Tok! Tok! Tok!
"Sasuke, boleh Ibu masuk?"
"Masuk saja, pintunya tidak dikunci."
"Sedang mengerjakan tugas ya?"
"Iya bu, tadi Iruka sensei memberi tugas matematika."
"Oh begitu, ini Ibu bawakan susu coklat dan kue."
"Terimakasih, simpan saja di meja."
Melihat anak semata wayangnya yang sibuk mengerjakan tugas, Mikoto tidak ingin mengganggu dan keluar dari kamar anaknya.
"Hooaam~.. Sudah jam 9 malam, berkutat dengan tugas selama 2 jam membuatku cepat ngantuk. Tidur saja ah, besok bangun pagi dan bergegas ke sekolah. Selamat malam Kuro."
Oak!
Itachi (Kuro) POV
Aku memperhatikan gerak gerik Sasuke dari tadi, dari awal dia mengerjakan tugas sampai sekarang dia memutuskan untuk tidur.
"Selamat malam Kuro."
Oak!
'Selamat malam Sasuke.'
Tidak lama kemudian Sasuke tertidur. Aku berusaha membuka pintu sangkar, aku menghampiri Sasuke yang sedang tertidur di ranjangnya.
Jam dinding terus berdetik.
Tik! Tik! Tik!
Dan inilah saatnya, waktu sudah menunjukkan pukul jam 12 malam. Cahaya kehitaman keluar dari tubuh burung gagakku dan aku berubah wujud menjadi manusia. Sejenak aku memperhatikan diri sendiri di depan cermin, rambutku semakin panjang, pakaian yang diberikan Orochimaru pada saat ia menjadikanku kelinci percobaan sudah semakin kecil mungkin karena seiring usiaku bertambah dan ukuran tubuh manusiaku semakin besar.
Pandanganku menuju pada Sasuke yang sudah tertidur lelap. Dengan langkah pelan aku menghampirinya. Memperhatikan sosok kecil ini. Wajah lucunya yang sedang tidur terlihat sangat menggemaskan. Aku duduk di sisi sebelah kanan ranjang Sasuke. Selimut yang menutupi tubuhnya agak terbuka lalu aku membetulkannya.
Ini adalah pertama kalinya aku bersandar disamping Sasuke adikku sendiri. Sayang sekali aku tidak bisa menyambutnya ketika ia lahir di dunia ini, tapi karena aku sudah disini aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Mata onyx ku terus saja memperhatikan Sasuke yang sedang tertidur, aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya, samar-samar aku mendengar deru nafas Sasuke yang teratur. Sesekali tanganku merengkuh tubuh Sasuke dengan protektif dan perlahan agar Sasuke tidak terbangun.
Perlahan tanganku mengusap kening, hidung, pipi, dagu dan bibirnya.
Aku menghimpit tubuh Sasuke yang sedang tertidur, mendekatkan wajahku padanya dan mengecup keningnya. Seuntai kata dari mulutku akan menjadi pengantar lelap tidurnya.
"Aku sayang padamu, Sasuke..." bisikku padanya.
Tanpa sadar aku tertidur selama beberapa jam, ketika melihat jam dinding waktu telah menunjukkan pukul 5 pagi cahaya hitam keluar lagi dari dalam tubuhku dan aku pun berubah wujud menjadi burung gagak kembali. Aku bergegas menuju sangkar.
End of Itachi (Kuro) POV
Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi, Sasuke bangun dan segera mandi, merapikan diri dan membereskan buku apa saja yang akan dibawa hari ini. Tak lupa ia juga menyapa hewan peliharaannya.
"Selamat pagi, Kuro."
Oaak!
'Selamat pagi, Sasuke.'
"Hari ini aku mau berangkat ke sekolah, kau jangan nakal yaa Kuro."
Oaak! Oaak!
'Iya aku mengerti. Aku akan menunggu sampai kau pulang.'
"Dahh Kuro-chan!"
Sementara itu di sekolah.
"Hei Sasuke, coba tebak kemarin ayah membelikanku hewan peliharaan."
"Benarkah? Apa hewan yang kau pelihara?"
"Dia seekor anjing namanya Kurama. Apa kau punya hewan peliharaan Sasuke?"
"Iya, kemarin aku menemukan seekor burung gagak dan aku menyukainya. Kubawa saja ke rumah dan sekarang dia jadi hewan peliharaanku."
"Burung gagak?"
"Apa? Burung gagak?"
"Benarkah itu Sasuke?"
"Kau memelihara burung gagak? Kedengarannya menarik."
Mendengar Sasuke memelihara burung gagak sontak anak-anak lain mengerubungi meja Sasuke dan menanyainya berbagai macam pertanyaan.
"Kenapa kau memelihara burung gagak Sasuke?" tanya Naruto.
"Bukankah tadi sudah jelas? Karena aku menyukainya."
"Tapi burung gagak kan seram, seluruh tubuhnya warna hitam bahkan matanya pun juga."
"Meskipun menyeramkan tapi dia jinak."
"Oh begitu ya.. pulang sekolah nanti boleh tidak aku ke rumahmu? Aku penasaran dengan burung gagak yang kau pelihara itu."
"Baiklah."
...
Sepulang sekolah Sasuke mengajak Naruto, Shikamaru, Chouji, Hinata, Sakura dan Ino ke rumahnya. Mereka penasaran dengan burung gagak yang dipelihara Sasuke.
"Permisi, selamat siang bibi Mikoto."
"Selamat siang. Wahh ada apa datang ramai-ramai begini?"
"Aku ingin menunjukkan hewan peliharaanku pada mereka bu."
"Oh begitu, masuk saja ke kamar Sasuke. Dia ada disana."
Sasuke mengajak keenam temannya ke kamarnya.
"Nah itu dia!"
Sasuke mengeluarkan burung peliharaannya dari sangkar. Reaksi dari teman-temannya cukup beragam, ada yang berdecak kagum, ada yang biasa saja, bahkan ada yang takut.
"Semuanya perkenalkan, ini adalah burung gagak peliharaanku namanya Kuro."
"Oh jadi namanya Kuro ya? Nama yang bagus." kata Ino.
"Waahh keren. Hei, Sasuke! Dimana kau temukan burung gagak itu?"
"Aku menemukannya di jalan gang kecil saat aku pulang sekolah."
"Hewan peliharaanmu ini tidak biasa ya Sasuke. Apa dia galak?" tanya Chouji.
"Tidak, jangan khawatir dia jinak."
Merasa penasaran Hinata mencoba mendekati burung gagak itu.
"Hi-hinata, hati-hati!"
Hinata mengelus burung itu.
"Jangan khawatir teman-teman, dia burung yang jinak."
"Aku juga mau menyentuhnya." kata Ino.
"Sakura, kau tidak mencoba menyentuhnya?"
"Tidak ah."
"Kenapa? Kau takut ya?" kata Ino menggoda nya.
"T-Tidak! Biar kucoba, lagipula itu hanya seekor burung kan?"
Sakura mencoba menghampiri burung gagak yang kini bertengger di lengan Sasuke. Tapi saat Sakura mencoba menyentuhnya, burung gagak itu menatap Sakura dengan ekspresi tajam dan mengepakkan sayapnya lalu terbang tak tentu arah.
Oaakk! Oaakk! Oaakk!
"Kyaaaa! Seraaam!" Sakura memekik takut.
Tawa pun pecah di kamar Sasuke, terutama Ino.
"Hahahaha... Ya ampun Sakura, wajahmu lucu sekali." kata Ino.
"Mungkin burung gagak itu tidak menyukaimu karena kau jelek." ejek Naruto.
Semburat kemarahan muncul dari kepala Sakura dan...
BLETAK!
"Aduduuh.. s-sakit Sakura."
"Dasar Naruto bodoh!"
Oak! Oaak! Oak! Oaak!
"Sshhh.. Kuro.. Kuro-chan tenanglah." kata Sasuke yang mencoba menenangkan hewan peliharaannya.
Itachi (Kuro) POV
Sasuke membawa beberapa teman-temannya.
"Semuanya, perkenalkan ini hewan peliharaanku namanya Kuro."
Ohh rupanya Sasuke mengenalkanku pada teman-temannya. Haha lucu sekali! Ada yang rambutnya berwarna kuning jabrik, dengan aura keceriaan yang dia punya sepertinya dia orang yang ramah sekaligus teman dekat Sasuke. Ada anak laki-laki yang rambutnya diikat dengan tatapan sayu dan malasnya. Ada anak laki-laki yang berperawakan agak besar dari anak lainnya.
Kulihat teman perempuan Sasuke yang berambut ungu itu mendekatiku dan mengelus kepalaku. Aku bisa merasakan kalau dia memiliki aura yang lembut. Lalu gadis kecil kuncir satu bermata biru yang menyentuhku, aku bisa merasakan kalau dia gadis yang baik dan feminin. Kemudian gadis berambut pink, entah kenapa aku tidak suka padanya dia seperti memiliki perasaan 'lain' pada Sasuke.
Oaaak! Oaaak! Oaaak!
Aku menunjukan rasa ketidaksukaan ku padanya dengan mengeluarkan suara nyaring dan terbang tak tentu arah.
"Sshh.. Kuro.. Kuro-chan tenanglah."
Sasuke menenangkanku dan memasukkanku kembali dalam sangkar.
End of Itachi POV
"Sudah sore, kami pulang dulu yaa Sasuke."
"Iya, kalian hati-hati dijalan."
"Bibi kami permisi dulu."
"Iya.."
Sesudah teman-temannya pulang Sasuke kembali menuju kamarnya dan mengajak bicara hewan peliharaannya itu. Sasuke sedikit mengeluh dengan tingkah Kuro saat Sakura mencoba menyentuhnya.
"Kuro-chan, tadi kau kenapa?"
Oak!
'Apa maksudmu Sasuke?'
"Tadi saat temanku Sakura menyentuhmu kau malah menakutinya dengan mengeluarkan suara nyaring dan terbang tak tentu arah."
Oaak! Oaak!
'Aku hanya kurang suka padanya, dia seperti memiliki perasaan lain padamu.'
"Kuro-chan, lain kali kau tidak boleh melakukan itu pada orang lain ya. Jadilah burung yang baik, mengerti?" kata Sasuke menasehati burung peliharaannya itu dan mengeluarkan senyum manis tak berdosa khas seorang anak kecil. Melihat hal itu membuat Itachi (Kuro) merasa tersentuh insting hewannya dan naluri manusianya. Batin Itachi (Kuro) berbicara.
'Senyuman itu... senyuman yang sangat tulus dan memiliki arti yang sangat dalam. Kenapa aku berpikir seperti itu? Karena aku adalah manusia setengah hewan ditambah lagi aku adalah seekor burung gagak, spesies kami tergolong ke dalam jenis burung yang pintar. Burung gagak bisa merasakan hawa keberadaan manusia dan apa yang ada di dalam pikirannya. Kami bisa merasakan mana manusia yang baik dan manusia yang memiliki niat jahat. Selain kemampuan insting hewan yang kumiliki, aku bisa memadukannya dengan naluri manusia yang kumiliki. Jadi aku bisa merasakan perasaan layaknya seorang manusia, aku bisa senang, bahagia, sedih, terluka, kecewa dan... cemburu.'
Setelah sejenak menatap senyuman manis Sasuke, Itachi (Kuro) tersadar.
Oak!
Lalu Itachi (Kuro) bertengger di pundak Sasuke dan mengeluskan kepalanya di pipi Sasuke.
"Baiklah kurasa kau sudah mengerti. Oh iya aku mau ambil cemilan dulu ya."
Sasuke turun menuju dapur, mengambil beberapa cemilan untuk dinikmati bersama Itachi (Kuro).
"Tidak terasa waktu sudah sore, bagaimana kalau kita menghabiskan waktu di balkon rumah sambil makan?"
Oak!
Sasuke membawa gagak peliharaannya ke balkon rumah, mereka duduk santai disana menikmati indahnya matahari senja sambil memakan cemilan. Sesekali Sasuke menyuapi peliharaan kesayangannya.
"Hmm enak kan?"
Oak!
"Ada untungnya juga aku memeliharamu, kau bukan tipe hewan yang merepotkan. Kau baik, penurut, jinak, terlebih lagi kau bersih dan tidak pilih-pilih makanan. Aku jadi tidak repot kalau memberimu makan."
Oak! Oak!
'Sasuke memujiku, aku merasa tersanjung. Perlahan aku membuka sayapku dan menyentuh pipi Sasuke. Aku membayangkan kalau diriku berwujud manusia sedang menikmati waktu berkualitas dengan Sasuke, membelainya lembut dengan tanganku sendiri.'
Sasuke sedikit terhenyak dengan tingkah manis burung gagak peliharaannya itu.
"Ahaha... meskipun rupamu sedikit menyeramkan tapi tingkahmu manis juga, kau selalu mengerti apa yang kukatakan, entah kenapa aku berpikir sambil membayangkan kalau kau adalah seorang manusia."
'Aku memang manusia, Sasuke.'
"Kenapa aku jadi berpikir yang bukan-bukan ya? Ah sudahlah. Sekarang sudah hampir malam dan aku lupa belum mandi. Ayo kita mandi Kuro-chan!"
Itachi (Kuro) POV
"Ada untungnya juga aku memeliharamu, kau bukan tipe hewan yang merepotkan. Kau baik, penurut, jinak, terlebih lagi kau bersih dan tidak pilih-pilih makanan. Aku jadi tidak repot kalau memberimu makan."
Oak! Oak!
'Sasuke memujiku, aku merasa tersanjung. Perlahan aku membuka sayapku dan menyentuh pipi Sasuke. Aku membayangkan kalau diriku berwujud manusia sedang menikmati waktu berkualitas dengan Sasuke, membelainya lembut dengan tanganku sendiri.'
Sasuke sedikit terhenyak dengan tingkah manis burung gagak peliharaannya itu.
"Ahaha... meskipun rupamu sedikit menyeramkan tapi tingkahmu manis juga, kau selalu mengerti apa yang kukatakan, entah kenapa aku berpikir sambil membayangkan kalau kau adalah seorang manusia."
'Aku memang manusia, Sasuke.'
"Kenapa aku jadi berpikir yang bukan-bukan ya? Ah sudahlah. Sekarang sudah hampir malam dan aku lupa belum mandi. Ayo kita mandi Kuro-chan!"
A-apa? Apa aku tidak salah dengar? Tadi Sasuke mengajakku mandi? Mandi bersama dengannya hanya berdua?
Sasuke membawaku masuk ke dalam kamar mandi. Dia menaruhku di samping bak mandi, dan saat ini aku menyaksikan pemandangan yang.. ah entahlah aku sendiri sulit mengatakannya.
Sasuke melepaskan bajunya satu persatu di hadapanku. Setelah melepas bajunya kemudian ia lanjutkan dengan melepas celananya dan sekarang yang ada di hadapanku saat ini adalah tubuh Sasuke yang polos tanpa sehelai benang pun.
Aku bingung dengan diriku sendiri, kenapa aku merasakan sensasi aneh dalam diriku. Aku merasa aliran darahku berdesir cepat seketika, seluruh tubuhku terasa panas. Meskipun aku saat ini berbentuk hewan tapi tetap saja aku tidak bisa menyangkal sensasi yang sedang kurasakan saat ini. Dan kenapa juga aku merasa malu? Kami kan bersaudara dan sama-sama laki-laki. Sebenarnya ada apa denganku?
Sesudah melepas seluruh pakaiannya, Sasuke mendekatiku dan kami berdua masuk ke dalam bak mandi yang berisi air hangat.
"Ahh~ nyamannya."
Sasuke memandikanku dengan perlahan, dimulai dari mengusap kepalaku, punggung dan kemudian sayap hingga kaki.
Aku tenggelam dalam sensasi ini.
"Haha kau menyukainya ya Kuro-chan. Kalau begitu mulai sekarang kita bisa terus mandi bersama."
Oaaakk!
Mendengar Sasuke berkata seperti itu aku terkejut, aku tidak bisa menahan reaksiku lagi dan langsung mengeluarkan suara nyaring.
End of Itachi (Kuro) POV
.
15 menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan segera mengeringkan tubuh. Sasuke menggunakan handuk putih yang menutupi tubuh polosnya, ia membawa Kuro keluar dan mengeringkan tubuhnya.
"Nah sekarang Kuro-chan sudah bersih."
Oak!
"Aku mau makan malam dulu sesudah itu akan kubawakan makanan untukmu. Tunggu ya."
Oak!
.
Setelah Sasuke makan malam dengan ayah dan ibunya, ia kembali ke kamar dan memberikan makan untuk Kuro.
"Kita sudah mandi dan makan malam. Sekarang aku mau belajar, kau masuklah ke dalam sangkarmu."
Oak!
'Baiklah.'
Seperti biasa Itachi memperhatikan gerak gerik Sasuke, tidak ada perubahan yang signifikan. Sasuke terlihat fokus dan serius membaca buku. Dalam batinnya Itachi (Kuro) bangga karena memiliki adik yang sangat manis dan pintar.
"Eh sudah jam 10 malam, sepertinya aku keasikan membaca sampai lupa waktu. Sekarang waktunya tidur."
Sasuke mematikan lampu dan menuju ranjang tidurnya.
"Selamat malam, Kuro-chan."
Oak!
'Selamat malam Sasuke'
.
Itachi (Kuro) POV
Aku memperhatikan jarum jam, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pukul jam 12 malam. Ya karena tidak lain dan tidak bukan supaya aku bisa berubah wujud menjadi manusia dan memperhatikan Sasuke.
Tik
Tik
Tik
Yak! Sekarang saatnya.
Aku segera keluar dari sangkar, beberapa saat kemudian aku pun berubah wujud setelah itu aku menghampiri Sasuke, menatap wajahnya.
Tiba-tiba dipikiranku langsung terbayang momen kebersamaan kami tadi. Saat Sasuke mengajakku mandi bersama, saat membawaku masuk ke dalam bak mandi dan berendam, lalu saat Sasuke menampakkan tubuh polosnya.
Blush!
Wajahku terasa memanas.
Oh Itachi ayolah!
Meskipun sedikit malu tetapi aku tidak bisa menyangkal kalau sebenarnya aku memang menikmati momen tadi. Sekarang sosok yang sedang kubayangkan ada di depanku, sedang tertidur dengan nyenyaknya. Aku mengelus wajah putih mulusnya kemudian jari telunjukku kugunakan untuk meraba bibir tipis yang terkatup itu. Bibir tipis dan ranum itu seakan akan seperti magnet yang menarikku supaya aku menyentuhnya dengan bibirku. Tapi naluri manusiaku membuatku mengurungkan niat itu. Sasuke malaikatku, dia masih kecil. Aku tidak ingin menodainya.
Aku ingin sekali Sasuke tahu kalau sebenarnya aku ini manusia, ah tidak! Aku bukan hanya sekedar manusia, aku juga ingin Sasuke tahu kalau aku adalah Uchiha Itachi kakaknya. Tapi aku masih bersyukur dipertemukan oleh keluargaku meskipun wujudku seperti ini. Aku tidak perduli dengan wujudku yang sekarang, bisa melihat Sasuke tumbuh dan berada di sampingku saja aku sudah merasa bahagia.
.
.
.
To be continued
A/N : Halo readers~.. Hontou ni sumimasen! #bungkuk90derajat Maaaaaf banget Ayumi baru bisa update sekarang. Soalnya sesudah lebaran Ayumi mudik ke kampung (Minal Aidzin Walfaidzin yaa semua ^^) sesudah itu ada project dari kampus yang harus diselesain, ini juga sebenarnya masih belum selesai tapi aku ga enak aja sama kalian yang udah nunggu ff ini. (Emang ada yang nungguin?) #curcol
Oh iya ada reader yang minta supaya lebih dibanyakin ItaSasu sweet moment nya. Ini udah sweet belum? Kalo belum liatin aku aja biar tambah sweet (?)
Makasih udah baca, dan seperti biasa mohon review nya ^^
Byee~
