kali ini Sehun mendengar Jongin memekik sarat akan kefrustasian. "Karena aku mencintainya" lirih Jongin lagi. Membuat hati Sehun hancur berkeping-keping mendengarnya. Tidak ada harapan lagi. Tidak akan. Karena Jongin sudah mengatakan bahwa ia mencintai pria berdarah China-Canada itu.
"Baiklah terserah kau saja Jongin" Sehun membuka pintu kamarnya. "Ayo keluar, suamimu sudah lama menunggu" Dan berlalu tanpa menunggu jawaban dari bibir manis sahabat tercintanya itu. Meninggalkan sang sahabat tercinta menangis dalam diam.
.
"Mana Jongin?" tanya nenek saat Sehun bergabung diruang yang sama saat mereka bertiga dengan Jongin.
"Kupikir masih di kamar mandi. Karena tadi dia mengatakan ingin sekali buang air kecil" canda Sehun lalu melihat Kris yang terkikik diseberangnya. Sukses membuat Sehun ingin meninju sekarang juga wajah dengan topeng itu.
"Ah maafkan aku" mereka semua mengalihkan perhatiannya pada Jongin yang baru saja datang. Dan Jongin langsung mendudukkan dirinya disamping Kris yang mana langsung merengkuh pinggangnya. Sehun berdecih samar melihatnya. "Bagaimana kau bisa tahu aku disini Kris?" tanya Jongin menghadap Kris yang disampingnya.
Kris mengambil ponselnya yang berada di jas mahalnya lalu menggoyang-goyangkan benda persegi itu dihadapan wajah Jongin. Oh, jangan lupakan senyum manisnya yang membuat Sehun muak. "Kau lupa? Kau mengaktifkan GPS mu sayang" Sehun ingin sekali membanting meja didepannya ini kewajah Kris sekarang juga.
Bagaimana bisa orang itu tersenyum dihadapan Jongin yang sudah pernah dipukulinya? Sehun tidak bisa berpikir sekarang, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Jika ia bisa memutar waktu, ia ingin kembali ke masa-masa ia masih bersahabat dengan Jongin, lalu menyatakan cinta, lalu mereka bersama. Setelah itu mereka menikah dan walaaa, mereka bahagia. Dan itu hanya jika. Sehun bukanlah Tuhan, jadi ia hanya bisa menjalani yang akan dihadapi.
Saat Sehun melihat mereka asik ber-lovey-dovey ria, dan hendak menempelkan hidung masing-masing. Ia berdeham cukup nyaring dan sukses membuat pasangan muda itu menoleh kepadanya. Dengan wajah Kris yang terlihat biasa-biasa saja lalu wajah Jongin yang memerah.
"Kalian sangat romantis" celetuk nenek. Wajah Jongin semakin memerah dibuatnya. Dan Sehun serasa ingin menelan neneknya itu hidup-hidup.
.
.
"Kenapa kau tidak memberitahu nenek jika Jongin sudah menikah?" Sehun menghentikan pergerakannya yang sedang membersihkan meja.
"Kupikir itu tidak penting nek" jawab Sehun halus. Sang nenek memandang Sehun tidak suka.
"Bagaimana bisa itu tidak penting?" Tanya sang nenek lagi dengan meninggikan sedikit nada bicaranya. Namun Sehun hanya diam, dan mengangkat gelas-gelas yang tadi mereka pakai saat ada Jongin menuju dapur. Sebelum Sehun melewati sekat antara ruang keluarga dan dapur. Sehun mendengar neneknya yang berujar "Padahal aku ingin sekali melihatmu menikah dengan Jongin" dengan lirih. Yang membuat langkah kaki Sehun membeku seketika.
.
TBC
.
Hai hai hai~
Chapter dua nih. Ovie lagi pengen update aja karena terlalu senang. Hari ini suami Ovie ulang tahun (read: Daehyun) haha. Oke abaikan. Maaf yak karena chap ini pendek(sangat) karena chap depan semua masalah terkuak dan pastinya juga jauh lebih panjang.
Wii.. Udah pada tau ya yang aniaya Jongin itu Kris. Haha, kalian hebat sekaleee~
Hayo, nenek nya Sehun pengen Sehun yang nikah ama Jongin tuh. Apa tanggapannya?
Big Thanks To:
Kim Kai Jong; NunaaBaozie; Mizukami Sakura-chan; .9; jungdongah; ; KaiNieris; sayakanoicinoe; Kimoy; cheonsarang614; afranabilacantik; asmayae. dan para SIDERS sekalian.
Terimakasih sama semua yang udah review. 1 review dari kalian sangat berarti untuk Ovie /bow/
Salam
